Anda di halaman 1dari 13

ANALISA STRATEGIK KONSEP SMART TOURISM bertumbangan.

Indonesia adalah negara dengan potensi


PADA PARIWISATA INDONESIA pariwisata yang sangat besar dan telah menjadi salah satu
destinasi pariwisata dunia. Indonesia memiliki tempat-
Imran Aulia – 1706992343 tempat menarik untuk pariwisata, wilayah pedalaman yang
indah, reruntuhan budaya dan peninggalan sejarah yang
Program Studi Magister Manajemen Telekomunikasi, menarik, pantai-pantai yang menawan , dan banyak lagi.
Fakultas Teknik Indonesia juga merupakan negara kepulauan yang di huni
Universitas Indonesia - Jakarta, Indonesia oleh ratusan suku bangsa yang memiliki berbagai macam
Tel : +6285320084443, Email : Imran.aulia@ui.ac.id kebudayaan dan peninggalan sejarah. Pantai-pantai di Bali
yang sudah tersohor di seluruh dunia, tempat menyelam
Dosen : DR Ir Iwan Krisnadi MBA di Bunaken, Gunung Rinjani di Lombok, Candi Borobudur
dan puluhan taman nasional merupakan beberapa contoh
spot tujuan wisata di Indonesia. Tempat-tempat wisata itu
ABSTRAK didukung dengan warisan budaya yang kaya yang
Pariswisata adalah salah satu sektor ekonomi mencerminkan sejarah dan keberagaman etnis Indonesia
terpenting.Industri pariwisata menjadi salah satu yang dinamis. Pesona alam dan keberagaman budaya di
penyumbang devisa terbesar dan juga mampu memberikan Indonesia telah menjadi daya Tarik bagi turis untuk datang
lapangan kerja baru. Indonesia adalah negara dengan ke Indonesia. Pariwisata di Indonesia merupakan sektor
potensi Pariwisata yang luar biasa. Kondisi alam dan ekonomi penting di Indonesia. Pariwisata menempati
peninggalan budaya dan sejarah menjadi daya Tarik bagi urutan keempat dalam hal penerimaan devisa negara
wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia, akan tetapi setelah komoditi minyak dan gas bumi , batu bara,
angka kunjungan pariwisata di Indonesia masih jauh serta minyak kelapa sawit. Sektor pariwisata juga menjadi
tertinggal di banding negara tetangga di Asia. Salah satu penyumbang 9,8 juta lapangan kerja. Berdasarkan data
strategi yang di terapkan meningkatkan kunjungan tahun 2016, jumlah wisatawan mancanegara yang datang
wisatawan mancanegara adalah dengan memanfaatkan ke Indonesia sebesar 11.525.963 juta lebih atau tumbuh
penerapan inovasi Teknologi infomasi atau yang dikenal sebesar 10,79% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun
juga dengan konsep Smart Tourism, Smart tourism dapat angka ini Jauh lebih rendah di bandingkan negara tetangga
mengubah perilaku wisatawan, jumlah kunjungan, begitu seperti Thailand , Malaysia dan singapure, padahal potensi
juga fungsi dan struktur industri pariwisata secara wisata Indonesia tidak kalah cantik dan menarik. Thailand
signifikan. Pada makalah ini akan dibahas bagaimana telah mendatangkan 24,8 Juta wisatawan dan Malaysia
analisa strategic konsep smart tourism dengan dengan 27,4 Juta wisatawan mancanegara. Begitu juga
menggunakan metode SWOT untuk mengetahui hubungan dengan Penerimaan devisa pariwisata, Indonesia hanya
antara peluang eksternal dengan kekuatan internal serta setengah dari Malaysia dan seperempat dari Thailand.
antara kelemahan internal dengan ancaman eksternal. Untuk itu pemerintah berusaha menggenjot penerima
Dan juga menggunakan analisis PEST untuk mengetahui devisa dari sektor pariwisata dengan menjadikan pariwisata
kondisi lingkungan internal dan eksternal yang menjadi sektor prioritas pembangunan. Salah satu upaya
mempengaruhi konsep smart tourism. Dari analisas untuk meningkatkan potensi industri pariwisata adalah
strategic tersebut akan di hasilkan formulasi yang akan di dengan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi
terapkan dalam indsustri pariwisata di Indonesia. informasi dan komunikasi Atau dikenal juga dengan istilah
smart tourism. Istilah smart tourism pertama kali sempat
Kata kunci : Smart Tourism, SWOT, PEST. Formulasi disinggung sewaktu pertemuan United Nations World
strategic Tourism Organization (UNWTO) pada tahun 2009. Selain
itu, konsep mengenai smart tourism juga dikemukakan oleh
I. PENDAHULUAN The Organisation for Smart Tourism di Inggris pada tahun
2011. Baru-baru ini, negara-negara maju Asia seperti Korea
1.1 Latar Belakang Selatan, Tiongkok, dan Taiwan sangat antusias untuk
Pariwisata saat ini telah menjadi salah satu motor menerapkan smart tourism guna meningkatkan nilai jual
penggerak ekonomi dunia terutama dalam penerimaan industri pariwisatanya.
devisa negara memelalui konsumsi yang di lakukan oleh
turis asing terhadap produk barang dan jasa nasional. 1.2 Rumusan Masalah
Berbagai organisasi internasional seperti PBB, Bank Dunia, Pada makalah ini akan membahas bagaimana analisa
United Nation World Tourism Organization (UNWTO) strategik smart tourism berdasarkan analisa SWOT dan
telah mengakui bahwa pariwisata merupakan sektor PEST , formulasi strategi dan implementasi strategi dalam
ekonomi yang mampu bertahan dalam krisis ekonomi pemasaran pariwisata Indonesia dengan menggunakan
global. Sektor pariwisata menunjukkan pertumbuhan positif konsep smart tourism. Metode penelitian yang dilakukan
dan di sisi lain banyak sektor ekonomi lain nya adalah studi litelatur. Kami berpendapat bahwa, jika smart

