Anda di halaman 1dari 24

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas berkat rahmat-Nya proposal ini dapat
diselesaikan. Salawat serta salam marilah kita ucapkan kepada junjungan kita Nabi Besar
Muhammad SAW, semoga kita mendapat syafa’at beliau di akhir zaman. Terimakasih yang
sebesar-besarnya kami ucapkan kepada coordinator mata kuliah Pengantar Keperawatan Jiwa
oleh Ns. Ediyar Miharja, S. Kep. MH yang telah membimbing kami dan juga kepada kawan-
kawan kelas III B serta pihak lain yang telah terlibat selama proses pembuatan proposal ini.
Terimakasih atas semua bantuan dan masukan yang telah kalian berikan kepada kami.
Proposal ini membahas tentang Proposal Aktivitas Kelompok dengan materi Halusinasi.
Dengan adanya proposal ini, kami berharap proposal ini dapat memberikan pengetahuan dan
wawasan serta dapat membantu dalam proses pembelajaran untuk kita semua. Kami sadar
bahwa proposal yang kami susun ini masih sangat jauh dari kata sempurna, oleh karena itu
kami meminta dan memohon kritik atau pun saran yang membangun kepada semua pihak yang
membaca proposal ini. Mungkin ini yang dapat kami sampaikan semoga bermanfaat untuk
semua, terimakasih.

Samarinda, September 2018

penyusun

1
PROPOSAL

TERAPI AKTIVITAS STIMULASI PERSEPSI HALUSINASI

A. Latar belakang
Pada pasien gangguan jiwa dengan dengan kasus skizofrenia selalu diikuti dengan
gangguan persepsi sensori, halusinasi. Terjadinya halusinasi dapat menyebabkan klien
menjadi menarik diri terhadap lingkngan sosialnya, hanyut dengan kesendirian dan
halusinasinya sehingga semakin jauh dari sosialisasi dengan lingkungan disekitarnya.
Atas dasar tersebut, maka kami menganggap dengan therapy aktifitas kelompok (TAK)
klien dengan gangguan persepsi sensori dapat tertolong dalam hal sosialisasi dengan
lingkungan sekitarnya, tentu saja klien yang mengikuti terapi ini adalah klien yang sudah
mampu mengontrol dirinya dari halusinasi sehingga pada saat TAK klien yang sudah
mampu mengontrol dirinya dari halusinasi sehingga pada saat TAK klien dapat berkerja
sama dan tidak mengganggu anggota kelompok yang lain.
Dalam terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi halusinasi dibagi dalam 5 sesi, yaitu:

1. Sesi I : Klien mengenal halusinasi

2. Sesi II : Mengontrol halusinasi dengan cara menghardik

3. Sesi III : Mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap dengan


orang lain

4. Sesi IV : Mengontrol halusinasi dengan cara melakukan aktivitas


terjadwal

5. Sesi V : Mengontrol halusinasi dengan cara patuh minum obat

B. Tujuan

1. Tujuan umum

Klien dapat meningkatkan kernampuan dalam mempersepsikan simulasi yang


dilakukan Sehingga dapat mengontrol halusinasinya.
2. Tujuan khusus
a. Klien dapat mengenal halusinasi.
b. Klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara menghardik.
c. Klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain.
2
d. Klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara melakukan aktivitas terjadwal.
e. Klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara patuh minum obat.

C. Jenis

TAK

D. Waktu dan tempat

Hari/tanggal
:

Selasa, 11
september 2018
Jam : 08.00 WITA

Tempat : Ruang kelas 3B

E. Peserta/ klien / Pasien

1. Kriteria peserta/pasien

a. Pasien dengan halusinasi penglihatan dan pendengaran sudah menunjukkan


kemauan untuk menceritakan apa yang dilihat dan apa yang didengar
b. Pasien dengan halusinasi pendengaran, pasien sudah mampu mengatasi jika
halusinasi tersebut muncul
2. Proses seleksi

a. Mengidentifikasi pasien yang masuk criteria

b. Mengumpulkan pasien yang masuk criteria

c. Membuat kontrak dengan klien yang setuju ikut TAK, meliputi: menjelaskan tujuan
TAK pada klien, rencana kegiatan kelompok dan aturan main dalam kelompok

