Anda di halaman 1dari 80

MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL BERSALIN,

NIFAS, DAN BAYI BARU LAHIR

MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL


BERSALIN, NIFAS, DAN BAYI BARU LAHIR DI BPS
“NI NENGAH PADMINI”

Disusun Oleh : Ni KETUT EKAYANI


NIM : 105080022

YAYASAN PENDIDIKAN CENDRAWASIH


AKADEMI KEBIDANAN PALU
T.A 2009/2010

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Kuasa, karena berkat
tuntunan dan penyertaan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan “asuhan Kebidanan”
yang beroriantasi pada Ibu ANC, INC, PNC, dan BBL di BPS “NI NENGAH PADMINI”
tepat pada waktunya
Penulis menyadari atas keterbatasan kemampuan dalam menyusun manajemen
asuhan kebidanan ini. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan masukan dan kritikan
oleh informasi yang bersifat membangun.
Penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah
memberikan bantuan kepada kami sehingga tugas ini dapat diselesaikan, semoga Tuhan
selalu memberikan berkat-Nya kepada kita semua. Amin

Palu. 2011

Penulis
HALAMAN PENGESAHAN
Asuhan Kebidanan pada ibu hamil, Bersalin, Nifas dan Bayi Baru Lahir
An. Ny S. Di BPS “NI NENGAH PADMINI”
Telah disetujui dan disahkan Oleh :

Mengetahui
Bidan Pembimbing

(Bid. NI NENGAH PADMINI)


SURAT KETERANGAN
Yang bertanda Tangan Dibawah Ini :
Nama : Bidan Ni Nengah PADMINI
Jabatan : Bidan Koordinator BPS
Menerangkan Bahwa :
Nama : Ni Ketut Ekayani
Nim : 105080022
Jabatan : Mahasiswa Akbid Payu Yayasan Pendidikan Cendrawasih
Telah melaksanakan manajemen asuhan kebidanan dan pengawasan pada ibu sejak masa usia
kehamilan 28 minggu, Persalinan, Post partum, dan pengawasn bayi baru lahir melalui
kunjungan Rumah ( home visit ) pada :
Nama : Ny. S
Umur : 27 Tahun
Alamat : jln Garuda
Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sebagaimana mestinya

Mengetahui
Bidan Pembimbing

( Ni Nengah PADMINI)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Misi dari pembangunan kesehatan adalah memenuhi hak setiap insan untuk meraih
derajat kesehatan yang setinggi-tingginya dengan kata lain kesehatan harus diperoleh setiap
insan dan masyarakat.
Bidan memiliki kedudukan yang sangat penting dalam melaksanakan misi tersebut
diatas khususnya dalam pemberian asuhan kepada ibu dan anak.
Dasar pemikiran yang melatar belakangi adalah bahwa kehamilan dan persalinan
merupakan peristiwa besar dimana memilki arti penting bagi kaum wanita, keluarga dan
masyarakat. Proses ini memiliki resiko terhadap keselamatan ibu dan bayi, dimana jika proses
sejak awalnya tidak teridentifikasi dengan baik maka penyulit akan berkembang kemudian
berakibat fatal bagi kehidupan ibu maupun bayinya.
Manajemen asuhan kebidanan berdasarkan pada ilmu pngetahuan yang unik dan
menggabungkan berbagai disiplin ilmu yang luas termaksud ilmu kedokteran, ilmu
keperawatan, dan ilmu kesehatan masyarakat.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Menambah pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam memberikan asuhan pada ibu hamil,
bersalin, nifas dan bayi baru lahir sesuai dengan penerapan manajemen kebidanan.
2. Tujuan khusus
Memberi pelayanan sesuai dengan manajemen kebidanan pada :
· Ibu hamil
· Ibu bersalin
· Ibu nifas
· Bayi baru lahir

C. Manfaat
Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat :
a. Untuk memenuhi salah satu persyaratan kurikulum pada program pendidikan AKBID
CENDRAWASIH Palu jurusan Kebidanan.
b. Menambah pengetahuan di bidang dalam pelayanan dengan menerapkan manajemen
kebidanan.
BAB II
TINJAUAN TEORITIS
ANC, INC, PNC dan BBL NORMAL

A. ANTENATAL CARE (ANC)


1. Pengertian ANC
Antenatal care adalah pemeriksaan, perawatan, serta pengawasan selama kehamilan terutama
ditujukan pada pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim.
2. Tujuan ANC
a. Tujuan Umum
Menyiapkan seoptimal mungkin fisik dan mental untuk menyelamatkan ibu dan anak selama
kehamilan,persalinan dan nifas sehingga didapatkan ibu dan bayi sehat.
b. Tujuan khusus
1) Memantau tujuan kehamilan untuk memastikan keselamatan ibu dan tumbuh kembang bayi.
2) Meningkatkan dan mempertahankan kesahatan fisik, mental, dan sosial ibu dan bayi.
3) Mengenali cara dini adanya ketidaknormakan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama
hamil, termaksud riwayat penyakit secara umum, kebidanan dan pembedahan.
4) Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat, ibu maupun bayinya
dengan trauma seminimal mungkin.
5) Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI eksklusif.
3. Fisiologi Kehamilan
a. Proses kehamilan
Proses kehamilan merupakan mata rantai yang berkesinambungan dan terdiri dari :
Ovulasi
Ovulasi adalah proses pelepasan ovum yang dipengaruhi oleh system hormonal yang
kompleks.
Proses pembuahan ovum (oogenesis) asalnya dari Epital germinal,oogenium,folikel primer,
lalu mengalami proses pematangan. Dengan pengaruh FSH, folikel primer mengalami
pembuahan dan terjadi folikel degraaf menuju ke permukaan ovarium disertai pembentukan
cairan liquir folikuli. Desakan folikel degraaf ke permukaan menyebabkan penipisan dan
disertai devaskularisasi. Selama pertumbuhan menjadi folikel degraaf ovarium mengeluarkan
hormon yang dapat mempengaruhi gerakan tuba yang makin mendekati ovarium, gerakan sel
rambut tuba yang semakin tinggi, peristaltic tuba yang makin aktif. Ketiga faktor ini
menyebabkan aliran cairan dalam tuba makin deras menuju uterus. Cengan pengeruh LH
yang makin besar dan fliktuasi yang mendadak, terjadi proses pelepasan ovum yang disebut
ovulasi. Dengan gerakan aktif gerak tuba yang mempunyai umbai (fimbriae) maka ovum
yang telah dilepaskan segera ditangkap oleh fimbriae tuba. Proses penangkapan ini disebut
ovum pick up mechanism. Ovum yang tertangkap terus berjalan mengikuti tuba menuju
uetrus, dalam bentuk pematangan pertama telah siap untuk dibuahi.

Spermatozoa
Proses pembentukan spermatozoa merupakan proses yang kompleks
permatogenium berasal dari sel primitive tubulus
Menjadi spermatosit pertama
Menjadi spermatosit kedua
Menjadi spermatid
khirnya spermatozoa
Bentuk spermatozoa seperti kecebong, yang terdiri atas kepala, leher dan ekor. sebagian besar
spermatozoa mengalami kematian dan hanya beberapa ratus yang dapat mencapai tuba
fallopi. spermatozoa yang masuk kedalam alat ganitalia wanita dapat hidup selama 3 hari,
seningga cukup waktu untuk mengadakan konsepsi.
Konsepsi
Pertemuan antara sel ovum dan inti spermatozoa disebut konsepsi atau fertilisasi dan
membentuk zigot.
Proses nidasi atau implantasi
Proses penanam blastula disebut nidasi atau implantasi terjadi pada hari ke-6 sampai hari ke-
7 setelah konsepsi. Pada saat tertanamnya blastula kedalam endometrium, mungkin tejadi
perdarahan yang disebut tanda hartman.
Pembentukan Plasenta
Nidasi atau implantasi terjadi pada bagian fundus uteri dinding depan maupun belakang. Pada
bastula penyebarab sel trofoblas mendestruksi endometrium sampai terjadi pembentukan
plasenta yang berasal dari primer vili korealis

4. Perubahan Fisiologi Pada Saat Kehamilan


Dengan terjadinya kehamilan maka seluruh system genetalia wanita mengalami perubahan
yang mendasar sehingga dapat menunjang perkembangan dan pertumbuhan janin dalam
rahim. Plasenta dalam perkembangannya mengeluarkan hormon somato mammatropin,
estrogen dan progesterone yang menyebabkan penyebabkan perubahan pada:
a. Rahim atau uterus
Rahim yang semula besarnya sejempol atau beratnya 30 gram akan mengalami
hipertropi dan hyperplasia, sehingga menjadi seberat 1000 gram saat akhir kehamilan otot
rahim mengalami hyperplasia dan hipertropi menjadi lebih besar, lunak dan dapat mengikuti
pembesaran rahim karena pertumbuhan janin.
b. Vagina (liang senggama)
Vagina dan vulva mengalami peningkatan pembuluh darah karena pengaruh estrogen
sehingga tampak makin merah dan kebiru- biruan (tanda chadwiks).
c. Ovarium (indung telur)
Denagan terjadinya kehamilan, indung telur yang mengandung korpus luteum
gravidarum akan meneruskan fungsinya sampai terbentuknya plasenta yang sempurna pada
umur kehamilan 16 minggu.
Kejadian ni tidak dapatlepas dari kemampuan vili korealis yang mengeluarkan
hormon korionik gonadotropin yang mirip dengan hormon luteotropik hipofisis anterior.
d. Payudara
Payudara mengalami pertumbuhan dan perkembangan sebagai persiapan memberikan
ASI pada saat laktasi. Perkembangan payudara tidak dapat di lepaskan dari pengaruh hormon
saat kehamilan yaitu estrogen, progesteron dan somatomammatropin.
e. Sirkulasi darah ibu
Peredaran darah ibu di pengaruhi ole beberapa faktor:
§ Meningkatnya kebutuhan sirkulasi darah sehingga dapat memenuhi kebutuhan perkembangan
dan pertumbuhan janindalam rahim.
§ Terjadinya hubungan langsung antara arteri dan vena pada sirkulasi retroplasenter
§ Pengaruh hormon estrogen dan progesteron makin meningkat akibat dari faktor tersebut di
jumpai beberapa perubahan peredaran darah
§ Volume darah
Volume darah semakin meningkat dimana jumlah serum darah lebih besar dari
pertumbuhan sel darah, sehingga terjadi semacam pengenceran

5. Jadwal Kunjungan ANC


Kunjungan antenatal sebaliknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan.
- Satu kali pada triwulan pertama (sebelum 14 minggu)
- Satu kali pada triwulan kedua (antara minggu 14-15 minggu)
- Dua kali pada triwulan ketiga (antara minggu 28-36 dan sesudah minggu ke 36)

6. Pelayanan / asuhan standar minimal 7 T


Dalam melakukan pemeriksaan, sebaiknya dilakukan pemeriksaan 7 T :
1. Timbang berat badan
2. Ukur tekanan dara
3. Ukur tinggi fundus uteri
4. Pemberian imunisasi TT lengkap
5. Pemberian tablet zat besi
6. Tes terhadap penyakit menular seksual
7. Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan
Pada setiap kali kunjungan antenatal, perlu didapatkan informasi yang sangat penting. Tabel
di bawah ini memberikan geris-garis besarnya.

Waktu Kunjungan Informasi Penting


Trimester I - Membangun hubungan saling percaya
(Sebelum minggu ke-14) antara petugas kesehatan dan ibu
hamil
- Mendeteksi tindakan pencegahan
seperti tetanus neonatorum, anemia.
- Memulai persiapan kelahiran bayi dan
kesiapan untuk menghadapi
komplikasi
- Mendorong prilaku yang sehat (gizi,
latihan, kebersihan, istrahat, dan lain-
lain)
Trimester II - (Sama seperti di atas)
(Sebelum minggu ke-28) - Kewaspadaan terhadap preeklamsia

Trimester III - Palpasi abdomen untuk mengetahui


(Antara minggu ke 28-36) apakah ada kehamilan ganda
Trimester III - Deteksi letak bayi yang tidak normal,
(Setelah minggu ke-36) atau kondisi lain yang memerlukan
kelahiran di rumah sakit.

7. Penilaian Klinik
Pada setiap kunjungan antenatal, petugas mengumpulkan dan menganalisis data mengenai
kondisi ibu melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik, untuk mendapatkan diagnosis serta ada
tidaknya komplikasi.
a. Anamnesis
Anamnesis meliputi :
- Identitas pasien
- Keluhan utama
- Riwayat kehamilan sekarang (utamanya HPHT)
- Riwayat obstetrik lalu
- Riwayat penyakit
- Riwayat sosial ekonomi
b. Pemeriksaan
meriksaan fisik umum
- Kesan umum : Compesmentis, tampak sakit
- Pemeriksaan : TD, nadi,pernapasan, suhu, TB, BB,
dan hal lain

meriksaan khusus obstetri


- Inspeksi
TFU
- Palapsi
Menurut kneble
Menurut leopold
Menurut Buddin
Menrut Ahfeld
- Perkusi
Meteorisme
Tanda cairan bebas
- Auskultasi
Bising usus
DJJ
- Pemeriksaan dalam
meriksaan laboratorium
- Laboratorium rutin; darah lengkap, urine lengkap, test kehamilan
- Laboratorium khusus
8. Diagnosis
Gambaran kehamilan normal :
- Ibu sehat
- Tidak ada riwayat obstetrik buruk
- Ukuran uterus sama / sesuai usia kehamilan
- Pemeriksaan fisik dan laboratorium normal
9. Asuhan antenatal
- Sapa ibu (dan juga keluarganya) dan membuatnya merasa nyaman
- Mendapatka riwayat kehamilan ibu dengan mendengarkan dengan teliti apa yang akan
diceritakan ibu
- Melakukan pemeriksaan fisik
- Melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan laboratorium untuk menilai apakah
kehamilanya normal.
Ÿ TD dibawah 140/90 mmHg
Ÿ Oedema hanya ada ekstrimitas
Ÿ Bertambahnya BB minimal 8 Kg elama kehamilan
Ÿ TFU dalam m atau menggunakan jari-jari tangan sesuai dengan UK
Ÿ DJJ 120-160 denyut / menit
Ÿ Gerakan anin terasa setelah 18-20 minggu hingga melahirkan
- Mendiskusikan dengan ibu dan keluarga mengenai rencana dan persiapan persalinan
- Memberikan konseling
Ÿ Gizi; peningkatan konsumsi makanan hingga 300 kalori perhari, mengkonsumsi makanan,
yang mengandung protein, zat besi, minum cukup cairan (menu seimbang).
Ÿ Latihan; normal tidak berlebih jika istrahat lelah
Ÿ Perubahan fisiologi; tambah BB, perubahan payudara, tingkat tenaga bisa menurun, mual
selama triwulan pertama, rasa panas, dan atau varices, hubungan suami istri boleh dilajutka
selama kehamilan (dianjurkan memakai kondom)
Ÿ Menasehati ibu untuk mencari pertolongan segera ika ibu mendapati tanda-tanda bahaya ;
ginam
bihan
atan
da wajah / tangan
pigastrik)
ak sebanyak biasa
Ÿ Merencanakan dan mempersiapkan kelahiran yang bersih dan aman
Ÿ Personal hygiene
Ÿ Menjelaskan cara perawatan payudara terutama pada ibu yang mempunyai putting susu rata
atau masuk ke dalam
Ÿ Memberikan zat besi mulai 90 hari mulai minggu ke 20
Ÿ Memberikan imunisasi TT 0,5 %
Ÿ Menjadwalkan kunjungan berikutnya
Ÿ mendokumentasikan kunjungan tersebut.

B. INTRA NATAL CARE


1. Pengertian
Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (Janin dan Uri) yang telah cukup bulan
atau dapat hidup di luar kandungan melalui jalan lain, dengan bantuan (Kekuatan sendiri).

2. Jenis – jenis Persalinan


a. Persalinan Spontan / normal
Persalinan yang berlangsung sejak awal sampai akhir dengan tenaga dan kekuatan ibu sendiri
melalui jalan lahir.

b. Persalinan Buatan
Persalinan yang berakhir dengan bantuan atau tenaga atau diakhiri dengan suatu tindakan.
c. Persalinan Anjuran
Kekuatan persalinan ditimbulkan dengan rangsangan dari luar.

3. Teori terjadinya Persalinan


a. Teori Keregangan
1) Otot rahim mempunyai kemampuan meregang dalam batas tertentu
2) Setelah melewati batas tertsebut terjadi kontraksi sehingga persalinan dapat dimulai
3) Contohnya: pada kehamilan ganda sering terjadi kontraksi setelah
keregangan tertentu, sehingga menimbulkan prises persalinan.
b. Teori Penurunan Progesterone
1) Proses penuaan plasenta terjadi dimulai umur hamil 28 minggu, dimana terjadi penumbuhan
jaringan ikat, darah mengalami penyempitan dan buntu.
2) Produksi progesterone mengalami penurunan, sehingga otot rahim
sensitive terhadap oksitosin
3) Akibatnya otot rahim mulai berkontraksi setelah tercapai tingkat penurunan progesterone
tertentu.
c. Tercapai Oksitosin Internal
1) Oksitosin dikeluarkan oleh hipofise pars posterior
2) Perubahan keseimbangan estrogen dan progesterone dapat mengubah sensitivitas otot rahim,
sehingga sering terjadi kontraksi brackton hicks
3) Menurunnya kontraksi progesterone akibat tuanya kehamilan, maka oksitosin dapat
meningkatkan aktivitas sehingga persalinan dimulai.
d. Teori Prostaglandin
1) Konsentrasi prostaglandin menigkat sejak umur hamil 15 minggu yang dikeluarkan desidue
2) Pemberian prostaglandin saat hamil dapat menimbulkan kontraksi otot rahim, sehimgga hasil
konsepsi dikeluarkan.

4. Faktor – faktor yang mempengaruhi Persalinan


. Power
1) His
2) Kontraksi otot dinding perut
3) Kontraksi diagfragma pelvis atau kekuatan mengedan
4) Ketegangan dan kontraksi ligamentum rotundum
. Passenger
Janin dan uri
c. Passage
Jalan lahir lunak dan keras (tulang)
5. Mekanisme Persalinan Normal
Mekanisme persalinan normal adalah rentetan pergerakan aktif dari janin dan terhadap
panggul saat janin melewati jalan lahir.
Gerakan pasif tersabut adalah :
a. Masuknya kepala pada PAP
b. Turunnya kepala kedasar panggul
c. Reaksi kepala
d. Putaran paksi dalam
e. Ekstensi
f. Ekapulsi
g. Putaran paksi dalam
6. Pembagian tahap awal Persalinan
a. Persalinan kala I
- Kala pembukaan yang berlangsung antara no 1 sampai pembukaan lengap
- Pada Primigravida 12 jam
- Pada Multi gravida 8 jam
b. Persalinan kala II
Dari pembukaan lengkap sampai anak lahir, lamanya kala II untuk primigravida 50 menit,
dan untuk multi gravida 30 menit.
c. Kala III ( Kala uri)
Dari anak lahir sampai uri lahir, lamanya 30 menit
d. Kala IV (observasi)
Pada kala IV dilakukan observasi tentang tanda – tanda vital, perdarahan, kontraksi uterus
dalam 2 jam.

7. Fisiologi Persalinan
a. Fisiologi kala I
Partus dimulai dimulai bila ada his dan pelepasan lender bercampur darah
1) Fase laten
- Pembukaan 0 – 3 cm
- Berlangsung lebih lama 8 – 10 jam
- Kontraksi uterus ringan, frekwensi 5–15 menit, lamanya 10 - 30 detik
2) Fase aktif
- Pembukaan 3 – 10 cm
- Kurang lebih berlangsung dan jam lebih cepat
- Kontraksi uterus baik, agak teratur :
Intertval 2 – 3 menit
Lamanya 15 – 30 menit
b. Fisiologi kala II
1) His lebih kuat dan cepat, interval 2 – 3 menit
2) Tiap his disertai rasa ingin mengedan karena kepala sudah masuk dan tekanan otot – otot
dasar panggul, karena tekanan pada rectum.
3) Perineum meregang dan anus membuka
4) Labia mulai membuka, kepala janin nampak di vulva dengan bagian hipomoglion dan sub
occiput di bawah symphisis, maka lahirlah berturut- turut ubun – ubun kecil, ubun – ubun
besar, dahi, muka, hidung, mulut dan dagu melalui perineum disusul badan dan anggota
gerak

c. Fisiologi kala III


nin lahir, tinggi fundus uteri setinggi pusat
kontraksi untuk melepaskan plasenta
an lepas dalam wakti 6 – 15 menit sesudah bayi lahir
d. Fisiologi kala IV
Sampai 2 jam post partum untuk mengawasi apakah ada perdarahan post partum atau tidak.

8. Partograf
Partograf dipakai untuk memantau kemajuan persalinan dan membantu petugas
kesehatan dalam mengambil keputusan dalam penatalaksanaan. partograf dimulai pada
pembukaan 4 cm (fase aktif). partograf sebaiknya dibuat untuk setiap ibu yang bersalin, tanpa
menghiraukan apakah persalinan tersebit normak atau dengan komplikasi.
Petugas harus mencatat kondisi ibu dan janian sebagai berikut :
ntung janin, catat setiap 1 jam
n, catat warna setiap melakukan pemeriksaan vagina
- U : selaput utuh
- J : selaput pecah, air ketuban jernih
- M : air ketuban bercampur mekoneum
- D : air ketuban bernoda darah
- K : tidak ada ketuban / kering
bentuk kepala janin (molding atau molase)
-0 : sutura terpisah
-1 : sutura (pertemuan 2 tulang tengkorak) yang tepat /bersesuaian
-2 : sutura tumpang tindih tetapi dapat diperbaiki
-3 : sutura tumpang tindih dan tidak dapat diperbaiki
an mulut rahim (serviks).
Dinilai setiap 4 jam dan beri tanda silang (x )
n
Mengacu pada bagian kepala (dibagi 5 bagian) yang teraba (pada pemeriksaan abdomen/luar)
di atas simfisis pubis; catat dengan tanda lingkaran (0) pada setiap pemeriksaan dalam. pada
posisi 0/5, sinsiput (s) atau paruh atas kepala berada di simfisis pubis.
f. Waktu, menyatakan berapa jam waktu yang sudah dijalani sesudah pasien di terima.
g. Jam, catat jam sesungguhnya
h. Kontraksi, catat setiap setengah jam; lakukan palpasi untuk menghitung banyaknya
kontraksi dalam hitungan detik:
- kurang dari 20 detik
- antara 20 -40 detik
- lebih dari 40 detik
i.Oksitosin, jika memakai oksitosin, catatlah banyaknya oksitosin per volume cairan infuse dan
dalam tetesan per menit.
j.Obat yang diberikan, catat semua obat lain yang diberikan.
k. Nadi,catatlah setiap 30-60 mnt dan tandai dengan sebuah titik besar (.)
l.Tekanan darah, catatlah setiap 4 jam dan tandai dengan anak panah.
m. Suhu badan, catatlah setiap dua jam.
n. Protein, aseton, dan volume urine. catatlah setiap kali ibu berkemih.

C. POST NATAL CARE (PNC)

1. Pengertian Masa Nifas (Pueperium)


Adalah dimulai setelah kelahiran dan berakhir ketika alat-alat kandungan
kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas berlangsung kira-kira 6 minggu.

2. Tujuan Asuhan Masa Nifas


a). Menjaga kesehatan ibu dan bayinya, baik fisik maupun psikologik.
b). Melaksanakan skrining yang komprehensif, mendeteksi masalah, mengobati, atau merujuk
bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya..
c). Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan diri , nutrisi, KB,
menyusui,pemberian imunisasi kepada bayinya dan perawatan bayi sehat.
d). Memberikan pelayanan KB.

3. Periode Masa Nifas


a). Pueperium dini yaitu kepulihan dimana ibu telah diperbolehkan berdiri
dan berjalan – jalan.
b). Pueperium intermedial yaitu kepulihan menyeluruh alat-alat genetalia yang lamanya 6-8
minggu.
c). Remote pueperium yaitu waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna
terutama bila selama hamil atau waktu persalinan mempunyai komplikasi.

