Anda di halaman 1dari 3

Lapis ke- Cacah Radiasi/ Menit (N)

1 8
2 11
3 14
∑ 33
Nrata-rata 11

Hubungan Tebal Pelindung dan Cacah Radiasi Amersium


16

14

12

10

0
1 lapis 2 lapis 3 lapis

bahan amersium

Hubungan Tebal Pelindung dan Cacah Radiasi Amersium


16

14

12

10

0
1 lapis 2 lapis 3 lapis

bahan amersium
NAMA : MOH MASFI ANAN YAHYA
NIM : 160322605254
OFFERING :N

TUGAS FISIKA KUANTUM

Dari gambar gelombang air di atas, terlihat apabila gelombang melewati celah sempit
maka gelombang akan mengalawi benturan atau pembelokan yang menyebabkan terlihatnya
garis-garis setengah lingkaran dibelakang celah. Hal yang sama akan terjadi pada cahaya
yang melewati celah sempit karena selain bersifat sebagai partikel, cahaya juga bersifat
sebagai gelombang. Peristiwa ini dinamakan difraksi.

Difraksi cahaya merupakan peristiwa pelenturan gelombang cahaya ketika melewati


suatu celah sempit (lebar celah lebih kecil dari panjag gelombang). Sehingga gelombang
cahaya tampak melebar pada tepi celah. Peristiwa difraksi cahaya menghasilkan garis-garis
terang dan garisgaris gelap seperti pada peristiwa interferensi. Gelombang bidang dilenturkan
atau didifraksikan oleh tiap-tiap celah meliputi bidang layar yang lebih luas daripada
bayangan geometri celah. Hal ini menyebabkan cahaya dari tiap-tiap celah bertumpang tindih
pada layar, sehingga terjadi interferensi. Jika berkas cahaya monokromatis dijatuhkan
padasebuah kisi, maka sebagian cahaya akan diteruskan dan sebagian lagi akan dibelokkan.
Apabila melihat suatu sumber cahaya monokromatis dengan perantara sebuah kisi, maka
akan tampak suatu pola difraksi berupa pita-pita terang.
Pitapita terang terjadi bila suatu lintasan cahaya yang keluar dari dua celah kisi yang
berurutan memenuhi persamaan :

mλ = d sinθ………..……………..(1)

dimana n merupakan orde pola difraksi (0,1,2,…), d yaitu


jarak antara dua garis kisi, λ yaitu panjang gelombang dan θ merupakan sudut lenturan atau
difraksi. Besar sinθ dapat diukur dengan menggunakan persamaan ini :

𝒙
sin θ = ……………………(2)
√𝒙𝟐 + 𝒂𝟐

Cahaya yang dijatuhkan pada celah sempit selain mengalami peristiwa difraksi juga
mengalami peristiwa interferensi. Berkas cahaya pada celah tunggal akan dibelokan sebesar 𝜃
dan pada layar akan terbentuk pola gelap terang karena adanya peristiwa interferensi.

Interferensi terjadi karena cahaya memasuki celah sempit. Jika cahaya melewati celah
sempit, akan terjadi sumber cahaya baru. Dari sumber cahaya tersebut arah cahaya ke segala
arah, yang menyebabkan lebih dari satu sinar saling berpadu. Karena cahaya yang melewati
celah berasal dari sumber yang sama, cahaya di belakang celah adalah cahaya-cahaya yang
koheren. Jika dua cahaya yang koheren saling berpadu maka akan menyebabkan pola gelap
terang.

Interferensi cahaya adalah penjumlahan superposisi dari dua gelombang cahaya atau
lebih yang menimbulkan pola gelombang yang baru. Interferensi dapat bersifat kontruktif dan
destruktif. Bersifat kontruktif jika beda fase kedua gelombang sama sehingga gelombang
baru yang terbentuk adalah penjumlahan dari kedua gelombang tersebut. Dan bersifat
destruktif jika beda fasenya adalah 180 derajat, sehingga kedua gelombang saling
menghilangkan. Syarat interferensi cahaya adalah adalah kedua gelombang cahaya harus
koheren, yaitu mempunyai beda fase yang selalu tetap dan frekuensi-amplitudo yang sama.