3. Daftar Kelompok

Jumlah klien dalam TAK ada 6 orang, adalah sebagai berikut :

a. Agung Kurnia

b. Daffa Pranata I

c. Heidian Khosia A
3
d. Julianti

e. Tri Widyarma R

f. Wahyu Ishak

F. Metode

1. Dinamika kelompok

2. Diskusi dan Tanya jawab

G. Media dan alat

1. Spidol dan white board/ papan tulis

2. Jadwal kegiatan harian (jika ada yang dibuat saat TAK) sebelumya

H. Setting tempat

leader

co-leader

observer

4
fasilitator

pasien

I. Pengorganisasian
1. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
a. Hari/Tanggal : Selasa,11 September 2018
b. Waktu : Pkl. 10.00 – 10.45 WIB s.d selesai (sesi I)
c. Alokasi waktu : Perkenalan dan pengarahan (10 menit)
Terapi kelompok (25 menit)
Penutup (10 menit)
d. Tempat : Ruang kelas 3B
e. Jumlah klien : 6 orang
2. Tim Terapi
a. Leader : Marini Yahya
Uraian tugas :
1) Mengkoordinasi seluruh kegiatan
2) Memimpin jalannya terapi kelompok
3) Memimpin diskusi

b. Co-leader : Dhita Fitriyanti


Uraian tugas :
1) Membantu leader mengkoordinasi seluruh kegiatan
2) Mengingatkan leader jika ada kegiatan yang menyimpang
3) Membantu memimpin jalannya kegiatan
4) Menggantikan leader jika terhalang tugas

c. Observer : Galuh Darmayanti


Uraian tugas :
1) Mengamati semua proses kegiatanyang berkaitan dengan waktu, tempat dan
jalannya acara

5
2) Melaporkan hasil pengamatan pada leader dan semua angota kelompok denga
evaluasi kelompok

d. Fasilitator Sesi I :
1. Argha Rizky W
2. Nisrina Noorlaili L
3. Siti Aminah
4. Sulistia
5. Sylvana Amanah M
6. Talia Inkasari
Uraian tugas :
1) Memotivasi peserta dalam aktivitas kelompok
2) Memotivasi anggota dalam ekspresi perasaan setelah kegiatan
3) Mengatur posisi kelompok dalam lingkungan untuk melaksanakan kegiatan
4) Membimbing kelompok selama permainan diskusi
5) Membantu leader dalam melaksanakan kegiatan
6) Bertanggung jawab terhadap program antisipasi masalah

J. Kriteria Hasil

1. Evaluasi Struktur

a. Kondisi lingkungan tenang, dilakukan ditempat tertutup dan memungkinkan klien


untuk berkonsentrasi terhadap kegiatan

b. Posisi tempat dilantai menggunakan tikar

c. Peserta sepakat untuk mengikuti kegiatan

d. Alat yang digunakan dalam kondisi baik

e. Leader, Co-leader, Fasilitator, observer berperan sebagaimana mestinya.

2. Evaluasi Proses
6
a. Leader dapat mengkoordinasi seluruh kegiatan dari awal hingga akhir.

b. Leader mampu memimpin acara.

c. Co-leader membantu mengkoordinasi seluruh kegiatan.

d. Fasilitator mampu memotivasi peserta dalam kegiatan.

e. Fasilitator membantu leader melaksanakan kegiatan dan bertanggung jawab dalam


antisipasi masalah.

f. Observer sebagai pengamat melaporkan hasil pengamatan kepada kelompok yang


berfungsi sebagai evaluator kelompok

g. Peserta mengikuti kegiatan yang dilakukan dari awal hingga akhir

3. Evaluasi Hasil

a. Diharapkan 75% dari kelompok mampu:

b. Menjelaskan apa yang sudah digambarkan dan apa yang dilihat

c. Menyampaikan halusinasi yang dirasakan dengan jelas

K. Tata tertib dan antisipasi masalah

1. Tata tertib pelaksanaan

a. Peserta bersedia mengikuti kegiatan TAK

b. Peserta wajib hadir lima menit sebelum acara dimulai

c. Peserta berpakaian rapi, bersiha dan sudah mandi

d. Tidak diperkenankan makan, minum, merokok selama kegiatan TAK

e. Jika ingin mengajukan atau menjaab pertanyaan, pserta mengangkat tangan kanan
dan berbicara setelang dipersilahkan oleh pembimbing
f. Peserta dilarang keluar sebelum acara TAK selesai

g. Apabila waktu TAK sesuai kesepakatan telah habis, namun TAK belum selesai,
maka pemimpin akan meminta persetujuan anggota untuk memperpanjang waktu
TAK

