Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Reaksi kimia yang umum digunakan untuk menghasilkan energi adalah pembakaran, yaitu
suatu reaksi cepat antara bahan bakar dengan oksigen yang disertai terjadinya api. Bahan bakar
utama dewasa ini adalah bahan bakar fosil, yaitu gas alam, minyak bumi dan batu bara. Bahan
bakar fosil itu berasal dari pelapukan sisa organisme, baik tumbuhan maupun hewan.Pembentukan
bahan bakar fosil ini memerlukan ribuan sampai jutaan tahun. Proses lain untuk melepaskan energi
dari bahan bakar adalah melalui reaksi eksotermal dan reaksi nuklir. Hidrokarbon (termasuk di
dalamnya bensin dan solar) sejauh ini merupakan jenis bahan bakar yang paling sering digunakan
manusia. Bahan bakar lainnya yang bisa dipakai adalah logam radioaktif.

Kayu menurut kebanyakan orang di dunia ini merupakan bukan suatu bahan bakar. Kita
umumnya menggunakan gas alam atau minyak bakar di rumah kita, dan kita menggunakan
terutama minyak bakar dan batubara untuk memanaskan air menghasilkan steam untuk
menggerakan turbin untuk sistim pembangkitan tenaga yang sangat besar. Bahan bakar tersebut –
batubara, minyak bakar, dan gas alam –sering disebut sebagai bahan bakar fosil.

Berbagai jenis bahan bakar seperti bahan bakar cair, padat, dan gas yang tersedia
tergantung pada berbagai faktor seperti biaya, ketersediaan, penyimpanan, handling, polusi dan
peletakan boiler, tungku dan peralatan pembakaran lainnya.

1.2 RUMUSAN MASALAH


Adapun rumusan masalah dari makalah ini antara lain :
1. Apa itu bahan bakar ?
2. Apa jenis-jenis bahan bakar ?
3. Apa itu bahan bakar alternatif ?
4. Apa saja contoh bahan bakar alternatif ?
1.3 TUJUAN PEMBAHASAN
Adapun tujuan penulisan dari makalah ini adalah :
1. Untuk mengetahui defenisi dari bahan bakar
2. Untuk dapat mengetahui jenis-jenis bahan bakar
3. Untuk mengetahui apa itu bahan bakar alternatif
4. Untuk mengetahui apa saja bahan bakar alternatif

1.4 MANFAAT

Dengan pembuatan makalah ini diharapkan bisa membantu kita mengetahui dan memahami
mengenai jenis-jenis bahan bakar serta bahan bakar alternatif dan mengetahui maupun menerapkan
pengaplikasiannya di kehidupan sehari-hari.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN BAHAN BAKAR

Bahan bakar adalah segala materi yang bisa diubah menjadi suatu energi. Kebanyakan bahan
bakar di pakai melalui proses pembakaran yang di reaksikan dengan oksigen (O2) , dimana bahan
bakar berfungsi sebagai bahan yang akan di bakar.

a) Berdasarkan bentuk dan wujudnya


1. Bahan bakar padat
Bahan bakar padat merupakan bahan bakar berbentuk padat, dan kebanyakan
menjadi sumber energi panas. Misalnya kayu dan batubara. Energi panas yang
dihasilkan bisa digunakan untuk memanaskan air menjadi uap untuk menggerakkan
peralatan dan menyediakan energi.
2. Bahan bakar cair
Bahan bakar cair adalah bahan bakar yang strukturnya tidak rapat, jika
dibandingkan dengan bahan bakar padat molekulnya dapat bergerak bebas. Bensin,
minyak solar, minyak tanah adalah contoh bahan bakar cair. Bahan bakar cair yang
biasa dipakai dalam industri, transportasi maupun rumah tangga adalah fraksi minyak
bumi.
3. Bahan bakar gas
Bahan bakar gas ada dua jenis, yakni Compressed Natural Gas (CNG) dan Liquid
Petroleum Gas (LPG. CNG pada dasarnya terdiri dari metana sedangkan LPG adalah
campuran dari propana, butana dan bahan kimia lainnya. LPG yang digunakan untuk
kompor rumah tangga, sama bahannya dengan Bahan Bakar Gas yang biasa digunakan
untuk sebagian kendaraan bermotor.
b) Berdasarkan materinya
1. Bahan bakar tidak berkelanjutan
Bahan bakar tidak berkelanjutan bersumber pada materi yang diambil dari alam dan
bersifat konsumtif. Sehingga hanya bisa sekali dipergunakan dan bisa habis
keberadaannya di alam. Misalnya bahan bakar berbasis karbon seperti produk-produk
olahan minyak bumi.
2. Bahan bakar berkelanjutan
Bahan bakar berkelanjutan bersumber pada materi yang masih bisa digunakan lagi
dan tidak akan habis keberadaannya di alam. Misalnya tenaga matahari.

