Anda di halaman 1dari 23

2.

1 Struktur dan Organisasi


Struktur adalah rangka dasar suatu objek. Organisasi merupakan
sekelompok individu dengan tujuan yang sama.
1. Struktur organisasi
Stuktur organisasi Puskesmas tergantung dari kegiatan dan beban tugas
masing-masing puskesmas.Penyusunan struktur organisasi Puskesmas dilakukan
oleh dinas kesehatan kabupaten / kota, sedangkan penetapannya dilakukan dengan
peraturan daerah.
Struktur organisasi Puskesmas beserta uraian tugasnya adalah sebagai
berikut :
a. Kepala Puskesmas sebagai unsur pimpinan, mempunyai tugas pokok dan
fungsi untuk memimpin, mengawasi dan mengoordinasi kegiatan Puskesmas
yang dapat dilakukan dalam jabatan struktural dan jabatan fungsional.
b. Unit Tata Usaha sebagai unsur pembantu pimpinan, mempunyai tugas pokok
dan fungsidi bidang :
 Data dan informasi
 Perencanaan dan penilaian
 Keuangan
 Umum dan kepegawaian
c. Unsur pelaksana, yaitu unit yang terdiri atas tenaga atau pegawai dalam
jabatan fungsional. Jumlah unit tergantung kepada kegiatan, tenaga dan fasilitas
tiap daerah. Terdiri atas unit I, II, III, IV, V, VI, VII.
 Unit I, mempunyai tugas pokok dan fungsi untuk melaksanakan kegiatan
kesejahteraan ibu dan anak, Keluarga Berencana dan perbaikan gizi.
 Unit II, mempunyai tugas pokok dan fungsi untuk melaksanakan kegiatan
pencegahan dan pemberantasan penyakit terutama imunisasi, kesehatan
lingkungan dan laboratorium.
 Unit III, mempunyai tugas pokok dan fungsi untuk melaksanakan kegiatan
kesehatan gigi dan mulut, serta kesehatan tenaga kerja dan lanjut usia
(lansia).

1
 Unit IV, mempunyai tugas pokok dan fungsi untuk melaksanakan kegiatan
perawatan kesehatan masyarakat, kesehatan sekolah dan olahraga,
kesehatan jiwa, kesehatan mata dan kesehatan khusus lainnya.
 Unit V, mempunyai tugas pokok dan fungsi untuk melaksanakan kegiatan
di bidang pembinaandan pengembangan upaya kesehatan masyarakat dan
penyuluhan kesehatan masyarakat.
 Unit VI, mempunyai tugas pokok dan fungsi untuk melaksanakan kegiatan
pengobatan rawat jalan dan rawat inap (Puskesmas perawatan).
 Unit VII, mempunyai tugas pokok dan fungsi untuk melaksanakan
pengelolaan farmasi.
d. Jaringan pelayanan puskesmas
 Puskesmas pembantu, yaitu unit pelayanan kesehatan yang sederhana dan
berfungsi menunjang dan membantu melaksanakan kegiatan-kegiatan
dalam ruang lingkup wilayah yang lebih kecil.
 Puskesmas Keliling, yaitu unit pelayanan kesehatan keliling yang
dilengkapi dengan kendaraan bermotor roda 4 atau perahu bermotor dan
peralatan kesehatan, peralatan komunikasi serta sejumlah tenaga yang
berasal dari Puskesmas. Fungsinya menunjang dan membantu
melaksanakan kegiatan-kegiatan Puskesmas dalam wilayah kerjanya yang
belum terjangkau oleh pelayanan kesehatan.
Kegiatan Puskesmas Keliling adalah:
 Memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di daerah
terpencil yang tidak terjangkau oleh pelayanan Puskesmas atau
Puskesmas Pembantu, 4 hari dalam satu minggu.
 Melakukan penyelidikan tentang kejadian luar biasa.
 Dipergunakan sebagai alat transpor penderita dalam rangka
rujukan bagi kasus gawat darurat.
 Melakukan penyuluhan kesehatan dengan menggunakan alat
audio-visual.
 Bidan Desa
 Posyandu, merupakan kegiatan keterpaduan antara Puskesmas dan
masyarakat di tingkat desa yang diwujudkan dalam bentuk Pos Pelayanan

