Anda di halaman 1dari 14

Pengaruh Budaya Asing (Break Dance) Terhadap Kecintaan Remaja Akan Budaya Lokal

Indonesia (Tari Jaipong)

BAB 1

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Identitas nasional merupakan ciri atau penanda dari suatu negara yang membedakan negara
tersebut dengan negara lainnya. Setiap negara yang merdeka dan berdaulat pasti memiliki identitas
nasional. Selain itu fungsi identitas nasional juga untuk menjaga eksistensi dan kelangsungan hidup
negara tersebut. Identitas nasional Indonesia sendiri lebih dekat dengan arti jati diri yakni
karakteristik atau ciri-ciri, perasaan atau keyakinan tentang kebangsaan yang membedakan bangsa
Indonesia dengan bangsa lain. Beberapa bentuk identitas nasional yang dapat menjadi penciri atau
pembangun jati diri bangsa Indonesia meliputi Bahasa nasional kita yaitu Bahasa Indonesia,
lambang negara Garuda Indonesia, lagu kebangsaan Indonesia Raya, Bendera Merah Putih,
semboyan negara kita Bhinneka Tunggal Ika, Pancasila, UUD 1945, bentuk negara kita yaitu
NKRI, dan yang terakhir dan juga merupakan bahasan utama pada karya illmiah ini merupakan
kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai kebudayaan nasional. Dalam konteks lokasi
penelitian, akan diambil kebudayaan dari Jawa Barat yaitu Tari Jaipong.
Pada zaman yang modern ini, budaya asing terutama budaya barat sangat mudah
masuk ke Indonesia. Itu merupakan pengaruh dari era globalisasi yang cepat dan mendunia.
Globalisasi bukan hanya berpengaruh terhadap perekonomian dan teknologi, melainkan
berpengaruh terhadap budaya yang ada di Indonesia. Budaya asing yang masuk ke Indonesia dapat
memberikan dampak negatif dan positif. Namun, pada umumnya masyarakat Indonesia merupakan
masyarakat yang sangat terbuka sehingga masih belum bisa memilah mana yang sesuai dengan
aturan dan norma yang ada di Indonesia dan mana yang tidak sesuai dengan aturan dan norma yang
ada di Indonesia. Norma-norma yang ada di Inonesia meliput norma kesopanan, norma kesusilaan,
norma hukum, norma sosial dan norma agama. Jika melanggar norma yang ada, dapat terjadi
pergeseran kebiasaan serta adanya sanksi yang berlaku baik sanksi dari masyarakat itu sendiri
maupun sanksi hukum. Pada zaman sekarang ini, banyak masyarakat Indonesia yang sudah tidak
menghiraukan norma-norma yang ada dan terbawa pengaruh budaya asing karena banyaknya
budaya asing yang masuk dan dianggap trend atau kekinian. Banyaknya masyarakat yang
menghiraukan norma menimbulkan banyaknya penyimpangan yang terjadi di Indonesia terutama di
kalangan remaja Indonesia saat ini. Oleh karena itu, penulis ingin meneliti mengenai bagaimana
pengaruh budaya asing terhadap kecintaan remaja Indonesia akan budaya lokal. Sebagai
pembanding, maka akan diambil sebuah kebudayaan asing dari Barat yaitu Tari Kejang atau Break
Dance.
Penelitian ini diselenggarakan karena banyaknya mahasiswa UNPAR yang kurang
mencintai budaya lokal seperti Tari Jaipong. Sedangkan peminat tari kejang semakin meningkat dan
mendunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh tari kejang terhadap
budaya tari jaipong yang semakin memudar di Indonesia, secara khusus lingkungan mahasiswa
UNPAR.

2. Rumusan Masalah
1. Bagaimana pengaruh budaya asing tari kejang terhadap kecintaan mahasiswa UNPAR akan tari
jaipong?
2. Apa dampak negatif dari menyebarnya budaya asing tari kejang terhadap mahasiswa UNPAR?

