Anda di halaman 1dari 19

KATA PENGANTAR

Alhamdulilah puji syukur kehadirat Allah SWT karena berkat kasih dan sayang-Nya
kami dapat menyelesaikan makalah bahasa indonesia yang bertemakan “ Kutipan,catatan
kaki dan daftar pustaka” ini tepat pada waktunya. Makalah ini dimaksudkan untuk
mengetahui pengertian dan penggunaan kutipan,catatan kaki dan daftar pustaka pada sebuah
buku. Adapun penjelasan-penjelasan pada makalah ini kami ambil dari beberapa sumber
buku dan website .
Kami ucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah membantu kami untuk
menyelesaikan makalah ini. Kami menyadari bahwa sekeras apapun usaha yang dilakukan,
ketidak sempurnaan pasti mengiringinya, karena kesempurnaan itu hanya milik Allah SWT
semata. Begitupun dalam penulisan makalah ini yang masih jauh dari kata sempurna. Oleh
karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun sehingga dalam
penulisan berikutnya dapat lebih baik dari makalah ini. Akhir kata, semoga segala usaha kita
dapat bernilai ibadah dan mendapat ridho di sisi-Nya, Amin ya Rabb…

Gowa, November 2017

1
DAFTAR ISI

Kata Pengantar 1
Daftar Isi 2
Bab I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang 3
1.2 Rumusan Masalah 4
1.3 Tujuan 4
Bab II Pembahasan
2.1 Kutipan 5
2.2 Catatan Kaki 9
2.3 Daftar Pustaka 13
Bab III Penutup
3.1 Kesimpulan 18
3.2 Saran 18
Daftar Pustaka 19

2
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Bahasa indonesia merupakan salah satu bahasa yang mempunyai struktur yang
baik, hal tersebut dapat terlihat dari unsur-unsur yang sangat terkait satu sama lain.
Unsur-unsur yang terkait ini tersebut memegang peran penting dalam menjaga
keutuhan bahasa indonesia itu sendiri. Dalam perkembangannya bahasa indonesia saat
ini telah mengalami beberapa perubahan, seperti dalam penggunaan ejaan, tata
bahasa, penambahan kata-kata baru, dan sebagainya. Dalam hal ini kami berusaha
membahas kembali beberapa unsur yang terkait seperti kutipan, catatan kaki, dan
daftar pustaka.
Saat ini hampir sebagian besar penulis sebuah karya atau karangan ilmiah
kurang memahami betul kaidah-kaidah yang benar dalam penulisan ketiga unsur
tersebut. Oleh sebab itu, kami rasa penting untuk mengingatkan kembali kepada
penulis dan pembaca agar memperhatikan sebuah aturan dan kaidah penulisan yang
benar. Penyusun suatu karangan ilmiah, seorang penulis mencari beberapa sumber
untuk melengkapi karangan ilmiah tersebut. Sumber-sumber tersebut perlu
dicantumkan ke dalam sebuah kutipan, catatan kaki maupun daftar pusaka. Penulisan
kutipan, catatan kaki, dan daftar pusaka yang baik dan benar sesuai dengan kaidah
bahasa Indonesia harus diketahui terlebih dahulu sebelum melakukan penulisan
karangan ilmiah.
Sebagian besar orang belum memahami dan mempelajari tentang kutipan,
catatan kaki, dan daftar pustaka bahkan mengabaikan tata cara penulisannya karena
dianggap tidak begitu penting. Dalam kesempatan kali ini, kami akan menjelaskan
kutipan, catatan kaki, dan daftar pustaka secara lengkap dan jelas. Dimana
pembahasan ini sangat penting bagi kita semua dalam penulisan suatu karangan
ilmiah agar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Penyusunan suatu karangan ilmiah, seorang penulis harus mencari beberapa
sumber untuk melengkapi karangan ilmiah tersebut. Sumber-sumber tersebut perlu
dicantumkan ke dalam sebuah kutipan, catatan kaki maupun daftar pusaka. Penulisan
kutipan, catatan kaki, dan daftar pusaka yang baik dan benar sesuai dengan kaidah
bahasa Indonesia harus diketahui terlebih dahulu sebelum melakukan penulisan

