Anda di halaman 1dari 11

PT.

PLN (PERSERO) ANGGARAN INVESTASI


WILAYAH KALIMANTAN SELATAN DAN TENGAH No. PRK :0
KKO & KKF Tahun :
PEMBANGUNAN RUMAH INSTALASI UNTUK GI Halaman : 0
BANGKANAI

KAJIAN KELAYAKAN PROYEK


PEMBANGUNAN RUMAH INSTALASI
UNTUK GI BANGKANAI

Sahabat Setia
Untuk Kemajuan

PT. PLN (PERSERO)


PEMBANGKITAN DAN PENYALURAN KALIMANTAN
TAHUN 2019
PT. PLN (PERSERO) ANGGARAN INVESTASI
WILAYAH KALIMANTAN SELATAN DAN TENGAH No. PRK :0
KKO & KKF Tahun :
PEMBANGUNAN RUMAH INSTALASI UNTUK GI Halaman : 1
BUNTOK DAN GI MUARA TEWEH

LEMBAR PENGESAHAN
KAJIAN KELAYAKAN OPERASI DAN KAJIAN KELAKAYAN FINANSIAL

Nama Proyek : Pembangunan Rumah Instalasi untuk GI Bangkanai

Lokasi Proyek : PT. PLN ( Persero ) AP2B Sistem Kalselteng

Lingkup Proyek : Transmisi dan Gardu Induk

Banjarbaru, Juni 2018

Asisten Manajer Manajer


KSAD AP2B Kalselteng

SYARIF HADIYANI M. CHALIQ FADLI

Electricity for Better Life


PT. PLN (PERSERO) ANGGARAN INVESTASI
WILAYAH KALIMANTAN SELATAN DAN TENGAH No. PRK :0
KKO & KKF Tahun :
PEMBANGUNAN RUMAH INSTALASI UNTUK GI Halaman : 2
BUNTOK DAN GI MUARA TEWEH

DAFTAR ISI

1. DATA PROYEK

2. LATAR BELAKANG

3. KAJIAN KELAYAKAN OPERASI

3.1. Kondisi sistem saat ini

3.2. Target RKAP

3.3. Kelayakan operasional

4. KAJIAN KELAYAKAN FINANSIAL


4.1. Biaya investasi dan asumsi yang digunakan
4.2. Analisis finansial

5. KAJIAN RISIKO

6. KESIMPULAN

Electricity for Better Life


PT. PLN (PERSERO) ANGGARAN INVESTASI
WILAYAH KALIMANTAN SELATAN DAN TENGAH No. PRK :0
KKO & KKF Tahun :
PEMBANGUNAN RUMAH INSTALASI UNTUK GI Halaman : 3
BUNTOK DAN GI MUARA TEWEH

1. DATA PROYEK
Berikut ini data proyek yang akan dilaksanakan:
Nama Kegiatan : Pembangunan Rumah Instalasi untuk G.I. Bangkanai
Lokasi : PT. PLN ( Persero ) AP2B Sistem Kalselteng
Lingkup Proyek : Transmisi dan Gardu Induk
Nilai Proyek : Rp 517,475,000,-
Sumber Dana : Anggaran Investasi 2019
Rencana Pekerjaan : Triwulan 1 Tahun 2019
Time Schedule :
Project Time Schedule

2019

Activities J F M A M J J A S O N D
Budget Appoval
Evaluation of Tender
Contract
Buying & Tranning tools

2. LATAR BELAKANG

2.1. Maksud Dan Tujuan


Kondisi kelistrikan di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah
saat ini terus mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Dengan adanya
pertumbuhan tersebut, diharapkan kualitas sistem kelistrikan dapat meningkat,
sehingga ketersediaan pasokan listrik tetap dapat disalurkan kepada pelanggan.
Pertumbuhan energi /beban di Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah
juga membuat sejumlah Gardu Induk (GI) yang beroperasi meningkat, salah satunya
Gardu Induk Bangkanai. Kondisi saat ini pada Gardu Induk Bangkanai belum
memiliki rumah dinas, Oleh sebab itu, untuk meningkatkan kinerja operasional
Gardu Induk dan mempercepat proses pemulihan apabila terjadi gangguan, maka
dibentuklah rumah dinas, yaitu rumah instalasi yang bertempat di GI Bangkanai.
Dimana lokasi Gardu Induk Bangkanai tersebut berada didaerah pelosok, jauh dari

