Anda di halaman 1dari 6

BAB V KONSEP PERANCANGAN

  • 5.1 Konsep Dasar Pasar yang akan direncanakan ini terdiri dari 4 elemen yang terintegrasi, yakni parkir, toko, kios, dan lapak. Parkir yang luas dan memadai menjadi kemudahan dalam berbelanja. Di bagian luar akan dibangun jejeran bangunan toko yang dibalut dengan gaya arsitektur modern. Di bagian dalamnya merupakan area kegiatan utama pasar yaitu kios dan lapak. Pasar ini akan dirancang dengan sirkulasi (pengunjung/kendaraan) yang teratur, pencahayaan dan system utilitas yang baik, serta kapasitas parkir yang memadai dan keamanan yg terjamin. Perancangan ini dilakukan demi tercapainya sebuah lingkungan belanja yang bersih dan nyaman. Berdasarkan analisa dan kenyataan yang ada terhadap pasar tradisional dan pasar modern maka disini penulis akan merancang sebuah pasar dengan suatu konsep dimana perpaduan gaya hidup modern dengan seni berbelanja di pasar tradisional. Walaupun dikelola secara modern dan professional, namun, suasana Pasar Tradisional tetap dipertahankan. Suasana belanja di pasar tradisional yang seru tidak ditinggalkan dimana: Masih terjadi proses tawar menawar Kualitas kesegaran sayur, buah dan daging tetap terjaga Berdasarkan prinsip perancangan pada bab 2 maka konsep dasar perancangan dapat dijabarkan sebagai berikut:

Tabel 2.7 Konsep Dasar Perancangan Berdasarkan Prinsip Pasar Tradisional

No.

Tinjauan

Konsep Perancangan

  • 1. Pasar tradisional yang berskala regional

Fungsi

 
  • 2. Konsep desain

Penggabungan pasar modern dan pasar traditional dengan pendekatan desain bangunan bergaya modern

namun dengan gaya transaksi pasar secara tradisional

  • 3. Komoditi yang

Retail market (toko): aneka barang kebutuhan rumah

Traditional market: Aneka kebutuhan sehari-hari serta

dijual

tangga, elektronik, tekstil dan hasil home industry

dengan skala sedang maupun besar

55

No.

Tinjauan

Konsep Perancangan

 

depot makanan dan minuman

 
  • 4. Fasilitas

Traditional market: pengelola,ruang informasi, retail shop, kios aksesoris, ATM, gudang, pemasaran, bedak, los lapak dan los lesehan (pelataran), parker, area

bongkar muat dan toilet

  • 5. Bentuk dasar

Menggunakan bentukan geometri persegi yang dibagi kedalam pola grid dan linear, mengingat rancangan obyek studi membutuhkan efisiensi ruang dan

sirkulasi bagi pedagang, pembeli dan commodity

  • 6. Tampilan

Pengolah bentuk tampilan bangunan dengan

yang modern

bangunan

memberikan satu detail arsitektur yang khas pada

bangunan yaitu symbol kebersamaan, interaksi antara masyarakat manggarai yang digambarkan dalam bentuk rumah adat dan tentunya memiliki tampilan

  • 7. Tipe ruang

Retail market: open shop dan retail shop

berjalan

Traditional market: bedak, los lapak dan los lesehan

(pelataran)

  • 8. Ukuran

Retail market: retail shop, toko (4x6m sampai

tempat

4x12m), kios (2x3m)

berjualan

Traditional market: los lapak (3,5x2,5m), bedak

(3x2m) dan los pelataran (1,5x2m)

  • 9. Sirkulasi

Terdapat pembagian zoning antara commodity

berupa tangga dan ramp

dalam

basahan dan kering area tapak terletak ditengan

bangunan

dikelilingi oleh jajaran kios-kios dan toko.