3. Tujuan
Tujuan dibuatnya laporan ini adalah :
1. Mengetahui seberapa besar pengaruh budaya asing tari kejang terhadap kecintaan mahasiswa
UNPAR akan tari jaipong.
2. Mengetahui dampak negatif dari tari kejang terhadap kecintaan mahasiswa UNPAR akan tari
jaipong.
BAB 2

LANDASAN TEORI

1. Pengertian globalisasi

1. Menurut Para Ahli :

Laurence E. Rothernberg mengatakan globalisasi ialah percepatan dari


intensifikasi interaksi dan integrasi antara orang-orang, perusahaan dan
pemerintah dari negara yang berbeda.
Anthony Giddens mengatakan bahwa globalisasi adalah intensifikasi
hubungan sosial secara mendunia sehingga menghubungkan antara kejadian
yang terjadi dilokasi yang satu dengan yang lainnya serta menyebabkan
terjadinya perubahan pada keduanya.
Dr. Nayef R.F. Al-Rodhan mengatakan lobalisasi adalah proses yang
meliputi penyebab, kasus, dan konsekuensi dari integrasi transnasional dan
transkultural kegiatan manusia dan non-manusia.
Emanuel Ritcher mengatakan globalisasi adalah suatu jaringan kerja global
yang mempersatukan masyarakat secara bersamaan yang sebelumnya
tersebar menjadi terisolasi kedalam saling ketergantungan dan persatuan
dunia.
Martin Albrow mengatakan globalisasi adalah seluruh proses penduduk
yang terhubung ke dalam komunitas dunia tunggal, komunitas global.
Malcom Waters mengatakan globalisasi adalah sebuah proses sosial yang
berakibat bahwa pembatasan geografis pada keadaan sosial budaya menjadi
kurang penting, yang terjelma didalam kesadaran orang.
Selo Soemardjan mengatakan globalisasi merupakan sebuah proses
terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi antar masyarakat di seluruh
dunia untuk mengikuti sistem dan kaidah-kaidah tertentu yang sama.
Achmad Suparman mengatakan globalisasi yaitu suatu proses yang
menjadikan sesuatu benda atau perilaku sebagai ciri dari setiap individu di
dunia tanpa dibatasi oleh wilayah.
Sehingga secara umum globalisasi dapat dikatakan sebagai proses yang
menyeluruh atau mendunia dimana setiap orang tidak terikat oleh negara atau
batas-batas wilayah, artinya setiap individu dapat terhubung dan saling bertukar
informasi dimanapun dan kapanpun melalui media elektronik maupun cetak.
Pengertian globalisasi menurut bahasa yaitu suatu proses yang mendunia.
Globalisasi dapat menjadikan suatu negara lebih kecil karena kemudahan
komunikasi antarnegara dalam berbagai bidang seperti pertukaran informasi dan
perdagangan.

2. Pengertian budaya

1. Menurut para ahli

Pengertian Budaya Menurut Koentjaraningrat


Budaya adalah suatu sistem gagasan dan rasa, tindakan serta karya yang
dihasilkan manusia dalam kehidupan bermasyarakat, yang dijadikan miliknya
dengan belajar.
Budaya Menurut E.B. Taylor
Budaya adalah : Suatu keseluruhan kompleks yang meliputi pengetahuan,
kepercayaan, seni, kesusilaan, hukum, adat istiadat, serta kesanggupan dan
kebiasaan lainnya yang dipelajari manusia sebagai anggota masyarakat.
Budaya Menurut Linton
Budaya adalah : Keseluruhan dari pengetahuan, sikap dan pola perilaku yang
merupakan kebiasaan yang dimiliki dan diwariskan oleh anggota suatu
masyarakat tertentu.
Budaya Menurut Kluckhohn dan Kelly
Budaya adalah Semua rancangan hidup yang tercipta secara historis, baik
yang eksplisit maupun implisit, rasional, irasional, yang ada pada suatu
waktu, sebagai pedoman yang potensial untuk perilaku manusia.

Sehingga secara umum budaya merupakan suatu cara hidup yang


berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan
diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur
yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa,
perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga
budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak
orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika
seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya
dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu
dipelajari atau merupakan suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat
kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku
komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak
kegiatan sosial manusia.

