Anda di halaman 1dari 17

a.

Anatomi Fisiologi

1) Anatomi Jantung

Jantung terletak didalam thoracic cavity, dan sebagian terletak pada


diagfragma. Jatung terletak diabawah mediastium diantara paru-paru.
Posterior jantung berada didekat columna vertebra dan batas anterior
jantung terletak dekat sternum. Rata-rata orang dewasa memiliki jantung
dengan panjang sekitar 14 cm dan lebar 9 cm. basis jantung berada pada
bagian atas, yang terhubung dengan beberapa pembuluh darah besar.
Bagian ini terletak dibawah costa ke-2. Ujung jantung, memanjang ke arah
bawah kiri , dan berakhir pada sisi tumpul yang disebut apex, yang sejajar
dengan intercosta ke lima.
Tiga lapisan yang mengisi didnding jantung terdiri dari, lapisan
terluar jantung pericardium, lapisan tengah jantung myocardium dan
lapisan bagian dalam jantung endocardium. Bagian dalam jantung terbagi
menjadi 4 ruangan, ruangan bagian atas disebut atrium yang bertugas
menerima darah yang kembali ke- Jantung. Ruangan bagian bawah di sebut
ventrikel, menerima darah dari atrium, yang kemudian di pompakan menuju
ateri. Ateri kanan dan ventrikel kanan dipisahkan dengn atrium kiri dan
ventrikel kanan oleh septum yang menjaga agar darah tidak bercampur
Katup etrioventricular yang terdiri dari katup mitral pada bagian kiri dan
katup trikupidalis pada bagian kana, memastikan darah mengalir satu arah
diantara atrium dan ventrikel
1. Atrium Kanan
Atrium kanan menerima darah dari dua vena besar, vena cava superior
dan vena cava inferior dan vena-vena kecil (sinus koronari), yang
mengalirkan darah menuju atrium kanan dari myocardium jantung.
Atrium kanan dipisahkan dengan ventrikel kanan oleh katup
tikuspidalis. Auricula dextra adalah penonjolah kecil dari atrium,
terletak pada bagian pangkal aorta dan arteria pulmonalis
2. Ventrikel Kanan
Dinding muscular pada ventrikel kanan lebih tipis dibandingkan dengan
ventrikel kiri, karena ventrikel kanan hanya memompa darah ke
paru-paru dengan resistensi aliran darah yang kecil. Ketika ventrikel
kanan berkontraksi, darah yang berada di dalam ventrikel kanan
memiliki tekanan tinggi yang seacara pasif menutup katup tricuspidalis.
Oleh karena itu darah dari ventrikel kanan hanya dapat keluar melalui
pulmonary trunk, yang terbagi menjadi arteri pulmonalis kanan dan kiri
yang mensuplai darah ke paru-paru. Pada basis pulmonary trunk,
terdapat katup pulmonalis yang terdiri dari tiga cup, yang menyebabkan
darah meninggalakan ventrikel kanan dan mencegah aliran balik ke
ruang ventricle.
3. Atrium Kiri
Atrium kiri adalah ruangan berdinding tipis yang terletak pada bagian
belakang jantung. Atrium kiri mendapatkan suplay darah dari 4 vena
pulmonalis (dua vena pulmonalis dari setiap paru). Auricula sinistra
adalah penonjolan kecil runcing kecil dari atrium yang terletak pada sisi
kiri pangkal aorta.
4. Ventrikel Kiri
Ventrikel kiri adalah ruang berinding tebal pada bagian kiri dan
belakang jantung. Dinding pada ventrikel kiri tiga kali lebih tebal
disbanding ventrikel kanan
5. Katup Jantung
Katup Anatomi lokasi peran
jantung
Katup Cup pada Diantara Mencegah
Trikuspidalis katup atrium kanan perpindahan dari
trikuspidalis, dan ventrikel ventrikel kanan
menempel kanan ke atrium kanan,
pada seat kuat selama kontraksi
yang biasa ventrikel
disebut
chordate
tendineae yang
berasal dari
dari otot
papilari kecil
yang
diproyeksikan
dari dinding
ventrikel
Katup Terdiri Pada pinta Mencegah
pulmonaris dari 3 katup masuk aliran balik darah
pulmonary dari pulmonary
trunk trunk kea rah
ventrikel kanan
selama relaksasi
ventrikel

