Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM SIMULASI PROSES

GEAR PUMP 1

Kelompok (5) :

Aulia Rihhadatul’aisy Ramadhanti (1541420037)


Destiana Risky Ayu Palupi (1541420027)
Febrianti Ulfa Dwi Pratiwi (1541420033)
Juwita Puspasari (15414200)
Mia Aulia (1541420038)

PROGRAM STUDI D-IV TEKNOLOGI KIMIA INDUSTRI

JURUSAN TEKNIK KIMIA

POLITEKNIK NEGERI MALANG

2018
Gear Pump 1

Tanggal Percobaan : 26 Maret 2018

1. Tujuan
a. Menentukan efisiensi, input dan output power pompa tipe gear pump pada
kecepatan konstan
b. Mempelajari kurva karakteristik pompa tipe gear pump
2. Dasar Teori

Proses industri kimia umumnya melibatkan adanya transportasi fluida yang


mencakup perpindahan fluida dari satu titik lokasi ke lokasi yang lain melalui sistem
perpipaan. Fluida khususnya yang memiliki fase cair membutuhkan adanya driving
force untuk dapat berpindah yang salah satunya dikarenakan adanya gaya gravitasi.
Adanya gaya ini memungkinkan fluida cair untuk dapat berpindah dari tempat yang
memiliki elevansi atau adanya perbedaan ketinggian dimana tempat yang dituju
berada pada posisi yang lebih rendah. Selain memanfaatkan gaya gravitasi,
perpindahan fluida cair juga dapat dilakukan dengan alat berupa pompa. Pompa
adalah suatu peralatan mekanik yang digerakkan oleh suatu sumber tenaga yang
digunakan untuk memindahkan fluida cair dari suau tempat ke tempat yang lain,
dimana fluida tersebut hanya mengalir apabila terdapat perbedaan tekanan. Pompa
juga didefinisikan sebagai alat untuk memindahkan energy dari motor menuju ke
tangki atau bejana yang memiliki tekanan yang lebih tinggi. Menurut Samsudin, dkk
(2008) pompa adalah mesin konversi energi yang digunakan untuk memindahkan
fluida dari suatu tempat yang rendah ketempat yang lebih tinggi, atau dari suatu
tempat yang bertekanan rendah ke tempat yang bertekanan lebih tinggi dengan
melewatkan fluida tersebut pada sistem perpipaan. Selain dapat memindahkan fluida,
pompa juga berfungsi untuk meningkatkan kecepatan, tekanan, dan ketinggian fluida.
Menurut Samsudin, dkk (2008) klasifikasi pompa dilihat berdasaran head atau
berdasarkan debit. Untuk positif displacement pump, yang diinginkan adalah debit
dan untuk dynamic pump, yang diinginkan adalah head.
Gambar 2.1 Klasifikasi Pompa

Possitive Displacement Pump

Pompa diklasifikasikan menjadi dua kategori utama yaitu rotodynamic pump


dan positive displacement pump. Pompa tipe rotodynamic atau sering disebut pompa
dinamik memiliki kemampuan memberikan energy (momentum) ke fluida yang
kemudian menyebabkan fluida dapat berpindah ke tempat yang telah ditentukan.
Pompa jenis turbin dan sentrifugal termasuk dalam kategori ini. Pompa jenis ini
sesuai diaplikasikan pada fluida yang memiliki viskositas rendah hingga sedang dan
membutuhkan head yang relative rendah. Selain itu, pompa dinamik umumnya
dioperasikan pada kapasitas yang cukup rendah.
Pompa positive displacement bekerja dengan memberikan gaya tertentu pada
volume fluida tetap dari sisi inlet menuju sisi outlet pompa. Contoh pompa yang
termasuk dalam kategori ini adalah reciprocating pump dan gear pump. Prinsip kerja
gear pump yaitu fluida memasuki tubuh pompa pada tekanan rendah = dan
dipindahkan ke sisi outlet pada tekanan yang lebih tinggi. Pompa jenis ini
menggunakan roda gigi berputar untuk membuat rongga atau ruang kemudian diisi
fluida dari bagian inlet pompa. Perputaran roda gigi memindahkan fluida yang berada
di dalam rumah pompa. Saat roda gigi menyatu, fluida dipaksa keluar melalui bagian
outlet pompa.

