Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH

PRE PLANNING FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) SPO DAN URAIAN TUGAS
KEPALA RUANGAN
Mata Kuliah : Manajemen Keperawatan
Dosen Pembimbing : 1. Ns. Edy Mulyono, S.Pd., S.Kep., M.Kep
2. Ns. Rusdi, S.Kep., M.Kep
RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan

DISUSUN OLEH :
Kelompok I

Makhsunatul Farikhakh P170684


Indah Endang Winarni P170677
Lasma Marisi Siregar P170682
Ayu Rezki Amaliah P170670
Reja Ahyar Pahlevi P170690
Didik Udayana P170671
Edi Mansyuri P170673
Rika Arianti P170691
Lilis Suryani P170683
Rosa Sumiati P170693
Mery Padang P170686
Noor Asiah P170688
Amidah P170667
Gerhana P170675
Suhardi P170695

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN WIYATA HUSADA SAMARINDA
KALIMANTAN TIMUR

Pre Planning FGD Ketenagaan dan SPO Kepala Ruangan


2018
PRE PLANNING
KEGIATAN FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL (SPO) DAN URAIAN TUGAS KEPALA RUANGAN

Hari/Tanggal : Kamis /
Tempat : Ruang Flamboyan A
Waktu :
Topik : Implementasi SPO dan uraian tugas Kepala Ruangan

A. Latar Belakang
Manajemen merupakan suatu pendekatan yang dinamis dan proaktif dalam
menjalankan suatu kegiatan di organisasi. Di dalam manajemen tersebut
mencakup kegiatan POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) terhadap
staf, sarana, dan prasarana dalam mencapai tujuan organisasi (Nursalam, 2015).
Keperawatan Indonesia saat ini masih berada dalam proses mewujudkan
keperawatan sebagai profesi, hal ini didukung pula oleh tuntutan masyarakat
terhadap kualitas pelayanan keperawatan yang dirasakan sebagai suatu fenomena
yang harus direspon oleh perawat.
Perawat sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan, dituntut untuk
memiliki kemampuan manajerial yang tangguh, sehingga pelayanan yang diberikan
mampu memuaskan kebutuhan klien. Perawat juga harus mau mengembangkan
ilmu pengetahuannya dan berubah sesuai dengan tuntutan masyarakat, dan
menjadi tenaga perawat yang profesional. Kemampuan manajerial itu dapat dimiliki
melalui berbagai cara salah satunya dapat ditempuh dengan meningkatkan
keterampilan melalui bangku kuliah yang harus dilalui lewat pembelajaran di lahan
praktik.
Job Description harus dapat menjelaskan dan berfokus pada pekerjaan itu
sendiri dan bukan kepada personil yang mengisi pekerjaan tersebut. Sekali lagi, job
description bukan berfokus kepada personil yang mengisi pekerjaan tersebut.
Penyusunan job description ini sangat penting, terutama untuk menghindarkan
terjadinya perbedaan pengertian sehingga dapat menghindari pekerjaan rangkap,
serta untuk mengetahui batas-batas tanggung jawab dan wewenang masing-
masing jabatan.
Berdasarkan latar belakang diatas dan juga hasil observasi dan
wawancarakami selama 3 hari kami menemukan tidak tersedianya SPO kepala

Pre Planning FGD Ketenagaan dan SPO Kepala Ruangan


ruangan. Maka kami kelompok membuat Focus group discution ( FGD ) Untuk
memfasilitasi pembuatan SPO kepala ruanagan.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah membahas lebih lanjut mengenai SPO dan Uraian tugas kepala
ruangan, diharapkan mahasiswa dan peserta mampu memahami tentang
manajemen keperawatan, khususnya dalam menerapkan SPO dan
melaksanakan uraian tugas kepala ruangan
2. Tujuan Khusus
a. Menjelaskan SPO dan uraian tugas Kepala Ruangan Flamboyan A
b. Tersedianya SPO Kepala Ruangan Flamboyan A
C. Pelaksanaan Kegiatan
1. Topik
Implementasi SPO dan uraian tugas Kepala Ruangan
2. Sasaran
Kepala ruangan
3. Metode
a. Diskusi
b. Tanya Jawab
4. Media
5. Waktu dan Tempat
a. Hari/Tanggal : Kamis / 16 Agustus 2018
b. Waktu : Jam 14.00 wita - selesai
c. Tempat : Ruang pertemuan IGD
6. Setting Tempat

