Anda di halaman 1dari 7

JEE 6 (1) (2017) 29 - 35

Journal of Economic Education

http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jeec

Pengaruh Lingkungan Keluarga, Teman Sebaya, Pengendalian Diri


dan Literasi Keuangan Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa

Nurita Dewi, Rusdarti, St. Sunarto

Prodi Pendidikan Ekonomi, Pascasarjana Universitas Negeri Semarang, Indonesia.

Info Artikel Abstrak


________________ ___________________________________________________________________
Perilaku konsumtif adalah kegiatan konsumsi yang tidak didasarkan pada kebutuhan tetapi pada keinginan dan
Sejarah Artikel:
Diterima 12 Februari kepuasan semata. Perilaku konsumtif mulai muncul ketika terjadi perubahan pada pola perilaku konsumsi, yaitu
2017 menjadi perilaku konsumsi yang tidak rasional atau hanya karena faktor emosional. Secara teoritis perilaku
Disetujui 1 April 2017 konsumtif dipengaruhi oleh faktor budaya, social, pribadi dan psikologi. Tujuan penelitian adalah untuk
Dipublikasikan 2 Juni mengetahui pengaruh antara lingkungan keluarga, teman sebaya, pengendalian diri terhadap perilaku konsumtif
2017 baik secara langsung maupun tidak langsung melalui litearsi keuangan sebagai variabel intervening. Subjek
________________ penelitian ini adalah mahasiswa FEB Unisbank Semarang dengan sampel sebanyak 100 responden. Hasil
Keywords: penelitian menunjukkan (1) lingkungan keluarga berpengaruh negatif terhadap perilaku konsumtif sebesar 25,6%
Consumer Behavior; (2) Teman sebaya berpengaruh positif terhadap perilaku konsumtif sebesar 34,7% (3) Pengendalian diri
Family Environment; berpengaruh negatif terhadap perilaku konsumtif sebesar 16,1% (4) Pengaruh total lingkungan keluarga terhadap
Financial Literacy; perilaku konsumtif sebesar 0,85% (5) Pengaruh total teman sebaya terhadap perilaku konsumtif sebesar 17,94%
Peers; Self Control; (6) Pengaruh total pengendalian diri terhadap perilaku konsumtif sebesar -11,21% (7) Literasi keuangan
____________________ berpengaruh negatif terhadap perilaku konsumtif sebesar 31,3%.

Abstract
Consumer behavior is the consumption activities not based on need but on desire and satisfaction.
Consumer behavior began to appear when there is a change in behavior patterns of consumption, which
becomes irrational consumer behavior or simply because of emotional factors. Theoretically consumer behavior
is influenced by cultural, social, personal and psychological. The purpose of the research is to know the
influence of the family environment, peers, self-control toward consumer behaviour both directly and indirectly
through financial literacy as intervening variable. The subject of this study are students FEB Unisbank
Semarang with a sample of 100 respondents. The results showed (1) family environment negatively affect
consumer behavior of 25.6% (2) Peers positive influence on consumer behavior of 34.7% (3) Self-control
negatively affect consumer behavior of 16.1% (4) The influence of total family environment against consumer
behavior of 0.85% (5) The Influence of total peers against consumer behavior of 17.94% (6) The influence of
total Self-control against consumer behavior of -11.21% (7) Financial Literacy negatively effect to consumer
behavior of 31.3%.

© 2017 Universitas Negeri Semarang



Alamat korespondensi: p-ISSN 2301-7341
Kampus Unnes Kelud Utara III, Semarang, 50237, Indonesia.
e-ISSN 2502-4485
E-mail: nuritadewi65@yahoo.co.id