Electricity for Better Life


PT. PLN (PERSERO) ANGGARAN INVESTASI
WILAYAH KALIMANTAN SELATAN DAN TENGAH No. PRK :0
KKO & KKF Tahun :
PEMBANGUNAN RUMAH INSTALASI UNTUK GI Halaman : 4
BUNTOK DAN GI MUARA TEWEH

pusat kota dan jalur akses menuju gardu induk cukup jauh. Oleh karena itu, untuk
meningkatkan efektifitas pekerjaan dan keamanan peralatan uji pemeliharaan, maka
diperlukan pembangunan rumah instalasi yang bertempat di GI Bangkanai dalam
menunjang kegiatan operasional.

2.2. Ruang Lingkup Pekerjaan


Adapun ruang lingkup pekerjaan meliputi:

 Penyusunan SOP
 Persiapan pembangunan

3. KAJIAN KELAYAKAN OPERASI

3.1. Kondisi sistem saat ini


Saat ini, daya terpasang sistem Barito saat ini mencapai 813,91 MW dengan
daya mampu mencapai 679.95 MW dan beban puncak Bruto tertinggi Sistem Barito
sampai bulan Juni 2018 mencapai 581.55 MW. Untuk detailnya dapat seperti yang
ditunjukkan pada tabel 1 dibawah ini ;

DAYA
NO LOKASI SPD DAYA NETTO
UNIT TRPSNG (M W)

1 SEKTOR PEM BANGKITAN ASAM -ASAM 380.00 299.00


1.1. PLTU ASAM ASAM 260.00 215.00
1 65.00 53.00
2 65.00 50.00
3 65.00 55.00
4 65.00 57.00
1.2. PLTU PULANG PISAU 120.00 84.00
1 60.00 42.00
2 60.00 42.00
2 SEKTOR PEM BANGKITAN BARITO 279.61 236.10
2.1. PLTA RIAM KANAN 30.00 28.50
1 10.00 9.50
2 10.00 9.50
3 10.00 9.50
2.2. PLTG TRISAKTI 1 21.00 16.50
2.3. PLTD TRISAKTI 54.20 35.50
2 6.40 4.50
3 5.40 4.00
5 8.80 4.50
6 8.80 5.50
9 12.40 8.50
10 12.40 8.50
2.4. PLTD KAPUAS 6.00 4.40
1 3.00 2.20
2 3.00 2.20
2.5. PLTD BANUA LIM A 16.41 12.00
2.5.2. PLTD BA RA BA I 1 3.00 2.20
2 3.00 2.20
2.5.3. PLTD P-KA LA A N 1 1.27 0.90
2 1.27 0.90
3 3.00 2.20
4 3.00 2.20
2.5.5. PLTD MA BURA I 1 0.94 0.70
2 0.94 0.70
2.6. PLTM G BANGKANAI 152.00 139.20
2.6.1. PLTMG BLOK 1 38.00 34.80
2.6.1. PLTMG BLOK 2 38.00 34.80
2.6.1. PLTMG BLOK 3 38.00 34.80
2.6.1. PLTMG BLOK 4 38.00 34.80

Electricity for Better Life


PT. PLN (PERSERO) ANGGARAN INVESTASI
WILAYAH KALIMANTAN SELATAN DAN TENGAH No. PRK :0
KKO & KKF Tahun :
PEMBANGUNAN RUMAH INSTALASI UNTUK GI Halaman : 5
BUNTOK DAN GI MUARA TEWEH

