Anda di halaman 1dari 4

61

DAFTAR PUSTAKA

A, Yulianto. (2011). Mengapa Stroke Menyerang Usia Muda. Jogjakarta: Javalitera

Amin & Hardi. (2013). Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa


Medis & Nanda Nic Noc Jilid 2. Jakarta:EGC

Ariani, Tutu April. (2012). Sistem Neurobihavior.Jakarta: Salemba Medika

Arikunto, S. (2013). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:


Rineka Cipta.

Asmadi. (2008). Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta: EGC

Astrid, M. (2011). Pengaruh latihan range of motion (ROM) terhadap kekuatan


otot, luas gerak sendi dan kemampuan fungsional pasien stroke di RS Sint
Carolus jakarata. Jurnal keperawatan issn 2086-6550

Batticaca, F, B. (2008). Asuhan Keperawatan pada Pasien Gangguan Sistem


Persarafan. Jakarta: Salemba Medika

Brunner & Suddart. (2013). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Edisi 8 volume
2. Jakarta EGC

Derison,M, B & Surani, W. (2016). Latihan Range Of Motion (ROM) Terhadap


Rentang Gerak Sendi Pasien Pasca Stroke. Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Fatkhurrohman, Mohammad. (2011). Tesis: Pengaruh Latihan Motor Imagery


Terhadap Kekuatan Otot Ekstremitas Pada Pasien Stroke Dengan
Hemiparesis Di Rumah Sakit Umum Daerah Bekasi.

Gordon, F. (2012). Stroke Panduan Latihan Lengkap. Jakarta: PT Rajagrafindo


Persada
Guyton & Hall. (2007). Buku Ajar Fisiologi Kedokteran.Jakarta: EGC

Hasymi, Dianti, dan Utami (2013). Pengaruh Latihan Range of Motion (ROM)
Terhadap Kekuatan Otot, Luas Gerak Sendi dan Kemampuan Fungsional
Pasien Stroke di RSUD Dr. M. Yunus. Bengkulu

Helmi, Z, N. (2012). Buku Ajar Gangguan Muaskuloskeletal. Salemba Medika:


Jakarta

Irfan, Muhammad. (2010). Fisioterapi Bagi Insan Stroke. Yogyakarta: Graha Ilmu
61

Junaidi, Iskandar. (2011). Stroke Waspadai Ancamannya. Penerbit Andi.


Yogyakarta

Lewis. (2006). Keperawatan Medikal Bedah CVD non hemoragik. Jakarta: EGC
edisi ke 3

Lukman & Ningsih, Nurma. (2012). Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan
Sistem Musculoskeletal. Jakarta: Salemba Medika
Marlina. (2011). Pengaruh Latihan ROM Terhadap Peningatan Kekuatan Otoy
Pada Pasien Stroke Iskemik di RSUDZA Banda Aceh. Universitas Syiah
Kuala, Banda Aceh

Mulyatsih Enny & Ahmad, A. (2010). Stoke Petunjuk Perawatan Pasien Pasca
Stroke di Rumah. FKUI: Jakarta

Murtaqib. (2013). Latihan Range Of Motion (ROM) Pasif Dan Aktif Selama 1-2
Minggu Terhadap Perbedaan Peningkatan Rentang Gerak Sendi Pada
Penderita Stroke Di Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember. Universitas
Jember

Muttaqin, arif. (2012). Buku ajar Asuhan keperawatan klien dengan gangguan
sistem kardiovaskular dan hematologi. Jakarta: Salemba Medika

National Stroke Association. (2012). Stroke facts, http://www.stroke.org. Diakses


pada tanggal 20 Januari 2018 pukul 20.00 WIB

Notoatmodjo, Soekidjo. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT


Rineka Cipta

Palandeng, A dkk. (2013). Pengaruh Latihan Range Of Motion ( ROM ) Terhadap


Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke Di Irina F Neurologi Blu Rsup Prof. Dr.
R. D. Kandoumanado

Pinzon, R. & Laksmi Asanti. (2010). Awas Stroke! Pengertian, Gejala, Tindakan,
Perawatan, dan Pencegahan. Hal. 20. Yogyakarta: Penerbit Andi

Potter, & Perry, A. G. (2007). Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep,.


Proses, dan Praktik, edisi 4, Volume.2. Jakarta: EGC.

Price Sylvia A, Wilson Lorraine M. (2012). Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-


Proses Penyakit. Jakarta: EGC

Pudiastuti. (2011). Buku Penyakit Pemicu stroke. Yogyakarta. Nuha Medika


61

Purwanti R dan Purwaningsih W. 2013. Pengaruh Latihan Pengaruh Latihan


Range of Motion (ROM) Aktif Terhadap Kekuatan Otot Pada Pasien Post
Operasi Fraktur Humerus di RSUD Dr. Moewardi. GASTER. Vol. 10. No: 2
Agustus 2013.

Rahayu. (2015). Pengaruh Pemberian Latihan Range Of Motion ( ROM ) Terhadap


Kemampuan Motorik Pada Pasien Post Stroke Di Rsud Gambiran. Fakultas
Ilmu Kesehatan Universitas Kadir

Rikesdas. (2013). Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI

Rudianto. (2010). Stroke dan rehabilitasi pasca-Stroke, Jakarta: PT Bhuana Ilmu


Populer

Smeltzer, S, C. & Bare, B, G. (2012). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah.


Jakarta: EGC.

Sofwan, Rudianto. 2010. Stroke dan Rehabilitasi Pasca-Stroke, Jakarta: PT Bhuana


Ilmu Populer

Stanley M dan Beare P G. 2006. Buku Ajar Keperawatan Gerontik. Dialih


bahasakan oleh Nety Juniarti dan Sari Kurnianingsih. Edisi ke-2. Jakarta:
EGC

Suratun. (2008). Klien Gangguan Sistem Muskuloskeletal. Seri Asuhan


Keperawatan. Editor Monika Ester. Jakarta: EGC

Sutrisno, Alfred. (2007). Stroke? you must know before you get it. Jakarta: PT.
Gramedia Pustaka Utama.

Tarwoto, Wartonah (2013). Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta: CV Sagung Seto

Tseng, C, Chen, CC, Wu, S & Lin, L. (2007). Effects of a range of motion exercise.
Journal of Advanced Nursing. 57 (2), 181-191.

Wang, Q. (2013). Acupuncture Therapy for Stroke Patients. Dalam Y. Z. Bai, R. L.


Fan, & K. Zhao, Internatinal Review of Neurobiology (Vol. III, hal. 159-173).
New York, USA: Elsevier

Wayan. (2012). Pengaruh Latihan Range Of Motion (ROM) Pasif Terhadap


Peningkatan Kekuatan Otot Ekstremitas Atas Pada pasien Stroke Non
Hemoragik.
61

Williams, L & Wilkins. (2011). Nursing: Memahami Berbagai Macam Penyakit.


Alih Bahasa Paramita. Jakarta: PT. Indeks

World Healt Organization. (2012). Data and Statistic of Stroke.


http://www.who.int/stroke/wntd/2010/statisticalreports/en/index.html/
Diakses pada tanggal 20 Januari 2018, pukul 15.00 WIB.

Yastroki. (2010). Yastroki Tangani Masalah Stroke di Indonesia.


http://www.yastroki.or.id/read.php?id=4. Diakses pada tanggal 15 Januari
2018, pukul 20.00 WIB.

Yulinda, W. (2009). Pengaruh empat minggu terapi latihan pada kemampuan


penderita stroke iskemik di RSUP H. Adam Malik Medan. Medan : Fakultas
Kedokteran Universitas Sumatra Utara