29
Nurita Dewi, dkk / Journal of Economic Education 6 (1) (2017) 29 - 35

PENDAHULUAN pribadi yaitu pengendalian diri dan subfaktor


psikologis dari literasi keuangan.
Konsumsi menjadi sebuah kewajiban karena Studi tentang keluarga dan hubungan
berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan mereka dengan pembelian dan konsumsi adalah
pokok, sedangkan perilaku konsumtif dapat penting, tetapi kerap diabaikan dalam analisis
diartikan sebagai pemenuhan kebutuhan untuk diri perilaku konsumen (Setiadi, 2008:271). Keluarga
sendiri secara berlebihan tanpa memandang merupakan tempat terjadinya proses sosialisasi
keadaan sekitar (Murisal, 2007). Semua kegiatan, yang akan menjadi pedoman bagi anak, maka
tindakan, serta proses psikologis yang terus seorang anak akan tumbuh dengan perilaku yang
mendorong seseorang untuk melakukan kegiatan baik pula di masyarakat, jika yang terjadi adalah
membeli, menggunakan, menghabiskan produk sebaliknya maka tidak jarang anak akan
dan jasa yang ada (Sumarwan, 2011). Perilaku berperilaku buruk kepada lingkungan masyarakat.
konsumtif seringkali dikaitkan dengan Teman sebaya merupakan kelompok anak-anak
kecenderungan belanja, karena berbelanja dapat dengan tingkat kedewasaan yang sama dan
dijadikan alternative untuk melepas penat dan menerapkan prinsip-prinsip hidup bersama serta
stress akibat aktivitas sehari-hari. Manusia yang saling memberikan pengaruh kepada anggota
konsumtif akan rela melakukan dan pengorbankan kelompok. Remaja sering dihadapkan pada
berbagai hal agar dapat memilikinya. Suminar penerimaan atau penolakan teman sebaya di
(2015) menemukan bahwa perilaku konsumtif dalam pergaulan. (Murisal, 2007:202)
merupakan perilaku mengkonsumsi barang dan menyimpulkan bahwa untuk menghindari
jasa yang mahal dengan intensitas yang terus penolakan teman sebaya, maka remaja cenderung
meningkat demi mendapatkan sesuatu yang lebih mengikuti hal-hal yang sama dengan kelompok
baru, lebih bagus dan lebih banyak serta melebihi sebaya agar diterima dengan baik di dalam
kebutuhan yang sebenarnya untuk menunjukkan kelompok sebaya. Salah satunya adalah dengan
status sosial, prestige, kekayaan dan keistimewaan, mengikuti pola hidup konsumtif dari kelompok
juga untuk mendapatkan kepuasan akan teman sebaya. Pengendalian diri dalam hal
kepemilikan. pengelolaan keuangan merupakan sebuah aktivitas
Teori perilaku konsumen dalam penelitian yang mendorong seseorang untuk melakukan
ini mengaplikasikan bahwa mahasiswa dalam penghematan dengan menurunkan pembelian
memilih, membeli, menggunakan barang dan jasa impulsive (Putra, dkk, 2012). Pengelolaan
harus berdasarkan kebutuhannya bukan keuangan pribadi juga menuntut adanya pola
berdasarkan pada keinginan. Hal ini jika hidup yang memiliki prioritas. Kedisiplinan yang
diterapkan akan mencegah mahasiswa berperilaku merupakan kesadaran diri untuk mematuhi aturan
konsumtif. Kebanyakan teori awal mengenai serta kemampuan diri untuk menyesuaikan dirinya
perilaku konsumen didasarkan pada teori dengan perubahan, maka secara eksplisit telah
ekonomi, dengan pendapat bahwa individu menyentuh kontrol diri (self control). Literasi
bertindak secara rasional untuk memaksimumkan keuangan menurut Program International for
keuntungan (kepuasan) mereka dalam membeli Student Assesment (PISA, 2012) adalah
barang dan jasa. Kotler dan Keller (2009) pengetahuan dan pemahaman terhadap konsep
mangatakan bahwa Perilaku pembelian konsumen keuangan dan resiko, keahlian, motivasi dan
dipengaruhi oleh faktor budaya, social, pribadi dan kepercayaan diri untuk menerapkan pengetahuan
Faktor psikologi. Keempat faktor tersebut dan pemahaman untuk membuat keputusan atas
merupakan faktor yang mempengaruhi konsumen berbagai aspek keuangan, untuk memperbaiki
dalam perilaku membeli atau dalam melakukan kesejahteraan financial seseorang atau kelompok
keputusan pembelian, tetapi ada sub faktor yang dan untuk ikut serta dalam kegiatan ekonomi.
mempunyai peran penting dalam perilaku Literasi keuangan akan membantu individu
konsumen yaitu sub faktor social yaitu dari menjadi konsumen yang lebih baik, kritis
lingkungan keluarga dan teman sebaya, sub faktor melihat kualitas, harga dan pelayanan dari
suatu produk. Literasi keuangan sebenarnya
30
Nurita Dewi, dkk / Journal of Economic Education 6 (1) (2017) 29 - 35