3
karangan ilmiah. Sebagian besar orang belum memahami dan mempelajari tentang
kutipan, catatan kaki, dan daftar pustaka bahkan mengabaikan tata cara penulisannya
karena dianggap tidak begitu penting. Dalam kesempatan kali ini, saya akan
menjelaskan kutipan, catatan kaki, dan daftar pustaka secara lengkap dan jelas.
Dimana pembahasan ini sangat penting bagi kita semua dalam penulisan suatu
karangan ilmiah agar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa saja tujuan dari penulisan kutipan, catatan kaki, dan daftar pustaka?
2. Apa fungsi dari penulisan kutipan, catatn kaki, dan daftar pustaka?
3. Apa sajakah jenis-jenis kutipan, dan catatan kaki?
4. Bagaimana cara penulisan kutipan, catatan kaki, dan daftar pustaka yang baik dan
benar?
1.3 Tujuan
1. Memahami tujuan penulisan dari kutipan, catatan kaki, dan daftar pustaka dari
sebuah karya.
2. Memahami fungsi dari kutipan, catatan kaki, dan daftar pustaka dari sebuah karya.
3. Dapat mengetahui berbagai jenis kutipan, dan catatan kaki
4. Dapat mengetahui cara penulisan kutipan, catatan kaki, dan daftar pustaka yang
baik dan benar.

4
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Kutipan
A. Pengertian kutipan
Kutipan adalah pengulangan satu ekspresi sebagai bagian dari yang
lain, terutama ketika ekspresi yang dikutip itu terkenal atau secara tersurat
dihubungkan dengan kutipan ke sumber aslinya, dan ditandai oleh tanda kutip
dua (wikipedia).
Menurut KBBI, mengutip diartikan sebagai mengambil perkataan atau
kalimat dari buku baik fiksi atau nonfiksi. Orang yang mengambil kutipan
disebut dengan pengutip, sedang proses mengutip disebut pengutipan.
Secara umum, Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari
berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan
itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah,
internet, dan lain sebagainya.
B. Tujuan penulisan kutipan
Dalam tulisan ilmiah, baik berupa artikel, karya tulis, skripsi, tesis, dan
disertasi selalu terdapat kutipan. Dengan demikian kutipan memiliki tujuan
sebagai:
1) Landasan teori
2) Penguat pendapat penulis
3) Penjelasan suatu uraian
4) Bahan bukti untuk menunjang pendapat itu
Berdasarkan tujuan di atas seorang penulis harus memperhatikan hal-hal
berikut:
 Penulis mempertimbangkan bahwa kutipan itu perlu
 Penulis bertanggung jawab penuh terhadap ketepatan dan ketelitian kutipan
 Kutipan dapat terkait dengan penemuan teori
 Jangan terlalu banyak mempergunakan kutipan langsung
 Penulis mempertimbangkan jenis kutipan, kutipan langsung atau kutipan
tak langsung
 Perhatikan teknik penulisan kutipan dan kaitannya dengan sumber rujukan

5
C. Funsi penulisan kutipan
Kutipan memiliki fungsi tersendiri. Fungsi dari kutipan adalah sebagai berikut
:
1) Menunjukkan kualitas ilmih yang lebih tinggi.
2) Menunjukkan kecermatan yang lebih akurat.
3) Memudahkan penilaian penggunaan sumber dana.
4) Memudahkan pembedaan data pustaka dan ketergantungan tambahan.
5) Mencegah pengulangan penulisan data pustaka.
6) Meningkatkan estetika penulisan.
7) Memudahkan peninjauan kembali penggunaan referensi, dan
memudahkan penyuntingan naskah yang terkait dengan data pustaka.
D. Jenis-jenis kutipan
1) Kutipan Langsung
Kutipan langsung (direct quotation) adalah kutipan hasil
penelitian, hasil karya, atau pendapat orang lain yang penyajiannya
sama persis dengan teks aslinya (yang dikutip). Dalam merujuk sumber
kutipan di teks utama, sebutkan referensinya dengan menulis nama
pengarang, tahun penerbitan, dan nomor halamannya. Contoh :
 Ratnawati (2006:148) menegaskan bahwa “Hasil pemilu 1999
dan pemilu 2004 secara gamblang menunjukkan bahwa PDI-P
leading di Kabupaten Bantul.”
 Menurut Miriam Budiardjo (1992:4-5), dalam pemilu yang
menggunakan sistem distrik :
Negara dibagi dalam sejumlah besar distrik pemilihan (kecil)
yang kira-kira sama jumlah penduduknya. Jumlah penduduk
distrik berbeda dari satu negara ke negara lain, misalnya di
Inggris jumlah penduduknya kira-kira 500.000 orang dan India
lebih dari 1 juta orang. Karena satu distrik hanya berhak atas
satu wakil, maka calon yang memperoleh suara pluralitas
(suara terbanyak) dalam distriknya menang.
 Berkenaan dengan kegiatan pembalakan liar (illegal logging),
seorang tokoh masyarakat mengatakan bahwa ”kegiatan illegal
logging di wilayah ini sudah sangat parah, dan upaya untuk