1|Page
Bambang Sugiarto / 1606844504
tourism dapat di terapkan denga baik maka akan dapat masih menjadi destinasi favorit wisatawan mancanegara di
meningkatkan potensi kepariwisataan di Indonesia secara Indonesia. Sepanjang tahun 2016 ada 4,8 Juta wisatawan
signifikan , sehingga menjadikan Indonesia sebagai masuk melalui bandara Ngurah rai. Pada tahun 2017 ini
destinasi pariwisata utama di Asia yang mampunyai pemerintah menargetkan 15 Juta kunjungan wisatawan
keunggulan kompetitif yang tidak kalah dengan kawasan mancanegara ke Indonesia. dan pada tahun 2019
pariwisata di negara negara lain nya. pemerintah menargetkan 20 juta kunjungan wisatawan
mancanegara ke Indonesia. untuk itu Pemerintah tengah
1.3 Tujuan Penelitian gencar melakukan promosi ke sejumlah media di berbagai
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai negara. Melalui tagline “Wonderfull Indonesia” pemerintah
faktor dalam perumusan strategi untuk konsep smart menawarkan keindahan alam Indonesia ke dunia
tourism pada pariwisata di Indonesia. analisa berdasarkan internasional. Kampanye Wonderfull Indonesia di nilai
pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan efektif dalam mendatangkan wisatawan mancanegara.
(strengths) yang dimiliki oleh konsep smart tourism. Dan Sarana media online dan digital menjadi primadona untuk
memanfaatkan peluang (opportunities) yang ada. Namun memikat wisatawan.
bersamaan dengan itu juga menimalkan kelemahan
(weakness) dan ancaman (threat). Proses pengambilan Begitu juga dengan dunia ICT , pariwisata dan ICT menjadi
keputusan strategis juga menganalisa faktor lingkungan fokus pembangunan pemerintahan Jokowi. Berbagai
eksternal bisnis yang meliputi bidang politik , ekonomi , proyek ambisius di bidang ICT di lakukan untuk percepatan
social dan Teknologi. Dengan penelitian ini dapat membuat pembangunan infrastrukur ICT dan telekomunikasi guna
perencanaan strategis konsep smart tourism di Indonesia mendukung pembangunan nasional..Pada tahun 2017
dengan menganalisa faktor strategis yang ada. indonesia menjadi negara ke 5 dengan penguna internet
terbesar di dunia. Pergeseran trend ke dunia digital telah
II. TINJUAN TEORI menghasilkan pola pola baru dalam bisnis atau yang di
sebut juga dengan digital economy. Salah satu bentuk
2.1 Kondisi Pariwisata dan ICT di Indonesia digital ekonomi adalah hadir nya bisnis startup. Di
Dunia pariwisata Indonesia terus menggeliat. Indonesia Bisnis startup terus berkembang meskipun
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan banyak yang gagal. Hampir setiap saat muncul startup-
wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia sepanjang startup baru, namun belum dioptimalkan secara maksimal.
2016 mencapai 11,52 juta orang. Jumlah itu kurang 500 Bisnis startup di Indonesia yang paling banyak diminati
ribu dari target pemerintah yaitu 12 juta wisman. Angka adalah game dan aplikasi edukasi. Selain proses pembuatan
kunjungan wisatawan mancanegara terus tumbuh dari tahun game dan aplikasi edukasi yang relatif mudah, startup jenis
ke tahun. tumbuh sekitar 10% dari tahun 2015. ini memiliki pangsa pasar yang potensial dan terbuka di
Jumlah wisatawan asing terbanyak masih di dominasi oleh Indonesia. Setelah itu diikuti startup e-commerce dan
negara regional yang berasal dari Tiongkok, yakni 1,43 informasi. Dengan berkembangnya social media dan
juta. Selanjut nya di ikuti oleh singapure , Malaysia dan smartphone, pasar untuk mobile game dan social game ikut
Australia. Sedangkan untuk negara lain seperti negara berkembang dan semakin besar. Sementara itu untuk
eropa dan amerika masih di bawah itu akan tetapi aplikasi atau website yang bergerak di bidang e-commerce
pertumbuhan nya masih positif. dan informasi. Dunia pariwisata juga tak luput dari
perkembangan industri digital. Banyak aplikasi dan situs
booking hotel dan tiket atau pun aplikasi aplikasi yang
mendukung perkembang sektor pariwisata di Indonesia.

2.2 Smart Toursim


Smart Tourism didefinisikan sebagai platform
pariwisata ICT terintegrasi. Platform tersebut
mengintegrasikan peran teknologi informasi dalam
memberikan informasi dan layanan yang efisien untuk
wisatawan. Smart Tourism memuat beberapa tujuan,
pertama membuat data base terkait sumber daya pariwisata,
Tabel 1. Kunjungan Wisatawan mancanegara tahun didukung dengan perkembangan Internet of Things dan
2015-2016 Cloud Computing yang berfokus pada peningkatan wisata
Kondusif nya iklim sosial politik di Indonesia menjadi melalui identifikasi dan pemantauan yang ada. Kedua,
salah satu faktor yang mempengaruhi angka kunjungan ke memajukan daerah destinasi wisata dengan inovasi industri
Indonesia. seperti yang kita ketahui serangkaian peristiwa pariwisata untuk promosi pariwisata, peningkatan
terorisme yang terjadi beberapa tahun belakangan berimbas pelayanan wisata dan manajemen pariwisata. Ketiga,
pada turun nya kunjungan wisatawan mancanegara. Bali memperluas skala industri pariwisata dengan platform