2
Terpadu. Semula Posyandu adalah pusat kegiatan masyarakat dimana
masyarakat dapat sekaligus memperoleh pelayanan KB dan kesehatan
Dalam pengembangannya Posyandu dapat dibina menjadi forum
komunikasi dan pelayanan di masyarakat, antara sektor yang memadukan
kegiatan pembangunan sektoralnya dengan kegiatan masyarakat, untuk
meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memecahkan masalah
melalui alih teknologi. Satu Posyandu sebaiknya melayani sekitar 100 balita
(120 kepala keluarga), atau sesuai dengan kemampuan petugas dan
keaadaan setempat.
2. Kriteria personalia
Kriteria personalia yang mengisi struktur organisasi Puskesmas
disesuaikan dengan tugas dan tanggungjawab masing-masing unit
Puskesmas. Khusus untuk kepala puskesmas dipersyaratkanharus seorang
sarjana di bidang kesehatan yang kurikulum pendidikannya mencakup
kesehatan masyarakat.
3. Eselon kepala puskesmas
Kepala puskesmas adalah penanggung jawab
pembangunankesehatan di tingkat kecamatan. Sesuai dengan
tanggungjawab tersebut dan besarnya peran kepala Puskesmas dalam
peyelengaraan pembangunan kesehatan di tingkat kecamatan, maka jabatan
kepala puskesmas setingkat dengan eselon III-B. Dalam keadaan tidak
tersedia tenaga yang memenuhi syarat untuk menjabat eselon III-B, ditunjuk
pejabat sementara yang sesuai dengan kriteria kepala puskesmas yakni
seorang sarjana dibidang kesehatan yang kurikulun
pendidikannyamencakup bidang kesehatan masyarakat.

2.2 Program Puskesmas


Puskesmas bertanggungjawab untuk menyelengarakan program kesehatan
perorangan dan masyarakat sebagai pelayanan kesehatan tingkat pertama. Program-
program kegiatan pelayanan kesehatan yang dilaksanakan di Puskesmas dibagi
dalam

3
1. Program pokok, merupakan program pelayanan kesehatan yang wajib di
laksanakan karena mempunyai daya ungkit yang besar terhadap peningkatan
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Ada 6 Program Pokok
pelayanan kesehatan di Puskesmas yaitu:
 Program pengobatan (kuratif dan rehabilitatif), yaitu bentuk
pelayanan kesehatan untuk mendiagnosa, melakukan tindakan pengobatan
pada seseorang pasien dilakukan oleh seorang dokter secara ilmiah
berdasarkan temuan-temuan yang diperoleh selama anamnesis dan
pemeriksaan
 Promosi Kesehatan, yaitu program pelayanan kesehatan puskesmas yang
diarahkan untuk membantu masyarakat agar hidup sehat secara optimal
melalui kegiatan penyuluhan (individu, kelompok maupun masyarakat).
 Pelayanan KIA dan KB, yaitu program pelayanan kesehatan KIA dan KB
di Puskesmas yang ditujukan untuk memberikan pelayanan kepada PUS
(Pasangan Usia Subur) untuk ber KB, pelayanan ibu hamil, bersalin dan
nifas serta pelayanan bayi dan balita.
 Pencegahan dan Pengendalian Penyakit menular dan tidak menular,
yaitu program pelayanan kesehatan Puskesmas untuk mencegah dan
mengendalikan penular penyakit menular/infeksi (misalnya TB, DBD,
Kusta dll).
 Kesehatan Lingkungan, yaitu program pelayanan kesehatan lingkungan
di puskesmas untuk meningkatkan kesehatan lingkungan pemukiman
melalui upaya sanitasi dasar, pengawasan mutu lingkungan dan tempat
umum termasuk pengendalian pencemaran lingkungan dengan peningkatan
peran serta masyarakat.
 Perbaikan Gizi Masyarakat, yaitu program kegiatan pelayanan kesehatan,
perbaikan gizi masyarakat di Puskesmas yang meliputi peningkatan
pendidikan gizi, penanggulangan Kurang Energi Protein, Anemia Gizi Besi,
Gangguan Akibat Kekurangan Yaodium (GAKY), Kurang Vitamin A,
Keadaan zat gizi lebih, Peningkatan Survailans Gizi, dan Perberdayaan
Usaha Perbaikan Gizi Keluarga/Masyarakat.

