Anda di halaman 1dari 9

WORDING

PERJANJIAN KERJASAMA PRODUKSI DAN DISTRIBUSI MOBIL LISTRIK

Pada hari Senin, tanggal dua puluh empat bulan September tahun dua ribu delapan belas (24-09-
2018), bertempat di kantor PT abadi Indonesia, Tbk, berlamat di Jalan Jenderal Sudirman nomor 48
surabaya, kami bertanda tangan dibawah ini:

1. MARUF AMIN, lahir di Surabaya, pada tanggal 19 juli 1975, bertempat tinggal di Surabaya, Jalan
Mawar, Rukun Tetangga 001, Rukun Warga 002, Kelurahan Anggur Kecamatan Gubeng. Kota
Surabaya, pemegang Kartu Tanda Penduduk dengan Nomor Induk
Kependudukan(NIK):3507241907750008, Warga Negara Indonesia

Dalam hal ini mewakili PT. Abadi Indonesia, Tbk, sebuah Perusahaan Nasional bergerak dibidang
produksi mobil yang bertindak selaku dan dalam jabatannya sebagai direktur utama, berdasarkan
akta pendirian PT Abadi Indonesia、ТЬk no. 61 tahun 1987, dibuat oleh notaris Sabillah Utomo
Putra, S.H, M.Kn, Berkantor di Surabaya di jalan Merpati Putih No. 32, karena itu bertindak untuk
dan atas nama PT Abadi Indonesia, Tbk. Indonesia yang beralamat di jalan Jend. Sudirman No.
48 Surabaya Untuk selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA

DENGAN

2. SANDIAGA UNO, lahir di Tegal pada tanggal 19 Oktober 1971, bertempat tingga di Kota Surabaya,
Rukun Tetangga 03, Rukun Warga 03, Kecamatan Mejosari, Kota Surabaya, pemegang Kartu
Tanda Penduduk dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) : 3328051910717994, Warga Negara
Indonesia.

Dalam hal ini mewakili PT. Sehat Mandiri, sebuah perusahaan bergerak dibidang distribusi mobil,
yang bertindak selaku dan dalam jabatannya sebagai direktur utama, berdasarkan akta pendirian
PT. Sehat Mandiri, no. 1 tahun 1995, dibuat oleh notaris Ahmad Syaputra, SH., M.Kn., Berkantor
di Surabaya di jalan Amren Pane No 17, karena itu bertindak untuk dan atas nama PT. Sehat
Mandiri, yang beralamat di jalan Jend. Kibir No. 88 Surabaya Untuk selanjutnya disebut sebagai
PIHAk KEDUA

Para pihak masing-masing di dalam kedudukannya tersebut terlebih dahulu memberitahukan dan
menerangkan sebagai berikut:

1) Bahwa PIHAK PERTAMA sebagai sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produksi mobil
merupakan perusahaan berbentuk PT. Tbk yang memiliki cabang produksi di daerah Jakara,
Bandung, Surabaya, dan Semarang yang berkantor pusat di Jalan Sudirman No.48 Surabaya,
merupakan perusahaan nasional penghasil mobil terbesar di Indonesia yang memproduksi
sedikitnya 2000 mobil dalam 1 (satu) tahun.
2) Bahwa PIHAK KEDUA merupakan perusahaan distributor mobil, merupakan perusahaan
berbentuk PT yang mempunyai kantor wilayah di seluruh Indonesia, berkantor pusat di jalan Jend.
Kibir No. 88 Surabaya. Merupakan perusahan distributor terbesar di Indonesia untuk jenis
distribusi mobil keluaran Indonesia.
3) Bahwa PIHAK PERTAMA berkeinginan untuk bekerja sama dengan PIHAK KEDUA di dalam
memasarkan mobil-mobil produksinya, sebagaimana PIHAK KEDUA juga berkeinginan menjalin
kerjasama dengan PIHAK PERTAMA di dalam bisnis pemasaran produk.

4) Bahwa berdasarkan pertimbangan pada angka tiga, PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sama-
sama sepakat untuk mengikatkan diri dalam sebuah perjanjian kerjasama distribusi mobil, PIHAK
PERTAMA sebagai produsen sekaligus sebagai perusahaan penjual produk, dan PIHAK KEDUA
sebagai distributor yang sekaligus sebagai pembeli produk.