2.2 JENIS-JENIS BAHAN BAKAR

1. Bahan Bakar Cair


Minyak (petroleum) berasal dari kata-kata: Petro = rock (batu) dan leaum = oil (minyak)
Minyak dan gas sebagian besar terdiri dari campuran molekul carbon dan hydrogen yang disebut
dengan hydrocarbons. Minyak dan gas terbentuk dari siklus alami yang dimulai dari sedimentasi
sisa-sisa tumbuhan dan binatang yang terperangkap selama jutaan tahun. Pada umumnya terjadi
jauh dibawah dasar lautan. Material-material organik tersebut berubah menjadi minyak dan gas
akibat efek combinasi temperatur dan tekanan di dalam kerak bumi. Kumpulan dari minyak dan
gas tersebut membentuk reservoir-reservoir minyak dan gas.
Minyak bumi terdiri dari bermacam-macam jenis hidrokarbon, namun hanya beberapa jenis yang
dominan antara lain :

a. Jenis Paraflin (CnH2n+2) mempunyai sifat sangat stabil, reaksi dengan gas chloor, banyak
terdapat hampir pada semua jenis minyak bumi. Paraffin wax (lilin) adalah rangkaian yang
lurus dan bercabang.

b. Jenis Olefin atau jenis Ethylene (CnH2n) terdiri dari senyawa tidak jenuh, mudah bereaksi
dengan gas chloor, asam chlorida dan asam sulfat. Olefin yang titik didihnya rendah tidak
terdapat dalam minyak bumi tetapi biasanya terdapat pada minyak hasil perengkahan
(cracking).

c. Jenis Naphthene (CnH2n) meskipun mempunyai tipe sama dengan Olefin, namun memiliki
sifat yang berbeda. Naphthene memiliki senyawa cincin (cyclic compounds) yang jenuh,
sedangkan Olefin senyawa lurus yang antara karbonnya ada senyawa tak jenuh.

d. Jenis Aromatik (CnH2n-6) biasa disebut jenis benzene, jenis ini mudah bereaksi dengan
senyawa organik lain. Minyak bumi jarang yang mengandung senyawa benzene atau
toluene, tetapi minyak bumi dari Sumatra dan Kalimantan mengandung senyawa aromatik.
e. Jenis Diolefin (CnH2n-2) sifatnya hampir sama dengan olefin tetapi lebill aktif, bahkan dapat
membentuk polimer dengan senyawa tidak jenuh lainnya menjadi molekul yang besar
semacam karet (gum). Jenis diolefin tidak ada dalam minyak bumi, hanya ada pada
hidrokarbon rengkahan.