3 AREA P.RAYA 15.30 10.20


1 2.50 1.70
2 2.50 1.60
3 2.50 1.60
4 2.80 1.80
PLTD Baamang 5.00 3.50
4 AREA KOTABARU 1.00 0.80
5 AREA KAPUAS 4.00 2.35
5.1. PLTD BUNTOK 2.00 1.50
5.2. PLTD MUARATEWEH 2.00 0.85
JUMLAH PEMBANGKIT PLN 679.91 548.45
6 SWASTA 134.00 131.50
6.1 BELI ENERGI 67.00 64.50
6.1.1. MSW 40.00 40.00
6.1.2. SSM dan MAS 3.00 3.00
6.1.3. RIMAU 3.00 3.00
6.1.4. PT CONCH 16.00 15.00
6.1.5. PT Unggul Lestari 1.00 0.50
6.1.6. DSP 4.00 3.00
6.2 SEWA 48.00 48.00
6.2.1 PLTD Sew atama Trisakti 20.00 20.00
6.2.2 PLTD Sew a Kaltimex PH3 2.00 2.00
6.2.3 PLTD Sew a Kaltimex PH4 6.00 6.00
6.2.4 PLTD Sew atama 30 20.00 20.00
6.3 SEWA DAYA TAMBAHAN 19.00 19.00
6.3.1 Sew a Tapin 12.00 12.00
6.3.2 Sew a Tanjng 4.00 4.00
6.3.3 Sew a Pagatan 3.00 3.00

Gambar 1. Kurva beban sistem Barito bulan Juni 2018

Electricity for Better Life


PT. PLN (PERSERO) ANGGARAN INVESTASI
WILAYAH KALIMANTAN SELATAN DAN TENGAH No. PRK :0
KKO & KKF Tahun :
PEMBANGUNAN RUMAH INSTALASI UNTUK GI Halaman : 6
BUNTOK DAN GI MUARA TEWEH

3.2. Target RKAP

Adapun kondisi sistem yang ingin dicapai dengan adanya proyek ini, yakni:

 Meningkatkan efektifitas kegiatan operasional Gardu Induk Bangkanai


 Meningkatkan keamanan peralatan-peralatan Gardu Induk Bangkanai
 Mempercepat proses pemulihan sistem apabila terjadi gangguan

3.3. Kelayakan operasional

Adapun sasaran yang ingin dicapai dari pengadaan rumah instalasi tersebut,
sebagai berikut:

a. Pembangunan rumah instalasi

Rumah instalasi merupakan rumah dinas yang difungsikan sebagai


wadah untuk pegawai dalam melakukan kegiatan penunjang operasional
yang bertujuan untuk menjaga dan meningkatkan keandalan sistem KSKT.
Berikut ini sasaran yang dapat dicapat dengan adanya rumah dinas G.I.
Buntok dan Muara Teweh antara lain:

 Seluruh proses administratif dapat berjalan dengan baik karena telah


ada lokasi penunjang opersional.
 Gangguan dapat dilaporkan dengan cepat karena tidak terkendala
jarak, lokasi, dan waktu, serta didukung perlatan komunikasi yang
baik.
 Ruangan rumah instalasi dan fasilitas yang memadai diharapkan dapat
membangkitkan semangat pegawai untuk bekerja dengan optimal
sesuai tanggung jawab setiap personil.
 Memudahkan proses koordinasi antar pegawai dalam merencanakan
dan mengeksekusi setiap program kerja.
 Dan lain sebagainya.