4
2. Program pengembangan,merupakan beberapa upaya
kesehatan pengembangan yang ditetapkan Puskesmas dan Dinas Kesehatan
kabupaten/kota sesuai dengan permasalahan, kebutuhan dan kemampuan
Puskesmas. Dalam struktur organisasi puskesmas program pengembangan ini
biasa disebut Program spesifik lokal yang ditetapkan sesuai dengan
permasalahan kesehatan yang ditemukan di masyarakat serta disesuaikan
dengam kemampuan puskesmas. Meliputi:
 Usaha Kesehatan Sekolah, adalah pembinaan kesehatan masyarakat yang
dilakukan petugas Puskesmas di sekolah-sekolah (SD, SMP dan SMA)
diwilayah kerja Puskesmas.
 Kesehatan Olah Raga adalah semua bentuk kegiatan yang menerapkan
ilmu pengetahuan fisik untuk meningkatkan kesegaran jasmani
masyarakat, baik atlet maupun masyarakat umum. Misalnya pembinaan dan
pemeriksaan kesegaran jasmani anak sekolah dan kelompok masyarakat
yang dilakukan puskesmas di luar gedung.
 Perawatan Kesehatan Masyarakat, adalah program pelayanan
penanganan kasus tertentu dari kunjungan puskesmas akan ditindak lanjuti
atau dikunjungi ketempat tinggalnya untuk dilakukan asuhan keperawatan
individu dan asuhan keperawatan keluarganya. Misalnya kasus gizi kurang
penderita ISPA/Pneumonia.
 Kesehatan Kerja, adalah program pelayanan kesehatan kerja puskesmas
yang ditujukan untuk masyarakat pekerja informal maupun formal
diwilayah kerja puskesmas dalam rangka pencegahan dan pemberantasan
penyakit serta kecelakaan yang berkaitan dengan pekerjaan dan lingkungan
kerja. Misalnya pemeriksaan secara berkala di tempat kerja oleh petugas
puskesmas.
 Kesehatan Gigi dan Mulut, adalah program pelayanan kesehatan gigi dan
mulut yang dilakukan Puskesmas kepada masyarakat baik didalam maupun
diluar gedung (mengatasi kelainan atau penyakit rongga mulut dan gizi yang
merupakan salah satu penyakit yang terbanyak di jumpai di Puskesmas.
 Kesehatan Jiwa, adalah program pelayanan kesehatan jiwa yang
dilaksanakan oleh tenaga Puskesmas dengan didukung oleh peran serta

5
masyarakat, dalam rangka mencapai derajat kesehatan jiwa masyarakat
yang optimal melalui kegiatan pengenalan/deteksi dini gangguan jiwa,
pertolongan pertama gangguan jiwa dan konseling jiwa. Sehat jiwa
adalah perasaan sehat dan bahagia serta mampu menghadapi tantangan
hidup, dapat menerima orang lain sebagaimana adanya dan mempunyai
sikap positif terhadap diri sendiri dan orang lain. Misalnya ada konseling
jiwa di Puskesmas.
 Kesehatan Mata adalah program pelayanan kesehatan mata
terutama pemeliharaan kesehatan (promotif, preventif, kuratif dan
rehabilitatif) dibidang mata dan pencegahan kebutaan oleh tenaga
kesehatan Puskesmas dan didukung oleh peran serta aktif masyarakat.
Misalnya upaya penanggulangan gangguan refraksi pada anak sekolah.
 Kesehatan Usia Lanjut, adalah program pelayanan kesehatan usia
lanjut atau upaya kesehatan khusus yang dilaksanakan oleh tenaga
Puskesmas dengan dukungan peran serta aktif masyarakat dalam rangka
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat usia lanjut. Misalnya
pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi dini penyakit degeneratif,
kardiovaskuler seperti : diabetes Melitus, Hipertensi dan Osteoporosis pada
kelompok masyarakat usia lanjut.
 Pembinaan Pengobatan Tradisional, Adalah program
pembinaan terhadap pelayanan pengobatan tradisional, pengobat
tradisional dan cara pengobatan tradisional. Yang dimaksud
pengobatan tradisional adalah pengobatan yang dilakukan secara turun
temurun, baik yang menggunakan herbal (jamu), alat (tusuk jarum, juru
sunat) maupun keterampilan (pijat, patah tulang).
 Kesehatan haji adalah program pelayanan kesehatan untuk calon dan
jemaah haji yang meliputi pemeriksaan kesehatan, pembinaan kebugaran
dan pemantauan kesehatan jemaah yang kembali (pulang) dari menunaikan
ibadah haji.
 Dan beberapa upaya kesehatan pengembangan lainnya yang spesifik lokal
yang dikembangkan di Puskesmas dan Dinas Kesehatan kabupaten/kota.