D. Uraian Tugas
Persiapan
1. Penanggung Jawab : Reja ahyar pahlevi
Tugas : Mengkoordinir kegiatan
2. Moderator : Suhardi
Tugas : Memimpin jalannya kegiatan
3. Penyaji : Didik udayana
Tugas : Menyampaikan materi
4. Fasilitator : Ayu rezki amalia
Tugas : Memotifasi peserta agar berperan aktif, membuat
absensi

Pre Planning FGD Ketenagaan dan SPO Kepala Ruangan


5. Obserfer : Edi mansuri
Tugas : Mengawasi proses pelaksanaan kegiatan dari
awal sampai akhir, membuat laporan kegiatan

E. Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Peserta hadir 100%
b. Peran dan tugas mahasiswa dilaksanakan sesuai fungsinya
2. Evaluasi Proses
a. Pelaksanaan sesuai dengan waktu yang direncanakan
b. Peserta berperan aktif dalam kegiatan
3. Evaluasi Hasil
a. SPO kepala ruangan tersedia
b. Job discreotion lengkap

MATERI

Standart Operasional Prosedur ( SPO ) adalah serangkaian instruksi tertulis


yang di bakukan mengenai berbagai proses penyelenggaraan aktifitas organisasi,
bagaimana dan kapan harus di lakukan, dimana dan oleh siapa oleh siapa. Manfaat
dari SPO sebagi standarisasi cara yang dilakukan oleh kepala ruangan dalam
menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tugasnya. Hal ini dapat mengurangi tingkat
kesalahan dan kelalian yang mungkin dilakukan oleh seorang kepala ruangan atau
sebagai pelaksana dalam melakukan tugas. Spo dapat meningkatkan efesiensi dan
efektifitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab sebagai individu dan organisasi
secara keseluruhan.
Kepala ruangan merupakan tenaga perawat yang diberi tugas memimpin
satu ruang rawat, dan bertanggung jawab terhadap pemberian asuhan
keperawatan, yang berperan sebagai first line manager di sebuah rumah sakit,
yang diharapkan mampu melaksanakan fungsi manajemen keperawatan (Sitorus,
R & Panjaitan, 2011) Peran dan fungsi kepala ruangan diruang rawat dalam fungsi
manajemen keperawatan antara lain perencanaan, pengorganisasian, pengaturan
ketenagaan, pengarahan, pengawasan dan pengendalian mutu yang merupakan
satu siklus yang saling berkaitan satu sama lain (Marquis, B.L & Huston, 2012)

Pre Planning FGD Ketenagaan dan SPO Kepala Ruangan


Kepala ruangan sebagai manajer operasional, yang memimpin secara
langsung, dalam mengelola seluruh sumber daya di unit perawatan untuk
menghasilkan pelayanan yang bermutu, dan dituntut untuk menjadi motor
penggerak, bagi sumber-sumber dan alat-alat dalam suatu organisasi melalui
pengambilan keputusan, penentuan kebijakan dan menggerakkan orang lain untuk
mencapai tujuan organisasi (Curtis, Elizabeth & O’Connell, 2011).
Uraian tugas adalah suatu catatan yang sistematis tentang tugas,
wewenang dan tanggung jawab suatu jabatan tertentu, yang didefinisikan
berdasarkan fakta-fakta yang ada. definisi tugas menurut para ahli, yaitu Dale
Yoder dalam moekijat (1998:9), “The Term Task is frequently used to describe one
portion or element in a job” (Tugas digunakan untuk mengembangkan satu bagian
atau satu unsur dalam suatu jabatan). Sementara Stone dalam Moekijat (1998:10),
mengemukakan bahwa “A task is a specific work activity carried out to achieve a
specific purpose” (Suatu tugas merupakan suatu kegiatan pekerjaan khusus yang
dilakukan untuk mencapai suatu tujuan tertentu). Definisi lainnya yang menilai
bahwa tugas merupakan suatu kegiatan spesifik yang dijalankan dalam organisasi
yaitu menurut John & Mary Miner dalam Moekijat (1998:10), menyatakan bahwa
“Tugas adalah kegiatan pekerjaan tertentu yang dilakukan untuk suatu tujuan
khusus”. Sedangkan menurut Moekijat (1998:11), “Tugas adalah suatu bagian atau
satu unsur atau satu komponen dari suatu jabatan. Tugas adalah gabungan dari
dua unsur (elemen) atau lebih sehingga menjadi suatu kegiatan yang lengkap”.
Uraian tugas kepala ruangan rawat inap

