Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN PRAKTIKUM MEKANIKA FLUIDA

MODUL H.04
TEORI BERNOULLY

Kelompok 11:
Martinus Armand 0906630361
Muhammad Raju 0906511851
Rara Diskarani 0906488735
Wanda Heryudiasari 0906630494
Yohanna Ariesta 0906511952

Tanggal Praktikum : 31 Maret 2011


Asisten Praktikum : Ma’ruffi Kurnia
Tanggal Disetujui :
Nilai :
Paraf Asisten :

LABORATORIUM HIDROLIKA, HIDROLOGI


DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK 2011
MODUL H.04
TEORI BERNOULLY

I. TUJUAN
Menyelidiki keabsahan Teori Bernoully pada aliran dalam pipa bundar dengan
perubahan diameter.

II. TEORI
Hukum Bernoully :
“Jumlah tinggi tempat, tinggi tekanan, dan tinggi kecepatan pada setiap titik dari suatu
aliran zat cair ideal selalu mempunyai harga yang konstan.”
Sehubungan dengan aliran dalam pipa pada dua penampang, persamaan Bernoully
tersebut dapat ditulis sebagai berikut :
𝑣1 2 𝑃1 𝑣2 2 𝑃2
+ + 𝑍1 = + + 𝑍2
2𝑔 𝜌𝑔 2𝑔 𝜌𝑔
Di mana :
𝑣2 2
= tinggi kecepatan
2𝑔
𝑃
= Tinggi tekanan
𝜌𝑔

𝑍 = Tinggi Tempat
indeks 1,2 = menunjukkan titik acuan
v = kecepatan aliran
g = percepatan gravitasi
Pada alat percobaan atau peraga ini:
- h1 = h2 (pipa benda uji terletak horizontal)
P
- P = ρ. g. h. atau h  , di mana h menunjukka tinggi pada manometer.
g.
Jadi, bila mengikuti Teori Bernoully, maka:
𝑉2
Total Head (H) = 2𝑔 + 𝑍, konstan pada semua penampang sepanjang pipa uji.
III. ALAT-ALAT
1. Stop Watch
2. Meja Hidrolika
3. Alat Peraga Teori Bernoully
4. Tabung Pengukur Volume

IV. CARA KERJA


Cara kerja praktikum ini adalah:
1. Meletakkan alat kerja horizontal pada saluran tepi di atas meja hidrolika dengan
mengatur kaki penyangga.
2. Menghubungkan alat dan aliran suplai dari meja hidrolika, kemudian
mengarahkan aliran yang keluar dari ujung outlet pada pipa benda uji melalui pipa
lentur ke dalam tangki pengukur volume.
3. Mengisi semua tabung manometer dengan air hingga tidak ada lagi gelembung
udara yang terlihat di dalam manometer.
4. Mengatur dengan seksama suplai air dan kecepatan aliran melalui katup pengatur
aliran alat dan katup suplai pada meja hidrolika, sehingga diperoleh pembacaan
yang jelas pada tabung manometer. Jika diperlukan, kita bisa menambahkan
tekanan pada manometer dengan menggunakan pompa tangan.
5. Mencatat semua hasil pembacaan skala tekanan pada tabung manometer. Setelah
itu kita menggeserkan sumbat (hipodermis) pada setiap penampang benda uji.
Pembacaan dari manometer dicatat (ingat fungsi hipodermis).
6. Mengukur debit yang melalui benda uji dengan bantuan stop watch dan tangki
pengukur volume pada meja hidrolika.
7. Mengulangi langkah 1-6 untuk berbagai variasi debit (statis tinggi dan statis
rendah).
V. DATA PENGAMATAN

Tabel 1 : Kecepatan Manometer


Manometer Reading (cm)
Debit
(L/s) Tabung Tabung Tabung Tabung Tabung Tabung Tabung
1 2 3 4 5 6 8
0.246 15.75 14 7 8.5 10.5 11.25 12
0.222 28.25 27 15.75 21.5 23.5 24.5 26
0.236 14.75 13.3 4 8 9.75 10.6 11.5
0.247 15 13.5 4.5 8.8 9.5 11.5 11.5
0.22 13.5 12.6 2.9 6.5 8.75 10 11
0.247 34 33.5 24.5 28 29.5 31.25 31.5

Tabel 2 : Tinggi Total Head


Manometer Reading @ tube 7 (cm)
Debit
(L/s) Tabung Tabung Tabung Tabung Tabung Tabung Tabung
1 2 3 4 5 6 8
0.246 16.5 16 16 15.5 15 15.3 14.5
0.222 28.5 28.1 28.5 27.5 27.6 27.9 27.8
0.236 15.5 15.2 15.2 11.2 14.1 14 13.8
0.247 15.4 15.3 15.3 14.4 14 13.9 13.4
0.22 14.2 14.5 14.5 13 13.5 13.5 13
0.247 35 34.4 35 33.6 34 34.2 33.4

VI. PENGOLAHAN DATA


 Pt.1
Diameter = 28 mm = 28 × 10-3 m
g = 9.81 m/s2.
a) Menentukan persen error
dh = Total Head –Tinggi Tekanan
A = Luas Permukaan Tabung Manometer
1
= 4 . 𝜋. 𝐷2

