Anda di halaman 1dari 2

KLASIFIKASI BATUBARA Klasifikasi Batubara Secara Umum Golongan ini sebenarnya termasuk jenis

batubara, tapi merupakan bahan bakar. Hal ini disebabkan karena masih merupakan fase awal dari proses
pembentukan batubara. Endapan ini masih memperlihatkan sifat awal dari bahan dasarnya. (nb : Gambut/peat
tidak termasuk dalam klasifikasi batubara international, dikarenakan gambut/peat hanya merupakan cikal bakal
batubara, belum termasuk rank batubara). Peat ditandai dengan kondisi fisik berwarna kecoklatan dan struktur
berpori, memiliki kadar air sangat tinggi, nilai kalori sangat rendah, kandungan sulfur sangat tinggi, dan
kandungan abu sangat tinggi. Nilai kalori peat adalah 1.700-3.000 kcal/kg. Gambut / Peat Ciri-ciri : - warna
coklat - material belum terkompaksi - mempunyai kandungan air yang sangat tinggi - mempunyai kandungan
karbon padat yang sangat rendah - mempunyai kandungan karbon terbang sangat tinggi - sangat mudah
teroksidasi - nilai panas yang dihasilkan amat rendah Lignite / Brown Coal Golongan ini sudah
memperlihatkan proses selanjutnya berupa struktur kekar dan gejala pelapisan. Apabila dikeringkan, maka gas
dan airnya akan keluar. Endapan ini bisa dimanfaatkan secara terbatas untuk kepentingan yang bersifat
sederhana, karena panas yang dikeluarkan sangat rendah. Lignite ditandai dengan kodisi fisik berwara hitam
dan sangat rapuh, nilai kalori rendah, kandungan air tinggi, kandungan abu tinggi, dan kandungan sulfur tinggi.
Nilai kalori lignite adalah 1.500-4.500 kcal/kg. Ciri-ciri : - warna kecoklatan - material terkompaksi namun
sangat rapuh - mempunyai kandungan air yang tinggi - mempunyai kandungan karbon padat rendah -
mempunyai kandungan karbon terbang tinggi - mudah teroksidasi - nilai panas yang dihasilkan rendah Sub-
Bituminous / Bitumen Menengah Golongan ini ditandai dengan Struktur kurang kompak, kandungan karbon
tinggi, nilai kalori tinggi, kandungan air sedikit, kandungai abu sedikit, dan kandungan sulfur sedikit dan sudah
mengandung lilin. Endapan ini dapat digunakan untuk pemanfaatan pembakaran yang cukup dengan
temperatur yang tidak terlalu tinggi. Nilai kalori bituminous/ sub-bituminous adalah 7.000-8.000 kcal/kg. Ciri-
ciri : - warna hitam - material sudah terkompaksi - mempunyai kandungan air yang sedang - mempunyai
kandungan karbon padat sedang - mempunyai kandungan karbon terbang sedang - sifat oksidasi menengah -
nilai panas yang dihasilkan sedang Bituminous Golongan ini ditandai dengan kandungan karbon tinggi, nilai
kalori tinggi, kandungan air sedikit, kandunga abu sedikit, dan kandungan sulfur sedikit dengan membentuk
bongkah-bongkah prismatik. Berlapis dan tidak mengeluarkan gas dan air bila dikeringkan. Endapan ini dapat
digunakan antara lain untuk kepentingan transportasi dan industri. Nilai kalori bituminous/ sub-bituminous
adalah 7.000-8.000 kcal/kg. Ciri-ciri : - warna hitam - material sudah terkompaksi - mempunyai kandungan air
yang sedang - mempunyai kandungan karbon padat sedang - mempunyai kandungan karbon terbang sedang -
sifat oksidasi menengah - nilai panas yang dihasilkan sedang Anthracite Golongan ini berwarna hitam sangat
mengkilat, struktur kompak, kandungan karbon sangat tinggi, nilai kalor sangat tinggi, kandungan air sangat
sedikit, kandungan abu sangat sedikit, dan kandungan sulfur sangat sedikit dan pecahannya memperlihatkan
pecahan chocoidal. Pada proses pembakaran memperlihatkan warna biru dengan derajat pemanasan yang
tinggi. Digunakan untuk berbagai macam industri besar yang memerlukan temperatur tinggi.Nilai kalori
anthacite lebih besar atau sama dengan 8.300 kcal/kg. Ciri-ciri : - warna hitam mengkilat - material
terkompaksi dengan kuat - mempunyai kandungan air rendah - mempunyai kandungan karbon padat tinggi -
mempunyai kandungan karbon terbang rendah - relatif sulit teroksidasi - nilai panas yang dihasilkan tinggi
Semakin tinggi kualitas batubara, maka kadar karbon akan meningkat, sedangkan hidrogen dan oksigen akan
berkurang. Batubara bermutu rendah, seperti lignite dan sub-bituminous, memiliki tingkat kelembaban
(moisture) yang tinggi dan kadar karbon yang rendah, sehingga energinya juga rendah. Semakin tinggi
mutubatubara, umumnya akan semakin keras dan kompak, serta warnanya akan semakin hitam mengkilat.
Selain itu, kelembabannya pun akan berkurang sedangkan kadar karbonnya akan meningkat, sehingga
kandungan energinya juga semakin besar. Klasifikasi Batubara Menurut ASTM ASTM atau American Society
for Testing and Material merupakan suatu organisasi internasional yang mengembangkan standarisasi teknik
untuk material, produk, sistem, dan jasa. ASTM membagi batubara berdasarkan tingkat pembatubaraanya.
Urutan batubara dari tingkat tertinggi sampai terendah adalah anthracite, bituminous, sub-bituminous, dan
lignite. Semakin tinggi kualitas batubara, maka kadar karbon tetap (fixed carbon) akan meningkat
sedangkan zat terbang (volatatile matter) dan moisture (kelembaban) akan turun. Batubara kualitas rendah
seperti lignite dan sub-bituminous akan memiliki karbon tetap yang rendah dan zat terbang dan kelembaban
yang tinggi. Semakin tinggi jenis batubara maka energi yang dihasilkan lebih besar dan bentuknya semakin
keras dan berwarna semakin hitam. Parameter dasar yang digunakan dalam klasifikasi ASTM, yaitu: Batubara
berperingkat tinggi (fixed carbon > 69%) menggunakan parameter jumlah karbon tetap (fixed carbon) dan zat
terbang (volatile matter). Batubara berperingkat rendah (fixed carbon < 69%) menggunakan parameter
berdasarkan nilai kalorinya. Klasifikasi Batubara Berdasarkan Nilai Kalor Klasifikasi Batubara Berdasarkan
Nilai Kalor Klasifikasi batubara berdasarkan nilai kalor dibagi menjadi tiga, yaitu: Batubara tingkat tinggi
(high rank) Batubara tingkat tinggi meliputi meta anthracite, anthracite, dan semi anthracite. 2 Batubara tingkat
menengah (moderate rank) Batubara tingkat menengah meliputi low volatile bituminous coal, dan high volatile
coal. 3.   Batubara tingkat rendah (low rank)           Batubara tingkat rendah meliputi
sub-bituminous coal, dan lignite MATUR SUWN