Beberapa hasil pengolahan minyak bumi diantaranya adalah :

a. Elpiji (liquid pressure gas) adalah bahan bakar gas yang dipakai dirumah tangga, restoran
dan kantor. Merupakan bahan bakar yang bersih dan praktis, sejenis bahan bakar gas yang
juga digunakan untuk kendaraan disebut BBG dan ada juga yang digunakan sebagai bahan
baku berbagai produk disebut LNG (liquid natural gas).

b. Gasoline adalah BBM yang banyak dibutuhkan, hampir 45% total produk minyak bumi
diupayakan menjadi BBM ini. Produk ini kebanyakkan berasal dari proses sekunder karena
disaratkan angka oktannya harus tinggi. BBM ini di Indonesia disebut Premium, Super dan
atau benzole. Penggunaannya untuk kendaraan penumpang, motor dan pesawat terbang
yang tidak bermesin jet.
Spesifikasi bahan bakar minyak ini antara lain :

1. Pertamax Plus
Adalah bahan bakar motor bensin tanpa timbal yang diproduksi dari High Octane Mogas
Component (HOMC) yang berkualitas tinggi ditambah dengan bahan aditif generasi
terbaru sesuai dengan kebutuhan yang direkomendasikan pabrikan kendaraan bermotor.
Bahan bakar ini diformulasikan khusus untuk memenuhi tuntutan akan bahan bakar minyak
yang dapat melayani mesin yang bekerja pada kompresi tinggi tetapi ramah lingkungan
dan lebih aman terhadap kesehatan manusia.
Pertamak plus mempunyai angka oktan minimal 95 dimana angka oktan ini lebih tinggi
dari premix dan premium. Pertamax plus dipasarkan tanpa diberi pewarna (bening)
direkomendasikan untuk kendaraan keluaran tahun 1992 keatas atau kendaraan yang
menggunakan katalistik converter.
2. Pertamax
Adalah bensin tanpa timbal dengan kandungan aditif generasi mutakhir yang dapat
membersihkan Intake Valve Port Fuel Injektor dan ruang bakar dari carbon. Mempunyai
angka oktan 92 dan dapat digunakan pada kendaraan dengan kompresi yang tinggi.

3. Premium Tanpa Timbal (Super TT)


Adalah bahan bakar motor bensin yang tidak mengandung timbale dan komponen HOMC.
Bahan bakar ini dapat digunakan pada kendaraan yang menggunakan Catalitic Conventer.

4. Premium
Adalah bahan bakar jenis ditilat dengan warna kekuningan yang jernih dan mengandung
timbale sebagai octane booster (TEL). Warna kuning pada premium ini diakibatkan oleh
penambahan. Umumnya premium digunakan untuk bahan bakar motor bensin seperti
mobil, sepeda motor dan motor temple. Bahan bakar ini sering juga disebut sebagai
gasoline atau petrol dan tidak boleh digunakan pada kendaraan yang dilengkapi catalytic
conventer. Bila bahan bakar yang mengandung timbal digunakan pada kendaraan yang
dilengkapi dengan catalytic conventer, akan menyebabkan pori-pori katalis tertutup oleh
bahan timbal ini dan menyebabkan hilangnya kemampuan katalitic conventer sebagai
katalis konversi emisi pencemaran menjadi emisi yang bersahabat dengan lingkungan.
5. Kerosene
Adalah fraksi lebih berat dari pada gasoline, dan mudah menguap. Kebutuhan BBM ini
lebih rendah dari pada gasoline. Sebelumnya kerosene ini digunakan untuk lampu
penerangan sehingga sering disebut minyak lampu. Saat ini digunakan untuk kebutuhan
rumah tangga dan kegiatan pertanian. Pemakaian kerosene dinegara-negara berkembang
sangat tinggi. Saat ini dugunakan juga untuk BBM pesawat terbang yang menggunakan
mesin jet disebut DPK (double purpose kerosine)
6. Minyak diesel (Solar)
Pemakaian BBM ini terus-menerus meningkat, karena makin pesatnya laju ekonomi.
Penggunaan BBM ini untuk transportasi darat, laut dan mesin-mesin pembangkit tenaga
listrik. Kendaraan penumpang, saat ini juga banyak yang menggunakan solar, karena harga
BBM ini relatif lebih murah.
7. Industrial diesel oil (IDO)
BBM ini khusus untuk keperluan industri lebih berat dari pada solar (ADO), namun di
Indonesia tidak dibedakan. Disamping itu digunakan untuk mencairkan BBM yang
lebih berat (Residual fuel oil).
8. Minyak pelumas
Merupakan sebagian kecil dari produk minyak bumi. Namun merupakan produk yang
paling penting karena diperlukan untuk melumasi permukaan bagian mesin yang
saling, bergesekan dan bergerak untuk mencegah keausan. Misalnya silinder motor
bakar, turbin, gear-box dan sebagainya.
9. Aspal, dihasilkan dari residu minyak bumi jenis tertentu, digunakan untuk jalan dan
untuk campuran industi atap bangunan.
10. Kokas (petroleum coke disebut juga green coke) hasil samping produk proses
perengkahan residu, berbentuk padat. Kokas digunakan juga untuk bahan bakar, dan
juga untuk melelehkan metal pada industri pengecoran logam. Beberapa pabrik
menggunakan untuk membuat elektroda batang las dan blasting logam, kompound
(ampelas) dan bahan yang tahan suhu tinggi.
11. Carbon black adalah hasil samping produksi proses perengkahan, penggunaannya
untuk pabrik ban kendaraan, industri karet, industri tinta cetak, pabrik cat, pabrik
piring dan sebagainya.

