Anda di halaman 1dari 7

Interpretasi Data Klinik

A. Pemeriksaan Hematologi
Normal
Uji Meningkat Menurun
Pria Wanita Anak
Anemia, reaksi
eritrositosis,
hemolitik,leukemia,
Hematokrit dehidrasi, kerusakan
40-48% 37-43% 33-38% sirosis, kehilangan
(Hct) paru-paru kronik,
banyak darah,
polisitemia, syok
hipertiroid
anemia, sirosis,
polisitemia,
hipertiroidisme,
luka bakar, penyakit
Hemoglobin perdarahan,
14-18 g/dl 12-16 g/dl 10-16g/dL paru-paru kronik,
(Hb) peningkatan
gagal jantung
asupan cairan,
kongestif
kehamilan
polisitemia vera,
polisitemia anemia leukemia,
4,4-5,6 x 10​6 3,8-5,0 x 10​6 sekunder, penurunan fungsi
Eritrosit
sel/mm3 sel/mm3 diare/dehidrasi, ginjal, talasemin,
olahraga berat, luka hemolisis, SLE
bakar
penyakit hati,
anemia kekurangan
alcoholism, terapi
besi,
antimetabolik,
MCV 80-100 (fL) 69-93 (fL) anemia pernisiosa,
kekurangan
talasemia, anemia
folat/vitamin B12,
mikrositik
anemia makrositik
MCH 28-34 pg/sel 22-34 pg/sel Anemia makrositik Anemia mikrositik
kekurangan besi,
anemia mikrositik,
MCHC 32-36 g/dL sferositosis anemia karena
piridoksin, talasemia,
anemia hipokromik.
anemia hemolitik, produksi sel
penyakit sel sabit, darah merah oleh
Retikulosit 0,5-2%
metastase sumsum tulang
karsinoma berkurang
Leukositosis:
Perdarahan, trauma,
Bayi: obat (mis: merkuri,
Leukopenia: Anemia
10.000-20.00 epinefrin,
Leukosit 3200-10.000 /mm​3 aplastik/pernisiosa,
0 kortikosteroid),
Multipel mieloma
/mm​3 nekrosis,
toksin, leukemia
dan keganasan
penyakit hati,
peningkatan
anemia
kerusakan sel, infeksi
megalobastik
Neutrofil bakteri, infeksi virus,
36-73% kekurangan B12
segmen penyakit hematologi,
dan asam
gangguan hormonal,
folat, hemolisis,
infeksi berat.
kerusakan jaringan,
operasi, obat
(kortikosteroid)
peningkatan
infeksi, obat
kerusakan sel, infeksi
kemoterapi,
Neutrofil bakteri, infeksi virus,
0-12% gangguan produksi
bands penyakit hematologi,
sel (leukemia) atau
gangguan hormonal,
perdarahan
infeksi berat.
neoplasma, penyakit
stres, seperti luka,
Addison, reaksi
kondisi pasca
Eosinofil 0-6% alergi, penyakit
operasi, tersengat
collagen vascular,
listrik
infeksi parasit
leukemia
infeksi akut,
granulositik dan
reaksi stres, terapi
Basofil 0-2% basofi lik myeloid
steroid jangka
metaplasia dan
panjang
reaksi alergi
infeksi virus, bakteri
dan parasit stres, penggunaan
tertentu serta obat glukokortikoid,
Monosit 0-10%
kolagen, kerusakan myelotoksik,
jantung dan imunosupresan
hematologi.
penyakit virus, penyakit Hodgkin,
Limfosit 15-45% penyakit bakteri, luka bakar dan
gangguan hormonal trauma
idiopatik
trombositopenia
kanker,
purpura
splenektomi,
(ITP), anemia
polisitemia vera,
150-450.10​3 hemolitik, aplastik,
Trombosit 150-400.10​3 ​/mm​3 trauma, sirosis,
/mm​3 dan pernisiosa.
myelogeneus, stres
Leukimia, multiple
dan arthritis
myeloma dan
reumatoid
multipledysplasia
syndrome
infeksi akut dan
kronis, TB, arthritis
polisitemia, gagal
reumatoid, infark
jantung kongesti,
miokard akut,
anemia
kanker, penyakit
sel sabit, Hipofi
Hodkin’s, ​gout,​
brinogenemia, serum
LED <15mm/jam <20mm/jam <10mm/jam Systemic Lupus
protein rendah
Erythematosus
Interaksi obat dengan
(SLE), penyakit
hasil laboratorium:
tiroid,
etambutol, kuinin,
luka bakar,
aspirin, dan kortison.
kehamilan trimester
II dan III.