Berupa koridor yang diatur mengikuti pola kios dan bedak dengan pertimbangan pencapaian yang merata keseluh kios dan bedak oleh pembeli dan pengunjung. Terdapat pembagian area commodity kering dan basah. Terdapat area bongkar muat dan parker kendaraan. Terdapat signage kea rah masing-masing jenis kebutuhan yang dijual di pasar. Alat sirkulasi

  • 10. Persyaratan

Mengingat bentang bangunan yang cukup lebar maka

sehingga area pasar tidak pengap

ruang

penggunaan penghawaan alami dan pencahayaan

alami tetap digubakan dengan membuat daerah tiritisan/selasar yang lebar dan mebuat sunscreean untuk mengahalang cahaya matahari yang berlebihan

  • 11. Zoning

Terdapat pembagian antara zoning berjualan, area sirkulasi pembeli, kendaraan (drop off dan loading

dock) serta service

  • 12. Struktur dan

Mengguanakan struktur atau konstruksi yang bias

dan beton bertulang

konstruksi

tahan lama, secara keseluruhan struktur dan

konstruksi pada bangunan pasar ini menggunakan bentang lebar dan rigid frame dengan kontruksi baja

  • 13. Diletakan pada area servis sserta pada area tertentu

Servis dan

 

utilitas

yang bersifat privat dengan kemudahan pencapaian,

56

No.

Tinjauan

Konsep Perancangan

 

system utilitas air bersih berasal dari PDAM sedangkan untuk system utilitas air kotor menggunakan teknologi sostem biopori sebagai

penampungan hujan dan sampah organic

14.

Sirkulasi dan

Site yang terletak tepat disamping jalan utama (jalur

pencapaian.

pencapaian

kendaraan umum) serta mudah diakses dari berbagai

daerah/kota, merupakan salah satu keunggulan rancangan obyek studi dalam hal kemudahan

Sumber: Hasil olahan penulis 2014

  • 5.2 Konsep Site

    • 5.2.1 Konsep Topografi

Site perencanaan kawasan pasar ini keadaan topografinya sedikit

miring, dengan tingkat kemiringan mencapai ± 3m. Konsep yang

diterapakan adalah dengan system meratakan tanah dari luar, sehingga

mudah didalam penataan struktur dan konstruksi yang digunakan,

sirkulasi pada site, penempatan sarana dan system utilitas lingkungan

terutama air kotor.

No. Tinjauan Konsep Perancangan system utilitas air bersih berasal dari PDAM sedangkan untuk system utilitas air

Dengan pertimbangan:

  • Tapak mudah ditata

Gambar 5.1 Sistem meratakan tanah dari luar

Gambar 5.1 Sistem meratakan tanah dari luar

  • Tapak mudah dikontrol

(Sumber: Hasil olahan penulis 2014)

(Sumber: Hasil olahan penulis 2014)

  • Kemungkinan adanya penyesuaian dalam merencanakan dan menempatkan bangunan

  • Tidak banyak merubah kontur

  • 5.2.3 Konsep Vegetasi

Tabel 4.9 Penetapan vegetasi pada site perancangan

 

Contoh

No.

Jenis Vegetasi

Fungsi

Tumbuhan

Contoh Gambar

Letak

57

   
  • 1 Sebagai

Tanaman

  • Rumput

 
1 Sebagai Tanaman  Rumput Ditempatkan

Ditempatkan

penutup tanah

penutup tanah

japan

taman dan

untuk taman

area site yang

  • Mengurangi

diperlukan.

hawa panas

  • 2 Tanaman

Tanaman

  • Pokok

serai

2 Tanaman Tanaman  Pokok serai Ditempatkan

Ditempatkan

penghias

penghias taman

(Cymbopoge

sesuai

  • Menyerap

n citrates)

penataan

kebisingan

sirkulasi.

  • 3 Sebagai

Tanaman

  • Tanaman

 
3 Sebagai Tanaman  Tanaman Ditempatkan

Ditempatkan

peneduh

peneduh

evergreen

&

pada area

  • Sebagai

palem

taman, area

pembatas

parkiran dan

  • Sebagai

area depan

penyaring debu

site guna

  • Mengurangi

 

mengurangi

kebisingan

kebisingan.

