Anda di halaman 1dari 7

Sejarah

RSJ Tampan Provinsi Riau pembentukannya berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI
Nomor 350/Men. Kes/ SK/ VII/ 1984 tanggal 5 Juli 1984 dengan nama RS Jiwa Pusat Pekanbaru Kelas
B dan diresmikan oleh Menteri Kesehatan Tahun 1985.

Persiapan fisik gedungnya sudah dimulai sejak tahun anggaran 1980/1981 melalui proyek
peningkatan pelayanan kesehatan jiwa Provinsi Riau. Dan saat itu ada beberapa bangunan yang
sudah selesai antara lain ruangan poliklinik dan 2 (dua) buah ruang rawatan dengan kapasitas
masing-masing

Pada tahun anggaran 1985/ 1986 Rumah Sakit Jiwa Pekanbaru sudah bisa dioperasikan secara
penuh, baik untuk pelayanan pasien dan perkantoran.
Pada tahun anggaran 1986/ 1987 ada peningkatan jumlah kapasitas tempat tidur menjadi 108 TT
dan telah mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa pelayanan rawat jalan, rawat
nginap, rehabilitasi, pemeriksaan psikometri, laboratorium sederhana, pemeriksaan elekromedik,
sarana farmasi, integrasi kesehatan jiwa ke RSU Kabupaten, Penyuluhan kesehatan jiwa kepada
masyarakat dan beberapa kerjasama lintas sektoral.

Sejak otonomi daerah, RS Jiwa Tampan Provinsi Riau diserahkan kepada Pemerintah Daeah Provinsi
Riau berdasarkan Surat keputusan MenkesI Nomor :909/MENKES/SK/VIII/2001 tentang pengalihan
kelembagaan beberapa unit pelaksana teknis di lingkungan Departemen Kesehatan Satuan Kerja
Perangkat Daerah (SKPD) pada tanggal 23 Agustus 2001.

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 889/MENKES/SK/VI/2003 tentang Peningkatan


Kelas RS Jiwa Pekanbaru dari kelas B menjadi Kelas A. Dan Keputusan Gubernur Riau tanggal 9
Agustus 2005 diberi nama Rumah Sakit Tampan. Berdasarkan Perda Nomor 8 Tahun 2002 tentang
SOTK RS Tampan kembali diberi nama Rumah Sakit Jiwa Tampan.

RS Jiwa Tampan Provinsi Riau mempunyai luas lahan 110,016 M² dan terpakai 7612 M² terdiri dari
Jalan, parkir, selasar, bangunan, parkir, taman, lapangan tenis dan laim-lain. Dan sekarang RS Jiwa
Tampan telah memiliki 7 ruang perawatan dengan kapasitas 182 TT.

Tugas, Standarisasi, dan Klasifikasi Rumah Sakit Jiwa


Sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2356/MENKES/PER/XI/2011 Tentang
Kedudukan Rumah Sakit di Lingkungan Kementerian Kesehatan, Rumah Sakit Jiwa dalam
melaksanakan tugas secara teknis fungsional Direktur Utama Rumah Sakit dibina oleh
Direktorat Bina Kesehatan Jiwa.

Komponen kesehatan jiwa sesuai Keputusan Menteri Kesehatan Nomor


135/Menkes/SK/IV/78, disebutkan pelayanan Kesehatan Jiwa mencakup komponen
pelayanan medik psikiatrik, pelayanan penunjang medik, rehabilitasi dan pelayanan
perawatan. Pelayanan tersebut dilaksanakan melalui unit-unit rawat jalan, rawat inap, rawat
darurat dan rawat rehabilitasi, disamping itu juga diperhatikan adanya gangguan fisik pada
pasien jiwa. Rumah Sakit Jiwa sebagai pusat pelayanan kesehatan jiwa dalam melaksanakan
upaya-upaya preventif, kuratif, rehabilitatif, pelayanan keswa masyarakat dan melaksanakan
sistem rujukan. Dalam proses organo-psikososial kegiatannya menjangkau masuk ke dalam
masyarakat.