V = Besarnya Kecepatan Aliran


= √2. 𝑔. 𝑑ℎ
Q = Besarnya Debit Air
= A. v
𝑄−𝑄𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛
% Error =| | 𝑥 100%
𝑄
Tabel 3. Persentase Error Pt. 1

Q percobaan
No dh (m) dia (m) A (m2) v (m/s) Q (m3/s) % eror
(m3/s)
1 0.0075 0.028 0.000616 0.383406 0.000236178 0.000246 4.24
2 0.0025 0.028 0.000616 0.221359 0.000136357 0.000222 62.8
3 0.0075 0.028 0.000616 0.383406 0.000236178 0.000236 0.077
4 0.004 0.028 0.000616 0.28 0.00017248 0.000247 43.2
5 0.007 0.028 0.000616 0.370405 0.00022817 0.00022 3.58
6 0.01 0.028 0.000616 0.442719 0.000272715 0.000247 9.42

b) Persamaan Regresi
Kecepatan aliran sebagai variabel x
% Error sebagai variabel y

Tabel 4. Persamaan Regresi Pt. 1

x
y (%
(kecepatan x2 y2 xy
eror)
aliran)
0.383406 4.24 0.147 17.9776 1.62564144
0.221359 62.8 0.049 3943.84 13.9013452
0.383406 0.077 0.147 0.005929 0.029522262
0.28 43.2 0.0784 1866.24 12.096
0.370405 3.58 0.1372 12.8164 1.3260499
0.442719 9.42 0.196 88.7364 4.17041298
2.081295 123.317 0.7546 5929.616 33.14897178

Sehingga didapatkan persamaan garis y = ax + b , dimana:


𝑛𝛴(𝑥𝑦) − 𝛴𝑥𝛴𝑦
𝑎=
𝑛𝛴𝑥 2 − (𝛴𝑥)2
(6 𝑥 33,1489) − (2,081295 𝑥 123,317)
=
(6 𝑥 0,7546) − 2,0812952
= −295
𝛴𝑥 2 𝛴𝑦 − 𝛴𝑥𝛴𝑥𝑦
𝑏=
𝑛𝛴𝑥 2 − (𝛴𝑥)2
(0,7546 𝑥 123,317) − (2,081295 𝑥 33,1489
=
(6 𝑥 0,7546) − 2,0812952
= 122,88
Jadi, y = -295 x + 122,88
Grafik Hubungan Kecepatan Aliran
dan % eror Pt.1
70
60
50 y = -295x + 122.88
40 R² = 0.8365
% eror

30
20
10
0
-10 0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5
-20
Kecepatan Aliran (m/S)

 Pt.2
Diameter = 21 mm = 21 × 10-3 m
g = 9.81 m/s2.
a) Menentukan persen error
dh = Total Head –Tinggi Tekanan
A = Luas Permukaan Tabung Manometer
1
= 4 . 𝜋. 𝐷2

V = Besarnya Kecepatan Aliran


= √2. 𝑔. 𝑑ℎ
Q = Besarnya Debit Air
= A. v
𝑄−𝑄𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛
% Error =| | 𝑥 100%
𝑄

Tabel 3. Persentase Error Pt. 2

Q percobaan
No dh (m) dia (m) A (m2) v (m/s) Q (m3/s) % eror
(m3/s)
1 0.02 0.021 0.000346 0.626099 0.00021663 0.000246 13.55
2 0.011 0.021 0.000346 0.464327 0.000160657 0.000222 38.18
3 0.019 0.021 0.000346 0.610246 0.000211145 0.000236 11.77
4 0.018 0.021 0.000346 0.59397 0.000205514 0.000247 20.18
5 0.019 0.021 0.000346 0.610246 0.000211145 0.00022 4.19
6 0.009 0.021 0.000346 0.42 0.00014532 0.000247 69.97

b) Persamaan Regresi
Kecepatan aliran sebagai variabel x
% Error sebagai variabel y

Tabel 4. Persamaan Regresi Pt. 2

x
y (%
(kecepatan x2 y2 xy
eror)
aliran)
0.626099 13.55 0.392 183.6025 8.48364145
0.464327 38.18 0.2156 1457.7124 17.72800486
0.610246 11.77 0.3724 138.5329 7.18259542
0.59397 20.18 0.3528 407.2324 11.9863146
0.610246 4.19 0.3724 17.5561 2.55693074
0.42 69.97 0.1764 4895.8009 29.3874
3.324888 157.84 1.8816 7100.4372 77.32488707

Sehingga didapatkan persamaan garis y = ax + b , dimana:


𝑛𝛴(𝑥𝑦) − 𝛴𝑥𝛴𝑦
𝑎=
𝑛𝛴𝑥 2 − (𝛴𝑥)2
(6 𝑥 77,3248) − (3,32488 𝑥 157,84)
=
(6 𝑥 1,8816) − 3,3248882
= −259,25
𝛴𝑥 2 𝛴𝑦 − 𝛴𝑥𝛴𝑥𝑦
𝑏=
𝑛𝛴𝑥 2 − (𝛴𝑥)2
(1,8816 𝑥 157,84) − (3,32488 𝑥 77,32488
=
(6 𝑥 1,8816) − 3,3248882
= 169,97

Jadi, y = -259,25 x + 169,97


Grafik Hubungan Kecepatan Aliran
dan % eror Pt.2
80
70
60
50
% eror

40
30
20
y = -259.25x + 169.97
10
R² = 0.8918
0
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7
Kecepatan Aliran (m/s)