2. Bahan Bakar Padat


Bahan bakar padat adalah suatu materi padat yang dapat diubah menjadi energi. Contohnya
adalah batubara. Bahan bakar padat yang umum digunakan adalah batubara. Batubara
diklasifikasikan menjadi tiga jenis utama yakni antracit, bituminous, dan lignit.

 Antracit
Antracit merupakan batubara tertua jika dilihat dari sudut pandang geologi, yang
merupakan batubara keras, tersusun dari komponen utama karbon dengan sedikit
kandungan bahan yang mudah menguap dan hampir tidak berkadar air.
 Lignit
Lignit merupakan batubara termuda dilihat dari pandangan geologi, batubara ini
merupakan batubara lunak yang tersusun terutama dari bahan yang mudah menguap dan
kandungan air dengan kadar fixed carbon yang rendah. Fixed carbon merupakan karbon
dalam keadaan bebas, tidak bergabung dengan elemen lain.
 Bituminous
Bituminous adalah batuan sedimen padat, biasanya hitam tapi kadang-kadang coklat tua,
yang memiliki ciri-ciri padat, mudah rapuh, dan tidak mengeluarkan gas dan air apabila
dikeringkan.

Bahan yang mudah menguap merupakan bahan batubara yang mudah terbakar yang
menguap apabila batubara dipanaskan. Sifat fisik batubara termasuk nilai panas, kadar air, bahan mudah
menguap dan abu.Sifat kimia batubara tergantung dari kandungan berbagai bahan kimia seperti
karbon,hidrogen, oksigen, dan sulfur.Nilai kalor batubara beraneka ragam dari tambang batubara yang satu
ke yang lainnya. Nilai untuk berbagai macam batubara diberikan dalam Tabel dibawah.

Tabel . GCV untuk berbagai jenis batubara


Parameter Lignit Batubara Batubara Batubara
(dasar kering) India Indonesia Afrika Selatan
GCV (kKal/kg) 4500 4000 5500 6000

3. Bahan Bakar Gas


Berikut adalah daftar jenis-jenis bahan bakar gas:
 Bahan bakar yang secara alami didapatkan dari alam:
 Gas alam
 Metan dari penambangan batubara
 Bahan bakar gas yang terbuat dari bahan bakar padat
 Gas yang terbentuk dari batubara
 Gas yang terbentuk dari limbah dan biomasa
 Dari proses industri lainnya (gas blast furnace)
 Gas yang terbuat dari minyak bumi
 Gas Petroleum cair (LPG)
 Gas hasil penyulingan
 Gas dari gasifikasi minyak
 Gas-gas dari proses fermentasi
Bahan bakar bentuk gas yang biasa digunakan adalah gas petroleum cair (LPG), gas alam, gas
hasil produksi, gas blast furnace, gas dari pembuatan kokas, dll. Nilai panas bahan bakar gas
dinyatakan dalam Kilokalori per normal meter kubik (kKal/Nm3) ditentukan pada suhu normal
(200C) dan tekanan normal (760 mm Hg).
LPG terdiri dari campuran utama propan dan Butan dengan sedikit persentase hidrokarbon
tidak jenuh (propilen dan butilene) dan beberapa fraksi C2 yang lebih ringan dan C5 yang lebih
berat. Senyawa yang terdapat dalam LPG adalah propan (C3H8), Propilen (C3H6), normal dan iso-
butan (C4H10) dan butilen (C4H8). LPG merupakan campuran dari hidrokarbon tersebut yang
berbentuk gas pada tekanan atmosfir, namun dapat diembunkan menjadi bentuk cair pada suhu
normal, dengan tekanan yang cukup besar. Walaupun digunakan sebagai gas, namun untuk
kenyamanan dan kemudahannya, disimpan dan ditransport dalam bentuk cair dengan tekanan
tertentu. LPG cair, jika menguap membentuk gas dengan volume sekitar 250 kali.