1. Merencanakan jumlah dan kategori tenaga, jumlah dan jenis peralatan, jenis
kegiatan / asuhan keperawatan.
2. Mengatur dan mengkoordinasikan seluruh pelayanan
3. Menyusun dan mengatur jadwal dinas
4. Melaksanakan orientasi tenaga baru
5. Memberikan pengarahan dan motivasi kepada tenaga keperawatan dan tenaga
lainnya.
6. Bekerja sama dengan berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan di ruangan
7. Mengadakan pertemuan berkala dengan tenaga keperawatan dan kebidanan.
8. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
9. Mengenal dan mengetahui penggunaan barang/alat serta mengusahakan
pengadaannya.
10. Menyusun permintaan rutin (alat, obat dan bahan lainnya)
11. Mengatur pemeliharaan alat
12. Mempertanggung jawabkan pemeliharaan alat/inventaris peralatan.
13. Melaksanakan orientasi kepada pasien dan keluarganya tentang peraturan,
fasilitas dan kegiatan rutin ruangan.

Pre Planning FGD Ketenagaan dan SPO Kepala Ruangan


14. Mengatur penempatan pasien diruangan
15. Membantu memecahkan masalah yang dihadapi pasien dan keluarganya
sehubungan dengan perawatannya.
16. Menjaga perasaan pasien dan petugas agar merasa aman dan terlindungi
17. Memelihara dan mengembangkan system pencatatan dan pelaporan.
18. Memberikan penyuluhan pada pasien dan kelurganya sebatas
kewenangannya.
19. Bekerja sama dengan seluruh sub unit dan profesi di UPT Puskesmas
Pangkalan Kasai.
20. Menciptakan dan memelihara suasana kerja yang baik.
21. Memotivasi tenaga perawatan dan non perawatan dalam menjaga kebersihan
22. Meneliti pengisian sensus harian pasien
23. Memeriksa dan meneliti daftar permintaan dan penyajian diet pasien
24. Memelihara buku register dan berkas medik
25. Membuat laporan harian dan bulanan
26. Menilai pelaksanaan asuhan keperawatan
27. Menilai upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan dibidang
keperawatan
28. Menilai siswa/mahasiswa sesuai dengan program dari institusi pendidikannya.
29. Memberikan masukan kepada kepala sug bagian tata usaha dan kepala UPT
Puskesmas Pangkalan Kasai dalam pembuatan Daftar Penilaian Pelaksanaan
Pekerjaan Pegawai (DP3) bagi tenaga yang berada dibawah tanggung
jawabnya.
30. Mengendalikan pendayagunaan peralatan keperawatan, obat-obatan secara
efektif dan efisien.
31. Mengawasi sistem pencatatan dan pelaporan serta semua kegiatan di
ruangan.

Pre Planning FGD Ketenagaan dan SPO Kepala Ruangan


Pre Planning FGD Ketenagaan dan SPO Kepala Ruangan
URAIAN TUGAS PENANGGUNGJAWAB /
KEPALA RUANGAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman

1/1

Tanggal terbit Ditetapkan oleh


STANDAR PROSEDUR Direktur
OPERASIONAL

PENGERTIAN Seorang tenaga keperawatan yang diberi tanggung


jawab dan wewenang untuk mengatur dan
mengendalikan kegiatan pelayanan keperawatan
diruangan keperawatan.

Dalam melaksanakan tugasnya Kepala Ruangan


TUJUAN
bertanggung jawab kepada Direktur melalui Bidang
Keperawatan dan Kasie Asuhan Keperawatan dan Kasie
Sarana dan Mutu Keperawatan terhadap hal-hal ;
1. Kebenaran dan ketepatan rencana kebutuhan
tenaga keperawatan
2. Kebenaran dan ketepatan program pengembangan
tenaga keperawatan
3. Keobjektifan dan kebenaran penilaian kinerja
tenaga keperawatan
4. Kelancaran kegiatan orientasi perawat baru
5. Kebenaran dan ketepatan laporan berkala
pelaksanaan pelayanan keperawatan
6. Kebenaran dan ketepatan kebutuhan dan
penggunaan alat.
A. Acuan :
KEBIJAKAN 1. Undang – Undang Nomor 36 Tahun 2009
tentang Kesehatan.
2. Kepmenkes No. 836/MENKES/SK/VI/2005
Tentang Pedoman Pengembangan Manajemen
Kinerja Perawat dan Bidan.
3. Peraturan Bupati Bengkalis Nomor 46 tahun
2012 tentang tugas pokok dan fungsi rincian
tugas pada Rumah Sakit Umum Daerah
Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis.
4. SK Direktur No…………… Tentang
Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional

Pre Planning FGD Ketenagaan dan SPO Kepala Ruangan


RONDE KEPERAWATAN

No. Dokumentasi No.Revisi Halaman

1/3

Tanggal Berlaku Ditetapkan di Denpasar

SPO Direktur,

PELAYANAN

KEPERAWATAN ..........................................

Pengertian Sebagai bahan dalam peningkatan pemberian asuhan keperawatan


untuk menyelesaikan masalah pasien yang belum teratasi.

Tujuan a. Menjustifikasi masalah yang belum teratasi


b. Mendiskusikan penyelesaian masalah dengan perawat
primer, tim kesehatan lain
c. Menemukan alasan ilmiah terhadap masalah pasien
d. Merumuskan intervensi keperawatan yang tepat sesuai
masalah pasien
Kebijakan a. Dilakukan minimal sebulan sekali untuk meningkatkan
kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor perawat.
b. Melibatkan tim kesehatan lain.
Persiapan a. Catatan keperawatan dan medis pasien
b. Kasus pasien diambil minimal 1 hari sebelum pelaksanaan
ronde
c. Inform consent
d. Literatur/ referensi terkait dengan penyakit klien
e. Buku notulen ronde keperawatan dan alat tulis.
Prosedur Kerja Tahap Pra-interaksi

a. Cek catatan keperawatan dan medis


b. Tetapkan kasus minimal satu hari sebelum waktu pelaksanaan
ronde
c. Berikan inform consent pada keluarga atau pasien
d. Membuka kegiatan ronde dengan mengucapkan salam
e. Menjelaskan tentang hasil yang diharapkan dari hasil ronde

Pre Planning FGD Ketenagaan dan SPO Kepala Ruangan


f. Menjelaskan tentang pasien oleh perawat primer yang difokuskan
pada masalah keperawatan dan rencana tindakan yang akan
dilaksanakan dan atau telah dilaksanakan serta memilih prioritas
yang perlu di diskusikan.
g. Memberikan kesempatan anggota tim untuk diskusi dan
mengajukan pendapat/ pertanyaan
h. Mengajak peserta menuju ruang pasien

Tahap Orientasi

a. Beri salam dan panggil klien dengan namanya


b. Jelaskan tentang kegiatan yang akan dilakukan (oleh ketua tim
atau perawat primer).

Tahap Kerja

a. Memberikan kesempatan klien bertanya sebelum kegiatan


dilakukan
b. Jaga privasi klien
c. Memulai dengan cara yang baik
d. Mempersilahkan tim untuk validasi, intervensi, dan edukasi sesuai
dengan kebutuhan pasien
Memberikan kesempatan pasien dan keluarga untuk
menyampaikan permasalahannya dan yang belum jelas.

Tahap Terminasi

a. Evaluasi perasaan pasien


b. Simpulkan kegiatan ronde keperawatan (tidak didepan pasien)
c. Berikan reinforcement positif pada tim
d. Buat rencana tindak lanjut setelah kegiatan ronde keperawatan.
e. Kontrak pertemuan selanjutnya (kegiatan, waktu dan tempat)
f. Menutup kegiatan ronde keperawatan

Dokumentasi

Catat dalam notulen ronde keperawatan.

Pre Planning FGD Ketenagaan dan SPO Kepala Ruangan


PEMBUATAN JADWAL DINAS

No Dokumen No Revisi Halaman


1/1

STANDAR Ditetapkan
PROSEDUR Tanggal Direktur,
OPERASIONAL Terbit

PENGERTIAN Adalah jadwal untuk menentukan jumalh tenaga


keperawatan dan tanggung jawab disetiap shift jaga di
ruangan

TUJUAN Membuat pola yang sama disetiap shift keperawatan


sehingga pelayanan keperawatan dapat dipertanggung
jawabkan

KEBIJAKAN 1. Jadwal dinas dibuat oleh Kepala Ruangan.


