Anda di halaman 1dari 4

SOSIALISASI PERENCANAAN PERBAIKAN STRATEGIS KPS

1. Tindakan Medik yang dapat dilakukan Pendelegasian Wewenang / Alih Tanggung


Jawab Antar Staf Medik, Staf Keperawatan dan Staf Kesehatan Lainnya :
a) Tindakan pendelegasian wewenang Dokter Spesialis ke Dokter Umum :
- Visite
- Tindakan medis
- Pemulangan pasien
b) Tindakan pendelegasian wewenang Dokter Spesialis Kandungan Kepada Bidan :
- Pemeriksaan antepartum
- ANC
- Pemeriksaan dalam vagina
- Pemasangan infus dan kateter
- Injeksi obat IV, SC, IM
- Pemberian obat oral
- Asuhan obat obstetri
- Pemeriksaan Ginekologi
- Pemantauan TTD dan DJJ
c) Tindakan pendelegasian wewenang Dokter Spesialis Anastesi kepada Perawat
Anastesi :
- Premedikasi
- Sedasi sedang sampai berat
- Penatalaksanaan anastesi (GA dan anastesi lokaldengan pasien kategori ASA 1
– ASA II)
- BHL (Bantuan Hidup Lanjut)
- Maintenance anastesi
- Pengawasan, Penilaian, dan Pengakhiran Anastesi
- Transportasi pasien kritis
d) Tindakan pendelegasian wewenang Dokter Spesialis / Dokter Umum kepada
Perawat :
- Pemeriksaan tanda vital
- Resusitasi
- Pemasangan infus
- Pemasangan kateter urin
- Heckting luka ringan sampai sedang
- Bedah minor
- Pemberian obat injeksi dan obat oral
- Transportasi pasien internal / eksternal
e) Tindakan pendelegasian wewenang Dokter Gigi Kepada Perawat Gigi :
- Pemeriksaan Gigi
- Pemeliharaan Gigi
- Asuhan Pasien Gigi
- Tindakan Medis
f) Tindakan pendelegasian wewenang Apoteker kepada Asisten Apoteker :
- Penerimaan resep
- Pengkajian resep
- Penghitungan & pemberian harga obat
- Penyiapan & peracikan obat
- Pemberian label / etiket
- Pemeriksaan kesesuaian resep dengan obat
- Pelayanan salinan resep
- Penyerahan obat beserta pemberian informasi yang memadai
g) Tindakan pendelegasian wewenang Apoteker kepada Perawat :
- Pendelegasian pencampuran elektrolit konsentrat pekat (KCL, MgSO4,dll)
- Pendelegasian pengoplosan injeksi serbuk kering (Cefotaxime, Ceftriaxone,
Methylprednisolone, dll).
- Pendelegasian pencampuran obat injeksi, (Asam Tranexamat inj, Vitk K inj,
Dicynone inj, dll).
- Pendelegasian pengoplosan nutrisi parenteral (Clinimix + dll).
- Pendelegasian penyerahan obat.

2. Jadwal Pelaksanaan Pelatihan In-Service dalam rangka pengembangan Kualitas


dan Mutu SDM adalah sebagai berikut :

No Peserta Materi Waktu Tempat


1. Staf APAR,BHD, Komunikasi Senin – Selasa Ruang Rapat
Keperawatan Efektif, Manajemen Nyeri, RSU Aliyah
PPI Dasar
2. Staf APAR,BHD, Komunikasi Rabu – Kamis Ruang Rapat
Kesehatan Efektif, PPI Dasar RSU Aliyah
Lainnya
3. Staf Non APAR,BHD, Komunikasi Jumat Ruang Rapat
Klinis Efektif, PPI Dasar RSU Aliyah
4. Staf Medik APAR,BHD, Komunikasi Sabtu Ruang Rapat
Efektif, Manajemen Nyeri, RSU Aliyah
PPI Dasar