2.3. Bahan Bakar Alternatif


Bahan bakar alternatif adalah bahan bakar yang dapat digunakan untuk menggantikan
bahan bakar konvensional.Ini menuntut kita untuk dapat menghasilkan bahan bakar selain bahan
bakar fosil/minyak bumi karena minyak bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat
diperbaharui. Tanpa adanya bahan bakar, transportasi akan terhenti, industri akan tutup dan roda
perekonomian akan berhenti.
Minat menggunakan bahan bakar alternatif untuk kendaraan yang terus tumbuh pada
dasarnya dimotivasi oleh tiga pertimbangan berikut ini:
1. Bahan bakar alternatif umumnya menghasilkan lebih sedikit emisi kendaraan yang
berkontribusi terhadap kabut asap, polusi udara dan pemanasan global;
2. Sebagian besar bahan bakar alternatif tidak diturunkan dari bahan bakar fosil yang
merupakan sumber daya yang terbatas.
3. Bahan bakar alternatif dapat membantu negara memenuhi kebutuhan energi secara lebih
mandiri.

2.4 Macam-Macam Bahan Bakar Alternatif


a. Biofuel
Bahan bakar hayati atau biofuel adalah setiap bahan bakar baik padatan, cairan
ataupun gas yang dihasilkan dari bahan-bahan organik.Biofuel dapat dihasilkan secara
langsung dari tanaman atau secara tidak langsung dari limbah industri, komersial,
domestik atau pertanian. Ada tiga cara untuk pembuatan biofuel: pembakaran limbah
organik kering (seperti buangan rumah tangga, limbah industri dan pertanian); fermentasi
limbah basah (seperti kotoran hewan) tanpa oksigen untuk menghasilkan biogas
(mengandung hingga 60 persen metana), atau fermentasi tebu atau jagung untuk
menghasilkan alkohol dan ester; dan energi dari hutan (menghasilkan kayu dari tanaman
yang cepat tumbuh sebagai bahan bakar).
Sederhananya, biofuel adalah energi yang terbuat dari materi hidup, biasanya
tanaman. Bioetanol,biodiesel, dan biogas adalah jenis biofuel.Biofuels dianggap energi
terbarukan, mengurangi peran dari bahan bakar fosil, dan telah mendapat perhatian dalam
transisi ke ekonomi rendah karbon.
b. Bioetanol
Bioetanol (C2H5OH) merupakan salah satu biofuel yang hadir sebagai bahan bakar
alternatif yang lebih ramah lingkungan dan sifatnya yang terbarukan.Merupakan bahan
bakar alternatif yang diolah dari tumbuhan yang memiliki keunggulan karena mampu
menurunkan emisi CO2 hingga 18%, dibandingkan dengan emisi bahan bakar fosil seperti
minyak tanah.
Bioetanol dapat diproduksi dari berbagai bahan baku yang banyak terdapat di
Indonesia, sehingga sangat potensial untuk diolah dan dikembangkan karena bahan
bakunya sangat dikenal masyarakat. Tumbuhan yang potensial untuk menghasilkan
bioetanol antara lain tanaman yang memiliki kadar karbohidrat tinggi, seperti tebu, nira,
aren, sorgum, ubi kayu, jambu mete (limbah jambu mete), garut, batang pisang, ubi jalar,
jagung, bonggol jagung, jerami, dan bagas (ampas tebu).
Dari biomas yang banyak mengandung pati dapat dibuat alkohol.Alkohol
merupakan bahan bakar yang baik. Dicampur dengan bensin ia dapat digunakan untuk
bahan bakar mobil, sehingga dapat mengurangi konsumsi BBM.
c. Biodiesel