 Pt.3
Diameter = 14 mm = 14 × 10-3 m
g = 9.81 m/s2.
a) Menentukan persen error
dh = Total Head –Tinggi Tekanan
A = Luas Permukaan Tabung Manometer
1
= 4 . 𝜋. 𝐷2

V = Besarnya Kecepatan Aliran


= √2. 𝑔. 𝑑ℎ
Q = Besarnya Debit Air
= A. v
𝑄−𝑄𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛
% Error =| | 𝑥 100%
𝑄

Tabel 3. Persentase Error Pt. 3

Q percobaan
No dh (m) dia (m) A (m2) v (m/s) Q (m3/s) % eror
(m3/s)
1 0.09 0.014 0.000153 1.328157 0.000203 0.000246 21.06
2 0.1275 0.014 0.000153 1.580823 0.000242 0.000222 8.21
3 0.112 0.014 0.000153 1.481621 0.000227 0.000236 4.11
4 0.108 0.014 0.000153 1.454923 0.000223 0.000247 10.96
5 0.116 0.014 0.000153 1.507846 0.000231 0.00022 4.63
6 0.105 0.014 0.000153 1.434573 0.000219 0.000247 12.53
b) Persamaan Regresi
Kecepatan aliran sebagai variabel x
% Error sebagai variabel y

Tabel 4. Persamaan Regresi Pt. 3

x
y (%
(kecepatan x2 y2 xy
eror)
aliran)
1.328157 21.06 1.764001 443.5236 27.97099
1.580823 8.21 2.499001 67.4041 12.97856
1.481621 4.11 2.195201 16.8921 6.089462
1.454923 10.96 2.116801 120.1216 15.94596
1.507846 4.63 2.2736 21.4369 6.981327
1.434573 12.53 2.058 157.0009 17.9752
8.787943 61.5 12.9066 826.3792 87.94149

Sehingga didapatkan persamaan garis y = ax + b , dimana:


𝑛𝛴(𝑥𝑦) − 𝛴𝑥𝛴𝑦
𝑎=
𝑛𝛴𝑥 2 − (𝛴𝑥)2
(6 𝑥 87,9419) − (8,7879 𝑥 61,5)
=
(6 𝑥 12,9066) − 8,7879432
= −60,514
𝛴𝑥 2 𝛴𝑦 − 𝛴𝑥𝛴𝑥𝑦
𝑏=
𝑛𝛴𝑥 2 − (𝛴𝑥)2
(12,9066 𝑥 61,5) − (8,787943 𝑥 87,94149
=
(6 𝑥 12,9066) − 8,7879432
= 98,883

Jadi, y = -60,514 x +98,883


Grafik Hubungan Kecepatan Aliran
dan % eror Pt.3
25

20
y = -60.514x + 98.883
15 R² = 0.6591
% eror

10

0
1.3 1.35 1.4 1.45 1.5 1.55 1.6
Kecepatan Aliran (m/s)

 Pt.4
Diameter = 16,8 mm = 16,8 × 10-3 m
g = 9.81 m/s2.
a) Menentukan persen error
dh = Total Head –Tinggi Tekanan
A = Luas Permukaan Tabung Manometer
1
= 4 . 𝜋. 𝐷2

V = Besarnya Kecepatan Aliran


= √2. 𝑔. 𝑑ℎ
Q = Besarnya Debit Air
= A. v
𝑄−𝑄𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛
% Error =| | 𝑥 100%
𝑄

Tabel 3. Persentase Error Pt. 4

Q percobaan
No dh (m) dia (m) A (m2) v (m/s) Q (m3/s) % eror
(m3/s)
1 0.07 0.0168 0.000221 1.171324 0.000259 0.000246 4.96
2 0.06 0.0168 0.000221 1.084435 0.00024 0.000222 7.36
3 0.032 0.0168 0.000221 0.79196 0.000175 0.000236 34.83
4 0.056 0.0168 0.000221 1.047664 0.000232 0.000247 6.68
5 0.065 0.0168 0.000221 1.128716 0.000249 0.00022 11.8
6 0.056 0.0168 0.000221 1.047664 0.000232 0.000247 6.68
b) Persamaan Regresi
Kecepatan aliran sebagai variabel x
% Error sebagai variabel y

Tabel 4. Persamaan Regresi Pt. 4

x
y (%
(kecepatan x2 y2 xy
eror)
aliran)
1.171324 4.96 1.372 24.6016 5.809767
1.084435 7.36 1.175999 54.1696 7.981442
0.79196 34.83 0.627201 1213.129 27.58397
1.047664 6.68 1.0976 44.6224 6.998396
1.128716 11.8 1.274 139.24 13.31885
1.047664 6.68 1.0976 44.6224 6.998396
6.271763 72.31 6.644399 1520.385 68.69082

Sehingga didapatkan persamaan garis y = ax + b , dimana:


𝑛𝛴(𝑥𝑦) − 𝛴𝑥𝛴𝑦
𝑎=
𝑛𝛴𝑥 2 − (𝛴𝑥)2
(6 𝑥 68,69082) − (6,271763 𝑥 72,31)
=
(6 𝑥 6,644399) − 6,2717632
= −77,846
𝛴𝑥 2 𝛴𝑦 − 𝛴𝑥𝛴𝑥𝑦
𝑏=
𝑛𝛴𝑥 2 − (𝛴𝑥)2
(6,644399 𝑥 72,31) − (6,271763 𝑥 68,69082
=
(6 𝑥 6,644399) − 6,2717632
= 93,424