2|Page
Bambang Sugiarto / 1606844504
informasi real time, mengintegrasikan penyedia jasa 2.4 Metode Analisis Strategik SWOT
pariwisata dan peran masyarakat local. Menurut Blocher et al., (2007) analisis SWOT
merupakan prosedur sistematis untuk mengidentifikasi
faktor-faktor penentu kesuksesan yang dimiliki oleh
organisasi yakni kekuatan dan kelemahan internal, serta
peluang dan ancaman eksternal. Sedangkan menurut Wanti
et.al., (2014) analisis SWOT adalah suatu alat perencanaan
stratejik yang penting untuk membantu perencanaan untuk
membandingkan kekuatan dan kelemahan internal
perusahaan dengan peluang dan ancaman dari eksternal.
Analisis SWOT didasarkan pada kesesuaian antara sumber
daya internal perusahaan dengan situasi eksternalny.
Kesesuaian yang baik akan memaksimalkan kekuatan dan
peluang perusahaan serta meminimalisir kelemahan dan
ancaman. Strengths (kekuatan) dan weaknesses
Gambar 1. Komponen Smart Tourism (kelemahan) adalah faktor manajemen yang sepenuhnya
Dalam pewujudan smart tourism, terdapat tiga komponen
dalam kendali manajemen, dimana kekuatan adalah faktor-
dan layer utama. Pertama adalah Smart Experience yang
faktor yang selama ini berhasil dikendalikan sehingga
memberikan pengalaman lebih bagi pengunjungnya,
memberikan dampak positif bagi organisasi. Sedangkan
misalnya update informasi terbaru, dan sebagainya. Kedua
kelemahan adalah faktor yang tidak berhasil dikelola
adalah Smart Business Ecosystem—tentu saja industri
sehingga memberikan dampak yang negatif bagi
pariwisata tidak lepas dari urusan bisnis, sehingga
perusahaan. Opportunities (peluang) adalah faktor yang ada
pelaksanaannya harus ramah investor. Ketiga adalah Smart
diluar kendali manajemen, tetapi kemunculannya akan
Destination—selain meningkatkan pengalaman pengguna,
memberikan suatu peluang sukses bagi perusahaan. Jika
destinasi wisata pun harus mampu menawarkan nilai lebih
perusahaan mempunyai kkeuatan yang cukup untuk
yang membedakannya dengan tempat yang lain. Ketiga
beradaptasi. Threats (ancaman) adalah faktor-faktor yang
elemen di atas sama-sama menghasilkan dan menggunakan
berada diluar manajemen, tetapi bila muncul akan
data yang berpola: pengumpulan, pertukaran, dan
mengancam hidup organisasi. Ancaman merupakan
pemrosesan.
penghalang utama bagi organisasi dalam mencapai posisi
Piranti ICT serta aplikasi yang bisa diakses secara luas juga
saat ini atau posisi yang diinginkan. Setelah kelemahan,
memungkinkan industri pariwisata untuk menjadi semakin
kekuatan, serta peluang dan ancaman dapat diidentifikasi,
pintar. Artinya, pihak-pihak terkait mesti ikut
maka selanjutnya akan diproses dengan formulasi strategi
meningkatkan performa serta tingkat persaingan satu
dengan menggunakan analisis SWOT menggunakan tabel
destinasi wisata dengan destinasi wisata yang lain. Terdapat
EFAS (External Factor Analysis Summary) dan IFAS
perputaran informasi yang begitu deras di sisi bisnisnya.
(Internal Factor Analysis Summary).
Hal itu akan berdampak pada strategi marketing,
manajemen usaha, maupun standar pelayanan terhadap
wisatawan. 2.5 Metode Analisis Strategik PEST
Menurut Ward and Peppard (2002) Analisis PEST
2.3 Pengertian Strategik adalah analisa terhadap faktor lingkungan eksternal bisnis
Seiring dengan perkembangan konsep manajemen yang meliputi bidang politik , ekonomi , social dan
strategik (strategic management) strategi tidak hanya Teknologi. PEST digunakan untuk menilai pasar dari suatu
didefinisikan sebagai cara untuk mencapai tujuan karena unit bisnis atau unit organisasi. Arah analisis PEST adalah
dalam konsep manajemen strategi adalah suatu kebutuhan kerangka untuk menilai sebuah situasi dan menilai strategi,
bagi perusahaan demi mencapai tujuan perusahaan. arah perusahaan , rencana pemasaran atau ide. Dimana
Menurut Haris (2013) bahwa strategi adalah suatu rencana analisis ini cukup mempengaruhi kebijakan dari suatu
yang digunakan untuk mencapai tujuan perusahaan yakni perusahaan. Karena dengan analisis ini dapat di ambil suatu
memberikan kepuasan pada pelanggan dalam peluang atau ancaman baru bagi konsep atau bisnis
pertukarannya untuk mendapatkan sejumlah laba. Selain itu perusahaan.
strategi mempengaruhi kemakmuran perusahaan dalam Faktor faktor dari lingkungan biasanya di dianggap
jangka panjang, khususnya untuk lima tahun , dan bersama-sama dalam tahap awal pemikiran strategis, selain
berorientasi ke masa depan. Strategi memiliki konsekuensi hanya menggunakan PEST, pendekatan analisis seperti
yang multifungsi dan multidimensi serta perlu faktor legal (hukum) biasanya disertakan dengan faktor-
mempertimbangkan faktor-faktor eksternal dan internal faktor politik dan ecological / environmental dengan
yang dihadapi perusahaan (David, 2006). faktor-faktor sosial dalam analisis PEST
standar. Monitoring yang cermat pada faktor-faktor ini

