Anda di halaman 1dari 35

Biologi SMA MENJELAJAHI SEL

Anita Sugiansih Haske | Pengembangan Bahan Ajar Biologi (UPI 2013) 1


Biologi SMA MENJELAJAHI SEL

MENJELAJAHI SEL

Pendahuluan

S Sumber : bioscience5.blogspot.com
Sumber : dunianyasari.blogspot.com

Gambar yang anda lihat di depan adalah gambar sayatan melintang epidermis
bawang merah. Pada gambar itu tampak bahwa jaringan epidermis bawang merah
tersusun atas banyak sel yang tersusun rapi. Setiap sel yang menyusun jaringan
epidermis ternyata mampu berdiri sendiri, terpisah dari sel lainnya. Semua fungsi unit-
unit organisme dilakukan oleh sel. Bukan hanya itu, semua ciri-ciri makhluk hidup
ternyata dimiliki oleh sel. Satu sel tunggal mampu melakukan regenerasi karena memiliki
materi genetik, melakukan respirasi dengan adanya mitokondria, dan melakukan
pencernaan dengan adanya lisosom.
Robert Hooke pertama kali mendeskripsikan dan menamai sel pada tahun 1665
ketika ia mengamati suatu irisan gabus dengan mikroskop yang memiliki perbesaran 30
kali. Pada bab ini, akan dibahas lebih jauh mengenai sel dan sistem transport pada
membran.
TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan mampu :


1. Menjelaskan peranan sel sebagai unit struktural, fungsional, dan hereditas dari
makhluk hidup;
2. Mendeskripsikan struktur dan fungsi membran plasma, retikulum endoplasma,
badan golgi, mitokondria, ribosom, lisosom, kloroplas, sitoskeleton, dan nukleus.
3. Menjelaskan mekanisme transpor pada membran (difusi, osmosis, transpor aktif,
endositosis, dan eksositosis.

Anita Sugiansih Haske | Pengembangan Bahan Ajar Biologi (UPI 2013) 2


Biologi SMA MENJELAJAHI SEL

Agar lebih mudah memahami pembahasan bab ini, perhatikanlah peta konsep

berikut!
Sel

Merupakan Disusun oleh Macamnya

Unit structural dan


Organel sel Prokariot
fungsional terkecil dari
makhluk hidup.
Nukleus
Eukariot
Ribosom

Reticulum endoplasmik

Aparatus golgi

Lisosom

Vakuola

Mitokondria

Kloroplas

Peroksisom

Sitoskeleton

Membran Plasma

Bersifat Semipermeabel

Berfungsi Pembatas isi sel

- Difusi
- Osmosis
Pasif - Difusi
Melakukan
dipermuda
transpot
Aktif -h Endositosis
- Eksositosis

Anita Sugiansih Haske | Pengembangan Bahan Ajar Biologi (UPI 2013) 3


Biologi SMA MENJELAJAHI SEL

A.Struktur Sel

Sel merupakan unit struktural dan fungsional terkecil dari makhluk hidup (1). Di

dalam sel terjadi reaksi kimia dan berbagai macam proses hidup yang merupakan ciri

bahwa sel merupakan unit fungsional. Sebagai unit struktural, sel merupakan

komponen penyusun jaringan makhluk hidup.

Berdasarkan jumlahnya, sel dibedakan menjadi dua yaitu uniseluler dan

multiseluler (2). Organisme uniseluler merupakan makhluk hidup yang tersusun atas

satu sel, sedangkan organisme multiseluler merupakan makhluk hidup yang tersusuan

atas banyak sel. Hampir semua organisme uniseluler bentuknya mikroskopis,

contohnya adalah bakteri, amoeba dan paramaecium. Organisme multiseluler

ukurannya jauh lebih besar dan sangat kompleks komposisi dan strukturnya

dibandingkan dengan organisme uniseluler, contoh organisme multiseluler adalah

manusia, binatang dan tumbuhan.

Gambar 1.1 Sel Bakteri Gambar 1.2 Sel Tumbuhan Gambar 1.3 Sel Hewan

Sumber: Sumber : internet.web.id Sumber : internet.web.id

rezzaardisdp1.wordpress.com

Sel terdiri atas organel-organel sel yang memiliki fungsi masing-masing. Fungsi

organel ini sangat spesifik dan menunjang aktivitas sel. Contoh organel-organel sel

antara lain mitokondria, badan Golgi, retikulum endoplasma, dan ribosom.Ahli biologi

sel dapat mengisolasi organel sel untuk mengkaji fungsinya (3).

Tujuan fraksionasi sel yaitu untuk memisahkan organel-organel utama sel

agar fungsinya dapat dipelajari (4). Secara umum, teknik ini melibatkan

homogenisasi, yaitu pemecahan sel secara halus, dan sentrifugasi, yaitu pemisahan

Anita Sugiansih Haske | Pengembangan Bahan Ajar Biologi (UPI 2013) 4


Biologi SMA MENJELAJAHI SEL

komponen-komponen sel oleh gaya sentrifugal.Alat yang digunakan untuk

memfraksionasi sel adalah sentrifuge (5).Prinsip kerja Sentrifuge adalah dengan

memanfaatkan gaya sentrifugal sehingga bahan tersebut terpisah. Hal ini dilakukan

dengan cara memutar campuran dengan sangat cepat dan bertumpu pada titik pusat.

Sentrifuge sering sekali digunakan untuk memisahkan suatu padatan dari cairan

misalnya memisahkan plasma dari sel darah.