2. Setiap satu shift harus terdapat penanggung jawab
shift.
3. Didalam ruang khusus tiap shiftnya harus ada
tenaga terlatih

PROSEDUR 1. Pembuatan jadwal dinas terdiri dari shift pagi, Siang


dan Malam
2. Setiap shift ada ketua tim yang bertanggung jawab
yang membawahi beberapa perawat pelaksana
3. Jika perawat berhalanagn hadir maka akan
digantikan oleh perawat lain yang terjadwal libur
atau dapat bantuan tenaga dari ruangan lain, jika
memungkinkan
4. Jadwal dinas final dikeluarkan 1 minggu sampai
5 hari sebelum bulan tersebut habis
5. Jadwal dinas keluar setiap 1 bulan sekali

UNIT TERKAIT
1. IGD
2. ICU
3. RAWAT INAP
4. RAWAT JALAN
5. KAMAR OPERASI
6. KAMAR BERSALIN

DOKUMEN TERKAIT

Pre Planning FGD Ketenagaan dan SPO Kepala Ruangan


PELAKSANAAN RAPAT

No. Dokumen : No. Revisi: Halaman:

1/1
Tanggal terbit:
Ditetapkan,
Direktur
SPO
Agustus 2018

Berkumpulnya sekelompok bagian/unit untuk menyatukan pemikiran


PENGERTIAN
guna melaksanakan urusan perusahaan.
Ada keseragaman dalam acara rapat untuk mencapai tujuan yang
TUJUAN
akan dicapai.
Surat Keputusan Direktur No..../RS/Dirut/SK/......, tentang Jadwal
KEBIJAKAN
rapat berkala.
1. Bagian /Direktorat membagikan undangan rapat.
2. Permintaan konsumsi di bagian gizi karyawan.
3. Notulis menyusun acara rapat dan notulen jalannya rapat
4. Peserta rapat mengisi daftar hadir rapat.
5. Doa pembukaan oleh Pimpinan rapat.
6. Pembacaan notulen rapat yang lalu oleh pimpinan rapat.
7. Pembahasan/evaluasi/tindak lanjut keputusan rapat yang lalu
PROSEDUR
8. Laporan bagian/Direktorat mengenai masalah yang perlu dibahas
dan keputusannya.
9. Menyampaian usulan oleh Direktorat maupun Manajer.
10. Penyampaian lain-lain oleh peserta rapat.
11. Doa penutup oleh salah satu peserta rapat.
12. Setelah rapat, membuat notulen lalu di sosialisasi dan di
distrinbusikan kepada peserta rapat.
BAGIAN TERKAIT Direktorat, Manajer, Kepala Bagian/Seksi, Sekretaris / Notulis

Pre Planning FGD Ketenagaan dan SPO Kepala Ruangan


SPO PRE CONFERENCE

HALAMAN
NO. DOKUMEN NO. REVISI
1/1
NO :

DitetapkanOleh,
STANDAR Direktur
TANGGAL TERBIT
PROSEDUR
OPERASIONAL

PENGERTIAN Komunikasi Ka.Ru/PJ Shif dan perawat pelaksana setelah selesai overan
rencana kegiatan pada shif tersebut yang dipimpin oleh Ka.Ru/PJ Shif
TUJUAN 1. Membantu untuk mengidentifikasi masalah-masalah klien,
merencanakan asuhan dan merencanakan evaluasi hasil
2. Mempersiapkan hal-hal yang akan ditemui dilapangan
3. Memberikan kesempatan untuk berdiskusi tentang keadaan klien
KEBIJAKAN Dilakukan setiap setelah overan untuk membicarakn segala kegiatan
selama dinas
PROSEDUR 1. Lakukan pre conference setelah melakukan overan di meja atau
nurse station
2. Ka.Ru/PJ Shif berperan sebagai bertanggung jawab pre
conference
3. Ka.Ru/PJ Shif membuka acara dengan salam
4. Menyampaikan perkembangan permasalahan klien berdasarkan
hasil evaluasi dari shif sebelumnya yang meliputi :
a. Keadaan umum klien
b. Keluhan klien
c. Tanda-tanda vital dan kesadaran klien
d. Hasil pemeriksaan laboratorium / diagnosa terbaru
e. Masalah keperawatan
f. Rencana keperawatan dan medis
5. Ka.Ru/PJ Shif menjelaskan rencana tindak lanjut terkait dengan
asuhan keperawatan yang akan diberikan
6. Ka.Ru/PJ shif mengingatkan kembali Standar Prosedur (SOP)
yang ditetapkan
7. Ka.Ru/PJ Shif mengingatkan kembali tentang kedisiplinan,
ketelitian, kejujuran dan kemajuan masing-masing perawat
pelaksana
8. Ka.Ru/PJ Shif menutup pre conference dengan salam
UNIT TERKAIT Unit rawat inap