2.3.Pengertian Tari Tradisional

1. Pengertian Tari Tradisional Secara Umum

Tari adalah gerak tubuh secara berirama yang dilakukan di tempat dan wakti
tertentu untuk keperluan pergaulan, mengungkapkan perasaan, maksud dan
pikiran.

Bunyi-bunyian yang disebut musik pengiring tari mengatur gerakan penari


dan memperkuat maksud yang ingin disampaikan. Berikut ini merupakan
pendapat para ahli mengenai tari:

Menurut Drs. I Gede Ardika, tari merupakan sesuatu yang dapat menyatukan
banyak hal hingga semua orang bisa menyesuaikan diri atau menyelaraskan
geraknya menurut caranya masing-masing.

Menurut Soedarsono, tari merupkan ekspresi jiwa manusia dalam gerak-gerak


yang indah dan ritmis.

Menurut Suadarsa Pringgo Broto, tari merupakan ketentuan bentuk-bentuk


gerakan tubuh dan ruang.

Menurut M.Jazuli, tari merupakan gerak-gerak tubuh yang selaras dan


seirama dengan bunyi musik yang dapat digunakan untuk mengungkapkan
maksud dan tujuan tertentu

2. Ciri-Ciri Tari Tradisional


 Berkembang dikalangan masyarakat awam
 Diiringi dengan musik tradisional
 Diwariskan secara turun temurun
2.4.Pengertian tari jaipong

1. Definisi tari jaipong

Tari jaipong adalah tarian tradisional yang berasal dari Bandung Jawa Barat.
Menurut catatan sejarah kebudayaan Indonesia tarian ini diciptakan oleh
seorang seniman berdarah Sunda yakni Gugum Gumbira. Namun dari sumber
lain disebutkan bahwa pencipta gerakan dalam tarian jaipongan adalah H
Suanda dan Gugum Gumbira hanyalah salah satu tokoh yang mengenalkan
tarian ini kepada masyarakat Bandung.

Pada awal kemunculan nya jaipong menjadi sebuah tarian unik dan menarik
dengan alat musik pengiring Degung. Keunikan tarian ini dapat kita lihat
dalam seluruh gerakan tari yang terlihat ceria, energik, dan humoris. Tak
heran jika pementasan kesenian daerah dari wilayah Sunda ini kerap
mengundang tawa geli bagi para penikmatnya.

Jaipongan merupakan tarian dengan mengkolaborasikan berbagai macam


gerakan seperti gerakan tari ketuk tilu, tari ronggeng, dan juga beberapa
gerakan pencak silat yang juga sangat diminati oleh masyarakat setempat
pada waktu itu.

Selain dikenal dengan sebutan jaipongan tarian ini juga merupakan kesenian
tari yang berjenis tari pergaulan. Keunikan gerakan dalam sebuah pementasan
tari ini kemudian mendongkrak keberadaan tari jaipong sebagai salah satu
kesenian tradisional andalan dari Jawa Barat.

2. Sejarah tari jaipong

Pada era 90-an jenis tarian ini kerap mewarnai beberapa film layar lebar di
Indonesia yang tergambar sebagai salah satu hiburan terkenal pada waktu itu
adalah Haji Suanda, seorang seniman kelas kakap dari Karawang melahirkan
kesenian gerak tari dari hasil kreasinya. Sebagai seorang seniman sejati beliau
memiliki talenta yang sangat besar sehingga tak heran jika Haji Suanda
mampu menguasai berbagai jenis kesenian dari beberapa daerah sekaligus
terlebih dari daerah Karawang Sendiri seperti ketuk tilu, wayang golek,
topeng banjet, hingga gerakan bela diri yang dikenal dengan sebutan pencak
silat.

Sejarah tari jaipong berawal pada tahun 1976 ketika Haji Suanda berinovasi
dengan menggabungkan ketrampilan khususnya dalam dunia seni
pertunjukan yang beliau kuasai menjadi satu pertunjukan yang unik. Dari
sinilah kemudian tercipta satu kesenian baru yang unik dan menarik bagi
seluruh penonton pertunjukan namun pada waktu itu belum disebut dengan
tari jaipong.