Bahwa untuk menegaskan, mengamankan serta mengukuhkan kedudukan hukum Para Pihak
berkaitan dengan segala hal yang telah diberitahukan di atas; Para Pihak telah saling setuju dan sepakat
untuk membuat suatu perjanjian, dengan memakai ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat yang telah
saling diterima baik oleh Para Pihak, sebagai berikut:

PASAL 1

DEFINISI

1. Objek jual beli adalah mobil bermerek BAKRIE yang diproduksi oleh PIHAK PERTAMA
2. Konsumen, adalah pembeli dan'atau pengguna mobil bermerek BAKRIE
3. Periode pemesanan, merupakan jadwal pemesanan mobil BAKRIE dapat dilakukan dari PIHAK
KEDUA kepada PIHAK PERTAMA
4. Harga, adalah nilai barang dalam satuan mata uang rupiah;
5. Harga penjualan, merupakan harga mobil BAKRIE mendasarkan pada harga jual yang ditentukan
dan disepakati oleh para pihak.
6. Harga produsen, merupakan harga yang ditetapkan oleh PIHAK PERTAMA untuk PIHAK KEDUA,
jumlah yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA atas pembelian mobil
BAKRIE

7. Harga minimum, merupakan batas minimum harga yang disepakati oleh PIHAK PERTAMA dan
PIHAK KEDUA sebagai harga mobil BAKRIE ketika dijual kepada konsumen

8. Harga maksimum, merupakan harga teratas yang disepakati oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK
KEDUA sebagai harga paling tinggi mobil BAKRIE dapat dijual kepada konsumen

9. Force majeure, merupakan keadaan di luar kemampuan para pihak yang memberikanrisiko
kepada kedua belah pihak di dalam melaksanakan isi perjanjian ini
10. Wanprestasi, merupakan suatu keadaan dimana PIHAK PERTAMA dan/ atau PIHAK KEDUA tidak
dapat memenuhi isi perjanjian ini.

11. Risiko, merupakan kerugian yang harus ditanggung oleh kedua belah pihak atau salah satu pihak
baik karena faktor di luar kemampuan para pihak atau pun karena kesalahan para pihak.

PASAL 2

KESEPAKATAN

PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA telah bersepakat untuk

a. Pihak pertama menyerahkan barang produksi mobil merek BAKRIE


b. Pihak kedua memasarkan dan menjual produksi mobil merek BAKRIE

c. objek perjanjian kerjasama ini adalah mobil bermerek BAKRIE.

d. Periode pesanan adalah setiap tanggal akhir bulan.(I bulan setelah barang dikirim)

e. Bahwa para pihak sepakat mengenai harga penjualan yakni

1) Harga Produsen : Rp. 300.000.000,-

2) Harga Jual

- Floor limit : Rp. 300.000,000,-

- The highes price Limit : Rp. 320.000.000,-

PASAL 3

PENGIRIMAN BARANG

1. Pengiriman barang akan dilakukan 2 bulan setelah pemesanan


2. Tanggung jawab pengiriman dan pemenuhan biaya pengiriman ada pada pihak pertama,
termasuk biaya pajak atas pengalihan antara pihak pertama kepada pihak kedua.
3. Pihak pertama mengirimkan dari tempat pihak pertama sampai kantor Cabang Utama PIHAK
KEDUA, dengan menyerahkan tanda faktur yang ditandatangani oleh serendah-rendahnya
manager cabang. (pengiriman langsung sampai pada car pool)
4. Pihak pertama wajib memberikan kesempatan pihak kedua untuk mengecek kualitas dan
kuantitas sedikitnya dalam waktu 2 jam dan maksimal 5 jam atas objek yang dikirimkan sebelum
ditanda-tangani faktur.
5. Jika dipandang perlu waktu pengecekan dapat ditentukan lain dengan kesepakatan para pihak
6. Barang yang diterima oleh pihak kedua dari pihak pertama adalah barang dengan kwalitas yang
sama dengan permintaan.