Pre Planning FGD Ketenagaan dan SPO Kepala Ruangan


ALUR VISITE DOKTER KE PASIEN YANG DIRAWAT
DIRUANG LAIN

NO. DOKUMEN: NO REVISI: HALAMAN:


- 1/1

Ditetapkan oleh
Direktur
STANDAR
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL

1. PENGERTIAN Suatu urutan proses yang menjelaskan tentang pemeriksaan


dokter pada pasien yang dirawat diruangan lain.

2. TUJUAN 1. Sebagai acuan bagi petugas apabila ada pasien yang


dirawat diruangan lain.
2. Menghindari mis komunikasi.
3. Meningkatkan kepuasan staff.
4. Meningkatkan kepuasan pasien.

3. KEBIJAKAN Surat Kebijakan Direktur Rumah Sakit tentang penetapan


Standar Prosedur Operasional Rumah Sakit sebagai acuan
petugas dalam melaksanakan tugas di Rumah Sakit

4. PROSEDUR 1. Pasien masuk keruangan.


2. Perawat operan dengan perawat IGD/Poliklinik.
3. Perawat mengecek kelengkapan rekam medis pasien.
4. Perawat konfirmasi langsung ke dokter
penanggungjawab via telpon untuk memberitahukan
bahwa pasiennya ada yang dirawat diruangan tersebut.
5. Perawat menelpon keruangan lain yang ada pasiennya
dan menitipkan pesan apabila ada pasien dokter
diruangan lain.

Hal-hal yang harus diperhatikan :


1. Apabila dokter tidak bisa dihubungi via telpon, perawat
memberitahukan via sms.
2. Diperlukan kepekaan dan ketelitian perawat.
3. Ruangan yang merawat pasien yang mempunyai
tanggung jawab penuh

5. UNIT TERKAIT 1. Semua Ruang Rawat

Pre Planning FGD Ketenagaan dan SPO Kepala Ruangan


Pre Planning FGD Ketenagaan dan SPO Kepala Ruangan
PENDELEGASIAN WEWENANG
Ditetapkan Oleh,
No. Dokumen : Direktur

No. Revisi :

Pembuat SPO :
SPO Tanggal Terbit

Unit
Pemeriksa

Halaman :

1. Pengertian Pelimpahan wewenang adalah Prosespengalihan tugas kapada orang lainyang


sah atau terlegitimasi ( menurut mekanisme tertentu dalam organisasi) dalam
melakukan berbagai aktifitas yang ditujukan untuk pencapaian tujuan
organisasi yang jika tidak dilimpahkan akan menghambat proses pencapaian
tujuan tersebut.

2. Tujuan Agar petugas dapat melakukan dan menyelesaikan pekerjaan dengan lebih
cepat sekiranya pelimpahan wewenang tersebut berjalan sebagaimana
mestinya dan diberikan kepada orang yang bertanggung jawab sesuai dengan
kompetensinya.

3. Kebijakan a. Keputusan Direktur No. ........, tgl. ..... tentang ....


b. Keputusan Direktur No. ......., tgl. ..... tentang .....