Katup Terdiri Diantara Mencegah


mitral dari 3 katup atrium kiri dan alirah darah dari
(bicuspidalis) ventrikel kiri ventrikel kiri ke
atrium kiri
selama reaksi
ventrikel

Katup aorta Terdiri Pada pintu Mencegah


dari 2 katup masuk aorta aliran darah dari
aorta ke ventrikel
kiri selama
relaksasi
ventrikel

6. Lapisan Jantung
a. Pericardium
Pericardium terdiri dari jaringan penghubung dan beberapa jaringan
adipose dalam. Pericardium melindungi jantung dengan
mengurangi gesekan. Pericardium adalah kantong fibrosa yang
menutup seluruh jantung. Pericardium merupakan kantong yang
memeiliki dua lapisan, terdapat cairan sejumlah 20 ml diantara
lapisan tersebut yang berfungsi untuk mengurangi gesekan
pericardium parietalis adalah lapisan luar yang melekat pada tulang
dada dan selaput paru. Perikardium viseralis adalah lapisan
permukaan dari jantung itu sendiri, dan disebut sebagai
pericardium.
b. Myocardium
Myocardium merpakan lapisan tebal yang terdiri dari otot jantung
yang mendapat banyak supply kapiler darah, kapiler limfe, dan
serabut saraf. Myocardium memompa darah dari ruangan jantung.
Miokardium pada ventrikel kiri lebih tebal dibandingkan pada
ventrikel kanan.
c. endocardium
Endocardium melapisi bagian dalam rongga jantung dan menutupi
katup apad kedua sisinya. Endokardium terdiri dari selapis sel
endotel, di bawahnya terdapat lapisan jaringan ikat, licin dan
mengkilat. Endokardium terdiri dari endotelium dan lapisan
subendokardial. Endotelium pada endokardium merupakan epitel
selapis pipih dimana terdapattight/occluding junctiondan gap
junction. lapisan subendokardial terdiri dari jaringan ikat longgar.
Di lapisan subendokardial terdapat vena, saraf, dan sel purkinje.
7. Persarafan jantung
Jantung dipersarafi oleh sistem saraf otonom yaitu saraf
simpatis dan parasimpatis. Serabut – serabut saraf simpatis
mempersarafi daerah atrium dan ventrikel termasuk pembuluh darah
koroner.Saraf parasimpatis terutam memberikan persarafan pada nodus
sinoatrial,atrioventrikular dan serabut – serabut otot atrium, dapat pula
menyebar ke ventrikel kiri.
Persarafan simpatis eferen preganglionik berasal dari medulla
spinalis torakal atas, yaitu torakal 3- 6, sebelum mencapai jantung akan
melalui pleksus kardialis kemudian berakhir pada ganglion servikalis
superior, medial, atau inferior. Serabut post – ganglionik akan menjadi
saraf kardialis untuk masuk ke dalam jantung.Persarafan parasimpatis
berasal dari pusat nervus vagus di medulla oblongta; serabut –
serabutnya akan bergabung dengan serabut simpatis di dalam pleksus
kardialis.Rangsang simpatis akan dihantar oleh asetilkolin.
8. Perdarahan jantung
Pendarahan jantung, berasal dari aorta melalui dua pembuluh
darah koroner utama yaitu arteri koroner kanan dan kiri. Kedua arteri ini
keluar dari sinus valsalva aorta.Arteri koroner kiri bercabang menjadi
ramus nodi sinoatrialis, ramus sirkumfleks dan ramus interventrikularis
anterior. Arteri koroner kanan bercabang menjadi ramus nodi
sinoatrialis, ramus marginalis dan ramus interventrikularis posterior.
Aliran balik dari otot jantung dan sekitarnya melalui vena koroner yang
berjalan berdampingan dengan arteri koroner, akan masuk ke dalam
atrium kanan melalui sinus koronarius.Selain itu terdapat juga vena –
vena kecil yang disebut vena Thebesii, yang bermuara langsung ke
dalam atrium kanan. Pembuluh limfe pada jantung terdiri dari 3
kelompok pleksus yaitu subendokardial, miokardial dan subepikardial.
Penampunga cairan limfe dari kelompok pleksus yang paling besar
adalah pleksus subepikardial, dimana pembuluh – pembuluh limfe akan
membentuk satu trunkus yang berjalan sejajar dengan arteri koroner
kemudian meninggalkan jantung di depan arteri pulmonal dan berakhir
pada kelenjar limfe antara vena kava superior dan arteri inominata.

