Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam sistem transmisi dan distribusi tenaga listrik kualitas daya


yang berikan haruslah memiliki kualitas daya yang baik,dikarenakan
apabila terjadi masalah pada kualitas daya akan berakibat kesalahan
operasi pada peralatan yang disupply.

Voltage dip atau voltage sag adalah salah satu permasalahan pada
kualitas daya listrik, voltage dip merupakan suatu fenomena penurunan
tegangan rms dari nilai nominalnya yang terjadi dalam waktu yang
singkat, sekitar 10 ms sampai beberapa detik. Penyebab voltage dip antara
lain bisa karena pengasutan beban induktif atau pada jaringan transmisi
dan distribusi karena terjadi singe-line-to-ground (SLG) dan line-to-
line (L-L) fault. SLG fault

Seperti yang terjadi pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)


Wendit Malang karena pada perusahaan terdapat banyak beban induktif
(motor listrik) yang dalam pengasutannya membutuhkan arus listrik
sebesar 6 x arus nominal ( In) sehingga sering menyebabkan terjadinya
voltage dip pada PDAM tersebut.

1|P a g e Kualitas Daya Listrik


B. Rumusan Masalah

a. Apa saja pengujian yang perlu dilakukan?


b. Bagaimana cara melakukan pengujian?

C. Tujuan

Adapun tujuan penulisan makalah ini tidak lain untuk:

a. Dapat mengetahui Penyebab Volatage Sag.


b. Dapat mengetahui solusi voltage sag yang terjadi.
c. Mengetahui cara mengantisipasi voltage sag.

2| Kualitas Daya Listrik


BAB II

PEMBAHASAN

1. Pengertian Voltage Dip

Voltage sag atau yang sering juga disebut sebagai voltage dip merupakan
suatu fenomena penurunan tegangan rms dari nilai nominalnya yang terjadi
dalam waktu yang singkat, sekitar 10 ms sampai beberapa detik. IEC 61000-4-
30 mendefinisikan voltage sag (dip) sebagai penurunan besar tegangan
sementara pada titik di bawah nilai threshold-nya. Sedangkan berdasarkan
IEEE Standard 1159-1995, voltage sagmerupakan variasi tegangan rms
dengan besar antara 10% sampai 90% dari tegangan nominal dan berlangsung
selama 0,5 siklus sampai satu menit. Gambar berikut menunjukkan gelombang
tegangan saat terjadi voltage sag dengan besar 0,3 pu dan berlangsung selama
0,3 detik.

2. Penyebab Voltage Dip

a. Kegagalan (fault) dalam sistem dan penyalaan motor induksi berdaya


besar dapat menyebabkan voltage sag. Motor induksi umumnya
mengkonsumsi 5 sampai 6 kali arus ratingnya pada saat start dan arus ini
akan menurun secara bertahap seiring dengan pertambahan kecepatan
motor sampai pada kecepatan ratingnya. Durasi dari sagbergantung pada
dinamika motor dan dinamika motor tersebut ditentukan oleh
parameternya, khususnya inersia motor. Pada kasus voltage sag karena
penyalaan motor yang besar, sag yang terjadi biasanya tidak terlalu
signifikan tapi berlangsung dalam waktu yang relatif lama.

3|P a g e Kualitas Daya Listrik


b. Kegagalan yang terjadi pada saluran transmisi dan distribusi yang
biasanya menjadi sumber terjadinya sag adalah singe-line-to-
ground (SLG) dan line-to-line (L-L) fault. SLG fault sering disebabkan
karena kondisi cuaca yang buruk seperti karena petir, salju/es dan angin.
Aktivitas binatang dan juga manusia seperti konstruksi juga dapat
menyebabkan SLG fault. L-L fault dapat terjadi akibat cuaca buruk,
ranting pohon maupun karena binatang. Fault pada feeder paralel
menyebabkan tegangan jatuh pada bus substation yang akan
mempengaruhi semua feeder lainnya sampai fault dihilangkan.

3. Pengasutan Motor

Voltage dip pada PDAM Wendit Malang terjadi karena banyaknya beban
induktif ( motor listrik ) terdapat motor listrik dengan kapasitas 200 kW
dengan arus beban penuh sebesar 354 A,motor menarik arus sebesar 2106,73
A yang mengakibatkan penurrunan tegangan tegangan sesaat pada bus hingga
358,49 V dengan arus keadaan ajek sebesar 333,39 A.

