Anda di halaman 1dari 4

1.

Seorang pengendara yang sedang menyetir mobil ditabrak dari belakang oleh truk dengan
kecepatan yang tinggi. Kemungkinan cidera yang dialami oleh pengendara mobil adalah (fraktur
servikal)
2. Seorang pasien laki-laki 45 tahun di rawat di ICCU dengan Sindrom Koroner Akut (SKA). Pada
saat perawat melakukan observasi TTV, pasien tiba-tiba mengeluh nyeri dada dan kemudian
mengalami henti jantung. Perawat akan melakukan RJP namun keluarga keberatan dan
menolak tindakan tersebut dilakukan meskipun sudah diberikan penjelasan, dengan alasan
supaya pasien bisa meninggal dengan tenang. Apakah dilema etik yang dialami oleh perawat
(autonomi dan beneficence)
3. Seorang laki-laki berusia 50 tahun diantar keluarga ke IGD karena mengeluh nyeri dada kiri
yang menyebar ke leher dan lengan dialami sejak 3 jam yang lalu. Pada pengkajian diperoleh
skala nyeri 7, akral dingin, CRT 4 menit, TD 150/90 mmHg, nadi 100 x/menit, suhu 37.5oC,
pernafasan 28 x/menit. Hasil perekaman EKG menunjukkan ST depresi pada lead V1 dan V2.
Apakah masalah keperawatan prioritas pasien tersebut (nyeri akut)
4. Seorang laki-laki berusia 50 tahun diantar keluarga ke IGD karena mengeluh nyeri dada kiri
yang menyebar ke leher dan lengan dialami sejak 3 jam yang lalu. Pada pengkajian diperoleh
skala nyeri 7, akral dingin, CRT 4 menit, TD 150/90 mmHg, nadi 100 x/menit, suhu 37.5oC,
pernafasan 28 x/menit. Hasil perekaman EKG menunjukkan ST depresi pada lead V1 dan V2.
Apakah masalah keperawatan utama pasien tersebut (penurunan curah jantung)
5. Seorang laki-laki berusia 25 tahun masuk IGD setelah mengalami kecelakaan lalu lintas.
Tampak deformitas pada iga. Pemeriksaan fisik didapatkan frekuensi nadi 95 x/menit, frekuensi
napas 20 x/menit, tekanan darah 100/70 mmHg, CRT<2detik, produksi urine 40 mL/jam , dan
merasa haus, BB 60 kg Dari kasus diatas klas syok yang dialami oleh pasien tersebut adalah
(kelas 1)
6. Seorang perawat yang melakukan visite keperawatan menemukan pasien dalam kondisi tidak
sadar serta tidak berespon terhadap suara dan nyeri. Monitoring EKG menunjukkan pasien
mengalami Pulseless Electrical Activity (PEA). Apakah prioritas tindakan yang harus dilakukan
perawat (melakukan resusitasi jantung)
7. Seorang laki-laki berusia 30 tahun masuk IGD setelah mengalami kecelakaan lalu lintas.
Tampak deformitas pada femur dextra dan pelvis. Pemeriksaan fisik didapatkan frekuensi nadi
145 x/menit, frekuensi napas 36 x/menit, tekanan darah 90/65 mmHg, CRT tidak terdeteksi,
produksi urine 10 mL/jam ekstremitas pucat, gelisah dan kesadaran menurun, BB 60 kg
Apakah maslah keperawatan pasien diatas (perfusi jaringan tidak efektif)
8. seorang laki-laki (28 tahun) dilarikan ke IGD RS pasca kecelakaan bermotor. Hasil pengkajian :
tidak ada sumbatan jalan napas, neck collar telah terpasang dan frekuensi napas 40x/menit.
Apakah tindakan selanjutnya yang tepat dilakukan perawat (mengevaluasi penyebab
kemungkinan terjadinya masalah pernapasan)
9. Seorang wanita 25 tahun tertembak di bagian dada. Hasil pemeriksaan fisik ditemukan pasien
mengalami dyspnea, sianosis, dan terdengar suara menghisap pada saat inspirasi.
