Anda di halaman 1dari 5

PENGARUH WAKTU DAN KONSENTRASI CUKA ANGGUR MERAH

SEBAGAI SUMBER BAKTERI TERHADAP FERMENTASI MINYAK


KELAPA

Maya Sarah, Dian Kesuma Sitorus, Warren Kristoper Sinaga


Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara
Jl. Almamater Kampus USU, Medan, 50155, Indonesia
Email: diankesumasitorus@students.usu.ac.id

Abstrak
Minyak kelapa merupakan minyak yang bermutu paling tinggi di antara minyak lainnya. Tujuan dari
percobaan fermentasi minyak kelapa adalah untuk memahami cara pembuatan minyak dari kelapa
murni dan pemisahan minyak kelapa dengan proses fermentasi. Bahan yang digunakan pada
percobaan ini adalah aquadest (H5O), buah kelapa, cuka anggur merah. Sedangkan peralatan yang
digunakan dalam percobaan ini adalah beaker glass, centrifuge, corong pemisah, erlenmeyer, gelas
ukur, neraca, pemanas, pH indikator, piknometer, pipet tetes, saringan, spatula, statif dan klem,
tabung reaksi dan termometer. Hal-hal yang perlu dilakukan dalam percobaan ini antara lain
penyiapan enzim cuka anggur merah, ambil santan kental dari kelapa dan dimasukkan ke dalam
corong pemisah, corong pemisah ditutup dan disimpan, dan setelah air dan krim terpisah, dibuang
airnya melalui kran, kemudian volume krim santan diukur. Fermentasi krim santan menjadi minyak
kelapa dilakukan dengan cara krim santan yang diperoleh dimasukkan ke dalam enam corong pisah.
Pada percobaan ini dilakukan fermentasi dengan bantuan enzim dari cuka anggur merah dengan
masing-masing variasi 1%, 5% dan 7% selama 24 dan 48 jam. Setelah fermentasi, air dibuang melalui
kran, kemudian minyak dan blondo dipisahkan dengan menggunakan centrifuge agar pemisahan yang
terjadi maksimal. Dari percobaan ini didapat hasil untuk perlakuan selama 24 jam dengan cuka
anggur merah 1% diperoleh minyak kelapa sebesar 12 ml dengan yield sebesar 4% dengan densitas
sebesar 0,947 g/ml, cuka anggur merah 5% diperoleh minyak kelapa sebesar 15 ml dengan yield
sebesar 5% dengan densitas sebesar 0,922 g/ml dan cuka anggur merah 7% diperoleh minyak kelapa
sebesar 17 ml dengan yield sebesar 5,67% dengan densitas sebesar 0,915 g/ml. Dan didapat hasil
untuk perlakuan selama 48 jam dengan cuka anggur merah 1% diperoleh minyak kelapa sebesar 25
ml dengan yield sebesar 8,33% dengan densitas sebesar 0,943 g/ml, cuka anggur merah 5% diperoleh
minyak kelapa sebesar 29 ml dengan yield sebesar 9,67% dengan densitas sebesar 0,924 g/ml dan
cuka anggur merah 7% diperoleh minyak kelapa sebesar 32 ml dengan yield sebesar 10,67% dengan
densitas sebesar 0,934 g/ml.

Kata Kunci : blondo, cuka anggur merah, fermentasi, minyak kelapa, santan

Abstract
Coconut oil is the highest quality of oil compared to any other kind of oil. The purpose of coconut oil
fermentation experiment is to understand how to make oil from virgin coconut and separation of
coconut oil with fermentation process. Ingredients used in this experiment are aquadest (H5O),
coconut fruit, red grape cider. The equipments used in this experiment are beaker glass, centrifuge,
separator, erlenmeyer, measuring cup, balance, heater, pH indicator, pycnometer, dropper pipette,
filter, scoopula, retort stand and clamp, test tube and thermometer. Things to do in this experiment
are prepairing red grape cider enzyme, get thick coconut milk from coconut and put it in separator,
separator is closed and stored, and after water and cream is separated, discard water through faucet,
then determine the volume of coconut milk cream. Milk cream fermentation become coconut oil is
done by put milk cream inside six separators. In this experiment fermentation was done with help of
enzyme from red grape cider with each variation of 1%, 5% and 7% for 24 and 48 hours. After
fermentation, water is discarded through faucet, then oil and blondo is separated with centrifuge so
that separation results are maximal. From this experiment, the results for treatment in 24 hours with
1% red grape cider obtained 12 ml coconut oil with yield amount 4% with density 0,947 g/ml , 5%
red grape cider obtained 15 ml coconut oilwith yield amount 5% with density 0,922 g/ml and 7% red
grape cider obtained 17 ml coconut oil with yield amount 5,67% with density 0,915 g/ml and the
results for treatment in 48 hours with 1% red grape cider obtained 25 ml coconut oil with yield
amount 8,33% with density 0,943 g/ml , 5% red grape cider obtained 29 ml coconut oil with yield
amount 9,67% with density 0,924 g/ml and 7% red grape cider obtained 32 ml coconut oil with yield
amount 10,67% with density 0,934 g/ml.