6
membasminya seperti menegakkan benang basah” (Suparlan,
wawancara, 21 Juli 2007).
2) Kutipan Tidak Langsung
Kutipan tidak langsung (indirect quotation) merupakan kutipan
hasil penelitian, hasil karya, atau pendapat orang lain yang
penyajiannya tidak sama dengan teks aslinya, melainkan menggunakan
bahasa atau kalimat penulis/peneliti sendiri. Dalam pengutipan ini,
sumber rujukan harus disebutkan, baik dengan nomor halaman atau
tanpa nomor halaman. Paling sedikit ada dua jenis kutipan tidak
langsung atau ada dua cara dalam mengutip secara tidak langsung.
Pertama, dengan meringkas, menyimpulkan, atau merujuk pokok-
pokok pikiran orang lain. Contoh :

 Gelombang demokratisasi yang ada di dunia ini bisa dibagi


menjadi tiga periode, yakni demokratisasi gelombang pertama
yang berlangsung antara 1828-1926, demokratisasi gelombang
kedua yang terjadi antara 1943-1962, dan demokratisasi
gelombang ketiga yang dimulai dari tahun 1974 sampai
tahun1990-an (Huntington 1991). Mengingat sekarang masih
banyak rejim-rejim otoriter, apakah akan ada gelombang
demokratisasi keempat.
 Sistem distrik dan sistem proporsional adalah dua jenis sistem
pemilihan umum yang paling populer, yang masing-masing sistem
ini memiliki variannya sendiri-sendiri. Dalam sistem distrik,
jumlah pemenangn yang akan menjadi wakil di parlemen—adalah
satu orang, sedangkan dalam sistem proporsional jumlah wakil
yang akan mewakili suatu daerah pemilihan adalah beberapa orang
sesuai dengan proporsi perolehan suaranya (Budiardjo 1982:4).
 Sebagaimana terjadi di beberapa negara sedang berkembang, di
Indonesia juga ditemukan bahwa bahwa banyak kasus korupsi
yang terjadi atas nama pemberantasan korupsi (Kompas, 11 Maret
2008).

7
3) Kutipan pada catatan kaki
Kutipan selalu ditempatkan pada spasi rapat, meskipun kutipan itu
singkat saja. Kutipan diberi tanda kutip, dikutip seperti dalam teks asli.
4) Kutipan atas ucapan lisan
Kutipan harus dilegalisir dulu oleh pembicara atau sekretarisnya (bila
pembicara seorang pejabat). Dapat dimasukkan ke dalam teks sebagai
kutipan langsung atau kutipan tidak langsung.
5) Kutipan dalam kutipan
Kadang-kadang terjadi bahwa dalam kutipan terdapat lagi kutipan.
Dalam hal ini dapat ditempuh dua cara:
 bila kutipan asli tidak memakai tanda kutip, kutipan dalam
kutipan dapat mempergunakan tanda kutip tunggal atau tanda
kutip ganda
 bila kutipan asli memakai tanda kutip tunggal, kutipan dalam
kutipan memakai tanda kutip ganda. Sebaliknya bila kutipan
asli memakai tanda kutip ganda, kutipan dalam kutipan
memakai tanda kutip tunggal.
6) Kutipan langsung dalam materi
Kutipan langsung dimulai dengan materi kutipan hinggga
perhentian terdekat, (dapat berupa koma, titik koma, atau titik)
disusul dengan sisipan penjelas siapa yang berbicara.
E. Cara penulisan kutipan yang baik dan benar
Penulisan dan pencantuman kutipan dengan pola Harvard ditandai
dengan menuliskan nama belakang pengarang, tahun terbit, dan halaman buku
yang dikutip di awal atau di akhir kutipan. Data lengkap sumber yang dikutip
itu dicantumkan pada daftar pustaka. Ada dua cara dalam mengutip, yakni
langsung dan tidak langsung. Kutipan langsung adalah mengutip sesuai
dengan sumber aslinya, artinya kalimat-kalimat tidak ada yang diubah.
Disebut kutipan tidak langsung jika mengutip dengan cara meringkas kalimat
dari sumber aslinya, namun tidak menghilangkan gagasan asli dari sumber
tersebut.
Dalam mengutip terdapat aturan atau prinsip yang harus diperhatikan.
Hal tersebut harus diperhatikan agar tulisan kita tidak dicap sebagai suatu