3|Page
Bambang Sugiarto / 1606844504
dapat menyebabkan peluang bisnis yang signifikan dan 2. Smart tourism mendukung pertumbuhan
dapat mengidentifikasi potensi ancaman tepat pada perekonomian negara,
waktunya sehingga dapat mengambil tindakan untuk 3. Menjamin keberlanjutan pengembangan
mengurangi dampak tersebut. Beberapa aspek dalam pariwisata yang mudah di akses semua
analisa strategic PEST orang.
1. Politik 4. Menciptakan wisata yang inovatif dan
Faktor politik seperti hukum , regulasi , kebijakan dibangun diatas infrastruktur teknologi
pemerintah atau aturan formal ataupun informal di mutakhir.
lingkungan perusahaan. 5. Meningkatkan kualitas pengalaman /
2. Ekonomi wisata tempat tujuan
Faktor ekonomi meliputi semua faktor yang 6. Trend penggunaan media social yang
mempengaruhi iklim berbisnis suatu perusahaan. dapat menjadi media promosi efektif
Contoh standar nilai tukar suku bunga dan untuk pariwsata
pertumbuhan ekonomi nasilonal.
3. Sosial B. Analisa Weakness
Faktor social Meliputi semua faktor yang dapat 1. Smart tourism masih bergantung pada
mempengaruhi kebutuhan dari pelanggan dan instruksi pengembangan dan dana dari
mempengaruhi ukuran dari besarnya pangsa pasar pemerintah.
yang ada. Contoh nya tingkat pendidikan 2. Adanya kesenjangan pemanfaatan ICT
masyarakat , tingkat pertumbuhan penduduk, (information and communication
kondisi lingkungan social dan lingkungan kerja. technologies) di berbagai daerah.
4. Teknologi 3. Publikasi informasi pariwisata masih
Faktor Teknologi meliputi semua hal yang dapat terbatas dan tidak up to date.
membantu dalam menghadapi tantangan bisnis 4. Kesiapan infrastruktur ICT belum matang
dan mendukung efiesiensi proses bisnis 5. Pemerintah daerah belum memahami
perusahaan . potensi wilayahnya.
6. Budaya lokal sebagai salah satu unsur
pengembangan Smart tourism masih
III. ANALISA DAN PEMBAHASAN kurang dioptimalkan.
7. Data potensi pariwisata yang dimiliki
3.1 Analisa Matrix SWOT oleh pemerintah masih sangat minim.

Analisa SWOT merupakan kajian sistematis C. Analisa Opportunities


terhadap faktor-faktor kekuatan (strenghts) dan kelemahan 1. Pariwisata penyumbang PDB, Devisa, dan
(weakness) internal organisasi dengan peluang Lapangan kerja yang paling mudah dan
(opportunities) dan ancaman (threats) lingkungan yang paling murah.
dihadapi perusahaan. Analisa SWOT juga merupakan Berdasarkan WTTC (2016) dan World
sarana bantu bagi perencana strategi guna Bank (2015), pertumbuhan PDB pariwisata
memformulasikan dan mengimplementasi strategi-strategi diatas rata-rata industri, menyumbangkan
untuk mencapai tujuan. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan 10% PDB nasional dan tertinggi di
dalam penggunaan analisa SWOT adalah dengan ASEAN. Selain itu, menduduki peringkat
melakukan analisis dan diagnosis lingkungan baik ke 4 sebagai penyumbang devisa nasional
lingkungan internal maupun eksternal organisasi. Analisis sebesar 9,3%, serta lapangan kerja
lingkungan merupakan suatu proses monitoring yang mengalami pertumbuhan sebesar 30%
dilakukan oleh penyusun strategi terkait sektor-sektor dalam waktu 5 tahun pada sektor
lingkungan untuk menentukan kesempatan-kegiatan pariwisata. Dengan adanya smart tourism
(peluang) dan ancaman-ancaman bagi perusahaan, diharapkan mampu meningkatkan PDB,
sedangkan diagnosa lingkungan berisi tentang keputusan devisa, serta lapangan kerja di Indonesia.
manajerial yang dibutuhkan dengan cara menilai signifikan 2. Pariwisata adalah kunci pembangunan,
data kesempatan dan ancaman dari analisa lingkungan. kesejahteraan, dan kebahagiaan. Hal ini
dapat dicapai salah satunya melalui konsep
A. Analisa Strengths smart tourism.
1. Smart tourism memungkinkan wisatawan
3. Pariwisata menjadi salah satu sektor
untuk berkomunikasi dan berinteraksi ekonomi yang terbesar dan tercepat
dengan lebih baik, serta mengacu pada pertumbuhannya di dunia serta telah
ekonomi pariwisata cerdas.

4|Page
Bambang Sugiarto / 1606844504
mengalami ekspansi dan diversifikasi MATRIX SWOT
berkelanjutan. 1. Pengemban 1. Mendukung
4. Jumlah total pencarian online dari gan pemerintah
wisatawan mancanegara mengalami berbagai dengan
peningkatan. macam memberikan
5. Kedatangan pariwisata mancanegara objek data yang
mengalami kenaikan 7,20% pada tahun wisata dibutuhkan
2014 potensial oleh
Indonesia wisatawan.
melalui 2. Mempersem
aplikasi pit
yang kesenjangan
ditawarkan pemanfaatan
smart ICT antar
tourism daerah
2. Meningkatk dengan
an menyediakan
perekonomi tourist
an negara information
melalui center (TIC)
pariwisata di setiap kota
berbasis yang
ICT mengakomod
3. Meningkatk asi seluruh
Tabel 2. Jumlah kedatangan wisatawan di an infomasi
negara negara asia kunjungan yang
wisatawan berkaitan
Dari tabel diatas terlihat Indonesia berada di lokal dengan
peringkat ke 7 jumlah kedatangan wisatawan maupun pariwisata &
mancanegara pada tahun 2014 dan mengalami mancanegar kebudayaan
peningkatan kunjungan wisatawan dari tahun a dengan kota tersebut.
2013. mempermu 3. Menciptakan
6. Pariwisata termasuk salah satu sektor prioritas dah akses aplikasi
pembangunan tahun 2017. pencarian pariwisata
7. Indonesia sangat potensial menjadi lumbung informasi terpadu.
smart tourism. Indonesia mempunyai begitu online 4. Optimasi
banyak objek wisata yang bisa dieksplorasi dan mengenai website
dikembangkan. objek resmi
wisata. pariwisata
D. Analisa Thearts (S-O) Indonesia
1. Dukungan, komitmen, serta peran aktif (W-O)
pemerintah ataupun institusi terkait dan 1. Menerapkan 1. Penyediaan
masyarakat awam yang masih rendah dalam konsep smart infrastruktur ICT yang
pengembangan smart tourism mempengaruhi marketing untuk standar dan
keberlangsungan pariwisata berbasis ICT. meningkatkan terintegrasi
2. Pendanaan yang tidak cukup, tidak berkelanjutan, pangsa pasar 2. Integrasi data
dan tidak terkontrol (adanya kemungkinan melalui sosial pariwisata dan
korupsi) dapat menghambat proses smart tourism. media, BigData, kebudayaan
3. Strategi branding yang belum tepat sasaran, tidak dll. 3. Pemerintah
komprehensif, dan belum terpadu. 2. Bekerja sama melakukan publikasi
dengan google, data secara transparan
discovery, 4. Survey potensi dan
youtube, dan kebudayaan di
berbagai masing-masing daerah
pemilik media. 5. Koordinasi dan
3. Meningkatkan kolaborasi antar