Musik pengiring dalam pertunjukan rupanya juga diambil dari berbagai


macam alat musik tradisional seperti gendang, gong, alat musik ketuk, dan
lain sebagainya. Adapun vokal yang menyertainya biasanya dilakukan oleh
seorang perempuan yang biasa disebut dengan nama “sinden”.

Ketertarikan masyarakat terhadap salah satu seni garapan Haji Suanda


membuat jenis tarian ini kerap menjadi hiburan fenomenal saat itu. Tak heran
jika para seniman dari berbagai daerah sangat antusias untuk mempelajari
gerakan tari yang terdapat pada kesenian garapan Haji Suanda.

Salah satu seniman yang gentol belajar gerakan tari kreasi dari Suanda yakni
Gugum Gumbira. Setelah menguasainya beliau mengemas ulang gerakan-
gerakan yang terdapat dalam tarian tersebut dan kemudian mulai
memperkenalkan tari jaipong pada masyarakat Bandung.

Sebagai seorang seniman ternama Gugum Gumbira memang sangat tertarik


dengan tari ketuk tilu yang kala itu cukup digemari oleh para seniman
nasional. Terinspirasi dari hal tersebut kemudian Gugum Gumbira
memperkenalkan gerakan jaipongan sebagai gaya tarian baru ditengah
melunturnya ketertarikan masyarakat terhadap gerakan tari lain yang
sepertinya monoton saja.

Pada perkembangan selanjutnya, tepatnya pada akhir tahun 1979 tarian ini
mengalami peningkatan yang cukup signifikan baik dari segi pementasan nya,
properti yang digunakan, maupun para seniman yang menguasai gerakan
tarian ini. Tak heran jika tari ini kemudian dikenal luas hampir di seluruh
wilayah Jawa Barat seperti Sukabumi, Cianjur, hingga ke Bogor.

3. Nilai tari jaipong


Selain menjadi salah satu hiburan masyarakat pada awal kemunculan nya.
Tari jaipong perlahan menjadi kesenian tradisional khas dari Bandung bahkan
dikenal sebagai salah satu kesenian andalan dari Jawa Barat.

Dengan demikian dapat kita simpulkan fungsi tari jaipong secara garis besar
memiliki 2 fungsi sebagai berikut:

 Menjadi hiburan sekaligus ajang komunikasi

Berbagai acara mulai acara upacara adat hingga pentas seni membuat
masyarakat merasa terhibur dengan adanya pementasan jaipongan.
Perkumpulan orang dalam suatu tempat tentu akan mudah untuk
saling bertukar informasi dalam berkomunikasi. Dengan demikian
kesenian yang dikenalkan oleh Gugum Gumbira kepada masyarakat
Sunda dapat menjadikan sebuah hiburan menarik ditengah maraknya
hiburan modern yang bermunculan.

 Menjadi salah satu kesenian andalan dari Jawa Barat


Sebagai kesenian andalan dari Jawa Barat dapat menjadikan jaipongan
salah satu icon guna mempromosikan kekayaan daerah terhadap dunia
luar baik dalam negeri maupun mancanegara. Sebut saja Bandung
sebagai tempat berkembangnya kesenian ini secara tidak langsung
mendapatkan keuntungan besar dari nama tarian jaipongan tersebut.
Tak heran jika dari tahun 90-an pengunjung obyek wisata di bandung
secara perlahan meningkat, sedikit banyak hal ini disebabkan karena
rasa penasaran masyarakat luar terhadap daerah Bandung yang
mengiringi nama tari jaipong.

2.5.Pengertian tari kejang

1. Definisi tari kejang

Breakdance, breaking, b-boying atau b-girling adalah gaya tari jalanan yang
muncul sebagai bagian dari gerakan hip hop di antara African American dan
anak muda dari Puerto Rico yang dilakukan di bagian selatan New York City
yang brutal pada tahun 1970. Pada Umumnya tarian ini diiringi lagu hip
hop,rap, atau lagu remix (lagu yang di aransemen ulang).

Seorang breakdancer, breaker, b-boy atau b-girl adalah orang yang


memainkan gerakan breakdance.