8
plagiarism yaitu suatu tindak kriminal yang menjiplak gagasan seseorang
sebagai hasil karyanya. Oleh karena itu agar tidak dicap plagiat, maka prinsip
yang harus diperhatikan ketika mengutip yaitu:
 Sebagai pengutip tidak diperkenankan untuk mengubah apapun, kata
atau kalimat, meski bertujuan untuk membenarkan ejaan atau
sebagainya. Oleh karena itu, jika menemukan ejaan yang salah dalam
sumber yang dikutip, pengutip tidak dikenankan untuk
membenarkannya.
 Dalam mengutip gagasan seseorang, pengutip diperbolehkan
menghilangkan beberapa kata atau kalimat yang dikiranya tidak
mengubah arti atau makna dari gagasan yang dikutip. Bagian- bagian
yang dihilangkan dapat diganti dengan tanda titik atau spasi.
 Sebelum mengutip, pengutip harus mempertimbangkan terlebih dahulu
apakah kutipan tersebut perlu dilakukan atau tidak
 Pengutip harus memperhatikan ketelitian dan ketepatan kutipan,
termasuk penting atau tidak kutipan dilakukan, dari segii penulisan
yang tidak mengubah makna dan lain sebagainya. Kutipan dirasa perlu
jika terkait dengan teori atau hasil penemuan.
 Perhatikan teknik dan jenis kutipan. Sebaiknya jangan terlalu sering
mengunakan jenis kutipan langsung.

2.2 Catatan Kaki


A. Pengertian catatan kaki
Catatan kaki adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian
bawah setiap lembaran atau akhir bab karangan ilmiah (wikipedia). Dalam
penulisan ilmiah, seorang penulis harus paham bagaimana cara menulis
catatan kaki. Hal ini karena karya ilmiah harus didasarkan pada fakta yang
valid, yang salah satunya dibuktikan dengan penggunaan sumber, rujukan, dan
refernsi yang digunakan.
Catatan kaki atau yang juga dikenal dengan istilah footnote adalah daftar
keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran atau akhir bab
karangan ilmiah. Secara lengkap, Catatan kaki adalah keterangan tambahan yang
terletak di bagian bawah halaman dan dipisahkan dari teks karya ilmiah oleh sebuah
garis sepanjang dua puluh ketukan (dua puluh karakter).