Jadi, y = -77,846 x +93,424


Grafik Hubungan Kecepatan Aliran
dan % eror Pt.4
40
35
30
25
% eror

20
15 y = -77.846x + 93.424
10 R² = 0.8271
5
0
0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2 1.4
Kecepatan Aliran (m/s)

 Pt.5
Diameter = 19,6 mm = 19,6 × 10-3 m
g = 9.81 m/s2.
a) Menentukan persen error
dh = Total Head –Tinggi Tekanan
A = Luas Permukaan Tabung Manometer
1
= 4 . 𝜋. 𝐷2

V = Besarnya Kecepatan Aliran


= √2. 𝑔. 𝑑ℎ
Q = Besarnya Debit Air
= A. v
𝑄−𝑄𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛
% Error =| | 𝑥 100%
𝑄

Tabel 3. Persentase Error Pt. 5

Q percobaan
No dh (m) dia (m) A (m2) v (m/s) Q (m3/s) % eror
(m3/s)
1 0.045 0.0196 0.0003 0.939149 0.000282 0.000246 12.687
2 0.041 0.0196 0.0003 0.896437 0.000269 0.000222 17.45
3 0.0435 0.0196 0.0003 0.923363 0.000277 0.000236 14.8
4 0.045 0.0196 0.0003 0.939149 0.000282 0.000247 12.33
5 0.0475 0.0196 0.0003 0.964883 0.000289 0.00022 23.99
6 0.045 0.0196 0.0003 0.939149 0.000282 0.000247 12.33
b) Persamaan Regresi
Kecepatan aliran sebagai variabel x
% Error sebagai variabel y

Tabel 4. Persamaan Regresi Pt. 5

x
y (%
(kecepatan x2 y2 xy
eror)
aliran)
0.93915 12.687 0.882003 160.96 11.915
0.89644 17.45 0.803605 304.5025 15.64288
0.92336 14.8 0.852594 219.04 13.66573
0.93915 12.33 0.882003 152.0289 11.57972
0.96488 23.99 0.930993 575.5201 23.14747
0.93915 12.33 0.882003 152.0289 11.57972
5.60213 93.587 5.2332 1564.08 87.53051

Sehingga didapatkan persamaan garis y = ax + b , dimana:


𝑛𝛴(𝑥𝑦) − 𝛴𝑥𝛴𝑦
𝑎=
𝑛𝛴𝑥 2 − (𝛴𝑥)2
(6 𝑥 87,53051) − (5,60213 𝑥 93,587)
=
(6 𝑥 5,2332) − 5,602132
= 58,447
𝛴𝑥 2 𝛴𝑦 − 𝛴𝑥𝛴𝑥𝑦
𝑏=
𝑛𝛴𝑥 2 − (𝛴𝑥)2
(5,2332 𝑥 93,587) − (5,60213 𝑥 87,53051
=
(6 𝑥 5,2322) − 5,602132
= 39,974

Jadi, y = 58,447 x + 39,974


Grafik Hubungan Kecepatan Aliran
dan % eror Pt.5
30
25
20
% eror

15
10
5 y = 58.447x - 38.974
R² = 0.0837
0
0.89 0.9 0.91 0.92 0.93 0.94 0.95 0.96 0.97
Kecepatan Aliran (m/s)

 Pt.6
Diameter = 22,4 mm = 22,4 × 10-3 m
g = 9.81 m/s2.
a) Menentukan persen error
dh = Total Head –Tinggi Tekanan
A = Luas Permukaan Tabung Manometer
1
= 4 . 𝜋. 𝐷2

V = Besarnya Kecepatan Aliran


= √2. 𝑔. 𝑑ℎ
Q = Besarnya Debit Air
= A. v
𝑄−𝑄𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛
% Error =| | 𝑥 100%
𝑄

Tabel 3. Persentase Error Pt. 6

Q percobaan %
No dh (m) dia (m) A (m2) v (m/s) Q (m3/s)
(m3/s) eror
1 0.0405 0.0224 0.000394 0.504321 0.000199 0.000246 23.84
2 0.034 0.0224 0.000394 0.462082 0.000182 0.000222 21.97
3 0.034 0.0224 0.000394 0.462082 0.000182 0.000236 29.66
4 0.024 0.0224 0.000394 0.388227 0.000153 0.000247 61.52
5 0.035 0.0224 0.000394 0.468828 0.000185 0.00022 19.13
6 0.0295 0.0224 0.000394 0.430418 0.00017 0.000247 45.69
b) Persamaan Regresi
Kecepatan aliran sebagai variabel x
% Error sebagai variabel y

Tabel 4. Persamaan Regresi Pt. 6

x
y (%
(kecepatan x2 y2 xy
eror)
aliran)
0.50432 23.84 0.254339 568.3456 12.02299
0.46208 21.97 0.213518 482.6809 10.1519
0.46208 29.66 0.213518 879.7156 13.70529
0.38823 61.52 0.150723 3784.71 23.88391
0.46883 19.13 0.219802 365.9569 8.968718
0.43042 45.69 0.185261 2087.576 19.66589
2.71596 201.81 1.23716 8168.986 88.3987