6
3. Program penunjang
 Medical record
 Apotik
 Laboratorium
Setiap program yang dilaksanakan di puskesmas di lengkapi dengan
pelaksana program yang terlatih dan sesuai dengan keahlianya, peralatan kesehatan
(alat pelayanan dan bahan habis pakai kesehatan), dilengkapi juga dengan pedoman
pelaksanan program dan sasaran program (populasi sasaran dan target sasaran)
termasuk sistem pencatatan (register pencatatan pelayanan) dan pelaporannya serta
standar operasional prosedur pelayanan kesehatan programnya, dan beberapa
kelengkapan lainnya misalnya kendaran roda dua dan empat. Kelengkapan
program Puskesmas ini selalu mendapatkan pengawasan, evaluasi dan bimbingan
dari Dinas Kesehatan Kabupaten/kotanya.

Tugas pokok dan fungsi masing-masing bagian:


1. Tugas bagian tata usaha
- Menyusun data pegawai berdasarkan pendidikan dan kepangkatan
- Melakukan pelayanan administrasi kepegawaian
- Membuat catatan khusus tentang pegawai
- Membuat laporan tentang tenaga kesehatan setiap tahun
- Mengagendakan surat masuk dan keluar secara sistematis
- Menginformasikan surat masuk kepada pimpinan dan petugas terkait
- Mendistribusikan surat keluar sesuai alamat
- Melakukan inventaris perlengkapan
- Membuat up dating inventaris alat
- Merencanakan perbaikan gedung Puskesmas dan inventaris
- Membuat laporan absensi setiap bulan
2. Tugas bagian keuangan
- Merencanakan kebutuhan keuangan
- Menyelesaikan administrasi keuangan
- Membuat catatan uang masuk dan keluar setiap bulan

7
- Memeriksakan catatan keuangan kepada pimpinan Puskesmas setiap
bulan
3. Tugas bagian karcis dan rekam medis
- Membuat Rencana kerja
- Mempersiapkan bahan-bahan untuk pendaftaran pasien rawat jalan
- Mencatat identitas pasien yang mendaftar dan menyiapkan status untuk
dibawa kebagian pelayanan pengobatan
- Mengantarkan status pasien rawat jalan ke bagian yang dituju
- Menyusun kembali status yang telah diselesaikan oleh bagian pelayanan
- Membuat laporan setoran mingguan dan tahunan
4. Tugas bagian pengobatan umum
- Menyiapkan perlengkapan yang dibutuhkan untuk pelayanan setiap hari
dan menyimpannya kembali setelah selesai pelayanan
- Membantu dokter dalam memberikan pelayanan pengobatan
- Memberikan pelayanan kesehatan minimal untuk kepada setiap pasien
rawat jalan sesuai standar pengobatan rasional
- Menjalin kerjasama lintas program
- Mengkonsultasikan kepada dokter tentang kasus-kasus yang kurang
dipahami
- Melakukan tindakan P3K kepada pasien yang membutuhkan
- Memilih kasus yang perlu ditindak lanjuti seperti tersangka Tb Paru atau
AFP dll
- Membuat surat rujukan kepada pasien yang membutuhkan
- Membantu dokter dalam memberikan pelayanan pengobatan
- Memberikan penyuluhan kepada pasien yang memerlukan
- Membuat rekapan jumlah setiap jenis penyakit setiap akhir bulan
- Membuat catatan 10 penyakit terbanyak setiap bulan
- Menghitung indeks peresepan setiap bulan
- Membuat laopran bulanan
- Pemeriksaan kesehatan haji
- Membuat rekapan kasus setiap akhir tahun
5. Tugas bagian poliklinik gigi