sudah diajarkan oleh orang tua, sekolah dan persentase 46%. Kebutuhan makan, minum,
lingkungan sekitar baik secara langsung maupun tabungan mempunyai persentase sebesar 20%.
tidak langsung, seperti pembelajaran untuk Kebutuhan transport memiliki persentase sebesar
menabung, mengurangi jajan, menghitung bunga 20%. Namun, untuk kebutuhan belajar seperti
tabungan, dan sebagainya. membeli buku, mengikuti seminar, print dan
Unisbank Semarang sebagai entrepreneurial fotocopy memiliki persentase sebesar 14%. Dari
university berinisiatif mengajak jiwa muda yang data diatas dapat disimpulkan bahwa anggaran
mempunyai semangat dan kreatifitas untuk mahasiswa dalam kebutuhan belajar untuk kuliah
mengembangkan potensi yang ada di dalam diri. lebih kecil dibandingkan dengan kebutuhan non
Sehingga diharapkan mahasiswa FEB dapat makanan, makan dan transport. Hal ini
memiliki perilaku yang lebih rasional dan matang mengindikasikan keadaan perilaku konsumtif
dalam melakukan tindakan ekonomi, seperti sehingga menarik untuk diteliti. Padahal
mengalokasikan sumber daya dengan cerdas dan kebutuhan belajar yang lebih penting untuk
mempertimbangkan biaya/manfaat dari suatu menunjang karirnya merupakan investasi untuk
barang. Ini terlihat pada kebanyakan mahasiswa masa depannya. Fenomena ini membuat
FEB yang sudah mendapatkan pengetahuan dari mahasiswa tidak rasional dalam pembeliannya,
pembelajaran mata kuliah ekonomi, akuntansi, sehingga mengarah ke pembelian konsumtif. Oleh
manajemen, tapi pada kenyataanya mahasiswa karena itu tujuan penelitian untuk mengetahui
belum dapat bersikap rasional, karena semakin pengaruh lingkungan keluarga, teman sebaya,
modernnya zaman, canggihnya alat komunikasi, pengandalian diri terhadap perilaku konsumtif
fashion dengan gaya hidup mahasiswa yang bebas melalui literasi keuangan secara langsung maupun
menjadikan mereka kurang dapat mengatur tidak langsung.
keuangannya. Oleh karena itu, mahasiswa
memerlukan pemahaman keuangan sebagai bekal METODE
dalam pengelolaan keuangan serta pengambilan
keputusan keuangan di masa kini maupun di masa Penelitian ini merupakan pendekatan
depan demi keberlangsungan hidupnya. kuantitatif yang bersifat menguji hipotesis dari
Fenomena yang juga didukung dengan data suatu teori yang telah ada. Populasi dalam
perilaku konsumtif oleh 30 mahasiswa FEB penelitian ini adalah mahasiswa FEB Semarang
Unisbank Semarang mahasiswa dalam melakukan yang masih aktif dalam perkualiahan dengan
pembelian dan konsumsi barang ingin sekali jumlah populasi sebanyak 1741 mahasiswa.
berbeda dengan orang lain dengan kriteria selalu Pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin
53%, sering 23%, jarang 13% dan tidak pernah dalam Riduwan (2011) sehingga jumlah sampel
10%, sedangkan membeli atau mengkonsumsi diperoleh sebanyak 100 mahasiswa. Sumber data
barang demi menjaga penampilan diri dan gengsi penelitian ini menggunakan kuesioner dengan
dengan kriteria selalu 33%, sering sebesar 50%, teknik pengambilan sampelnya adalah
jarang 10% dan tidak pernah 7%. Mahasiswa juga proportional stratified random sampling.
membeli atau mengkonsumsi barang tanpa Penelitian menggunakan analisis deskriptif dan
mempertimbangkan harga dengan kriteria selalu melakukan uji asumsi klasik serta menggunakan
37%, sering 27%, jarang 13% dan tidak pernah analisis jalur (path analysis). Hasil uji normalitas
23%. Hal inilah kurangnya pengendalian diri pada dengan perhitungan kolmogorof-smirnof
mahasiswa hanya ikut-ikutan teman saja untuk didapatkan nilai signifikansi diatas 0,05. Hal ini
menghindari gengsi dan lemahnya literasi berarti bahwa data residual berdistribusi normal.
keuangan mahasiswa untuk berpikir rasional Hasil uji multikolonieritas nilai toleransinya > 0.10
dalam memanfaatkan penggunaan uang sakunya. dan nilai VIF masing-masing variabel bebas < 10,
Berdasarkan persentase alokasi pengeluaran maka tidak mengandung multikolonieritas dan
mahasiswa FEB Unisbank untuk kebutuhan lain- model regresi tidak mengandung
lain yang berkaitan dengan shopping, jalan-jalan heterokedastisitas.
memperoleh persentase yang paling tinggi dengan
31
Nurita Dewi, dkk / Journal of Economic Education 6 (1) (2017) 29 - 35