4. Involusio Alat-alat Kandungan


a). Uterus : secara berangsur-angsur menjadi kecil (involusio) sehingga akhirnya
kembali seperti sebelum hamil
b). Bekas implantasi uri : placental bed mengecil karena kontraksi dan menonjol ke
kavum uteri dengan diameter 7,5 cm. sesudah 2 minggu menjadi 3,5 cm, pada minggu
keenam 2,4 cm, dan akhirnya pulih.
c). Luka-luka pada jalan lahir bila tidak disertai infeksi akan sembuh dalam 6 - 7
hari.
d). Rasa sakit yang disebut after pains, (meriang atau mules – mules) disebabkan
kontraksi rahim, biasanya berlangsung 2-4 hari pasca persalinan.
e). Lochia adalah cairan sekret yang berasal dari kavum uteri dan vagina
dalam masa nifas.
1) Lochia rubra (cruenta) berisi darah segar dan sisa –sisa selaput ketuban, sel-sel disidua,
verniks kaseosa, lanugo, dan mekoneum, selama 2 hari pasca persalinan.
2) Lochia sanguinolenta : berwarna merah kuning berisi darah dan lendir, hari ke 3-7
pasca persalinan.
3) Lochia serosa : berwarna kuning, cairan tidak berdarah lagi, pada hari ke 7 - 14 pasca
persalinan.
4) Lochia alba : cairan putih, setelah 2 minggu
5) Lochia purulenta : terjadi infeksi, keluar cairan seperti nanah berbau busuk

6) Lochiastasis : lochia tidak lancar keluarnya


f). Serviks : setelah persalinan, bentuk serviks agak menganga seperti corong
berwarna merah kehitaman. Konsistensinya lunak kadang-kadang terdapat perlukaan-
perlukaan kecil. Setelah bayi lahir, tangan masih biasa masuk rongga rahim, setelah 2
jam dapat dilalui oleh 2-3 jari, dan setelah 7 hari hanya dapat dilalui 1 jari.
g). Ligamen-ligamen : ligamen, fasia dan diafragma pelvis yang meregang
pada waktu persalinan, setelah bayi lahir, secara berangsur-angsur menjadi ciut dan pulih
kembali sehingga tidak jarang uterus jatuh kebelakang dan menjadi retrofleksi, karena
ligmentum rotundum menjadi kendor.

5. Jadwal Kunjungan Masa Nifas


Kunjungan masa nifas paling sedikit 4 kali dilakukan untuk
melihat status ibu dan bayi baru lahir, dan untuk mencegah, mendeteksi dan menangani
masalah-masalah yang terjadi.

Kunjungan Waktu Tujuan


1 6-8 jam setelah - Mencegah perdarahan masa nifas karena
persalinan atonia uteri
- Mendeteksi dan merawat penyebab lain
perdarahan; rujuk bila perdarahan
berlanjut
- Memberikan konseling pada ibu atau
salah satu anggota keluarga bagaimana
mencegah perdarahan masa nifas karena
atonia uteri
- Pemberian ASI awal
- Melakukan hubungan antara ibu dan bayi
baru lahir
- Menjaga bayi tetap sehat dengan cara
mencegah hipotermia
- Jika petugas kesehatan menolong
persalinan, ia harus tinggal dengan ibu
dan bayi baru lahir untuk 2 jam
pertama setelah kelahiran, atau sampai
ibu dan bayi dalam keadaan stabil.
2 6 hari setelah - Memastikan involusio uterus berjalan
persalinan normal : uterus berkontraksi, fundus
dibawah umbilikus, tidak ada perdarahan,
abnormal, t idak ada bau
- Menilai adanya tanda-tanda demam,
infeksi atau perdarahan abnormal
- Memastikan ibu mendapat cukup
makanan, cairan dan istirahat
- Memastikan ibu menyusui dengan baik
dan tidak memperlihatkan tanda-tanda
penyakit
- Memberikan konseling pada ibu
mengenai asuhan pada bayi, tali pusat,
menjaga bayi tetap hangat dan merawat
bayi sehari-hari.
3 2 Minggu sete- - Sama seperti di atas (6 hari setelah
lah persalinan persalinan
4 6 minggu - Menanyakan pada ibu tentang penyulit-
sete-lah penyulit yang ia atau bayi alami
persalinan
- Memberikan konseling untuk KB secara
dini
6. Penilaian Klinik
a). Anamnesis
1) Riwayat Ibu
- Nama, Umur
- Tanggal dan tempat lahir
- Penolong
- Jenis Persalinan
- Masalah-masalah selama persalinan
- Nyeri
- Menyusui atau tidak
- Keluhan-keluhan saat ini
Misalnya : - Kesedihan / depresi
- Pengeluaran pervaginam / perdarahan / lokhia
- Putting / Payudara
- Rencana masa datang ; kontrasepsi yang akan digunakan
2) Riwayat Sosial Ekonomi
- Respon ibu dan keluarga terhadap bayi
- Kehadiran anggota keluarga untuk membantu ibu dirumah
- Para pembuat keputusan diruangan
- Kebiasaan minum, merokok dan menggunakan obat
- Kepercayaan dan adat istiadat
3) Riwayat Bayi
- Menyusui
- Keadaan tali pusat

- Vaksinasi
- Buang air kecil / besar

b). Pemeriksaan Kondisi Ibu


1) Umum
- Suhu Tubuh
- Denyut Nadi
- Tekanan Darah
- Tanda-tanda Anemia
- Tanda-tanda Odema / Tromboflebitis
- Refleks
- Varises
- Cuat (Cortial Variabel area tenderness)
- Payudara
Ÿ Putting susu ; pecah, pendek, rata
Ÿ Nyeri tekan
Ÿ Abses
Ÿ Pembengkakan / ASI terhenti
Ÿ Pengeluaran ASI
- Perut / Uterus
Ÿ Posisi uterus / tinggi fundus uteri
Ÿ Kontraksi uterus
Ÿ Ukuran kandung kemih
- Vulva / Perineum
Ÿ Pengeluaran Lokhia
Ÿ Penjahitan laserasi atau luka episiotomi
Ÿ Pembengkakan
Ÿ Luka
Ÿ Hemoroid
7. Penanganan
Tindakan yang baik untuk asuhan masa nifas normal pada ibu yaitu :
a). Kebersihan diri
- Anjurkan kebersihan seluruh tubuh
- Mengajarkan ibu bagaimana membersihkan daerah kelamin dengan sabun
dan air. Pastikan bahwa ia mengerti untuk membersihkan daerah disekitar vulva terlebih
dahulu dari depan kebelakang, baru kemudian membersihkan daerah sekitar anus.
Nasehatkan ibu untuk membersihkan diri setiap kali selesai buang air kecil atau besar.
- Sarankan ibu untuk mengganti pembalut atau kain pembalut setidaknya
dua kali sehari. Kain dapat digunakan ulang jika telah dicuci dengan baik, dan
dikeringkan dibawah matahari atau disetrika.
- Sarankan ibu untuk mencuci tangan dengan sabun dan air sebelum dan
sesudah membersihkan daerah kelaminnya.
- Jika ibu mempunyai luka episiotomi atau laserasi, sarankan kepada ibu
untuk menghindari menyentuh daerah luka.
b). Istirahat
- Anjurkan ibu untuk beristirahat cukup untuk mencegah kelelahan yang berlebihan
- Sarankan ia untuk kembali ke kegiatan-kegiatan rumah tangga bisa pelrlahan-lahan,
serta untuk tidur siang atau beristirahat selagi bayi tidur.

Ÿ Kurang istirahat akan mempengaruhi ibu dalam beberapa hal:


Ÿ Mengurangi jumlah ASI yang diproduksi
Ÿ Memperlambat proses involusi uterus dan memperbanyak perdarahan
Ÿ Menyebabkan depresi dan ketidak mampuan untuk merawat bayi dan dirinya sendiri.
c). Latihan
- Diskusikan pentingnya mengembalikan otot-otot perut dan panggul
kembali normal. Ibu akan merasa lebih kuat dan ini menyebabkan otot perutnya
menjadi kuat sehingga mengurangi rasa sakit pada punggung.
- Jelaskan bahwa latihan tertentu beberapa menit setiap hari sangat
membantu, seperti :
Ÿ Dengan tidur terlentang dengan lengan disamping, menarik otot perut selagi menarik
nafas, tahan nafas kedalam dan angkat dagu kedada; tahan satu hitungan sampai 5 rileks
dan ulangi 10 kali.
Ÿ Untuk memperkuat tonus otot vagina (latihan kegel)
- Berdiri dengan tungkai dirapatkan, kencangkan otot-otot pantat dan
pinggul dan tahan sampai 5 hitungan, kendurkan dan ulangi latihan sebanyak 5 kali.
Mulai dengan mengerjakan 5 kali latihan untuk setiap kali gerakan
setiap minggu naikkan jumlah latihan 5 kali lebih banyak. Pada minggu ke 6 setelah
persalinan ibu harus mengerjakan setiap gerakan sebanyak 30 kali.

d). Gizi
Ibu menyusui harus :
- Mengkonsumsi tambahan 500 kalori tiap hari
- Makan dengan diet berimbang untuk mendapatkan protein, mineral dan vitamin yang
cukup.
- Minum sedikitnya 3 liter air setiap hari (anjurkan ibu untuk minum setiap kali
menyusui)
- Pil zat besi harus diminum untuk menambah zat gizi setidaknya selama 40 hari pasca
bersalin.
- Minum kapsul vitamin A (200.000 unit) agar bisa memberikan vitamin A kepada
bayinya melalui Asinya.
e). Perawatan payudara
- Menjaga payudara tetap bersih dan kering
- Menggunakan BH yang menyokong payudara
- Apabila putting susu lecet oleskan kolestrum atau ASI yang keluar pada sekitar
putting susu pada setiap kali selesai menyusui. Menyusui tetap dilakukan dari putting
susu yang tidak lecet.
- Apabila lecet sangat berat dapat diistirahatkan selama 24 jam. ASI dikeluarkan
dan diminumkan dengan menggunakan sendok.
- Untuk menghilangkan nyeri dapat minum parasetamol 1 tablet setiap
4 - 6 jam.
Ÿ Apabila payudara bengkak akibat pembendungan ASI lakukan:
Ÿ Pengompresan payudara dengan menggunakan kain basah dan hangat selama – lamanya 5
menit.
Ÿ Urut payudara dari arah pangkal menuju putting atau gunakan sisir untuk mengurut
payudara dengan arah “Z” menuju putting.
Ÿ Keluarkan ASI sebagian dari bagian depan payudara sehingga putting susu menjadi
lunak.
Ÿ Letakkan kain dingin pada payudara setelah menyusui
Ÿ Payudara dikeringkan
f). Hubungan Perkawinan / Rumah Tangga
- Secara fisik aman untuk memuli hubungan suami istri begitu darah merah
berhenti dan ibu dapat memasukkan satu atau dua jarinya kedalam vagina tanpa rasa
nyeri, begitu darah merah berhenti dan dia tidak merasakan ketidaknyamanan, aman
untuk memulai melakukan hubungan suami istri kapa saja, ibu siap.
- Banyak budaya yang mempunyai tradisi menunda hubungan suami sitri
sampai masa waktu tertentu misalnya setelah 40 hari atau 6 minggu setelah persalinan
keputusan tergantung pada pasangan yang bersangkutan.
g). Keluarga Berencana
- Idealnya pasangan harus menunggu sekurang-kurangnya 2 tahun sebelum
ibu hamil kembali. Setiap pasangan harus menentukan sendiri kapan dan bagaimana
mereka ingin merencanakan tentang keluarganya. Namun petugas kesehatan dapat
membatu merencanakan keluarganya dengan mengajarkan kepada mereka tentang cara
mencegah kehamilan yang tidak diinginkan.
- Biasanya wanita tidak akan menghasilkan telur (ovulasi) sebelum ia mendapatkan
lagi haidnya selama meneteki. Oleh karena itu, metoda amenore laktasi dapat dipakai
sebelum haid pertama kali untuk mencegah terjadinya kehamilan baru. Risiko cara ini
ialah 2 % kehamilan.
- Meskipun beberapa metoda KB mengandung Risiko, menggunakan kontrasepsi
tetap lebih aman, terutama apabila ibu sudah haid lagi.
- Sebelum menggunakan metoda KB, hal-hal berikut sebaiknya dijelaskan
dahulu kepada ibu.
Ÿ Bagaimana metoda ini dapat mencegah kehamilan dan efektivitasnya.
Ÿ Kelebihan / Keuntungannya
Ÿ Kekurangannya
Ÿ Efek samping
Ÿ Bagaimana menggunakan metoda ini
Ÿ Kapan metoda ini dapat mulai digunakan untuk wanita pasca salin yang menyusui.
- Jika seorang ibu / pasangan telah memilih KB tertentu, ada baiknya untuk
bertemu dengannya lagi dalam 2 minggu untuk mengetahui apakah ada yang ingin
ditanyakan oleh ibu / pasangan itu dan untuk melihat apakah metoda tersebut bekerja
dengan baik.

D. BAYI BARU LAHIR (BBL) NORMAL


1. Pengertian
Bayi baru lahir normal adalah bayi lahir dengan 37 minggu sampai 42 minggu dan berat
badan lahir 2500 gram sampai dengan 4000 gram.
2. Ciri-ciri Bayi Normal
Ÿ Berat badan 2500-4000 gram
Ÿ Panjang badan lahir 48-52 cm
Ÿ Lingkar dada 30-33 cm
Ÿ Lingkar kepala 33-35 cm
Ÿ Bunyi jantung dalam menit-menit pertama cepat kira-kira 180 kali/menit kemudian menurun
sampai 120-140 kali/menit.
Ÿ Pernafasan pada menit-menit pertama cepat kira-kira 80 kali/menit kemudian menurun setelah
tenaga kira-kira 40 kali/menit.
Ÿ Kulit kemerah-merahan da licin karena jaringan subkutan cukup terbentuk cukup terbentuk dan
diliputi verniks kaseosa
Ÿ Rambut lanugo telah tidak terlihat, rambut kepala biasanya telah sempurna.
Ÿ Kuku telah agak panjang lemas
Ÿ Geitalia : Pada perempuan, labia mayora sudah menutupi labia minora
Pada laki-laki, tetis sudah turun
Ÿ Refleks moro sudah baik, ila bayi dikagetkan akan memperlihatkan gerkan seperti memeluk
Ÿ Graff refleks sudah baik, apabila diletakan sesuatu benda diatas telapak tangannya bayi akan
mnggenggam.
Ÿ Eliminasi baik urine dan mekonium akan keluar dalam 24 pukul pertama, mekonium akan
kuning dansudah kecoklatan.

3. Perubahan-perubahan Yang Terjadi Pada Bayi Baru Lahir.


a. Perubahan Metabolisme Karbohidrat
Dalam waktu 2 jam setelah lahir akan terjadi penurunan kadar gula darah, untuk menambah
energi pada jam-jam pertama setelah lahir diambil dari setelah metabolisme asam lemak, bila
karena sesuatu hal misalnya bayi aka menderita hipoglikemia, misalnya pada BBLR, bayi
dari ibu yang menderita DM da lain-lainnya.
b. Perubahan Suhu Tubuh
Ketika bayi lahir, bayi berada pada suhu lingkungan yang lebih rendah dari pada suhu
didalam rahim ibu. Apabila bayi dibiarkan dalam suhu kamar 25 0C maka bayi akan
kehilangan panas melalui konveksi, radiasi dan evaporasi sebanyak 200 kali/Kg BB/menit.
Sedangkan produksi panas yang dihasilkan tubuh bayi hanya 1/10 nya. Keadaa ini
meyebabkan penurunan suhu tubuh sebanyak 2 0C dakam waktu 15 menit, akibat suhu yang
rendah metabolisme jaringan meningkat dan kebutuhan oksigen meningkat.
c. Perubahan Pernapasan
Selama dalam uterus janin mendapat O2 dari pertukaran gas melalui plasenta. setelah bayi
lahir pertukaran gas melalui paru-paru bayi. Rangsangan untuk gerakan pernapasan pertama
ialah :
Ÿ Tekanan mekanis dari toraks sewaktu melalui jalan lahir
Ÿ Penurunan PaO2 dan PaCO2 merangsang kemoreseptor yang terletak disinus karotis
Ÿ Refleks defeksi hering breur

Pernapasan pertama pada bayi baru lahir menjadi normal dalam waktu 30 detik setelah
kelahiran, tekanan rongga pada bayi pada saat melalui alan lahir pervaginam mengakibatkan
cairan paru-paru (pada bayi normal jumlahnya 80 sampai 100 ml) kehilangan 1/3 dari jumlah
cairan tersebut,sehingga cairan yang hilang diganti dengan udara.
Paru-paru berkembang sehingga rongga dada kembali pada bentuk semula. Pernapasan pada
neonatus terutama pernapasan diafragmatik dan abdominal dan biasanya masih tidak teratur
rekwensi dan dalam pernapasannya.
d. Perubahan Sirkulasi
Dengan perkembangan paru-paru mengakibatkan tekanan O2 meningkat dan tekanan CO2
menurun, hal ini mengakibatkan turunnya resistensi pembuluh darah dari artei pulmonalis
mengalir ke paru-paru dan ductus arteriosis menutup.
Dengan mencuitnya artiri dan vena umbilikalis kemudian tali psat di potong. Aliran darah
dari plasenta melalui vena cava inferior dan voramen ovale terhenti. Sirulasi janin sekarang
berunah menjadi sirkulasi bayi yang hidup diluar badan ibu.
e. Perubahan alat-alat pencernaan hati ginjal dan alat lainnya mulai berfungsi.
4. Asuhan Bayi Baru Lahir Normal
a. Asuhan Segera Bayi Baru lahir
Asuhan segera pada bayi baru lahir adalah asuhan yang diberikan pada bayi tersebut selama
jam pertama setelah kelahiran. Sebagian bayi yang baru lahir akan menunjukan usaha
pernapasan spontan dengan sedikit bantuan atau gangguan.

Aspek-aspek penting asuhan segera bayi baru lahir :


Ÿ Menjaga agar bayi tetap sehat
Ÿ Usahakan adanya kontak antara kulit bayi dengan kulit ibunya sesegera mungkin
Ÿ Sambil menilai pernapasannya, letakan bayi dengan handuk diatas perut ibu
Ÿ Dengan kain bersih dan kering atau kasa, lendir dan darah diusap dari wajah bayi untuk
mencegah jalan udaranya terhalang, pernapasan bayi diperiksa kembali
Sebagian besar bayi akan menangis atau bernapas secara spontan dalam waktu 30 detik
setelah lahir :
Ÿ Bila bayi menangis atau nernapas (terlihat dari pergerakan dada paling sedikit 30 kali/menit),
bayi dibiarkan dengan ibunya.
Ÿ Bila bayi tidak bernapas dalam waktu 30 detik,segera mencari batuan dan mulai langkah-
langkah resusitasi
Klem dan potong tali pusat
Ÿ Tali pusat diklem dengan dua buah klem, pada titik kira-kira 2 dan 3 cm dari pangkal pusat
(tinggalkan 1 cm diantara kedua klem tersebut)
Ÿ Tali pusat di potong diantara kedua klem sambil melindungi bayi dengan tangan kiri
Ÿ Mempertahankan kebersihan pada saat memotong tali pusat. sarung tangan diganti bila sudah
kotor. memotong tali pusat dengan pisau atau gunting yang didesinfeksi tingkay tinggi (DTT)

Ÿ Periksa tali pusat setiap 15 menit. Apabila sudah masih terjadi perdarahan dilakukan pengikatan
ulang yang lebih ketat.
Menjaga bayi agar tetap hangat
Ÿ Memastikan bayi tetap hangat dan terjadi kontak antara kulit bayi dengan kulit ibu.
Ÿ Megganti handuk atau kain yang basah, dan bayi dibungkus dengan selimut untuk mencegah
keluarnya panas tubuh
Ÿ Memastikan bayi tetap hangat dengan memeriksa telapak kaki bayi setiap 15 menit
Ÿ Apabila telapak kaki bayi terasa dingin, periksa suhu aksila bayi
Ÿ Apabila suhu bayi kurang dari 36,5 0C bayi segera dihangatkan
Kontak dengan ibu
Ÿ Bayi diberikan kepada ibunya secepat mungkin, kontak dini antara ibu dan bayi penting untuk :
- Kehangatan mempertahankan panas bayi yang benar pada bayi baru lahir.
- Ikatan batin pemberian ASI
- Mendorong ibu untuk menyusui bayinya apabila bayi telah siap (degan menunjukan refleks
rooting).
Pernapasan
Sebagian besar bayi akan bernapas secara spontan. Pernapasan bayi sebaiknya diperiksa
secara teratur untuk mengetahui adanya masalah
Ÿ Penapasan dan warna kulit diperiksa setiap 5 menit
Ÿ Jika bayi tidak segera bernapas dilakukan hal-hal berikut :
- Keringkan bayi dengan selimut atau handuk hangat
- Punggung bayi digosok dengan lembut

- Jika nelum mulai bernapas setelah 30 detik mulai resusitasi


- Apabila bayi sianosis (kulit biru) atau sukar bernapas (frekwensi pernapasan kurang dari 30
atau lebih daro 60 kali/menit) bayi diberi oksigen dengan kateter nasal atau prongs
Perawatan Mata
Obat mata eritromicin ) 0,5 % atau tetrasiklin 1 % di anjurkan untuk mencegah penyakit mata
karena klamidia (penyakit menular seksual). Obat mata perlu dibarikan pada jam pertama
setelah persalinan.
b. Kontak Dini Dengan Ibu
Dalam waktu 24 jam, bila bayi ridak mengalami ,asalah apapun berikanlah asuhan berikut :
Ÿ Lanjutkan pengamatan suhu tubuh bayi.
Ÿ Pertahankan suhu tubuh bayi
- Hindari memandikan bayi hingga sedikitnya 6 jam da hanya setelah itu ika tidak terdapat
masalah medis dan jika suhunya 36,5 0C atau lebih.
- Bungkus bayi dengan kain kering dan hangat, kepala bayi harus tertutup
Ÿ Pemeriksaan fisik bayi
Lakukan pemeriksaan fisik bayi yang lebih lengkap, ketika memeriksa bayi baru lahir ingat
butir-butir penting berikut :
- Dilakukan ditempat yang hangat dan bersih untuk pemeriksaan

- Mencuci tangan sebelum dan sesudah pemeriksaan, menggunakan sarung tangan dan
bertindak lembut pada saat menangani bayi
- Melihat, mendengar dan merasakan tiap-tiap daerah, dimulai dari kepala dan berlanjut secara
sistematis manuju jari kaki
- Jika ditemukan faktor risiko atau masalah, carilah bantuan lebih lanjut yang memang
diperlukan
- Rekam hasil pengamatan
Ÿ Identifikasi bayi
Alat mengenal untuk memudahkan identifikasi bayi yang perlu dipasang setelah pasca
persalinan. Alat pengenal yang efektif diberikan setiap bayi baru lahir dan harus tetap
ditempatnya sampai waktu bayi dipulangkan
Ÿ Perawatan lain-lain
Perawatan tali pusat
- Pertahankan sisa-sisa tali pusat dalam keadaan terbuka agar tekena udara dan ditutupi
dengan kain bersih secara longgar
- Popok dilipat dibawah sisa tali pusat
- Jika tali pusat terkena kotoran atau tinja, cuci dengan sabun dan air bersih dan keringkan
betul-betul
- Dalam waktu 24 jam dan sebelum ibu dan bayi dipulangkan kerumah, bayi diberi imunisasi
BCG, Polio, oral dan Hepatitis B

- Beri tahu orang tua agar merujuk bayi segera untuk perawatan lebih lanjut jika ditemui tanda
bahaya berikut :
Pernapasan sulit atau lebih dari 60 kali / menit
o Kehangatan terlalu panas ( > 38 0C atau terlalu dingin < 36 0C )
o Warna kuning (terutama 24 jam pertama), iru pucat memar
o Pemberian makanan : hisap lemah, mengantuk berlebihan banyak muntah
o Tali pusat : merah, bengkak, keluar cairan bau busuk, berdarah
o Infeksi : Suhu meningkat, mertah, bengkak, keluar cairan (nanah) bau busuk, pernapasan sulit
o Tinja / kemih : tidak berkemih dalam 24 jam, tinja cair sering, warna hijau tua, ada lendir atau
darah pada tinja
o Aktifitas : menggigil atau tangis tidak bisa, sangat mudah tersinggung, lemas atau terlalu
mengantuk, lunglai, atau kejang-kejang halus, tidak bisa tenang, menangis terus menerus
Ÿ Mengajarkan pada orang tua cara merawat bayi mereka dan perawatan harian untuk bayi baru
lahir
- Memberi Asi sesuai dengan kebutuhan setiap 2-3 jam (paling sedikit setiap 4 jam) mulai dari
pertama
- Pertahankan agar bayi selalu dengan ibunya
- Jaga bayi dalam keadaan bersih, hangat dan kering dengan mengganti popok dan selimut
sesuai dengan keperluan. Pastikan bayi tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin
- Jaga tali pusat dalam keadaan baik dan kering
- Awasi masalah dan kesulitan pada bayi dan minta bantuan jika perlu
- Pegangklah sayangi dan nikmati kehidupan nrrtsama bayi
- Jaga keamanan bayi terhadap trauma dan penyakit infeksi
- Ukur suhu tubuh bayi.

