Anda di halaman 1dari 6

BAB 1

SOSIOLOGI KOTA
A.PENGERTIAN SOSIOLOGI

Secara emotilogi sosiologi berarti ilmu bereman syarat berteman yaitu minimal terdapat dua
infidu ,dan hubungan antar indifidu itu baik.jika tidak akan menimbulkan masalah sosial,dan
interaksi tersebut tidak hanya terjadi antar dua orang trsebut tapi bisa dengan banyak oran.

B.ARSITEKTUR DALAM PRADIGMA SOSIOLOGI

Arsitektu adalah ilmu yang mempelajari tetntang bentukan daam suatu ruang, adapla
pengerian tetang ruang,yaitu ruang tak terbatas dan ruang terbatas.sesuai dengan perkembangan
zaman,gagasan tersebut dapat berkembang semula ruang di pahami sebagai posisi-hubungan.

Ruang atau space adalah sebagai suatu kontinum tidak bermakna dalam arsitektur selama
orang mengalaminya melalui suatu urutan posisi yang tergantung melalui pengolahan permukaan
permukaan pembatas sehinga di dalamnya berbagai perasaan seperti terkurung,terkagum,takut dan
lain lain

Dari pengertian tersebut semakin jelas bahwa ruang sebagai kontinum yang tidak
terbatas,sedangkan arsitek bertugas untuk membatasi ruang tersebut,memotong kontinum itu
dengan memberikan suatu dominan atau entuakan yang dapat di kenal.

Fakta sosial dalam memahami masyarakat memerlukan penyusunan data rill,ide yang haya
ada di pikiran maniusia.ada beberapa fakta yaitu:

 Fakta sosial menurut durkheim terdiri atas dua macam:

1.Dalam bentuk material yang dapat berorserfasi,misalya norma hukum

2.Dalam bentuk non-material yaitu kenyataan yang bersifat subjktif yang hanya dapat mucul
dalam kesadaran masnusia,misalnya egoisme dan opini

 Fakta menurut Peter M Blau yitu ada 2 tipe:

1.Nilai nilai umum yang bersifat unifersal

2. Norma yang terwujud dalam suatu kebudayaan.

Termasik dalam pradigma fakta sosial adalah teori Fungsionalisme struktural,teori


konfllik,teori sistem,dan teori sosiologi makro.Melalui pendekatan pradigma fakta sosial terdapat
fenomen-fenomena dalam Arsitektur,Arsitek dalam berkarya akan memerhatikan Norma,Nilai,atau
prinsip yang bersifat Makro.

Prinsip prinsip nilai unifersal terjadi antara lain,Dalam melakukan desain suatu tata ruang
rumah,umumnya di jawa dalam menata ruang tamu sebagai ruang untuk menerima
tamu,sahabat,dan lain lain.sekalipun dalam kenyataanya ada kalanya seorang tamu dapat lewat di
pintu samping agar dapat lebih efisien.apa bila masuk lewat ointu samping agar dapat langsung
menyapa tuan rumah langsung,Dalam sitatu yang normal kenyataanya yan terakhir ini,Tidak
mungkin seorang arsitek menempatkan ruang tamu di bagian samping atau belakang rumah.
C.SOSIOLOGI KOTA

Ada banyak defenisi tentang kota,Seorang Arsitek memaami kota sebagai suatu kawasan
yang sarat dengan bentukan terbangun,misalkan orang yang memahami secara hukum,kota sebagai
kumpulan manusia yang adat tradisionalnya telah pudar.Dfengan memudarnya norma yang di anut
masyarakat kota di gantikan dengan Hukum.kota lebih kompleks memiliki masyarakat dengan
kesadaran hukum ang lebih tinggi.

E.RINGAKSAN

Dari empat pradigma ini dapat di amati gejalanya dalam aesitektur sehingga lahirlah
pengertian sosiologi atsitektur.Sosiologi Arsitektur adalah ilmi yang mempelajari tentang aspek
sosial (dapat berupa norma,simbol,makna,pola-pola),dari suatu karya arsitektur.Dari pemahaman ini
di kembangakan pegertian sosiologi kota menjadi ilmu yang mempelajari persoalan aspek aspek
sosial yang terjadi akibat pembangunan fisik kota.Aspek yang material yang di pelajari dalam
sosiologi kota adalah aktifitas manusia dalam kehidupan sisol kota

BAB 2

SOSIOLOGI KOTA UNTUK ARSITEK

A.PENGERTIAN

Sosiologi kota merukpakan istilah dari hubungan antar manusia,baik secara individu
maupun kelompok manusia yang terdapat dalam kawasan kota,sedangkan kawasan kota
dapat mencakup berbagai macam seperti Ekonomi,hukum,kesehatan dan lain lain.