2) Sistem Konduksi/Hantaran
Di dalam otot jantung terdapat jaringan khusus yang bisa menghantarkan
listrik. Jaringan tersebut mempunyai sifat-sifat khusus yaitu:
1. Otomatisasi:kemampuan untuk menimbulkan impuls secara spontan
2. Irama: kemampuan untuk membentuk impuls yang teratur
3. Konduksi : kemampuan untuk menyalurkan impuls
4. Rangsang : kemampuan untuk bereaksi terhadap rangsang

Sistem konduksi jantung terdiri dari

1. SA (Nodus Sino Atrial )


Terletak diantara batas vena cava superior dan atrium kanan, disebut
sebagai pemacu alami jantung karena secara teratur menegluarkan
aliran listrik/ impuls yang kemudian menggerakkan jantung secara
otomatis. Pada keadaan normal, SA Node dapat mengeluarkan impuls
60-100 x/ menit.
2. Traktus intermodal
Berfungsi menghantarkan impuls dari nodus SA ke nodus AV, traktus
intermodal terdiri dari: anterior tract, middle tract dan posterior tract.
3. Brachman Bunde
Menghantarkan impuls dari nodus SA ke atrium kiri
4. AV Node (nodus atrioventrikular)
Terletak didalam dinding septum atrium sebelah kanan tepat diatas
katup tricuspid dekat muara sinus koronarius. AV node berfungsi
untuk menahan impuls jantung selama 0,08 detik-0,12 detik, untuk
memungkinkan pengisian ventrikel selama atrium berkontraksi, selain
itu AV Node berfungsi mengatur jumlah impuls atrium yang mencapai
ventrikel. AV node dapat mengeluarkan impuls 40-60 kali permenit.
5. Bundle of HIS
Berfungsi untuk menghantarkan impuls dari nodus AV ke
sistem branch bundle. Sistem bundle branch, merupakan lanjutan dari
bundle HIS yang bercabang menjadi dua yaitu:
a. Right Bundle Branch, mengirim impuls ke otot jantung vebtrikel
kanan
b. Left bundle branch, yang terbagi menjadi dua:
- Deviasi ke belakang (left posterior vesicle) menghantarkan
impuls ke endokard ventrikel kiri bagian posterior dan
inferior.
- Deviasi ke depan ( left anterior vesicle) menghantarkan
impuls ke endokard ventrikel kiri bagian anterior dan
superior.

6. Serabut Purkinye
Merupakan ujung dari bundle branch, yang berfungi
menghantarkan impuls menuju ke lapisan subendokard pada kedua
ventrikel, sehingga terjadi depolarisasi yang diikuti oleh kontraksi
ventrikel. . Sel purkinje mengandung sitoplasma yang besar, sedikit
miofibril, kaya akan mitokondria dan glikogen serta mempunyai 1 atau
2 nukleus yang terletak di sentral. Sel-sel pacemaker di subendokard
ventrikel dapat menghasilkan impuls dengan frekunsi 20-40x/menit.
Normalnya, rangsangan listrik jantung berawal dari SA Node,
rangsangan itu kemudian dihantarkanke seluruh jantung melalui
konduksi tertentu. Dalam kondisi tertentu dapat timbul impuls yang
bukan berasal dari SA node, melainkan dari tempat lain seperti atium
maupun dari ventrikel. Bila terjadi kegagalan fungsi dari SA Node,
maka sistem lainnya dapat mengambil alih SA node tersebut.
Serat kontraksi merupakan serat silindris yang panjang dan
bercabang. Setiap serat terdiri hanya 1 atau 2 nukleus di sentral. Serat
kontraksi mirip dengan otot lurik karena memilikistria e.
Sarkoplasmanya mengandung banyak mengandung mitokondria yang
besar. Ikatan antara dua serat otot adalah melalui fascia adherens,
macula adherens ( desmosom), dan gap junctions.
3) Cardiac Cycle (Siklus Jantung)
Siklus jantung adalah urutan kejadian dalam satu denyut jantung, siklus ini
terjadi dalam dua fase: diastole dan systole