Biodiesel merupakan bahan bakar yang terdiri dari campuran monoalkyl ester dari
rantai panjang asam lemak, yang dipakai sebagai alternatif bagi bahan bakar dari mesin
diesel dan terbuat dari sumber terbaharui seperti minyak sayur atau lemak hewan.
Biodiesel merupakan kandidat yang paling baik untuk menggantikan bahan bakar
fosil sebagai sumber energi transportasi utama dunia, karena biodiesel merupakan bahan
bakar terbaharui yang dapat menggantikan diesel petrol di mesin sekarang ini dan dapat
diangkut dan dijual dengan menggunakan infrastruktur zaman sekarang. Penggunaan dan
produksi biodiesel meningkat dengan cepat, terutama di Eropa, Amerika Serikat, dan
Asia, meskipun dalam pasar masih sebagian kecil saja dari penjualan bahan
bakar.Pertumbuhan SPBU membuat semakin banyaknya penyediaan biodiesel kepada
konsumen dan juga pertumbuhan kendaraan yang menggunakan biodiesel sebagai bahan
bakar.
d. Biogas
Kotoran hewan dapat digunakan sebagai kompos untuk memupuk tanaman atau
membuat biogas yang berguna sebagai bahan bakar.Biogas cocok dikembangkan di
daerah-daerah yang memiliki biomassa berlimpah, terutama di sentra-sentra produksi
padi seperti ternak di Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Bali, dan lain-lain.
Biogas sebagian besar terdiri atas gas metan yang dapat dibakar. Biogas merupakan
hasil fermentasi bakteri metan di dalam kondisi anaerobik.Secara teknis pembuatan
biogas tidak merupakan masalah. Manfaat energi biogas adalah sebagai pengganti bahan
bakar khususnya minyak tanah dan dipergunakan untuk memasak kemudian sebagai
bahan pengganti bahan bakar minyak (bensin, solar).Dalam skala besar, biogas dapat
digunakan sebagai pembangkit energi listrik. Di samping itu, dari proses produksi biogas
akan dihasilkan sisa kotoran ternak yang dapat langsung dipergunakan sebagai pupuk
organik pada tanaman / budidaya pertanian.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Berbagai jenis bahan bakar (seperti bahan bakar cair, padat, dan gas) yang tersedia
tergantung pada berbagai faktor biaya, ketersediaan, polusi. Ada berbagai macam bahan bakar
yang dapat di pergunakan dan masih banyak lagi bahan bakar alternatif yang bisa di pakai apabila
bahan bakar yang tidak dapat di perbaharui mulai menipis.
Bahan bakar alternatif, sebagai bahan bakar masa depan layak untuk dikembangkan. Selain
sebagai upaya penghematan terhadap konsumsi BBM yang semakin tinggi, tetapi juga karena
bahan bakar alternatif lebih ramah lingkungan dan memberikan manfaat kepada negara.
Pengembangan dan pemanfaatan sumber bahan bakar alternatif memberikan manfaat kepada
negara lebih dari sekedar mengurangi jumlah konsumsi BBM, yang justru akan mengganggu
efektifitas kerja beberapa sektor penting, terutama ekonomi.

3.2. Saran
Indonesia memang membutuhkan optimalisasi penggunaan energi alternatif dengan
mempertimbangkan biaya teknis yang murah. Maka dari itu dalam memilih energi alternatif, harus
berdasarkan biaya teknis yang lebih rendah dalam mengolah sumber energi menjadi energi yang
bisa digunakan.