Anda di halaman 1dari 7

Kasus yang mempengaruhi saldo Kas/Bank

A. Menurut Catatan Perusahaan : B. Menurut Catatan Rekening Koran Bank :

+ Penerimaan yang sudah dicatat oleh Bank, + Setoran/penerimaan yang sudah dicatat oleh
belum dicatat oleh Perusahaan perusahaan, belum dicatat oleh Bank.

Contoh : - Transfer Bank - Setoran dalam proses


- Penerimaan tagihan belum disetor ke Bank.
- Jasa Giro
+ Kesalahan mencatat pengeluaran terlalu
- Hasil Inkaso Bank
tinggi.

+ Kesalahan mencatat penerimaan terlalu


+ Kesalahan mencatat pengeluaran terlalu
rendah.
besar/tinggi.

+ Kesalahan mencatat penerimaan terlalu


rendah. - Pengeluaran yang sudah dicatat oleh
perusahaan, belum dicatat oleh Bank.
Contoh : Cek dalam peredaran
- Pengeluaran yang sudah dicatat oleh
Bank, belum dicatat oleh Perusahaan.
Contoh : - Biaya administrasi Bank - Kesalahan mencatat pengeluaran terlalu
rendah.
- Cek ditempat, yaitu peng-
ambilan uang dari Bank,
tidak mempergunakan cek, - Kesalahan mencatat penerimaan terlalu
melainkan menggunakan tinggi.
formulir khusus di Bank.

- Kesalahan mencatat pengeluaran terlalu


rendah.

- Kesalahan mencatat penerimaan terlalu


tinggi.

- Setoran cek yang ditolak/tidak cukup


dana.
B.

1 Penyusun Rekonsiliasi
Rekonsiliasi Bank dapat disusun dalam bentuk :
a. Skontro (account form)
Dalam bentuk ini saldo rekening Bank menurut catatan perusahaan dan saldo
rekening Koran Bank diperbaiki dengan bentuk sebelah menyebelah.
b. Laporan (Report form)
Dalam bentuk ini rekening Bank menurut catatan perusahaan dan saldo rekening Koran Bank
diperbaiki dengan bentuk vertical

2 Contoh Soal dan Penyelesaian


Contoh Soal 1 :
Saldo rekening Bank Danamon di PT. Aji Jaya pada tanggal 31 Agustus 2004 menunjukkan
jumlah Rp. 2.750.0500,-. Saldo menurut rekening Koran pada tanggal tersebut Rp.
63.500.000,-.
Setelah diadakan penelitian, perbedaan itu disebabkan hal-hal sebagai berikut :
a. Tiga lembar cek berjumlah Rp. 24.375.000,- yang telah dikeluarkan oleh PT. Aji Jaya,
ternyata belum ditukarkan oleh penerima ke Bank.
b. Setoran dari langganan melalui Bank untuk pembayaran utangnya Rp. 6.975.000,- Bank
Danamon baru memberi tahu kepada PT. Aji Jaya bersama rekening Koran.
c. Setoran pada tanggal 31 Agustus 2004 sebesar Rp. 6.000.000,- belum dibukukan oleh
Bank.
d. Sebuah cek yang diterima dari seorang debitur sejumlah Rp. 4.000.000,- telah
didepositokan ke Bank, ternyata dikembalikan karena tidak cukup dana.
e. Cek No. 451 yang ditarik oleh PT. Abadi Jaya sebesar Rp. 7.500.000,- telah salah
dibukukan oleh Bank kedalam rerkening PT. Aji Jaya.
f. Cek No. 215 D X sebesar Rp. 15.275.000,- untuk pelunasan utang
kepada Fa. Sejahtera, oleh PT. Aji Jaya telah dicatat dengan jumlah Rp. 12.575.000,-
g. Biaya Bank untuk bulan agustus 2004 sebesar Rp. 900.000,- belum dicatat oleh
perusahaan.
h. Bank memberikan jasa giro kepada PT. Aji Jaya Rp. 500.000,-
Diminta :
a. Buatlah Rekonsiliasi Bank untuk PT. Aji Jaya 31 Agustus 2004 :
Dalam bentuk Skontro dan Laporanya
b. Buatlah jurnal penyesuaian yang diperlukan
JAWAB :
PT. AJI JAYA
REKONSILIASI BANK
31 Agustus 1994
a.1. Bentuk Skontro