Dari relasi antara sosiologi dan Arsitektur dan Arsitektur,dapat di temui bebrapa
topik yang menjadi ladang garapan sosiologi kota untuk arsitek,yaitu sebagai berikut,

1) Masyrakat dan kebudayaan sebagai simbol dalam Arsitektur


Penataan tata ruang di pengaruhi oleh budaya masyarakat,suatu masyarakat yang
memiliki aktifitas kemasyarakatan yang luas akan membutuhkan ruang yang luas di
bagian rumahnya,demikian pula sebaliknya.
2) Pola perilaku dan penatan kawasan
Akibat dari penataan suatu kawasan akan memberikan pola aktifitas tertentu dari
masyarakat.Pola aktifitas ini dapat berupa posititif maupum negatif,pola ini dapat
menjadi pertimbangan dalam merencanakan suatu penataan suatu
kawasan.termasuk pruntukanya.
3) Kemerosotan Sosial dan Pemanfaatan Ruan
Kondisi masyarakat tertentu melahirkan sikap sikap sosial tertentu,yang kadang
kadang di anggap negatif atau kumuh,misalnya,prilaku meludah di sebuah gedung.

B.RINGKASAN

Produk Arsitektur di rancang dan di bangun untuk kepentingan akifitas manusia


(Masyarakat).Dengan demikian antara masyarakat dan rancangan bangunan seharusnya memiliki
kesesuaian,atau kata lain antara masyarakat dan hasil fisik arsitektur memiliki relasi yang bersifat
timbal balik.Masyarakat dapat memengaruhi lingkunga fisik sekitarnya,begitupun sebaliknya
lingkunagan fisik dapat memengaruhi aktivitas masyarakat.

BAB 3

GERAKAN SOSIAL DAN ARSITEKTUR

A.GERAKAN SOSIAL DAN ARSITEKTUR

Gerakan sosial dapat melahirkan suatu produk Arsitektur yang mamou mempertahankan
suatu bentukan suatu arsitektur yang layak di pertahankan.Hasil dari gerakan sosial tentang
kebijakan kota pada akhirnya di nikmati oleh masyarakat,dengan demikian ada huungan timbal balik
antara gerakan soaial dengan Arsitektur.

B.TEORI DAN ARSITEKTUR

Ada beberapa jenis gerakan sisoal,jenis pradigma kekuasaan dan kekreatisik Gerakan
sosial.Ada tiga jenis gerakan sosial,yaitu sebagai berikut:

a) Gerakan sosial politik,yaitu gerakan oleh sekelompok massa untuk menentang


pemerintahyang sedang berkuasa.
b) Gerakan sisoal budaya,yaitu gerakan oleh sekelompok massa untuk mengubah pola sosial
budaya.
c) Gerakan sosial history,yaitu gerakan oleh sekelompok massa untuk mendobrak struktur
masyarakat yang mengabaikan bangunan yang menjadi simbol simbol history.

C.Ringkasan

Gerakan sosial oleh pihak yang berkuasa sering di anggap sebagai sesuatu yang kontra
produktif,padahal secara nyara gerakan sosial mampu mewujudka ranvangan secara ideal.Beberapa
manfaatnya antara laik

a) Untuk menegakan profesi Arsitektur


b) Untuk menumbuhkan pemikiran kritis terhadap perencanaan sebuah kota
c) Untuk menumbuhkan kesadaran bahwa perancangan kota tidak di buat untuk kepentingan
satu pihak saja melainkan untuk banyak pihak.