Ada beberapa metode penngasutan yang dapat dilakukan antara lain :

a. Pengasutan Auto Transformator

Sebuah pengasutan motor dengan Autotransformator merupakan


salah satu metode lain yang dapat digunakan untuk mengurangi
besarnya arus pengasutan motor dengan jalan mengurangi besarnya
tegangan selama proses-proses awal pengasutan karena pengurangan
tegangan akan berakibat pada berkurangnya torsi asut maka tegangan
akan direduksi secukupnya saja untuk mengurangi arus pengasut,
dengan cara memilih tingkat tegangan tertentu di kenal sebagai tapping
4| Kualitas Daya Listrik
tegangan. Rangkaian pengasutan dengan autotrafo ditunjukkan pada
gambar dengan memposisikan saklar pada posisi mulai (Start) maka
akan diperoleh hubungan seri antara belitan-belitan auto trafo, dengan
belitan pengasut motor yang terhubung delta. Ketika kecepatan
puataran motor telah cukup tinggi, maka saklar dipindahkan ke posisi
jalan (Run) yang akan menghubungkan belitan-belitan motor secara
langsung ke suplai tegangan 3 fasa. Keuntungan dari metode
pengasutan ini ialah hanya memerlukan 3 buah kawat penghantar
penghubung antara rangkaian pengasut motor dan rangkaian motor
walaupun tidak terlihat di dalam gambar. Pengasut motor ini juga
dilengkapi juga
dengan peralatan proteksi beban lebih serta proteksi terhadap
terjadinya kehilangan tegangan.

Gambar 1. Rangakaian Autotrafo

b. Pengasutan Resistor

Untuk melakukan pengasutan motor dalam kondisi berbeban


umumnya digunakan motor induksi dengan jenis rotor belitan karena
memberi kemungkinan untuk melakukan penyambungan rangkaian
rotor dengan tahanan luar melalui cincin slip dan sikat untuk
meningkatkan torsi asut motor. Pada saat awal pengasutan motor,
resistansi rotor luar adalah bernilai maksimum, kemudian seiring
dengan meningkatnya putaran motor, resistansi rotor luar ini dikurangi

5|P a g e Kualitas Daya Listrik


secara bertahap hingga pada saat kecepatn penuh motor tercapai nilai
resistansinya adalah nol dan motor bekerja normal sepertin halnya
rotor motor sangkar. Rangkaian pengasut motor ini dilengkapi juga
dengan peralatan proteksi beban lebih, proteksi terhadap terjadinya
kehilangan tegangan serta system interlocking untuk mencegah
terjadinya pengasutan motor dalam kondisi pengasutan motor dalam
kondisi resistansi rotor tak terhubungkan. Rangkaian seperti pada
gambar, tetapi rangkaian proteksinya tidak ditunjukkan.

Gambar 2. Rangkaian pengasutan resistor

c. Pengasutan Reactor

Cara lain untuk menurunkan arus awal adalah dengan menghubungkan


Reactor yang dipasang seri dengan stator. Dengan saklar hubung singkat
yang tersambung dengan jaringan 3 phasa. Setelah motor berputar maka
Reactor dilepas,

6| Kualitas Daya Listrik


4. Hasil Analisa Pengasutan Motor

a. Hasil simulasi pengasutan motor

Motor dengan kapasitas 200 kW di asut tanpa alat bantu pengasutan


dengan setingan waktu t = 0. Dengan arus beban penuh (Ifl) sebesar 354 A,
motor menarik arus 2016,73 A yang mengakibatkan terjadi penurunan
tegangan sesaat pada bus hingga 358,49 V dengan arus kadaan ajek sebesar
333,39 A.

Gambar 3. Profil tegangan Bus tanpa peralatan pengasutan motor.

Gambar 4. Profil tegangan Bus tanpa peralatan pengasutan motor.

Gambar 5. Profil arus asut (A) terhadap seting tap (%).

7|P a g e Kualitas Daya Listrik


Gambar 6. Profil tegangan terminal motor (V) terhadap seting tap (%).

Gambar 7. Profil torsi asut (N-m ) terhadap seting tap (%).

b. Pengasutan Menggunakan Autotrafo

Dengan menggunakan peralatan pengasutan Auto-trafo dengan tap 50% dan switch off t =
2 detik, arus awal mengalami penurunan menjadi 1,63 kali arus beban penuh atau sama
dengan 578,32 A.

Gambar 8. Profil tegangan Bus saat pengasutan menggunakan autotrafo.

8| Kualitas Daya Listrik


Sehingga tegangan pada bus turun menjadi 194,02 V seperti diperlihatkan Gambar 8.
Namun penurunan tegangan terminal motor berdampak pada penurunan torsi awal sebesar
54,90 N-m. Arus kondisi mantap yaitu 333,39 A seperti diperlihatkan Gambar 9.