9
B. Tujuan penulisan catatan kaki
Pencantuman catatan kaki diperlukan dalam penulisan karya ilmiah. Hal ini dilakukan
untuk mengetahui sumber referensi yang menjadi kajian peneliti. Selain itu, penulisan
catatan kaki juga mempunyai tujuan untuk :
1) Menyusun Pembuktian
Semua pernyataan yang penting,yang bukan merupakan pengetahuan umum
harus didukung oleh pembuktian-pembuktian. Catatan kaki menunjukan
kebenaran-kebenaran yang pernah dicapai oleh seorang pengaran lain dalam
bukunya atau tulisan-tulisannya.Sebab itu referensi dalam catatan kaki
dimaksudkan untuk menunjukkan tempat atau sumber dimana suatu
kebenaran telah dibuktikan oleh orang lain.
2) Menyatakan Hutang Budi
Penunjukan sumber pada catatan kaki dimasukan pula untuk menyatakan
hutang budi kepada pengarang yang dikutip pendapatnya. Dengan menyebut
nama pengarang yang dikutip pendapatnya itu,penulis telah menyatakan
hutang budi kepadanya.
3) Menyatakan Keterangan Tambahan
Catatan kaiki juga dimaksudkan sebagai keterangan tambahan untuk uraian.
keterangan tambahan yang dimaksud dapat berupa :
 Inti atau sari dari fragmen yang dipinjam.
 Uraian teknis , keterangan insidental, atau materi yang memperjelas
teks, atau informasi tambahan terhadap topik. Materi-materi penjelas
yang kurang penting seperti perbaikan, atau pandangan-pandangan
lain yang bertentangan.
4) Merujuk bagian lain dari teks
Catatan kaki dapat juga dipergunakan untuk menyediakan informasi kepada
bagian-bagian lain dari tulisan itu . Misalnya penulis memberi catatan agar
pembaca melihat atau memeriksa utaian padahalaman sebelumnya,atau hal-
hal yang akan diuraikan.
C. Funsi penulisan catatan kaki
Beberapa fungsi dari penulisan catatan kaki antara lain, sebagai berikut:
1) Menjelaskan referensi yang dipergunakan bagi pernyataan dalam teks
(catatan kaki sumber atau reference footnote).

10
2) Menjelaskan komentar penulis terhadap pernyataan dalam teks yang
dipandang penting, tetapi tak dapat dinyatakan bersama teks karena
dapat mengganggu alur tulisan.
3) Sebagai keterangan mengenai suatu hal yang dikemukakan dalam
karangan ilmiah di halaman tersebut.
4) Menunjukkan sumber lain yang membicarakan hal yang sama (catatan
kaki isi atau content footnote).
D. Jenis-jenis catatan kaki
1) Catatan kaki lengkap
Catatan kaki lengkap adalah yang mencantumkan unsur seperti:
nama pengarang, judul buku, nama/ nomor seri, julah jilid, nomor
percetakan, kota penerbit nama penerbit, tahun terbit, dan nomor
halaman. Sedangkan teknik penulisannya adalah:

 Pada nama pengarang, diberi nomor catatan kaki atau biasa disebut
dengan superscript.
 Nama pengarang mesti ditulis lengkap. Jika terdiri dari dua kata,
maka nama tersebut tidak perlu dibalik. Jika namanya terdiri dari
dua orang, perlu disisipkan “dan”. Jika tiga nama, maka sisipkan
koma pada nama kedua dan “dan” pada nama ketiga.
 Antara nama pengarang dan judul buku diberikan tanda koma.
 Judul buku harus lengkap dan dicetak miring.
 Setelah judul buku, diikuti (tanpa koma) kota tempat penerbit,
nama penerbit, dan tahun terbit yang semuanya berada dalam tanda
kurung. Antara kota penerbit dan nama penerbit diberi tanda titik
dua.
 Pada bagian belakang catatan kaki, terselip nomor halaman. Jika
hanya terdapat satu halaman maka cukup menuliskan h. 10, namun
jika terdiri dari beberapa halaman, maka tuliskan hh. 10-25.

1
Contoh: Kuntowijoyo, Muslim Tanpa Masjid: Esai-Esai Agama,
Budaya, dan Politik dalam Bingkai Strukturalisme Transedental
(Bandung: Mizan, 2001), h.10.

11
2) Catatan kaki tidak lengkap
Catatan kaki ini terdiri atas tiga macam, yaitu:
 Ibid. adalah singkatan dari ibidum, artinya “sama dengan di
atas”. Ibid. dipergunakan untuk menunjukkan catatan kaki yang
sumbernya sama dengan catatan kaki yang tepat di atasnya.
 Op.cit. adalah singkatan dari opere citati, artinya “dalam karya
yang telah dikutip”. Op.cit. digunakan untuk catatan kaki dari
sumber yang telah dikutip.
 Loc.cit. adalah singkatan dari loco citati, artinya “tempat yang
sudah dikutip”. Loc.cit. digunakan seperti op.cit., namun
sumber yang dikutip berasal dari halaman yang sama.