  • 4 Sebagai

  • Pohon palem

 
4 Sebagai  Pohon palem Ditempatkan

Ditempatkan

Tanaman

pengarah jalan

pada

area

Pengarah

dalam tapak

sirkulasi ME.

  • Sebagai filter

lingkungan

Sumber: Hasil olahan penulis 2014

   
 

5.2.4

Orientasi

Arah orientasi tapak menghadap ke jalan kolektor sekunder dengan

dasar pertimbangan pencapaian ketapak mudah, pengenalan terhadap

tapak dan identitas tapak jelas, memiliki lingkup pelayanan yang luas karna jalan tersebut juga merupakan jalan
tapak dan identitas tapak jelas, memiliki lingkup pelayanan yang luas
karna jalan tersebut juga merupakan jalan utama kendaraan umum menuju
kota ruteng juga menghubungkan langsung dengan area terminal
penumpang. Ruas jalan tersebut memiliki kepadatan lalu lintas dengan
tingkat kepadatan yang rendah dan sistem arus lalu lintas 2 arah, dilalui
oleh kendaraan umum, sehingga sangat memudahkan akses ke lokasi
perencanaan.
58
MENUJU JALAN UTAMA

Gambar 5.2 Konsep pemilihan orientasi tapak

Gambar 5.2 Konsep pemilihan orientasi tapak

(Sumber: Hasil olahan

enulis 2014)

Selain itu juga keuntungan dari pemilihan orintasi ini adalah:

Dapat memberikan identitas terhadap tapak, dan bangunan

Orientasi dan pencapaian dalam bangunan jelas

Mudah dicapai dan memiliki lingkup pelayanan yang luas

5.2.5 Konsep Pencapaian SIDE ENTERANCE SIDE ENTERANCE Dengan pertimbangan:  Area parkir dapat dikelompokan dalam beberapa
5.2.5
Konsep Pencapaian
SIDE ENTERANCE
SIDE ENTERANCE
Dengan pertimbangan:
Area parkir dapat dikelompokan dalam beberapa lokasi dalam site
Tidak terjadi penumpukan kendaraan didaerah parkir, terutama untuk
MAIN ENTERANCE
MAIN ENTERANCE
pada jam-jam ramai
Gambar 4.9 Alternatif 2, pemilihan (SE) dan (ME)
Gambar 4.9 Alternatif 2, pemilihan (SE) dan (ME)
Kemudahan akses bagi masyarakat menuju lokasi perencanaan hal

(Sumber: Hasil olahan penulis 2014)

(Sumber: Hasil olahan penulis 2014)

yang paling penting, karena obyak perencanaan ditujukan untuk

kepentingan masyarakat.

Tidak

terjadinya

crossing

dan

penumpukan

kendaraan dapat

memberikan kemudahan bagi pengunjung maupun penjual untuk

melakukan aktifitasnya.

59

Zoning

Penzoningan lebih didasarkan pada jenis kebutuhan yang diakomodasi dari

masing-masing area. Adapun penzoningan pada pengolahan tapak dibagi

menjadi empat bagian zoning, yaitu:

  • a. Zona penerima: pintu gerbang, pos jaga, area parkir dan taman

  • b. Zona Kegiatan utama: kantor pengelola, los-los, toko, kios dan bangunan utama pasar

  • c. Zona pendukung: toko, warung makan, pelataran kaki lima, pelayanan

jasa angkut gerobak

  • d. Zona service: MEE, genset, WC umum, area bongkar muat, tower air

Zoning Penzoningan lebih didasarkan pada jenis kebutuhan yang diakomodasi dari masing-masing area. Adapun penzoningan pada pengolahan

Bedasarkan hasil analisa alternative yang dipilih pada perancangan pasar

ini yaitu alternatif dimana area zona kegiatan utama berada dibagian

tengah dan dikelilingi oleh area zona pendukung. Zona penerima dibagian

depan dan samping memberikan kesan menerima sekaligus mempermudah

akses bagi pengunjung sedangakan zona pendukung dan plaza menjadi

pengikat sekaligus penghubung untuk menuju zona utama.

5.2.2

60