3. Pemeriksaan Kesehatan Karyawan Berkala di RSU Aliyah Kendari yang telah


dilaksanakan Tanggal 10 – 18 Januari 2018, dilakukan evaluasi oleh Tim K3RS.
Pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Karyawan Berkala meliputi :
a) Pemeriksaan Fisik
b) Pemeriksaan Laboratorium
c) Pemeriksaan Foto Thotax
Pada pelaksanaannya kegiatan ini dibagi menjadi 4 Gelombang yaitu :
Staf Medis : Tanggal 10 – 11 Januari 2018
Staf Keperawatan : Tanggal 12 – 15 Januari 2018
Staf Kesehatan Lainnya : Tanggal 16 Januari 2018
Staf Non Klinis : Tanggal 17 – 18 Januari 2018

4. Alur pelaporan jika terjadi kecelakaan kerja pada Karyawan :


a. Kecelakaan dalam perjalanan berangkat / pulang kerja
Peristiwa kecelakaan → melaporkan kejadian pada Tim K3RS < 6 jam setelah
kejadian (untuk dicatat di laporan kecelakaan) → Poliklinik / IGD →
pengobatan/perawatan → Konsultasi dokter spesialis (jika diperlukan)
b. Kecelakaan di tempat kerja (terpeleset / terjatuh)
Peristiwa kecelakaan → melaporkan kejadian pada Kepala Unit Kerja → melapor ke
Tim K3RS < 6 jam setelah kejadian (untuk dicatat di laporan kecelakaan) →
Poliklinik / IGD → pengobatan/perawatan → Konsultasi dokter spesialis (jika
diperlukan)
c. Kecelakaan tertusuk jarum
Peristiwa tertusuk jarum → melaporkan kejadian pada Kepala Unit Kerja → melapor
ke Tim K3RS < 6 jam setelah kejadian (untuk dicatat di laporan kecelakaan) →
Poliklinik / IGD → Cek Laboratorium (HbsAg dan Anti Hbs) → Tindak lanjut hasil
laboratorium (vaksin / booster) → Cek laboratorium ulang 6 bulan kemudian
(HbsAg)

5. Penanganan Staf Jika Terkena Infeksi


a. Bila staf yang terpapar adalah staf pelayanan medis :
1) Siapa pun yang mengetahui staf pelayanan medis yang sedang terpapar penyakit
infeksius (TB paru, Hepatitis B, Hepatitis C, HIV, Konjungtivitis viral, Morbili
dan penyakit lainya yang infeksius) maka wajib melaporkan staf tersebut kepada
pihak Manajemen Rumah Sakit.
2) Staf yang terpapar penyakit infeksius tidak diperbolehkan melakukan pelayanan
medis selama masa infeksius penyakitnya masih ada.
3) Staf tersebut dipindah tugaskan ke bagian administrasi ataupun bagian lain yang
tidak menangani pelayananan medis untuk sementara.
4) Bila masa penularan penyakit telah terlewati ataupun penyakit tersebut sudah
sembuh maka staf tersebut diperbolehkan kembali melakukan pelayanan medis.
b. Bila staf yang terpapar bukan merupakan staf pelayanan medis :
1) Staf yang terpapar penyakit infeksius harus melakukan kewaspadaan universal
dan isolasi termasuk etika batuk, cuci tangan dan penggunaan alat pelindung diri.
2) Staf diperbolehkan tetap melakukan pekerjannya.
Alur kredensial STAF keperawatan

Alur Proses Kredensial

MULAI

Sub Komite Kredensial melakukan Review, Verifikasi dan Evakuasi dokumen/portofolio


kredensial

Sub Komite Kredensial menugaskan asesor untuk melakukan asesmen kompetensi

Asesor membuat rekomendasi hasil asesmen kompetensi ke Sub Komite Kredensial

Sub Komite Kredensial membuat laporan seluruh proses kredensial kepada ketua
Komite Keperawatan untuk diteruskan kepada Direktur RSU Aliyah Kendari

SELESAI