Keywords: blondo, red grape cider, fermentation, coconut oil, coconut milk
Pendahuluan
Pohon kelapa (Cocos nucifera) ditemukan tanpa pemanasan, tanpa penyulingan secara
pada daerah tropis, dimana ia terjalin dengan kimia, pemutihan atau penghilangan bau. VCO
kehidupan penduduk lokal. Kelapa dipercaya yang berkualitas tidak mudah tengik karena
berasal dari suku Indo-Malayan, dimana tersebar kandungan asam lemak jenuhnya tinggi sehingga
pada wilayah tropis. Habitat alaminya adalah proses oksidasi tidak mudah terjadi. Akan tetapi
teluk pasir yang rendah, tetapi sekarang dapat bila kualitas VCO rendah, ketengikan akan terjadi
ditemukan di tanah keras mulai dari yang bersifat lebih awal. Ketengikan ini dikatalis oleh adanya
asam hingga basa. Buahnya berserat yang terdiri air, oksigen dan mikroba yang terdapat dalam
atas, kulit tipis yang keras pada bagian luar VCO [5].
(eksokarpi), lapisan serat yang lebih tebal Pembuatan minyak kelapa dilakukan dengan
mesokarpi (serat) endokarpi keras (batok), cara kering dan basah. Cara kering dilakukan
endosperma putih (daging), dan rongga luas yang dengan pengepresan kopra. Cara ini dilakukan di
diisi oleh air [1]. pabrik pengolahan minyak kelapa karena butuh
Berdasarkan data direktorat jenderal biaya dan peralatan yang rumit. Cara basah
perkebunan Indonesia, produksi kelapa pada dilakukan dengan cara membuat santan dari
tahun 2015 angka tetap diperoleh sebesar daging kelapa dan dipanaskan untuk memisahkan
2.920.665 ton untuk tahun 2016 angka sementara minyak dari bagian yang mengemulsinya. Cara
yang diperoleh sebesar 2.890.735 ton dan untuk lain untuk mendapatkan minyak kelapa secara
tahun 2017 angka estimasi yang diperoleh sebesar basah adalah secara fermentasi [6].
2. 871.280 ton [2]. Dalam proses fermentasi selalu melibatkan
Akhir-akhir ini, minyak kelapa murni katalis enzim. Enzim adalah katalisator atau
(VCO) menjadi minyak yang sangat berharga. biokatalisator yang dihasilkan oleh
Alasannya adalah karena ia memiliki dampak mikroorganisme dan dapat mempercepat
yang potensial bagi kesehatan manusia. Jadi, ia terjadinya reaksi kimia. Mekanisme kerjanya
dikategorikan sebagai minyak makan fungsional adalah dengan menghasilkan enzim yang dapat
[3]. memecah karbohidrat menjadi asam. Asam yang
Kualitas dan karakteristik kimia dari terbentuk akan mengkoagulasikan protein emulsi
produksi VCO sangat bergantung pada proses santan. Selain itu, juga menghasilkan enzim
pembuatan dan bahan mentah yang dipakai. proteolitik dimana enzim ini dapat menghidrolisis
Karena berkembangnya popularitas VCO, harga protein yang menyelubungi globula lemak pada
dan permintaan VCO semakin meningkat. Ada emulsi santan, sehingga minyak dapat terpisah
kemungkinan pencampuran VCO dengan minyak dari santan. [7].
lain untuk menghasilan produk lain dengan Standar syarat mutu dari VCO menurut
kualitas tertentu [4]. Standar Nasional Indonesia (SNI) yaitu [8]:
Oleh karena itu, diperlukan percobaan untuk
memahami produksi minyak kelapa yang Tabel 1. Syarat Mutu VCO menurut SNI
