Anda di halaman 1dari 3

Bab 6 Analisa titik impas, analisa sensitivitas, dan analisa resiko

1. Pendahuluan BAYU SUKMA ANGGARA


2. Analisa titik impas BAYU RAJINDRA
2.1. Analisa titik impas pada permasalahan produksi BAYU RAJINDRA
2.2. Analisa titik impas pada pemilihan alternatif investasi INDRA BERLIANA
2.3. Analisa titik impas pada keputusan jual-beli INDRA BERLIANA
3. Analisa sensitivitas ANDREW REINHARD T
4. analisa resiko ANDREW REINHARD T
4.1. Analisa resikocara menghitung nilai harapan dan ukuran pembayarannya ONE
OLIVIA ORLANDA
4.2. Tinjauan singkat distribusi probabilitas ONE OLIVIA ORLANDA

BAYU SUKMA ANGGARA 121140069

INDRA BERLIANA 121140087

ONE OLIVIA ORLANDA 121140099

BAYU RAJINDRA 121140100

ANDREW REINHARD T 121140119

6.2.2. Analisa titik impas pada pemilihan alternatif investasi

Setiap pemilhan alternatif-alternatif investasi akan mengakibatkan keputusan yang


berbeda apabila tingkat produksi atau tingkat utilitas dari investasi tersebut berbeda. Untuk
mendapatkan keputusan yang terbaik maka harus ditentukan suatu titik yang menyatakan
tingkat produksi suatu alternatif akan impas (sama baiknya) dengan suatu alternatif lainnya,
sehingga diketahui kapan suatu alternatif lebih baik atau lebih buruk dari alternatif lainnya.

6.2.3. Analisa titik impas pada keputusan jual-beli

Analisa titik impas dapat memberi tahu keputusan yang tepat untuk membeli atau membuta
suatu produk atau komponen. Contohnya apabila suatu perusahaan membutuhkan penyediaan
produk atau komponen dalam jumlah besar, maka akan lebih efisien apabila perusahaan
membuatnya sendiri. Sedangkan apabila suatu perusahaan membutuhkan komponen atau
produk dalam jumlah sedikit maka akan lebih baik jika membeli produk atau komponen
tersebut sehingga dapat mengurangi biaya tetap yang diperluakan untuk setiap unit yang dibuat.
Meskipun dalam membeli terdapat biaya tetap alam proses pemesanan, namun biasanya biaya
tetap pemesanan lebih rendah daripada biaya tetap dalam pembuatan produk.

Bab 7. Depresiaisi

1. Pendahuluan BAYU SUKMA ANGGARA


2. Akuntansi Depresiasi BAYU SUKMA ANGGARA
3. Dasar perhitungan depresiasi INDRA BERLIANA
4. Metode-metode depresiasi INDRA BERLIANA
4.1.Metode garis lurus INDRA BERLIANA
4.2.Metode jumlah digit tahunan ONE OLIVIA ORLANDA
4.3.Metode keseimbangan menurun ONE OLIVIA ORLANDA
4.4.Metode depresiasi sinking Fund ONE OLIVIA ORLANDA
4.5.Metode penggantian depresiasi ANDREW REINHARD T
4.6.Metode depresiasi unit produksi ANDREW REINHARD T
5. Perbandingan metode-metode depresiasi ANDREW REINHARD T
6. Depresiasi pada kelompok asset BAYU RAJINDRA
7. Deplesi BAYU RAJINDRA

3. Dasar Perhitungan depresiasi

Setiap pendapatan yang diperoleh akan dikenai pajak, kecuali terdapat beberapa pengeluaran
selama produksi, sehingga pajak yang harus dikenakan mengalami pemotongan. Disisi lain
terdapat pengeluaran tak langsung seperti pemakaian fasilitas dimana dinyatakan dalam
depresiasi. Untuk mengetahui nilai depresiasi diperlukan data-data seperti ongkos awal, umur
ekonomis, dan nilai sisa dari properti tersebut.

Nilai awal atau dasar depresiasi adalah harga awal dari suatu properti atau aset, terdiri dari
ongkos-ongkos yag diperlukan untuk menyiapkan aset atau properti tersebut sehingga bisa
dipakai. Nilai sisa adalah nilaiperkiraan suatu aset pada akhir umur depresiasinya.

5. Metode garis lurus


Metode depresiasi, didasarkan pada asumsi bahwa berkurangnya nilai suatu aset secara
linier (proporsional) terhadap waktu atau umur dari aset tersebut.metode ini cukup
banyak digunakan karena perhitungannya sangat sederhana. Metode SL dihitung
berdasarkan persamaan :
𝑃−𝑆
𝐷𝑡 =
𝑁
Dimana :
Dt : besarnya depresiasi pad atahun ke – t
P : ongkos awal dari aset yang bersangkutan
S : Nilai sisa dari aset tersebut
N : Masa pakai (umur) dari aset tersebut dinyatakan dalam tahun