BAB III
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN
PADA ANC, INC, dan PNC

Nama : Ni ketut Ekayani


Nim : 105080022
Tgl Pengkajian : 21 September 2010
: BPS

GKAJIAN
1. Biodata (Data Subjektif)
Nama Ibu : Ny.S
Umur : 27 Tahun
Suku/Kebangsaan : Kaili/Indonesia

Agama : Islam
Pendidikan : SD
Pekerjaan : URT
Alamat Rumah : jl.garuda

No.125 58

Nama Suami : Tn. L


Umur : 30 Tahun
Suku/Kebangsaan : Kaili/Indonesia

Agama : Islam
Pendidikan : SMU
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat Rumah : jl.garuda

B. Anamnesa :
Pada tanggal : 21 September 2010
uhan utama : Ibu mengatakan hamil 7 bulan , anak ke dua dengan keluhan merasa pusing dan mual-mual
ayat keluhan: Ibu mengatakan keluhan di rasakan sejak beberapa hari yang lalu
ayat menstruasi
a. Menarche : 13 th
b. Siklus : 28 – 30 hr
c. Lamanya : 7 hari
d. Banyaknya : 3x ganti softex
e. HPHT : 20 – 03 – 2010
f. Dismenerhoe : Kadang-kadang
g. Gangguan sewaktu menstruasi : Tidak ada
ayat perkawinan
Kawin 1 kali
Usia kawin pertama 12 tahun
ayat kehamilan dan persalinan :
a. Jumlah kehamilan dan persalinan : GII PI A0
b. Golongan darah : O
c. Riwayat persalinan
Jarak kelahiran : 3 tahun
Tempat melahirkan : di Rumah
Cara melahirkan : SPT LBK
ayat Kelahiran anak
No. Kehamilan Persalinan JK BB Penolong
1. Aterm SPT LBK ♂ 2600 gr Bidan,
(di rumah)

2. Hamil
sekarang

5. Riwayat Ginekologi : Tidak ada


6. Riwayat Keluarga berencana
Jenis kontrasepsi : Suntikan
Efek samping : Tidak ada
Lama menggunakan : 3 tahun
7. Riwayat kehamilan sekarang
HPHT : 20 – 03 – 2010
Keluhan : Pusing dan mual
8. Riwayat penyakit yang pernah diderita : Tidak ada
9. Riwayat perilaku kesehatan :
Ibu tidak memiliki kebiasaan mengkonsumsi obat-obatan terlarang, minum-minuman
beralkohol, dan tidak merokok.
10. Riwayat psikologis :
Pola kegiatan sehari-hari :
a. Nutrisi
Pola makan : 3 x sehari
Jenis makanan : Nasi + sayur + lauk
Pola minum : ± 6 – 8 gelas / hari
Makanan tambahan : Susu + Roti
Makanan pantang : Tidak ada
b. Pola Eliminasi
BAK : ± 6x sehari
BAB : 1 x sehari
c. Pola istirahat
Tidur siang : 13.00 - 14.00
Tidur malam : 22.00 - 05.00
d. Hygiene perorangan
Mandi : 2 kali sehari dengan sabun lifebuoy
Sikat gigi : 2 kali sehari dengan Pepsodent
Cuci rambut : 3 kali seminggu dengan Shampoo Clear
11. Keadaan sosial Budaya :
Ibu menjalin hubungan yang baik antara sesama keluarga, dan masyarakat. Keluarga senang
tehadap kehamilannya, karena kehamilan ini sudah direncanakan.
C. Pemeriksaan Fisik (Data objektif)

1. Keadaan umum : Baik


2. Tanda-tanda vital
- Tekanan darah : 110/70 mmHg
- Denyut nadi : 84 x/mnt
- Pernafasan : 20 x/mnt
- Suhu tubuh : 36 oC
- TB : 155 cm
- BB : 63 kg
- LILA : 26 cm
3. Muka
- Kelopak mata : Tidak odema
- Konjungtiva : Tidak anemis
- Sklera : Tidak ikterus
4. Mulut dan gigi : Tidak ada stomatitis
5. Kelenjar thyroid : Tidak ada pembesaran
6. Dada : Simetris Ki / Ka
7. Jantung : Normal
8. Paru : Normal
9. Payudara

- Pembesaran : Ada
- Puting susu : Menonjol
- Simetris : Ya
- Benjolan : Tidak ada
- Pengeluaran : belum ada
- Rasa Nyeri : Tidak ada
10. Punggung dan pinggang : Tidak ada rasa nyeri
11. Posisi tulang belakang : Lordosis gravidarum
12. Ekstremitas atas dan bawah

- Edema : Tidak ada


- Varices : Tidak ada
- Refleks Patella : (+) kanan dan kiri
13. Abdomen :

- Pembesaran : Ada, sesuai umur kehamilan


- Benjolan : Tidak ada
Palpasi
- Leopold I : TFU 3 jari atas pusat
- Leopold II : PU – Ka
- Leopold III : Pres – Kep
- Leopold IV :
Auskultasi
- BJF : Ada
- Frekuensi : 128 x/mnt
- Teratur/tidak : Teratur

D. Pemeriksaan Laboratorium

Hb : 10,4 gr %

II. INTERPRESTASI DATA :


Diagnosa : Ny. S umur 27 tahun, GII PI AO janin tunggal hidup, intra uterin dengan
UK 28 minggu
Data Subjektif (DS) : : - Ibu mengatakan datang ke klinik untuk memeriksakan
kehamilannya
- Ibu mengatakan hamil 7 bulan
- Ibu mengatakan hamil anak ke-2, dan tidak pernah keguguran
- Ibu mengatakan merasa pusing
- Ibu mengatakan haid terakhir tgl 20 – 03 – 2010
- Ibu mengatakan pergerakan janin pertama kali umur kehamilan 20 minggu
- Ibu mengatakan pergerakan janin dalam 24 jam terakhir aktif, sering
Data Objektif (DO) :
- TP : 27 – 12 – 2010 tanggal 22 – 2 - 2006
- Palpasi
Ÿ Leopold I : TFU 3 jari atas pusat
Ÿ Leopold II : PU – Ka
Ÿ Leopold III : Pres – Kep
Ÿ Leopold IV :
- Auskultasi
Ÿ BJF : Ada
Ÿ Frekuensi : 128 x/mnt
Ÿ Teratur/tidak : teratur
Masalah : Tidak ada
Dasar :
- Ibu mengatakan merasa kurang nyaman dengan keadaanya.
- Ibu mengatakan hamil 7 bulan
- Ibu mengatakan hamil yang ketiga, dan tidak pernah keguguran
Kebutuhan :
- Informasi tentang ibu dan janinnya saat ini

III. DIAGNOSA POTENSIAL


Tidak ada
Masalah potensial :
Tidak ada
IV. TINDAKAN SEGERA :
Tidak ada
V. RENCANA :
1. Lakukan pemeriksaan pada ibu
2. Dengarkan DJJ
3. Jelaskan hasil pemeriksaan pada ibu
4. Beri HE dan motivasi agar ibu dapat melakukan ANC secara teratur selama hamil
5. Anjurkan ibu untuk istirahat yang cukup ± 8 – 10 jam
6. Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan bergizi
7. Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi tablet Fe sebanyak 90 tablet selama hamil
8. Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi tablet Fe bersamaan dengan Vitamin C atau jeruk
9. Beri terapi sesuai dengan keluhan yang dirasakan oleh i
VI. IMPLEMENTASI :
1. Melakukan pemeriksaan pada ibu (Pemeriksaan Leopold)
2. Mendengarkan DJJ
3. Menjelaskan hasil pemeriksaan pada ibu
4. Memberi HE dan motivasi agar ibu dapat melakukan ANC secara teratur selama hamil.
5. Menganjurkan ibu untuk istirahat yang cukup ± 8 – 10 jam
6. Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi tablet Fe sebanyak 90 tablet selama hamil
7. Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi tablet Fe bersamaan dengan Vitamin C atau jeruk
8. Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi
9. Memberikan terapi kepada ibu sesuai dengan keluhan yang dirasakan
Ø Antacid 3 x 1
Ø Vit B6 3 x 1
Ø Vit Bcomp 3 x 1
Ø Calk 1 x 1

VII. EVALUASI
Tanggal 21 September 2010 pukul 10.00
1. Keadaan umum : Baik
2. TTV Ibu
TD : 110/70 mmHg S : 360 C
N : 84 x/menit R : 20 x/menit
Palpasi
Leopold I : TFU 3 jari atas pusat
Leopold II : PU – Ka
Leopold III : Pres – Kep
Leopold IV :

Asuhan Kebidanan Komprehensif (Contoh)


Posted on July 7, 2011, 6:46 pm, by admin, under Komprehensif.

PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Kehamilan merupakan sesuatu yang unik dan penuh misteri bagi pasangan suami istri. Setiap
kehamilan diharapkan dapat berakhir dengan aman dan sejahtera baik bagi ibu maupun janin,
oleh karena itu, pelayanan kesehatan maternal sangatlah penting dan semua perempuan
diharapkan mendapatkan akses terhadap pelayanan kesehatan tersebut. Tingkat kesehatan ibu
dan anak masih rendah dan perlu ditingkatkan secara intensif dan berkelanjutan. Indonesia
masih juga belum mampu mengatasi tingginya angka kematian ibu (AKI) 307 per 100.000
kelahiran hidup dan angka kematian bayi (AKB) 35 per 1.000 kelahiran hidup. Itu berarti
setiap tahun ada 13.778 kematian ibu atau setiap dua jam ada dua ibu hamil, bersalin, nifas
yang meninggal karena berbagai penyebab (Kompas online, 2004). Berdasarkan penelitian
yang dilakukan bahwa ternyata penyulit yang terjadi pada kehamilan sebenarnya dapat
dideteksi secara dini sejak masa kehamilan. Penanganan kegawatdaruratan dapat dilakukan
dengan tepat, apabila ibu dan keluarga memperoleh informasi yang cukup sejak masa
kehamilannya (Konsep Asuhan Kebidanan, Pusdiknakes, 2003). Tingginya angka kesakitan
dan kematian ibu disebabkan oleh perdarahan pada masa persalinan, komplikasi, sepsis dan
lain sebagainya. Hal ini dapat dicegah dengan pemberian asuhan yang baik pada kehamilan,
persalinan sampai nifas. Untuk menjamin kualitas asuhan kebidanan, maka bidan sebagai
pemberi pelayanan bagi ibu dapat menggunakan Manajemen Kebidanan Varney. Untuk
mendokumentasikan semua asuhan yang telah diberikan digunakan dengan pendekatan
SOAP, yang terdiri dari 4 langkah yang disarikan dari proses pemikiran penatalaksanaan
kebidanan. Metoda SOAP ini digunakan karena merupakan kemajuan informasi yang
sistematis yang mengorganisir penemuan dan kesimpulan menjadi suatu rencana asuhan.
Berdasarkan uraian di atas penulis tertarik untuk melakukan Asuhan Kebidanan Pada Ny. N
sejak usia kehamilan 36 minggu sampai dengan masa nifas.

1.2 Rumusan masalah


Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka rumusan masalahnya adalah:
bagaimana melaksanakan Asuhan Kebidanan pada Ny. N sejak kehamilan 36 minggu sampai
dengan masa nifas sesuai standar pelayanan kebidanan?

1.3 Tujuan
1.3.1 Tujuan umum Untuk dapat melakukan asuhan kebidanan yang komprehensif dari
kehamilan, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir.
1.3.2 Tujuan khusus
1. Dapat melakukan pengumpulan data dasar (data subjektif dan objektif).
2. Dapat menginterpretasikan data dasar untuk mengidentifikasi diagnosa/masalah.
3. Dapat mengidentifikasikan diagnosa/masalah potensial dan mengantisipasi masalah.
4. Dapat menetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera untuk menentukan konsultasi,
kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain berdasarkan kondisi klien. Dapat memberikan
asuhan kebidanan sejak kehamilan 36 minggu, persalinan, masa nifas, dan bayi baru lahir
sesuai Standar Asuhan Kebidanan.
5. Dapat menyusun rencana asuhan yang menyeluruh dengan tepat dan rasional.
6. Dapat melakukan pelaksanaan langsung asuhan dengan efisien dan aman.
7. Dapat mengevaluasi keefektifan hasil asuhan kebidanan yang telah diberikan.

1.4 Manfaat
1.4.1 Bagi penulis
1. Memberikan pengalaman bagi penulis untuk dapat melakukan asuhan kebidanan secara
komprehensif dari masa kehamilan,persalinan, nifas dan bayi baru lahir.

2. Menumbuhkan sikap positif dan percaya diri atas profesionalismenya untuk dapat memacu
lebih baik lagi.

1.4.2 Bagi institusi Memberikan pendidikan, pengalaman dan kesempatan bagi mahasiswinya
dalam melakukan asuhan kebidanan komprehensif, sehingga dapat menumbuhkan dan
menciptakan bidan yang terampil dan professional. 1.4.3 Bagi BPS Sebagai salah satu
gambaran pelaksanaan pelayanan kesehatan dalam hal memberikan asuhan kebidanan dan
sebagai bahan pertimbangan untuk pemberian asuhan kebidanan selanjutnya yang lebih baik
di masa yang akan datang. 1.4.4 Bagi klien Dengan dilakukannya asuhan kebidanan
komprehensif, diharapkan klien mendapatkan asuhan yang dibutuhkan dan dapat menjalani
kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir dengan baik, dan sebagai deteksi dini agar
mendapatkan penanganan segera.

1.5 Tahap Kegiatan


Study Kasus Tahapan kegiatan studi kasus dilakukan selama menjalani praktik PKK 1 dalam
kurun waktu 45 hari yakni 5 Oktober s.d. 19 November 2009. Tabel 1: Tahap kegiatan study
kasus No Hari/Tanggal Jam Kegiatan Keterangan 1 Senin/ 19-10-2009 16.15

a. Pemeriksaan kehamilan (Antenatal ).


b. Pemeriksaan HB. BPS ? Senin/ 26-10-2009 16.30 Pemeriksaan kehamilan BPS 3 Rabu/28
28-10-2009 23.00 a. Pemeriksaan INC b. Persiapan APN. c. Melakukan asuhan BBL a.
Melakukan pemeriksaan ibu post partum (8 jam PP). b. Melakukan pemeriksaan BBL 8 jam.
BPS 4 31-10-2009 14.00 a. Melakukan pemeriksaan Neonatus 3 hari Postpartum. b.
Melakukan pemeriksaan Ibu Nifas 3 hari postpartum. c. Melakukan senam Nifas. d.
Melakukan Pijat Bayi. e. Melakukan pemeriksaan lab pada ibu. Kunjungan Rumah 5 03-11-
2009 07.00 a. Kunjungan Ulang ke rumah klien b. Pemeriksaan Ibu nifas 6 hari postpartum.
Rumah klien BAB II TINJAUAN TEORI 2.1 Kehamilan 2.1.1 Pengertian Masa kehamilan
dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40
minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir. Kehamilan dibagi dalam
3 triwulan: 1. Triwulan pertama dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan. 2. Triwulan kedua dari
bulan keempat sampai 6 bulan. 3. Triwulan ketiga dari bulan ke 7 sampai 9 bulan. (Sarwono
Prawirahardjo, 2007). 2.1.2 Pemeriksaan kehamilan Pemeriksaan yang dilakukan terhadap
ibu hamil, yaitu : 1. Anamnesa 2. Pemeriksaan Umum 3. Pemeriksaan Khusus Kebidanan
meliputi : a. Inspeksi b. Palpasi Cara pemeriksaan palpasi menggunakan pemeriksaan
Leopold yang dibagi menjadi 4 tahap, yaitu : 1) Leopold I : Untuk mengetahui tinggi fundus
uteri, dengan demikian umur kehamilan dapat diketahui. Umur kehamilan disesuaikan
dengan HPHT. 2) Leopold II : Untuk mengetahui letaj janin di dalam perut ibu dan
mengetahui bagian apa dari janin yang mengisi sebelah kanan dan kiri perut ibu. 3) Leopold
III : Untuk mengetahui bagian apa yang terdapat di sebelah bawah perut ibu dan apa yang
terdapat di bagian bawah tersebut sudah terpegang atau belum oleh atas panggul. 4) Leopold
IV : Untuk mengetahui seberapa jauh bagian terbawah janin telah masuk ke pintu atas
panggul. 5) Perkiraan tinggi fundus uteri (1) Menurut speilberg adalah dengan jalan
mengukur tinggi fundus uteri dari simfisis diperoleh tabel sebagai berikut : Tabel ?: Umur
Kehamilan Menurut Speilberg Umur Kehamilan TFU 22-28 mg 24-25 cm di atas simfisis 28
mg 26,7 cm di atas simfisis 30 mg 29,5-30 cm di atas simfisis 32 mg 29,5-30 cm di atas
simfisis 34 mg 31 cm di atas simfisis 36 mg 32 cm di atas simfisis 38 mg 33 cm di atas
simfisis 40 mg 37,7 cm di atas simfisis Sumber : Mochtar, 1998 (?) Menurut Mac Donald
adalah modifikasi Speilberg, yaitu jarak fundus-simfisis dan cm dibagi 3,5 merupakan tuanya
kehamilan dalam bulan. (3) Rumus Johnson – Tausak: BB = (mD – 12) x 155 BB = berat
badan, mD = jarak simfisis – fundus uteri. c. Auskultasi Dilakukan dengan stetoskop untuk
mendengarkan berbagai macam bunyi. Yang didengar dari janin adalah mendengar DJJ,
bising tali pusat, gerakan janin. Sedangkan dari ibu untuk mendengar bising rahim, bunyi
aorta dan bising usus. (Prof. Sulaiman, 1983) d. Pemeriksaan Dalam Guna pemeriksaan
dalam adalah untuk mengetahui :

1) Bagian terbawah janin

2) Kalau bagian yang terbawah adalah kepala, dapat ditentukan posisi uuk, uub, dagu,
hidung, orbita, mulut, dan sebagainya.
3) Kalau letak sungsang, dapat diraba anus, sakrum, dan tuber ischii

4) Pembukaan serviks, turunya bagian terbawah janin, kaput suksedaneum, dan sebagainya 5)
Secara umum dapat dievaluasi keadaan vagina, serviks, dan panggul 6) Pelvimetri klinik :
pemeriksaan dalam memakai jari telunjuk dan jari tengah dengan mencoba meraba
promotorium. Bila teraba, batasnya ditandai dengan telunjuk tangan kiri lalu telunjuk
dikeluarkan dan diukur. 4. Pemeriksaan Laboratorium a. Darah: Dari pemeriksaan darah
perlu di tentukan Hb, sekali 3 bulan karena pada orang hamil sering timbul anemia defisiensi
Fe. b. Air kencing: Terutama diperiksa glukosa, adanya glukosa dalam urine ibu hamil harus
dianggap sebagai gejala penyakit diabetes. (Prof. Sulaiman, 1983) 5. Indeks Masa Tubuh
(IMT) Indeks masa tubuh (IMT) merupakan prediksi derajat lemak tubuh dan pengukurannya
direkomendasikan federal untuk mengklasifikasikan kelebihan berat badan dan obesitas. IMT
dihitung dengan membagi berat badan dalam kilogram dengan kuadrat tinggi badannya
dalam meter (kg/m2). Perhitungan Indeks Masa Tubuh (IMT)

Tabel 3: Klasifikasi Indeks Massa Tubuh (IMT) Klasifikasi BMI Kenaikan BB yang
dianjurkan Rendah < 19,8 12,5 – 18 kg Normal 19,8 hingga 26 11,5 - 16 kg Tinggi > 26
hingga 29 7,0 – 11,5 kg Sumber : Varney, 2007 2.2 Persalinan Persalinan adalah rangkaian
proses yang berakhir dengan pengeluaran hasil konsepsi oleh ibu. Proses ini dimulai dengan
kontraksi persalinan sejati, yang ditandai oleh perubahan progresif pada serviks, dan diakhiri
dengan pelahiran placenta. (Helen Varney, 2008). Persalinan terdiri dari 3 kala: 2.2.1 Kala 1
Kala I terdiri dari fase laten dan fase laten, fase laten mulai dari ibu merasakan mules-mules
sampai pembukaan 4 cm. Fase aktif dari mulai pembukaan empat sampai pembukaan 10 cm
(lengkap). 2.2.2 Kala II Tanda dan gejala kala II: 1. Dorongan ingin meneran
2. Tekanan pada anus
3. Perineum menonjol
4. Vulva dan perineum membuka.
2.2.3 Kala III Kala III persalinan terjadi setelah kelahiran bayi dan melibatkan uterus yang
berkontraksi dan mengecil . 2.2.4 Kala IV Kala IV dimaksudkan untuk melakukan observasi
karena perdarahan post partum paling sering terjadi pada 2 jam pertama. (Prof. Dr. Azrul
Anwar, 2007) 2.3 Nifas Periode pasca partum adalah masa dari kelahiran plasenta dan selaput
janin (menandakan akhir periode intrapartum) hingga kembalinya traktus reproduksi wanita
pada kondisi tidak hamil. (Helen Varney, 2008) 2.3.1 Masa nifas dibagi dalam 3 periode,
yaitu : 1. Puerperium dini yaitu kepulihan dimana ibu telah diperbolehkan berdiri dan
berjalan-jalan. Di dalam agama Islam, dianggap telah bersih dan boleh bekerja setelah 40
hari. 2. Puerperium intermedial yaitu kepulihan menyeluruh alat-alat genitalia yang lamanya
6-8 minggu.

3. Remote puerperium adalah waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna
terutama bila selama hamil atau waktu persalinan mempunyai komplikasi. Waktu untuk sehat
sempurna bisa berminggu-minggu, bulanan atau tahunan. 2.4.2 Perubahan masa nifas 1.
Perubahan fisik 2. Involusi uterus dan pengeluaran lokhia 3. Laktasi/pengeluaran air susu ibu
4. Perubahan sistem tubuh lainnya 5. Perubahan psikis.

2.4.3 Asuhan masa nifas Asuhan masa nifas diperlukan pada periode ini karena merupakan
masa kritis baik ibu maupun bayinya. Diperkirakan bahwa 60% kematian ibu akibat
kehamilan terjadi setelah persalinan, dan 50% kematian masa nifas terjadi dalam 24 jam
pertama. Tujuan asuhan masa nifas 1. Menjaga kesehatan ibu dan bayi, baik fisik maupun
psikologik. 2. Melaksanakan skrining yang komprehensif, mendeteksi masalah, mengobati
atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayi. 3. Memberikan pendidikan
kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi, keluarga berencana, menyusui,
pemberian imunisasi kepada bayi dan perawatan bayi sehat. 4. Memberikan pelayanan
keluarga berencana. (Prawirahardjo, 2007) 2.4.4 Infeksi nifas Infeksi nifas adalah infeksi
bakteri yang berasal dari saluran reproduksi selama persalinan atau nifas. (Helen Varney,
2008). Pada masa nifas sering kali terjadi Infeksi nifas, salah satunya adalah bendungan ASI.
1. Bendungan ASI Bendungan ASI adalah peningkatan aliran vena dan limfe pada payudara
dalam rangka mempersiapkan diri untuk laktasi (Prawirahardjo, 2002) a. Etiologi 1)
Kelenjer-kelenjer susu tidak dikosongkan dengan sempurna 2) Bayi tidak menyusu dengan
baik. b. Gejala 1) Mamma panas dan keras serta nyeri 2) Suhu badan tidak naik 3) Puting
susu mendatar. 4) Pengeluaran asi terhambat. c. Penanganan Sebaiknya selama hamil atau
dua bulan terakhir dilakukan massage atau perawatan puting susu dan areola mamae untuk
mencegah terjadinya puting susu kering dan mudah mencegah terjadinya payudara bengkak.
1) Bila ibu menyusui bayinya :
a) Bila ibu menyusui dan bayi tidak menetek, bantulah memerah air susu dengan tangan dan
pompa.
b) Jika ibu menyusui dan bayi mau menetek: Bantu ibu agar menetek lebih sering pada kedua
payudara tiap kali meneteki.
c) Beri penyuluhan cara meneteki yang baik d) Mengurangi nyeri sebelum meneteki: Berikan
kompres hangat pada dada sebelum meneteki atau mandi air hangat, pijat punggung dan
leher, memeras susu cara manual sebelum meneteki dan basahi puting agar bayi mudah
menetek. e) Mengurangi nyeri setelah meneteki: gunakan bebat atau kutang, Kompres dingin
pada dada untuk mengurangi bengkak, terapi parasetamol 500 mg per oral. 2) Bila ibu tidak
menyusui a) Berikan bebat dan kutang ketat b) Kompres dingin pada dada untuk mengurangi
bengkak dan nyeri c) Hindari pijat atau kompres hangat d) Berikan parasetamol 500 mg per
oral. e) Evaluasi 3 hari (Sarwono Prawirahardjo, 2002) 2.4.5 Kunjungan masa nifas
Kunjungan masa nifas minimal dilakukan 4 kali kunjungan, tujuannya untuk menilai status
ibu dan bayi baru lahir, dan untuk mencegah, mendeteksi dan menangani masalah-masalah
yang terjadi. Tabel 4: Jadwal kunjungan masa nifas Kunjungan Waktu Tujuan 1 6-8 jam
setelah persalinan 1. Mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri 2. Mendeteksi dan
merawat penyebab perdarahan: rujuk bila perdarahan berlanjut 3. Memberikan konseling
pada ibu atau salah satu anggota keluarga bagaimana mencegah perdarahan masa nifas karena
atonia uteri. 4. Pemberian ASI awal 5. Melakukan hubungan antara ibu dan bayi baru lahir. 6.
Menjaga bayi tetap sehat dengan cara mencegah hipotermia. Jika petugas kesehatan
menolong persalinan, ia harus tinggal ibu dan bayi pada 2 jam pertama setelah kelahiran, atau
sampai ibu dan bayi dalam keadaan stabil. ? 6 hari setelah persalinan 1. Memastikan involusi
uterus berjalan normal: Uterus berkontraksi, fundus di bawah umbilikus, Tidak ada
perdarahan abnormal, tidak ada bau. 2. Menilai adanya tanda-tanda demam, infeksi atau
perdarahan abnormal. 3. Memastikan ibu mendapatkan cukup makanan, cairan dan istirahat.
4. Memastikan ibu menyusui dengan baik dan tidak memperlihatkan tanda-tanda penyulit. 5.
Memberikan konseling pada ibu mengenai asuhan pada bayi, tali pusat, menjaga bayi tetap
hangat dan merawat bayi sehari-hari. 3 2 minggu setelah persalinan Sama seperti diatas (6
hari setelah persalinan) 4 6 minggu setelah persalinan 1. Menanyakan pada ibu tentang
penyulit-penyulit yang ibu atau bayi alami 2. Memberikan konseling untuk KB secara dini.
(Sarwono Prawirahardjo, 2007) 2.5 Bayi baru lahir 2.5.2 Asuhan bayi baru lahir Dalam
waktu 24 jam, bila bayi tidak mengalami masalah apapun berikanlah asuhan berikut : 1.
Pertahankan suhu tubuh bayi 2. Lanjutkan pengamatan pernapasan, warna dan aktifitasnya 3.
Pemeriksaan fisik bayi 4. Berikan vitamin K 5. Identifikasi bayi. (Prof. Dr. Azrul Anwar,
2007) 2.5.3 Tanda-tanda bahaya yang harus diwaspadai pada bayi baru lahir 1. Pernapasan :
sulit atau lebih dari 60 kali/menit 2. Kehangatan : terlalu panas (> 38 0C atau terlalu dingin <
36 0C). 3. Warna : kuning (terutama pada 24 jam pertama), biru atau pucat, memar. 4.
Pemberian makan : hisapan lemah, mengantuk berlebihan, banyak muntah. 5. Tali pusat :
merah, bengkak, keluar cairan, bau busuk berdarah. 6. Infeksi : suhu meningkat, merah, bau
busuk, bengkak, keluar cairan (nanah), pernapasan sulit. 7. Tinja/ kemih : tidak berkemih
dalam 24 jam, tinja lembek, sering, hijau tua, ada lendir atau darah pada tinja. 8. Aktifitas :
menggigil, menangis tidak biasa, lemas, lunglai, kejang halus (Prawirorahardjo, 2007)

BAB III TINJAUAN DAN PEMBAHASAN KASUS 3

.1 Format Pengkajian Manajemen Asuhan Kebidanan 3.1.1 Asuhan Kebidanan Antenatal 1.