Rumah Sakit Jiwa mempunyai tugas


menyelenggarakan dan melaksanakan pelayanan pencegahan, pemulihan dan rehabilitasi di
bidang Kesehatan Jiwa dan untuk menyelenggarakan tugas itu rumah sakit jiwa memiliki
fungsi:
a. Melaksanakan upaya pelayanan kesehatan jiwa pencegahan (preventif)
b. Melaksanakan upaya pelayanan kesehatan jiwa pemulihan (kuratif)
c. Melaksanakan upaya pelayanan kesehatan jiwa rehabilitasi
d. Melaksanakan upaya kesehatan jiwa masyarakat
e. Melaksanakan sistem rujukan (sistem referal)

Disamping itu Rumah Sakit Jiwa juga dipergunakan untuk tempat pendidikan kesehatan jiwa,
semua rumah sakit jiwa menjalankan extramural, kecuali rumah sakit Jiwa Kelas C.

Klasifikasi RS Jiwa didasarkan pada taraf kemampuan pelayanan yang tercermin dalam
struktur organisasi, khususnya unit pelayanan fungsional yang ada dengan klasifikasi sebagai
berikut:

 a. Rumah Sakit Jiwa Kelas A memiliki (Sub) spesialisasi luas dengan 7 unit (UPF)
dan 4 instalasi serta tempat diklat, dipimpin oleh Direktur ditambah 1 hingga 2 orang
wakil direktur yang menyadiakan pelayanan intramural dan ekstramural.
 b. Rumah Sakit Jiwa Kelas B belum memiliki (Sub) spesialisasi yang luas dengan 4
unit (UPF) dan 4 instalasi, dipimpin oleh seorang Direktur yang memberikan
pelayanan intramural dan ekstramural.
 c. Rumah Sakit Jiwa Kelas C tidak memiliki (Sub) spesialisasi yang luas dengan 2
unit (UPF) dan 1 instalasi, dipimpin oleh seorang Direktur yang hanya memberikan
pelayanan ekstramural.

Namun sejak diterbitkannya Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 status tipe RSJD
terbagi menjadi dua tipe yaitu, rumah sakit khusus daerah kelas A dan rumah sakit khusus
daerah kelas B. Selanjutnya secara rinci (Pasal 9 PP. Nomor 41 Tahun 2007) disebutkan :

 Rumah sakit dapat berbentuk rumah sakit umum daerah dan rumah sakit khusus
daerah.
 Rumah sakit umum daerah terdiri dari 3 (tiga) kelas: rumah sakit umum daerah kelas
A;rumah sakit umum daerah kelas B; dan rumah sakit umum daerah kelas C.
 Rumah sakit khusus daerah terdiri dari 2 (dua) kelas yaitu:rumah sakit khusus daerah
kelas A; dan rumah sakit khusus daerah kelas B.
 Penetapan kriteria klasifikasi rumah sakit umum daerah dan rumah sakit khusus
daerah dilakukan oleh menteri kesehatan setelah berkoordinasi secara tertulis dengan
Menteri dan menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur
negara.

Referensi antara lain: Kepmenkes R.I No. 135/ Menkes/SK/IV/78, 1978, Susunan Organisasi
dan Tata Laksana Rumah-Rumah Sakit Jiwa, Depkes, Jakarta

Profil Lengkap

PROFIL RS JIWA TAMPAN PROVINSI RIAU

Nama RS : RS JIWA TAMPAN


Kode RS : 1471146
Status : Lembaga Teknis Daerah (LTD)
Status Pengelolaan : Kelas A pendidikan ( KEPMENKES RI
No.889/MENKES/SK/VI/2003 )
Jenjang Organisasi :
Direktur : dr.Haznelli Juita,MM
Alamat :–
Website : www.rsjiwatampan.com
Email : rsjiwatampan@riau.go.id
Luas Tanah : 110.016 M²
Luas bangunan : 7612 M²

NILAI-NILAI DASAR:

K = Kekerabatan : Bekerjasama untuk melakukan suatu pekerjaan sehingga mendapatkan


suatu hasil yang sangat memuaskan

E = Empati : Mampu memahami perasaan dan pikiran orang lain.