Sehingga didapatkan persamaan garis y = ax + b , dimana:


𝑛𝛴(𝑥𝑦) − 𝛴𝑥𝛴𝑦
𝑎=
𝑛𝛴𝑥 2 − (𝛴𝑥)2
(6 𝑥 88,3987) − (2,71596 𝑥 201,81)
=
(6 𝑥 1,23716) − 2,715962
= −380,81
𝛴𝑥 2 𝛴𝑦 − 𝛴𝑥𝛴𝑥𝑦
𝑏=
𝑛𝛴𝑥 2 − (𝛴𝑥)2
(1,23716 𝑥 201,81) − (2,71596 𝑥 88,3987)
=
(6 𝑥 1,23716) − 2,715962
= 206,61

Jadi, y = -380,81 x + 206,01


Grafik Hubungan Kecepatan Aliran
dan % eror Pt.6
70
60
% eror 50
40
30
20 y = -380.81x + 206.01
10 R² = 0.8141
0
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6
Kecepatan Aliran (m/s)

 Pt.8
Diameter = 28 mm = 28 × 10-3 m
g = 9.81 m/s2.
a) Menentukan persen error
dh = Total Head –Tinggi Tekanan
A = Luas Permukaan Tabung Manometer
1
= 4 . 𝜋. 𝐷2

V = Besarnya Kecepatan Aliran


= √2. 𝑔. 𝑑ℎ
Q = Besarnya Debit Air
= A. v
𝑄−𝑄𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛
% Error =| | 𝑥 100%
𝑄

Tabel 3. Persentase Error Pt. 8

Q percobaan %
No dh (m) dia (m) A (m2) v (m/s) Q (m3/s)
(m3/s) eror
1 0.025 0.028 0.000615 0.7 0.000431 0.000246 42.89
2 0.018 0.028 0.000615 0.59397 0.000366 0.000222 39.27
3 0.023 0.028 0.000615 0.671416 0.000413 0.000236 42.88
4 0.019 0.028 0.000615 0.610246 0.000376 0.000247 34.23
5 0.02 0.028 0.000615 0.626099 0.000385 0.00022 42.9
6 0.019 0.028 0.000615 0.610246 0.000376 0.000247 34.23
b) Persamaan Regresi
Kecepatan aliran sebagai variabel x
% Error sebagai variabel y

Tabel 4. Persamaan Regresi Pt. 8

x
y (%
(kecepatan x2 y2 xy
eror)
aliran)
0.7 42.89 0.49 1839.552 30.023
0.59397 39.27 0.3528 1542.133 23.3252
0.67142 42.88 0.450805 1838.694 28.79049
0.61025 34.23 0.372405 1171.693 20.88886
0.6261 42.9 0.392001 1840.41 26.85969
0.61025 34.23 0.372405 1171.693 20.88886
3.81199 236.4 2.430417 9404.175 150.7761

Sehingga didapatkan persamaan garis y = ax + b , dimana:


𝑛𝛴(𝑥𝑦) − 𝛴𝑥𝛴𝑦
𝑎=
𝑛𝛴𝑥 2 − (𝛴𝑥)2
(6 𝑥 150,7761) − (3,81199𝑥 236,4)
=
(6 𝑥 2,430417) − 3,811992
= −380,81
𝛴𝑥 2 𝛴𝑦 − 𝛴𝑥𝛴𝑥𝑦
𝑏=
𝑛𝛴𝑥 2 − (𝛴𝑥)2
(2,430417 𝑥 236,4) − (3,81199 𝑥 150,7761)
=
(6 𝑥 2,430417) − 3,811992
= 206,61

Jadi, y = -380,81 x + 206,01


Grafik Hubungan Kecepatan Aliran
dan % eror Pt.8
50

40

30
% eror

y = 68.359x - 4.0309
20 R² = 0.4433

10

0
0.58 0.6 0.62 0.64 0.66 0.68 0.7 0.72
Kecepatan Aliran (m/s)