7
2. Antisipasi kejadian yang tidak diinginkan pada prose TAK

a. Apabila ada klien yang sudah bersedia mengikuti TAK, namun pada saat
pelaksanaan TAK tidak bersedia, maka langkah yang di ambil adalah:
mempersiapkan klien cadangan yang telah diseleksi sesuai dengan criteria dan
telah disepakati oleh anggota kelompok lainnya
b. Apabila ada anggota kelompok yang melakukan kekerasan, leader
memberitahukan kepada anggota TAK bahwa perilaku kekerasan tidak boleh
dilakukan
c. Apabila dalam pelaksaan dalam anggota kelompok ada yng tidak mentaati tata
tertib yang telah disepakati, maka berdasarkan kesepakatan ditegur terlebih dahulu,
dan bila masih tidak kooperatif maka dikeluarkan dari kegiatan.

L. Proses Pelaksanaan
Sesi I: Mengenal halusinasi

1. Salam terapeutik

a. Salam terapeutik kepada klien

b. Perkenalan nama lengkap dan nama panggilan semua struktur (beri papan nama)

c. Menanyakan nama lengkap dan nama panggilan dari semua klien (beri papan nama)

2. Evaluasi/validasi
Menanyakan perasaan klien saat ini

3. Kontrak

a. Leader menjelaskan tujuan kegiatan yang akan dilaksanakan yaitu mengenal suara-
suara yang didengar

b. Leader menjelaskan aturan main

c. Jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok harus minta izin kepada leader

d. Lama kegiatan 45 menit

e. Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir

4. Tahap kerja

8
a. Leader menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan yaitu mengenal suara-suara yang
didengar (halusinasi) tentang isinya, waktu terjadinya, situasi yang membuat terjadi
dan perasaan klien pada saat halusinasi muncul

b. Leader meminta klien menceritakan isi halusinasi, waktu terjadinya, situasi yang
membuat terjadi dan perasaan klien saat terjadi halusinasi. Hasilnya ditulis
di whiteboard

c. Beri pujian pada klien yang melakukan dengan baik

d. Simpulkan isi, waktu terjadi, situasi pada saat terjadi dan perasaan klien dari suara
yang biasa didengar

5. Tahap terminasi

a. Evaluasi

1) Leader menanyakan perasaan klien setelah menikuti TAK

2) Leader memberikan pujian atas keberhasilan kelompok

b. Tindak Lanjut

1) Leader meminta untuk melaporkan isi, waktu, situasi dan perasaan jika
halusinasi muncul

2) Kontrak yang akan datang

3) Menyepakati TAK yang akan datang: cara mengontrol halusinasi

4) Menyepakati waktu dan tempat

6. Evaluasi dan Dokumentasi

Evaluasi
Formulir yang dievaluasi
Sesi I TAK Stimulasi Persepsi Sensori (Halusinasi)
Kemampuan Personal/Halusinasi
No Nama Menyebut Menyebutkan Menyebut Menyebut
Klien Isi Waktu Situasi Perasaan
Halusinasi terjadi Halusinasi saat
9
Halusinasi Muncul berhalusinasi

Petunjuk:

 Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama

 Untuk setiap klien beri penilaian kemampuan mengenal halusinasi; isi, waktu, situasi
dan perasaan saat halusinasi muncul. Beri tanda √ jika klien mampu dan berikan
tanda X jika klien tidak mampu.

Dokumentasi
Dokumentasi kemampuan yang dimiliki klien saat TAK pada catatan proses
keperawatan setiap klien. Anjurkan klien mengidentifikasi halusinasi yang timbul dan
menyampaikan kepada perawat.