J =Jujur : Tulus untuk melakukan suatu pekerjaan dengan mengikuti aturan yang berlaku

I = Ibadah : Menjalankan dan menunaikan segala kewajiban dengan mengharapkan ridho


Yang Maha Kuasa

W = Wirausaha : Memiliki kemampuan melihat serta menilai peluang-peluang bisnis

A = Amanah : Dapat dipercaya dalam mengemban kewajiban

A = Adil : Semua orang mendapat hak menurut kewajibannya

N = Nurani : Menerapkan kesadaran moral dalam melayani pasien

MOTTO
E : Etos kerja tinggi.
M : Manusiawi.
P : Profesional.
A : Amanah.
T : Tanggung jawab tugas dan kewajiban
I : Ikhlas.

KAPASITAS TEMPAT TIDUR

TAHUN
KELAS
2011 2012 2013

VIP 0 0 0

UPIP (Intensive) 21 21 21

KELAS 1 2 2 2

KELAS II 4 4 4

KELAS III 155 155 155

JUMLAH 182 TT 182 TT 182 TT

ANGGARAN DARI TAHUN 2012 – 2016

TAHUN
SUMBER DANA
2011 2012 2013

APBD
Rp. 9.617.779.000 Rp. 21.983.336.964 Rp. 23.849.342.250

APBN
0 0 0

PENDAPATAN

NO 2011 2012 2013

1 5.344.326.204,09 7.244.055.894,09 14.805.581.525,34

DATA KEPEGAWAIAN
TAHUN
PEGAWAI TENAGA
2011 2012 2013

Dokter Spesialis Jiwa 3 3 3

Dokter Umum 14 13 17

Dokter Gigi 5 6 10

Tenaga keperawatan:

PNS ~ S1 15 15 17

~ D3 48 49 40

~ SPK 10 10 10

Non perawatan 37 46 51

Administrasi 69 65 63

HONOR Tenaga honorer 49 48 87

Rawat Inap 9 Ruangan


1. Ruang Sebayang ( ruang laki-laki) : 39 orang
2. Ruang Kampar ( ruang laki-laki) : 35 orang
3. Ruang Kuantan ( ruang laki-laki) : 30 orang
4. Ruang UPIP ( ruang laki-laki/ Perempuan) : 21 orang
5. Ruang Siak ( ruang laki-laki) : 20 orang
6. Ruang Rokan ( ruang laki-laki/ Perempuan) : 5 orang
7. Ruang Indragiri ( ruang perempuan) : 30 orang
8. Instalasi Rehabilitasi Jiwa
9. Rehabilitasi NAPZA : 35 orang
FASILITAS PENUNJANG
1. Gedung Saleh Hasyim
2. Pelayanan Laboratorium Klinik
3. Pelayanan Radiologi
4. Pelayanan Farmasi
5. Pelayanan Gizi
6. Gedung Aula
7. Loundry
8. Instalasi IPFFRS
9. Instalasi Electro Medik
10. Instalasi Pemeliharaan Alat Medik (IPAM)
11. Instalasi Rekam Medis
12. Gudang Persediaan barang
13. Gudang Farmasi
14. Mesin Insenerator
15. Genset
16. IPAL
17. Lahan Parkir
18. Musholla
19. Kantin
20. Kamar mayat

PELAYANAN DI RS JIWA TAMPAN

1. INSTALASI GAWAT DARURAT

2. INSTALASI RAWAT JALAN

 Klinik Spesialis Jiwa Lansia


 Klinik Gangguan Mental Organik
 Klinik Psikiatrik Forensik
 Klinik Psikologi dan Psikometri
 Klinik Tumbuh Kembang Anak dan Remaja
 Klinik IPWL / Napza
 Klinik Spesialis Penyakit Dalam
 Klinik Spesialis Syaraf
 Klinik Spesialis Anak
 Klinik Konsultasi Keperawatan Jiwa
 Klinik Kesehatan Gigi dan Mulut
 Klinik VCT
 Klinik Konseling dan Psikoterapi
 Klinik TB Dot’s
 Klinik Umum
 Klinik Rehabilitasi Medik

3. INSTALASI RAWAT INAP

Pelayanan Pasien Rawat Inap


a. Ruang UPIP

b. Ruang Kuantan

c. Ruang Sebayang

d. Ruang Siak

e. Ruang Indragiri

f. Ruang Kampar

g. Ruang Rokan

4. INSTALASI REHABILITASI JIWA


Pelayanan Rehabilitasi Pasien Jiwa
5. INSTALASI REHABILITASI NAPZA

Pelayanan Detoxsifikasi
Pelayanan Pasien Rehabilitasi Napza