8
- Membuat rencana kerja
- Mempersiapkan alat-alat pelayanan gigi sebelum memulai pelayanan
- Memberikan pelayanan berupa pemeriksaan, tindakan, pengobatan dan
penyuluhan kepada pasien yang membutuhkan
- Melaksanakan pelayanan secara terintegrasi dengan KIA dan BP
- Membuat catatan harian pelayanan gigi
- Melakukan UKGS dan UKGMD bersama kegiatan UKS dan kegiatan
lainnya
- Membuat laporan bulanan dan rekapan tahunan
6. Tugas bagian pemberantasan penyakit menular
- Membuat rencana kerja mingguan, bulanan dan tahunan
- Mempersiapkan bahan penyuluhan penyakit menular
- Mengkoordinasikan lintas program dan lintas sektor hal yang berkaitan
dengan pemberantasan penyakit menular
- Mengikuti pertemuan P2M kapan diperlukan
- Mempersiapkan bahan dan peralatan survey lapangan
- Menghimpun laporan wabah dari puskesmas pembantu dan masyarakat
- Melaporkan penyakit menular wabah dan kejadian luar biasa
- Membuat laporan mingguan, bulanan dan tahunan
7. Tugas bagian P2 Tb dan P2 kusta
- Memberikan keterangan kepada penderita baru tentang cara makan dan
kemungkinan efek samping obat yang timbul dan cara mengatasinya
- Memberikan pelayanan pengobatan TB Paru dan Kusta
- Memotivasi dan memonitor kepatuhan penderita makan obat
- Mengunjungi penderita yang tidak datang mengambil obat melalui
PMO
- Mengingatkan penderita Tb Paru tentang pemeriksaan dahak ulang
setelah 2 bulan dan 5 bulan makan OAT
- Membuat catatan dan laporan setiap bulan dan rekapan akhir tahun
8. Tugas bagian P2 rabies
- memberikan keterangan kepada penderita gigitan hewan penular
penyakit rabies tentang tindakan yang harus dilakukan

9
- Mengambil vaksin rabies ke DKK bagi setiap pasien yang
membutuhkan
- Membuat surat persetujuan pemberian VAR kepada setiap
penderita/wali yang akan diberi suntikan
- Melaksanakan penyuntikan VAR kepada pasien yang membutuhkan
- Memantau penderita yang tidak memenuhi jadwal suntikan ulang
- Membuat catatan identitas setiap penderita gigitan hewan tersangka
dalam buku khusus
- Membuat laporan setiap bulan tentang kasus gigitan hewan tersangka
rabies dan laporan pemakaian VAR
- Membuat rekapan kasus di akhir tahun
9. Tugas bagian P2 Malaria
- Memantau kasus malaria melalui kunjungan pasien rawat jalan
- Meninjau ke lapangan laporan kelurahan tentang ledakan kasus
- Membuat laporan tentang ledakan kasus
- Mengambil sediaan darah bagi penderita tersangka malaria dan
mengirimkan ke laboratorium
- Melakukan survey malaria kapan diperlukan
- Melakukan koordinasi lintas program
- Membuat catatan identitas setiap penderita malaria klinis dalam buku
khusus
- Membuat laporan setiap bulan
- Membuat rekapan jumlah kasus setiap akhir tahun

10. Tugas bagian P2 ISPA dan diare


- Memantau kasus Ispa dan Diare melalui kunjungan rawat jalan
Puskesmas dan laporan kader
- Meninjau ke lapangan laporan tentang ledakan kasus (KLB) diare
- Membuat laporan kalau terjadi wabah diare
- Membuat catatan harian serta laporan mingguan/bulanan kasus diare

10
- Membuat rekkapan kasus setiap akhir tahun
11. Tugas program DBD
- Memantau kasus DBD melalui kunjungan rawat jalan dan laporan
kelurahan
- Meninjau ke lapangan laporan kasus dari kelurahan atau rumah sakit
- Membuat catatan identitas pasien tersangka DBD
- Membuat laporan setiap didapatkan pasien tersangka yang telah
dikonfirmasi RS dengan pemeriksaan laboratorium
- Membuat laporan setiap bulan
12. Tugas bagian PKM
- Membuat rencana kerja
- Menjalin kerjasama lintas program dan lintas sektoral
- Melaksanakan penyuluhan kesehatan
- Mempersiapkan bahan-bahan penyuluhan yang ada bagi yang
membutuhkan
- Mencatat dan melaporkan hasil kegiatan setiap bulan
13. Tugas bagian imunisasi
- Membuat rencana kerja
- Merencanakan kebutuhan vaksin dan peralatan imunisasi
- Menjemput vaksin secara berkala ke DKK
- Memantau keadaan suhu vaksin setiap hari
- Mempersiapkan kebutuhan vaksin dan buku catatan bagi pelayanan di
posyandu
- Melaksanakan pelayanan imunisasi di dalam dan di luar gedung
- Mengembalikan sisa vaksin yang masih bias dipakai ke dalam cold
chain
- Mencatat pelayana harian imunisasi dengan lintas program dan lintas
sektoral
- Membuat laporan hasil pelayanan dan pemakaian vaksin setiap bulan
- Membuat PWS imunisasi setiap bulan dan rekap tahunan
14. Tugas bagian kesehatan lingkungan
- Membuat rencana kerja