5|Page
Bambang Sugiarto / 1606844504
fasilitas di pelaku bisnis dalam 4. Salah satu kebijakan pemerintah yang terbaru
sekitar objek rangka meningkatkan adalah kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK)
wisata untuk kualitas layanan yang sudah menjadi 169 negara sebelumnya hanya
meningkatkan pariwisata. 90 negara. Hal ini akan meningkatkan jumlah
kemudahan dan kunjungan penduduk mancanegara ke Indonesia.
kenyamanan (W-T) 5. Pemerintah melalui kementerian pariwisata
wisatawan. menaikkan anggaran pariwisata untuk
(S-T) infrastruktur dan promosi pariwisata sebanyak Rp.
5,6 triliun. (travel.kompas.com)
6. Kementerian pariwisata gencar melakukan
promosi di negara-negara ASEAN dan negara
besar ASIA seperti Jepang, Korea, dan China.
7. Arahan Presiden pada sidang kabinet awal tahun,
4 Januari 2016 yaitu:
1. “pastikan kemajuan di lapangan pada sepuluh
destinasi wisata nasional”
2. “harus ada sistem yang terintegrasi dalam
3.2 Analisa PEST promosi perdagangan, pariwisata, dan investasi”

Menurut Ward dan Peppard (2002, p70-72) B. Faktor Ekonomi


analisis PEST adalah analisis terhadap faktor lingkungan
eksternal bisnis yang meliputi bidang politik, ekonomi, Faktor ekonomi meliputi semua faktor yang mempengaruhi
sosial, dan teknologi. PEST digunakan untuk menilai pasar daya pembelian dari pelanggan dan mempengaruhi iklim
dari suatu unit bisnis atau unit organisasi. Arah analisis dari bisnis suatu perusahaan.
PEST adalah kerangka untuk menilai sebuah situasi, dan
menilai strategi atau posisi, arah perusahaan, rencana
pemasaran, atau ide. Dimana analisis ini dapat diambil
suatu peluang atau ancaman baru bagi perusahaan.

A. Faktor Politik

Faktor politik meliputi kebijakan pemerintah, masalah-


masalah hukum, serta mencakup aturan-aturan formal dan
informal dari lingkungan.

1. kondisi politik Indonesia saat ini tengah


menghadapi berbagai persoalan antara lain adanya
persaingan tidak sehat antara partai politik, banyak
politisi terlibat kasus korupsi, hilangnya nilai
pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dan
dunia perpolitikan, serta berbagai permasalahan
lain yang jika dikaitkan dengan industri pariwisata Gambar 2. Kondisi Pariwisata Indonesia
sedikit banyak akan memberikan dampak positif
ataupun negatif. Dengan adanya perebutan 1. Berdasarkan laporan resmi world economic forum,
kekuasaan dan persaingan tidak sehat akan Indonesia berhasil melejit delapan peringkat
menimbulkan korupsi, kolusi, dan nepotisme di hingga ke peringkat 42 pada April 2017.
industri pariwisata Indonesia. Sebelumnya di peringkat ke 70 dari 141 negara
2. Tidak ada jaminan situasi politik di Indonesia pada tahun 2013.
akan stabil. Industri pariwisata harus siap siaga 2. pariwisata penghasil devisa terbesar
untuk menghadapi perubahan situasi dan kondisi pada tahun 2019, industri pariwisata
politik yang mungkin akan terjadi. diproyeksikan menjadi penghasil devisa terbesar
3. Pariwisata saat ini termasuk dalam salah satu di Indonesia yaitu US$ 24 Miliar.
sektor prioritas pembangunan tahun 2017 selain 3. rata- rata penerimaan per kedatangan wisatawan
sektor pangan, energi, maritim, dan kawasan adalah US$1.034 dan pendapatan sektor wisata
industri. US$ 10.761 milion (travel and tourism
competitiveness index 2017).

6|Page
Bambang Sugiarto / 1606844504
4. melihat pertumbuhan industri pariwisata hingga maju dalam pengembangan pariwisata harus
saat ini sektor pariwisata diyakini mampu segera diterapkan dalam pengelolaan sektor.
mnciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi
yang lebih tersebar dan diharapkan mampu 3.3 Formulasi dan Implentasi Strategi
memutus rantai kemiskinan, pengangguran, serta
kesenjangan. 3.3.1 Formulasi Stategi
Sebelum memformulasikan strategi, terlebih dahulu
C. Faktor Sosial dilakukan analisis yang dimulai dengan analisis situasi.
Analisis ini merupakan sebuah proses untuk
Faktor sosial meliputi semua faktor yang menghubungkan antara peluang eksternal dengan kekuatan
mempengaruhi kebutuhan dan ukuran pangsa internal. Disaat yang sama, kelemahan internal dan
pasar. ancaman eksternal harus dipertimbangkan. Sebelumnya
1. budaya lokal sebagai salah satu aspek yang telah dilakukan analisis SWOT, matrix SWOT dan analisis
harus dikembangkan pada industri pariwisata PEST untuk mengetahui berbagai kondisi lingkungan
masih belum dapat dikelola secara optimal. internal dan eksternal yang mempengaruhi konsep smart
2. kesiapan masyarakat di sekitar destinasi tourism.
pariwisata untuk pengembangan destinasi
masih kurang. Formulasi strategi adalah penentuan aktivitas-aktivitas
3. peran dari pemerintah lokal, tokoh yang berhubungan dengan pencapain tujuan. Aktivitas-
masyarakat, dan masyarakat dalam aktivitas tersebut bisa dikelompokkan ke dalam tiga
memberikan pemahaman-pemahaman kelompok, yaitu:
terhadap pengaruh budaya asing yang masuk
untuk mencegah kerusakan sendi-sendi 1. Analisis strategi
kehidupan sosial masyarakat setempat belum 2. Perencanaan strategi
maksimal. 3. Pemilihan strategi