A. Saldo kas menurut catatan perusahaan sebelum rekonsiliasi B. Saldo menurut rekening Koran sebelum rekonsiliasi
Rp. 52.750.000 Rp. 63.500.000
Ditambah : Ditambah :
b) Penerimaan tagihan melalui Bank Rp. 6.975.000 c) Simpanan dalam proses Rp. 6.000.000

h) Jasa Giro (Pendapatan Bunga) Rp. 500.000 e) Koreksi Cek No. 451 Rp. 7.500.000

Rp. 7.475.000 Rp. 13.500.000

Rp. 60.225.000 Rp. 77.000.000

Dikurangi : Dikurangi :

d) Cek tidak cukup dana (dari debitur) a) Cek dalam peredaran Rp. 24.375.000

Rp. 4.000.000 Rp. 24.375.000

f) Cek No. 215 D X untuk pelunasan


utang dicatat terlalu rendah Rp. 2.700.000
g) Biaya Administrasi Bank Rp. 900.000
Rp. 7.600.000
Saldo Kas setelah rekonsiliasi/disesuaikan = Rp. 52.625.000 Saldo Bank setelah rekonsiliasi/disesuaikan = Rp. 52.625.000
a.2. Bentuk Laporan

PT. Aji Jaya


Rekonsiliasi Bank

31 Agustus 1994

A. Saldo kas menurut catatan perusahaan


sebelum rekonsiliasi Rp. 52.750.000,-

Ditambah :

b) Penerimaan tagihan melalui Bank Rp. 6.975.000,-

h) Jasa giro (pendapatan bunga) Rp. 500.000,-


Rp. 7.475.000,-

Rp. 60.225.000,-

Dikurangi :

d) Cek tidak cukup dana dari Debitur Rp. 4.000.000,-

f) Cek No. 215 D X untuk pelunasan

utang dicatat terlalu rendah Rp. 2.700.000,-

g) Biaya Administrasi Bank Rp. 900.000,-

Saldo kas setelah rekonsiliasi (disesuaikan) Rp. 7.600.000,-

Rp. 52.625.000,-

B. Saldo menurut rekening Koran sebelum


Rekonsiliasi Rp. 63.500.000,-

Ditambah :
c) Simpanan dalam proses Rp. 6.000.000,-

e) Koreksi cek No. 451 Rp. 7.500.000,-

Rp. 13.500.000,-

Rp. 77.000.000,-

Dikurangi :

a) Cek yang sedang beredar Rp. 24.375.000,-

Rp. 24.375.000,-

Saldo Bank setelah rekonsiliasi (disesuaikan) Rp. 52.625.000,-

b. Jurnal Penyesuaian 31 Agustus 1994

Ags 31 Kas Rp. 7.475.000,-


Piutang Dagang Rp. 6.975.000,-
Pendapatan bunga Rp. 500.000,-

31 Piutang Dagang Rp. 4.000.000,-


Utang Dagang Rp. 2.700.000,-
Biaya Bank Rp. 900.000,-
Kas Rp. 7.600.000,-

CATATAN :

Jurnal penyesuaian yang dibuat hanyalah yang mempengaruhi jumlah saldo kas (Rekening Bank di
perusahaan).

Sedang yang mempengaruhi saldo rekening Koran tidak perlu dijurnal, karena pihak Bank yang akan
memperbaiki.
Penjelasan :

a. Cek yang telah dikeluarkan oleh PT. Aji Jaya Rp. 74.375.000,- berarti sudah dicatat sebagai
pengeluaran kas, tetapi oleh pemiliknya belum diuangkan ke Bank yang harus disesuaikan (ditulis
sebagai pengurangan).
b. Setoran dari langganan melalui Bank Rp. 6.975.000,- sudah dicatat oleh Bank, tetapi perusahaan
belum mencatatnya, maka saldo kas harus disesuaikan (ditulis sebagai penambahan).
c. Setoran Rp. 6.000.000,- sudah dicatat oleh perusahaan, sebagai penambahan tetapi Bank belum
mencatatnya, maka saldo Bank harus disesuaikan dengan mencatat sebagai penambahan.
d. Cek sejumlah Rp. 4.000.000,- oleh perusahaan sudah dicatat sebagai penerimaan, tetapi oleh
Bank dikembalikan karena tidak cukup dana, maka perusahaan harus mencatat kembali sebgai
pengurangan kas.
e. Kesalahan mencatat cek PT. Abadi Jaya ke rekening PT. Aji Jaya Rp. 7.500.000,- oleh Bank,
berarti Bank telah mencatat adanya pembayaran pengurangan atas nama PT. Aji Jaya, padahal PT.
Aji Jaya tidak melakukan pembayaran (tidak mengeluarkan cek). Maka saldo Bank harus
dibetulkan dengan mencatatnya kembali jumlah Rp. 7.500.000,- sebagai penerimaan
kembali/penambahan.
f. Kesalahan mencatat pembayaran utang sebear Rp. 2.700.000,- (Rp. 15.275.000,- dicatat Rp.
12.575.000,-) oleh PT. Aji Jaya, berarti pengeluaran dicatat terlalu rendah, maka harus
disesuaikan dengan mencatat sebagai pengurangan tambahan oleh perusahaan.
g. Biaya Bank Rp. 900.000,- yang dibebankan oleh Bank kepada PT. Aji Jaya harus dicatat sebagai
pengurangan saldo kas.
h. Jasa giro yang diberikan Bank kepada perusahaan Rp. 500.000,- berarti menambah saldo kas.

Anda mungkin juga menyukai