Kunjungan antenatal pertama No Register BPS / RB : BPS Bidan Nina Kaniawati. Am.Keb
Nama Mahasiswi : Dede Elis Siti Aisah Tanggal Pengkajian : Senin, 19 Oktoberr 2009
Waktu pengkajian : 16.15 wib a. Identitas/Biodata Tabel 5: Identitas No Identitas Istri Suami
1 Nama Ny. Nuraeni Tn. Suhara 2 Umur 22 tahun 29 tahun 3 Pekerjaan IRT Wiraswasta 4
Agama Islam Islam 5 Pend.terakhir SD SLTP 6 Golongan darah - - 7 No.tlp - - 8 Alamat Kp.
Cicayur 01/12 Desa Cimenyan, Kab. Bandung b. Data Subyektif 1) Keluhan : Peningkatan
frekuensi berkemih 2) Riwayat sosial ekonomi a) Status perkawinan : Menikah, pernikahan
ke 2 b) Lama perkawinan : 1 Tahun c) Bahasa yang digunakan : Sunda d) Dukungan selama
hamil : ibu mengatakan suami dan keluarga sangat mendukung pada kehamilan ini. e) Status
kesehatan suami : Sehat f) Imunisasi TT : 2x, TT 1 pada UK 16 Minggu dan TT 2 pada UK
24 Minggu g) Beban kerja selama hamil : ibu biasa melakukan pekerjaan rutin rumah tangga.
h) Pengambilan keputusan dalam keluarga : Suami i) Rencana tempat bersalin : rumah/tempat
praktek bidan j) Rencana penolong persalinan : bidan 3) Riwayat kesehatan keluarga Di
keluarga tidak ada yang menderita penyakit, seperti alergi, asma, diabetes melitus, epilepsi,
hepatisis, penyakit ginjal, penyakit jantung atau TBC. 4) Riwayat kesehatan ibu Ibu tidak
pernah menderita penyakit, seperti alergi, asma, diabetes, hipertensi, penyakit jantung,
penyakit ginjal, TBC dan tidak pernah ada riwayat operasi. 5) Riwayat penyakit menular
seksual Ibu tidak pernah menderita penyakit menular seksual. 6) Riwayat ginekologi Ibu
tidak pernah mempunyai riwayat ginekologi. 7) Riwayat menstruasi a) Usia Menarche : 12
tahun b) Siklus Menstruasi : 30 hari c) Lama dan banyaknya : 5-6 hari,2-3x ganti pembalut d)
Rasa sakit pada saat menstruasi (dismenorhea): tidak ada 8) Riwayat kontrasepsi a) Metode
yang pernah digunakan : tidak menggunakan KB b) Kapan berhenti dan alasanya : - c) Lama
penggunaan alat kontrasepsi sebelum hamil : - 9) Riwayat kehamilan sekarang a) HPHT : 27-
02-09 b) TP : 05-11-2009 c) Gerakan janin pertama: 16 minggu d) Pergerakan janin dalam 24
jam terakhir : Masih dirasakan ibu dan gerakan janin aktif, Pergerakan janin ± 10-12x/hari e)
Obat–obatan yang dikonsumsi : Fe, kalsium dan vitamin (dari budan). f) Kekhawatiran-
kekhawatiran khusus : ibu khawatir pada kehamilannya yang sekarang meskipun sebelumnya
sudah berpengalaman. 10) Riwayat kehamilan yang lalu Tabel 6: Riwayat kehamilan yang
lalu No Thn partus Tempat partus Usia kehamilan Jenis persalinan Penolong Persalinan
Penyulit Komplikasi Jenis kelamin BB Lahir 1 2004 Rumah Aterm Spontan Paraji Tidak ada
Tidak ada Perempuan 3000 gr 2 2007 Rumah Aterm Spontan Paraji Tidak ada Tidak ada
Laki-laki 2700 gr 3 Hamil ini - - - - - - - - 11) Pola aktivitas sehari-hari a) Makan

(1) Frekuensi : 3-4 x/hari

(2) Jenis : nasi, sayuran, tahu, tempe

(3) Pantangan : tidak ada (4) Masalah :tidak ada b) Minum (1) Frekuensi : < 8 gelas/hari