PASAL 4

PEMBAYARAN

1. Bahwa pembayaran atas pembelian mobil BAKRIE sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 di atas
akan dilakukan secara tunai setelah penandatanganan faktur pengiriman.
2. PIHAK KEDUA membayar kepada PIHAK PERTAMA biaya pembelian atas mobil secara tunai dalam
waktu paling lambat dua hari setelah PIHAK KEDUA menandatangani faktur pengiriman barang.
3. PARA PIHAK sepakat mengenai mekanisme pembayaran akan dilakukan sebagai berikut:
a. Pembayaran akan dilakukan dengan cara transfer ke rekening BCA nomer rekening
0310045331 atas nama Maruf Amin, atau BRI nomer rekening 003-801-020-246-50-2 atas
nama Maruf Amin, atau mandiri nomer rekening 135.0004780795 atas nama Maruf
Amin.
b. Pembayaran melalui cek atas nama, yakni PIHAK KEDUA menerbitkan cek dengan
mencantumkan nama Maruf Amin sebagai pihak yang berhak menerima pencairan.
c. PIHAK KEDUA berkewajiban untuk memberitahukan pembayaran melalui transfer
kepada PIHAK PERTAMA paling lambat 3 hari sejak transfer dilakukan dengan
menyerahkan bukti transfer.

d. Jika pembayaran dilakukan dengan cara penerbitan cek atas nama, maka cek atas nama
wajib diserahkan oleh PIHAK KEDUA kepada bagian keuangan PIHAK PERTAMA

PASAL 5

HAK DAN KEWAJIBAN PIHAK PERTAMA

(1) PIHAK PERTAMA berhak :

a. Mendapatkan uang pembayaran sesuai dengan jumlah mobil yang tercantum di dalam faktur
pengiriman yang telah ditanda-tangani oleh PIHAK KEDUA, paling lambat 2 hari setelah faktur
ditanda tangani
b. Mendapatkan pemberitahuan mengenai data kantor distribusi PIHAK KEDUA dan setiap
penambahan dan pengurangan kantor distribusi
c. mengetahui Standarisasi penjualan produk, melihat spesifikasi dan kwalifikasi kontrol
d. Mendapatkan laporan hasil penjualan setiap 3 triwulan ke-2 tentang hasil penjualan dan prospek
penjualan

(2) PIHAK PERTAMA berkewajiban :

a. Menyerahkan barang produksi kepada PIHAK KEDUA dengan menjaga kualitas dan kuantitas
barang tersebut.
b. Mengirimkan barang tepat waktu, sesuai yang telah disepakati.
c. Memberikan jaminan terhadap produk cacat tersembunyi selama 3 (tiga) tahun atau mencapai
100.000 (seratus ribu) kilometer sejak faktur pengiriman ditandatangani.
d. Menyediakan suku cadang yang berkualitas SNI
e. Memberikan pelatihan tenaga ahli

PASAL 6

HAK DAN KEWAJIBAN PIHAK KEDUA

(1) PIHAK KEDUA BERHAK :

a. Menerima pengiriman mobil, sesuai dengan prosedur pemesanan yang telah diatur sebelumnya
b. Memiliki hak eksklusif untuk mempromosikan, menjual, dan memasarkan dalam wilayah
pemasaran jawa timur
c. Menerima bonus jika penjualannya memenuhi target yang telah disepakati, yang bentuk dan
besarnya bonus terdapat pada addendum daripada kontrak ini.
d. Mengembalikan barang yang tidak dapat dijual karena faktor kondisi pada barang tersebut yang
tidak sesuai dengan standar , rusak karena proses produksi, hingga proses pengangkutan sebelum
produk sampai di tangan PIHAK KEDUA, masing-masing dengan syarat sebelum 3 bulan tanggal
pengiriman.
e. Menyerahkan barang dari konsumen kepada PIHAK PERTAMA untuk mendapatkan perbaikan
atau mendapatkan perbaikan atau mendapatkan penggantina untuk barang yang diketahui tidak
memiliki standar kualitas dengan ketentuan :
a. Jika diketahui sebelum batas waktu 3 (tiga) tahun atau mencapai 100.000 (seratus ribu)
kilometer dari penandatanganan faktur maka tanggung jawab atas biaya perbaikan atau
penggantian produk ada pada PIHAK PERTAMA
b. Jika diketahui setelah batas waktu 3 (tiga) tahun atau mencapai 100.000 (seratus ribu)
kilometer dari penandatanganan faktur maka tanggung jawab atas biaya perbaikan atau
penggantian produk ada pada PIHAK KEDUA
c. Mendapatkan penurunan harta atas barang yang tidak dapat dijual karena faktor kondisi
harga barang yang terlalu tinggi, dengan cara menepakati kembali harga barang dengan
PIHAK PERTAMA
d. Pihak pertama akan mengganti barang dengan kwalitas yang lebih baik dengan
penesuaian mengenai harganya, atau harga barang akan diturunkan dari harga
sebelumnya namun barang akan tetap dijual.
e. PIHAK KEDUA berhak meminta kembali kelebihan pembayaran setelah disepakati
penurunan harga barang
f. PIHAK KEDUA berhak atas seluruh hasil penjualan dari setiap item mobil
g. Pihak kedua berhak mengembalikan barang yang tidak dapt terjual dalam satu periode
pemesanan sebelumnya.