11
- Mencatat dan melaporkan kegiatan yang berhubungan dengan
PAB/PLP dan TTU/TPM
- Mengawasi kualitas air dengan cara pengambilan dan pemeriksaan
sample
- Melakukan pembinaan terhadap kelompok pemakai air
- Melakukan penyuluhan kesling
- Menjalin kerjasama lintas program dan lintas sektoral
- Mengambil dan memeriksa sampel makanan dan minuman dalam
rangka perlindungan terhadap konsumen
- Melakukan pemantauan KLB keracunan makanan dan minuman
- Membuat catatan harian kegiatan kesling yang dilakukan
- Membuat laporan hasil kegiatan yang dapat dilaksanakan setiap bulan
- Membuat cakupan kegiatan selama setahun
15. Tugas bagian PMS
- Membuat rencana kerja
- Membuat dan menganalisa data yang berkaitan dengan kegiatan PSM
- Menjalin kerjasama lintas program dan lintas sektoral
- Membina posyandu dan kader kesehatan
- Melaksanakan pelatihan kader
- Membuat laporan bulanan
16. Tugas bagian UKS
- Membuat rencana kerja bulanan dan tahunan
- Mengkoordinasikan kegiatan UKS secara LPLS
- Melakukan pembinaan UKS
- Melaksanakan penjaringan anak sekolah
- Melaksanakan latihan dokter kecil dan PMR
- Membina kegiatan pramuka Saka Bakti Husada
- Memberikan penyuluhan di sekolah-sekolah
- Membuat laporan kegiatan setiap bulan
17. Tugas pemegang program USILA
- Membuat rencana kerja
- Membuat jadwal posyandu lansia

12
- Melakukan pembinaaan kelompok lansia di Posyandu lansia
- Membuat laporan kegiatan pembinaan lansia setiap bulannya
18. Tugas bagian apotik dan gudang obat
- Membuat rencana kerja
- Merencanakan kebutuhan obat Puskesmas sekali tiga bulan
- Mendistribusikan obat ke Puskesmas pembantu dan unit pelayanan yang
membutuhkan di Puskesmas
- Melaksanakan pelayanan resep
- Mengkonsultasikan resep kepada bagian yanmedik tentang resep yang
diragukan
- Memberikan informasi kepada pasien tentang pemakian obat
- Mengisi kartu stok obat untuk semua jenis obat
- Mencatat semua pemasukan dan pengeluaran obat
- Membuat laporan pemakaian obat setiap bulan
- Membuat daftar 10 pemakaian obat terbanyak setiap tahun
19. Tugas bagian laboratorium
- Membuat rencana kerja
- Merencanakan kebutuhan bahan dan alat-alat laboratorium
- Menggalang kerjasama lintas program
- Melaksanakan pemeriksaan laboratorium
- Memelihara peralatan laboratorium
- Membuat catatan hasil pemeriksaan labor di dalam buku khusu
- Membuat laporan setiap bulan

BAB III
ANALISIS SITUASI

3.1. Data Umum Puskesmas Biromaru


3.1.1 Data Geografis
Wilayah kerja Puskesmas Biromaru terdiri dari 18 Desa yaitu:
1. Desa Mpanau

13
2. Desa Pombewe
3. Desa Loru
4. Desa Ngata baru
5. Desa Jono’Oge
6. Desa Soulowe
7. Desa Kalukubula
8. Desa Sidondo I
9. Desa Sidondo II
10. Desa Sidondo III
11. Desa Sidondo IV
12. Desa Maranatha
13. Desa Bora
14. Desa Oloboju
15. Desa Watunonju
16. Desa Upt. Sidera
17. Desa Lolu
18. Desa Sidera