HASIL DAN PEMBAHASAN

Tabe l . Hasil Analisis Regresi Berganda I dengan


Literasi Keuangan sebagai
Variabel Terikat
Variabel Stand. t hit. Sig. Adj.
Beta R

Square
Lingkungan 0,182 2,034 0,045
Keluarga
Teman Sebaya -0,190 -2,231 0,028 0,395
Pengenda- lian
Diri 0,442 4,991 0,000 Pengaruh Lingkungan Keluarga terhadap
Sumber: Data Primer diolah (2016) Perilaku Konsumtif
Pengaruh lingkungan keluarga terhadap
Sehingga didapat persamaan regresi : perilaku konsumtif membuktikan kebenaran teori
X4 = 0,182X1 - 0,190 X2 + 0,442X3 + perilaku konsumen Assael (1992) yang
0,777 menjelaskan bahwa faktor lingkungan
mempengaruhi konsumen dalam melakukan suatu
Tabe 2. Hasil Analisis Regresi Berganda II dengan keputusan pembelian perilaku konsumtif karena
Perilaku Konsumtif sebagai pilihan konsumen terhadap barang dan jasa
Variabel Terikat dipengaruhi oleh lingkungan yang mengitarinya.
Variabel Stand. t hit. F Adj. R Kotler (2009) pengaruh yang lebih langsung
Beta hit. Sig. Square
terhadap perilaku perilaku pembelian setiap hari
Lingk. -0,256 -3,665 0,000
adalah keluarga prokeasi (family of procreation)
Keluarga
Teman 0,347 5,191 0,000
yaitu pasangan dan anak-anak. Hasil penelitian
Sebaya menunjukan koefisien variabel lingkungan
Pengen- -0,161 -2,124 46,19 0,036 0,646 keluarga bertanda negatif dengan nilai t hitung
dalian sebesar 3,665 pada tingkat signifikansi 0,000 <
Diri 0,05. Selanjutnya koefisien regresi sebesar 0,256
Literasi -0,313 -4,014 0,000 atau 25,6% menyatakan bahwa semakin rendah
Keu. lingkungan keluarga maka akan semakin tinggi
Sumber: Data Primer diolah (2016) perilaku konsumtif, berarti H1 di terima.. Hal ini
membuktikan orang tua berperan penting dalam
Sehingga didapat persamaan regresi : memberikan perhatian terhadap anak dan mereka
Y1 = - 0,256 X1 + 0,347 X2 – 0,161X3 – menjaga masalah gaya hidup anak yang baik akan
0,313X4 + 0,594 memberikan panutan bagi anak mereka nanti
untuk mengurangi perilaku konsumtifnya, tapi jika
semakin rendah lingkungan keluarga maka akan
semakin tinggi perilaku konsumtifnya. Hasil
penelitian ini menguatkan hasil penelitian
Purwanti (2011) yang menemukan bahwa ada
pengaruh status social ekonomi orang tua dan
persepsi siswa atas lingkungannya terhadap
perilaku konsumsi.