(2) PIHAK KEDUA wajib:

a. Membayarkan hasil penjualan yang telah diatur sebelumnya


b. Memenuhi target penjualan yang telah disepakati dan akan dievaluasi setiap periode tertentu
c. Mempromosikan, mengenalkan produk-produk PIHAK PERTAMA kepada masyarakat secara
patut
d. Menjaga reputasi PIHAK PERTAMA
e. Melakukan cek ulang atas produk yang diterima dalam waktu yang disediakan dengan melibatkan
melibatkan tenaga ahli yang dimiliki, dilanjutkan dengan menandatangani faktur pengiriman
untuk mobil yang sudah sesuai dengan pesanan
f. Menjaga harga jual yang telah disepakati
g. Memiliki sistem informasi yang memadai, demi kenyamanan konsumen
h. Memberikan laporan hasil penjualan setiap 3 triwulan ke –2 tentang hasil penjualan dan prospect
kepada Pihak Pertama
i. Memberitahukan kepada produsen apabila membuka sub dealer dan melakukan pembinaan
kepada sub dealer tersebut.
j. Menanggung risiko dan penilaian sub dealer.

PASAL 7

PERJANJIAN

Pihak Kedua dengan ini berjanji dan menyetujui serta meningkatkan diri untuk selama berlakunya
perjanjian ini Pihak Kedua wajib :

a. Memberikan fasilitas penimpanan barang selama masa waktu garansi


b. Memberikan pelayanan purna jual
c. Memanfaatkan teknologi informasi yang memadai
d. Mempunyai standar service distributor dari Pihak Pertama
e. Menediakan akses suku cadang yang disediakan Pihak Pertama, perawatan mobil, penjualan
f. Mendayagunakan tempat-tempat distributor di wilayah yang strategis dan sesuai
g. Menyelenggarakan periklanan dalam skala kecil
h. Mampu menyesuaikan dan menjaga stabilitas harga akibat persaingan harga dengan produk
sejenis dengan merek lain

Selama PIHAK KEDUA masih terikat dalam perjanjian ini, PIHAK KEDUA tidak diperbolehkan untuk
melakukan hal-hal yang tercantum di bawah ini tanpa memperoleh persetujuan tertulis terlebih dahulu
dari PIHAK PERTAMA

1. Terikat dengan produsen lain untuk penjualan produk sejenis


2. Menjual dengan harga lain di luar persetujuan dari PIHAK PERTAMA
3. Menjual di luar wilayah yang ditentukan

PASAL 8

PERNYATAAN PENJAMINAN

Pihak kedua dengan ini secara tegas menyetakan dan menjamin kepada Pihak Pertama mengenai
kebenaran hal-hal sebagai berikut:

1. Pihak Pertama adalam Pemilik dari Hak Merek, Design industri yang sah, atas mobil BAKRIE
2. Pihak Pertama merupakan Badan Hukum yang didirikan berdasarkan ketentuan hukum
Indonesia, serta telah melengkapi seluruh persyaratan sahnya badan hukum
3. Pihak Pertama wajib memberikan dokumen-dokumen kelayakan mobil GATOT KACA dari
pemerintah RI
4. Pihak Kedua merupakan Badan Hukum yang didirikan berdasarkan ketentuan hukum Indonesia,
serta telah melengkapi seluruh persyaratan sahnya badan hukum
5. Pihak Kedua berwenang dan berhak untuk menjalankan usaha-usaha yang sekarang sedang
dilakukan dan mempunyai izin-izin yang sah untuk menjalankan usahanyadan berjanjin akan
memperpanjang izin-izin tersebut jika telah habis
6. PIHAK KEDUA merupakan perusahaan yang telah sesuai dengan standar kelayakan perusahaan
distributor sebagai partner bisnis PIHAK PERTAMA dengan kriteria sebagai berikut :
a. Modal dasar sedikitnya 500M
b. Memiliki showroom tetap
c. Memahami market akses dan market sharing
d. Mempunyai ahli pengecekan kualitas produk