Contoh:

2
Ibid., h.30.

3
Kuntowijoyo, op.cit., h.37.

4
Kuntowijoyo, loc.cit.

E. Cara penulisan catatan kaki yang baik dan benar


Sistematika penulisan catatan kaki yang baik dan benar dapat dilakukan
dengan cara sebagai berikut:
1) Catatan kaki ditulis pada bagian kaki laman teks yang dipisahkan oleh
garis sepanjang empat belas karakter.
2) Catatan kaki ditulis berjarak empat belas karakter dari margin kiri atau
berjarak empat spasi dari teks.
3) Ditulis dengan jarak satu spasi.
4) Diberi nomor dengan penomoran yang berjarak enam karakter dari
margin kiri.
5) Jika catatan kaki lebih dari satu baris, maka baris selanjutnya dimulai
seperti pada margin teks.
6) Jika catatan kaki lebih dari satu maka jarak antara satu catatan dengan
catatan selanjutnya adalah sama dengan jarak pada teks.

12
7) Seperti pada aturan teks, jarak catatan terakhir dengan margin bawah
ialah 3 cm.
8) Catatan kaki ditulis pada laman yang sama. Artinya, jika catatan kaki
terlalu panjang hingga harus berlanjut p ada laman berikutnya maka
lebih baik memotong tulisan teks bukan memotong tulisan pada
catatan kaki.
2.3 Daftar Pustaka
A. Pengertian daftar pustaka
Ketika seorang penulis mengarang sebuah karya ilmiah atau apapun
itu, dan beberapa gagasannya didapat dari sumber-sumber lain, maka si
penulis harus lah mengakui sumber tersebut, dengan menulis daftar pustaka di
akhir kepenulisan.
Daftar pustaka yaitu suatu daftar yang berisi semua sumber bacaan
yang digunakan sebagai bahan acuan dalam penulisan karya ilmiah seperti
Makalah, Skripsi, Tugas Akhir, Laporan, Thesis,dan penelitian. Pemilihan
daftar pustaka ini harus benar-benar sesuai dengan pokok permasalahan yang
dibahas dalam makalah. Mahasiswa, Dosen, Siswa tidak boleh mencantumkan
nama/judul buku, artikel/jurnal serta dokumen lainnya baik cetak maupun
internet yang tidak terdapat dalam daftar pustaka ini.
B. Tujuan dan fungsi penulisan daftar pustaka
Beberapa tujuan dan fungsi dari penulisan daftar pustaka, ialah:
 Ciri khas Karya Tulis Ilmiah.
 Rujukan, kajian atau sumber ilmu pengetahuan terkait.
 Memberikan kepuasan batin untuk penulis, penerbit, dan sebagainya.
 Mengetahui kota atau tempat terbit.
 Membangun kepercayaan pembaca.
 Membantu pembaca mencari bahan bacaan atau ilmu pengetahun
terkait isi karya tulis.
C. Contoh daftar pustaka
1) Penulisan daftar pustaka dalam pengambilan data dari internet :
i. tulis nama,
ii. tulis (tahun buku atau tulisan dibuat dalam tanda kurung)
setelah itu beri (tanda titik),

13
iii. tulis judul buku/tulisannya lalu beri (tanda titik) lagi,
iv. tulis alamat websitenya gunakan kata (from) untuk awal judul
web dll setelah itu beri tanda koma,
v. tulis tanggal pengambilan data tersebut ok.

Contoh Daftar Pustaka dalam pengambilan data dari internet :

lbarda (2004). Strategi Implementasi TI untuk Tata Kelola


Organisasi (IT Governance).From http://rachdian.com/index2.
php?option=com_docman&task=doc_view&gid=27&Itemid=30,
3 August 2008

2) Penulisan daftar pustaka dalam pengambilan data dari buku :

i. penulisan nama untuk awal menggunakan huruf besar terlebih


dahulu setelah nama belakang ditulis beri (tanda koma),
dimulai dari nama belakang lalu beri (tanda koma) dan
dilanjutkan dengan nama depan,
ii. tahun pembuatan atau penerbitan buku,
iii. judul bukunya ingat ditulis dengan mengunakan huruf miring
setelah judul gunakan (tanda titik),
iv. tempat diterbitkannya setelah tempat penerbitan gunakan (tanda
titik dua),
v. penerbit buku tersebut diakhiri dengan (tanda titik).