Apakah tindakan life saving pada pasien tersebut (kasa 3 sisi)
10. Seorang laki-laki usia 38 Tahun dibawa ke IGD. Hasil pemeriksaan fisik ditemukan N : 105 x/m,
RR : 28 x/m, TD : 80/60, distensi vena leher, dan suara jantung melemah.
Apakah diagnosa pada pasien tersebut ( temponade jantung)
11. Seorang pasien berumur 29 tahun mengalami kebakaran 1 jam yang lalu sebelum tiba di rumah
sakit. Pasien mengalami luka bakar di seluruh tangan kanan, kaki kanan dari bokong hingga
lutut dan genitalia pasien. BB 65 kg Berapa jumlah cairan yang diberikan pada 8 jam pertama
(180tts/mnt)
12. Seorang laki-laki ditemukan tergeletak mengalami kecelakaan tabrakan mobil dengan riwayat
benturan keras pada dada, setelah dilakukan pengkajian pasien bernafas dengan frekuensi 30
x/menit pengembangan dada tidak maksimal dan tidak simetris, terdapat tanda memar dan luka
pada dada sebelah kanan, perkusi paru kanan hiper resonan, distensi vena jugular.
Manakah kemungkinan masalah utama yang dialami pasien (pneumotorak)
13. Seorang petugas triase bencana menemukan korban trauma dengan kondisi masih sadar,
pernafasan 22 x/menit dan nadi 96 x/menit. Korban mengeluh tidak bisa menggerakkan
extremitas bagian bawahnya. Korban dicurigai mengalami cedera tulang belakang.
Apakah alat mobilisasi yang paling sesuai untuk mengevakuasi korban tersebut (long spine
board)
14. Batita perempuan berusia 3 tahun dibawa ibunya ke IGD dengan BAB cair 10 kali sehari.
Hasil pengkajian menunjukkan adanya dehidrasi berat . Pasien telah diberikan terapi
intravena 30 menit pertama pertama dengan 500 ml Ringer laktat. Perawat melakukan
evaluasi dengan mengkaji mata cekung, cubitan kulit perut Apakah evaluasi lainnya yang perlu
dikaji (nadi teraba)
15. Seorang laki-laki usia 30 tahun dilaporkan mengalami serangan jantung di sebuah taman pada
saat sedang berolah raga. Di tempat kejadian dilakukan CPR oleh orang awam. Dan salah satu
orang disana menelepon rumah sakit untuk meminta bantuan. Manakah langkah selanjutnya
yang anda harus lakukan sebagai perawat ambulan yang tiba dilokasi kejadian (memasang
AED)
16. Seorang perempuan (45 tahun) dilarikan ke IGD dengan paralisis ekstrimitas kiri atas dan
bawah. hasil pengkajian : GCS 12, tekanan darah 100/60 mm g, frekuensi nadi 62x/menit,
terpasang IV line dan kateter. Saat melakukan inisial assesment, pasien tiba-tiba terlihat tidak
bernapas. Apakah tindakan yang tepat dilakukan oleh perawat (cek kesadaran pasien)
17. Seorang anak berusia 30 bulan masuk ke UGD mengalami kejang demam. Kejang dirumah 1
kali, ketika di UGD anak kembali kejang. Pengkajian TTV diperoleh hasil S 40°C, N 100x/menit,
RR 18x/menit, GCS E2,M2,V2 Pertanyaan soal Apakah tindakan keperawatan prioritas pada
anak tersebut (bebaskan jalan nafas)
18. Seorang laki-laki, 45 tahun diantar ke UGD oleh keluarga dengan keluhan sesak nafas dan
penurunan kesadaran yang dialami sejak 3 jam yang lalu. Riwayat terdiagnosa pericarditis sejak
2 bulan. Hasil pengkajian: nadi karotis paradoksikal (hilang saat inspirasi), distensi vena jugular,
auskultasi bunyi jantung menjauh dan melemah, akral dingin, TD 90/50 mmHg, Frekuensi nadi
108 x/menit, Frek. Pernafasan 28 x/menit dan suhu 37,5oC. Pasien dicurigai mengalami
tamponade jantung. Apakah masalah keperawatan prioritas pasien tersebut (penurunan out put
kardiak)
19. Seorang laki-laki berusia 39 tahun datang ke IGD dengan keluarganya setelah terjatuh