1. Diastole
Diastole adalah periode istirahat yang mengikuti periode kontraksi
a. Darah vena memasuki atrium kanan melalui vena cava superior
dan inferior.
b. Darah yang teroksigensi melewati atrium kiri melalui vena
pulmonal
c. Kedua ktup atrioventrikular (tricuspidalis dan mitralis)tertutup
dan darah dicegah untuk memasuki atrium.
d. Katup pulmonalis dan aorta tertutup, mencegah kembalinya
darah dari arteria pulmonalis kedalam ventrikel kanan dan dari
aorta ke ventrikel kiri
e. Dengan bertambah banyaknya darah yang memasuki kedua
atrium, tekanan didalamnya meningkat dan ketika tekanan di
dalam atrium lebih besar dari ventrikel, katup AV terbuka dan
darah mulai mengalir dari atrium ke ventrikel
2. Systole
Systole adalah periode kontraksi otot. Berlangsung selama 0,3 detik
a. Dirangsang oleh nodus SA, dinding atrium berkontraksi,
memeras sisa darah dari atrium kedalam ventrikel.
b. Ventrikel melebar untuk menerima darah dari atrium dan
kemudian mulai berkontraksi
c. Ketika tekanan dalam ventrikel melebihi tekanan dalam atrium
katup AV menutup, Chordae tendineae mencegah katup
terdorong ke dalam atrium.
d. Ventrikel terus berkontraksi. Katup pulmonalis dan aorta
membuka akibat peningkatan tekanan ini
e. Darah menyembur keluar dari ventrikel kanan ke arteria
pulmonalis an darah dari ventrikel kiri menyembur kedalam
aorta
f. Kontraksi otot kemudia berhenti, dan dengan dimulainya
relaksasi otot, siklus baru dimulai.

4) Sistem Peredarah Darah


1. Peredaran Darah Besar
Peredaran darah besar Adalah peredaran darah yang mengalirkan
darah yang kaya oksigen dari bilik (ventrikel) kiri jantung lalu
diedarkan ke seluruh jaringan tubuh. Oksigen bertukar dengan
karbondioksida di jaringan tubuh. Lalu darah yang kaya
karbondioksida dibawa melalui vena menuju serambi kanan (atrium)
jantung.
2. Peredaran Darah Kecil
Peredaran darah kecil merupakan peredaran darah dari bilik
kanan jantung menuju paru-paru dan akhirnya kembali lagi ke jantung
pada serambi kiri. Pada peredaran darah kecil inilah darah melakukan
pertukaran gas di paru-paru. Darah melepaskan karbon dioksida dan
mengambil oksigen dari alveoli paru-paru. Oleh karena itu, darah yang
berasal dari paru-paru ini banyak mengandung oksigen.
Sirkulasi darah ditubuh ada dua yaitu sirkulasi paru dan sirkulasi
sistemis. Sirkulasi paru dimulai dari ventrikel kanan ke arteri
pulmonalis, arteri besar dan kecil, kapiler lalu masuk ke paru, setelah
dari paru keluar melalui vena kecil, vena pulmonalis dan akhirnya
kembali ke atrium kiri. Sirkulasi ini mempunyai tekanan yang rendah
kira – kira 15 – 20 mmHg pada arteri pulmonalis. Sirkulasi sistemik
dimulai dari ventrikel kiri ke aorta lalu arteri besar, arteri kecil, arteriol
lalu ke seluruh tubuh lalu ke venule, vena kecil, vena besar, vena cava
inferior, vena cava superior akhirnya kembali ke atrium kanan.
5) Anatomi Pembuluh Darah

1. Pembuluh darah
Pembuluh darah adalah bagian dari sistem sirkulasi yang mengangkut
darah ke seluruh tubuh. Ada tiga jenis pembuluh darah, yaitu arteri
yang berfungsi membawa darah dari jantung, kapiler yang berfungsi
sebagai tempat pertukaran sebenarnya air dan bahan kimia antara
darah dan jaringan dan vena, yang membawa darah dari kapiler
kembali ke jantung.
a. Pembuluh nadi (Arteri)
Pembuluh nadi atau arteri adalah pembuluh darah berotot
yang membawa darah dari jantung. Fungsi ini bertolak belakang
dengan fungsi pembuluh balik yang membawa darah menuju
jantung.
Sistem pembuluh nadi memiliki bagian tekanan yang tinggi
pada sistem sirkulasi. Tekanan darah biasanya menunjukkan
tekanan pada pembuluh nadi utama. Tekanan pada saat jantung
mengembang dan darah masuk ke jantung disebut diastol.
Tekanan sistol berarti tekanan darah saat jantung berkontraksi dan
daeah keluar jantung. Tekanan darah ini dapat dikur dengan
tensimeter atau sfigmomanometer.
1) Anatomi dinding pembuluh arteri.
Lapisan terluar disebut tunika adventitia yang tersusun dari
jaringan penyambung. Di lapisan selanjutnya terdapat tunika
media yang tersusun atas otot polos dan jaringan elastis.
Lapisan terdalam adalah tunika intima yang tersusun atas sel
endothelial. Darah mengalir di dalam lumen.
2) Jenis pembuluh nadi