2. Sejarah perkembangan dan penyebaran tari kejang

Di Indonesia, breakdance disebut juga sebagai Tari Kejang. Karena


menurut para pejabat yang pada masa itu sedang mengkampanyekan
penggunaan
bahasa Indonesia pada bahasa Inggris, gerakan-gerakan yang diperagakan
dalam
breakdance seperti gerakan orang kejang yang tersengat listrik
Breakdance sempat menjadi tren di kalangan anak muda pada era 1980-an,
yang
ditandai dengan banyak bermunculannya penari-penari jalanan yang beraksi
dengan alas kardus bekas dan tape dibopong . Di berbagai tempat,
anak-anak muda menggelar aksinya menyerupai orang-orang Amerika pada
saat
itu untuk mempertontonkan keahlian mereka kepada khalayak umum secara
tidak
langsung Namun ternyata aksi mereka ini sempat membuat gerah berbagai
pihak,
terutama kekhawatiran aparat keamanan, pendidikan, keagamaan, dan
sebagainya
pada berbagai kecenderungan akan adanya ketidaktertiban di berbagai
kawasan
kota, akibat ulah kalangan anak muda yang membentuk kerumunan. Mereka
khawatir apabila kerumunan itu tiba-tiba bergolak dalam kekuatan massa, dan
meledak menjadi pemicu dari protes akan kemapanan Orde Baru
Maka ketika masuk ke era awal 1990-an, para penari jalanan ini pun
berangsur-angsur hilang tinggal kenangan .

Sebenarnya sekitar pertengahan tahun 1990-an, tren breakdance sudah


mulai kelihatan lagi. Di Jakarta ditandai dengan munculnya tim breakdance
Midi
Circus yang sering berlatih di kawasan Senayan Tapi, lagi-lagi
tren ini harus mundur seiring gempuran tren musik ska dan klasik disko yang
mulai menjalar di kuping anak muda. Jadi, wajar-wajar saja kalau pada
akhirnya
breakdance tidak dilirik lagi
Namun b-boy yang ada pada saat itu tidak kenal menyerah. Mereka
masih sering berlatih walaupun dalam komunitas kecil. Untungnya, ada
musik hip
hop yang datang sebagai penyelamat. Di tengah gempuran musik ska, musik
hip
hop tetap punya pasar sendiri di industri musik dunia. Ketika
musik rap Indonesia menjamur di akhir 1990-an, breakdance mulai ikut
muncul
di tiap penampilannya

Ketika pamor breakdance di Indonesia secara perlahan mulai meningkat,


otomatis para b-boy banyak yang membentuk komunitas sendiri. Mereka
menyebutnya dengan istilah crew. Setiap crew biasanya berisi 5 sampai 30
orang.
Mereka ini sebenarnya adalah para b-boy yang kebetulan sering berlatih
bersama
di satu tempat. Tapi pada perkembangannya, tim ini menjadi sebuah tim solid
yang menjadi wadah untuk mempertajam jurus .
Di Surabaya terdapat sebuah kelompok breakdance yang keberadaannya
cukup eksis, yaitu City Warrior. Berdiri sejak awal tahun 2003, City Warrior
bukan hanya sebuah kelompok breakdance saja, melainkan juga sebuah
kelompok
yang bergerak di bidang jasa hiburan atau entertainment, khususnya pengisi
acara
dalam ulang tahun Sweet Seventeen. Kelompok ini didirikan atas keinginan
untuk
mengembangkan dan memasyarakatkan breakdance di Surabaya. Selain itu
juga
bertujuan untuk memenuhi tingginya permintaan akan penampilan
breakdance
untuk memeriahkan berbagai acara.