Gear pumps
Cara kerja pompa ini secara umum adalah pertama tekanan atmosfir dalam
tangki memaksa fluida masuk melalui port inlet dan masuk kedalam selah-selah roda
gigi yang berputar kearah luar.Gambar gear pump dapat dilihat pada gambar 2.2.
dibawah ini.

Gambar 2.2 Gear Pump a) Pompa roda gigi luar b) Pompa roda gigi dalam

Berdasarkan Hukum I Termodinamika, hubungan antara berbagai bentuk energi


yang diaplikasikan pada satuan massa fluida yang mengalir dalam hal ini adalah
pompa dapat dirumuskan sebagai berikut :
Wa adalah kerja aktual pompa per satuan massa fluida. Persamaan ini dapat
juga dinyatakan dalam bentuk head pompa, sehingga menjadi persamaan berikut ini

Apabila fluida masuk pada bagian inlet dan outlet memiliki luas area yang
sama maka laju alirnya akan sama, sehingga kecepatan fluida pada bagian inlet dan
outlet akan sama (v0 = v1). Jika posisi inlet dan outlet berada pada ketinggian yang
sama maka z0 = z1, maka persamaan (3) dapat direduksi menjadi :

Setiap pompa memiliki karakteristik yang berbeda-beda sesuai dengan fungsi


dan desain pembuatannya. Hal ini dipengaruhi oleh ukuran besar dan desain pompa,
ukuran dari diameter impeler, serta besar putaran operasionalnya. Kurva karakteristik
pompa biasa disebut juga kurva performansi, menggambarkan hubungan antara outlet
pressure, power input, kapasitas (flowrate), dan overall efficiency pada kecepatan
konstan. Kurva karakteristik gear pump dapat dilihat pada Gambar 2.1 berikut ini.
Gambar 2.3 Kurva Karakteristik Gear Pump

Gambar 2.3 menunjukkan penurunan laju alir akan menyebabkan kenaikan


outlet pressure. Kenaikan tekanan oleh gear pump umumnya dinyatakan dalam total
head aliran keluaran fluida. Daya yang diberikan ke fluida untuk menghasilkan total
head pada aliran discharge sebesar Q dapat dirumuskan sebagai berikut :

Efisiensi peralatan pompa terdiri dari efisiensi hidraulis dan efisiensi mekanis.
Efisiensi hidraulis dipengarui oleh adanya friksi yang terjadi di dalam pompa, secara
matematis dapat dirumuskan sebagai berikut :

Sedangkan efisiensi mekanis dipengaruhi adanya losses oleh bantalan poros,


sehingga dapat dirumuskan menjadi :
Daya yang disuplai oleh motor atau sering disebut input power (p0) dapat
dihitung apabila kecepatan putaran motor (n) dan torsi motor (T) telah diketahui.
Persamaan untuk mendefinisikan input power adalah sebagai berikut

2𝛱𝑛𝑇
𝑃0 = (8)
60

Dari persamaan (6) dan (7) maka dapat ditentukan nilai overall efficiency
yang didapatkan dari hubungan , yaitu

3. Variabel
a. Bukaan needle valve : Fully open – Fully closed
b. Pump Setting : 30% ; 50% ; 70%
4. PROSEDUR KERJA
a. Daftar Alat
1) Modul Peralatan FM52 Gear Pump Armfield 1 unit
2) PC 1 unit
3) Penggaris 1 buah
b. Daftar Bahan
Air Demineral
c. Skema Kerja

Periksa
Buka Software
Tutup valve ketersediaan Buka penuh Tekan tombol
FM52 Gear
fluida pada
drainase needle valve Pump pada power IFD7
tangki
desktop
penampung

Klik setup- Atur pump Periksa display Tunggu


Klik pump on
mode setting sensor, laju alir hingga
pada interface di interface
Manual-klik 30%;50%;70 flowrate
diagram diagram
OK % steady state

Tutup bukaan Tunggu


Ulangi hingga
Klik GO-klik needle valve hingga
Klik GO needle valve
Table secara flowrate
tertutup penuh
bertahap steady state

Tunggu
Buka needle Ulangi hingga
hingga Atur pump
valve secara Kik GO needle valve
flowrate setting 0%
bertahap terbuka penuh
steady state