(2) Jenis : air putih, air teh, teh manis, kadang susu (3) Pantangan : tidak ada (4) Masalah :
tidak ada c) Olahraga (1) Frekuensi : - (2) Jenis : - (3) Masalah : ibu kurang suka olahraga d)
Eliminasi (1) BAK : ± 8 kali perhari (2) BAB :1-2 kali perhari (3) keluhan : tidak ada e)
Istirahat dan tidur (1) Tidur malam : ± 7 jam (2) Tidur siang : ± 1-2 jam (3) Keluhan : tidak
ada f) Pola hidup (1) Merokok : tidak (2) Konsumsi alkohol : tidak (3) Obat-obatan terlarang
: tidak 12) Tanda bahaya kehamilan a) Perdarahan :tidak ada b) Pengeluaran cairan : tidak
ada c) Demam : tidak ada d) Nyeri perut yang hebat : tidak ada e) Sakit kepala yang hebat :
tidak ada f) Bengkak pada muka dan tangan : tidak ada g) Pandangan kabur dan nyeri ulu hati
: tidak ada b. Data Obyektif 1. Keadaan umum : baik 2. Antropometri a. Berat badan sebelum
hamil : 47 kg b. Berat badan saat ini : 56 kg c. Tinggi Badan : 153 cm d. IMT= BB/TB [m]?
IMT sebelum hamil= 47/ [1,53] ?= 47/ 2,34 = 20, 08 IMT saat ini= 53/ [1,53] ?= 53/ 2,34 =
22, 64 3. Tanda-tanda vital a. Tekanan darah : 120/80Mmhg b. Nadi : 84 x/menit c. Respirasi
: 18 x/menit d. Suhu : 36,7 0C 4. Kepala dan leher a. Rambut 1) Kebersihan : baik 2)
Distribusi rambut : merata 3) Infeksi/masalah lain : tidak ada b. Wajah 1) Oedema : tidak ada
2) Cloasma : tidak ada 3) Masalah lain : tidak ada c. Mata 1) Conjungtiva : merah muda /
tidak anemis 2) Sclera : putih 3) Masalah lain : tidak ada d. Mulut 1) Kebersihan : baik 2)
Kelembaban : baik 3) Keadaan lidah : baik 4) Kebersihan gigi : terdapat gigi berlubang tetapi
tidak ada keluhan 5) Caries : tidak ada 6) Luka/infeksi/masalah lain : tidak ada 5. Leher a.
Pembesaran kelenjar tiroid : tidak ada b. Pembesaran pembuluh limfe : tidak ada c.
Peningkatan vena jugularis : tidak ada 6. Payudara a. Bentuk : simetris b. Tanda-tanda
kehamilan : ada, areola menghitam c. Kondisi puting : menonjol d. Colostrum : belum keluar
e. Kondisi kulit : baik f. Masalah lain : tidak ada 7. Tangan dan kaki a. Tangan 1) Nyeri dan
perih pada saat menggenggam : tidak ada 2) Pucat pada telapak tangan dan ujung jari : tidak
ada 3) Oedema : tidak ada 4) Masalah lain : tidak ada b. Kaki 1) Oedema : tidak ada 2)
Varices : tidak ada 3) Reflex patella : + / + 4) Masalah lain : tidak ada 8. Abdomen a. Bekas
luka operasi : tidak ada b. Tanda-tanda kehamilan : ada, pembesaran perut c. Gerakan janin :
ada, dihitung ketika setelah ibu makan dan beristirahat d. Nyeri pada abdomen : tidak ada e.
Palpasi abdomen 1) Masa : tidak ada 2) Tinggi Fundus Uteri : 33 cm 3) Leopold I : teraba
bagian bulat, lunak dan tidak melenting di fundus (bokong) 4) Leopold II : Teraba tahanan
terbesar di sebelah kanan dan bagian-bagian kecil di sebelah kiri (puki) 5) Leopold III :
bagian terendah teraba keras dan sudah masuk PAP 6) Leopold IV : divergen 7) Denyut
Jantung Janini : 132 x/m Reguler 9. Pemeriksaan lipat paha a. Kebersihan : bersih b.
Pembengkakan kelenjar limfe: tidak ada 10. Vulva dan perinium a. Warna labia : kemerahan
b. Nyeri : tidak ada c. Pembengkakan : tidak ada d. Pengeluaran cairan : tidak ada e. Luka :
tidak ada 11. Pemeriksaan laboratorium a. Hb : 11 gr% b. Protein urin : negatif c. Glukosa :
negatif c. Analisis G3P2A0 gravida 36 minggu janin tunggal hidup intrauterin dengan
keadaan ibu dan janin baik, dengan ketidaknyamanan yang normal. 1) Dasar : a) Ibu
mengatakan kehamilan ketiga dan belum pernah mengalami keguguran b) HPHT 27-02-09 c)
DJJ d) Leopold e) Peningkatan frekuensi berkemih 2) Masalah : Peningkatan frekuensi
berkeming Dasar : ibu mengatakan sering BAK >10x/hari 3) Kebutuhan : pendidikan
kesehatan tentang personal hygine, memberikan informasi tentang ketidaknyamanan yang
normal yang biasa dialami oleh ibu hamil Dasar : ketidaktahuan tentang ketidaknyamanan
yang normal yang biasa dialami oleh ibu hamil. d. Penatalaksanaan 1) Memberitahu ibu
mengenai hasil pemeriksaan. Evaluasi: Ibu mengetahui hasil pemeriksaan 2) Memberikan
konseling tentang mengenai keluhan yang dialami ibu: a) Peningkatan frekuensi berkemih
(beser) Peningkatan frekuensi berkemih dalam kehamilan adalah hal yang normal, karena
adanya penurunan kepala kedalam pintu atas panggul, sehingga menekan kandung kencing
yang menyebabkan kapasitas urine di dalam kandung kencing sedikit. (1) Klien dianjurkan
jangan pernah menunda keinginan buang air kecil (?) Klien dianjurkan jangan kurang minum
agar tidak dehidrasi. Minumlah minimal 8 gelas air putih sehari. (3) Klien diberikan
informasi mengenai cara cebok yang benar, dengan cara cebok dari depan ke belakang. (4)
Klien dianjurkan untuk sering ganti celana dalam (5) Klien dianjurkan bila ada tanda-tanda
infeksi, segera pergi ke tenaga kesehatan terdekat. Evaluasi: Ibu mengerti cara mengatasi
masalah peningkatan frekuensi berkemih. b) Nutrisi Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi
makanan yang bergizi sesuai dengan nutrisi yang dibutuhkan oleh ibu hamil. Evaluasi: Ibu
akan mengkonsumsi makanan bergizi c) Olahraga ringan (1) Menganjurkan ibu senam hamil
yang mudah dilakukan dirumah seperti memutar-mutar pergelangan kaki, membentuk
lingkaran untuk menghindari kram pada kaki. Evaluasi: Ibu bersedia senam hamil (?) Ibu
juga di anjurkan untuk berjalan-jalan, untuk membantu sirkulasi khususnya aliran darah
balik. Evaluasi: Ibu bersedia untuk ber jalan-jalan d) Tanda-tanda bahaya kehamilan (1)
Perdarahan (?) Pengeluaran cairan (3) Demam tinggi (4) Nyeri perut yang hebat (5) Sakit
kepala yang hebat (6) Bengkak pada muka dan tangan (7) Pandangan kabur (8) Bayi kurang
bergerak. Evaluasi: Ibu mengetahuidan mengerti tanda-tanda bahaya kehamilan. e) Tanda-
tanda persalinan (1) Kontraksi terasa lebih kuat atau semakin sering (2) Ibu merasakan hal
yang beda dalam hatinya (3) Feses berubah (4) keluar lendir (5) Kantung amnion mulai pecah
Evaluasi: Ibu mengetahui tanda-tanda persalinan. 7. Memberikan konseling mengenai
rencana persalinan, ibu dan keluarga memilih untuk melahirkan ditolong oleh bidan.
Evaluasi: Ibu merencanakan bersalin di bidan dan ditolong oleh bidan. 8. Memberikan tablet
Fe untuk dikonsumsi ibu 1 tablet setiap hari dan menganjurkan ibu untuk meminumnya
dengan air putih atau sari buah. Evaluasi: Ibu mengetahui cara minum tablet Fe. 9. Membuat
kesepakatan jika ibu terdapat keluhan atau tanda-tanda persalinan sudah ada maka ibu segera
datang ke petugas kesehatan Evaluasi: Ibu akan datang apabila menemui keluhan atau tanda-
tanda persalinan. 10 Pendokumentasian. 2. Kunjungan ulang antenatal Hari/tanggal : senin,
26 oktober 2010-03-01 Tempat pemeriksaan : BPS Bidan Nina Kaniawati, AmKeb Waktu
pengkajian : 16.30 wib a. Data Subyektif Ibu mengatakan terasa mules-mules tapi tidak
sering, Ibu juga mengatakan kadang-kadang merasa panas di punggung dan sering kencing.
Ibu mengatakan tidak ada tanda-tanda bahaya dan ibu masih merasakan adanya gerakan
janin. b. Data Obyektif 1) Keadaan umum : Baik 2) Tanda-tanda vital a) Tekanan darah :
120/80 mmHg b) Respirasi : 18 x/menit c) Nadi : 90 x/menit d) Suhu : 36,4?c 3) Pemeriksaan
abdomen: a) Tidak ditemukan luka bekas operasi b) Tinggi Fundud Uteri: 33 cm c) Leopold I
: teraba bagian bulat, lunak dan tidak melenting di fundus (bokong) d) Leopold II : Teraba
tahanan terbesar di sebelah kanan dan bagian-bagian kecil di sebelah kiri (puki) e) Leopold
III : bagian terendah teraba keras dan sudah masuk PAP f) Leopold IV : divergen g) DJJ : 135
x/m Reguler 4. Tangan dan kaki a) Tangan (1) Oedema : tidak ada (2) Pucat pada telapak
tangan dan ujung jari : tidak ada (3) Masalah lain : tidak ada b) Kaki (1) Oedema : tidak ada
(2) Varices : tidak ada (3) Reflex patella : + / + (4) Masalah lain : tidak ada c. Analisa G3 P2
A0 gravida 37 minggu janin tunggal hidup intrauterin, keadaan ibu dan janin baik dengan his
palsu. 1) Dasar : a) Ibu mengatakan kehamilan ketiga dan belum pernah mengalami
keguguran b) HPHT 27-02-09 c) DJJ d) Leopold 2) Masalah : HIS palsu Dasar : ibu
mengatakan terasa mules-mules tapi jarang 3) Kebutuhan : pendidikan kesesehatan tentang
tanda-tanda persalinan Dasar : ketidaktahuan tentang tanda-tanda persalinan (antara his palsu
dengan his tanda akan segera melahirkan). d. Penatalaksanaan 1) Memberitahukan hasil
pemeriksaan Evaluasi: Ibu mengetahui hasil pemeriksaan 2) Menjelaskan bahwa mules-
mules yang ibu rasakan masih merupakan his palsu, sebagai tanda bahwa ibu dalam beberapa
hari kedepan akan segera melahirkan. Evaluasi: Ibu mengerti dan mengetahui bahwa his yang
ibu rasakan adalah his royan (His palsu) 3) Menjelaskan kembali tanda-tanda persalinan
Evaluasi: Ibu mengetahui tanda-tanda persalinan 4) Menjelaskan kepada ibu jika ibu
menemui tanda-tanda persalinan tersebut maka ibu harus segera datang ke petugas kesehatan
terdekat. Evaluasi: Ibu akan segera ke fasilitas kesehatan apabila menemui tanda-tanda
persalianan. 3.1.2 Asuhan Kebidanan Intranatal Hari/tanggal pengkajian : Rabu, 28 oktober
2009 Waktu pengkajian : 23.30 wib 1. Kala 1 a. Data subyektif Ibu mengatakan merasa
mules-mules sejak tadi pagi jam 16.00 WIB yang semakin lama semakin sering disertai lendir
bercampur darah, belum mengeluarkan air ketuban, pergerakan janin masih dirasakan ibu.
Makan terakhir jam 20.00 WIB, BAB terakhir jam 19.00 WIB, BAK terakhir jam 21.20 WIB.
b. Data Obyektif 1) Keadaan Umum : Baik 2) Tanda-tanda vital : a) Tekanan darah : 110/70
mmHg b) Nadi : 88 x/menit c) Respirasi : 18 x/menit d) Suhu : 36,7 0c 3) Mata : a)
Conjungtiva : tidak anemis b) Sclera : tidak ikterik 4) Abdomen a) His : 3X10” , lamanya >
20” b) TFU : 32 cm c) Denyut jantung janin: 135 x/ menit regular 5) Pemeriksaan dalam a)
Pembukaan : 6 cm b) Ketuban : (+) utuh c) Presentasi : kepala H II-III d) Portio : masih
teraba, konsistensi tebal-lunak 6) Ekstremitas a) Atas : tidak ada oedema b) Bawah :
Oedem,dan varices tidak ada, reflek patella kiri/kanan +/+ c. Analisa G3P2A0 parturient 37
minggu kala I fase aktif janin tunggal hidup intrauterine keadaan ibu dan janin baik. d.
Penatalaksanaan 1) Menjelaskan hasil pemeriksaan Evaluasi: Ibu dan keluarga telah
mengetahui hasil pemeriksaan. 2) Memberikan dukungan kepada klien dan keluarga.
Evaluasi: Ibu merasa lebih tenang 3) Menyiapkan alat-alat, obat-obatan, tempat dan
lingkungan persalinan yang nyaman. Alat dan obatan yang akan dipakai untuk menolong
persalinan adalah oksitosin, lidokain, methergin. Bahan yang digunakan yaitu kain, baju bayi,
pembalut, ember, dll. Siapkan tempat yang sesuai standar untu menolong persalinan.
Evaluasi: Alat dan obat-obatan telah disiapkan dengan baik untuk proses persalinan. 4) Setiap
tindakan selalu memperhatikan teknik pencegahan infeksi. Evaluasi: Pencegahan infeksi telah
dilakukan 5) Mengizinkan klien untuk memilih orang yang akan menemani selama proses
persalinan untuk memberikan rasa nyaman pada klien. Evaluasi: Ibu memilih suami untuk
pendampingan saat persalinan. 6) Membantu klien mobilisasi dan perubahan posisi untuk
memberikan kenyaman pada klien. Evaluasi: Ibu masih bisa jalan-jalan. 7) Memfasilitasi
klien dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi, hidrasi, eliminasi, dan rasa nyaman, dengan cara
memberikan minum apabila klien haus, mengantar ke kamar mandi bila klien ingin BAK
apabila klien masih kuat berjalan, dan membuat klien nyaman. Evaluasi: Kebutuhan nutrisi,
hidrasi, eliminasi dan rasa nyaman terpebuhi. 8) Melakukan observasi keadaan ibu, janin,
kemajuan persalinan serata mencatat dalam lembar observasi dan partograf. Evaluasi:
Observasi kemajuan persalianan di catat pada lembar partograf (lampiran) 2. Kala II Hari/
tanggal : kamis, 29 oktober 2009 Waktu : 01.45 wib a. Data subyektif Ibu mengeluh
mulesnya sudah semakin kuat, sering dan lama , Ibu mengaku mulesnya seperti ingin BAB,
Ibu sudah ingin mengedan. b. Data Obyektif 1) Inspeksi a) Dorongan ingin meneran : ada b)
Tekanan anus : ada c) Perineum menonjol : ada d) Vulva membuka : ada e) Cairan ketuban :
– 2) Palpasi a) Kontraksi : frekuensi : 5 x 10” b) Lamanya : 50” c) Auskultasi : denyut
jantung janin : 140 x/menit 3) Pemeriksaan dalam 1) Vulva/Vagina : vulva membuka 2)
Pembukaan : 10 cm (lengkap) 3) Portio : tidak teraba 4) Ketuban : (-) di pecahkan, dengan
indikasi pembukaan sudah lengkap tetapi ketuban belum pecah. 5) Penurunan kepala : H III-
IV c. Analisa G3 P2 AO Parturient 37 Minggu kala II janin tunggal hidup intrauterine,
keadaan ibu dan janin baik. d. Penatalaksanaan 1) Menjelaskan hasil pemeriksaan pada klien
dan keluarga bahwa klien sudah lengkap pembukaannya dan siap untuk dipimpin mengedan.
Evaluasi: Ibu dan keluarga mengetahui hasil pemeriksaan 2) Menilai cairan ketuban dan
memastikan tidak ada bagian lain yang ikut turun. Evaluasi: Cairan ketuban berwarna jernih
dan tidak berbau 3) Menawarkan pada klien makan dan minum diantara his. Evaluasi: Ibu
minum saat his tidak ada 4) Memfasilitasi klien untuk memilih posisi pada waktu persalinan
Evaluasi: Ibu memilih posisi setengah duduk. 5) Membimbing klien mengedan dengan baik
jika ada his dan istirahat di sela-sela kontraksi. Cara mengedan yang baik ambil nafas dari
hidung keluarkan dari mulut dan mata terbuka kepala diangkat, dagu menyentuh dada.
Evaluasi: Ibu telah di pimpin untuk mengedan dan cara mengedan ibu cukup baik. 6)
Memeriksa DJJ dan His setiap setelah kontraksi dan hasilnya his kuat 5×10” lamanya 50 “,
DJJ 144 x/menit. Evaluasi: His dan kontraksi kuat. 7) Melakukan tehnik manuver tangan
untuk mencegah laserasi Evaluasi: Telah dilakukan tehnik manuver 8) Membantu kelahiran
kepala, jika kepala janin sudah 5-6 cm membuka vulva dan di pimpin mengedan jika ada his
Evaluasi: Melahirkan kepala 9) Membersihkan mulut dan hidung bayi dengan kassa DTT dan
memeriksa lilitan tali pusat Evaluasi: Mulut dan hidung bayi telah di bersihkan 10)
Membiarkan bayi memutar pada posisi anterior posterior Evaluasi: Bayi memutar ke posisi
anterior posterior 11) Melakukan kelahiran bahu dan seluruh badan bayi Evaluasi: Bahu dan
seluruh badan bayi telah lahir 12) Meletakan bayi diatas perut ibu, mengeringkan, melakukan
rangsangan taktil dan melakukan penilaian bayi baru lahir Evaluasi: Bayi langsung menangis
dan merespon rangsangan. 13) Melakukan penjepitan dan pemotongan tali pusat Evaluasi:
Tali pusat telah d jepit dan dipotong 14) Melakukan inisiasi menyusui dini di danletakan di
badan ibu untuk mendekap bayinya untuk skin to skin dan keluarga mendampingi ibu.
Evaluasi: Bayi mendapatkan ASI pertama. 3. Kala III Hari/tanggal : Kamis, 29 oktober 2009
Waktu : 02.30 wib a. Data subyektif Ibu mengatakan lega setelah anaknya lahir, ibu bersedia
dilakukan IMD, Ibu mengatakan mules tetapi tidak sekuat sebelum melahirkan, Ibu mengeluh
lelah. b. Data Obyektif 1) Terlihat tanda-tanda pelepasan plasenta a) Tali pusat memanjang b)
Semburan darah c) Uterus membundar 2) Kontraksi : ada 3) Palpasi janin ganda : tidak ada 4)
TFU : sepusat 5) Kandung kemih : kosong 6) Perdarahan : ? 100 cc 7) Robekan jalan lahir :
tidak ada c. Analisa P3 A0 postpartum kala III keadaan ibu baik d. Penatalaksanaan 1)
Menjelaskan hasil pemeriksaan pada klien dan keluarga dari hasil pemeriksaan klien dalam
keadaan baik. Evaluasi: Ibu dan keluarga Mengetahui hasil pemeriksaan. 2) Memberikan
dukungan dan informasi kepada klien dan keluarga mengenai tindakan yang akan dilakukan.
Evaluasi: Ibu dan keluarga mengetahui tindakan yang akan di lakukan. 3) Setiap tindakan
selalu memperhatikan teknik pencegahan infeksi. Evaluasi: Tindakan di lakukan dengan
memperhatikan tekni pencegahan infeksi. 4) Melakukan manajemen aktif kala III diantaranya
adalah memeriksan bayi ke-2, massege uterus, memberikan suntikan oksitos 10 IU dengan
cara IM paha anterolateral Evaluasi: Ibu mendapatkan suntikan oksitosin 10 IU 5) Menilai
tanda-tanda pelepasan plasenta yaitu adanya semburan darah, tali pusat memanjang , uterus
membulat. Evaluasi: Terlihat tanda-tanda pelepasan plasenta. 6) Melakukan penegangan tali
pusat terkendali pada saat uterus berkontraksi dan tangan kiri menekan uterus secara dorso
cranial. Evaluasi: Dilakukan peregangan tali pusat terkendali. 7) Melakukan masase fundus
uteri searah jarum jam selama 15 detik sampai uterus berkontraksi . Evaluasi: Kontraksi
uterus baik 8) Mengajarkan keluarga untuk massage uterus. Jika keraba sesuatu yang keras di
perut ibu maka kontraksi baik sedangkan jika teraba lembek maka uterus tidak berkontraksi
dengan baik. Evaluasi: Ibu dan keluaraga mengetahui cara massage uterus, Kontraksi baik 9)
Melakukan evaluasi kelengkapan plasenta dan selaput janin, dengan cara plasenta dan selaput
ketuban dan kotiledon diletakan di tempat yang datar untuk di lihat kelengkapannya.
Evaluasi: Plasenta lengkap. 10) Memeriksa laserasi jalan lahir Evaluasi: tidak ada laserasi
atau robekan jalan lahir 11) Melakukan deteksi dini adanya kelainan Evaluasi: Tidak ada
kelainan. 4. Kala IV Hari/tanggal : Kamis, 29 oktober 2009 Waktu : 02.30 wib a. Data
subyektif Ibu mengatakan masih merasa mules, Ibu mengeluh lelah, Ibu merasa senang dan
bahagia. b. Data Obyektif Keadaan : Compos mentis Mata : Sclera tidak ikterik, conjunctiva
tidak anemis. Tabel 7: Pemantauan persalinan kala IV Jam Ke Waktu Tekanan Darah Nadi
Suhu TFU kontraksi Kandung kemih perdarahan 1 03.00 120/70 78 36,2 Sepusat Baik
Kosong ? 40 cc 03.15 110/70 80 _ Sepusat Baik Kosong ? 30 cc 03.30 110/70 82 _ Sepusat
baik kosong ? 25 cc 03.45 120/70 80 _ 1 jari Bawah pusat baik kosong ? 25 cc 04.00 120/70
84 – 2 jari bawah pusat baik kosong ? 25 cc 2 04.30 120/70 82 _ 2 jari bawah pusat Baik
kosong ? 25 cc 05.00 120/80 86 _ 3 jari bawah pusat Baik kosong ? 25 cc c. Analisa P3A0
partus maturus spontan kala IV keadaan ibu baik d. Penatalaksanaan 1) Memberitahukan
hasil pemeriksaan pada klien dan keluarga bahwa keadaan ibu baik. Evaluasi: Ibu dan
keluarga mengetahui hasil pemeriksaan 2) Melakukan pemantauan kala IV: TD, nadi, suhu,
TFU, kontraksi, kandung kemih, perdarahan dan laserasi perineum setiap 15 menit pada 1
jam pertama dan setiap 30 menit pada 1 jam kedua Evaluasi: Kala IV terpantau dengan baik.
3) Mengucapkan selamat pada ibu atas kelahiran bayinya Evaluasi: Ibu tersenyum bahagia 4)
Membersihkan Ibu daerah vulva dan perineum dengan air bersih, serta kenakan pembalut dan
pakaian yang bersih. Evaluasi: Ibu terlihat rapih dan bersih 5) Membersihkan dan melakukan
dekontaminasi alat-alat dengan cara direndam di larutan klorin 0,5 % selama 10 menit dan
rebus sampai mendidih. Evaluasi: Alat-alat telah di dekontaminasi 6) Memberikan dukungan
untuk menyusui bayinya supaya ASI dapat keluar secara maksimal. Evaluasi: Ibu menyusui
bayinya dengan baik 3.1.3 Asuhan Kebidanan Postnatal dan bayi baru lahir 1. Asuhan 8 jam
post partum Hari/tanggal pengkajian : kamis,29 Oktober 2009 Waktu pengkajian : Jam 11.00
wib a. Data Subyektif Ibu mengatakan masih merasakan mules tapi sedikit, buang air kecil
lancar. b. Data Obyektif 1) Pemeriksaan fisik a) Tanda-tanda vital (1) Tekanan darah : 110/70
mmHg (2) Nadi : 82 x/menit (3) Respirasi : 18 x/menit (4) Suhu : 36,4 0C b) Mata (1)
Conjungtiva : tidak anemis (2) Sclera : tidak ikterik c) Payudara (1) Putting susu : Menonjol
kanan dan kiri (2) Pengeluaran ASI : Ada, masih sedikit (3) Infeksi : tidak ada d) Abdomen
(1) Kontraksi rahim : masih ada tapi tidak kuat (2) Involusi uterus : baik (3) Vulva : Tidak
ada Lesi dan masih terasa nyeri, loochia rubra e) Kaki: Tidak ada oedema 2) Pemeriksaan
penunjang a) Hb : 11 gr% b) ProteinUrine : negatif c) Glukosa urine : negatif. c. Analisa P3
A0 postpartum 8 jam, dengan keadaan baik d. Penatalaksanaan 1. Menjelaskan hasil
pemeriksaan kepada ibu dan keluarga. Evaluasi: ibu dan keluarga mengetahui hasil
pemeriksaan 2. Memberitahu ibu tentang tanda-tanda bahaya masa nifas tandanya adalah jika
lokia berbau, keluar darah dari jalan lahir. Evaluasi: Ibu mengerti dan mengetahuinya. 3.
Memberitahu tentang manfaat kolostrum, ASI dan tehnik menyusui yang benar. Kolostrum
sangat bermanfaat bagi kekebalan bayi Teknik menyusi berpengaruh bagi pengeluaran ASI.
Evaluasi: Ibu mengerti dan mengetahu manfaat colostrum, asi dan tehnik menyusui yang
benar. 4. Merencanakan kunjungan rumah 3 hari yang akan datang atau bila ada keluhan.
Evaluasi: Ibu bersedia untuk di lakukan kunjungan rumah 3 hari yang akan datang. 5.
Menjelaskan tentang senam nifas dan mengajak ibu senam nifas supaya dapat di praktekan
dirumah sendiri. Evaluasi : Ibu mampu melakukan senam nifas tahap awal 2. Asuhan bayi
baru lahir 8 jam Hari/tanggal : kamis, 29 oktober 2009 Tempat pemeriksaan : BPS Bidan
Nina Kaniawati, AmKeb Waktu pengkajian : 10.30 wib a. Data Subyektif 1) Identitas orang
tua Tabel 8: Identitas orang tua No Identitas Ibu Bapak 1 Nama Ny. Nuraeni Tn. Suhara 2
Umur 22 thn 29 thn 3 Pekerjaan IRT Wiraswasta 4 Agama Islam Islam 5 Pend.terakhir SD
SLTP 6 Golongan darah – - 7 No.tlp – - 8 Alamat Kp. Cicayur 01/12 Desa Cimenyan,
Kabupaten Bandung 2) Identitas bayi Nama bayi : Bayi Ny. N / Tn. S Tanggal lahir : Kamis,
29 januari 2009, jam 02.20 wib 3) Riwayat a) Faktor Ibu dan perinatal Selama masa
kehamilannya ibu memeriksakan diri secara rutin yaitu setiap 1 bulan sekali, setelah
menginjak kehamilan 8 bulan 2 minggu 1 kali, dan setelah 9 bulan 1 minggu sekali. Selama
hamil ibu juga sudah mendapat imunisasi TT sebanyak 2 kali. Pada saat ibu hamil muda ibu
mengalami mual dan muntah (ngidam), tetapi ibu tetap berusaha memenuhi kebutuhan nutrisi
dengan makan dengan porsi kecil namun sering. Proses persalinan berjalan dengan lancar dan
tidak mengalami penyulit yang mengakibatkan gangguan pada bayi. b) Faktor Neonatal
Proses persalinan berjalan dengan lancar, bayi lahir segera menangis dan penilaian awal bayi
baru lahir baik. c) Faktor Genetik Keluarga dan saudara ibu tidak ada yang menderita cacat
bawaan, cacat fisik maupun cacat mental. Di garis keturunan juga tidak ada riwayat yang
melahirkan kembar. d) Faktor sosial Kelahiran bayi ini sangat diinginkan oleh ibu, suami dan
keluarga. Dalam merawat bayi selama masa nifas dibantu suami dan saudara ibu sesuai
tradisi yang berlaku di daerah ibu tinggal e) lingkungan Rumah terdapat di pedesaan, keadaan
rumah bersih dan nyaman, ibu tinggal bersama suami dan anak yang baru di lahirkan. Di
rumah tidak ada yang merokok. b. Data obyektif 1) Pemeriksaan fisik a) Keadaan umum :
baik (1) Kesadaran : compos mentis (2) Ukuran keseluruhan : profesional (3) Kepala, badan,
ekstremitas : normal (4) Warna kulit : merah (5) Tangisan bayi : kuat b) Tanda-tanda vital (1)
Pernafasan : 49x/menit (2) Denyut jantung : 130x/menit (3) Suhu : 36, 5?C c) Antropometri
(1) Berat badan : 2900 gr (2) Panjang badan : 48 Cm d) Kepala (1) Ubun-ubun kecil : datar
(2) Moulage : tidak ada (3) Caput sucedaneum : tidak ada (4) Cepal haematom : tidak
ditemukan (5) Sutura : teraba (6) Penonjolan : tidak ada (7) Lingkar kepala : 32 cm e) Telinga
Letak telinga sejajar dengan sudut mata f) Mata (1) Bentuk : simetris (2) Conjuctiva : tidak
anemis (3) Seclera : tidak ikterik (4) Pengeluaran secret : tidak ada (5) Tanda-tanda infeksi :
tidak ada g) Hidung dan mulut (1) Lubang hidung : ada (2) Pernafasan cuping hidung : tidak
ada (3) Mulut : merah muda (4) Bibir :Tidak ada bibir sumbing (5) Langit-langit dan palatum
: Tertutup (6) Refleks rooting : (+) (7) Refleks sucking : (+) (8) Refleks swallowing : (+) h)
Leher (1) Pembengkakan : tidak ada (2) Benjolan : tidak ada (3) Refleks tonikneck : (+) i)
Dada (1) Bentuk : Simetris (2) Puting susu : +/+ (sejajar) (3) Bunyi nafas : + (bersih) (4)
Bunyi jantung : + (reguler) (5) Tarikan dinding dada : tidak ada j) Bahu, lengan dan tangan
(1) Gerakan : + (2) Jumlah jari : lengkap kiri dan kanan masing-masing (3) Bentuk
ekstremitas : simetris (4) Refleks gasping : (+) k) Sistem syaraf (1) Refleks moro : + l)
Abdomen (1) Bentuk : simetris (2) Penonjolan sekitar tali pusat saat menangis : tidak ada (3)
Perdarahan tali pusat : tidak ada (4) Perut saat menangis : lembek (5) Tanda-tanda infeksi :
tidak ada m) Panggul (1) Tanda klik : (-) n) Kelamin (1) Jenis kelamin : laki-laki (2) Keadaan
testis : baik (3) Lubang penis : + o) Tungkai dan kaki (1) Gerakan : aktif (2) Jumlah jari :
lengkap kanan dan kiri (3) Refleks babinsky : (+) (4) Masalah : tidak ada p) Punggung dan
anus (1) Benjolan : tidak ada (2) Pembengkakan/ada cekungan: tidak ada (3) Lubang anus :
(+) q) Kulit (1) Verniks : ada, sedikit (2) Warna kulit dan bibir : merah muda (3) Tanda lahir :
tidak ada (4) Pembengkakan/bercak hitam : tidak ada b) Pemeriksaan laboratorium : tidak
dilakukan c. Analisa Neonatus 8 jam dengan keadaan baik d. Penatalaksanaan 1)
Memberitahukan kepada ibu dan keluarga hasil pemeriksaan bayinya, bahwa bayi dalam
keadaan baik dan normal tidak ada cacat bawaan. Evaluasi: Ibu mengetahui hasil
pemeriksaan 2) Menjaga bayi agar tetap kering dan hangat Evaluasi: Bayi terjaga
kehangatannya 3) Mengajak ibu untuk melihat bayinya dimandikan dan mengajarkan
perawatan tali pusat Evaluasi: Ibu tahu dan akan melakukan prosedur sesuai yang telah di
ajarkan 4) Memberikan informasi tentang tanda-tanda bahaya bayi baru lahir, yaitu bayi tidak
mau menetek, kejang, kaki dan tangan terabadingin dan panas, badan bayi kuning, tali pusat
basah dan bau, bayi tidur terus. Evaluasi: Ibu mengerti dan mengetahui tanda-tanda bahaya
pada bayi. 5) Memberika informasi pada ibu tentang ASI Eksklusif dan rencana pemberian
ASI, ibu akan menyusui bayinya sampai usia 2 tahun. Evaluasi : Ibu mengetahui dan
mengerti tentang ASI eksklusif 6) Memfasilitasi ibu untuk menyusui bayinya denagn posisi
yang benar Evaluasi: Ibu mampu menyusui bayinya dengan benar. 7) Menganjurkan untuk
segera membawanya kepada petugas kesehatan bila tanda-tanda tersebut timbul Evaluasi: Ibu
akan segera ke petugas kesehatan apabila menemui tanda2 bahaya. 8) Menjadwalkan
kunjungan rumah 3 hari Evaluasi: Ibu bersedia untuk di lakukan kunjungan rumah 9)
Melakukan pendokumentasian. 3. Asuhan nifas hari ke 3 Tanggal : 31 oktober 2009 Waktu :
07.00 a. Data Subyektif Ibu mengatakan ibu mengeluh kalau payudaranya terasa agak keras.
Ibu tidak mengalami pusing berlebihan, perdarahan, demam, dan nyeri perut, tetapi Ibu juga
mengatakan sudah mulai mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang ringan.
b. Data Obyektif 1) Keadaan umum : baik 2) Kesadaran : Compos mentis 3) Tanda-tanda
Vital : – Tekanan darah : 110/70 mmHg – Respirasi : 18 X/menit – Nadi : 80 X/menit – Suhu
: 36, 3?C
4) Pemeriksaan fisik a) Conjungtiva : merah muda b) Skelera : putih c) Payudara : colostrum
sudah keluar, bayi menetek tapi payudara terasa keras d) Abdomen: kontraksi uterus : baik
TFU : pertengahan pusat –symphisis Kandung kencing : kosong e) Ekstremitas: Atas : tidak
ada oedema, kuku tidak pucat Bawah: tidak ada oedema, tidak ada varises, refleks patella +/+
f) Perineum : luka jahitan : tidak ada perdarahan : ± 30 cc c. Analisa P3A0 3 hari postpartum
dengan bendungan ASI d. Penatalaksanaan 1) Memberitahu ibu dan keluarga bahwa
kondisinya semakin baik Evaluasi: Ibu merasa senang dan bersyukur
2) Melakukan perawatan payudara Evaluasi: Ibu mendapatkan asuhan perawatan payudara 3)
Memberitahu ibu bahwa ibu boleh melakukan aktivitas seperti biasa tetapi jangan yang berat-
berat. Evaluasi: Ibu tidak melakukan pekerjaan berat 4) Mendiskusikan dengan ibu mengenai
rencana kontrasepsi Evaluasi: Ibu berencana ingin menggunakan KB suntik setelah 40 hari
post partum
5) Menjadwalkan kunjungan rumah 3 hari kemudian Evaluasi: Dilakukan setelah 3 hari dan
ibu menyetujuinya. 4. Asuhan BBL hari ke 3 Tanggal : 31 oktober 2009 Waktu : 07.30 wib a.
Data Subyektif Ibu mengatakan bahwa bayinya aktif menyusui hampir setiap 2 jam satu kali.
Hisapan bayi kuat, buang air besar sudah tidak hitam lagi, kencing sering dan bayi tidak
rewel. b. Data Obyektif 1) Keadaan Umum Keadaan umum tampak baik, tingkat aktivitas
baik, warna kulit dan bibir merah muda, tangis bayi kuat 2) Tanda-tanda vital Denyut jantung
: 128 X/menit Pernapasan : 50X/menit Suhu : 36,6?C
3) Pemeriksaan fisik
a) Berat badan : 2700 gr b) Mata : skelera putih, conjungtiva merah muda c) Perut : tali pusat
bersih dan kering d) Kulit : tidak ada ruam popok, bagian wajah agak kuning c. Analisa
Neonatus 3 hari dengan keadaan baik d. Penatalaksanaan 1) Memberitahukan hasil
pemeriksaan. Evaluasi : ibu mengetahui hasil pemeriksaan bayinya 2) Memberitahu ibu untuk
menjaga bayinya agar tetap hangat, jangan membiarkan bayinya tidur di dekat pintu atau
jendela yang terbuka dan hindarkan dari barang-barang yang dapat mencederai bayinya.
Evaluasi: Ibu akan selalu menjaga bayinya tetap hangat.
3) Memberitahu ibu agar memberikan ASI sesuai dengan keinginan bayi dan
membangunkannya bila bayi tidur terus dan tidak menetek. Evaluasi: Ibu selalu memberikan
ASI sesuai keinginan bayinya.
4) Memberitahu ibu agar tidak menyusui bayinya sambil tiduran untuk menghindari tersedak.
Evaluasi: Ibu mengerti bahwa tidak boleh menyusui bayinya sambil tiduran 5) Menganjurkan
ibu untuk menjemur bayinya di bawah sinar matahari selama 30 menit. Evaluasi: Ibu
mengerti dan akan selalu menjemur bayinya pada pagi hari 6) Memberitahu ibu untuk selalu
mencuci tangan sebelum merawat dan menyusui bayinya. Evaluasi: Ibu mengerti dan akan
selalu mencuci tangan sebelum merawat dan memegang bayinya. 7) Memberitahu ibu agar
tidak meninggalkan bayinya untuk menghindari cedera pada bayinya Evaluasi: Ibu tidak
pernah meninggalkan bayinya sendirian. 8) Memberitahu ibu untuk selalu menjaga tali pusat
supaya selalu bersih dan tidak membubuhkan apapun Evaluasi: Ibu mengetahui dan mengerti
mengenati perawatan tali pusat. 5. Asuhan Nifas hari ke-6 Tanggal : 03 november 2009
Waktu : 07.30 wib a. Data Subyektif Ibu merasa sehat, tidak ada keluhan dan jumlah ASI
banyak b. Data Obyektif 1) Keadaan umum : baik 2) Kesadaran : Compos mentis 3) Tanda-
tanda Vital : – Tekanan darah : 110/70 mmHg – Respirasi : 18 X/menit – Nadi : 78 X/menit –
Suhu : 36,8?C
4) Pemeriksaan fisik a) Conjungtiva : merah muda b) Skelera : putih c) Payudara :
pengeluaran ASI banyak, bayi menetek d) Payudara : Bengkak tidak ada, puting susu
menonjol, pengeluaran ASI banyak. e) Abdomen : kontraksi uterus baik, TFU pertengahan
pusat -simpisis, kontraksi uterus baik, kandung kencing kosong f) Ekstremitas Atas : tidak
ada oedema, kuku tidak pucat Bawah : tidak ada oedema, tidak ada varises, refleks patella
+/+ g) Perineum: tidak ada luka jahit, lochea serosa c. Analisa P3A0 6 hari post partum
bendungan ASI. d. Penatalaksanaan
1) Memberitahu ibu dan keluarga bahwa keadaan ibu baik Evaluasi: Ibu mengetahui haisil
pemeriksaan 2) Melakukan perawatan payudara Evaluasi: Setelah di lakukan perwatan
payudara ibu merasa lebih baik dari hari-hari sebelumnya, bendungan ASI sudah berkurang
dan ASI lebih banyak. 3) Memberitahu ibu tentang posisi menyusui yang baik dan benar
Evaluasi: Ibu mengerti dan mengetahuinya
4) Mengingatkan ibu untuk tetap mengkonsumsi zat besi dan cara meminumnya sesuai aturan
yang dianjurkan bidan. Evaluasi: Ibu selalu minum tablet Fe sesuai anjuran bidan
5) Memberitahu kembali ibu untuk selalu menjaga personal hygiene Evaluasi: Ibu selalu
menjaga personal hygienes
6) Mengingatkan kembali kepada ibu mengenai tanda-tanda bahaya nifas. Ibu mengerti dan
mengetahuinya. 6. Asuhan BBL hari ke-6 Tanggal : 03 november 2009 Waktu : 08.10 wib a.
Data Subyektif Ibu mengatakan bahwa bayinya sehat, BAB 2-3X/hari, tidak mencret. BAK
sering lebih dari 6 kali/hari. Ibu juga mengatakan bahwa bayinya menyusu kuat. b. Data
Subyektif 1) Keadaan Umum Keadaan umum tampak baik, tingkat aktivitas baik, warna kulit
dan bibir merah muda, tangis bayi kuat
2) Tanda-tanda vital Denyut jantung : 128 X/menit Pernapasan : 48X/menit Suhu : 36,7?C 3)
Pemeriksaan fisik a) Berat badan : 2700 gr b) Mata : skelera putih, conjungtiva merah muda
c) Mulut : tidak ada monaliasiskan
d) Perut : tali pusat bersih dan kering
e) Kulit : tidak ada ruam popok
c. Analisa Neonatus 6 hari dengan keadaan baik d. Penatalaksanaan
1) Memberitahu ibu mengenain keadaan bayinya bahwa bayinya sehat Evaluasi: Ibu
mengetahui hasil pemeriksaan
2) Memberitahu ibu bahwa bayinya sudah harus mendapatkan imunisasi dan ibu mengizinkan
bayinya untuk di imunisasi Evaluasi: Ibu mengetahui bahwa bayinya harus diberikan
imunisasi 3) Memberikan imunisasi HB 1 dan polio 1 pada bayi. Evaluasi: Bayi telah
mendapatkan imunisasi Hb0 dan polio
4) Mengingatkan ibu untuk tetap menjaga tali pusat agar tetap kering selama belum puput
pusar. Evaluasi: Ibu mengerti dan akan selalu menjaga tali pusat tetap kering.
3.3 Pembahasan kasus
3.3.1 Antenatal Pemeriksaan antenatal pertama dilakukan pada tanggal 19 oktober 2009 di
BPS Bidan Nina Kaniawati dan pemeriksaan kedua dilakukan pada tanggal 26 oktober 2009.
Dari kedua hasil pemeriksaan dan pengkajian pada Ny. N, penyusun mengidentifikasikan
masalah pada masa kehamilan yaitu peningkatan frekuensi berkemih. Berdasarkan teori
Varney, 2008. Peningkatan frekuensi berkemih merupakan ketidaknyamanan nonpatologis
pada kehamilan sering terjadi pada dua kesempatan yang berbeda selama antepartum. Metode
yang dapat dilakukan untuk mengurangi frekuensi berkemih adalah mengurangi asupan
cairan sebelum tidur malam sehingga wanita tidak perlu bolak balik ke kamar mandi pada
saat mencoba tidur. 3.3.2 Intranatal Tanggal 29 oktober 2009 pukul 23.00 Ny. N dan keluarga
datang ke BPS Bidan Nina K mengeluh mules-mules disertai keluar lendir bercampur darah
dari jalan lahir, lalu dilakukan pemeriksa dalam dan pembukaan 6 cm dan pada pukul 02.20
lahir bayi laki-laki spontan dengan keadaan ibu dan bayi baik. Pertolongan persalinan
dilakukan secara mandiri dengan 58 langkah asuhan persalinan normal sesuai teori Azwar,
2007. 3.3.3 Postnatal Pada hari ketiga postnatal dilakukan pemeriksaan, dari hasil
pemeriksaan terdapat permasalahan pada payudara: Ibu mengeluh bahwa pengeluaran ASI
kurang, dan payudara terasa agak panas. Berdasarkan data yang di dapat penulis melihat klien
memiliki permasalah bendungan ASI, hal tersebut sesuai teori Prawirahardjo, 2002,
bendungan ASI biasanya terjadi pada minggu-mingu pertama postnatal. Pada klien ini,
diberikan asuhan perawatan payudara, dan ibu disarankan untuk sering meneteki bayinya,
meneteki yang baik, sebelum meneteki berikan kompres hangat pada dada sebelum meneteki
atau mandi air hangat, pijat punggung dan leher, memeras susu cara manual sebelum
meneteki dan basahi puting agar bayi mudah menetek. Setelah diberikan perawatan dalam
beberapa hari, ibu merasa lebih baik dan produksi ASI menjadi lebih banyak, sehingga
bayipun mendapatkan ASI secara eksklusif. 3.3.4 Bayi baru lahir Setelah lahir, bayi langsung
disimpan di atas perut ibu dan dijaga kehangatannya, selain itu bayi dilakukan inisiasi
menyusu dini untuk menggapai puting susu dan mendapatkan air susu pertama, hal ini sesuai
teori Azrul inisiasi menyusu dini dilakukan selama 30-60 menit. BAB IV KESIMPULAN
DAN SARAN 4.1 Kesimpulan Asuhan kebidanan secara komprehensif pada seorang ibu
dimulai segera setelah ada kemungkinan kehamilan, bersalin hingga masa nifas serta
pemberian asuhan pada bayi baru lahir. Asuhan yang di berikan kepada Ny. N di lakukan
sejak usia kehamilan 36 minggu sampai nifas. Pada masa kehamilan dan persalinan Ny. N
tidak menemui permasalahan yang berat dan mendapatkan asuhan yang baik. Pada hari ke 3
postnatal ibu mengalami bendungan ASI. Untuk penatalaksanaan kasus ini, Ny. N
mendapatkan asuhan perawatan payudara, dan di sarankan agar menyusui bayinya sesering
mungkin, cara menyusui yang benar, mengompres dengan air hangat, dan sebelum disusukan
peras ASI sedikit dan oleskan ke sekitar puting susu.