3.1.2 Data Demografis


1. Sarana Kesehatan:
 1 puskesmas induk
 7 puskesmas pembantu, 3 Polindes, 7 Poskesdes
 18 Puskesmas Keliling
 18 pos KB
 35 posyandu balita
 10 posyandu lansia

2. UKBM yang Aktif:


 Posyandu balita
 Posyandu lansia
 Posbindu
 PHBS

14
 Batra
 TOGA
 Poskestren
 Kelurahan siaga

15
BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Struktur dan Program Organisasi Puskesmas Biromaru Tahun 2014

16
KEPALA PUSKESMAS

KEPALA TATA USAHA /

KEPEGAWAIAN

KEUANGAN PERENCANAAN

1. Hj. Zaenab, SE Ka..Puskesmas

2. Dewi Rahayu N PERLENGKAPAN/UMUM


TataUsaha

1. Ahmad Zul
2. ROSTINI

KOORDINATOR YAN MEDIK KOORDINATOR YAN KES MAS

Drg. Eka Fibrianti, S.KG Marthen WBS, SKM

PENGOBATAN

UMUM : 1. dr Hj. Devi Naswita  P2M

2. dr. Dini Kusumardani 1. TB PARU : Ahmad Zul

3. ANNELTI 2. SURVEILLANS : Marthen WBS, SKM

4.. ERNI BOTH

5. NURHAYATI 3. DBD : Agustini Ntilolo, Amd

6. DEWI RAHAYU N 4. ISPA : Agustina Lande

7. EKA KURNIATI 5. DIARE : Novlin

8. Pitrawati 6. IMUNISASI/ RABIES : Lizza

GIGI : 1. Drg. Eka Fibrianti, S.KG 7. MALARIA/LABOR : Kasrah

3. drg. VINELSIH

Pustu Kalukubula Pustu Pombewe Pustu Sidera Pustu Maranatha

Elen Rahmawati.Amd.Keb Hindun, Amd.Kep Ince Rahmi, .Amd.Kep Vera Tresya, Amd,Keb

Pustu Sidondo I Pustu UPT. Sidera Pustu Bora Polindes Lolu

Fadlia Nusurante Fatimah, Amd.Keb Nur Aisyah, Amd.Keb Ilma Novira, Amd Keb

Program kesehatan yang terdapat di Puskesmas Andalas:


1. Program kesehatan pokok:
a. Promosi kesehatan

17
 Penyuluhan
 Posyandu
 Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
b. Kesehatan lingkungan
c. Kesehatan ibu dan anak serta keluarga berencana
d. Peningkatan gizi
e. Pemberantasan penyakit menular
 Imunisasi
 Surveillans
 TB paru
 ISPA
 Diare
 Malaria
 DBD
 Rabies
f. Pengobatan: umum, gigi
g. Perawatan kesehatan masyarakat

2. Program kesehatan pengembangan


 Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)
 Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS)
 Kesehatan olahraga
 Kesehatan gigi dan mulut
 Kesehatan usia lanjut

3. Program penunjang
 Medical record
 Apotik
 Laboratorium

18
1. Masalah pengorganisasian Puskesmas Biromaru
- Pengumpulan data dan informasi serta pembuatan laporan program. Hal
ini dikarenakan adanya informasi yang tidak terpantau oleh pihak
Puskesmas serta kesulitan dalam melakukan input data.
- Kendala dalam penempatan staf untuk posisi non medis yang tidak
sesuai bidang dasar dari pemegang jabatan, seperti posisi tata usaha
yang dipegang oleh bidan. Rencananya pada tahun 2013 akan diadakan
pemetaan posisi ulang sebagai solusi untuk masalah ini. Tetapi sampai
saat ini belum ada realisasi dari rencana tersebut.

2. Masalah dalam program kerja

Program Masalah Pemecahan Masalah

Promkes 1. Pencapaian phbs di 1.meningkatkan peran


RT masih rendah tu indikator tdk PKK kec. dan kel. dalam
merokok dalam rumah kegiatan
2.belum maksimalnya pembinaan PSM
kebatra 2.meningkatkan
3.kelurahan siaga mandiri baru 20 % pembinaan kekeluarga yg
4belum terbentuknya pos ukk belum sehat
5. penyuluhan kesehatan belum 3.meningkatkan
mencapai target pembinaan kebatra
4. meningkatkan
penyuluhan kesehatan
diluar dan
dalam gedung