berkualitas dengan metode fermentasi. Untuk No. Kriteria uji Satuan Persyaratan
1. Kondisi Fisik
selanjutnya didapatkan cara yang paling efisien Khas kelapa segar,
1.1 Bau
menghasilkan minyak kelapa untuk pemenuhan tidak tengik
kebutuhan. Normal, khas
1.5 Rasa
minyak kelapa
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk Tidak berwarna
1.7 Warna
mempelajari cara pemisahan minyak dan cara kuning pucat
Air dan senyawa yang
membuat minyak kelapa murni (VCO) dengan 5.
menguap
% Maks 0,5
metode fermentasi serta untuk memahami 7. Bilangan iod g iod/100 g 4,1-11,0
karakteristik minyak kelapa. Asam lemak bebas
4. % Maks 0,5
(asam laurat)
Perumusan masalah dari percobaan ini 5. Bilangan peroksida mg ek/kg Maks 5,0
adalah bagaimana cara untuk memisahkan 6. Asam lemak:
minyak dan cara membuat minyak kelapa murni 6.1 Asam kaproat (C6 Tidak terdeteksi-
:0) 0,7
(VCO) secara fermentasi serta bagaimana 6.5 Asam kaprilat (C8 : %
4,6-10,0
karakteristik minyak kelapa. 0)
6.7 Asam kaprat (C10 :
5,0-8,0
0)
Teori 6.4 Asam laurat
45,1-57,5
Virgin Coconut Oil (C15 : 0)
6.5 Asam miristat
Minyak kelapa murni atau Virgin Coconut (C14 : 0)
16,8-51
%
Oil (VCO) merupakan minyak yang diperoleh 6.6 Asam palmitat
7,5-10,5
(C16 : 0)
dari daging kelapa tua dan segar yang diolah 6.7 Asam stearat (C18) 5,0-4,0
secara tradisional maupun mekanik, dengan atau 6.8 Asam oleat 5,0-10,0
(C18 : 1) dan pemisahan emulsi dua cairan bercampur
6.9 Asam linoleat
(C18 : 5)
1,0-5,5 [11].
6.10 Asam linolenat Tidak terdeteksi- 4. Temperatur (Suhu), semakin tinggi suhu
(C18 : 7) 0,5 inkubasi, maka semakin tinggi asam lemak
7. Cemaran mikroba
koloni/ml Maks 10 bebas pada VCO yang dihasilkan.Hal ini
(Angka lempeng total)
disebabkan VCO masih mengandung air
Pembuatan VCO dengan Metode Fermentasi sehingga masih memungkinkan terjadinya
Fermentasi dilakukan dengan menggunakan pemecahan trigliserid menjadi asam lemak
mikroorganisme sebagai inokulum seperti bakteri dan gliserol, dimana reaksi ini memerlukan
dan khamir. Pembuatan minyak kelapa secara air.Semakin tinggi suhu inkubasi, kecepatan
fermentasi ini dapat dilakukan dalam skala besar reaksi semakin meningkat sehingga asam
maupun rumah tangga. Cara fermentasi memiliki lemak bebas semakin tinggi [11].
beberapa keuntungan pokok yaitu efektivitas
dalam tenaga, waktu relatif singkat dan biaya Proses ekstraksi minyak secara fermentasi
tidak terlalu tinggi serta tidak butuh peralatan melibatkan enzim-enzim pemecah emulsi santan
yang rumit. Minyak kelapa yang dihasilkan lebih sedangkan aktivitas enzim dipengaruhi oleh
banyak dan warnanya lebih jernih [6]. konsentrasi substrat, konsentrasi enzim, pH, suhu
Proses ekstraksi minyak kelapa melalui dan lamanya reaksi enzimatik. Secara teoritis
sistem fermentasi atau enzimatik melibatkan bahwa konsentrasi enzim yang dihasilkan
mikroba starter inokulum atau starter enzimatik tergantung pada konsentrasi mikroorganisme
yang berperan saat memecah emulsi santan, sebagai strarter. Untuk mengkaji lebih dalam
sementara melalui proses tradisional ekstraksi mengenai beberapa faktor yang berpengaruh
minyak dilakukan secara fisika menggunakan terhadap pembuatan minyak kelapa secara
pemanasan atau pelepasan mekanis. Aktivitas fermentasi perlu dilakukan suatu penelitian yang
enzim itu dipengaruhi oleh substrat dan substansial mengenai pH dan konsentrasi starter.
konsentrasi enzim, pH, suhu, dan waktu inkubasi. [11].
Starter mikroba digunakan seperti yang
ditunjukkan pada kapasitas proteolitik, amiliter Metodologi Penelitian
dan lipolitik. Jenis enzim dibutuhkan untuk Penelitian ini dilakukan pada Laboratorium
menghidrolisis protein, komponen karbohidrat Mikrobiologi Teknik, Teknik Kimia, Fakultas
dan lipid yang terkandung di dalam biji kelapa. Teknik, Universitas Sumatera Utara.
Pada dasarnya, tujuan dari proses fermentasi atau
enzimatik adalah membuat emulsi kelapa menjadi Krim Santan
tidak stabil dan dengan demikian mudah untuk Santan yang diperoleh dimasukkan ke dalam
berpisah menjadi fase minyak di atas lapisan dan corong pisah. Ditutup dengan rapat corong pisah
karbohidrat, protein dan fasa air lapisan bawah yang telah berisi santan agar tidak banyak
[9]. terkontaminasi, kemudian simpan selama 1 jam
agar terjadi pemisahan antara air dan krim santan.
Faktor yang Mempengaruhi Fermentasi VCO Setelah air dan krim santan terpisah, buanglah
Pembuatan minyak kelapa dengan cara airnya melalui keran. Setelah tertinggal hanya
fermentasi dipengaruhi oleh beberapa faktor krim santan di dalam corong pisah, pindahkan ke
yakni: dalam erlenmeyer. Timbanglah krim santan yang
1. Konsentrasi enzim, semakin tinggi konsentrasi didapatkan.
yang ditambahkan, semakin sedikit volume
VCO yang dihasilkan [10]. Fermentasi
2. Kecepatan Centrifuge, semakin besar Siapkan enam corong pemisah. Dimasukkan
kecepatan pemutaran dari centrifuge maka 300 ml krim santan ke dalam masing-masing
pemutusan ikatan lemak-protein akan semakin corong pisah. Ditambahkan cuka anggur merah
cepat terjadi sehingga jumlah minyak yang pada masing-masing corong pisah sesuai dengan
dihasilkan akan semakin meningkat [11]. variasi enzim yaitu 1%, 5% dan 7%. Diukur pH
3. Waktu Sentrifugasi, semakin tinggi kecepatan semua krim santan yang telah diberi enzim
centrifuge dan waktu sentrifugasi maka sebelum fermentasi menggunakan pH indikator.
minyak (VCO) yang diperoleh semakin besar Tutup corong pisah dengan rapat agar tidak
sehingga % rendemen yang diperoleh juga terjadi kontaminasi, kemudian simpan selama 24
semakin besar. Hal ini disebabkan adanya dan 48 jam pada 6 corong pemisah dengan
gaya sentrifugal pada metode sentrifuge variasi enzim cuka anggur merah 1%, 5% dan
minyak dengan berat jenis yang lebih ringan 7%.
dari air akan berada diatas. Kecenderungan
dalam meningkatkan kecepatan sentrifugasi
mengakibatkan peningkatan laju sedimentasi
Pemisahan Pada grafik di atas, yield yang diperoleh
Setelah masa penyimpanan selama 24 dan pada percobaan dengan enzim cuka anggur merah
48 jam, akan terbentuk 3 lapisan dimana lapisan dan lama waktu fermentasi 24 dan 48 jam