Sesi II: Mengontrol halusinasi dengan cara menghardik

A. Tujuan
1. Klien dapat menjelaskan cara yang selama ini dilakukan untuk mengatasi
halusinasi
2. Klien dapat memahami cara menghardik halusinasi
3. Klien dapat memperagakan cara menghardik halusinasi

B. Langkah kegiatan
1. Persiapan
a) Mengingatkan kontrak kepada klien yang telah mengikuti sesi
b) Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan

10
2. Orientasi
a. Salam terapeutik

 Salam terapeutik

 Klien dan terapis pakai papan nama

b. Orientasi

 Leader menanyakan perasaan klien saat ini

 Leader menanyakan pengalaman halusinasi yang terjadi: isi, waktu, situasi


dan perasaan
c. Kontrak

 Menjelaskan tujuan kegiatan: latihan cara mengontrol halusinasi dengan


cara menghardik

 Menjelaskan aturan main

1. Jika ada yang ingin meninggalkan kelompok harus meminta izin kepada
leader

2. Lama kegiata 45 menit

3. Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir

3. Tahap keja

a. Leader meminta klien menceritakan apa yang dilakukan pada saat mengalami
halusinasi dan bagaimana hasilnya . Ulangi sampai semua pasien mendapat
giliran

b. Berikan pujian setiap klien selesai bercerita

c. Leader menjelaskan cara mengatasi halusinasi dengan menghardikhalusinasi


pada saat halusinasi muncul

11
d. Co-Leader memperagakan cara menghardik halusinasi yaitu: ”Pergi, pergi
jangan ganggu saya, kamu suara palsu...”

e. Leader meminta masing-masing klien memperagakan cara menghardik


halusinasi

f. Leader memberikan pujian dan mengajak semua klien bertepuk tangan setiap
klien memperagakan menghardik halusinasi

4. Tahap terminasi
a. Evaluasi
1. Leader menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK
2. Leader memberikan pujian atas keberhasilan kelompok
b. Tindak Lanjut
1. Leader mengajarkan klien untuk menerapkan cara yang telah dipelajari jika
halusinasi muncul
2. Memasukkan kegiatan menghardik ke dalam jadwal kegiatan harian klien
3. Kontrak yang akan datang

 Leader membuat kesepakatan dengan klien untuk TAK berikutnya yaitu


cara mengontrol halusinasi dengan melakukan bercakap-cakap dengan
orang lain

 ii. Leader membuat kesepakatan waktu dan tempat TAK berikutnya

5. Evaluasi dan Dokumentasi


Evaluasi

Sesi II: Stimulasi Persepsi Sensori (Halusinasi)


Kemampuan Menghardik Halusinasi

12
No Aspek yang dinilai Nama Klien

1 Menyebutkan cara
yang selama ini
digunakan untuk
2 mengatasi halusinasi
Menyebutkan
3 efektivitas cara yang
digunakan
4 Menyebutkan cara
mengatasi halusinasi
dengan menghardik
Memperagakan cara
menghardik
halusinasi

Petunjuk:

a. Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama

b. Untuk setiap klien beri penilaian kemampuan menyebutkan; cara yang biasa
digunakan untuk mengatasi halusinasi, efektifitas cara yang digunakan, cara
mengatasi halusinasi dengan menghardik dan memperagakan cara menghardik
halusinasi. Beri tanda √ jika klien mampu dan berikan tanda X jika klien tidak
mampu.

Dokumentasi
Dokumentasi kemampuan yang dimiliki klien saat TAK pada catatan proses
keperawatan setiap klien. Contoh: klien mengikuti TAK stimulasi persepsi sensori.
Klien mampu memperagakan cara menghardik halusinasi, anjurkan klien
mengguanakannnya jika halusinasi muncul.

Sesi III: Mengontrol Halusinasi dengan Melakukan Kegiatan Terjadwal

13
A. Tujuan

1. Klien dapat memahami pentingnya melakukan kegiatan untuk mencegah munculnya


halusinasi

2. Klien dapat menyusun jadwal kegiatan untuk mencegah terjadinya halusinasi

B. Setting
1. Terapis dan klien duduk bersama dalam lingkaran
2. Ruangan nyaman dan tenang
C. Alat
1. Jadwal kegiatan harian
2. Pulpen
3. Spidol dan whiteboard/papan tulis/flipchart