D. Faktor Teknologi Untuk dapat melakukan formulasi strategi dengan


baik, maka ada ketergantungan yang erat dengan analisis
faktor teknologi meliputi semua hal yang dapat lingkungan dimana formulasi strategi membutuhkan data
membantu dalam menghadapi tantangan dan atau informasi dari analisis lingkungan. Sebelum penerapan
mendukung efisiensi proses bisnis. atau implementasi strategi pada smart tourism dilakukan
1. Smart tourism adalah suatu cara untuk beberapa formulasi strategi, antara lain:
memperoleh informasi pariwisata dengan
memanfaatkan ICT. Smart tourism dapat A. Formulasi Strategi Tingkat Unit Usaha
dimanfaatkan dengan baik untuk menuju (Business Unit Level Strategy)
pasar wisata terpadu, tempat-tempat wisata,
departemen pemerintah dan informasi layanan
yang relevan dari perusahaan untuk
mempromosikan pengembangan pariwisata.
2. Pemanfaatan teknologi informasi dalam
pengembangan pariwisata dilakukan dengan
menginput data-data tentang objek-objek
wisata, hotel, dan penginapan di sekitar
destinasi wisata, event-event yang sering
diselenggarakan, keunikan budaya, tradisi
lokal, serta rute petunjuk perjalanan.
3. Kesiapan infrastruktur ICT belum matang.
Untuk membangun sarana dalam
mempresentasikan, menyimpan, dan
memelihara data pariwisata membutuhkan
biaya yang cukup besar. Gambar 3. Formulasi Strategi Smart tourism
4. E-tourism sebagai bentuk pemanfaatan Formulasi strategi dilakukan dengan melibatkan para
teknologi informasi untuk pengembangan pengambil keputusan pada tingkat unit bisnis. Salah satu
sektor pariwisata yang menekankan pada pendekatan yang digunakan adalah menggunakan analisis
online booking sebagai landasan dan langkah

7|Page
Bambang Sugiarto / 1606844504
comparative strategy, competitive strategy, dan cooperative
strategy. Dalam diagram tergambar portofolio
pasar yang akan menjadi fokus
1. Comparative strategy pengembangan pasar pariwisata
Comparative strategy dalam penerapan konsep indonesia, baik yang terkait dengan
smart tourism dikembangkan dengan persaingan pengembangan pasar wisatawan
antar industri pariwisata untuk mendapatkan posisi nusantara (meliputi segmen personal dan
terbaik di bisnis pariwisata. Setiap perusahaan bisnis), serta pasar pariwisata
yang bergerak dibidang pariwisata harus mampu mancanegara.
memanfaatkan sumberdaya yang berbeda dari
perusahaan lainnya agar mampu bersaing baik di b. Speed dalam memberikan layanan prima
domestik maupun tingkat internasional agar kepada wisatawan.
mencapai value terbaik. Untuk mendapatkan Konsep smart tourism harus menjamin
keuntungan komparatif dapat ditinjau analisis kecepatan dalam memberikan layanan
peluang dari faktor eksternal dan analisis kekuatan terbaik kepada setiap wisatawan yang
faktor internal. Strategi komparatif yang bisa mengakses aplikasi berbasis ICT dalam
dikembangkan dengan pemanfaatan teknologi pemberian informasi mengenai objek
digital, teknologi komunikasi dan teknologi wisata serta data lengkap yang
informasi (Information and Communication dibutuhkan agar wisatawan dapat
Technologies / ICT) dalam pengembangan berkomunikasi dan berinteraksi dengan
berbagai macam objek wisata potensial melalui lebih baik.
sebuah aplikasi yang memiliki ciri khas tersendiri
pada tiap-tiap perusahaan yang bergerak di c. Differentiation atau diferensiasi.
industri pariwisata dan terintegrasi dengan data Kunci dari strategi diferensasi yang berhasil
yang dibutuhkan terkait objek wisata tersebut. adalah untuk menjadi unik dalam pandangan
atau menurut nilai atau value yang ditetakan
2. Competitive strategy oleh pelanggan yang dalam hal ini adalah para
Competitive strategy atau analisis wisatawan. Yang menjadi pusat dari strategi
kompetitive/keunggulan pada smart tourism ini adalah kemampuan
mempertimbangkan tiga strategi yaitu:
a. Fokus 3. Cooperative Strategy (strategi kerjasama)
strategi fokus meliputi pemilihan kelompok Mencipatakan hubungan kerjasama antara pelaku
segmen dalam industri, dan berupaya untuk industri pariwisata nasional dan internasional
memenuhi kebutuhan dari segmen tersebut dengan mencapai tujuan bersama untuk
secara lebih baik dibandingkan dengan menjadikan indonesia sebagai tujuan wisata dunia.
pesaing. fokus dalam mengelola portofolio Salah satu cara yang bisa dipakai adalah
pariwisata yang memiliki pertumbuhan laba bergabung dengan sesama perushaan startup serta
dan value tertinggi. bergabung dengan perusahaan lintas industri.