4.2 Saran
4.2.1 Bagi BPS Di lihat dari fasilitas pelayanan kesehatan, pembirian asuhan kebidanan di
BPS sudah baik, tingkatkan kualitas pelayanan dan jaga kebersihan di tempat praktik.

4.2.2 Bagi Institusi

1. Pihak lembaga lebih efektif dalam melakukan bimbingan dan pengawasan kepada
mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan Praktik Klinik Kebidanan (PKK).
2. Pihak lembaga lebih mengoptimalkan dalam melakukan pendekatan kepada pihak yang
dijadikan lahan untuk praktik sehingga akan terjalin kerjasama yang baik dalam upaya
menempatkan mahasiswa di lapangan dan melakukan bimbingan pada mahasiswa.

3. Kegiatan praktik klinik kebidanan berikutnya di harapkan lebih baik dari praktik klinik
yang sekarang.

4.2.3 Bagi Mahasiswa Belajar dari pengalaman, diharapkan untuk angkatan selanjutnya bisa
lebih baik dalam melakukan manajemen asuhan kebidanan antenatal, intranatal, postnatal,
dan bayi baru lahir secara komprehensif. Dan lebih mempersiapkan skill maupun teori
sebelum terjun ke lapangan.

4.2.4 Bagi klien Diharapkan klien dapat memperhatikan asuhan-asuhan yang diberikan
terutama asuhan perawatan payudara untuk mencegah dari bendungan ASI menjadi mastitis,
dan klien di harapkan sering melakukan kunjungan baik untuk memeriksakan bayi maupun
ibunya.

AsuhanKebidanan.net
Menyediakan informasi seputar Asuhan Kebidanan beserta contoh dan makalah ASKEB

 Home
 Ibu Hamil
 Komprehensif
 Masa Nifas
 Penyakit Kebidanan
 Arsip
 Kirim ASKEB
 Privacy Policy

AsuhanKebidanan.net > Komprehensif > Asuhan Kebidanan Komprehensif (Contoh)

Asuhan Kebidanan Komprehensif (Contoh)


Posted on July 7, 2011, 6:46 pm, by admin, under Komprehensif.

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Kehamilan merupakan sesuatu yang unik dan penuh misteri bagi pasangan suami istri. Setiap
kehamilan diharapkan dapat berakhir dengan aman dan sejahtera baik bagi ibu maupun janin,
oleh karena itu, pelayanan kesehatan maternal sangatlah penting dan semua perempuan
diharapkan mendapatkan akses terhadap pelayanan kesehatan tersebut. Tingkat kesehatan ibu
dan anak masih rendah dan perlu ditingkatkan secara intensif dan berkelanjutan. Indonesia
masih juga belum mampu mengatasi tingginya angka kematian ibu (AKI) 307 per 100.000
kelahiran hidup dan angka kematian bayi (AKB) 35 per 1.000 kelahiran hidup. Itu berarti
setiap tahun ada 13.778 kematian ibu atau setiap dua jam ada dua ibu hamil, bersalin, nifas
yang meninggal karena berbagai penyebab (Kompas online, 2004). Berdasarkan penelitian
yang dilakukan bahwa ternyata penyulit yang terjadi pada kehamilan sebenarnya dapat
dideteksi secara dini sejak masa kehamilan. Penanganan kegawatdaruratan dapat dilakukan
dengan tepat, apabila ibu dan keluarga memperoleh informasi yang cukup sejak masa
kehamilannya (Konsep Asuhan Kebidanan, Pusdiknakes, 2003). Tingginya angka kesakitan
dan kematian ibu disebabkan oleh perdarahan pada masa persalinan, komplikasi, sepsis dan
lain sebagainya. Hal ini dapat dicegah dengan pemberian asuhan yang baik pada kehamilan,
persalinan sampai nifas. Untuk menjamin kualitas asuhan kebidanan, maka bidan sebagai
pemberi pelayanan bagi ibu dapat menggunakan Manajemen Kebidanan Varney. Untuk
mendokumentasikan semua asuhan yang telah diberikan digunakan dengan pendekatan
SOAP, yang terdiri dari 4 langkah yang disarikan dari proses pemikiran penatalaksanaan
kebidanan. Metoda SOAP ini digunakan karena merupakan kemajuan informasi yang
sistematis yang mengorganisir penemuan dan kesimpulan menjadi suatu rencana asuhan.
Berdasarkan uraian di atas penulis tertarik untuk melakukan Asuhan Kebidanan Pada Ny. N
sejak usia kehamilan 36 minggu sampai dengan masa nifas.

1.2 Rumusan masalah


Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka rumusan masalahnya adalah:
bagaimana melaksanakan Asuhan Kebidanan pada Ny. N sejak kehamilan 36 minggu sampai
dengan masa nifas sesuai standar pelayanan kebidanan?

1.3 Tujuan
1.3.1 Tujuan umum Untuk dapat melakukan asuhan kebidanan yang komprehensif dari
kehamilan, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir.
1.3.2 Tujuan khusus
1. Dapat melakukan pengumpulan data dasar (data subjektif dan objektif).
2. Dapat menginterpretasikan data dasar untuk mengidentifikasi diagnosa/masalah.
3. Dapat mengidentifikasikan diagnosa/masalah potensial dan mengantisipasi masalah.
4. Dapat menetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera untuk menentukan konsultasi,
kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain berdasarkan kondisi klien. Dapat memberikan
asuhan kebidanan sejak kehamilan 36 minggu, persalinan, masa nifas, dan bayi baru lahir
sesuai Standar Asuhan Kebidanan.
5. Dapat menyusun rencana asuhan yang menyeluruh dengan tepat dan rasional.
6. Dapat melakukan pelaksanaan langsung asuhan dengan efisien dan aman.
7. Dapat mengevaluasi keefektifan hasil asuhan kebidanan yang telah diberikan.

1.4 Manfaat
1.4.1 Bagi penulis
1. Memberikan pengalaman bagi penulis untuk dapat melakukan asuhan kebidanan secara
komprehensif dari masa kehamilan,persalinan, nifas dan bayi baru lahir.

2. Menumbuhkan sikap positif dan percaya diri atas profesionalismenya untuk dapat memacu
lebih baik lagi.

1.4.2 Bagi institusi Memberikan pendidikan, pengalaman dan kesempatan bagi mahasiswinya
dalam melakukan asuhan kebidanan komprehensif, sehingga dapat menumbuhkan dan
menciptakan bidan yang terampil dan professional. 1.4.3 Bagi BPS Sebagai salah satu
gambaran pelaksanaan pelayanan kesehatan dalam hal memberikan asuhan kebidanan dan
sebagai bahan pertimbangan untuk pemberian asuhan kebidanan selanjutnya yang lebih baik
di masa yang akan datang. 1.4.4 Bagi klien Dengan dilakukannya asuhan kebidanan
komprehensif, diharapkan klien mendapatkan asuhan yang dibutuhkan dan dapat menjalani
kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir dengan baik, dan sebagai deteksi dini agar
mendapatkan penanganan segera.
1.5 Tahap Kegiatan
Study Kasus Tahapan kegiatan studi kasus dilakukan selama menjalani praktik PKK 1 dalam
kurun waktu 45 hari yakni 5 Oktober s.d. 19 November 2009. Tabel 1: Tahap kegiatan study
kasus No Hari/Tanggal Jam Kegiatan Keterangan 1 Senin/ 19-10-2009 16.15

a. Pemeriksaan kehamilan (Antenatal ).

b. Pemeriksaan HB. BPS ? Senin/ 26-10-2009 16.30 Pemeriksaan kehamilan BPS 3 Rabu/28
28-10-2009 23.00 a. Pemeriksaan INC b. Persiapan APN. c. Melakukan asuhan BBL a.
Melakukan pemeriksaan ibu post partum (8 jam PP). b. Melakukan pemeriksaan BBL 8 jam.
BPS 4 31-10-2009 14.00 a. Melakukan pemeriksaan Neonatus 3 hari Postpartum. b.
Melakukan pemeriksaan Ibu Nifas 3 hari postpartum. c. Melakukan senam Nifas. d.
Melakukan Pijat Bayi. e. Melakukan pemeriksaan lab pada ibu. Kunjungan Rumah 5 03-11-
2009 07.00 a. Kunjungan Ulang ke rumah klien b. Pemeriksaan Ibu nifas 6 hari postpartum.
Rumah klien BAB II TINJAUAN TEORI 2.1 Kehamilan 2.1.1 Pengertian Masa kehamilan
dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40
minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir. Kehamilan dibagi dalam
3 triwulan: 1. Triwulan pertama dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan. 2. Triwulan kedua dari
bulan keempat sampai 6 bulan. 3. Triwulan ketiga dari bulan ke 7 sampai 9 bulan. (Sarwono
Prawirahardjo, 2007). 2.1.2 Pemeriksaan kehamilan Pemeriksaan yang dilakukan terhadap
ibu hamil, yaitu : 1. Anamnesa 2. Pemeriksaan Umum 3. Pemeriksaan Khusus Kebidanan
meliputi : a. Inspeksi b. Palpasi Cara pemeriksaan palpasi menggunakan pemeriksaan
Leopold yang dibagi menjadi 4 tahap, yaitu : 1) Leopold I : Untuk mengetahui tinggi fundus
uteri, dengan demikian umur kehamilan dapat diketahui. Umur kehamilan disesuaikan
dengan HPHT. 2) Leopold II : Untuk mengetahui letaj janin di dalam perut ibu dan
mengetahui bagian apa dari janin yang mengisi sebelah kanan dan kiri perut ibu. 3) Leopold
III : Untuk mengetahui bagian apa yang terdapat di sebelah bawah perut ibu dan apa yang
terdapat di bagian bawah tersebut sudah terpegang atau belum oleh atas panggul. 4) Leopold
IV : Untuk mengetahui seberapa jauh bagian terbawah janin telah masuk ke pintu atas
panggul. 5) Perkiraan tinggi fundus uteri (1) Menurut speilberg adalah dengan jalan
mengukur tinggi fundus uteri dari simfisis diperoleh tabel sebagai berikut : Tabel ?: Umur
Kehamilan Menurut Speilberg Umur Kehamilan TFU 22-28 mg 24-25 cm di atas simfisis 28
mg 26,7 cm di atas simfisis 30 mg 29,5-30 cm di atas simfisis 32 mg 29,5-30 cm di atas
simfisis 34 mg 31 cm di atas simfisis 36 mg 32 cm di atas simfisis 38 mg 33 cm di atas
simfisis 40 mg 37,7 cm di atas simfisis Sumber : Mochtar, 1998 (?) Menurut Mac Donald
adalah modifikasi Speilberg, yaitu jarak fundus-simfisis dan cm dibagi 3,5 merupakan tuanya
kehamilan dalam bulan. (3) Rumus Johnson – Tausak: BB = (mD – 12) x 155 BB = berat
badan, mD = jarak simfisis – fundus uteri. c. Auskultasi Dilakukan dengan stetoskop untuk
mendengarkan berbagai macam bunyi. Yang didengar dari janin adalah mendengar DJJ,
bising tali pusat, gerakan janin. Sedangkan dari ibu untuk mendengar bising rahim, bunyi
aorta dan bising usus. (Prof. Sulaiman, 1983) d. Pemeriksaan Dalam Guna pemeriksaan
dalam adalah untuk mengetahui :

1) Bagian terbawah janin

2) Kalau bagian yang terbawah adalah kepala, dapat ditentukan posisi uuk, uub, dagu,
hidung, orbita, mulut, dan sebagainya.
3) Kalau letak sungsang, dapat diraba anus, sakrum, dan tuber ischii

4) Pembukaan serviks, turunya bagian terbawah janin, kaput suksedaneum, dan sebagainya 5)
Secara umum dapat dievaluasi keadaan vagina, serviks, dan panggul 6) Pelvimetri klinik :
pemeriksaan dalam memakai jari telunjuk dan jari tengah dengan mencoba meraba
promotorium. Bila teraba, batasnya ditandai dengan telunjuk tangan kiri lalu telunjuk
dikeluarkan dan diukur. 4. Pemeriksaan Laboratorium a. Darah: Dari pemeriksaan darah
perlu di tentukan Hb, sekali 3 bulan karena pada orang hamil sering timbul anemia defisiensi
Fe. b. Air kencing: Terutama diperiksa glukosa, adanya glukosa dalam urine ibu hamil harus
dianggap sebagai gejala penyakit diabetes. (Prof. Sulaiman, 1983) 5. Indeks Masa Tubuh
(IMT) Indeks masa tubuh (IMT) merupakan prediksi derajat lemak tubuh dan pengukurannya
direkomendasikan federal untuk mengklasifikasikan kelebihan berat badan dan obesitas. IMT
dihitung dengan membagi berat badan dalam kilogram dengan kuadrat tinggi badannya
dalam meter (kg/m2). Perhitungan Indeks Masa Tubuh (IMT)

Tabel 3: Klasifikasi Indeks Massa Tubuh (IMT) Klasifikasi BMI Kenaikan BB yang
dianjurkan Rendah < 19,8 12,5 – 18 kg Normal 19,8 hingga 26 11,5 - 16 kg Tinggi > 26
hingga 29 7,0 – 11,5 kg Sumber : Varney, 2007 2.2 Persalinan Persalinan adalah rangkaian
proses yang berakhir dengan pengeluaran hasil konsepsi oleh ibu. Proses ini dimulai dengan
kontraksi persalinan sejati, yang ditandai oleh perubahan progresif pada serviks, dan diakhiri
dengan pelahiran placenta. (Helen Varney, 2008). Persalinan terdiri dari 3 kala: 2.2.1 Kala 1
Kala I terdiri dari fase laten dan fase laten, fase laten mulai dari ibu merasakan mules-mules
sampai pembukaan 4 cm. Fase aktif dari mulai pembukaan empat sampai pembukaan 10 cm
(lengkap). 2.2.2 Kala II Tanda dan gejala kala II: 1. Dorongan ingin meneran
2. Tekanan pada anus
3. Perineum menonjol
4. Vulva dan perineum membuka.

2.2.3 Kala III Kala III persalinan terjadi setelah kelahiran bayi dan melibatkan uterus yang
berkontraksi dan mengecil . 2.2.4 Kala IV Kala IV dimaksudkan untuk melakukan observasi
karena perdarahan post partum paling sering terjadi pada 2 jam pertama. (Prof. Dr. Azrul
Anwar, 2007) 2.3 Nifas Periode pasca partum adalah masa dari kelahiran plasenta dan selaput
janin (menandakan akhir periode intrapartum) hingga kembalinya traktus reproduksi wanita
pada kondisi tidak hamil. (Helen Varney, 2008) 2.3.1 Masa nifas dibagi dalam 3 periode,
yaitu : 1. Puerperium dini yaitu kepulihan dimana ibu telah diperbolehkan berdiri dan
berjalan-jalan. Di dalam agama Islam, dianggap telah bersih dan boleh bekerja setelah 40
hari. 2. Puerperium intermedial yaitu kepulihan menyeluruh alat-alat genitalia yang lamanya
6-8 minggu.

3. Remote puerperium adalah waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna
terutama bila selama hamil atau waktu persalinan mempunyai komplikasi. Waktu untuk sehat
sempurna bisa berminggu-minggu, bulanan atau tahunan. 2.4.2 Perubahan masa nifas 1.
Perubahan fisik 2. Involusi uterus dan pengeluaran lokhia 3. Laktasi/pengeluaran air susu ibu
4. Perubahan sistem tubuh lainnya 5. Perubahan psikis.

2.4.3 Asuhan masa nifas Asuhan masa nifas diperlukan pada periode ini karena merupakan
masa kritis baik ibu maupun bayinya. Diperkirakan bahwa 60% kematian ibu akibat
kehamilan terjadi setelah persalinan, dan 50% kematian masa nifas terjadi dalam 24 jam
pertama. Tujuan asuhan masa nifas 1. Menjaga kesehatan ibu dan bayi, baik fisik maupun
psikologik. 2. Melaksanakan skrining yang komprehensif, mendeteksi masalah, mengobati
atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayi. 3. Memberikan pendidikan
kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi, keluarga berencana, menyusui,
pemberian imunisasi kepada bayi dan perawatan bayi sehat. 4. Memberikan pelayanan
keluarga berencana. (Prawirahardjo, 2007) 2.4.4 Infeksi nifas Infeksi nifas adalah infeksi
bakteri yang berasal dari saluran reproduksi selama persalinan atau nifas. (Helen Varney,
2008). Pada masa nifas sering kali terjadi Infeksi nifas, salah satunya adalah bendungan ASI.
1. Bendungan ASI Bendungan ASI adalah peningkatan aliran vena dan limfe pada payudara
dalam rangka mempersiapkan diri untuk laktasi (Prawirahardjo, 2002) a. Etiologi 1)
Kelenjer-kelenjer susu tidak dikosongkan dengan sempurna 2) Bayi tidak menyusu dengan
baik. b. Gejala 1) Mamma panas dan keras serta nyeri 2) Suhu badan tidak naik 3) Puting
susu mendatar. 4) Pengeluaran asi terhambat. c. Penanganan Sebaiknya selama hamil atau
dua bulan terakhir dilakukan massage atau perawatan puting susu dan areola mamae untuk
mencegah terjadinya puting susu kering dan mudah mencegah terjadinya payudara bengkak.
1) Bila ibu menyusui bayinya :
a) Bila ibu menyusui dan bayi tidak menetek, bantulah memerah air susu dengan tangan dan
pompa.
b) Jika ibu menyusui dan bayi mau menetek: Bantu ibu agar menetek lebih sering pada kedua
payudara tiap kali meneteki.
c) Beri penyuluhan cara meneteki yang baik d) Mengurangi nyeri sebelum meneteki: Berikan
kompres hangat pada dada sebelum meneteki atau mandi air hangat, pijat punggung dan
leher, memeras susu cara manual sebelum meneteki dan basahi puting agar bayi mudah
menetek. e) Mengurangi nyeri setelah meneteki: gunakan bebat atau kutang, Kompres dingin
pada dada untuk mengurangi bengkak, terapi parasetamol 500 mg per oral. 2) Bila ibu tidak
menyusui a) Berikan bebat dan kutang ketat b) Kompres dingin pada dada untuk mengurangi
bengkak dan nyeri c) Hindari pijat atau kompres hangat d) Berikan parasetamol 500 mg per
oral. e) Evaluasi 3 hari (Sarwono Prawirahardjo, 2002) 2.4.5 Kunjungan masa nifas
Kunjungan masa nifas minimal dilakukan 4 kali kunjungan, tujuannya untuk menilai status
ibu dan bayi baru lahir, dan untuk mencegah, mendeteksi dan menangani masalah-masalah
yang terjadi. Tabel 4: Jadwal kunjungan masa nifas Kunjungan Waktu Tujuan 1 6-8 jam
setelah persalinan 1. Mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri 2. Mendeteksi dan
merawat penyebab perdarahan: rujuk bila perdarahan berlanjut 3. Memberikan konseling
pada ibu atau salah satu anggota keluarga bagaimana mencegah perdarahan masa nifas karena
atonia uteri. 4. Pemberian ASI awal 5. Melakukan hubungan antara ibu dan bayi baru lahir. 6.
Menjaga bayi tetap sehat dengan cara mencegah hipotermia. Jika petugas kesehatan
menolong persalinan, ia harus tinggal ibu dan bayi pada 2 jam pertama setelah kelahiran, atau
sampai ibu dan bayi dalam keadaan stabil. ? 6 hari setelah persalinan 1. Memastikan involusi
uterus berjalan normal: Uterus berkontraksi, fundus di bawah umbilikus, Tidak ada
perdarahan abnormal, tidak ada bau. 2. Menilai adanya tanda-tanda demam, infeksi atau
perdarahan abnormal. 3. Memastikan ibu mendapatkan cukup makanan, cairan dan istirahat.
4. Memastikan ibu menyusui dengan baik dan tidak memperlihatkan tanda-tanda penyulit. 5.
Memberikan konseling pada ibu mengenai asuhan pada bayi, tali pusat, menjaga bayi tetap
hangat dan merawat bayi sehari-hari. 3 2 minggu setelah persalinan Sama seperti diatas (6
hari setelah persalinan) 4 6 minggu setelah persalinan 1. Menanyakan pada ibu tentang
penyulit-penyulit yang ibu atau bayi alami 2. Memberikan konseling untuk KB secara dini.
(Sarwono Prawirahardjo, 2007) 2.5 Bayi baru lahir 2.5.2 Asuhan bayi baru lahir Dalam
waktu 24 jam, bila bayi tidak mengalami masalah apapun berikanlah asuhan berikut : 1.
Pertahankan suhu tubuh bayi 2. Lanjutkan pengamatan pernapasan, warna dan aktifitasnya 3.
Pemeriksaan fisik bayi 4. Berikan vitamin K 5. Identifikasi bayi. (Prof. Dr. Azrul Anwar,
2007) 2.5.3 Tanda-tanda bahaya yang harus diwaspadai pada bayi baru lahir 1. Pernapasan :
sulit atau lebih dari 60 kali/menit 2. Kehangatan : terlalu panas (> 38 0C atau terlalu dingin <
36 0C). 3. Warna : kuning (terutama pada 24 jam pertama), biru atau pucat, memar. 4.
Pemberian makan : hisapan lemah, mengantuk berlebihan, banyak muntah. 5. Tali pusat :
merah, bengkak, keluar cairan, bau busuk berdarah. 6. Infeksi : suhu meningkat, merah, bau
busuk, bengkak, keluar cairan (nanah), pernapasan sulit. 7. Tinja/ kemih : tidak berkemih
dalam 24 jam, tinja lembek, sering, hijau tua, ada lendir atau darah pada tinja. 8. Aktifitas :
menggigil, menangis tidak biasa, lemas, lunglai, kejang halus (Prawirorahardjo, 2007) BAB
III TINJAUAN DAN PEMBAHASAN KASUS 3.1 Format Pengkajian Manajemen Asuhan
Kebidanan 3.1.1 Asuhan Kebidanan Antenatal 1. Kunjungan antenatal pertama No Register
BPS / RB : BPS Bidan Nina Kaniawati. Am.Keb Nama Mahasiswi : Dede Elis Siti Aisah
Tanggal Pengkajian : Senin, 19 Oktoberr 2009 Waktu pengkajian : 16.15 wib a.
Identitas/Biodata Tabel 5: Identitas No Identitas Istri Suami 1 Nama Ny. Nuraeni Tn. Suhara
2 Umur 22 tahun 29 tahun 3 Pekerjaan IRT Wiraswasta 4 Agama Islam Islam 5 Pend.terakhir
SD SLTP 6 Golongan darah - - 7 No.tlp - - 8 Alamat Kp. Cicayur 01/12 Desa Cimenyan,
Kab. Bandung b. Data Subyektif 1) Keluhan : Peningkatan frekuensi berkemih 2) Riwayat
sosial ekonomi a) Status perkawinan : Menikah, pernikahan ke 2 b) Lama perkawinan : 1
Tahun c) Bahasa yang digunakan : Sunda d) Dukungan selama hamil : ibu mengatakan suami
dan keluarga sangat mendukung pada kehamilan ini. e) Status kesehatan suami : Sehat f)
Imunisasi TT : 2x, TT 1 pada UK 16 Minggu dan TT 2 pada UK 24 Minggu g) Beban kerja
selama hamil : ibu biasa melakukan pekerjaan rutin rumah tangga. h) Pengambilan keputusan
dalam keluarga : Suami i) Rencana tempat bersalin : rumah/tempat praktek bidan j) Rencana
penolong persalinan : bidan 3) Riwayat kesehatan keluarga Di keluarga tidak ada yang
menderita penyakit, seperti alergi, asma, diabetes melitus, epilepsi, hepatisis, penyakit ginjal,
penyakit jantung atau TBC. 4) Riwayat kesehatan ibu Ibu tidak pernah menderita penyakit,
seperti alergi, asma, diabetes, hipertensi, penyakit jantung, penyakit ginjal, TBC dan tidak
pernah ada riwayat operasi. 5) Riwayat penyakit menular seksual Ibu tidak pernah menderita
penyakit menular seksual. 6) Riwayat ginekologi Ibu tidak pernah mempunyai riwayat
ginekologi. 7) Riwayat menstruasi a) Usia Menarche : 12 tahun b) Siklus Menstruasi : 30 hari
c) Lama dan banyaknya : 5-6 hari,2-3x ganti pembalut d) Rasa sakit pada saat menstruasi
(dismenorhea): tidak ada 8) Riwayat kontrasepsi a) Metode yang pernah digunakan : tidak
menggunakan KB b) Kapan berhenti dan alasanya : - c) Lama penggunaan alat kontrasepsi
sebelum hamil : - 9) Riwayat kehamilan sekarang a) HPHT : 27-02-09 b) TP : 05-11-2009 c)
Gerakan janin pertama: 16 minggu d) Pergerakan janin dalam 24 jam terakhir : Masih
dirasakan ibu dan gerakan janin aktif, Pergerakan janin ± 10-12x/hari e) Obat–obatan yang
dikonsumsi : Fe, kalsium dan vitamin (dari budan). f) Kekhawatiran-kekhawatiran khusus :
ibu khawatir pada kehamilannya yang sekarang meskipun sebelumnya sudah berpengalaman.
10) Riwayat kehamilan yang lalu Tabel 6: Riwayat kehamilan yang lalu No Thn partus
Tempat partus Usia kehamilan Jenis persalinan Penolong Persalinan Penyulit Komplikasi
Jenis kelamin BB Lahir 1 2004 Rumah Aterm Spontan Paraji Tidak ada Tidak ada
Perempuan 3000 gr 2 2007 Rumah Aterm Spontan Paraji Tidak ada Tidak ada Laki-laki 2700
gr 3 Hamil ini - - - - - - - - 11) Pola aktivitas sehari-hari a) Makan