D. Metode
1. Diskusi dan tanya jawab
2. Bermain peran/ simulasi dan latihan

E. Langkah Kegiatan
1. Persiapan
a. Mengingatkan kontrak klien yang telah mengikuti sesi 2
b. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
2. Orientasi
a. Salam terapeutik
1. Salam dari terapis klien
2. Klien dan terapis pakai papan nama
b. Evaluasi/ validasi
1. Terapis menyakan keadaan klie saat ini
2. Terapis menanyakan cara mengontrol halusinasi yang telah di pelajari
3. Terapis menanyakan pengalaman klien menerapkan cara menghadrik
halusinasi.
c. Kontrak
1. Terapis menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu terjadinya halisinasidengan
melakukan kegiata

14
2. Menjelaskan aturan main berikut

 Jika ada klien ingin meninggalkan kelompok, harus meminta ijin kepada
terapis

 Lama kegiatan 30 menit

 Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai

3. Tahap kerja
a. Terapis menjelaskan cara kedua yaitu melakukan kegiatan sehari- hari. Jelaskan
bahwa dengan melakukan kegiatan yang teratur akan mencegah munculnya
halusinasi
b. Terapis meminta tiap-tiapklien menyampaikan kegiatan yang biasa dilakukan
sehari-hari dan tulis di whiteboard
c. Terapis membagikan formulir jadwal kegiatan.terapis menulis formulir yang
sama di whiteboard
d. Terapis membimbinng satu persatu klien untuk membuat jadwal kegiatan, dari
bangun pagi sampai tidur malam. Klien menggunakan formulir dan terapis
menggunakan whiteboard
e. Tertapis melatih klien memperagakan kegiatan yang telah di susun.
f. Berikan pujian dengan tepuk tangan bersama kepada klien yang sudah selesai
membuat jadwal kegiatan dan memperagakannya.

4. Tahap terminasi
a. Evaluasi
1) Terapis menanyakan perasaan klien setelah selesai menyusun jadwal kegiatan
dan memperagakanya
2) Tearpis memberikan pujian atas keberhasilan kelompok

b. Tindak lanjut
Terapis menganjurkan klien melaksanakan 2 cara mengontrol halusinasi, yaitu
menghardik dan melakukan kegiatan.

c. Kontrak yang akan datang


15
1. Terapis membuat kesepakatan dengan klien untuk TAK berikutnya, yaitu
belajar mengontrol halusinasi dengan bercakap-cakap.
2. Terapis membuat kesepakatan waktu dan tempat.

5. Evaluasi dan Dokumentasi


Evaluasi
Evaluasi dilakukan saat proses TAK berlangsung, khususnya pada tahap kerja. Aspek
yang di evaluasi adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan TAK.
Untuk TAK stimulasi persepsi sensori (halusinasi) sesi 3, kemampuan yang diharapkan
adalah klien melakukan kegiatan harian untuk mencegah timbulmya haluasinasi.
formulir evaluasi sebagai berikut.

SESI 3 TAK
STIMULASI PERSEPSI SENSORI (HALUSINASI)
Kemampuan Mencegah Halusinasi dengan Melakukan Kegiatan

NO ASPEK YANG NAMA KLIEN


DINILAI
1 Menyebutkan
kegiatan yang
biasa dilakuakan
2 Mempergakan
kegiatan yang
biasa dilakukan
3 Menyusun jadwal
kegiatan harian
4 Menyebutkan 2
cara mengontrol
halusinasi
Petunjuk:
1. Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama klien

16
2. Untuk setiap klien beri penilaian atas kemampuan menyebutkan kegiatan harian yang
biasa dilakukan, memperagakan salah stau kegiatan, menyusun jadwal kegiatan harian
dan menyebutkan 2 cara mencegah halusinasi, beri tanda √ jika klien mampu dan
tanda X jika klien tidsak mampu.

Dokumentasi
Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki saat klien TAK. Pada catatan proses
keperawatan tiap klien.contoh klien mengikuti TAK stimulasi persepsi: halusinasi sesi
III. Klien mampu memperagakan kegitan harian dan menyusun jadwal. Anjurkan klien
untuk melakukan kegiatan untuk mencegah halusinasi.