32
Nurita Dewi, dkk / Journal of Economic Education 6 (1) (2017) 29 - 35

Pengaruh Teman Sebaya Terhadap Perilaku rendah perilaku konsumtif, berarti H3 di terima.
Konsumtif Besar pengaruh pengendalian diri yang sangat
Sumarwan (2014) Teman dan sahabat bagi rendah maka akan mendorong perilaku konsumtif
seorang konsumen akan memenuhi beberapa mahasiswa yang semakin mengarah kearah
kebutuhan konsumen: kebutuhan akan pemborosan. Hasil penelitian ini menguatkan hasil
kebersamaan, kebutuhan rasa aman, kebutuhan penelitian Chita, R. C. M, dkk (2015) menyatakan
untuk mendiskusikan berbagai masalah ketika bahwa terdapat hubungan antara self control
konsumen merasa enggan untuk dengan perilaku konsumtif. Hasil penelitian yang
membicarakannya dengan orang tua atau saudara sama Anggraini, dkk (2014) menyatakan bahwa
kandung. Hasil penelitian diketahui bahwa ada hubungan negatif antara kontrol diri dengan
variabel teman sebaya bertanda positif dengan perilaku konsumtif mahasiswi Universitas Esa
nilai t hitung sebesar 5,191 pada tingkat Unggul.
signifikansi 0,000 < 0,05. Selanjutnya diperoleh
koefisien regresi sebesar 0,347 atau 34,7% Pengaruh Lingkungan Keluarga terhadap
menyatakan bahwa semakin tinggi pengaruh Perilaku Konsumtif Melalui Literasi Keuangan
teman sebaya maka akan semakin tinggi perilaku Keluarga merupakan lembaga pendidikan
konsumtif, berarti H2 di terima. Besar pengaruh yang pertama dan utama (Slameto; 2010). Dalam
yang sangat tinggi maka akan mendorong perilaku proses pengajaran literasi keuangan, dari lahir
konsumtif mahasiswa yang semakin mengarah sampai dewasa anak melihat dan meniru perilaku
kearah pemborosan. Hasil penelitian ini orang tua mereka. Suryani (2013) keluarga
menguatkan hasil penelitian Andin (2016) yang berperan penting dalam mempengaruhi perilaku
menjelaskan bahwa ada hubungan positif dan konsumen. Konsumen sebagai anggota keluarga
signifikan antara interaksi teman sebaya dengan sering berinteraksi dengan anggota keluarga yang
perilaku konsumtif. Sejalan dengan penelitian lain sehingga, perilakunya secara tidak langsung
Hidayatun (2015) menemukan bahwa ada merupakan hasil interaksi tersebut. Hasil
pengaruh positif dan signifikan antara dukungan pengolahan dan pengujian uji jalur menyatakan
teman sebaya terhadap perilaku konsumtif remaja. bahwa tidak ada pengaruh variabel lingkungan
keluarga terhadap perilaku konsumtif melalui
Pengaruh Pengendalian Diri Terhadap Perilaku literasi keuangan berdasarkan perhitungan
Konsumtif pengaruh total effect sebesar 0,85% < pengaruh
Pengaruh pengendalian diri terhadap langsung 6,55% berarti bahwa H4 ditolak.
perilaku konsumtif membuktikan kebenaran Pengaruh langsung lingkungan keluarga
menurut Syamsul (2010) kontrol diri merupakan menunjukkan rendahnya lingkungan keluarga
kemampuan individu untuk mengendalikan terhadap perilaku konsumtif maka mengakibatkan
dorongan-dorongan, baik dari dalam diri maupun semakin tinggi perilaku konsumtif. Pengaruh tidak
dari luar diri individu. Nofsinger (2005) langsung literasi keuangan menunjukkan hasilnya
menjelaskan bahwa seseorang mengontrol yang semakin menurun, sehingga keteladanan dan
pengeluarannya dengan melawan keinginan atau pembiasaan dalam keseharian orang tua serta
dorongan untuk membelanjakan uang secara intensitas komunikasi antara anak dengan orang
berlebihan atau dengan kata lain membelanjakan tua dalam kehidupan keluarga memiliki peranan
uang berdasarkan keinginan bukan kebutuhan, penting dalam mengajarkan pendidikan keuangan
sehingga pengendalian diri berhubungan dengan di keluarga dalam hal pengelolaan keuangan.
perilaku konsumtif secara lebih baik. Hasil Hasil penelitian Suparti (2016) menyimpulkan
penelitian diketahui bahwa variabel pengendalian bahwa literasi keuangan merupakan determinan
diri bertanda negatif dengan nilai t hitung 2,124 perilaku konsumtif ibu rumah tangga. Hasil
tingkat signifikansi 0,036 < 0,05. Selanjutnya penelitian lainnya oleh Jorgensen
diperoleh koefisien regresi sebesar 0,161 atau (2007) menjelaskan bahwa siswa yang belajar
16,1% menyatakan bahwa semakin rendah banyak tentang mengelola keuangan pada orang
pengaruh pengendalian diri maka akan semakin tua mereka memiliki pengetahuan keuangan yang
33
Nurita Dewi, dkk / Journal of Economic Education 6 (1) (2017) 29 - 35