a) Terdapat beberapa jenis pembuluh nadi pada tubuh:

b) Arteri pulmonaris: Pembuluh ini membawa darah yang


telah dideoksigenasi yang baru saja dialirkan dari
paru-paru.

c) Arteri sistemik : Arteri sistemik membawa darah


menuju arteriol dan kemudian ke pembuluh kapiler, di
mana zat nutrisi dan gas ditukarkan.

d) Aorta : pembuluh nadi terbesar dalam tubuh yang keluar


dari ventrikel jantung dan membawa banyak oksigen.

e) Arteriol : Arteriol adalah pembuluh nadi terkecil yang


berhubungan dengan pembuluh kapiler.

b. Pembuluh balik (vena)


Pembuluh balik atau vena adalah pembuluh yang membawa
darah menuju jantung. Darahnya banyak mengandung karbon
dioksida. Umumnya terletak dekat permukaan tubuh dan tampak
kebiru-biruan. Dinding pembuluhnya tipis dan tidak elastis. jika
diraba, denyut jantungnya tidak terasa. Pembuluh vena
mempunyai katup sepanjang pembuluhnya. Katup ini berfungsi
agar darah tetap mengalir satu arah. Dengan adanya katup
tersebut, aliran darah tetap mengalir menuju jantung. Jika vena
terluka, darah tidak memancar tetapi merembes.
Dari seluruh tubuh, pembuluh darah balik bermuara menjadi
satu pembuluh darah balik besar, yang disebut vena cava.
Pembuluh darah ini masuk ke jantung melalui serambi kanan.
Setelah terjadi pertukaran gas di paru-paru, darah mengalir ke
jantung lagi melalui vena paru-paru. Pembuluh vena ini membawa
darah yang kaya oksigen. Jadi, darah dalam semua pembuluh vena
banyak mengandung karbon dioksida kecuali vena pulmonalis.
Salah satu penyakit yang menyerang pembuluh balik adalah
varises
c. Pembuluh kapiler
Pembuluh ini bukan pembuluh nadi sesungguhnya. Di
sinilah terjadinya pertukaran zat yang menjadi fungsi utama
sistem sirkulasi. Pembuluh kapiler adalah pembuluh yang
menghubungkan cabang-cabang pembuluh nadi dan
cabang-cabang pembuluh balik yang terkecil dengan sel-sel
tubuh. Pembuluh nadi dan pembuluh balik itu bercabang-cabang,
dan ukuran cabang-cabang pembuluh itu semakin jauh dari
jantung semakin kecil. Pembuluh kapiler sangat halus dan
berdinding tipis.
Pembuluh darah kapiler (dari bahasa Latin capillaris) ialah
pembuluh darah terkecil di tubuh, berdiameter 5-10 μm, yang
menghubungkan arteriola dan venula, dan memungkinkan
pertukaran air, oksigen, karbon dioksida, serta nutrien dan zat
kimia sampah antara darah dan jaringan di sekitarnya.

Darah mengalir dari jantung ke arteri, yang bercabang dan


menyempit ke arteriola, dan kemudian masih bercabang lagi
menjadi kapiler. Setelah terjadinya perfusi jaringan, kapiler
bergabung dan melebar menjadi vena, yang mengembalikan darah
ke jantung.

Dinding kapiler adalah endotel selapis tipis sehingga gas


dan molekul seperti oksigen, air, protein, dan lemak dapat
mengalir melewatinya dengan dipengaruhi oleh gradien osmotik
dan hidrostatik.

