Anda di halaman 1dari 18

Korelasi pada Statistika Non-

Parametrik
Melda Jaya Saragih
Korelasi
• Korelasi (juga disebut koefisien korelasi) adalah
angka yang menunjukkan kekuatan dan arah
hubungan linier antar dua variabel atau lebih
• Besar r adalah − 1 ≤ rxy ≤ + 1
• Tanda + menunjukkan pasangan X dan Y dengan
arah yang sama, sedangkan tanda − menunjukkan
pasangan X dan Y dengan arah yang berlawanan.
• rxy yang besarnya semakin mendekati 1
menunjukkan hubungan X dan Y cenderung
sangat erat. Jika mendekati 0 hubungan X dan Y
cenderung kurang kuat.
• rxy = 0 menunjukkan tidak terdapat hubungan
antara X dan Y
Koefisien korelasi (x dan y) mempunyai hubungan positif

16

14

12

10

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
Koefisien korelasi (x dan y) mempunyai hubungan negatif

16

14

12

10

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
Koefisien korelasi (x dan y) tidak mempunyai hubungan atau
hubungan lemah sekali
Y Y

atau

0 X 0 X
Korelasi

• Terdapat berbagai teknik dan rumus suatu


koefisien korelasi, disebabkan karena: bebas
tidaknya peubah, jenis peubah (misal dikotomi
atau tidak), jenis data (bentuk perigkat atau tidak).
Keaneka-ragaman dalam pengujian hipotesis
disebabkan karena normal-tidaknya distribusi
induk, jenis skala, dan jenis peubah (kontinu atau
dikotomi), sehingga dalam pengujian keberartian
koefisien korelasi ada jenis pengujian parametrik
dan non parametrik.
• Pengujian Parametrik:
- Korelasi Produk momen Pearson (Hubungan linear,
skala interval/rasio, distribusi normal)
• Pengujian non parametrik: berbentuk ordinal atau
nominal, distribusi tidak normal, peubah dikhotomi
o Koefisien korelasi Peringkat Spearman (ordinal, n
cukup besar)
o Koefisien Korelasi Tau Kendall`s (ordinal, antar 2
variabel atau lebih)
o Koefisien korelasi konkordasi
o Koefisien Kontingensi (nominal, baris peringkat lebih
dari 2)
o Koefisien korelasi biseri titik (dikotomi skala
nominal/interval)
o Koefisien korelasi phi (dikotomi-didikotomi/kan)
o Koefisien korelasi tetrahonik (peubah dikotomi yang
dipaksakan)
• Koefisien Regresi
Mengukur besarnya pengaruh X terhadap Y
• Koefisien korelasi
Mengukur Kuat tidaknya hubungan X dan Y

• Semakin erat hubungannya maka semakin


yakin bahwa hubungan dua variabel tersebut
adalah hubungan sebab akibat.
• Analisis regresi dan korelasi didasarkan atas
hubungan yang terjadi antara dua variabel
atau lebih.
Korelasi Spearman
• Untuk mencari hubungan atau untuk
menguji signifikansi hipotesis
asosiatif bila masing-masing variabel
yang dihubungkan berbentuk ordinal
dan sumber data antar variabel tidak
harus sama.
Langkah-langkah menghitung koefisien
korelasi Rank Spearman
• Nilai pengamatan dari dua variabel yang akan
diukur hubungannya diberi rank. Jika ada nilai
pengamatan yang sama dihitung rank rata-
ratanya.
• Setiap pasangan urutan dihitung
perbedaannya.
• Perbedaan setiap pasangan urutan tersebut
dikuadratkan dan dihitung jumlahnya,
kemudian dihitung nilai Jika rs nya.
KORELASI RANK SPEARMAN

• Koefisien Korelasi Rank Spearman, rs

6 di2
rs  1 
n(n2  1)
dimana:
n = banyaknya item yang dirangking
xi = rangking item ke-i dari variabel pertama
yi = rangking item ke-i dari variabel yang lain
di = xi - yi
UJI SIGNIFIKANSI KORELASI RANK
• Hipotesis:
H0: ps = 0
H1: ps  0
• Tentukan daerah kritis (tabel) dan bandingkan dengan rs

• Bila n membesar, distribusi nilai rs mendekati distribusi normal dengan


– Rata-rata  0rs
1
– Simpangan Baku
 rs 
n1

– sehingga uji keberartian korelasi:


𝑟𝑠 − 0
𝑍= = 𝑟𝑠 𝑛 − 1
1
𝑛−1

Bandingkan dengan nilai kritis dari distribusi normal baku


Contoh
• Berikut ini adalah kadar ter dan nikotin dalam miligram
yang terdapat dalam 10 merk rokok. Jika data tidak
berdistribusi normal, Ujilah hipotesis bahwa korelasi antara
banyaknya ter dan nikotin yang ditemukan dalam rokok
adalah nol lawan tandingan bahwa lebih besar dari nol.
Gunakan taraf keberartian 0,01
Merk rokok Kadar Ter Kadar Nikotin
Viceroy 14 0.9
Marlboro 17 1.1
Chesterfield 28 1.6
Kool 17 1.3
Kent 16 1.0
Raleigh 13 0.8
Old Gold 24 1.5
Philip Morris 25 1.4
Oasis 18 1.2
Players 31 2.0
• PR
• Suatu lembaga konsumen menguji kualitas menyeluruh 9
merk tungku gelombang mikro (mikrowave). Rang yang
diberikan oleh lembaga dan harga penjualan eceran yang
disarankan adalah sebagai berikut:
Pabrik Penilaian Harga yang disarankan ($)

A 6 480
B 9 395
C 2 575
D 8 550
E 5 510
F 1 545
G 7 400
H 4 465
I 3 420
Apakah ada hubungan yang berarti antara kualitas dan harga tungku?
KORELASI BISERIAL TITIK
• Koefisien korelasi yang salah satu peubahnya
secara alamiah dikotomi dengan skala nominal
sedangkan peubah yang satu lagi paling tidak
tertulis dalam skala interval (kontinu)
KORELASI BISERIAL TITIK
𝑋1 −𝑋2
• 𝑟𝑏𝑖𝑡 = 𝑝. 𝑞 𝑎𝑡𝑎𝑢
𝑆𝑡

𝑋1 −𝑋𝑡 𝑝
• 𝑟𝑏𝑖𝑡 =
𝑆𝑡 𝑞

𝑟𝑏𝑖𝑡 : Koefisien korelasi biserial titik


𝑋1 : Rata-rata kelompok 1
𝑋2 : Rata-rata kelompok 2
𝑋𝑡 : Rata-rata total
𝑆𝑡 : simpangan baku untuk seluruh subyek
p = proporsi subyek kelompok 1 (n/N)
q : 1-p
PENGUJIAN KOEFISEN KORELASI
•Hipotesis statistiknya:
Ho: ρXY = 0 (Tidak terdapat hubungan antara X dan Y)
H1: ρXY ≠ 0 (Terdapat hubungan antara X dan Y)

𝑟𝑏𝑖𝑡 𝑛−2
•Statistik uji: 𝑡 =
2
1−𝑟𝑏𝑖𝑡

ttab  t1/ 2 ;df n2


Contoh
• Ujilah apakah ada hubungan antara aktivitas
dalam organisasi kemahasiswaan dengan hasil
belajar mahasiswa sebagai berikut:
Mahasiswa Hasil Belajar Keaktifan Organisasi
1 94 Aktif
2 71 Tidak
3 96 Aktif
4 85 Tidak
5 90 Aktif
6 63 Aktif
7 87 Tidak
8 74 Tidak
9 70 Aktif
10 90 Tidak