B. Formulasi Strategi Fungsional

Formulasi strategi fungsional dilakukan untuk


tiap-tiap bidang fungsional dan bisnis. Strategi
tersebut akan menghasilkan tugas-tugas khusus
yang dibentuk sebagai realisasi strategi bisnis.
Yang diperlukan adalah koordiasi dari seluruh
kegiatan untuk memastikan bahwa seluruh
strategi tetap konsisten.

Marketing strategy (Strategi pemasaran)

Gambar 4.Portofolio Strategi


Pariwisata

8|Page
Bambang Sugiarto / 1606844504
smart tourism bisa diterapkan dalam produk
wisata yang akan dikembangkan antara lain
wisata bahari, wisata ekologi, wisata
petualangan, wisata warisan budaya dan
sejarah, wisata belanja dan kuliner, wisata
kota dan desa, wisata MICE, wisata olahraga,
serta kawasan wisata terintegrasi.
2. Price
Strategi harga yang bisa diterapkan dalam
industri pariwisata ini adalah strategi harga
yang terjangkau bagi setiap wisatawan dengan
memberikan paket-paket wisata yang
Gambar 5. Strategy Formulation terjangkau untuk semua kalangan sesuai
dengan produk yang ditawarkan.
Titik berat pada strategi pemasaran adalah pada segmentasi 3. Promotion
pasar, target pasar, dan positioning. Hal lain yang Promosi yang dipakai adalah strategi promosi
dilakukan adalah perencanaan dan pengembangan secara “low budget, high impact” dengan
tepat dan cermat dengan menggunakan bauran pasar menggunakan sosial media untuk menggenjot
(marketing mix) yang berupa product, price, promotion, branding pariwisata Indonesia di pasar
place (4p) serta mempertimbangkan komponen-komponen mancanegara. Antara lain dilakukan dengan
lain. kampanye national branding “ wonderful
A. Konsep S-T-P indonesia” melalui media online. Selain itu
1. Segmentation digunakan juga promosi pemasaran
Membagi industri pariwisata untuk tiap-tiap konvensional seperti pelaksanaan even daerah
kelompok wisatawan yang mempunyai yang bersifat nasional maupun internasional,
kebutuhan, karakteristik, atau perilaku yang pelaksanaan kegiatan wisata pertemuan,
berbeda dalam pemilihan produk wisata. perjalanan insentif, konvensi, dan pameran.
a. Segmentasi Geografis ( wilayah atau
daerah yang di tempati oleh wisatawan) 3.3.2 Implementasi Strategi
b. Segmentasi Demografi (usia, jenis
Suatu strategi yang telah diformulasikan dengan baik,
kelamin , pendapatan dan pendidikan
wisatawan) belum menjamin bahwa dalam implementasinya juga
c. Segmentasi psikografis (sikap , motivasi akan sukses atau memberikan hasil sesuai dengan
dan presepsi wisatawan ) yang diharapkan. Kesuksesan strategi harus melihat
d. Segmentasi kebiasaan prilaku (memilih formulasi strategi sebagai suatu kesatuan dengan
melihat kemungkinan-kemungkinan hasil yang
dan mengunjungi objek wisata)
terjadi. Agar strategi dapat diimplementasikan dengan
2. Tarteging
Proses mengevaluasi daya tarik masing baik maka harus dibuat model proses implementasi
masing segmen industri pariwisata dan strategi seperti berikut ini
memilih satu atau lebih jumlah segmen yang
dimasuki
3. Positioning
Cara yang di gunakan oleh industri pariwisata
agar produk yang di tawarkan di anggap
sebagai produk yang unggul dan berbeda dari
produk lain nya.

B. Marketing MIX
1. Product
Dalam rangka pengelolaan dan pemanfaatan
potensi sumber daya wisata, maka
kementerian pariwisata mengidentifikasi dan
menetapkan fokus pengembangan produk
wisata indonesia dalam tiga kategori
Gambar 6. Implementasi Strategi
portofolio produ, yaitu produk wisata alam,
wisata budaya, dan wisata buatan. Konsep

9|Page
Bambang Sugiarto / 1606844504
1. Implementasi strategi pemasaran menurut b. Adverstasing
pendekatan DOT (Destination , Origin , Time) Adalah salah satu strategi pemasaran
a. Destination pariwisata mancanegara melalui pemasangan
Melihat destinasi wisata mana saja yang iklan di media cetak (koran dan majalah), di
diminati oleh masing-masing wisatawan, event-event mancanegara, blocking sale di
dengan cara melihat demografi dari masing- televisi, pembuatan bahan-bahan promosi,
masing wisatawan. dan kerjasama promosi dengan pelaku
industri pariwisata.
b. Origin
Merupakan strategi untuk melihat asal c. Selling
negara dari masing-masing wisatawan. Memfasilitasi penjualan paket wisata yang
Kemudian dijabarkan menjadi data dibuat oleh industri melalui Tradshows dan
demografi mengenai ciri-ciri, kegemaran, Sales Mission
tipe, waktu libur, hari raya, dan sebagainya
3. Implementasi Strategi placement berdasarkan
c. Time konsep POSE (Paid media , owned media , Sosial
Waktu merupakan strategi penting untuk media , Endorse)
mensikronkan waktu libur atau hari libur Untuk memasarkan produk pariwisata Indonesia
dari masing-masing negara asal wisatawan dapat dilakukan dengan metode POSE (Paid
dengan even yang diselenggarakan di media, Owned media, Social media, Endorse)
Indonesia. yang dapat diaplikasikan pada berbagai jenis
media pengiklanan seperti media online, media
cetak, media ruang, media elektronik.