dari motor dan mengalami cedera di kepala. Pasien terlihat gelisah. Dari hasil
pengkajian didapatkan nilai GCS : 4 dengan E : 1, V : 1, M : 2; tekanan darah 100/75
mmHg, nadi 75 x/menit, suhu 37,3 0C dan pernapasan 25 x/menit.. Apakah masalah
keperawatan utama pada pasien tersebut (gangguan perfusi jaringan serebral)
20. Seorang laki-laki usia 43 tahun dibawa ke IGD. Hasil pemeriksaan didapatkan fraktur pada coste
2,3, dan 4. Apakah tindakan life saving pada pasien tersebut (beri oksigen dan obat analgetik)
21. Seorang laki-laki (50 tahun) dibawa ke IGD karena cedera akibat tawuran. Hasil pengkajian :
kondisi umum pasien tampak lemah, denyut nadi teraba lemah, ada luka tusuk pada dada kiri
yang mengeluarkan banyak darah. Pasien dicurigai mengalami hematothoraks masif dengan
luka tembus paru. Apakah tindakan utama yang tepat dilakukan perawat (berikan osksigen, atasi
perdarahan segera dan siapkan tindakan kaloborasi untuk menggunakan chust tube)
22. seorang pasien menunjukan tanda dan gejala sebagai berikut: dyspnea, edema, hepatomegaly,
crackles, and distensi vena jungglaris. manakah dugaan perawat yang paling tepat mengenai
kondisi pasien (heart failure)
23. manakah obat berikut yang tidak dapat diberikan melalui endotracheal
(ET) tube (sodium bicarbonate)
24. Seorang laki-laki usia 38 Tahun dibawa ke IGD. Hasil pemeriksaan fisik ditemukan N : 105 x/m,
RR : 28 x/m, TD : 80/60, distensi vena leher, dan suara jantung melemah.
Apakah tindakan penyelamatan pasien pada kasus di atas (perikardiosintesis)
25. seorang perawat telah memberikan synchronized cardioversion kaepada pasien symptomatic
dengan supraventricular tachycardia. kemudian kodisi pasien berubah menjadi ventricular
tachycardia tanpa nadi . apakah tindakan segera yang harus dilakukan peawat (defifrasi dengan
200 joule)
26. Seorang laki-laki 40 tahun BB : 70 kgdibawa ke UGD setelah mengalami kecelakaan lalu lintas
dengan kondisi fraktur pada bagian femur dan pelvis. Pasien diperkirakan kehilangan darah
sebesar 1800 cc. Hasil pemeriksaan didapatkan N : 120 x/m, TD : 70/60 mmHg, RR : 34 x/m,
urine output : 10 cc/kgBB/jam. Apakah kriteria keberhasilan resusitasi pada pasien tersebut
(MAP 750 mmhg)
27. seorang pasien yang sedang mengalami ventricular fibrillation tidak memberikan respon
terhadap tindakan standar seperti—defibrillation, (Adrenalin),and lidocaine (Xylocaine). manakah
kondisi dibawah ini yang dapat brpotensi menyebabkan reversible ventricular fibrillation
(hipotermia)
28. A client has the following symptoms: dyspnea,dependent edema, hepatomegaly, crackles, and
distended jugular veins. The nurse should suspect whichcondition (heart failure)
29. Seorang perempuan (22 tahun) dibawa ke IGD pasca kecelakaan bermotor. Hasil pengkajian :
nadi teraba lemah, frekuensi nadi 120x/menit, akral teraba dingin, suhu 36,4 C, sianosis di ujung
jari dan bibir. Klien mengalami penurunan kesadaran dengan GCS 12 dan tampak fraktur femur
yang telah dibidai. Apakah tindakan yang tepat dilakukan perawat (berikan cairan kristorid suhu
hanga, 2 jalur intravena, guyur)
30. What’s the purpose of defibrillation (tp jump star the heart)
31. An adult weighing 194 lb (88 kg) is brought to the emergency department after sustaining a
thermal injury. Burns are partial and full thickness over 38% of the body surface area. According
to the Parkland formula, what would this client’s fluid requirements be for the first 24 hours after
injury (13,376 ml)