PASAL 9

RISIKO

1. Hak milik atas barang akan beralih dari pihak Pertama kepada Pihak Kedua pada saat
penandatanganan faktur pengiriman.
2. Risiko atas kerusakan barang akan beralih dari pihak pertama kepada pihak kedua setelah 3 (tiga)
tahun atau mencapai 100.000 (seratus ribu) kilometer dihitung sejak pengiriman kepada Pihak
kedua.
3. Barang yang tidak laku di luar sebab force majeur ataupun kwalitas barang dan harga
sebagaimana diatur di dalam perjanjian ini,atau mengenai kualitas harga dan barang namun
pemberitahuannya melebihi 3 bulan sejak penerimaan barang, adalah risiko bisnis yang menjadi
tanggung jawab pihak kedua.
4. Pihak kedua tetap mempunyai kewajiban untuk membayar harga barang tersebut pada waktu
yang telah disepakati.

PASAL 10

WANPRESTASI

1. Jika barang rusak atau tidak sesuai standart, tidak segera mendapat penggantinya maksimal
dalam waktu 3 (tiga) tahun atau mobil mencapai 100.000 (seratus ribu) kilometer dari pihak
pertama.
2. Jika kwantitas barang tidak sesuai dengan pesanan, atau tidak sesuai pesanan karena rusak dan
tidak segera diberikan gantinya dalam waktu 3 (tiga) tahun atau mobil mencapai 100.000 (seratus
ribu) kilometer.
3. Pihak kedua tidak melakukan pembayaran sesuai dengan waktu yang ditentukan tanpa alasan
yang sah.
4. Pihak pertama berhak atas pembayaran sesuai dengan waktu yang sudah diberikan dan berhak
mendapat ganti rugi dan berhak untuk menentukan melanjutkan atau menghentikan kontrak.
5. Pihak kedua berhak untuk menerima kembali uang yang sudah dibayarkan, mendapatkan ganti
rugi, dan berhak untuk menentukan melanjutkan atau menghentikan kontrak.

PASAL 11

AKIBAT WANPRESTASI

1. Apabila pihak kedua tidak melaksanakan pembayaran harga saat jatuh tempo pembayaran
menurut ketentuan pasal 6 (enam) di atas, maka Pihak Pertama berhak untuk membatalkan
pengiriman barang sampai Pihak Kedua melaksanakan pembayaran.
2. Apabila PIHAK PERTAMA tidak melakukan pengiriman mobil pesanan pada tanggal yang
disepakati maka PIHAK PERTAMA mempunyai kewajiban untuk memberikan ganti rugi kepada
Pihak Kedua sesuai dengan kesepakatan.

PASAL 12

MASA BERLAKUNYA PERJANJIAN

1. Jangka waktu kerjasama ini ditetapkan selama 5 (lima) tahun terhitung sejak ditandatanganinya
Perjanjian Kerjasama ini dan akan berakhir dengan sendirinya pada tanggal 24 September 2023.
2. Masa kerjasama ini dapat diperbaharui dan diperpanjang berdasarkan kesepakatan para pihak.
3. Sebelum masa perjanjian habis, PIHAK KEDUA harus memberitahukan kepada PIHAK PERTAMA 1
(satu) bulan sebelumnya jika PIHAK KEDUA ingin memperpanjang kerjasama ini.
PASAL 13