BAB 4

TERBENTUKNYA KOTA DARI KOTA KUNO,POSMO,HINGGA KOSMOPOLITAN

A.TIPE-TIPE KOTA

Kota dapat terbentuk sejak terbentuknya kerumunan tempat tingal manusia yang relatif
padat pada suatu kawasan tertentu di bading kawasan di sekitarnya idealnya kawasan yang di sebut
kota
1.Kota Kuno

Semua kota terbentuk sederhana,maka pengertian kota pada saat itu juga sederhana,sejalan
dengan prertumbuan penduduk dan falsafahyang hidup dalam masyarakat,kota tersusun
berdasarkan falsfah yang hidup dalam masyarakatnya.

2.Kota Praindustri

Kota ini memiliki ciri yaitu,saat orang sudah mengenal teknik menanam dan berternak
binatang pada suatu budang lahan yang luas,penduduk dea bisa hidup dengan bergantung dengan
alam (cuaca,musim,tanah dan air) dan menyesuaikan degan musim yang ada.

3.Kota Industri

Kelahiran industri membutuhkan banyak tenaga kerja,sementara tenaga medis juga ikut
berkembang yang secara alami mayarakat berkembang pesat.lembaga lembaga
perekonomian,koperasi,pusat perbelanjaan mulai hadir

4.Kota Post Modren

Pada post kota modren pastinya sudah berkembang sangat maju,teknologi sudah mulai
ada,Kota post modren memiliki tingkat globalisasi yang sangat tinggi,interaksi yang saling
menguntungkan dapat terjadi dengan kota lain.

5.Kota Global

Istilah global semula dapat di jumpai di bidang ekonomi,Apabila tingkat ekonomi


meningkat,berearti sudah jadi jamian buat kota tersebut u8ntuk maju dan mendorong penduuduk
kota menjalani aktifitas ekonominya ke luar negeri.

6.Kota Kosmopolitan

Kosmopolitan atau kota internasional,masyarakat kosmopolitan memiliki kesadaran tertentu


yaitu,peduli akan masa depan kota,memiliki kecerdasan yang baik dan utuh,menuju kota masa
depan,perkembangan kekhasan lokal,masa depan generasi muda,

C.RINGKASAN

Kota yang di jumpai pada masa kini tidak terbentuk begitu saja semula kota merupakan wacana yang
sederhana sebagai satu kelompok manusia di suatu pemukman yang tinggal secara menetap,kota
yang mempunyai karakter yang kuat memiliki pengaruh di luar daerahny.di katakan bahwa kota
tersebut memiliki local genius,yaitu apabila peradaban masyarakat kota itu berkembang melewati
batas batas geografisnya.
BAB 5

KOTA,URBANISASI,DAN AGROPOLITAN

A.PENGERTIAN URBANISASI

Terdapat 2 pengertianya,yaitu;

1.semula daerah yang mempunyai kawasan dan masyarakat yang bersifat homogen berkembangdan
berubahsedemikian rupa sehinggakawasan dan pola hidup masyarakat bersifat heterogen.

2.suatu proses terbuka,ciri ciri kota yang kompleks yang di sebabkan karena perpindahan penduduk
(migrasi)dari satu daerah yang bersifat homogen(desa atau kota kecil) menuju daerah yang bersifat
heterogen (kota).

B.FAKTOR TERJADINYA URBANISASI

1.Daya tarik kota

Daya tarik kota ini awal mula terjadi ketika proses industrialisasi di kota terjadi

2.daya dorong desa

Di negara berkembang arus penduduk dari desa ke koota tampaknya lebih banyak disebabkan daya
dorong desa dari pada daya tarik kota.

C.RINGKASAN

Pada perkembanganya,akibat terjadinya urbaniasasi penduduk kota mengumpul di pusat


kota,tapi terjadikejenuhan tinggal di pusat kota akibat penduduk (khususnya kelompok masyarakat
kelas menengah ke atas)mengalikan tempat tinggalnya ke pinggir kota (surbanisasi),pada tahap
tertentu kondisi yang berbeda mreka kembali lagi ke pusat kota (reurbanisasi)dengan gejala kota di
penuhi apartemen,perumahan ekslusif,rumah toko,dan rumah susun.upaya untuk mengurangi
pendudukdi kota dapat di lakukan dengan mengurangi arus urbanisasi,mengurangi kesenjangan kota
ke desa dan menerapkan konsep agropolotan.

 Ringkasan buku Sosiologi Kota untuk Arsitek dari hal 3 – 106 .........................