City Warrior didirikan oleh 4 orang yang mempunyai persamaan visi,


yaitu Sunny, Marcel, Rio, dan Sun Lie yang sama-sama telah berlatih dasar-
dasar
breakdance. Namun pada awal perkembangannya, Marcel memutuskan untuk
berhenti dengan suatu alasan. Sehingga pada saat itu, City Warrior dipimpin
oleh
3 orang dengan Sunny sebagai Ketua sekaligus instruktur di kelas senior; Sun
Lie
sebagai instruktur di kelas junior, dan Rio sebagai instruktur di kelas pemula.
Adapun target audience yang dituju City Warrior, yaitu pria dan wanita usia
remaja hingga dewasa (14 - 25 tahun), berpendidikan SMP, SMA, lulus
SMA,
kelas middle-up, berkepribadian aktif, sporty, berjiwa muda, dan dinamis.
Sejak didirikan, City Warrior mempunyai visi yang hendak dicapai di
masa yang akan datang. Mereka ingin mengembangkan dan
memasyarakatkan
breakdance, serta berkeinginan untuk menjadi sebuah kelompok yang
berkualitas
sehingga dapat bersaing dengan kelompok lain yang mempunyai kualitas
yang
lebih tinggi. Untuk mencapai cita-citanya tersebut, maka City Warrior
mempunyai
beberapa misi yang harus diwujudkan, yaitu meningkatkan kemampuan dan
penampilan para anggota melalui latihan-latihan yang aktif dan intensif, serta
memberikan penampilan yang berkualitas agar berkesan.

Pada pertengahan tahun 2006 terjadi perubahan dalam kepengurusan


City Warrior, dimana Sunny yang saat itu menjabat sebagai Ketua
memutuskan
untuk mengundurkan diri karena alasan pribadi. Sejak saat itu jabatan Ketua
dipegang oleh Sun Lie, dan Rio sebagai Wakil Ketua. Dan sejak awal tahun
2007,
Rio memutuskan untuk berhenti dengan alasan pekerjaan. Hingga akhirnya
seluruh kepengurusan dipegang oleh Sun Lie hingga saat ini.
Seiring berjalannya waktu, maka mulai banyak bermunculan kelompok
breakdance, terutama yang memilih jalur entertainment. Tentu saja untuk
menghadapi persaingan ini diperlukan strategi-strategi untuk memantapkan
keberadaan City Warrior. Sejak didirikan hingga saat ini, City Warrior belum
pernah melakukan serangkaian program promosi yang aktif. Selama ini
promosi
yang ada hanya dilakukan melalui mulut ke mulut (word of mouth).
Sedangkan
kelompok lain ada beberapa yang mulai berpromosi dengan mencari sponsor
menyebarkan brosur, dan lain sebagainya. Namun dalam hal ini City Warrior

memiliki beberapa keuntungan, antara lain merupakan pioneer sebagai


pengisi
acara yang menampilkan breakdance di Surabaya. Selain itu City Warrior
juga
memiliki jam terbang yang tergolong banyak, yang secara tidak langsung
telah
membentuk kekompakan kelompok, terutama ketika sedang tampil. Dengan
adanya keuntungan ini, maka City Warrior masih memiliki peluang yang
cukup
besar dalam mempertahankan keberadaannya terutama untuk memenangkan
persaingan yang ada. Oleh karena itu kegiatan promosi yang aktif diperlukan.

BAB 3

METODE PENELITIAN

3.1. Metode Pengumpulan Data / Informasi

Metode pengumpulan data / informasi yang digunakan untuk pengumpulan data adalah
sebagai berikut :

Observasi
Merupakan kegiatan mengamati langsung kegiatan mahasiswa UNPAR (khususnya
Fakultas Ekonomi dan Fakultas Teknik karena kelompok penulis berada di kedua Fakultas
tersebut) melalui media sosial maupun terjun langsung untuk mendapatkan data yang akurat.

Penyebaran Angket
Merupakan kegiatan menyebarkan angket online yang berisikan beberapa pertanyaan
berkaitan dengan budaya Indonesia dan budaya Barat. Penyebaran angket dilakukan untuk
mengetahui seberapa banyak persentasi responden yang terpengaruh oleh budaya asing dan
lebih “mencintai” budaya asing dibanding budaya lokal.

Diskusi
Merupakan proses penggalian informasi lebih lanjut dengan cara berdiskusi langsung
dengan penulis lainnya, maupun teman-teman di lingkungan UNPAR untuk mendapatkan
informasi tambahan yang tidak bisa dijangkau melalui angket (karena angketnya dibuat
singkat dan menarik agar penerima angket paham dan tidak malas mengisi angket).