Electricity for Better Life


PT. PLN (PERSERO) ANGGARAN INVESTASI
WILAYAH KALIMANTAN SELATAN DAN TENGAH No. PRK :0
KKO & KKF Tahun :
PEMBANGUNAN RUMAH INSTALASI UNTUK GI Halaman : 7
BUNTOK DAN GI MUARA TEWEH

4. KAJIAN KELAYAKAN FINANSIAL


4.1. Biaya investasi dan asumsi yang digunakan
Adapun biaya investasi yang dan asumsi yang digunakan untuk Pengadaan
peralatan uji sebagai berikut:
 Discount Rate 1: 12%
 Discount Rate 2: 13,2%
 Pertumbuhan Beban 12,6%
 Kenaikan Harga Jual 10 %
 Tarif listrik: Rp 861/kWh
 Biaya Investasi = Rp 517,475,000,-
 Biaya M & O pertahun = 0.24% dari investasi.

4.2. Analisis Finansial


Untuk mengevaluasi kelayakan ekonomis Pembagunan Rumah Instalasi GI
Buntok dan Muara Teweh dilakukankan perhitungan sebagai berikut:
a. Menghitung Biaya Akomodasi
b. Menghitung NPV (dari NPV1) yang merupakan dari selisih antara gain yang
diperoleh dengan nilai investasi.
c. Menghitung besar B/C rasio.

a. Menghitung Biaya Akomodasi


 Biaya Akomodasi, meliputi biaya sewa rumah sebanyak 7 buah dan biaya
akomodasi. Biaya akomodasi diperlukan dalam operasional dan
gangguan yang terjadi karena lokasi unit yang memiliki jarak tempuh yang
cukup jauh.
 Beban bay Line Transmisi Bangkanai-Teweh 1 = 68.2 MW (referensi
data beban bay line desember tahun 2017)
 Asumsi lama pemulihan gangguan GI Bangkanai = 5 jam
 Lama perjalanan personil dari rumah sewa ke GI Bangkanai gunu
mengatasi gangguan bila kondisi jalan basah (tanah lembek) = 7 jam

Electricity for Better Life


PT. PLN (PERSERO) ANGGARAN INVESTASI
WILAYAH KALIMANTAN SELATAN DAN TENGAH No. PRK :0
KKO & KKF Tahun :
PEMBANGUNAN RUMAH INSTALASI UNTUK GI Halaman : 8
BUNTOK DAN GI MUARA TEWEH

b. Menghitung NPV, B/C Ratio dan IRR

 NPV (Net Present Value)


NPV merupakan keuntungan yang dihitung dari selisih antara gain
yang diperoleh dengan nilai investasi yang dikeluarkan. Dari hasil
simulasi pada tabel 2, nilai NPV ditunjukkan dari kolom NPV1 yaitu
sebesar Rp 187,000,994.1.,-

 B/C Ratio
Nilai B/C diperoleh dari perbandingan antara PV (Present Value) dari
peluang penyelamatan Biaya Akomodasi terhadap PV1 investasi yang
dikeluarkan untuk pembuatan rumah dinas dalam mendukung
operasianal.
Jadi, B/C = Rp 9,435,099,622.96 / 8,636,015,593.00 = 1,1 kali
 IRR (Internal Rate of Return)
IRR merupakan besar laju pengembalian modal investasi yang
dikeluarkan pertahun.
Jadi, IRR = 19.44%
 BEP (Break event point)
BEP merupakan titik dimana biaya atau pengeluaran dan pendapatan
adalah seimbang.
jadi, BEP = 5.2 tahun

Electricity for Better Life


PT. PLN (PERSERO) ANGGARAN INVESTASI
WILAYAH KALIMANTAN SELATAN DAN TENGAH No. PRK :0
KKO & KKF Tahun :
PEMBANGUNAN RUMAH INSTALASI UNTUK GI Halaman : 9
BUNTOK DAN GI MUARA TEWEH

Tabel 2. Perhitungan Analisis Ekonomi Pembangunan Rumah Instalasi GI Bangkanai


Tahun kWh ENS + % Rp. ENS + Saving Investasi Yang
Uraian Uraian Biaya Energi O&M (0,24%) Biaya Pokok Produksi Saving
ke pertumbuhan Peralatan Dikeluarkan
1 2 3 4 7 8 9 10 10 = 8+9 11 = 5 - 10