Gambar 9. Profil arus pengasutan menggunakan auto-trafo.

c. Pengasutan menggunakan Resistor

Dengan menggunakan peralatan pengasutan resistor dengan tap


50% dan switch off t = 2 detik, arus naik sebesar 1149,79 A dan turun lagi
sampai kondisi mantap yaitu 333,39ª seperti diperlihatkan Gambar 10.
Tegangan pada bus mengalami penurunan pada saat pengasutan sebesar
191,67 V seperti diperlihatkan Gambar 11.

Gambar 10. Profil tegangan Bus saat pengasutan dengan resistor.

9|P a g e Kualitas Daya Listrik


Gambar 11. Profil arus saat pengasutan menggunakan resistor

d. Hasil Simulasi Pengasutan Reaktor

Profil arus pengasutan motor induksi 3 fasa menggunakan reaktor diperlihatkan


Gambar 12.

Gambar 12. Profil tegangan Bus saat pengasutan dengan reaktor.

Pada pengasutan menggunakan reaktor dengan tap 50% dan switch off t = 2
detik memperlihatkan arus naik menjadi 1130,56 A dan turun lagi sampai kondisi
mantap menjadi 333,39 A. Sedangkan tegangan pada bus mengalami penurunan hingga
188,51 V seperti diperlihatkan Gambar 13.

Gambar 13. Profil arus pengasutan menggunakan 10eactor.

10 | Kualitas Daya Listrik


5. Perhitungan Beban Pemakaian Motor Induksi 200 kW pada PDAM
Wendit
Penjadwalan pengoperasian motor pompa disesuaikan dengan kondisi beban puncak
pada PLN sebagai penyuplai energi listrik dan juga kebutuhan pasokan air bersih yang
didistribusikan oleh PDAM itu sendiri dan yang terutama tarif listrik atas pemakaian energi
listrik.

Gambar 14. Jadwal Pengoperasian motor pompa


Dengan data spesifikasi motor induksi dan jadwal pengoperasiannya, maka dapat
diperoleh perbandingan daya waktu pengasutan dan besar energi yang terpakai selama
1 bulan sebagai berikut.

Analisa Perhitungan Daya dan Energi Pengasutan Motor Tanpa Pengasutan. Dengan
adanya penjadwalan pengoperasian dalam satu hari terdapat 1 kali pengasutan motor
pompa dengan kapasitas daya 200 kW, dengan t = 1,7802 detik, daya awal yang
dibutuhkan motor sebesar 1141,538 kW dan pemakaian energinya sebesar 16,932 kWh
selama 30 hari.

Analisa Perhitungan Daya dan Energi Starting Motor dengan Pengasutan Autotrafo.
Pengasutan menggunakan autotrafo, untuk t = 3,540 detik, daya awal yang dibutuhkan
sebesar 167,197 kW sedangkan pemakaian energinya sebesar 4,932 kWh.

Analisa Perhitungan Daya dan Energi Starting Motor dengan Pengasutan Resistor.
Untuk pengasutan motor dengan menggunakan resistor dengan waktu t = 3,560 detik,
daya awal yang dibutuhkan sebesar 326,828 kW sedangkan pemakaian energinya
sebesar 9,695 kWh.

11 | P a g e Kualitas Daya Listrik


Analisa Perhitungan Daya dan Energi Starting Motor dengan Pengasutan Reaktor.
Pengasutan menggunakan reaktor, dengan waktu t = 3,5802 detik, membutuhkan daya
awal sebesar 317,458 kW sedangkan pemakaian energinya sebesar 9,470 kWh. Untuk
melihat secara detail perhitungan daya dan energi yang terpakai seperti yang
diperlihatkan

TABEL 1
PERHITUNGAN DAYA AWAL START DAN ENERGI YANG TERPAKAI

Sedangkan perhitungan pemakaian energi motor selama 30 hari tanpa dan dengan 3
jenis peralatan pengasutan autotrafo, resistor dan reaktor masing-masing dapat dilihat
pada Tabel II, III, IV dan V.
TABEL II
PEMAKAIAN ENERGI TANPA PENGASUTAN
Motor pompa W asut W normal Jumlah daya Keterangan
(kWh)
(kWh) (kWh) (operasi)
Motor 1 0 144.270,79 144.270,79 24 jam
Motor 2 0 144.270,79 144.270,79 24 jam
Motor 3 16,392 136.752,52 136.752,52 Off 20,30 ; on
22.15
Motor 4 0 0 0 cadangan
Total pemakaian energi selama 1 bulan 

12 | Kualitas Daya Listrik


TABEL 3
PEMAKAIAN ENERGI MENGGUNAKAN AUTOTRAFO

Motor pompa W asut W normal Jumlah daya Keterangan


(kWh)
(kWh) (kWh) (operasi)
Motor 1 0 144.270,79 144.270,79 24 jam
Motor 2 0 144.270,79 144.270,79 24 jam
Motor 3 4,392 136.752,52 136.752,52 Off 20,30 ; on
22.15
Motor 4 0 0 0 cadangan
Total pemakaian energi selama 1 bulan 425.311,032

