Anda di halaman 1dari 3

Divisi Gnetophyta

Tumbuhan berkayu yang batangnya bercabang-cabang atau tidak, atau hanya


terdiri atas hipokotil yang menebal. Dalam kayu sekunder terdapat vasa (trakea). Saluran
resin tidak terdapat. Daun tunggal, berhadapan. Bunga berkelamin tunggal, majemuk,
terdapat dalam ketiak daun pelindung yang besar, mempunyaitenda bunga. Bunga betina
mempunyai bakal biji yang tegak (atrop). Pembuahan dengan perantaraan buluh serbuk
dengan dua inti generative yang tidak sama besar di dalamnya. Lembaga mempunyai dua
daun lembaga.

 Ordo: Ephedrales

Hanya terdiri atas satu suku, yaitu:

Suku: Ephedraceae

Perdu yang bercabang banyak dengan cabang-cabang yang berwarna hijau dengan
daun yang berbentuk sisik yang duduknya bersilang. Bunga dalam bulir pada ujung
sirung pendek yang keluar dari ketiak daun pelindung yang besar, yang sehabis
penyerbukan menjadi berdaging atau melebar. Bunga jantan dengan dua daun tenda
(tepala) dan 2-8 kepala sari beruang 2-3 dan melekat pada suatu tiang. Bunga betina
dengan tenda berbentuk pembuluh, didalamnya terdapat satu bakal biji dengan
integument yang amat memanjang yang berbentuk pembuluh. Tenda bunga menjadi keras
dan menyelubungi buah. Suku ini hanya terdiri atas satu marga, yaitu: Ephedra dengan
kurang lebih 35 jenis yang tersebar di daerah panas dan daerah iklim sedang, a.l.:
Ephedra altissima.

 Ordo: Gnetales

Dengan satu suku, yaitu:

Suku: Gnetaceae, pohon-pohon yang lurus, banyak bercabang-cabang (tetapi cabang-


cabang itu sering kali tidak bersambungan dengan bagian kayu batang, hingga mudah
lepas) daun tunggal, duduknya berhadapan. Batang mempunyai cambium, fleoterma dan
buluh-buluh kayu tanpa saluran resing. Bunga majemuk, bercabang-cabang dikasial
(anak payung menggarpu), keluar dari ketiak daun. Ujung bunga majemuk, berbentuk
bulir dengan bunga yang berkarang dalam ketiak dua daun pelindung yang berlekatan.
Bunga jantan dengan tenda bunga berbentuk pembuluh dan pada perpanjangan sumbu
bunga yang berbentuk benang terdapat 1-2 kantong sari. Bunga betina dengan tenda
bunga berbentuk pembuluh dengan satu bakal biji didalamnya ynag mempunyai dua
integumen. Biji diselubungi suatu mantel yang terdiri atas integument luar yang menjadi
keras dan tenda bunga yang berdaging akhirnya berwarna merah jika buah telah masak.
Suku ini hanya terdiri atas satu marga Gnetum, dengan kurang lebih 30 jenis yang semua
hidup di daerah tropika. Yang paling penting ialah:

Gnetum gnemon (belinjo), yang banyak ditanam di pekarangan-pekarangan. Daun


muda untuk sayur, demikian pula buahnya. Bijinya untuk pembuatan emping. Serabut
kulitnya dipakai untuk pembuatan jala yang kuat dan tahan di air laut.

 Ordo : Welwitschiales

Yang hanya terdiri dari satu suku, yaitu:

Suku: Welwitschiaceae.

Tumbuhan dengan batang hipokotil yang menebal seperti umbi dan akar tunggang
yang menembus tanah sampai di bagian yang basah. Batang epikotil dan daun-daun tidak
terdapat, kecuali dua daun yang berhadapan, berbentuk pita, kurang lebih 2 m panjang,
yang pada ujungnya mulai mati, tetapi pada pangkal terus tumbuh selama tumbuhan
masih hidup. Bunga majemuk terdapat pada tepi badan hipokotil, bercabang seperti anak
paying menggarpu, dengan bunga-bunga yang tersusun dalam bulir yang keluar dari
ketiak daun pelindung yang besar dan tersusun barhadapan. Bunga berkelamin jantan
dengan 4 tepala yang tersusun dalam 2 lingkaran dan 6 benang sari yang pangkalnya
berlekatan dengan kepala sari yang masing-masing terdiri atas 3 kantong sari. Ditengah
terdapat bakal biji yang rudimentar. Bunga berkelamin betina dengan tenda bunga yang
berlekatan, kanan kiri melebar seperti sayap. Bakal biji dengan satu integument
berbentuk pembuluh yang memanjang. Suku ini hanya terdiri atas marga Welwitshia,
yang mencakup W. mirabilis, hidup endemic di daerah gurun dekat pantai Afrika barat
daya dan angola.

DAFTAR PUSTAKA

Anonym. 2014. Gnetophyta. http://id.m.wikipedia.org. pada hari Selasa, 16 September


2014 pukul 22.00 WITA,

Tjitrosoepomo, Gembong. 2005. Taksonomi Tumbuhan (spermatathophyta). Yogyakarta:


UGM Press.