Anda di halaman 1dari 3

PRAKTIKUM VII

PENGUKURAN KADAR GLUKOSA DARAH

A. Tujuan: Membandingkan kadar glukosa darah hewan/manusia setelah makan dan puasa.
B. Dasar Teori
Glukosa merupakan suatu karbohidrat terpenting dalam kaitannya dengan penyediaan
energi di dalam tubuh. Hal ini disebabkan karena semua jenis karbohidrat baik monosakarida,
disakarida maupun polisakarida yang dikonsumsi oleh manusia akan dikonversikan menjadi
glukosa di dalam hati. Glukosa ini kemudian akan berperan sebagai salah satu molekul utama
bagi pembentukan energi di dalam tubuh.
Glukosa yang telah diserap oleh usus halus di dalam tubuh manusia kemudian akan
terdistribusi ke dalam semua sel tubuh melalui aliran darah. Glukosa tidak hanya dapat
tersimpan dalam bentuk glikogen di dalam otot dan hati namun juga dapat tersimpan pada
plasma darah dalam bentuk glukosa darah (blood glucose). Selain berperan sebagai bahan
bakar bagi proses metabolisme, glukosa juga berperan sebagai sumber energi utama bagi kerja
otak. Melalui proses oksidasi yang terjadi di dalam sel-sel tubuh, glukosa selanjutnya akan
digunakan untuk mensintesis molekul ATP (adenosine triphosphate) yang merupakan
molukel-molekul dasar penghasil energi di dalam tubuh. Dalam konsumsi keseharian, glukosa
menyediakan hampir 50—75% dari total kebutuhan energi tubuh.
Sesudah diabsorbsi, kadar glukosa darah akan meningkat untuk sementara waktu dan
akhirnya akan kembali lagi ke kadar semula. Pengaturan fisiologis kadar glukosa darah
sebagian besar tergantung dari ekstraksi glukosa, sintesis glikogen dan glikogenolisis dalam
hati. Selain itu, jaringan perifer otot dan adiposa juga mempergunakan glukosa sebagai
sumber energi. Jaringan-jaringan ini ikut berperan dalam mempertahankan kadar glukosa
darah, meskipun secara kuantitatif tidak sebesar hati.
Jumlah glukosa yang diambil dan dilepaskan oleh hati dan yang dipergunakan oleh
jaringan-jaringan perifer tergantung dari keseimbangan fisiologis beberapa hormon. Hormon-
hormon ini diklasifikasikan sebagai hormon yang menurunkan kadar glukosa darah dan
hormon yang meningkatkan kadar glukosa darah. Insulin merupakan hormon yang
menurunkan glukosa darah. Insulin dibentuk oleh sel-sel beta pulau Langerhans pankreas.
Sebaliknya, ada beberapa hormon tertentu yang dapat meningkatkan kadar glukosa darah,
yaitu antara lain: glukagon yang disekresikan oleh sel-sel alfa pulau Langerhans, epinefrin
yang disekresi oleh medulla adrenal dan jaringan kromafin, glukokortikoid yang disekresi
oleh korteks adrenal dan growth hormone yang disekresi oleh kelenjar hipofisis anterior
(Price, 1995).
C. Alat Dan Bahan
1. Bahan
- Darah kapiler manusia/ mencit jantan dan betina jenis Swiss Webster berumur 2-2,5
bulan dengan berat badan berkisar 20-30 g
- Alkohol 70%
2. Alat
 Timbangan digital merek Ohaus dengan tingkat ketelitian 0,01 gram yang digunakan
untuk menimbang mencit.
 Kapas
 Lanset
 Glukometer merek Nesco dengan tingkat ketelitian 1 mg/dL digunakan untuk mengukur
kadar glukosa darah mencit.
D. Prosedur Kerja
1. Mencit diberi makan dan minum secara ad libitum. Sebelum diukur kadar glukosa
darahnya, terlebih dahulu mencit dipuasakan selama 16 jam.
2. Darah diambil melalui vena ekor mencit.
3. Mula-mula ekor mencit dibasuh dengan kapas yang telah direndam alkohol 70%.
4. Selanjutnya ekor ditusuk dengan lanset dengan jarak 5 cm dari pangkal ekor mencit.
5. Setelah darah keluar, darah tersebut diteteskan pada strip glukometer.
6. Setelah 6 detik, dicatat angka kadar glukosa darah pada layar glukometer.
7. Jika darah yg digunakan darah kapiler manusia, maka bersihkan jari ke-3 probandus
dengan alkohol 70%. Setelah alkohol kering, tusuklah pembuluh darah pada jari
tersebut dengan jarum, Francke sedalam 3 mm.
8. Hapuslah 2 tetes darah pertama dengan kertas tissue. Tetesan berikutnya diteteskan pada
strip glukometer.
9. Setelah 6 detik, dicatat angka kadar glukosa darah pada layar glukometer.