Tabel Publikasi Produk Pariwisata Indonesia

N Jenis Keterangan
o Publikasi
1 Publikasi
iklan media
ruang di
beberapa
titik di
berbagai
negara

Gambar 7. Implementasi strategi


Pemasaran menurut pendektan DOT
2 Publikasi Program yang menjadi media partner
2. Implementasi Strategi berdasarkan konsep BAS ( media “Wonderfull Indonesia”antara lain
Branding , Advertising , Selling ) elektronik di
a. Branding berbagai
Merupakan upaya untuk memperomosikan chanel TV
pariwisata melalui penempatan iklan di internasional
website, media TV, dan media cetak. di berbagai
Mengadakan festival di mancanegara, dan negara
mengadakan famtrip dengan mendatangkan
sekelompok media asing sesuai dengan paket
wisata yang ditawarkan.Usulan destinasi
yang akan dibuat destination branding dan
integrated marketing communication plan a. Fox channel
adalah: Great Jakarta, Great Bali, Great b. CNBC
Kepri, Jogjakarta-Solo-Semarang, Bunaken- c. CNN
Wakatobi-Raja Ampat, Medan, Lombok, d. BBC World
Makassar, Bandung, Banyuwangi. e.MTV Asia

10 | P a g e
Bambang Sugiarto / 1606844504
f.dll h. Santai Traveler
3 Publikasi Media untuk publikasi antara lain: i. Dll
media online
dengan 5 Endorse
melakukan dengan
kerjasama menggunaka
dengan n brand
beberapa
ambassador
search engine
dan media dan
sosial besar di testimoni
berbagai artis di
negara social media
a. Google, Baidu
Terdapat kenaikan rata-rata
daily traffic sebesar 359% IV. KESIMPULAN
ke website Indonesia Travel
Meskipun kunjungan wisatawan mancanegara terus
setelah campaign di google meningkat, namun posisi Indonesia masih tertinggal
berjalan. (sumbe: google dibandingkan dengan kompetitornya.Jumlah
analytics-periode 1 Jan-14 kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia
Mar 2016) masih berada dibawah Singapura, Malaysia dan
b. Trip advisor, Ctrip Thailand. Ada beberapa hal yang menyebabkan
Hasil evaluasi tripadvisor rendahnya kunjungan wisatawan mancanegara ke
Indonesia dibandingkan dengan negara-negara
terhadap pembelian paket
kompetitornya Untuk itu diperlukan strategi yang
ke Indonesia setelah lebih baik lagi dalam upaya meningkatkan kunjungan
melakukan survey wisatawan mancanegara ke Indonesia salah satunya
mengenai Indonesia di melalui konsep Smart Tourism yang sebelumnya
masing-masing negara harus dilakukan analisis strategi terlebih dahulu.
menunjukkan hasil Analisis strategi yang digunakan adalah analisis
matrix SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities,
penjualan yang baik, contoh
and Threats). Analisis lain yang digunakan adalah
Belanda 83,6%, Perancis analisa PEST (Politic, Economic, Social, and
80,7%, dan lainnya Technology). Kedua analisa tersebut digunakan untuk
c. Youtube menciptakan formulasi strategi sebagai proses untuk
dll menghubungkan antara peluang eksternal dengan
4 publikasi di Beberapa contoh publikasi media kekuatan internal demi tercapainya tujuan yang
media cetak cetak: diinginkan dan sesuai dengan konsep Smart Tourism.
dengan Formulasi yang digunakan adalah formulasi tingkat
memasangka unit usaha (strategy bussines level) yang meliputi
n “wonderful comparative strategigy, competitive strategy, dan
Indonesia” di cooperative strategy, selain itu juga digunakan
berrbagai formulasi strategi fungsional yang difokuskan pada
media cetak marketing strategy. Strategi yang telah
di beberapa diformulasikan akan diimplementasikan agar dapat
negara dievaluasi.Formulasi dari konsep smart tourism ini
dapat di implementasikan oleh setiap pelaku bisnis
yang terlibat di dunia pariwisata. Dari implementasi
formulasi strategik tersebut di harapkan dapat
a. new stratits times
meningkatkan potensi pariwisata di Indonesia dan
b. lianhe Zaobao
menjadikan Indonesia sebagai destinasi pariwisata
c. ZbBs
utama.
d. SME Magazine
e. Tiger Tales
f. Sinar Harian
g. The Edge

11 | P a g e
Bambang Sugiarto / 1606844504
V. REFERENSI

 Dr.Ir. Arief Yahya, M.sc (2016),


Seminar Telemotion ITB 2016.
 Yunpeng Li, Clark Hu, Chao Huang ,
Liqiong Duan (2016) The concept of
smart tourism in the context of tourism
information service, Capital University of
Economics and Business, Beijing
 C. Derrick Huang , Jahyun Goo , Kichan
Nam , Chul Woo Yoo (2017) Smart
Tourism Technologies in travel planning
: The Role of explration and exploitation,
Florida Atlantic University.
 Fernando Zacarias , Rosalba Cuapa ,
Guillermo De Ita , Daniel Torres (2016),
Smart Tourism in 1-click , San Claudia ,
Mexico
 Ulrike Gretzel , Marianna Sigala , Zheng
Xiang , Chul;mo Koo(2015) Smart
Tourism : foundations and development ,
University of St. Gallen
 Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran
Pariwisata Nusantara(2016) , Inovasi
Strategi Digital pemasaran Pariwisata
Indonesia , Kementrian Pariwisata
Indonesia
 Andree E. Widjaja , Riswan E.Tarigan
,(2016) Meningkatan Potensi Pariwisata
Danau Toba melalui Konsep Smart
Tourism: Aplikasi dan tantangan nya,
Universitas Pelita Harapan
 Wesley Put-van den Beemt , Richard
Smith , Smart Tourism tools : Linking
Technology of the touristic resources of a
city , NHTV University of Applied
Science.
 https://data.go.id/dataset/jumlah-
kedatangan-wisatawan-mancanegara-
per-bulan-ke-indonesia-menurut-pintu-
masuk
 https://blog.gamatechno.com/pariwisata-
indonesia/
 http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/126600
-T-846-Perencanaan%20strategis-
Analisis.pdf
 http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/126600
-T-846-Perencanaan%20strategis-
Analisis.pdf

12 | P a g e
Bambang Sugiarto / 1606844504
13 | P a g e
Bambang Sugiarto / 1606844504