Sesi IV: Mencegah Halusinasi dengan Bercakap-cakap


A. Tujuan
1. Klien memahami pentingnya bercakap-cakap dengan orang lain untuk mencegah
munculnya halusinasi
2. Klien dapat bercakap-cakap dengan orang lain untuk mencegah halusinasi

B. Setting
1. Terapis dan klien duduk bersama dalam lingkaran
2. Ruangan nyaman dan tenang.
C. Alat
1. Spidol dan whiteboard/papan tulis
2. Jadwal kegiatan harian klien dan pulpen

D. Metode
1. Diskusi kelompok
2. Bermain peran/stimulasi
E. Langkah Kegiatan
1. Persiapan
a. Mengingatkan kontrak klien yang telah mengikuti sesi III
b. Terapis membuat kontrak dengan klien

17
c. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
2. Orientasi
a. Salam terapeutik
1) Salam dari terapis klien
2) Klien dan terapis pakai papan nama
b. Evaluasi/ validasi
1) Menayakan perasaan klien saat ini
2) Menanyakan pengalaman klien setelah menerapkan dua cara yang telah
di pelajari{mengardik, menyibukkan diri dengan kegiatan terarah}untuk
mencegah halusinasi.
c. Kontrak
1) Terapis menjelaskan tujuan, yaitu mengontrol halusinasi denganbercakap-
cakap.

2) Terapis menjelaskan aturan main berikut

 Jika ada klien ingin meninggalkan kelompok, harus meminta ijin


kepada terapis

 Lama kegiatan 30 menit

 Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai


3. Tahap Kerja
a. Terapis menjelaskan pentingnya bercakap-cakap dengan orang lain untuk
mengontrol dan mencegah halusinasi
b. Terapis meminta tiap tiap klien untuk menyebutkan orang yang biasa dan bisa
diajak bercakap-cakap.
c. Terapis meminta tiap klien menyebutkan pokok pembicaraan yang biasa dan bisa
dilakukan
d. Terapis memperagakan cara bercakap-cakap jika halusinasi itu muncul ”suster
ada suara di telinga saya pengen ngobrol sama suster saja”
e. Terapis meminta klien untuk memperagakan percakapan dengan orang di
sebelahnya
f. Berikan pujian atas keberhasilan klien
g. Ulangi e dan f sampai semua klien giliran.
18
4. Tahap Terminasi
a. Evaluasi
1) Terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK
2) Terapis menanyakan TAK mengontrol halusinasi yang sudah di latih
3) Memberikan pujian atas keberhasilan kelompok
b. Tindak lanjut
1) Menganjurkan klien menggunakan tiga cara mengontrol halusinasi yaitu
menghardik, melakukan kegiatan harian dan bercakap-cakap.
c. Kontrak yang akan datang
1) Terapis membuat kesepakatan dengan klien untuk TAK berikutnya, yaitu
belajar cara mengontrol halusinasi dengan patuh minum obat
2) Terapis menyepakati waktu dan tempat

5. Evaluasi dan Dokumentasi


Evaluasi
Evaluasi di lakukan saat TAK berlangsung khusunya pada tahap kerja.aspek yang
dinilai adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan TAK.
Formulir evaluasi sebagai berikut:
Sesi IV : TAK
Stimulasi persepsi: halusinasi
Kemampuan bercakap-cakap untuk mencegah halusinasi

NO Aspek yang dinilai Nama klien


1 Menyebutkan orang
yang diajak bicara
2 Memperagakan
percakapan
3 Menyebutkan tiga
cara mengontrol dan
mencegah halusinasi

Petunjuk:
1) Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama klien

19
2) Untuk setiap klien beri penilaian atas kemampuan menyebutkan orang yang
biasa diajak bicara, memperagakan percakapan, menyusun jadwal kegiatan
harian,dan menyebutkan 3 cara mencegah halusinasi, beri tanda √ jika klien
mampu dan tandaX jika klien tidsak mampu.

Dokumentasi
Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki saat klien TAK. Pada catatan proses
keperawatan tiap klien.contoh klien mengikuti TAK stimulasi persepsi: halusinasi
sesi IV. Klien mampu memperagakan bercakap-cakap dengan orang lain. Anjurkan
klien untuk melakukan percakapan kepada klien dan perawat untuk mencegah
halusinasi.