TABEL IV
PEMAKAIAN ENERGI MENGGUNAKAN PENGASUTAN RESISTOR

Motor pompa W asut W normal Jumlah daya Keterangan


(kWh)
(kWh) (kWh) (operasi)
Motor 1 0 144.270,79 144.270,79 24 jam
Motor 2 0 144.270,79 144.270,79 24 jam
Motor 3 9,695 136.752,52 136.752,52 Off 20,30 ; on
22.15
Motor 4 0 0 0 cadangan
Total pemakaian energi selama 1 bulan 425.311,032

13 | P a g e Kualitas Daya Listrik


TABEL V
PEMAKAIAN ENERGI MENGGUNAKAN PENGASUTAN REAKTOR

Motor pompa W asut W normal Jumlah daya Keterangan


(kWh)
(kWh) (kWh) (operasi)
Motor 1 0 144.270,79 144.270,79 24 jam
Motor 2 0 144.270,79 144.270,79 24 jam
Motor 3 9,47 136.752,52 136.752,52 Off 20,30 ; on
22.15
Motor 4 0 0 0 cadangan
Total pemakaian energi selama 1 bulan 

Gambar 17. Profil arus dari masing-masing peralatan pengasutan.

6. Kesimpulan
Dari pengujian dan analisis yang dilakukan terhadap model peralatan
pengasutan motor induksi 3 fasa 220 kW diatas, maka dapat diambil beberapa
kesimpulan, antara lain:
a) Pengasutan motor induksi tanpa menggunakan peralatan pengasutan
mengakibatkan jatuh tegangan pada bus, karena arus yang ditarik motor
sangat tinggi 5,6 kali dari arus nominal atau sama dengan 2016,73 A, dan
torsi pengasutan sebesar 543,43 N.m dengan energi awal start yang
terpakai sebesar 16,932 kWh.

14 | Kualitas Daya Listrik


b) Pengoperasian motor dengan peralatan pengasutan dapat menurunkan arus
awal, tetapi penurunan arus awal juga berdampak pada penurunan torsi
dimana jika tegangan diturunkan menggunakan pengasutan Autotrafo
dengan tap 50%, didapat arus awal sebesar 1,63 kali arus nominal atau
sama dengan 578,32 A. Torsi pengasutan juga mengalami penurunan
54,90 N.m, sedangkan pemakaian energi awal start listrik sebesar 4,932
kWh dengan selisih 12 kW. dari pemakaian energi awal start tanpa
pengasutan.

c) Pengasutan motor dengan menggunakan resistor dengan tap 50% untuk


energi awal yang terpakai sebesar 9, 695 kWh dengan selisih 7,237 kWh
dari pemakaian energi awal tanpa pengasutan, diperoleh arus awal sebesar
3,2 kali arus nominal atau sama dengan 1144,79 A, dan torsi pengasutan
juga mengalami penurunan 44,20 N.m.

d) Pengasutan motor dengan menggunakan peralatan reactor dengan tap 50


% diperoleh arus awal yang hampir sama dengan pengasutan
menggunakan resistor

15 | P a g e Kualitas Daya Listrik


BAB III

PENUTUP

Demikianlah makalah yang saya buat ini, semoga bermanfaat dan


menambah pengetahuan para pembaca.saya mohon maaf apabila ada kesalahan
ejaan dalam penulisan kata dan kalimat yang kurang jelas, dimengerti, dan
lugas.Karena saya hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan Dan saya
juga sangat mengharapkan saran dan kritik dari para pembaca demi kesempurnaan
makalah ini.Sekian penutup dari saya semoga dapat diterima di hati dan saya
ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

16 | Kualitas Daya Listrik


DAFTAR PUSTAKA
1) Prasetya A. P , Abdul Hamid, Nakhoda Y. I . 2012. Analisa Perbandingan
sistem pengasutan motor induksi 3 fasa sebagai penggerak pompa pada
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Wendit Malang. Di ambil dari
https://s3.amazonaws.com/academia.edu.documents/33974425/246-314-
1-
SM.pdf?AWSAccessKeyId=AKIAIWOWYYGZ2Y53UL3A&Expires=1
538196677&Signature=lVvn%2BzNusjAdgfdWM3dKMqaFLcE%3D&re
sponse-content-
disposition=inline%3B%20filename%3DAnalisis_Perbandingan_Sistem_
Pengasutan.pd

2) http://ferryxseven.blogspot.com/2010/12/jenis-jenis-pengasutan-starting-
pada.html diakses pada tanggal 30 september 2018 pukul 14.00

17 | P a g e Kualitas Daya Listrik