4. Referensi Kebijakan Direktur

5. Prosedur 1. Menentukan hal – hal yang dapat didelegasikan


2. Menentukan orang yang layak untuk menerima delegasi
3. Menyediakan sumber daya yang dibutuhkan
4. Melimpahkan tugas yang akan diberikan
5. Mengimplementasikan tugas yang didelegasikan

6. Unit Terkait Petugas yang menerima pelimpahan wewenang di Ruangan

7. Dokumen Terkait 1. Surat tugas


2. Uraian tugas
3. Pendelegasian wewenang
4. Ijazah
5. Sertifikat pelatihan

8. Diagram Alir

Pre Planning FGD Ketenagaan dan SPO Kepala Ruangan


ORIENTASI DAN BIMBINGAN PERAWAT
BARU
No. Dokumen No. Revisi Halaman
1 dari 2

RUMAH SAKIT
Tanggal terbit Ditetapkan oleh :
Direktur
PROSEDUR TETAP

Proses pengenalan dan bimbingan perawat yang lulus dalam


PENGERTIAN
seleksi penerimaan karyawan baru
1. Memberikan pembekalan kepada perawat baru mengenai
Rumah Sakit
TUJUAN 2. Memberikan penyegaran mengenai materi dasar
keperawatan/ kebidanan
3. Memberikan bimbingan mengenai pelaksanaan prosedur-
prosedur keperawatan
KEBIJAKAN Untuk memenuhi standart Rumah Sakit
1. Persiapan:
a. Berkas Visi Misi dan Struktur Organisasi Rumah Sakit
b. Buku Pedoman Penyelenggara Keperawatan
c. Berkas Tata Tertib Perawat
d. Format Penilaian Kinerja
e. Berkas Kode Etik Keperawatan
2. Pelaksanaan:
a. Penjelasan mengenai visi, misi, tujuan, motto dan
PROSEDUR struktur RS. oleh Direktur RS atau yang mewakili
b. Penjelasan tentang tata tertib, hak dan kewajiban
pegawai oleh Personalia atau yang mewakili
c. Penjelasan mengenai visi, misi, tujuan, motto dan
Struktur Keperawatan serta Protap Keperawatan oleh
Kepala/ Wakil Kepala Keperawatan
d. Penyegaran materi Keperawatan khususnya mengenai
kode etik keperawatan, penghitungan cairan infus, obat
dan Standar Asuhan Keperawatan serta penulisan
berkas Rekam Medis oleh Kepala/ Wakil Kepala
Bagian Keperawatan
 Pembuatan jadwal rotasi perawat, dengan
ketentuan sebagai berikut:Minggu I : rotasi per
hari FGD
Pre Planning dengan jam dinasdan
Ketenagaan pukul
SPO07.00 – 15.00
Kepala WIB
Ruangan
di Unit IGD, OK, Poliklinik, Keperawatan dan
HCU
PENANGANAN PASIEN
MELARIKAN DIRI
No. Dokumen No. Revisi : Halaman
…………………… 01 1/3
Tanggal terbit : Ditetapkan Oleh
Direktur
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

PENGERTIAN  Kegiatan pelayanan yang diberikan kepada pasien dan keluarga


apabila pasien keluar dari rumah sakit tanpa seijin rumah sakit
atau melarikan diri.
 Pasien melarikan diri adalah pasien yang keluar/ pulang dari
rumah sakit sebelum dokter, perawat, profesi lain mengijinkan
pulang dan tidak ada surat ijin pulang dari billing.
TUJUAN 1. Pasien aman.
2. Meyakinkan bahwa pasien pulang kerumah pasien / keluarga
3. Untuk tertib administrasi.
KEBIJAKAN 1. Pasien dan atau keluarga diberi informasi bahwa pasien melarikan
diri, selanjutnya pasien dan atau keluarga diminta untuk datang ke
rumah sakit ( bagian dimana pasien diberikan pelayanan)
2. Pasien dan atau keluarga diberi penjelasan tentang kondisi pasien
dan resiko suatu penyakit.
3. Informasi kepada pasien dan atau keluarga diberikan pada saat
pasien dan atau keluarga datang ke rumah sakit setelah ada
pengabaran kepada pasien yang telah melarikan diri.
4. Pemberitahuan kepada dokter keluarga bagi pasien asuransi,
dengan cara memberi surat yang diberikan kepada pasien dan
atau keluarga atau via pos.
PROSEDUR PERAWAT
1. Jika kejadian pada jam dinas, perawat ruangan mencatat pada
catatan terintegrasi.
2. Lapor kepada kepala ruang
3. Kepala ruang menghubungi bagian billing, konsul kepada
sosial worker dan melaporkan ke kepala instalasi melalui
koordinator mutu pelayanan .
4. Jika kejadian diluar jam dinas, perawat ruang menulis pada

Pre Planning FGD Ketenagaan dan SPO Kepala Ruangan