(1) Frekuensi : 3-4 x/hari

(2) Jenis : nasi, sayuran, tahu, tempe

(3) Pantangan : tidak ada (4) Masalah :tidak ada b) Minum (1) Frekuensi : < 8 gelas/hari

(2) Jenis : air putih, air teh, teh manis, kadang susu (3) Pantangan : tidak ada (4) Masalah :
tidak ada c) Olahraga (1) Frekuensi : - (2) Jenis : - (3) Masalah : ibu kurang suka olahraga d)
Eliminasi (1) BAK : ± 8 kali perhari (2) BAB :1-2 kali perhari (3) keluhan : tidak ada e)
Istirahat dan tidur (1) Tidur malam : ± 7 jam (2) Tidur siang : ± 1-2 jam (3) Keluhan : tidak
ada f) Pola hidup (1) Merokok : tidak (2) Konsumsi alkohol : tidak (3) Obat-obatan terlarang
: tidak 12) Tanda bahaya kehamilan a) Perdarahan :tidak ada b) Pengeluaran cairan : tidak
ada c) Demam : tidak ada d) Nyeri perut yang hebat : tidak ada e) Sakit kepala yang hebat :
tidak ada f) Bengkak pada muka dan tangan : tidak ada g) Pandangan kabur dan nyeri ulu hati
: tidak ada b. Data Obyektif 1. Keadaan umum : baik 2. Antropometri a. Berat badan sebelum
hamil : 47 kg b. Berat badan saat ini : 56 kg c. Tinggi Badan : 153 cm d. IMT= BB/TB [m]?
IMT sebelum hamil= 47/ [1,53] ?= 47/ 2,34 = 20, 08 IMT saat ini= 53/ [1,53] ?= 53/ 2,34 =
22, 64 3. Tanda-tanda vital a. Tekanan darah : 120/80Mmhg b. Nadi : 84 x/menit c. Respirasi
: 18 x/menit d. Suhu : 36,7 0C 4. Kepala dan leher a. Rambut 1) Kebersihan : baik 2)
Distribusi rambut : merata 3) Infeksi/masalah lain : tidak ada b. Wajah 1) Oedema : tidak ada
2) Cloasma : tidak ada 3) Masalah lain : tidak ada c. Mata 1) Conjungtiva : merah muda /
tidak anemis 2) Sclera : putih 3) Masalah lain : tidak ada d. Mulut 1) Kebersihan : baik 2)
Kelembaban : baik 3) Keadaan lidah : baik 4) Kebersihan gigi : terdapat gigi berlubang tetapi
tidak ada keluhan 5) Caries : tidak ada 6) Luka/infeksi/masalah lain : tidak ada 5. Leher a.
Pembesaran kelenjar tiroid : tidak ada b. Pembesaran pembuluh limfe : tidak ada c.
Peningkatan vena jugularis : tidak ada 6. Payudara a. Bentuk : simetris b. Tanda-tanda
kehamilan : ada, areola menghitam c. Kondisi puting : menonjol d. Colostrum : belum keluar
e. Kondisi kulit : baik f. Masalah lain : tidak ada 7. Tangan dan kaki a. Tangan 1) Nyeri dan
perih pada saat menggenggam : tidak ada 2) Pucat pada telapak tangan dan ujung jari : tidak
ada 3) Oedema : tidak ada 4) Masalah lain : tidak ada b. Kaki 1) Oedema : tidak ada 2)
Varices : tidak ada 3) Reflex patella : + / + 4) Masalah lain : tidak ada 8. Abdomen a. Bekas
luka operasi : tidak ada b. Tanda-tanda kehamilan : ada, pembesaran perut c. Gerakan janin :
ada, dihitung ketika setelah ibu makan dan beristirahat d. Nyeri pada abdomen : tidak ada e.
Palpasi abdomen 1) Masa : tidak ada 2) Tinggi Fundus Uteri : 33 cm 3) Leopold I : teraba
bagian bulat, lunak dan tidak melenting di fundus (bokong) 4) Leopold II : Teraba tahanan
terbesar di sebelah kanan dan bagian-bagian kecil di sebelah kiri (puki) 5) Leopold III :
bagian terendah teraba keras dan sudah masuk PAP 6) Leopold IV : divergen 7) Denyut
Jantung Janini : 132 x/m Reguler 9. Pemeriksaan lipat paha a. Kebersihan : bersih b.
Pembengkakan kelenjar limfe: tidak ada 10. Vulva dan perinium a. Warna labia : kemerahan
b. Nyeri : tidak ada c. Pembengkakan : tidak ada d. Pengeluaran cairan : tidak ada e. Luka :
tidak ada 11. Pemeriksaan laboratorium a. Hb : 11 gr% b. Protein urin : negatif c. Glukosa :
negatif c. Analisis G3P2A0 gravida 36 minggu janin tunggal hidup intrauterin dengan
keadaan ibu dan janin baik, dengan ketidaknyamanan yang normal. 1) Dasar : a) Ibu
mengatakan kehamilan ketiga dan belum pernah mengalami keguguran b) HPHT 27-02-09 c)
DJJ d) Leopold e) Peningkatan frekuensi berkemih 2) Masalah : Peningkatan frekuensi
berkeming Dasar : ibu mengatakan sering BAK >10x/hari 3) Kebutuhan : pendidikan
kesehatan tentang personal hygine, memberikan informasi tentang ketidaknyamanan yang
normal yang biasa dialami oleh ibu hamil Dasar : ketidaktahuan tentang ketidaknyamanan
yang normal yang biasa dialami oleh ibu hamil. d. Penatalaksanaan 1) Memberitahu ibu
mengenai hasil pemeriksaan. Evaluasi: Ibu mengetahui hasil pemeriksaan 2) Memberikan
konseling tentang mengenai keluhan yang dialami ibu: a) Peningkatan frekuensi berkemih
(beser) Peningkatan frekuensi berkemih dalam kehamilan adalah hal yang normal, karena
adanya penurunan kepala kedalam pintu atas panggul, sehingga menekan kandung kencing
yang menyebabkan kapasitas urine di dalam kandung kencing sedikit. (1) Klien dianjurkan
jangan pernah menunda keinginan buang air kecil (?) Klien dianjurkan jangan kurang minum
agar tidak dehidrasi. Minumlah minimal 8 gelas air putih sehari. (3) Klien diberikan
informasi mengenai cara cebok yang benar, dengan cara cebok dari depan ke belakang. (4)
Klien dianjurkan untuk sering ganti celana dalam (5) Klien dianjurkan bila ada tanda-tanda
infeksi, segera pergi ke tenaga kesehatan terdekat. Evaluasi: Ibu mengerti cara mengatasi
masalah peningkatan frekuensi berkemih. b) Nutrisi Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi
makanan yang bergizi sesuai dengan nutrisi yang dibutuhkan oleh ibu hamil. Evaluasi: Ibu
akan mengkonsumsi makanan bergizi c) Olahraga ringan (1) Menganjurkan ibu senam hamil
yang mudah dilakukan dirumah seperti memutar-mutar pergelangan kaki, membentuk
lingkaran untuk menghindari kram pada kaki. Evaluasi: Ibu bersedia senam hamil (?) Ibu
juga di anjurkan untuk berjalan-jalan, untuk membantu sirkulasi khususnya aliran darah
balik. Evaluasi: Ibu bersedia untuk ber jalan-jalan d) Tanda-tanda bahaya kehamilan (1)
Perdarahan (?) Pengeluaran cairan (3) Demam tinggi (4) Nyeri perut yang hebat (5) Sakit
kepala yang hebat (6) Bengkak pada muka dan tangan (7) Pandangan kabur (8) Bayi kurang
bergerak. Evaluasi: Ibu mengetahuidan mengerti tanda-tanda bahaya kehamilan. e) Tanda-
tanda persalinan (1) Kontraksi terasa lebih kuat atau semakin sering (2) Ibu merasakan hal
yang beda dalam hatinya (3) Feses berubah (4) keluar lendir (5) Kantung amnion mulai pecah
Evaluasi: Ibu mengetahui tanda-tanda persalinan. 7. Memberikan konseling mengenai
rencana persalinan, ibu dan keluarga memilih untuk melahirkan ditolong oleh bidan.
Evaluasi: Ibu merencanakan bersalin di bidan dan ditolong oleh bidan. 8. Memberikan tablet
Fe untuk dikonsumsi ibu 1 tablet setiap hari dan menganjurkan ibu untuk meminumnya
dengan air putih atau sari buah. Evaluasi: Ibu mengetahui cara minum tablet Fe. 9. Membuat
kesepakatan jika ibu terdapat keluhan atau tanda-tanda persalinan sudah ada maka ibu segera
datang ke petugas kesehatan Evaluasi: Ibu akan datang apabila menemui keluhan atau tanda-
tanda persalinan. 10 Pendokumentasian. 2. Kunjungan ulang antenatal Hari/tanggal : senin,
26 oktober 2010-03-01 Tempat pemeriksaan : BPS Bidan Nina Kaniawati, AmKeb Waktu
pengkajian : 16.30 wib a. Data Subyektif Ibu mengatakan terasa mules-mules tapi tidak
sering, Ibu juga mengatakan kadang-kadang merasa panas di punggung dan sering kencing.
Ibu mengatakan tidak ada tanda-tanda bahaya dan ibu masih merasakan adanya gerakan
janin. b. Data Obyektif 1) Keadaan umum : Baik 2) Tanda-tanda vital a) Tekanan darah :
120/80 mmHg b) Respirasi : 18 x/menit c) Nadi : 90 x/menit d) Suhu : 36,4?c 3) Pemeriksaan
abdomen: a) Tidak ditemukan luka bekas operasi b) Tinggi Fundud Uteri: 33 cm c) Leopold I
: teraba bagian bulat, lunak dan tidak melenting di fundus (bokong) d) Leopold II : Teraba
tahanan terbesar di sebelah kanan dan bagian-bagian kecil di sebelah kiri (puki) e) Leopold
III : bagian terendah teraba keras dan sudah masuk PAP f) Leopold IV : divergen g) DJJ : 135
x/m Reguler 4. Tangan dan kaki a) Tangan (1) Oedema : tidak ada (2) Pucat pada telapak
tangan dan ujung jari : tidak ada (3) Masalah lain : tidak ada b) Kaki (1) Oedema : tidak ada
(2) Varices : tidak ada (3) Reflex patella : + / + (4) Masalah lain : tidak ada c. Analisa G3 P2
A0 gravida 37 minggu janin tunggal hidup intrauterin, keadaan ibu dan janin baik dengan his
palsu. 1) Dasar : a) Ibu mengatakan kehamilan ketiga dan belum pernah mengalami
keguguran b) HPHT 27-02-09 c) DJJ d) Leopold 2) Masalah : HIS palsu Dasar : ibu
mengatakan terasa mules-mules tapi jarang 3) Kebutuhan : pendidikan kesesehatan tentang
tanda-tanda persalinan Dasar : ketidaktahuan tentang tanda-tanda persalinan (antara his palsu
dengan his tanda akan segera melahirkan). d. Penatalaksanaan 1) Memberitahukan hasil
pemeriksaan Evaluasi: Ibu mengetahui hasil pemeriksaan 2) Menjelaskan bahwa mules-
mules yang ibu rasakan masih merupakan his palsu, sebagai tanda bahwa ibu dalam beberapa
hari kedepan akan segera melahirkan. Evaluasi: Ibu mengerti dan mengetahui bahwa his yang
ibu rasakan adalah his royan (His palsu) 3) Menjelaskan kembali tanda-tanda persalinan
Evaluasi: Ibu mengetahui tanda-tanda persalinan 4) Menjelaskan kepada ibu jika ibu
menemui tanda-tanda persalinan tersebut maka ibu harus segera datang ke petugas kesehatan
terdekat. Evaluasi: Ibu akan segera ke fasilitas kesehatan apabila menemui tanda-tanda
persalianan. 3.1.2 Asuhan Kebidanan Intranatal Hari/tanggal pengkajian : Rabu, 28 oktober
2009 Waktu pengkajian : 23.30 wib 1. Kala 1 a. Data subyektif Ibu mengatakan merasa
mules-mules sejak tadi pagi jam 16.00 WIB yang semakin lama semakin sering disertai lendir
bercampur darah, belum mengeluarkan air ketuban, pergerakan janin masih dirasakan ibu.
Makan terakhir jam 20.00 WIB, BAB terakhir jam 19.00 WIB, BAK terakhir jam 21.20 WIB.
b. Data Obyektif 1) Keadaan Umum : Baik 2) Tanda-tanda vital : a) Tekanan darah : 110/70
mmHg b) Nadi : 88 x/menit c) Respirasi : 18 x/menit d) Suhu : 36,7 0c 3) Mata : a)
Conjungtiva : tidak anemis b) Sclera : tidak ikterik 4) Abdomen a) His : 3X10” , lamanya >
20” b) TFU : 32 cm c) Denyut jantung janin: 135 x/ menit regular 5) Pemeriksaan dalam a)
Pembukaan : 6 cm b) Ketuban : (+) utuh c) Presentasi : kepala H II-III d) Portio : masih
teraba, konsistensi tebal-lunak 6) Ekstremitas a) Atas : tidak ada oedema b) Bawah :
Oedem,dan varices tidak ada, reflek patella kiri/kanan +/+ c. Analisa G3P2A0 parturient 37
minggu kala I fase aktif janin tunggal hidup intrauterine keadaan ibu dan janin baik. d.
Penatalaksanaan 1) Menjelaskan hasil pemeriksaan Evaluasi: Ibu dan keluarga telah
mengetahui hasil pemeriksaan. 2) Memberikan dukungan kepada klien dan keluarga.
Evaluasi: Ibu merasa lebih tenang 3) Menyiapkan alat-alat, obat-obatan, tempat dan
lingkungan persalinan yang nyaman. Alat dan obatan yang akan dipakai untuk menolong
persalinan adalah oksitosin, lidokain, methergin. Bahan yang digunakan yaitu kain, baju bayi,
pembalut, ember, dll. Siapkan tempat yang sesuai standar untu menolong persalinan.
Evaluasi: Alat dan obat-obatan telah disiapkan dengan baik untuk proses persalinan. 4) Setiap
tindakan selalu memperhatikan teknik pencegahan infeksi. Evaluasi: Pencegahan infeksi telah
dilakukan 5) Mengizinkan klien untuk memilih orang yang akan menemani selama proses
persalinan untuk memberikan rasa nyaman pada klien. Evaluasi: Ibu memilih suami untuk
pendampingan saat persalinan. 6) Membantu klien mobilisasi dan perubahan posisi untuk
memberikan kenyaman pada klien. Evaluasi: Ibu masih bisa jalan-jalan. 7) Memfasilitasi
klien dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi, hidrasi, eliminasi, dan rasa nyaman, dengan cara
memberikan minum apabila klien haus, mengantar ke kamar mandi bila klien ingin BAK
apabila klien masih kuat berjalan, dan membuat klien nyaman. Evaluasi: Kebutuhan nutrisi,
hidrasi, eliminasi dan rasa nyaman terpebuhi. 8) Melakukan observasi keadaan ibu, janin,
kemajuan persalinan serata mencatat dalam lembar observasi dan partograf. Evaluasi:
Observasi kemajuan persalianan di catat pada lembar partograf (lampiran) 2. Kala II Hari/
tanggal : kamis, 29 oktober 2009 Waktu : 01.45 wib a. Data subyektif Ibu mengeluh
mulesnya sudah semakin kuat, sering dan lama , Ibu mengaku mulesnya seperti ingin BAB,
Ibu sudah ingin mengedan. b. Data Obyektif 1) Inspeksi a) Dorongan ingin meneran : ada b)
Tekanan anus : ada c) Perineum menonjol : ada d) Vulva membuka : ada e) Cairan ketuban :
– 2) Palpasi a) Kontraksi : frekuensi : 5 x 10” b) Lamanya : 50” c) Auskultasi : denyut
jantung janin : 140 x/menit 3) Pemeriksaan dalam 1) Vulva/Vagina : vulva membuka 2)
Pembukaan : 10 cm (lengkap) 3) Portio : tidak teraba 4) Ketuban : (-) di pecahkan, dengan
indikasi pembukaan sudah lengkap tetapi ketuban belum pecah. 5) Penurunan kepala : H III-
IV c. Analisa G3 P2 AO Parturient 37 Minggu kala II janin tunggal hidup intrauterine,
keadaan ibu dan janin baik. d. Penatalaksanaan 1) Menjelaskan hasil pemeriksaan pada klien
dan keluarga bahwa klien sudah lengkap pembukaannya dan siap untuk dipimpin mengedan.
Evaluasi: Ibu dan keluarga mengetahui hasil pemeriksaan 2) Menilai cairan ketuban dan
memastikan tidak ada bagian lain yang ikut turun. Evaluasi: Cairan ketuban berwarna jernih
dan tidak berbau 3) Menawarkan pada klien makan dan minum diantara his. Evaluasi: Ibu
minum saat his tidak ada 4) Memfasilitasi klien untuk memilih posisi pada waktu persalinan
Evaluasi: Ibu memilih posisi setengah duduk. 5) Membimbing klien mengedan dengan baik
jika ada his dan istirahat di sela-sela kontraksi. Cara mengedan yang baik ambil nafas dari
hidung keluarkan dari mulut dan mata terbuka kepala diangkat, dagu menyentuh dada.
Evaluasi: Ibu telah di pimpin untuk mengedan dan cara mengedan ibu cukup baik. 6)
Memeriksa DJJ dan His setiap setelah kontraksi dan hasilnya his kuat 5×10” lamanya 50 “,
DJJ 144 x/menit. Evaluasi: His dan kontraksi kuat. 7) Melakukan tehnik manuver tangan
untuk mencegah laserasi Evaluasi: Telah dilakukan tehnik manuver 8) Membantu kelahiran
kepala, jika kepala janin sudah 5-6 cm membuka vulva dan di pimpin mengedan jika ada his
Evaluasi: Melahirkan kepala 9) Membersihkan mulut dan hidung bayi dengan kassa DTT dan
memeriksa lilitan tali pusat Evaluasi: Mulut dan hidung bayi telah di bersihkan 10)
Membiarkan bayi memutar pada posisi anterior posterior Evaluasi: Bayi memutar ke posisi
anterior posterior 11) Melakukan kelahiran bahu dan seluruh badan bayi Evaluasi: Bahu dan
seluruh badan bayi telah lahir 12) Meletakan bayi diatas perut ibu, mengeringkan, melakukan
rangsangan taktil dan melakukan penilaian bayi baru lahir Evaluasi: Bayi langsung menangis
dan merespon rangsangan. 13) Melakukan penjepitan dan pemotongan tali pusat Evaluasi:
Tali pusat telah d jepit dan dipotong 14) Melakukan inisiasi menyusui dini di danletakan di
badan ibu untuk mendekap bayinya untuk skin to skin dan keluarga mendampingi ibu.
Evaluasi: Bayi mendapatkan ASI pertama. 3. Kala III Hari/tanggal : Kamis, 29 oktober 2009
Waktu : 02.30 wib a. Data subyektif Ibu mengatakan lega setelah anaknya lahir, ibu bersedia
dilakukan IMD, Ibu mengatakan mules tetapi tidak sekuat sebelum melahirkan, Ibu mengeluh
lelah. b. Data Obyektif 1) Terlihat tanda-tanda pelepasan plasenta a) Tali pusat memanjang b)
Semburan darah c) Uterus membundar 2) Kontraksi : ada 3) Palpasi janin ganda : tidak ada 4)
TFU : sepusat 5) Kandung kemih : kosong 6) Perdarahan : ? 100 cc 7) Robekan jalan lahir :
tidak ada c. Analisa P3 A0 postpartum kala III keadaan ibu baik d. Penatalaksanaan 1)
Menjelaskan hasil pemeriksaan pada klien dan keluarga dari hasil pemeriksaan klien dalam
keadaan baik. Evaluasi: Ibu dan keluarga Mengetahui hasil pemeriksaan. 2) Memberikan
dukungan dan informasi kepada klien dan keluarga mengenai tindakan yang akan dilakukan.
Evaluasi: Ibu dan keluarga mengetahui tindakan yang akan di lakukan. 3) Setiap tindakan
selalu memperhatikan teknik pencegahan infeksi. Evaluasi: Tindakan di lakukan dengan
memperhatikan tekni pencegahan infeksi. 4) Melakukan manajemen aktif kala III diantaranya
adalah memeriksan bayi ke-2, massege uterus, memberikan suntikan oksitos 10 IU dengan
cara IM paha anterolateral Evaluasi: Ibu mendapatkan suntikan oksitosin 10 IU 5) Menilai
tanda-tanda pelepasan plasenta yaitu adanya semburan darah, tali pusat memanjang , uterus
membulat. Evaluasi: Terlihat tanda-tanda pelepasan plasenta. 6) Melakukan penegangan tali
pusat terkendali pada saat uterus berkontraksi dan tangan kiri menekan uterus secara dorso
cranial. Evaluasi: Dilakukan peregangan tali pusat terkendali. 7) Melakukan masase fundus
uteri searah jarum jam selama 15 detik sampai uterus berkontraksi . Evaluasi: Kontraksi
uterus baik 8) Mengajarkan keluarga untuk massage uterus. Jika keraba sesuatu yang keras di
perut ibu maka kontraksi baik sedangkan jika teraba lembek maka uterus tidak berkontraksi
dengan baik. Evaluasi: Ibu dan keluaraga mengetahui cara massage uterus, Kontraksi baik 9)
Melakukan evaluasi kelengkapan plasenta dan selaput janin, dengan cara plasenta dan selaput
ketuban dan kotiledon diletakan di tempat yang datar untuk di lihat kelengkapannya.
Evaluasi: Plasenta lengkap. 10) Memeriksa laserasi jalan lahir Evaluasi: tidak ada laserasi
atau robekan jalan lahir 11) Melakukan deteksi dini adanya kelainan Evaluasi: Tidak ada
kelainan. 4. Kala IV Hari/tanggal : Kamis, 29 oktober 2009 Waktu : 02.30 wib a. Data
subyektif Ibu mengatakan masih merasa mules, Ibu mengeluh lelah, Ibu merasa senang dan
bahagia. b. Data Obyektif Keadaan : Compos mentis Mata : Sclera tidak ikterik, conjunctiva
tidak anemis. Tabel 7: Pemantauan persalinan kala IV Jam Ke Waktu Tekanan Darah Nadi
Suhu TFU kontraksi Kandung kemih perdarahan 1 03.00 120/70 78 36,2 Sepusat Baik
Kosong ? 40 cc 03.15 110/70 80 _ Sepusat Baik Kosong ? 30 cc 03.30 110/70 82 _ Sepusat
baik kosong ? 25 cc 03.45 120/70 80 _ 1 jari Bawah pusat baik kosong ? 25 cc 04.00 120/70
84 – 2 jari bawah pusat baik kosong ? 25 cc 2 04.30 120/70 82 _ 2 jari bawah pusat Baik
kosong ? 25 cc 05.00 120/80 86 _ 3 jari bawah pusat Baik kosong ? 25 cc c. Analisa P3A0
partus maturus spontan kala IV keadaan ibu baik d. Penatalaksanaan 1) Memberitahukan
hasil pemeriksaan pada klien dan keluarga bahwa keadaan ibu baik. Evaluasi: Ibu dan
keluarga mengetahui hasil pemeriksaan 2) Melakukan pemantauan kala IV: TD, nadi, suhu,
TFU, kontraksi, kandung kemih, perdarahan dan laserasi perineum setiap 15 menit pada 1
jam pertama dan setiap 30 menit pada 1 jam kedua Evaluasi: Kala IV terpantau dengan baik.
3) Mengucapkan selamat pada ibu atas kelahiran bayinya Evaluasi: Ibu tersenyum bahagia 4)
Membersihkan Ibu daerah vulva dan perineum dengan air bersih, serta kenakan pembalut dan
pakaian yang bersih. Evaluasi: Ibu terlihat rapih dan bersih 5) Membersihkan dan melakukan
dekontaminasi alat-alat dengan cara direndam di larutan klorin 0,5 % selama 10 menit dan