0 ENS - - 517,475,000.00 - 517,475,000.00 (517,475,000.00)


1 818,400 715,821,744.00 - 614,994,864.00 1,241,940.00 616,236,804.00 99,584,940.00
2 867,504 758,771,048.64 - 651,894,555.84 1,241,940.00 653,136,495.84 105,634,552.80
3 919,554 804,297,311.56 - 691,008,229.19 1,241,940.00 692,250,169.19 112,047,142.37
4 974,727 852,555,150.25 - 732,468,722.94 1,241,940.00 733,710,662.94 118,844,487.31
5 1,033,211 903,708,459.27 AI - 776,416,846.32 1,241,940.00 777,658,786.32 126,049,672.95
6 1,095,204 957,930,966.82 - 823,001,857.10 1,241,940.00 824,243,797.10 133,687,169.73
7 1,160,916 1,015,406,824.83 - 872,381,968.52 1,241,940.00 873,623,908.52 141,782,916.31
8 1,230,571 1,076,331,234.32 - 924,724,886.63 1,241,940.00 925,966,826.63 150,364,407.69
9 1,304,405 1,140,911,108.38 - 980,208,379.83 1,241,940.00 981,450,319.83 159,460,788.55
10 1,382,670 1,209,365,774.88 - 1,039,020,882.62 1,241,940.00 1,040,262,822.62 169,102,952.26
9,435,099,622.96 - 8,636,015,593.00 799,084,029.96

untuk n = 10 tahun
B/C1 = 1.1 (Satuan KALI)
NPV = 187,000,994.1 rupiah
IRR = 19.44% %
BEP = 5.2 Tahun

5. KAJIAN RISIKO
Pembangunan Rumah Instalasi di GI Bangkanai

Sangat
E
Besar
E.1 E.2 E.3 E.4 E.5

Besar D
TINGKAT KEMUNGKINAN

D.1 D.2 D.3 D.4 D.5

Sedang C

C.1 C.2 C.3 C.4 C.5

Kecil B 1 3
4
B.1 B.2 B.3 B.4 B.5

Sangat
A 2
Kecil
A.1 A.2 A.3 A.4 A.5
1 2 3 4 5

Tidak Signifikan Minor Medium Signifikan Malapetaka

TINGKAT DAMPAK

RENDAH MODERAT TINGGI EKSTRIM

Electricity for Better Life


PT. PLN (PERSERO) ANGGARAN INVESTASI
WILAYAH KALIMANTAN SELATAN DAN TENGAH No. PRK :0
KKO & KKF Tahun :
PEMBANGUNAN RUMAH INSTALASI UNTUK GI Halaman : 10
BUNTOK DAN GI MUARA TEWEH

EVALUASI AKHIR

CONTROLLED RESIDUAL
NO RISIKO YANG TERIDENTIFIKASI
RISK RISK
1 4 20 33
1 Harga penawaran di atas harga HPS B.2./ Rendah B.2./ Rendah
2 Peserta tidak memenuhi syarat lelang (syarat teknis dan administrasi) B.1./ Rendah B.1./ Rendah
3 Pelaksanaan pekerjaan tidak sesuai jadwal B.2./ Rendah B.2./ Rendah
4 Banyak kwh tersalurkan yang hilang karena lamanya proses pemulihan gangguan B.2./ Rendah B.2./ Rendah

6. KESIMPULAN
1) Dari analisis keuangan pada tabel 2 menunjukkan nilai NPV sebesar Rp
187,000,994.1,- ; B/C Ratio = 1,1 kali; IRR sebesar 19.44 % dan BEP yaitu 5.2
tahun, maka proyek ini layak untuk dilanjutkan.

2) Pembangunan Rumah Instalasi GI Bangkanai diharapkan dapat mempercepat


proses pemulihan gangguan dan mendukung kegiatan operasional dan
maintenance dalam meningkatkan keandalan sistem.

Electricity for Better Life