Sesi V: Mengontrol Halusinasi dengan Patuh Minum Obat


A. Tujuan
1. Klien memahami pentingnya minum obat
2. Klien memahami akibat tidak minum obat
3. Klien dapat menyebutkan lima benar minum obat

B. Setting
1. Terapis dan klien duduk bersama dalam lingkaran
2. Ruangan nyaman dan tenang.

C. Alat
1. Spidol dan whiteboard/papan tulis
2. Jadwal kegiatan harian klien dan pulpen
3. Beberapa contoh obat

D. Metode
1. Diskusi tanya jawab
2. Melengkapi jadwal harian
E. Langkah kegiatan
1. Persiapan

a. Mengingatkan kontrak klien yang telah mengikuti sesi IV

20
b. Terapis membuat kontrak dengan klien

c. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan

2. Orientasi
a. Salam terapeutik
1) Salam dari terapis klien
2) Klien dan terapis pakai papan nama
b. Evaluasi/ validasi
1) Menanyakan perasaan klien saat ini
2) Menanyakan pengalaman klien mengontrol halusinasi setelah menggunakan
tiga cara yang telah di pelajari{mengardik, menyibukkan diri dengan kegiatan
terarah dan bercakap-cakap}

c. Kontrak
1) Terapis menjelaskan tujuan, yaitu mengontrol halusinasi denganbercakap-cakap
dan minum obat.
2) Terapis menjelaskan aturan main berikut

 Jika ada klien ingin meninggalkan kelompok, harus meminta ijin kepada terapis

 Lama kegiatan 45 menit

 Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai

3. Tahap Kerja.

a. Terapis menjelaskan untungnya patuh minum obat, yaitu mencegahkambuh


karena obat memberi perasaan tenang

b. Terapis menjelaskan kerugian bila tidak patuh minum obat.

c. Terapis meminta tiap klien menyampaikan obat yang dimakan dan waktu
memakannya. Buat daftar di whiteboard

d. Menjelaskan lima benar minum obat

e. Meminta klien untuk menyebutkan lima benar minum obat


21
f. Berikan pujian pada klien yang benar

g. Diskusikan perasaan klien sebelum minum obat (tulis di whiteboard)

h. Diskusikan perasaan klien setelah teratur minum obat (whiteboard)

i. Menjelaskan keuntungan minum obat, yaitu salah satu cara mencegah


halusinasi/kambuh

j. Menjelaskan akibat/kerugian tidak minum obat,yaitu halusinasi kambuh

k. Minta klien menyebutkan kembali keuntungan dan kerugian minum atau tidak
minum obat.

l. Berikan pujian bila benar.

4. Tahap Terminasi
a. Evaluasi
1) Terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK
2) Terapis menanyakan TAK mengontrol halusinasi yang sudah dilatih
3) Memberikan pujian atas keberhasilan kelompok
b. Tindak lanjut
1) Menganjurkan klien menggunakan tiga cara mengontrol halusinasi yaitu,
menghardik, melakukan kegiatan harian dan bercakap-cakap dan minum
obat
c. Kontrak yang akan datang
1) Terapis mengakhiri sesi TAK stimulasi persepsi untuk mengontrolhalusinasi
2) Buat kesepakatan baru untuk TAK yang lain sesuai dengan indikasi klien.

5. Evaluasi
Evaluasi di lakukan saat TAK berlangsung khususnya pada tahap kerja.aspek yang
dinilai adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan TAK.

Formulir evaluasi sebagai berikut:

22
Sesi V: TAK
Stimulasi persepsi : halusinasi
Kemampuan patuh minum obat untuk mencegah halusinasi

No Nama Klien Menyebutkan 5 Menyebutkan Menyebutkan


benar cara minum keuntungan akibat tidak patuh
obat minum obat minum obat
1
2
3
4
5
6
7
Petunjuk:

1. Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama klien

2. Untuk setiap klien beri penilaian atas kemampuan menyebutkan 5 benar cara
minum obat, manfaat dan akibat tidak minum obat beri tanda√ jika klien mampu
dan tanda X jika klien tidak mampu.

Dokumentasi
Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki saat klien TAK. Pada catatan proses keperawatan
tiap klien. Contoh klien mengikuti TAK stimulasi persepsi: halusinasi sesi V. Klien mampu
menyebutkan 5 benar minum obat, manfaat dan akibat bila tidak patuh minum obat. Anjurkan
klien minum obat dengan cara yang benar.

23
DAFTAR PUSTAKA

Keliat, Dr. Budi Anna, S.Kp, M.App.Sc, & Akemat S.Kp, M.Kep. (2004). Keperawatan
Jiwa Terapi Aktivitas Kelompok. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC

24