Contoh daftar pustaka dalam pengambilan data dari buku :

 Peranginangin, Kasiman (2006). Aplikasi Web dengan PHP


dan MySql. Yogyakarta: Penerbit Andi Offset.
 Soekirno, Harimurti ( 2005). Cara Mudah Menginstall Web
Server Berbasis Windows Server 2003. Jakarta: Elex Media
Komputindo.

3) Penulisan daftar pustaka yang lebih dari satu/dua orang penulis dalam
buku yang sama :

14
i. tulis nama belakang dari penulis yang pertama setelah nama
belakang beri (tanda koma) lalu tulis nama depan jika nama
depan berupa singkatan tulis saja singkatan itu setelah nama
pertama selesai beri (tanda titik) lalu beri (tanda koma) untuk
nama kedua / ketiga ditulis sama seperti nama sali alis tidak ada
perubahan, yang berubah penulisannya hanya orang pertama
sedangkan orang kedua dan ketiga tetap. Setelah penulisan
nama kedua selesai, nah jika tiga penulis gunakan tanda dan
(&) pada nama terakhir begitupula jika penulisnya hanya dua
orang saja, setelah penulisan nama selesai,
ii. tahun pembuatan atau cetakan buku tersebut dengan diawali
[tanda kurung buka dan kurung tutup/ ( )] setelah itu beri
(tanda titik).
iii. judul buku atau karangan setelah itu beri (tanda koma) dan
ditulis dengan huruf miring ok.
iv. penulisan tempat penerbitan/cetakan setelah itu beri (tanda titik
dua : )
v. nama perusahaan penerbit buku atau tulisan tersebut dan
diakhiri (tanda titik) ok. Untuk gelar akademik tidak ditulis
dalam penulisan daftar pustaka.

Contoh daftar pustaka yang lebih dari satu/dua orang penulis dalam
buku yang sama :

 Suteja, B.R., Sarapung, J.A, & Handaya, W.B.T.


(2008). Memasuki Dunia E-Learning, Bandung: Penerbit
Informatika.
 Whitten, J.L.,Bentley, L.D., Dittman, K.C. (2004). Systems
Analysis and Design Methods. Indianapolis: McGraw-Hill
Education.

Berikut adalah contoh penulisan daftar pustaka dari berbagai sumber:

1) Buku
 Satu penulis:

15
I. Nyoman. 1999. Menulis dan membaca Puisi dengan Baik dan
Benar. B.Lampung: Erlanggi.
 Banyak penulis:
Hariani, Sangat M. dkk. 2000. Kamus Penyakit dan Tumbuhan Obat
Indonesia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
 Editan:
Nugraha, Aria dan Musriyanto, M.A. (Eds) 2002. Menulis Teks
Berita dan Membacakan Berita. Jakarta: Bulan Bintang Group.
 Cetakan ulang:
Alabironi, A.H. (1997). Musikalisasi Puisi Kuno Menjadi Puisi
Modern (edisi ke 3). Pringsewu: Pustaka Buku.
2) Jurnal
 online:
R. Muhammad. 1978. Meningkatkan Kemampuan Menulis Siswa
dengan Metode Menulis Diary. Kumpulan Jurnal Ilmiah Bahasa
Indonesia Online, Vol. 4, No.7.
http://www.KelasIndonesia.com/page/artikel/?act/detil/aid/42.
(Diakses pada tanggal 1 April 2015).
 Jurnal cetak:
Munandar, Kharis. 2014. Pengaruh Membaca terhadap Kemampuan
Menulis Siswa. Jurnal Pendidikan Ilmiah, vol. 13, No. 4, pp. 124-
126.
3) Koran
 Mencantumkan penulis:
Afriando, B. 2015. Kiat Sukses Menjadi Jutawan dengan Modal
Dengkul. Pikiran Rakyat. 1 April 2015.
 Tidak mencantumkan nama penulis:
Pikiran Rakyat. 1 April 2015. Mencintai Bahasa Indonesia, hlm.
21.
 Daftar pustaka artikel di dalam koran:
Permata, Sofi. 20 Maret 2015. Membiasakan Berbahasa yang Baik
dan Benar. Bandar Lampung Post, hlm. 2.