lebih tinggi dari pada siswa yang tidak belajar dan pengujian menunjukkan bahwa tidak ada
tentang mengelola keuangan pada orang tua pengaruh variabel pengendalian diri terhadap
mereka. perilaku konsumtif melalui literasi keuangan
berdasarkan perhitungan pengaruh total effect
Pengaruh Teman Sebaya Terhadap Perilaku sebesar 11,21% < pengaruh langsung berarti
Konsumtif Melalui Literasi Keuangan bahwa H6 ditolak. Hendaknya mahasiswa mampu
Kelompok acuan adalah individu atau mengontrol diri agar tidak berlebihan dalam
kelompok yang dijadikan rujukan yang berkonsumsi menghindari dari berbagai godaan
mempunyai pengaruh nyata bagi individu Suryani buruk untuk dirinya sendiri. Nuraeni (2015)
(2013). Perilaku konsumsi dan pengambilan menemukan bahwa terdapat pengaruh negatif dan
keputusan konsumen sering dipengaruhi melalui signifikan kontrol diri terhadap perilaku pembelian
interaksi kelompok sebaya. Myers (2010) impulsif untuk produk fashion.
menyebutkan kelompok teman sebaya adalah dua
orang atau lebih yang memiliki usia sama yang Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap
berinteraksi dalam waktu yang lama dan Perilaku Konsumtif
mempengaruhi satu sama lain serta saling merasa PISA (2012) menyatakan, financial literasi
satu sama lain sebagai kita. Hasil penelitian dapat mendorong perubahan perilaku sesorang ke
menunjukkan uji jalur menyatakan bahwa ada arah yang lebih positif dalam membelanjakan
pengaruh variabel teman sebaya terhadap perilaku uangnya. Dengan demikian, seseorang yang
konsumtif melalui literasi keuangan berdasarkan memiliki pengelolaan keuangan yang bagus akan
perhitungan pengaruh total effect sebesar 17,94% membatasi diri berhutang untuk kepentingan
> pengaruh langsung 12% hal ini berarti bahwa H5 konsumtif dan menyimpan uangnya untuk
diterima. Teman sebaya sebagai kelompok yang kesejahteraan yang lebih baik. Hasil pengolahan
lebih memberikan pengaruh dalam cara dan pengujian menunjukkan bahwa literasi
berpakaian, hobi, perkumpulan (club) dan keuangan bertanda negatif dengan nilai t hitung
kegiatan-kegiatan sosial lainnya. Mahasiswa FEB 4,014 tingkat signifikansi 0,000<0,05. Selanjutnya
Unisbank Semarang dihadapkan pada penerimaan diperoleh koefisien regresi sebesar 0,313 atau
atau penolakan teman sebaya di dalam pergaulan. 31,3% menyatakan bahwa semakin rendah
Untuk menghindari penolakan teman sebaya pengaruh literasi keuangan maka akan semakin
maka mahasiswa cenderung mengikuti hal-hal tinggi perilaku konsumtif, berarti H7 di terima.
yang sama dengan kelompok sebaya agar diterima Hal ini sesuai dengan temuan Imawati, dkk (2013)
dengan baik di dalam kelompok sebayanya. Hasil menjelaskan bahwa financial literacy memiliki
Imawati, dkk (2013) menjelaskan bahwa pengaruh negatif terhadap perilaku konsumtif
kelompok pertemanan seseorang akan siswa. Harli, dkk (2015) menyimpulkan financial
mempengaruhi financial literacy seseorang, literacy dan usia berpengaruh negatif signifikan
mempengaruhi pola konsumsi dan penggunaan terhadap perilaku konsumtif pada mahasiswa
dari uang yang ada. Fakultas Ekonomi dan mahasiswa non Fakultas
Ekonomi.
Pengaruh Pengendalian Diri Terhadap Perilaku
Konsumtif Melalui Literasi Keuangan SIMPULAN
Pengendalian diri dalam hal pengelolaan
keuangan merupakan sebuah aktivitas yang Ada pengaruh negatif dan signifikan
mendorong seseorang untuk melakukan lingkungan keluarga terhadap perilaku konsumtif
penghematan dengan menurunkan perilaku pada mahasiswa FEB Unisbank Semarang artinya
konsumtif. Putra, dkk (2012) menjelaskan bahwa semakin rendah lingkungan keluarga maka akan
self control dalam hal pengelolaan keuangan semakin tinggi perilaku konsumtifnya.
merupakan sebuah aktifitas yang mendorong Ada pengaruh positif dan signifikan teman
untuk melakukan penghematan dengan sebaya terhadap perilaku konsumtif pada
menurunkan pembelian impusif. Hasil pengolahan mahasiswa FEB Unisbank Semarang artinya
34
Nurita Dewi, dkk / Journal of Economic Education 6 (1) (2017) 29 - 35