rebus sampai mendidih. Evaluasi: Alat-alat telah di dekontaminasi 6) Memberikan dukungan
untuk menyusui bayinya supaya ASI dapat keluar secara maksimal. Evaluasi: Ibu menyusui
bayinya dengan baik 3.1.3 Asuhan Kebidanan Postnatal dan bayi baru lahir 1. Asuhan 8 jam
post partum Hari/tanggal pengkajian : kamis,29 Oktober 2009 Waktu pengkajian : Jam 11.00
wib a. Data Subyektif Ibu mengatakan masih merasakan mules tapi sedikit, buang air kecil
lancar. b. Data Obyektif 1) Pemeriksaan fisik a) Tanda-tanda vital (1) Tekanan darah : 110/70
mmHg (2) Nadi : 82 x/menit (3) Respirasi : 18 x/menit (4) Suhu : 36,4 0C b) Mata (1)
Conjungtiva : tidak anemis (2) Sclera : tidak ikterik c) Payudara (1) Putting susu : Menonjol
kanan dan kiri (2) Pengeluaran ASI : Ada, masih sedikit (3) Infeksi : tidak ada d) Abdomen
(1) Kontraksi rahim : masih ada tapi tidak kuat (2) Involusi uterus : baik (3) Vulva : Tidak
ada Lesi dan masih terasa nyeri, loochia rubra e) Kaki: Tidak ada oedema 2) Pemeriksaan
penunjang a) Hb : 11 gr% b) ProteinUrine : negatif c) Glukosa urine : negatif. c. Analisa P3
A0 postpartum 8 jam, dengan keadaan baik d. Penatalaksanaan 1. Menjelaskan hasil
pemeriksaan kepada ibu dan keluarga. Evaluasi: ibu dan keluarga mengetahui hasil
pemeriksaan 2. Memberitahu ibu tentang tanda-tanda bahaya masa nifas tandanya adalah jika
lokia berbau, keluar darah dari jalan lahir. Evaluasi: Ibu mengerti dan mengetahuinya. 3.
Memberitahu tentang manfaat kolostrum, ASI dan tehnik menyusui yang benar. Kolostrum
sangat bermanfaat bagi kekebalan bayi Teknik menyusi berpengaruh bagi pengeluaran ASI.
Evaluasi: Ibu mengerti dan mengetahu manfaat colostrum, asi dan tehnik menyusui yang
benar. 4. Merencanakan kunjungan rumah 3 hari yang akan datang atau bila ada keluhan.
Evaluasi: Ibu bersedia untuk di lakukan kunjungan rumah 3 hari yang akan datang. 5.
Menjelaskan tentang senam nifas dan mengajak ibu senam nifas supaya dapat di praktekan
dirumah sendiri. Evaluasi : Ibu mampu melakukan senam nifas tahap awal 2. Asuhan bayi
baru lahir 8 jam Hari/tanggal : kamis, 29 oktober 2009 Tempat pemeriksaan : BPS Bidan
Nina Kaniawati, AmKeb Waktu pengkajian : 10.30 wib a. Data Subyektif 1) Identitas orang
tua Tabel 8: Identitas orang tua No Identitas Ibu Bapak 1 Nama Ny. Nuraeni Tn. Suhara 2
Umur 22 thn 29 thn 3 Pekerjaan IRT Wiraswasta 4 Agama Islam Islam 5 Pend.terakhir SD
SLTP 6 Golongan darah – - 7 No.tlp – - 8 Alamat Kp. Cicayur 01/12 Desa Cimenyan,
Kabupaten Bandung 2) Identitas bayi Nama bayi : Bayi Ny. N / Tn. S Tanggal lahir : Kamis,
29 januari 2009, jam 02.20 wib 3) Riwayat a) Faktor Ibu dan perinatal Selama masa
kehamilannya ibu memeriksakan diri secara rutin yaitu setiap 1 bulan sekali, setelah
menginjak kehamilan 8 bulan 2 minggu 1 kali, dan setelah 9 bulan 1 minggu sekali. Selama
hamil ibu juga sudah mendapat imunisasi TT sebanyak 2 kali. Pada saat ibu hamil muda ibu
mengalami mual dan muntah (ngidam), tetapi ibu tetap berusaha memenuhi kebutuhan nutrisi
dengan makan dengan porsi kecil namun sering. Proses persalinan berjalan dengan lancar dan
tidak mengalami penyulit yang mengakibatkan gangguan pada bayi. b) Faktor Neonatal
Proses persalinan berjalan dengan lancar, bayi lahir segera menangis dan penilaian awal bayi
baru lahir baik. c) Faktor Genetik Keluarga dan saudara ibu tidak ada yang menderita cacat
bawaan, cacat fisik maupun cacat mental. Di garis keturunan juga tidak ada riwayat yang
melahirkan kembar. d) Faktor sosial Kelahiran bayi ini sangat diinginkan oleh ibu, suami dan
keluarga. Dalam merawat bayi selama masa nifas dibantu suami dan saudara ibu sesuai
tradisi yang berlaku di daerah ibu tinggal e) lingkungan Rumah terdapat di pedesaan, keadaan
rumah bersih dan nyaman, ibu tinggal bersama suami dan anak yang baru di lahirkan. Di
rumah tidak ada yang merokok. b. Data obyektif 1) Pemeriksaan fisik a) Keadaan umum :
baik (1) Kesadaran : compos mentis (2) Ukuran keseluruhan : profesional (3) Kepala, badan,
ekstremitas : normal (4) Warna kulit : merah (5) Tangisan bayi : kuat b) Tanda-tanda vital (1)
Pernafasan : 49x/menit (2) Denyut jantung : 130x/menit (3) Suhu : 36, 5?C c) Antropometri
(1) Berat badan : 2900 gr (2) Panjang badan : 48 Cm d) Kepala (1) Ubun-ubun kecil : datar
(2) Moulage : tidak ada (3) Caput sucedaneum : tidak ada (4) Cepal haematom : tidak
ditemukan (5) Sutura : teraba (6) Penonjolan : tidak ada (7) Lingkar kepala : 32 cm e) Telinga
Letak telinga sejajar dengan sudut mata f) Mata (1) Bentuk : simetris (2) Conjuctiva : tidak
anemis (3) Seclera : tidak ikterik (4) Pengeluaran secret : tidak ada (5) Tanda-tanda infeksi :
tidak ada g) Hidung dan mulut (1) Lubang hidung : ada (2) Pernafasan cuping hidung : tidak
ada (3) Mulut : merah muda (4) Bibir :Tidak ada bibir sumbing (5) Langit-langit dan palatum
: Tertutup (6) Refleks rooting : (+) (7) Refleks sucking : (+) (8) Refleks swallowing : (+) h)
Leher (1) Pembengkakan : tidak ada (2) Benjolan : tidak ada (3) Refleks tonikneck : (+) i)
Dada (1) Bentuk : Simetris (2) Puting susu : +/+ (sejajar) (3) Bunyi nafas : + (bersih) (4)
Bunyi jantung : + (reguler) (5) Tarikan dinding dada : tidak ada j) Bahu, lengan dan tangan
(1) Gerakan : + (2) Jumlah jari : lengkap kiri dan kanan masing-masing (3) Bentuk
ekstremitas : simetris (4) Refleks gasping : (+) k) Sistem syaraf (1) Refleks moro : + l)
Abdomen (1) Bentuk : simetris (2) Penonjolan sekitar tali pusat saat menangis : tidak ada (3)
Perdarahan tali pusat : tidak ada (4) Perut saat menangis : lembek (5) Tanda-tanda infeksi :
tidak ada m) Panggul (1) Tanda klik : (-) n) Kelamin (1) Jenis kelamin : laki-laki (2) Keadaan
testis : baik (3) Lubang penis : + o) Tungkai dan kaki (1) Gerakan : aktif (2) Jumlah jari :
lengkap kanan dan kiri (3) Refleks babinsky : (+) (4) Masalah : tidak ada p) Punggung dan
anus (1) Benjolan : tidak ada (2) Pembengkakan/ada cekungan: tidak ada (3) Lubang anus :
(+) q) Kulit (1) Verniks : ada, sedikit (2) Warna kulit dan bibir : merah muda (3) Tanda lahir :
tidak ada (4) Pembengkakan/bercak hitam : tidak ada b) Pemeriksaan laboratorium : tidak
dilakukan c. Analisa Neonatus 8 jam dengan keadaan baik d. Penatalaksanaan 1)
Memberitahukan kepada ibu dan keluarga hasil pemeriksaan bayinya, bahwa bayi dalam
keadaan baik dan normal tidak ada cacat bawaan. Evaluasi: Ibu mengetahui hasil
pemeriksaan 2) Menjaga bayi agar tetap kering dan hangat Evaluasi: Bayi terjaga
kehangatannya 3) Mengajak ibu untuk melihat bayinya dimandikan dan mengajarkan
perawatan tali pusat Evaluasi: Ibu tahu dan akan melakukan prosedur sesuai yang telah di
ajarkan 4) Memberikan informasi tentang tanda-tanda bahaya bayi baru lahir, yaitu bayi tidak
mau menetek, kejang, kaki dan tangan terabadingin dan panas, badan bayi kuning, tali pusat
basah dan bau, bayi tidur terus. Evaluasi: Ibu mengerti dan mengetahui tanda-tanda bahaya
pada bayi. 5) Memberika informasi pada ibu tentang ASI Eksklusif dan rencana pemberian
ASI, ibu akan menyusui bayinya sampai usia 2 tahun. Evaluasi : Ibu mengetahui dan
mengerti tentang ASI eksklusif 6) Memfasilitasi ibu untuk menyusui bayinya denagn posisi
yang benar Evaluasi: Ibu mampu menyusui bayinya dengan benar. 7) Menganjurkan untuk
segera membawanya kepada petugas kesehatan bila tanda-tanda tersebut timbul Evaluasi: Ibu
akan segera ke petugas kesehatan apabila menemui tanda2 bahaya. 8) Menjadwalkan
kunjungan rumah 3 hari Evaluasi: Ibu bersedia untuk di lakukan kunjungan rumah 9)
Melakukan pendokumentasian. 3. Asuhan nifas hari ke 3 Tanggal : 31 oktober 2009 Waktu :
07.00 a. Data Subyektif Ibu mengatakan ibu mengeluh kalau payudaranya terasa agak keras.
Ibu tidak mengalami pusing berlebihan, perdarahan, demam, dan nyeri perut, tetapi Ibu juga
mengatakan sudah mulai mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang ringan.
b. Data Obyektif 1) Keadaan umum : baik 2) Kesadaran : Compos mentis 3) Tanda-tanda
Vital : – Tekanan darah : 110/70 mmHg – Respirasi : 18 X/menit – Nadi : 80 X/menit – Suhu
: 36, 3?C
4) Pemeriksaan fisik a) Conjungtiva : merah muda b) Skelera : putih c) Payudara : colostrum
sudah keluar, bayi menetek tapi payudara terasa keras d) Abdomen: kontraksi uterus : baik
TFU : pertengahan pusat –symphisis Kandung kencing : kosong e) Ekstremitas: Atas : tidak
ada oedema, kuku tidak pucat Bawah: tidak ada oedema, tidak ada varises, refleks patella +/+
f) Perineum : luka jahitan : tidak ada perdarahan : ± 30 cc c. Analisa P3A0 3 hari postpartum
dengan bendungan ASI d. Penatalaksanaan 1) Memberitahu ibu dan keluarga bahwa
kondisinya semakin baik Evaluasi: Ibu merasa senang dan bersyukur
2) Melakukan perawatan payudara Evaluasi: Ibu mendapatkan asuhan perawatan payudara 3)
Memberitahu ibu bahwa ibu boleh melakukan aktivitas seperti biasa tetapi jangan yang berat-
berat. Evaluasi: Ibu tidak melakukan pekerjaan berat 4) Mendiskusikan dengan ibu mengenai
rencana kontrasepsi Evaluasi: Ibu berencana ingin menggunakan KB suntik setelah 40 hari
post partum
5) Menjadwalkan kunjungan rumah 3 hari kemudian Evaluasi: Dilakukan setelah 3 hari dan
ibu menyetujuinya. 4. Asuhan BBL hari ke 3 Tanggal : 31 oktober 2009 Waktu : 07.30 wib a.
Data Subyektif Ibu mengatakan bahwa bayinya aktif menyusui hampir setiap 2 jam satu kali.
Hisapan bayi kuat, buang air besar sudah tidak hitam lagi, kencing sering dan bayi tidak
rewel. b. Data Obyektif 1) Keadaan Umum Keadaan umum tampak baik, tingkat aktivitas
baik, warna kulit dan bibir merah muda, tangis bayi kuat 2) Tanda-tanda vital Denyut jantung
: 128 X/menit Pernapasan : 50X/menit Suhu : 36,6?C
3) Pemeriksaan fisik
a) Berat badan : 2700 gr b) Mata : skelera putih, conjungtiva merah muda c) Perut : tali pusat
bersih dan kering d) Kulit : tidak ada ruam popok, bagian wajah agak kuning c. Analisa
Neonatus 3 hari dengan keadaan baik d. Penatalaksanaan 1) Memberitahukan hasil
pemeriksaan. Evaluasi : ibu mengetahui hasil pemeriksaan bayinya 2) Memberitahu ibu untuk
menjaga bayinya agar tetap hangat, jangan membiarkan bayinya tidur di dekat pintu atau
jendela yang terbuka dan hindarkan dari barang-barang yang dapat mencederai bayinya.
Evaluasi: Ibu akan selalu menjaga bayinya tetap hangat.
3) Memberitahu ibu agar memberikan ASI sesuai dengan keinginan bayi dan
membangunkannya bila bayi tidur terus dan tidak menetek. Evaluasi: Ibu selalu memberikan
ASI sesuai keinginan bayinya.
4) Memberitahu ibu agar tidak menyusui bayinya sambil tiduran untuk menghindari tersedak.
Evaluasi: Ibu mengerti bahwa tidak boleh menyusui bayinya sambil tiduran 5) Menganjurkan
ibu untuk menjemur bayinya di bawah sinar matahari selama 30 menit. Evaluasi: Ibu
mengerti dan akan selalu menjemur bayinya pada pagi hari 6) Memberitahu ibu untuk selalu
mencuci tangan sebelum merawat dan menyusui bayinya. Evaluasi: Ibu mengerti dan akan
selalu mencuci tangan sebelum merawat dan memegang bayinya. 7) Memberitahu ibu agar
tidak meninggalkan bayinya untuk menghindari cedera pada bayinya Evaluasi: Ibu tidak
pernah meninggalkan bayinya sendirian. 8) Memberitahu ibu untuk selalu menjaga tali pusat
supaya selalu bersih dan tidak membubuhkan apapun Evaluasi: Ibu mengetahui dan mengerti
mengenati perawatan tali pusat. 5. Asuhan Nifas hari ke-6 Tanggal : 03 november 2009
Waktu : 07.30 wib a. Data Subyektif Ibu merasa sehat, tidak ada keluhan dan jumlah ASI
banyak b. Data Obyektif 1) Keadaan umum : baik 2) Kesadaran : Compos mentis 3) Tanda-
tanda Vital : – Tekanan darah : 110/70 mmHg – Respirasi : 18 X/menit – Nadi : 78 X/menit –
Suhu : 36,8?C
4) Pemeriksaan fisik a) Conjungtiva : merah muda b) Skelera : putih c) Payudara :
pengeluaran ASI banyak, bayi menetek d) Payudara : Bengkak tidak ada, puting susu
menonjol, pengeluaran ASI banyak. e) Abdomen : kontraksi uterus baik, TFU pertengahan
pusat -simpisis, kontraksi uterus baik, kandung kencing kosong f) Ekstremitas Atas : tidak
ada oedema, kuku tidak pucat Bawah : tidak ada oedema, tidak ada varises, refleks patella
+/+ g) Perineum: tidak ada luka jahit, lochea serosa c. Analisa P3A0 6 hari post partum
bendungan ASI. d. Penatalaksanaan
1) Memberitahu ibu dan keluarga bahwa keadaan ibu baik Evaluasi: Ibu mengetahui haisil
pemeriksaan 2) Melakukan perawatan payudara Evaluasi: Setelah di lakukan perwatan
payudara ibu merasa lebih baik dari hari-hari sebelumnya, bendungan ASI sudah berkurang
dan ASI lebih banyak. 3) Memberitahu ibu tentang posisi menyusui yang baik dan benar
Evaluasi: Ibu mengerti dan mengetahuinya
4) Mengingatkan ibu untuk tetap mengkonsumsi zat besi dan cara meminumnya sesuai aturan
yang dianjurkan bidan. Evaluasi: Ibu selalu minum tablet Fe sesuai anjuran bidan
5) Memberitahu kembali ibu untuk selalu menjaga personal hygiene Evaluasi: Ibu selalu
menjaga personal hygienes
6) Mengingatkan kembali kepada ibu mengenai tanda-tanda bahaya nifas. Ibu mengerti dan
mengetahuinya. 6. Asuhan BBL hari ke-6 Tanggal : 03 november 2009 Waktu : 08.10 wib a.
Data Subyektif Ibu mengatakan bahwa bayinya sehat, BAB 2-3X/hari, tidak mencret. BAK
sering lebih dari 6 kali/hari. Ibu juga mengatakan bahwa bayinya menyusu kuat. b. Data
Subyektif 1) Keadaan Umum Keadaan umum tampak baik, tingkat aktivitas baik, warna kulit
dan bibir merah muda, tangis bayi kuat
2) Tanda-tanda vital Denyut jantung : 128 X/menit Pernapasan : 48X/menit Suhu : 36,7?C 3)
Pemeriksaan fisik a) Berat badan : 2700 gr b) Mata : skelera putih, conjungtiva merah muda
c) Mulut : tidak ada monaliasiskan
d) Perut : tali pusat bersih dan kering
e) Kulit : tidak ada ruam popok
c. Analisa Neonatus 6 hari dengan keadaan baik d. Penatalaksanaan
1) Memberitahu ibu mengenain keadaan bayinya bahwa bayinya sehat Evaluasi: Ibu
mengetahui hasil pemeriksaan
2) Memberitahu ibu bahwa bayinya sudah harus mendapatkan imunisasi dan ibu mengizinkan
bayinya untuk di imunisasi Evaluasi: Ibu mengetahui bahwa bayinya harus diberikan
imunisasi 3) Memberikan imunisasi HB 1 dan polio 1 pada bayi. Evaluasi: Bayi telah
mendapatkan imunisasi Hb0 dan polio
4) Mengingatkan ibu untuk tetap menjaga tali pusat agar tetap kering selama belum puput
pusar. Evaluasi: Ibu mengerti dan akan selalu menjaga tali pusat tetap kering.
3.3 Pembahasan kasus
3.3.1 Antenatal Pemeriksaan antenatal pertama dilakukan pada tanggal 19 oktober 2009 di
BPS Bidan Nina Kaniawati dan pemeriksaan kedua dilakukan pada tanggal 26 oktober 2009.
Dari kedua hasil pemeriksaan dan pengkajian pada Ny. N, penyusun mengidentifikasikan
masalah pada masa kehamilan yaitu peningkatan frekuensi berkemih. Berdasarkan teori
Varney, 2008. Peningkatan frekuensi berkemih merupakan ketidaknyamanan nonpatologis
pada kehamilan sering terjadi pada dua kesempatan yang berbeda selama antepartum. Metode
yang dapat dilakukan untuk mengurangi frekuensi berkemih adalah mengurangi asupan
cairan sebelum tidur malam sehingga wanita tidak perlu bolak balik ke kamar mandi pada
saat mencoba tidur. 3.3.2 Intranatal Tanggal 29 oktober 2009 pukul 23.00 Ny. N dan keluarga
datang ke BPS Bidan Nina K mengeluh mules-mules disertai keluar lendir bercampur darah
dari jalan lahir, lalu dilakukan pemeriksa dalam dan pembukaan 6 cm dan pada pukul 02.20
lahir bayi laki-laki spontan dengan keadaan ibu dan bayi baik. Pertolongan persalinan
dilakukan secara mandiri dengan 58 langkah asuhan persalinan normal sesuai teori Azwar,
2007. 3.3.3 Postnatal Pada hari ketiga postnatal dilakukan pemeriksaan, dari hasil
pemeriksaan terdapat permasalahan pada payudara: Ibu mengeluh bahwa pengeluaran ASI
kurang, dan payudara terasa agak panas. Berdasarkan data yang di dapat penulis melihat klien
memiliki permasalah bendungan ASI, hal tersebut sesuai teori Prawirahardjo, 2002,
bendungan ASI biasanya terjadi pada minggu-mingu pertama postnatal. Pada klien ini,
diberikan asuhan perawatan payudara, dan ibu disarankan untuk sering meneteki bayinya,
meneteki yang baik, sebelum meneteki berikan kompres hangat pada dada sebelum meneteki
atau mandi air hangat, pijat punggung dan leher, memeras susu cara manual sebelum
meneteki dan basahi puting agar bayi mudah menetek. Setelah diberikan perawatan dalam
beberapa hari, ibu merasa lebih baik dan produksi ASI menjadi lebih banyak, sehingga
bayipun mendapatkan ASI secara eksklusif. 3.3.4 Bayi baru lahir Setelah lahir, bayi langsung
disimpan di atas perut ibu dan dijaga kehangatannya, selain itu bayi dilakukan inisiasi
menyusu dini untuk menggapai puting susu dan mendapatkan air susu pertama, hal ini sesuai
teori Azrul inisiasi menyusu dini dilakukan selama 30-60 menit. BAB IV KESIMPULAN
DAN SARAN 4.1 Kesimpulan Asuhan kebidanan secara komprehensif pada seorang ibu
dimulai segera setelah ada kemungkinan kehamilan, bersalin hingga masa nifas serta
pemberian asuhan pada bayi baru lahir. Asuhan yang di berikan kepada Ny. N di lakukan
sejak usia kehamilan 36 minggu sampai nifas. Pada masa kehamilan dan persalinan Ny. N
tidak menemui permasalahan yang berat dan mendapatkan asuhan yang baik. Pada hari ke 3
postnatal ibu mengalami bendungan ASI. Untuk penatalaksanaan kasus ini, Ny. N
mendapatkan asuhan perawatan payudara, dan di sarankan agar menyusui bayinya sesering
mungkin, cara menyusui yang benar, mengompres dengan air hangat, dan sebelum disusukan
peras ASI sedikit dan oleskan ke sekitar puting susu.

4.2 Saran
4.2.1 Bagi BPS Di lihat dari fasilitas pelayanan kesehatan, pembirian asuhan kebidanan di
BPS sudah baik, tingkatkan kualitas pelayanan dan jaga kebersihan di tempat praktik.

4.2.2 Bagi Institusi


1. Pihak lembaga lebih efektif dalam melakukan bimbingan dan pengawasan kepada
mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan Praktik Klinik Kebidanan (PKK).

2. Pihak lembaga lebih mengoptimalkan dalam melakukan pendekatan kepada pihak yang
dijadikan lahan untuk praktik sehingga akan terjalin kerjasama yang baik dalam upaya
menempatkan mahasiswa di lapangan dan melakukan bimbingan pada mahasiswa.

3. Kegiatan praktik klinik kebidanan berikutnya di harapkan lebih baik dari praktik klinik
yang sekarang.

4.2.3 Bagi Mahasiswa Belajar dari pengalaman, diharapkan untuk angkatan selanjutnya bisa
lebih baik dalam melakukan manajemen asuhan kebidanan antenatal, intranatal, postnatal,
dan bayi baru lahir secara komprehensif. Dan lebih mempersiapkan skill maupun teori
sebelum terjun ke lapangan.

4.2.4 Bagi klien Diharapkan klien dapat memperhatikan asuhan-asuhan yang diberikan
terutama asuhan perawatan payudara untuk mencegah dari bendungan ASI menjadi mastitis,
dan klien di harapkan sering melakukan kunjungan baik untuk memeriksakan bayi maupun
ibunya.

ASKEB Terkait: