Anda di halaman 1dari 2

NESTLE

 Perusahaan penghasil makanan dan minuman terbesar di dunia dengan 2000 merk terkenal di
191 negara
 Didirikan oleh Henri Nestlé, seorang ahli farmasi dari Jerman pada tahun 1866 di Vevey, Swiss
 Produk awal dari Nestlé adalah Farine Lactée yaitu kombinasi tepung gandum dan susu untuk
mengatasi tingginya angka kematian bayi karena tidak dapat menerima ASI
 ‘Nestlé’ pada nama Henri Nestlé yang berarti ‘sarang’ dijadikan sebagai logo perusahaan serta
melambangkan kekeluargaan dan kasih sayang
 Sejak awal, ambisi nestlé adalah untuk menghasilkan produk yang mengedepankan nilai gizi dan
dapat memperbaiki taraf hidup keluarga dengan tetap mempertahankan zero environmental
impact dalam menjalankan produksinya
 Rumah sekaligus laboratorium tempat Henri Nestlé menghasilkan produk pertamanya kini
dijadikan sebuah museum besar yaitu ‘The Nest’ di Vevey, Swiss
 The Nest menceritakan perkembangan dan tantangan yang dihadapi Nestlé dalam bentuk
multimedia interaktif yang sangat spektakuler

DUA KELINCI

 Berdiri sejak 1972 dengan nama ‘Sari Gurih’ di Surabaya, perusahaan ini awalnya merupakan
produsen kacang kemasan yang menampung kacang-kacang hasil panen para petani yang
menitipkannya untuk dijual
 Logo Dua Kelinci tercipta saat salah satu pemiliknya, Ho Sie Ak, tengah memancing sambil
memikirkan ide untuk logo tersebut saat tiba-tiba dua ekor ikan melompat dari air yang
menurutnya adalah suatu pertanda
 Seiring berjalannya waktu, orang-orang mulai mencari produk tersebut bukan dengan menyebut
merknya melainkan bertanya “Apakah ada kacang dua kelinci?” sejak itulah nama perusahaan
tersebut berubah menjadi Dua Kelinci
 Dengan perkembangan teknologi, kini Dua Kelinci juga mengolah berbagai produk olahan
gandum dan sereal seperti Kacang Sukro, Tic Tac dan Deka Crepes
 Di kancah internasional, Dua Kelinci turut menjadi salah satu sponsor untuk klub sepakbola dari
Spanyol yang meraih juara tebanyak yaitu Real Madrid

SIDO MUNCUL

 Nama Sido Muncul memiliki arti yaitu ‘impian yang terwujud’ dan dicetuskan pada tahun 1949
di Semarang
 Jamu pertama yang di buat saat itu adalah Tolak Angin dengan nama Jamu Tujuh Angin pada
tahun 1941 di Yogyakarta oleh Ibu Go Djing Nio yang mahir mengolah rempah
 Perjalanan Siem Thiam Hie dan Go Djing Nio dalam membentuk Sido Muncul di lalui dengan
berbagai rintangan saat mereka harus beberapa kali mengungsi dan berganti usaha akibat
perang yang terjadi di Pulau Jawa saat itu
 Jamu Sido Muncul mendapat tempat di hati masyarakat sehingga jamu dalam bentuk bubuk pun
dibuat untuk memenuhi permintaan dan kini telah menjadi pelopor perusahaan jamu dengan
standar farmasi di Indonesia
 Selain laboratorium dan pusat produksi, pabrik Sido Muncul di Semarang juga memiliki kawasan
Agrowisata yang mengoleksi tanaman obat dan tanaman langka serta kebon binatang dengan
berbagai satwa didalamnya sebagai ajang edukasi bagi wisatawan yang berkunjung