Anda di halaman 1dari 2

Berikut ini istilah yang digunakan di dunia pertambangan :

1. Accident : Kejadian yang tidak disengaja, tidak direkayasa, tidak di inginkan, dan dapat
menimbulkan kerugian kepada manusia, alat, dan juga lingkungan sekitar.
2. Fatality: Accident, kecelakaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa korban dalam kurun
waktu 1 x 24 jam.
3. Swell factor: Pengembangan volume suatu material setelah tergali dari tempat asal nya
(insitu).
4. Bank Cubic Meter (BCM): Volume material saat baru diambil dari kundisi atau tempat
aslinya.
5. Loose Cubic Meter (LCM): Volume material setelah terurai dari kondisi aslinya. Biasanya
LCM lebih banyak daripada BCM disebabkan oleh swell factor, walaupun untuk jenis
material dan densitas material yang sama.
6. Ripping: Penggaruan, penguraian material dengan menggunakan alat berat seperti
Excavator, Dozer yang dilengkapi ripper, dll. yang digaru biasanya overburden atau OB.
7. Rippable: Nilai yang menunjukan material yang bias digali, di garu (ripper), dll.
8. Seismic Test Meter: Alat yang digunakan untuk mengecek kekerasan, kepadatan suatu
material, satuan m/detik.
9. Benching system: Cara penggalian, material overburden dengan system jenjang (bench).
10. Match factor: Nilai kesesuaian antara alat muat dan unit angkut saat beroperasi di front
(fleet) yang sama.
11. Mechanical availability: Ketersediaan alat (muat atau angkut) ditinjau dari waktu-waktu
yang hilang,yang disebabkan oleh sebab-sebab mekanikal seperti kerusakan
mesin,prrawatan mesin,dll.
12. Stake out: Proses menentukan titik lokasi (pematokan) yang dilakukan bagian survey
sesuai dengan titik rencana dalam peta tambang.
13. Spontaneous Combustion: Proses terbakarnya batubara secara spontan baik itu terjadi di
kondisi asal nya (belum digali,masih insitu), ataupun terjadi di ROM stock pile
pelabuhan.
14. Joint Survey: Kegiatan yang dilakukan pihak kontraktor dengan Customer saat
mengambil data dan mengukur wilayah pertambangan.
15. Expose: Lapisan batubara yang sudah terbuka diakibatkan oleh kegiatan penggalian dan
pengupasan overburden diatas atau disamping batubara tersebut.
16. Hauling: Kegiatan pemuatan material bias memuat material overburden ataupun
batubara.
17. Hauling Road: Jalan yang dilalui unit angkut material overburden ataupun unit angkut
batubara.
18. Dilution Coal: Batubara yang tercampur dengan material asing seperti overburden, mud,
dan material asing lainnya yang bukan batubara.
19. Crusher: Mesin penghancur batubara menjadi butiran halus sesuai dengan permintaan
pembeli. Biasanya crusher terdapat di stockpile atau jeti, namun ada juga crusher yang
berada di ROM stock tambang.
20. Overcut: Proses terjadinya pemotongan, penggalian material overburden melebihi apa
yang sudah direncanakan oleh bagian engineering. biasanya terjadi pada dinding
tambang.
21. Mineplan: Dokumen perencanaan tambang yang dibuat dan dikendalikan oleh bagian
Engineering mulai dari perencanaan desain tambang,target produksi, dll.
22. Stripping limit / Bondry: Batas terluar penambangan yang dibuat oleh engineering.
Biasanya di beri patok berwarna tertentu yang menandakan batas tersebut.
23. Clinometer: Alat untuk mengukur sudut hasil pembentukan slope.
24. Bow Planning: Patok acuan pengawas kepada operator dalam membuat slope. Dibuat
oleh engineering dan dipasang oleh survey.
25. P2H: Pemeliharaan dan pemeriksaan harian alat atau unit yang dilakukan oleh operator,
driver, ataupun pengawas terhadap unit yang dikendarai nya.
26. Check Sheet: Form yang berisi daftar component alat atau unit yang harus di isi atau di
centang oleh operator , driver, dan pengawas saat melakukan P2H.
27.