VII. ANALISIS
1. Analisis Percobaan
Tujuan praktikum ini adalah menyelidiki keabsahan teori bernoully pada
aliran dalam pipa bundar dengan perubahan diameter. Keabsahan tersebut
menegaskan bahwa prinsip bernoully berlaku pada praktikum ini. Alat-alat yang
dibutuhkan antara lain : stop watch, meja hidrolika, alat peraga Teori Bernoully,
tabung pengukur volume. Pada percobaan ini praktikan mendapatkan data berupa
debit air yang diperoleh dari hasil perhitungan (pembacaan manometer kemudian
diolah datanya) kemudian data tersebut dibandingkan dengan data hasil
pengukuran debit air secara manual.
Praktikum ini menggunakan jarum hipodermis untuk menyumbat tiap-tiap
lubang. Sehingga kita akan mendapatkan data pada saat tiap-tiap manometer
disumbat. Di sini akan kita ketahui bagaimana pengaruh penyumbatan tersebut
dengan hasil pembacaan manometer. Kemudian, juga bisa diketahui pengaruh
variasi debit air terhadap pembacaan pada manometer.
Percobaan dimulai dari menyiapkan seperangkat alat seperti meja hidrolika
sebagai wadah penopang alat peraga teori bernoully dan penyuplai air dengan
menggunakan pompa sehingga dapat menyalurkan air menuju tabung manometer.
Air masuk ke dalam tabung dibantu dengan katup masuk yang memungkinkan
tabung mengeluarkan sisa-sisa gelembung yang menghambat jalur masuk air.
Manfaat dari pembuangan gelembung merupakan langkah yang tepat untuk
mengantisipasi perubhan tekanan yang ada di dalam tabung.
Setelah tidak terdapat gelembung lagi, prakikan memperhatikan suplai air
dan kecepatan aliran melalui katup pengatur aliran alat (controller) dan katup
suplai pada meja hidrolika agar pembacaan dapat dilakukan dengan sempurna.
Peranan katup-katup tersebut menyeimbangkan tekanan yang ada di dalam dan di
luar permukaan.
Perubahan variabel debit dilakukan untuk mendapatkan variasi ketinggian
yang berbeda. Perlakuan untuk mengubah ketingian setiap tabung adalah dengan
melakukan penggeseran sumbat (hypodermis) pada setiap penampang pipa benda
uji sesuai letak di tiap-tiap tabung. Kawat hypodermis kemungkinan terbuat dari
stainless mengubah sebagian arus dari pompa menuju ke tiap tabung. Kawat
hypodermis digunakan untuk menentukan total head.
Pada awalnya pembacaan skala Manometer Reading dilakukan ketika
kawat disumbatkan tepat di tabung 7 (kedua dari kanan) sehingga didapatkan
ketinggian stabil pada permukaan air pada tabung 1-6 dan 8. Untuk mendapatkan
nilai debit dari kecepatan dari aliran air, divariasikan kembali dengan menyumbat
kawat ke semua tabung kecuali nomer 7 (prinsip Total Head). Pengambilan data
dilakukan dengan mengatur debit air terlebih dahulu. Praktikan menggunakan
keran di pipa keluar air, sesuaikan juga dengan kondisi hasil pembacaan di
manometer.

2. Analisis Hasil
Sebelum melakukan perhitungan, hal yang perlu diperhatikan adalah
melakukan pembacaan ketinggian permukaan air yang tercatat pada masing-
masing tabung manometer sehingga didapatkan nilai dari ht (head total) dan hs
(manometer reading). Perbedaan ketinggian inilah yang menjadi kunci terjadinya
kecepatan (velocity) yang dialami oleh air dengan ilustrasi rumus 𝑣 = √2. 𝑔. ℎ
ditambah lagi gaya gravitasi air terhadap medan magnet bumi. Keadaan ini
dialami oleh keseluruhan tabung sehingga perhitungan dilakukan untuk semua
tabung. Untuk melakukan variasi data, maka praktikan memindahkan kawat
hipodermis sehingga nilai kecepatan yang dihasilkan berbeda-beda maka dapat
ditarik kesimpulan bahwa nilai v adalah variable x. dan untuk menghitung debit
air yaitu (Q) = A. V (A=luas permukaan pitot).

Tabel 1 : Kecepatan Manometer


Manometer Reading (cm)
Debit
(L/s) Tabung Tabung Tabung Tabung Tabung Tabung Tabung
1 2 3 4 5 6 8
0.246 15.75 14 7 8.5 10.5 11.25 12
0.222 28.25 27 15.75 21.5 23.5 24.5 26
0.236 14.75 13.3 4 8 9.75 10.6 11.5
0.247 15 13.5 4.5 8.8 9.5 11.5 11.5
0.22 13.5 12.6 2.9 6.5 8.75 10 11
0.247 34 33.5 24.5 28 29.5 31.25 31.5

Tabel 2 : Tinggi Total Head


Manometer Reading @ tube 7 (cm)
Debit
Tabung Tabung Tabung Tabung Tabung Tabung Tabung
(L/s)
1 2 3 4 5 6 8
0.246 16.5 16 16 15.5 15 15.3 14.5
0.222 28.5 28.1 28.5 27.5 27.6 27.9 27.8
0.236 15.5 15.2 15.2 11.2 14.1 14 13.8
0.247 15.4 15.3 15.3 14.4 14 13.9 13.4
0.22 14.2 14.5 14.5 13 13.5 13.5 13
0.247 35 34.4 35 33.6 34 34.2 33.4

Hasil yang didapat pada debit air adalah kenaikan dan penurunan. Hal
ini disebabkan oleh pengaturan keran air yang tidak selalu ke kanan. Apabila
keran air di putar ke kanan menyebabkan debit air mengalami kenaikan dan
apabila keran air diputar ke kiri debit air mengalami penurunan. Pada saat
pembacaan dilakukan, gerakan air di dalam manometer nomor tujuh terlihat stabil.
Tabung ini terhubung langsung dengan sumbat hypodermis. Hasil pembacaan
manometer di tiap-tiap nomor berbeda dengan hasil pembacaan di manometer
nomor 7. Bisa dikatakan, hasil pembacaan nomor 7 bernilai lebih besar
dibandingkan hasil pembacaan pada masing-masing tabung. Ketika melakukan
praktikum, saat kita memperbesar debit air dengan memperbesar lubang buka
keran, manometer menunjukkan pembacaan yang lebih kecil. Namun, bila kita
memperhatikan tabel di atas, tidak selalu berlaku demikian. Pada pembacaan pt.1,
saat debit air ditambah dari 0,246 liter/s ke 0,222 liter/s, mengalami kenaikan.
Namun saat debit air ditambah menjadi 0,236 liter/s, pembacaannya menurun. Hal
ini bisa terjadi karena saat kita mengubah debit aliran air, kita juga mengubah
keran pengatur tekanan. Ini bisa diterangkan sebagai akibat pengaruh tekanan
terhadap debit air karena tekanan dan kecepatan aliran air berbanding lurus.
Hasil perhitungan debit air inilah yang nantinya akan dibandingkan
dengan nilai debit air hasil pengukuran dalam percobaan. Sehingga, kesalahan
relatif dapat diperoleh dengan rumus:
𝑄𝑡𝑒𝑜𝑟𝑖 −𝑄𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛
% Error = | | x 100%
𝑄𝑡𝑒𝑜𝑟𝑖