Kesling 1.masih banyak depot tdk rutin 1.memberikan sanksi


memeriksakan labor kepada depot yg tdk rutin
2.masih banyak tpm dan ttu yg tidak memeriksakan labor (
memenuhi syarat izin tdk
diperpanjang
2. meningkatkan
penyuluhan mengenai
kesling di ttu dan
tpm

19
KIA 1.masih rendahnya pencapaian 1.meningkatkan
kunjungan bayi dan balita penyuluhan tentang
2.cakupan neonatus komplikasi blm imunisasi dan
tercapai pelaksanaan ddtk
3.masih adanya kematian bayi, balita 2.meningkatkan
dan ibu nifas kerjasama dg BPS, RS,
RSB dlm menjaring dan
melaporkan
neonatus komplikasi
3.meningkatkan
pengetahuan ibu hamil
dan ibu yg mempunyai
balita melalui kelas ibu
hamil dan kelas ibu
balita

Gizi 1.pencapaian d/s msh rendah 1.memaksimalkan


2.pencapaian ASI ekslusif msh rendah kegiatan di posyandu
3.pemberian vit A bufas blm tercapai agar menarik bg
4.masih banyaknya gizi buruk masyarakat
ditemukan 2. meningkatkan
penyuluhan ttg
pentingnya ASI ekslusif
3.meningkatkan
kunjungan rumah pd
bufas
4.memaksimalkan
pemantauan status gizi
diposyandu

PMK 1.masih rendahnya pencapian suspek tb 1.meningkatkan peran


dan pustu dan poskeskel
CDR serta DPS dlm
2. masih banyaknya kasus dbd dan penjaringan suspek
gigitan hpr 2.meningkatkan
3. masih adanya ditemukan kasus penyuluhan dan keg.
campak psn
4.belum semua kelurahan terbentuk 3.meningkatkan
posbindu penyuluhan mengenai
imunisasi terutama
campak

20
4.membentuk posbindu
disetiap kelurahan

Pengobatan kurangnya sarana penunjang kesehatan melengkapi sarana


penunjang

Program 1. pencapaian kk binaan belum 1.meningkatkan motivasi


penunjang malksimal petugas utk
2. tidak maksimalnya pelaksanaan melaksanakan
skreening disekolah perkesmas dikaitkan dg
jabfung
2. meningkatkan peran
sekolah dan dinas
pendidikan dlm
pelaksanaan skreening
di sekolah

21
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Struktur dan organisasi merupakan elemen penting dalam puskesmas yang
menentukan suksesnya pelayanan kesehatan. Tiap unit di Puskesmas memiliki
tugas masing-masing sesuai dengan bidangnya. Program-program yang dijalankan
oleh Puskesmas dapat dibagi dalam program pokok, program pengembangan dan
program penunjang.
Program pokok terdiri dari promosi kesehatan, pelayanan KIA dan KB,
pencegahan dan pengendalian penyakit menular dan tidak menular, kesehatan
lingkungan,danperbaikan gizi masyarakat. Sedangkan program pengembangan
terdiri dari usaha kesehatan sekolah, kesehatan olahraga, perawatan kesehatan
masyarakat, kesehatan kerja, kesehatan gigi dan mulut, kesehatan jiwa, kesehatan
mata, kesehatan usia lanjut, pembinaan pengobatan tradisional, kesehatan haji, dan
upaya kesehatan lainnya. Dari kesemua program puskesmas tersebut akan
membentuk satu integrasi yang dapat dijalankan oleh puskesmas dimana
membutuhkan kerja sama dan kinerja yang serius dari tiap tim.

5.2 Saran
 Kepada kepala puskesmas, untuk setiap subbagian harus menjalankan
tugas dan fungsi masing-masing sesuai job description yang ada, serta
meningkatkan penyuluhan kesehatan di seluruh Program Puskesmas.
 Untuk masing-masing subbagian, diperlukan optimalisasi komunikasi
yang efektif antara sub bagian untuk pelayanan yang lebih efektif.

 Meningkatkan Peran Pustu dan Poskeskel dalam menunjang Program


Puskesmas

22
DAFTAR PUSTAKA

1. Kebijakan dasar puskesmas (menuju Indonesia sehat 2010),


Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat, Depkes RI, 2003.
2. Laporan Tahunan Puskesmas Biromaru tahun 2013

23