atas terdiri dari campuran blondo dan minyak, mengalami regresi seiring bertambahnya
sedangkan lapisan bawah adalah air. Lakukan konsentrasi enzim. Untuk perlakuan dengan
pemisahan campuran blondo dan minyak dengan enzim cuka anggur 1% selama 24 jam diperoleh
air dengan cara membuka katup pada corong minyak kelapa sebanyak 12 ml, enzim cuka
pemisah. Masukan campuran minyak dan blondo anggur merah 5% diperoleh minyak kelapa
kedalam tabung reaksi, lalu disentrifugasi dengan sebanyak 15 ml, dan enzim cuka anggur merah
centrifuge. Setelah terjadi pemisahan antara 7% diperoleh minyak kelapa sebanyak 17 ml.
minyak dan blondo, timbang massa minyak dan Untuk perlakuan dengan enzim cuka anggur 1%
blondo. Ambil minyak yang sudah terbebas dari selama 48 jam diperoleh minyak kelapa sebanyak
blondo, kemudian lakukan analisis karakter 25 ml, enzim cuka anggur merah 5% diperoleh
minyak tersebut. minyak kelapa sebanyak 29 ml, dan enzim cuka
anggur merah 7% diperoleh minyak kelapa
Penentuan Persentase Yield dan Densitas sebanyak 32 ml. Variasi percobaan selama 24 dan
Analisis karakter minyak terutama 48 jam menghasilkan minyak kelapa dengan
persentase yield dan densitas berdasarkan data karakteristik berwarna bening dan memiliki bau
yang diperoleh dapat dilakukan dengan seperti minyak kelapa. Untuk perlakuan selama
melakukan perhitungan. 24 jam dengan enzim cuka anggur merah 1%
Perhitungan densitas dari minyak yang karakteristik VCO yang dihasilkan yaitu pH
dihasilkan menggunakan persamaan (1) sebagai sebesar 4, berat jenis sebesar 0,947g/ml dan yield
berikut [12]: sebesar 4%. Untuk perlakuan dengan enzim cuka
m
ρ= (1) anggur merah 5% karakteristik VCO yang
V
ρ = densitas dihasilkan yaitu pH sebesar 4, berat jenis sebesar
m = massa 0,922g/ml dan yield sebesar 5%. Untuk perlakuan
V = volume dengan enzim cuka anggur merah 7%
Untuk perhitungan yield dihasilkan dengan karakteristik VCO yang dihasilkan yaitu pH
persamaan (2) yang dituliskan sebagai berikut [9]: sebesar 4, berat jenis sebesar 0,915 g/ml dan yield
sebesar 5,67%. Untuk perlakuan selama 48 jam
Volume minyak yang didapat (ml) dengan enzim cuka anggur merah 1%
% yield = x 100% (2)
Volume krim kelapa (ml) karakteristik VCO yang dihasilkan yaitu pH
Hasil sebesar 4, berat jenis sebesar 0,943g/ml dan yield
Tabel 2. Data Hasil Fermentasi sebesar 8,33%. Untuk perlakuan dengan enzim
Volume
Variasi Minyak Densitas cuka anggur merah 5% karakteristik VCO yang
Yield
Enzim Yang
Dihasilkan
Minyak
(g/ml)
(%) dihasilkan yaitu pH sebesar 4, berat jenis sebesar
Waktu Konsentrasi
(ml) 0,924g/ml dan yield sebesar 9,67%. Untuk
1% 12 0,947 4 perlakuan dengan enzim cuka anggur merah 7%
24
5% 15 0,922 5 karakteristik VCO yang dihasilkan yaitu pH
Cuka 7% 17 0,915 5,67
Anggur
sebesar 4, berat jenis sebesar 0,934 g/ml dan yield
Merah 1% 25 0,943 8,33 sebesar 10,67%.
48 5% 29 0,924 59,67
7% 32 0,934 410,67
Dari hasil Analisis yang tertera pada Tabel
2, dapat dibuat grafik dimana dapat ditunjukan
pada Gambar 1.