16
4) Majalah
P. Nova. 12 April 2014. Cara Membuat Kue Lapis Coklat. Modern
Life. IXXXX.
5) Web
Rahimawati. 2013. Contoh Daftar Pustaka dan Cara Penulisannya,
http://contohsuratku.com/contoh-daftar-pustaka-yang-baik-dan-
benar.html, (diakses 22 Mei 2013).
6) UU
Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1978. Pedoman
Penulisan Laporan Peneltian. Jakarta: Depdikbud.
7) Film
Oldfield, B. (Producer) 1977. On The Edge Of The Forest. Tasmanian
Film Corporation. Hobart, Australia,. 30 mins.

17
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Kesimpulan dari makalah ini adalah untuk membuat sebuah karya dan
karangan ilmiah, akan lebih baik jika dilengkapi dengan ketiga unsur ini yaitu
kutipan,catatan kaki, dan daftar pustaka . Ketiga unsur ini memiliki peran dan
fungsinya masing-masing seperti yang telah dibahas pada bab telaah pustaka tadi.
Salah satu fungsi dari ketiga unsur ini adalah sebagai penghargaan atas pendapat dan
karya oranglain.
Dalam sebuah karya dan karangan ilmiah, kutipan biasanya ditemukan di
dalam teks bacaan, tetapi kutipan juga bisa ditemukan pada catatan kaki, begitupun
sebaliknya, catatan kaki terbagi menjadi dua jenis yaitu footnote dan bodienote,
footnote diletakkan pada bagian bawah halaman dengan ukuran teks yang lebih kecil
sedangkan bodienote biasanya dapat ditemukan setelah adanya kutipan, seperti yang
telah kita lihat pada contoh-contoh kutipan dan catatan kaki diatas. Nah, yang terakhir
adalah daftar pustaka, untuk membuat sebuah karya atau pun karangan ilmiah, daftar
pustaka ini harus ada tercantum agar pembaca dapat mengetahui sumber-sumber
bacaan lainnya yang ditemukan pada karya dan karangan ilmiah kita. Daftar pustaka
diletakkan pada halaman akhir sebuah karya atau karangan ilmiah.
3.2 Saran
Pembuatan kutipan, catatan kaki maupun daftar pustaka, disarankan agar
penulis memperhatikan cara penulisan yang baik dan benar menurut aturan/teori, hal
tersebut dianjurkan untuk mengurangi dan meminimalisir kekeliruan dalam penulisan
karya-karya ilmiah. Tulisan atau buku yang menggunakan aturan penulisan ilmiah
yang sesuai dengan kaidahnya umumnya memiliki nilai lebih tinggi, baik dari segi
penyampaian informasi maupun nilai yang terkandung di dalamnya, lebih dari itu
untuk melestarikan nilai-nilai sebuah kesastraan dan menjaga keutuhan bahasa
Indonesia

18
DAFTAR PUSTAKA

Kiki. 2013. Tugas Bahasa Indonesia “Catatan Kaki”.


http://rororizky.blogspot.com/2013/01/tugas-bahasa-indonesia-catatan-kaki.html,
(diakses 21 Januari 2013).

Dea. 2009. Catatan Kaki. http://sayadea.blogspot.com/2009/10/catatan-kaki-footnote-catatan-


kaki.html, (diakses 13 Oktober 2009)

Pradana, Dicky Putra. 2013. Pengertian, Fungsi dan Jenis Kutipan.


http://dickypradanaputra.blogspot.com/2013/03/pengertian-fungsi-dan-jenis-
kutipan.html, (diakses 1 Maret 2013).

Sakinah, Hayatun. 2015. Makalah Kutipan, Catatan Kaki, dan Daftar Pustaka. https://sakinah-
wasohibatimuslimah.blogspot.co.id/2016/01/makalah-kutipan-catatan-kaki-dan-
daftar.html, (diakses 14 Januari 2015).

Tania. 2014. Kutipan, Catatan Kaki dan Daftar Pustaka.


http://tania1412.blogspot.co.id/2014/12/kutipan-catatan-kaki-dan-daftar-pustaka.html,
(diakses 24 Desember 2014).

19