6) Perdarahan Organ Tubuh


1. Otak
Otak mendapat suplai darah dari 2 sistem yakni Sistem Karotis
dan Sistem Vertebral. Pembuluh darah yang terdapat dalam sistem
karotis adalah Arteri Karotis Komunis, dan pembuluh darah yang
terdapat dalam sistem vertebral adalah Arteri Vertebralis.
Arteri Karotis memperdarahi otak besar terutama pada lobus
frontalis dan temporalis bagian interior, sedang Arteri Vertebralis
memperdarahi batang otak, otak kecil, lobus oksipitalis, dan
bagian-bagian talamus.
2. Mata
Mata diperdarahi oleh arteria opthalmica, cabang dari arteria carotis
interna
3. Lengan
Lengan diperdarahi oleh arteria subclavia dan
cabang-cabangnya. Areteria subclavia dextra adalah cabang arteria
brachiocephalica yang pendek, arteria subclavia sinistra adalah
cabang arcus aorta. Arteri ini berjalan di dalam dasar leher, lalu
diantara clavicula dan costae ke i. kemudia bersambung didalam
axilla sebagai arteria axillaris. Arteria axillaris berlanjut menjadi
arteria brachialis yang berjalan kebawah pada sisi dalam lengan
dibawah musculus biceps dan kemudian, mendekati bagian depan
siku, terbagi menjadi arteria radialis dan ulnaris. Ateria radialis
berjalan ke bawah pada bagian depan sisi luar lengan bawah dan
dibawah otot pada sebagian besar perjlanannya, arteri ini teraba
sebagai nadi pada pergelangan tangan. Eteria ulnariis berjalan
kebawah pada sisi dalam bagian luar lengan bawah di bawah otot.
Areteria radialis dan ulnaris saling berhubungan ditelapak tangan oleh
dua arcus Palmaris. Semua arteri ini member cabang untuk kulit,
otot, dan sendi lengan.

4. Payudara
Payudara di perdarahi oleh cabang yang keluar dari ruang
intercostalis dari arteria mamaria interna, yang berjalan kebawah di
dalam dada di belakang cartilage costalis, dan cabang-cabang dari
arteria axillaris.
5. Cabang-cabang aorta abdominalis dan organ yang diperdarahi
a. Arteria coeliaca adalah arteri pendek yang berjalan ke depan dari
aorta bercabang menjadi
1) Arteria lienalis yang memperdarahi limpa dan lambung
2) Arteria hepatica menuju hepar, member cabang untuk
lambung dan kandung empedu
3) Arteria gastric sinistra menuju lambung
b. Arteria renalis adalah arteri besar yang berjalan transversal
menuju ginjal
c. Arteraia testicularis (pada pria)keluar tepat dibawah arteria
renalis dan berjalan ke bawah di belakang organ perut, memasuki
funiculus spermaticus dan memperdarahi testis dan epidedimis.
d. Arteria mesentriaca superior keluar dari bagian depat aorta dan
berjalan ke bawah di dalam mesentrium untuk bercabang menjadi
sejumlah besar cabang yang memperdarahi usus kecil dan usus
besar sampai pertengahan colon transversum.
e. Arteria mesentrica inferior, keluar dari sisi kiri aorta dan berjalan
ke bawah dank e kiri untuk memeperdarahi usus besar dari
pertengahan colon transversum sampai pertengahan rectum.
6. Arteria iliaca
Aorta berakhir di bagian depan corpus vertebrae lumbalis IV dengan
membagu menjadi arteria iliaca communis dextra dan sinistra.
a. Arteria iliaca interna adalah arteri untuk struktur bagian dalam
pelvis dan region glutea, arteri ini memperdarahi:
1) Kandung kemih
2) Ujung bawah rectum
3) Rahim dan vagina
4) Musculus gluteus
b. Arteria iliaca externa berjalan dibawah ligamentum inguinalis
dan menjadi arteria femoralis.
7. Tungkai
Arteria femoralis merupakan arteri utama pada tungkai,
dimulai dari ligamentum inguinalis, berjalan ke bawah pada sisi
dalam paha dan berlanjut ke belakang pada sisi medial femur melalui
lubang pada musculus adductor magnus untuk memjadi arteria
poplitea.
Arteria poplitea, merupakan lanjutan arteria femoralis,
berjalan ke bawah di dalam rongga poplitea di belakang lutut
terbagi menjadi:
a. Arteria tibialis anterior yang berjalan menuruni bagian depan
tungkai ke dorsum pedis
b. Arteria tibialis posterior berjalan ke bawah di bagian belakang
tungkai, kemudian di dalam sulcus pada sisi dalam pergelangan
kaki di belakang malleolus medialis menuju telapak kaki
(John Gibson, 2012)