BAB 4

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Penelitian


4.1.1. Hasil Angket
bikin 2 jenis angket.
a. Angket Tari Jaipong; 1. Apa yang anda tau mengenai tari jaipong?
2. Dari mana asal daerah tari jaipong?
3. Pernahkah anda menyasikan pertunjukkan tari
jaipong? Melalui media apapun
4. Minatkah anda mempelajari tari jaipong? Jika ada
ksempatan
b. Angket Tari Kejang; 1. Apa yang anda tau mengenai tari kejang / breakdance?
2. Dari mana asal daerah tari kejang / breakdance?
3. Pernahkah anda menyaksikan pertunjukan tari kejang /
breakdance? Melalui media apapun
4. Minatkah anda mempelajari tari kejang / breakdance?
Jika ada ksempatan

itu buat bikin angket. Setelah disebar, rekap hasilnya, terus masukin di subbab ini.
Terus ntr penulis jelasin hasil yg ditemukan sperti apa, sesuai ga sama hipotesa awal (tari
breakdance mengurangi kecintaan MHS UNPAR trhdp tari jaipong).

4.2. Dampak Negatif


kalo memang sesuai hipotesa, brarti negative karena mengurangi kecintaan terhadap identitas
nasional, bacot2 blabla yg akan berujung ditinggalkannya identitas nasional. Negara tnpa identitas
cepat / lmbat akan mati.

Dampak negatif dari adanya breakdance adalah berkurangnya rasa cinta identitas nasional.
Karena dengan munculnya breakdance masyarakat Indonesia menjadi lebih tertarik dengan
breakdance dibandingkan dengan tari Jaipong. Hal ini membuat budaya seni tari Jaipong lama
kelamaan akan hilang karena ditinggalkan oleh masyarakat Indonesia. Tari Jaipong merupakan
salah satu identitas nasional Bangsa Indonesia. Apabila budaya tersebut musnah, maka identitas
nasional yang ada akan berkurang dan bukan tidak mungkin bahwa lambat laun seluruh identitas
nasional Indonesia akan hilang. Negara tanpa identitas cepat atau lambat akan mati.
GABOLE KASI TEORI (MENURUT PENULIS)
GABOLE KASI SOLUSI UNTUK MENANGANI MASALAH, BOLEHNYA HANYA
SEKEDAR SARAN.
JUDUL ITU YANG DIATAS BAB 1

BAB 5

PENUTUP

5.1. Kesimpulan
Bacot aja kesimpulan penelitian sperti apa

5.2. Saran
Saran utk lebih melestarikan tari jaipong, membatasi porsi budaya asing yang menurut kita masing-
masing berlebihan sehingga dapat mengurangi kecintaan kita pada budaya local.

Budaya asing yang masuk ke Indonesia sebenarnya tidak menjadi negatif apabila kita bisa
memilihnya dan menerapkannya dengan benar. Tari kejang/breakdance yang masuk ke Indonesia
seharusnya hanya menjadi wawasan tambahan bagi kita akan dunia luar akibat globalisasi. Kita
sebagai anak Indonesia boleh menyukai dan mempelajari tari kejang asalkan tidak melupakan tari
Jaipong sebagai identitas Indonesia.
Tari Jaipong, sebagai salah satu identitas Indonesia, harus dilestarikan agar tidak musnah.
Terdapat beberapa cara untuk melestarikan Tari Jaipong. Pertama, memperkenalkan Tari Jaipong ke
masyarakat Indonesia terutama yang tinggal di daerah Sunda. Setidaknya mereka tahu akan
keberadaan Tari Jaipong ini walaupun belum bisa dipraktekan tariannya. Kedua, mengajarkan Tari
Jaipong ini kepada orang-orang yang sudah mengetahuinya dengan tujuan membuat mereka suka
dengan Tari Jaipong. Mereka yang suka dan mempelajarinya lama kelamaan akan mengajak teman-
temannya untuk mempelajarinya juga. Yang terakhir adalah mengadakan talkshow/seminar/ …
tentang pentingnya identitas nasional bagi sebuah negara dengan dampak negatifnya.

DAFTAR PUSTAKA
http://definisipengertian.net/tari-tradisional/
http://xelahwd.blogspot.co.id/2015/09/sejarah-breakdance.html
http://www.senitari.com/2015/07/tari-jaipong.html?m=1

LAMPIRAN