B. Pemeriksaan Elektrolit
gagal jantung,
TBC, Pneumonia, penurunan fungsi
Natrium 135 – 144 mEq/L tumor, diabetes ginjal, sirosis,
insipidus sindrom
nefrotik, hipovolemia
diare, muntah,
luka bakar parah,
gagal ginjal, aldosteron primer,
kerusakan sel (luka asidosis tubular
3,6 - 5,2
Kalium 3,6 – 4,8 mEq/L bakar, operasi), ginjal, diuretik,
mEq/L
asidosis, penyakit steroid, cisplatin,
Addison, diabetes tikarsilin, stres yang
kronik, penyakit hati
dengan asites
leukemia, limfoma,
3,6-8,5 2,3 – 6,6 syok, kemoterapi,
Asam Urat
mg/dL mg/dL metabolit asidosis,
gout

C. Analisa gas darah


Saturasi
95-99% O2
Oksigen
penyakit paru
obstruksi kronik
(PPOK), penyakit
Tekanan obstruksi paru,
Parsial anemia, hipoventilasi
75-100 mmHg polisitemia
Oksigen akibat gangguan
(PaO2) fi sik atau
neuromuskular dan
gangguan fungsi
jantung
Tekanan
Parsial gangguan paru atau hipoksia, anxiety/
Karbon 35-45 mmHg penurunan fungsi nervousness
Dioksida pusat pernafasan. dan emboli paru
(PaCO2)
pH 7,35-7,45 alkalemia asidemia
terjadi pada gagal
Karbon muntah yang parah,
ginjal akut, diabetik
Dioksida 22 - 32 mEq/L emfi sema,
asidosis dan
(CO2) aldosteronisme
hiperventilasi

D. Urinalisis
Berat jenis
1,001-1,030
spesifik
• Warna merah coklat menunjukkan urin mengandung hemoglobin, myoglobin, pigmen
empedu, darah atau pewarna. Dapat juga karena pemakaian klorpromazin, haloperidol,
rifampisin, doksorubisin, fenitoin, ibuprofen. Warna merah coklat dapat berarti urin
Warna urin
bersifat asam (karena metronidazol) atau alkali (karena laksatif, metildopa)
• Warna kuning merah (pink) menunjukkan adanya sayuran, bit, fenazopiridin, atau
katartik fenolftalein, ibuprofen, fenitoin, klorokuin
• Warna biru-hijau menunjukkan pasien mengkonsumsi bit, bakteri Pseudomonas, pigmen
empedu, amitriptilin,
• Warna hitam menunjukkan adanya, alkaptouria
• Warna gelap menunjukkan porfi ria, malignant melanoma (sangat jarang)
• Urin yang keruh merupakan tanda adanya urat, fosfat atau sel darah putih (pyuria),
polymorphonuclear (PMNs), bakteriuria, obat kontras radiografi .
• Urin yang berbusa mengandung protein atau asam empedu
• Kuning kecoklatan menunjukkan primakuin, sulfametoksazol, bilirubin, urobilin
Infeksi proteus,
Klebsiella atau E.
coli, ginjal tubular emfisema pulmonal,
asidosis akibat diare,
pH urin 5,0-7,5
terapi amfoterisin, dehidrasi,starvasi,
Penyakit ginjal asidosis diabetik
kronik, Intoksikasi
salisilat
< 300 mg/hari
Protein (+1 = 100 mg/dL, +2 = 300 mg/dL, +4 kerusakan ginjal
= 1000 mg/dL)
Glukosa - Kerusakan ginjal
malnutrisi, pasien
DM yang tidak
Keton - terkontrol, diet kaya
lemak, dan
pecandu alkohol.
Cell cast : Menunjukkan acute tubular
necrosis.
White cell cast biasanya terjadi pada acute
pyelonephritis atau ​interstitial
nephritis
Red cell cast timbul pada glomerulonefritis
akut
RBC : Peningkatan nilai menunjukkan
glomerulonefritis, vaskulitis, obstruksi
Sedimen ginjal atau penyakit mikroemboli, atau
proteinuria
WBC : peningkatan nilai menunjukkan
penyakit ginjal dengan infl amasi
Bakteri : jumlah bakteri > 105/mL
menunjukkan adanya infeksi saluran kemih.
Kristal : meliputi kristal kalsium oksalat,
asam urat, amorf, triple fosfat. Adanya
kristal menunjukkan peningkatan asam urat
dan asam amino