FORCE MAJEURE

1. Termasuk di dalam kualifikasi force majeure di sini adalah gempa bumi, banjir, badai/topan,
gunung meletus, petir, epidemic, kerusuhan, perang, pemberontakan, kebijakan pemerintah
dalam bidang moneter/keuangan.
2. Semua kerugian dan biaya yang diderita oleh salah satu pihak sebagai akibat terjadinya force
majeure tersebut bukan merupakan tanggung jawab pihak lain.
3. Dalam hal terjadi force majeure, pihak yang tidak dapat melaksanakan prestasi akibat force
majeure wajib memberitahukan secara tertulis kepada pihak yang seharusnya menerima prestasi,
selambat-lambatnya dalam jangka waktu 2 (dua) hari kalender terhitung sejak kejadian dimaksud
disertai keterangan dari yang berwenang mengenai peristiwa tersebut.
4. Apabila dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) pasal ini yang seharusnya
memberikan prestasi tidak memberitahukan kejadian force majeure tersebut kepada pihak yang
sedianya menerima prestasi, maka keterlambatan melaksanakan prestasi dianggap bukan
sebagai akibat dari force majeure.

PASAL 14

PENYELESAIAN SENGKETA

Apabila terjadi perselisihan di antara Pihak Pertama dan Pihak Kedua berkaitan dengan Perjanjian
ini dan/atau berkaitan dengan pelaksanaannya dan/atau dengan hal-hal yang berkaitan dengan itu
semua, maka setiap dan segala perselisihan tersebut wajib diselesaikan menurut urut-urutan prosedur
sebagai berikut :

1) Pihak Pertama dan Pihak Kedua sedapat-dapatnya membuat kesepakatan berdasarkan


musyawarah mengenai perselisihan tersebut.
2) Apabila upaya tersebut ayat (1) Pasal ini tidak dapat terwujud ataupun tidak mendatangkan
permufakatan yang menyelesaikan perselisihan, maka Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat
untuk menyelesaikannya melalui Forum Arbitrase.
3) Apabila upaya tersebut ayat (2) Pasal ini tidak dapat terwujud ataupun tidak mendatangkan
permufakatan yang menyelesaikan perselisihan, maka Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat
untuk menyelesaikannya melalui Forum Pengadilan.

PASAL 15

DOMISILI HUKUM

Apabila terjadi perselisihan antara Pihak Pertama dan Pihak Kedua berkaitan dengan perjanjian
ini maupun terhadap pelaksanaannya, para pihak sepakat memilih tempat kediaman hukum yang umum
dan tetap di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Surabaya.
PASAL 16

KETENTUAN KEMANDIRIAN

Dalam hal salah satu persyaratan atau ketentuan dalam perjanjian ini dinyatakan batal
berdasarkan suatu peraturan perundang-undangan, maka pernyataan batal tersebut tidak mengurangi
keabsahan atau menyebabkan batalnya persyaratan atau ketentuan lain dalam perjanjian ini, dan oleh
karenanya dalam hal demikian, persyaratan dan ketentuan lain dalam perjanjian ini tetap sah dan
mempunyai kekuatan hukum mengikat bagi Pihak Pertama dan Pihak Kedua.

PASAL 17

ADDENDUM

1. Para Pihak menyatakan bahwa Seluruh dan tiap-tiap LAMPIRAN pada Perjanjian ini merupakan
bagian yang tak terpisahkan dari Perjanjian ini dan berlaku mengikat bagi Para Pihak
2. Hal-hal yang belum diatur ataupun yang belum cukup diatur di dalam Perjanjian in secara
bersama-sama oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA pada jiwa dan semangat Perjanjian in
casu akan diatur berdasarkan musyawarah dengan berpatokan ke casu:
3. Para Pihak wajib melaksanakan Perjanjian ini dengan sepenuh itikad baik, saling bantu-
membantu, dan Para Pihak dilarang melakukan tindakan apapun yang sekiranya dapat
mengganggu kepentingan satu terhadap lainnya,
4. Para Pihak wajib menjaga martabat satu terhadap lainnya, dan dalam batas-batas yang mungkin
wajib pula saling bantu-membantu terhadap kegiatan-kegiatan satu terhadap lainnya.

PASAL 18

PENUTUP

Demikian Perjanjian ini dibuat pada hari, tanggal, bulan, dan tahun sebagaimana telah disebutkan
dalam awal perjanjian dalam rangkap dua, dibubuhi materai cukup, masing- masing mempunyai kekuatan
hukum yang sama; serta ditandatangani oleh para pihak dengan itikad baik, dalam keadaan bebas dan
tanpa paksaan dari pihak manapun.

Surabaya, 24 September 2018

Pihak Pertama Pihak Kedua

Maruf Amin Sandiaga Uno

Anda mungkin juga menyukai