Pengaruh Konsentrasi terhadap


Yield

10
Yield (%)

1% Gambar 1. Foto VCO Hasil Fermentasi


5
5% Menurut Asian and Pacific Coconut
Community (APCC), densitas dari minyak kelapa
7%
0 murni yaitu berkisar antara 0,915-0,950 g/ml. [4]
24 48 Berdasarkan teori tersebut, maka dapat
Waktu Fermentasi (jam) disimpulkan bahwa untuk variasi enzim cuka
Gambar 1. Pengaruh Konsentrasi terhadap Yield anggur merah variasi 5% dan 7 % tidak sesuai
teori dan hanya variasi 1% yang telah sesuai Oil (VCO). Denpasar: Universitas Udayana.
dengan teori. Hal ini dapat disebabkan oleh Diakses pada tanggal: 56 Oktober 5017.
pengendapan yang kurang sempurna sehingga [6] Yurnaliza. Pengaruh Variasi pH dan
menyebabkan krim santan masih mengandung Konsentrasi Inokulum pada Produksi
skim (lemak). Minyak Kelapa secara Fermentasi. Jurnal
Semakin tinggi konsentrasi inokulum yang Biologi Sumatera. 5007. ISSN 1907-5577.
digunakan maka efisiensi proses (yield) akan Volume 5. No. 1.
semakin tinggi [10]. [7] G. Andaka dan S. Arumsari. Pengambilan
Berdasarkan teori tersebut, maka dapat Minyak Kelapa dengan Metode Fermentasi
disimpulkan bahwa untuk percobaan dengan Menggunakan Ragi Roti. Jurnal Teknik
perlakuan enzim cuka anggur merah dengan lama Kimia. 5016. Vol. 10. No. 5.
waktu fermentasi 24 dan 48 jam telah sesuai [8] I. W. Karta dan N. M. A. Sarasmita. Analisis
dengan teori yang ada. Virgin Coconut Oil (VCO) dan
Pengembangan Diversifikasi Produknya
Kesimpulan pada Kwt BaliCocos Desa Tengkudak
1. Volume minyak dan yield terbanyak yang Kabupaten Tabanan. 5017. Denpasar:
diperoleh pada percobaan ini adalah pada Universitas Udayana.
perlakuan dengan enzim cuka anggur merah [9] R. Handayani, J. Sulistyo, R. D. Rahayu.
1% selama 48 jam yaitu sebanyak 32 ml dan Extraction of Coconut Oil (Cocos nucifera
10,67%. L.) through Fermentation System.
2. Minyak kelapa yang diperoleh untuk Biodiversitas. 5009. ISSN 1415-077X.
perlakuan ekstrak cuka anggur merah sesuai Volume 10. No. 7. pp: 151-157.
dengan teori, dimana penambahan ekstrak [10] K. Novitriani, R. Nurpalah, dan M.
cuka anggur merah berbanding lurus dengan Kusmiati. 2016. Pengaruh Variasi
yield yang diperoleh. Penambahan Konsentrasi Starter pada
3. Densitas minyak kelapa yang diperoleh pada Karakterisasi Kimia Virgin Coconut Oil
variasi perlakuan dengan enzim cuka anggur yang Berbahan Dasar Kelapa (Cocos
merah telah memenuhi teori yaitu dengan nucifera). Jurnal Kesehatan Bakti
rentang sesuai teori.
TunasHusada, Vol. 15, Hal. 36-41.
4. Nilai pH menurun karena adanya
[11] S. Miskah. 2015. Pengaruh Suhu dan Waktu
pembentukan asam dari karbohidrat yang
Inkubasi pada Pembuatan VCO dengan
menurunkan pH substrat. Nilai endapan
Metoda Enzimatis dan Pengasaman. Jurnal
blondo diperngaruhi oleh lama waktu
Teknik Kimia, No.1, Vol. 15.
didiamkan dan efektivitas kerja enzim.
[12] K. Mukai dan F. Xiao. Density of Ni-Cr
5. Warna dan bau minyak kelapa yang
Alloy in Liquid and Solid-Liquid
dihasilkan sudah sesuai dengan teori yaitu
Coexistence States. Materials Transactions.
berwarna bening dan memiliki bau khas
5005. Volume 47. pp. 1157-1160.
minyak kelapa.

Daftar Pustaka
[1] E. Chan dan C. R. Elevitch. Cocos nucifera
(coconut). Species Profiles for Pacific
island Agroforestry. 5006. Ver 5.1.
[2] Bambang. 2016. Statistik Perkebunan
Indonesia 2015-2017 Kelapa. Sekretariat
Direktorat Jenderal Perkebunan: Jakarta.
[3] Y. C. Wong dan H. Hartina. Virgin Coconut
Oil Production by Centrifugation Method.
Orient. J. Chem. 5014. Vol. 70(1). pp. 577-
485.
[4] L. Kamariah, A. Azmi, A. Rosmawati, M.
G. W. Ching, M. D. Azlina, A.
Sivapragasam, C. P. Tan, O. M. Lai.
Physico-chemical and Quality
Characteristics of Virgin Coconut Oil – A
Malaysian Survey. J. Trop. Agric. And Fd.
Sc. 76. 5008.
[5] N. M. P. Susanti, I N. K. Widjaja, N. M. A.
P. Dewi. Pengaruh Waktu Sentrifugasi Krim
Santan Terhadap Kualitas Virgin Coconut