semakin tinggi pengaruh teman sebaya maka Pelajaran 2014/2015”. E-Jurnal Bimbingan
semakin tinggi pula perilaku konsumtifnya. dan Konseling Edisi 10 Tahun 2015.
Ada pengaruh negatif dan signifikan literasi Imawati, I., Susilaningsih, & Elvia, I. 2013.
keuangan terhadap perilaku konsumtif pada ”Pengaruh Financial Literacy terhadap
mahasiswa FEB Unisbank Semarang artinya Perilaku Konsumtif Remaja pada Program
semakin tinggi literasi keuangan mahasiswa FEB IPS SMA Negeri 1 Surakarta Tahun Ajaran
Unisbank Semarang maka semakin rendah 2012/2013”. Jupe UNS, Vol 2 No. 1 Hal.
perilaku konsumtifnya. 48 s/d 58.
http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/ekonomi/
DAFTAR PUSTAKA article/viewFile/2684/187 (diunduh 2 April
2016).
Andin. 2016. Hubungan Interaksi Teman Sebaya Putra, A., Handayani, S., & Pambudi, A. 2012.
Dengan Perilaku Konsumtif Pda Siswa Perilaku Pengendalian Diri Pada Perilaku
Kelas XI Di SMA N 6 Yogyakarta. Manajemen Keuangan Personal
Universitas Negeri Yogyakarta. Berdasarkan Pada Teori Planned Behavior
Chita, R. C. M., Lydia, D., & Cicilia, P. 2015. Menggunakan Pendekatan Partial Least
“Hubungan Antara Self-Control dengan Square. Fakultas Ekonomi Universitas Esa
Perilaku Konsumtif Online Shopping Unggul.
Produk Fashion Pada Mahasiswa Fakultas Setiadi, N, J. 2008. Perilaku Konsumen Konsep
Kedokteran Universitas SAM Ratulangi dan Implikasi Untuk Strategi dan Penelitian
Angkatan 2011”. Jurnal e-Biomedik (eBm), Pemasaran. Jakarta: Kencana.
Vol. 3, No. 1, Januari – April 2015. Sumarwan, U. 2011. Perilaku Konsumen Teori
Harli, F. C., Linawati, N. & Memarista, G. 2015. Dan Penerapannya Dalam Pemasaran Edisi
“Pengaruh Financial Literacy dan Faktor 2. Bogor:Graha.
Sosiodemografi Terhadap Perilaku Suminar, E. & Meiyuntari, T. 2015. “Konsep Diri,
Konsumtif”. Jurnal Fakultas Ekonomi. Konformitas dan Perilaku Konsumtif pada
Universitas Kristen Petra. Finesta Vol. 3, Remaja”. Persona, Jurnal Psikologi
No. 1, (2015) 58-62. Indonesia. Mei 2015, Vol. 4, No. 02, hal
Hidayatun, U. 2015. “Pengaruh Intensitas 145-152. Universitas 17 Agustus 1945
Penggunaan Media Sosial dan Dukungan Surabaya.
dengan Teman Sebaya Terhadap Perilaku Syamsul, B.T. 2010. Psikologi Pendidikan Berbasis
Konsumtif Pada Siswa Kelas XI SMA Analisis Empiris Aplikatif. Jakarta:
Muhammadiyah 3 Yogyakarta Tahun Kencana.

35