32. What’s the initial rate at which a client in hemorrhagic hypovolemic shock should have I.V.
crystalloid fluid replaced (20 t0 40 ml/kg)
33. What’s the priority intervention when assessing a client with multisystem trauma (ABC of level
consines and pulpori respon)
34. A client was the driver of a compact automobile that had an impact on the driver’s side; he
wasn’t
wearing a seat belt at the time of the accident. He sustained severe abdominal injuries, bilateral
fractured femurs, and a 4-cm laceration to the right arm. On arrival to the emergency
department, the client was pale, diaphoretic, and talking incoherently. Vital signs on arrival were
blood pressure, 50/40 mm Hg; heart rate, 130 beats/minute; respiratory rate, 36 breaths/ minute;
and tympanic temperature, 98.2° F (36.8° C). This client has which type of shock (hipopolemik)
35. Seorang wanita usia 45 tahun mengalami cardiac arrest di ruang perawatan intensif. Saat ini
sedang dilakukan CPR oleh perawat dan dokter. Pada pasien sudah diberikan 3 kali shock 360
joule dan pada saat analisa irama masih terlihat gambaran ventrikel fibrilasi. Pasien sudah
diberikan epinephrine 1 mg serta sudah terpasang advanced airway. Manakah obat-obatan yang
harus di berikan perawat tersebut (amiodaron 300ml/gr)
36. What’s the most appropriate nursing diagnosis for a client with multisystem trauma
(inefetive/serebral tissue purposen related to hipolemia)
37. Which nursing diagnosis best describes a trauma client with a central venous pressure (CVP)
reading of 3 cm H2O (deficen fluid volume)
38. seorang laki-laki usia 30 tahun mengalami cardiac arrest 20 menit yang lalu. Pada saat sek
arang ini sudah teraba nadi 85 x/mnt dan tekanan darah 110/50 mmHg. Saturasi oksigen p
asien di maintenance pada 98% dan di pasang ETT. Pasien bernafas spontan 8x/mnt. Pasi
en sudah di pasang terapi intravena dan dilakukan pemeriksaan ECG 12 lead. Pasien masih
mengalami penurunan kesadaran. Manakah tindakan selanjutnya yang harus dilakukan oleh
perawat (coronary angioterapi)
39. Cardiogenic shock results from all these condi-tions except (itentisial obstruksi)
40. Seorang laki-laki korban kekerasan ditemukan terbaring di trotoar jalan raya dengan luka tikam
di perut dan tampak ususnya terburai keluar. Apakah tindakan yang tepat yang harus dilakukan
sebelum menghantar pasien tersebut ke rumah sakit (tutup usus yang terburai dengan kain
basah dan aluminium foil)
41. Distributive shock is caused by all these conditions except (hipipolemik shok)
42. client with blunt trauma to the chest is admitted to the emergency department. The client has no
breath sounds on the right side of the chest, jugular veins are distended, and the trachea is
shifted to the left. Admission vital signs are blood pressure, 88/56 mm Hg; pulse rate, 128
beats/minute; respiratory rate, 32 breaths/minute; and a tympanic temperature of 98.4 F (36.9°
C). The client’s skin is pale, cool, and clammy. Which type of shock does this client have
(obstruktif)

Anda mungkin juga menyukai