E. Pemeriksaan faal ginjal


nefritis,
distropi otot, atropi,
penyumbatan
malnutrisi
Kreatinin 0,6 – 1,3 mg/dL saluran urin,
atau penurunan masa
penyakit otot atau
otot akibat penuaan.
dehidrasi akut.
Creatinine 1 - 2 g/24 0,8 - 1,8 g/24
clearance jam jam

F. Pemeriksaan GI
pankreatitis akut,
kanker
paru-paru, kanker
esophagus, kanker
ovarium,
gastrektomi parsial,
obstruksi saluran
pankreatitis akut
pankreas, ulkus
yang sudah
peptikum, penyakit
Serum pulih, hepatitis,
20 – 123 U/L gondok, obstruksi
amilase sirosis hati, atau
atau infl amasi
keracunan
saluran atau kelenjar
kehamilan.
saliva, kolesistitis
akut, trauma
serebral, luka bakar,
syok trauma,
diabetes
ketoasidosis,
aneurism.
pankreatitis,
obstruksi saluran
pankreas, kolestatis
akut, sirosis,
Lipase 10 – 140 U/L penyakit ginjal yang
parah dan penyakit
radang usus, sirosis,
gangguan ginjal
yang parah.

G. Pemeriksaan Fungsi Hati


malnutrisi, sindroma
absorpsi, hipertiroid,
kehamilan,
gangguan fungsi
Albumin 3,5 – 5,0 g% dehidrasi hati, infeksi kronik,
luka bakar, edema,
asites, sirosis,
nefrotik sindrom,
SIADH, perdarahan.
penyakit
hepatoseluler, sirosis
Alanin aktif, obstruksi
Aminotransf bilier, hepatitis,
5-35 U/L
erase (ALT) obesitas, preeklamsi
/ SGPT berat, ​acute
lymphoblastic
leukemia
MI, penyakit hati,
pankreatitis akut,
trauma, anemia
hemolitik akut,
Aspartat
penyakit ginjal akut,
Aminotransf asidosis dengan
5 – 35 U/L luka bakar parah dan
erase (AST) diabetes mellitus.
penggunaan berbagai
/ SGOT
obat, misalnya:
isoniazid,
eritromisin,
kontrasepsi oral
kolesistitis,
koletiasis, sirosis,
pankreatitis, atresia
billier, obstruksi
Gamma
bilier, penyakit
Glutamil
≤94 U/L ≤70 U/L ginjal kronis,
transferase
diabetes mellitus,
(GGT)
penggunaan
barbiturat, obat-obat
hepatotoksik

obstruksi saluran
empedu, kolangitis,
sirosis, hepatitis
metastase, hepatitis,
kolestasis, infi
ltrating hati disease,
penyakit tulang,
kehamilan, penyakit
ginjal kronik,
limfoma, beberapa
Alkalin malignancy hipofosfatemia,
Fosfatase 30 - 130 U/L penyakit inflamasi malnutrisi dan
(ALP) /infeksi, ertumbuhan hipotiroidisme.
tulang, penyakit
jantung kongestif,
obstruksi jaundice,
lesi hati, sirosis
hepatik, penyakit
paget, penyakit
metastase tulang,
osteomalasis,
hiperparatiroidisme,
infus nutrisi
parenteral dan
hiperfosfatemia.
bilirubin tidak
terkonjugasi dapat
terjadi pada anemia
hemolitik, trauma
disertai pembesaran
hematoma dan infark
pulmonal. Bilirubin
terkonjugasi dapat
terjadi pada kanker
Bilirubin ≤ 1,4 mg/dL
pankreas dan
kolelitiasis.
Peningkatan kadar
keduanya dapat
terjadi pada
metastase hepatik,
hepatitis, sirosis dan
kolestasis akibat
obat – obatan.