Dari hasil percobaan ini, praktikan memperoleh nilai kesalahan relatif


yang cukup besar untuk tiap-tiap point. Secara keseluruhan, nilai error dan
keterkaitannya dengan tinggi kecepatan dapat langsung dilihat dari grafik yang
dihasilkan oleh pengolahan data. Jika nilai koefisien korelasi R2 mendekati 1,
maka grafik tersebut menunjukkan adanya keterkaitan antara kedua variabel x
dan y (dalam hal ini kecepatan dan persentase error). Sebaliknya jika nilai
koefisien korelasi R2 mendekati 0, maka grafik tersebut menunjukkan tidak
adanya keterkaitan antara kedua variabel. Berdasarkan percobaan ini, kecepatan
dan persentase error tidak berhubungan secara linear, masih ada penyimpangan-
penyimpangan. Sehingga kita harus mencari terlebih dahulu nilai a dan b untuk
menemukan persamaan linear y = ax + b. Adapun rumus a adalah :
𝑛𝛴(𝑥𝑦) − 𝛴𝑥𝛴𝑦
𝑎=
𝑛𝛴𝑥 2 − (𝛴𝑥)2
Dan rumus b adalah :
𝛴𝑥 2 𝛴𝑦 − 𝛴𝑥𝛴𝑥𝑦
𝑏=
𝑛𝛴𝑥 2 − (𝛴𝑥)2

3. Analisis Kesalahan
Beberapa kesalahan yang dapat timbul dalam praktikum ini adalah:
 Kesalahan Alat
Praktikum kali ini, penggunaan alat sangat berpengaruh terhadap nilai
data yang dihasilkan. Alat yang digunakan pada saat percobaan sudah cukup
berumur. Hal ini dapat dilihat dengan kasat mata ketika volume yang terbuang
pada keran tidak stabil terkadang besar dang terkadang kecil sehingga
timbullah persepsi demikian. Selain itu, kawat hypodermis tidak terbentang
lurus di bawah manometer. Praktikan berasumsi bahwa gesekan yang terjadi
juga tidak seragam diantara tabung-tabung tersebut. Hal lain pada alat adalah
Posisi meja hidrolika sendiri tidak tepat horizontal. Hal ini bisa diketahui
dengan melihat penunjukkan nivo. Gelembung air tidak berada tepat di
tengah-tengah lingkaran di dalam nivo. Hal ini tentunya mempengaruhi
pembacaan.
 Kesalahan Praktikan
Keakuratan pembacaan data pada saat percobaan merupakan hal yang
sangat penting dilakukan. Posisi alat yang tidak sejajar dengan mata praktikan
membuat kesalahan dalam pembacaan. Pada saat pembacaan skala , praktikan
sulit sekali untuk mengambil nilai yang tepat dikarenakan ketinggian permukaan
air tidak stabil (terkadang berubah-ubah) sehingga pemilihan data hanya sekedar
perkiraan saja. Selain itu, sulit menentukan posisi yang tepat bagi jarum
hypodermis untuk menyumbat lubang yang ingin diukur. Tidak mudah bagi
praktikan untuk mendapatkan keberagaman data debit air yang diinginkan.
Sempat dilakukan pengubahan tekanan maupun menggeser keran pipa outlet,
mendapatkan pengukuran debit air yang hampir sama. Faktor pengalaman dan
juga pembiasan menjadi faktor x dalam percobaan, sering sekali dilakukannya
pengulangan pembacaan oleh masing-masing praktikan menjadi suatu kesulitan
pada saat pencatatan data.
 Kesalahan Paralaks
Kesalahan pembacaan yang dilakukan praktikan yang berbeda-beda menjadi
hal yang tidak pelak untuk dibicarakan. Tidak mustahil kemampuan mata yang
berbeda-beda di antara praktikan yang memiliki daya penglihatan mata masih
normal dan yang tidak, menyebabkan ketidak akuratnya data tersebut diambil
walau tidak dipungkiri frekuensi terjadinya dalam praktikum sangat kecil.