Klik save AS-


Ms Excel
5. HASIL DAN PEMBAHASAN
a. Data Pengamatan

Tabel 5.1 Data hasil percobaan pump setting 30%

Tabel 5.2 Data hasil percobaan pump setting 50%


Tabel 5.3 Data hasil percobaan pump setting 70%
b. Data Perhitungan

Tabel 5.3 Data hasil perhitungan pump setting 30%

16
14
12
10
8 Input Power

6 Flowrate

4 Overall Efficiency

2
0
20 25 30 35
Outlet Pressure, P1

Gambar 5.1 Kurva karakteristik pompa pada pump setting 30% , buka
18
16
14
12
10
Input Power
8
Flowrate
6
Overall Efficiency
4
2
0
20 25 30 35
Outlet Pressure, P1

Gambar 5.2 Kurva karakteristik pompa pada pump setting 30% , tutup

Tabel 5.4 Data hasil perhitungan pump setting 50%


120

100

80

60 Input Power
Flowrate
40
Overall Efficiency
20

0
20 30 40 50 60
Outlet Pressure, P1

4.5
4
3.5
3
2.5
2 FLOWRATE
1.5 INPUT POWER
1
0.5
0
20 30 40 50 60
Outlet Pressure, P1

Gambar 5.3 Kurva karakteristik pompa pada pump setting 50% , tutup
200
180
160
140
120
Input Power
100
Flowrate
80
Overall Efficiency
60
40
20
0
20 30 40 50 60 70

4.5
4
3.5
3
2.5
2 FLOWRATE
1.5 INPUT POWER
1
0.5
0
20 30 40 50 60 70
Outlet Pressure, P1

Gambar 5.4 Kurva karakteristik pompa pada pump setting 50% , buka
Tabel 5.5 Data hasil perhitungan pump setting 70%

90
80
70
60
50
Input Power
40
Flowrate
30
Overall Efficiency
20
10
0
20 40 60 80 100
Outlet Pressure, P1

Gambar 5.5 Kurva karakteristik pompa pada pump setting 70% , tutup
90
80
70
60
50
Input Power
40
Flowrate
30
Overall Efficiency
20
10
0
20 40 60 80 100 120
Outlet Pressure, P1

Gambar 5.5 Kurva karakteristik pompa pada pump setting 70% , buka
c. Pembahasan
Bahas hasil percobaan dan hasil perhitungan dengan menjawab mengapa
hasil percobaan seperti itu, bandingkan dengan teori yang ada, cantumkan
pula referensinya (tidak boleh blogspot, wordpress, dan sejenisnya).
Bahas hasil percobaan dari setiap perubahan variabel. Pembahasan
mengaju pada modul dan atau Dosen Pengampu.
6. KESIMPULAN

Kesimpulan dibuat dengan mengaitkan pembahasan dengan tujuan.


Kesimpulan menjawab setiap tujuan, apakah tujuan percobaan tercapai atau
tidak tercapai.

7. DAFTAR PUSTAKA

Anis, Samsudin Dan Karnowo, 2008, Buku Ajar Dasar Pompa, PKUPT
UNNES, Universitas Negeri Semarang
8. LAMPIRAN

Contoh perhitungan (pada pump setting 30%) :

ρ WATER (literatur) [Kg/m3] diperoleh dari interpolasi Appendix A.2-3 Geankoplis


pada water temperatur, Tw
𝑋 − 𝑋1 𝑌 − 𝑌1
=
𝑋2 − 𝑋1 𝑌2 − 𝑌1
T (°C) ρ (Kg/m3)
25 997,08
28,0500 Y
30 995,68

28,0500 − 25 𝑦 − 997,08
=
30 − 25 995,68 − 997,08

y = 996,23 Kg/m3

Perhitungan Output Power

𝑃𝑜 = 𝜌𝑔𝑄𝐻

996,23 ×9,8 ×1,9805 ×2,1703


𝑃𝑜 = 60000

𝑃𝑜 = 0,6994 𝑊

Perhitungan Input Power

2𝛱𝑛𝑇
𝑃𝑒 =
60
2 ×3,14 × 540×0,1051
𝑃𝑒 = 60

= 5,9414 𝑊
Perhitungan Overall Efficiency

𝑃𝑜
𝐸𝑜 = × 100%
𝑃𝑒

0,6944
= × 100%
5,9414

= 11,7713%