VIII. KESIMPULAN
Keabsahan dari prinsip bernoully menyatakan “Jumlah tinggi tempat, tinggi
tekanan dan tinggi kecepatan pada setiap titik dari suatu aliran zat cair ideal selalu
mempunyai harga yang konstan.” Dengan persamaan Bernoully adalah :
𝑣1 2 𝑃1 𝑣2 2 𝑃2
+ + ℎ1 = + + ℎ2
2𝑔 𝜌𝑔 2𝑔 𝜌𝑔
Kesalahan eror yang terjadi pada setiap pt adalah:
No Pt 1 Pt 2 Pt 3 Pt 4 Pt 5 Pt 6 Pt 8
1 4.24 13.55 21.06 4.96 12.687 23.84 42.89
2 62.8 38.18 8.21 7.36 17.45 21.97 39.27
3 0.077 11.77 4.11 34.83 14.8 29.66 42.88
4 43.2 20.18 10.96 6.68 12.33 61.52 34.23
5 3.58 4.19 4.63 11.8 23.99 19.13 42.9
6 9.42 69.97 12.53 6.68 12.33 45.69 34.23

Melalui penjabaran hasil pengolahan data di atas dapat dinyatakan bahwa


kecepatan yang terjadi pada masing-masing tabung hampir memiliki nilai yang berbeda
dengan titik sebagai tertentu sebagai acuannya. Hal ini dikarenakan tiap-tiap tabung
mendapat perlakuan yang sama menyebabkan tekanan yang diberikan berbeda. Sehingga
dapat disimpulkan bahwa jumlah dari ketinggian kecepatan, ketinggian tekanan, dan
ketinggian tempat adalah konstan dan persamaan yang diciptakan oleh Bernoully adalah
sah. Keabsahan teori bernoully juga dapat ditunjukkan dari perhitungan yaitu dilihat dari
Q praktikum, nilai eror yang kecil dan grafik yang mendekati trendline.

IX. TUGAS
Turunkan persamaan Bernoully di atas dan sebutkan asumsi-asumsi yang digunakan!
Jawab:
Teori Bernoully: “Jumlah tinggi tempat, tinggi tekanan, dan tinggi kecepatan pada
setiap titik dari suatu aliran zat cair ideal selalu mempunyai harga yang konstan.”
y
 p 
 p  ds dA
 S 
ds Streamline
v
ℎ
dA 𝑑ℎ = 𝑑𝑠
𝑠
s

n R (radius of culvature)
𝜌𝑔 𝑑𝑠 𝑑𝐴

x
Gambar 1. Partikel yang bergerak sepanjang streamline.
Dengan panjang 𝑑𝑠 dan bersebrangan dengan area 𝑑𝐴. Gaya yang bereaksi pada
partikel berupa tekanan dan berat sehingga menghasilkan persamaan-persamaan :
Σ𝐹 = 𝑚. 𝑎
∂p
ρ dA − (p + ∂s . ds) dA − W cos θ = 𝑚. 𝑎
∂p
ρ dA − (p + ∂s . ds) dA − ρ. g. ds. dA. cos θ =𝜌. 𝑑𝑠. 𝑑𝐴. 𝑎𝑠 …. (i)

Dimana 𝑎𝑠 merupakan percepatan dan partikel dengan asumsi v = w = 0, maka tangen


pada streamline menjadi u = V, sehingga persamaannya menjadi :
𝜕𝑉 𝜕𝑉
𝑎𝑠 = 𝑉 +
𝜕𝑠 𝜕𝑡
Di mana : m = ρ . Volume
m = ρ . ds. dA

𝜕𝑣 𝜕ℎ
Apabila aliran dianggap steady maka = 0 dan cos 𝜃 =
𝜕𝑡 𝜕𝑠
𝜕ℎ
𝑑ℎ = 𝑑𝑠 cos 𝜃 = 𝑑𝑠
𝜕𝑠

Apabila dibagi 𝑑𝐴. 𝑑𝑠 , maka :

𝜕𝑝 𝜕ℎ 𝜕𝑉
− − 𝜌𝑔 = 𝜌𝑉
𝜕𝑠 𝜕𝑠 𝜕𝑠
𝑉2
𝑉 𝜕𝑉 𝜕( )
2
Dengan mengasumsikan massa jenis konstan yaitu 𝜕𝑠
= 𝜕𝑠

𝜕 𝑉2 𝑝
( + + 𝑔ℎ) = 0
𝜕𝑠 2 𝜌

Menjadi :
𝑉2 𝑝
+ + 𝑔ℎ = 𝑐𝑜𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛𝑡
2 𝜌

Kemudian kita membagi gravitasi pada kedua sisi:


𝑣1 2 𝑃1 𝑣2 2 𝑃2
+ + 𝑍1 = + + 𝑍2
2𝑔 𝜌𝑔 2𝑔 𝜌𝑔
Persamaan Bernoully Terbukti
Note : Dimana z = h = ketinggian
Seperti yang telah disebutkan di atas, persamaan ini berlaku bila diberlakukannya
asumsi-asumsi berikut.
1. Inviscid Flow (tidak ada tegangan geser)
v
2. Steady flow ( 0)
t
3. Sepanjang streamline
4. Memiliki massa jenis (ρ) yang konstan

X. REFERENSI
Potter, Merle C dan David C. Wiggert. 1997. Mechanics of Fluids Second Edition.
London: Prentice-Hall International.
Laboratorium Hidrolika, Hidrologi dan Sungai Departemen Teknik Sipil UI (2009).
“Pedoman Praktikum Mekanika Fluida dan Hidrolika”.
XI. LAMPIRAN

Benda uji disumbat dengan kawat hipodermis Kawat hipodermis

Pembacaan ketinggian air pada saat percobaan Mengukur debit air