Langkah awal fraksionasi sel dengan homogenisasi, pengacauan sel untuk

memecah sel tanpa terlalu

merusak organelnya (6).Pemutaran

homogenat di dalam sentrifuge akan

memisahkan bagian-bagian sel ke

dalam dua fraksi, yaitu pelet, yang

terdiri atas struktur-struktur lebih

besar yang terkumpul di bagian


Gambar 1.4 Sentrifuge
Sumber : jaksakalibrasi.net bawah tabung sentrifuge, dan

supernatan, yang terdiri atas

bagian-bagian sel yang lebih kecil yang tersuspensi dalam cairan di atas pelet

tersebut.Supernatan dapat disentrifugasi kembali dengan kecepatan yang lebih tinggi

untuk mendapatkan pelet yang lebih ringan atau kecil daripada pelet pertama. Dengan

sentrifugasi diferensial, supernatan disentrifugasi dengan kecepatan yang makin

tinggi sehingga didapatkan komponen yang makin kecil dalam pelet yang berurutan.

Pelet tersebut dapat diresuspensi dan dimurnikan lebih lanjut dengan sentrifugasi

densitas gradien.

Berdasarkan strukturnya, sel dibedakan menjadi dua yaitu sel prokariotik dan

sel eukariotik (7). Perbedaan antara sel prokariotik dan sel eukariotik yaitu, sel

prokariotik tidak memiliki nukleus, sedangkan sel eukariotik memiliki nukleus

(8).Sel eukariotik memiliki organel yang lebih kompleks dibandingkan sel

prokariotik.Contoh sel eukariotik adalah sel hewan dan sel tumbuhan. Sel eukariotik

mempunyai membran internal (9).Membran sel menjadi sangat penting karena

Anita Sugiansih Haske | Pengembangan Bahan Ajar Biologi (UPI 2013) 5


Biologi SMA MENJELAJAHI SEL

membranlah yang membatasi sel dengan lingkungan luar, menjaga aktivitas sel tetap

berlangsung, dan menyeleksi benda atau zat yang dapat masuk ke dalam sel.

Membran internal berperan langsung dalam proses metabolisme sel (10).

Pada umumnya membran terdiri atas komponen lipid bilayer (11). Molekul lemak

dan protein itu tidak statis, melainkan senantiasa bergerak. Membran sel atau plasma

membran adalah bagian sel yang membatasi sitoplasma. Membran sel tidak dapat

dilihat menggunakan mikroskop biasa. Membran sel sangat tipis dan hanya terdiri atas

dua lapis fosfolipid. Bagian kepala (fosfat) yang bersifat hidrofilik (senang air)

berada di bagian luar membran sel. Adapun bagian ekor (lipid) berada di bagian dalam

membran sel dan bersifat hidrofobik(tidak senang air). Jadi, satu sisi menghadap ke

bagian luar sel, sedangkan sisi lainnya menghadap ke bagian dalam sel. Hal ersebut

mencegah sitoplasma larut dengan lingkungan sekitarnya dan mencegah zat-zat asing

di sekitar sel masuk ke dalam sel.

Sel prokariotik adalah sel yang tidak memiliki membran inti. Definisi yang lebih

jelasnya, sel prokariotik adalah sel yang tidak memiliki sistem endomembran sehingga

sel tipe ini memiliki materi inti yang tidak dibatasi oleh sistem membran, tidak

memiliki organel yang dibatasi oleh sistem membran. Contoh organisme yang memiliki

Sel prokariotik adalah pada bakteri dan ganggang biru.

Gambar 1.5 Sel Prokariot dan Bagian-bagiannya Gambar 1.6 Sel Eukariot dan Bagian-
Sumber: rezzaardisdp1.wordpress.com
bagiannya
Sumber : internet.web.id

Anita Sugiansih Haske | Pengembangan Bahan Ajar Biologi (UPI 2013) 6


Biologi SMA MENJELAJAHI SEL

Tabel 1.1 Perbandingan Sel Prokariotik dan Sel Eukariotik

No. Sel Prokariotik Sel Eukariotik

1 Tidak memiliki nukleus Memiliki nukleus

Materi inti tidak memiliki


2 Materi inti memiliki membrane
membran

Tidak memiliki organel,


Memiliki organel, mitokondria, badan
3 mitokondria, badan Golgi, dan
Golgi, dan retikulum endoplasma
retikulum endoplasma

B. Organel-organel Sel

Sebagian besar organel sel diselubungi oleh lapisan membran dengan struktur

yang sama dengan lapisan membran sel. Di dalam sel terdapat banyak struktur kecil

yang disebut organel. Nukleus dan ribosom berperan dalam kontrol genetik sel (12).

NUKLEUS Nukleus mengandung sebagian gen

yang mengontrol sel eukariotik

(13).Nukleus merupakan organel yang

paling mencolok dalam sel eukariot.

Nukleus diselubungi oleh selubung nukleus

yang berfungsi untuk memisahkan isi

nukleus dari sitoplasma (14).

Di dalam nukleus terdapat kromatin

yang terdiri atas DNA dan protein (15).


Gambar 1.7 Nukleus
Sumber : biologimediacentre.com
Organel ini mengandung sebagian besar

materi genetik sel dengan bentuk molekul

DNA linier panjang yang membentuk kromosom bersama dengan beragam jenis

protein.

Anita Sugiansih Haske | Pengembangan Bahan Ajar Biologi (UPI 2013) 7


Biologi SMA MENJELAJAHI SEL

RIBOSOM
Ribosom merupakan tempat sel untuk

membuat protein (16). Ribosom

membangun protein dalam dua lokasi

sitoplasmik (17). Beberapa ribosom

ditemukan tersebar di sitoplasma (disebut

sebagai ribosom bebas), sementara yang

lain yang melekat pada retikulum

endoplasma (ribosom terikat). Dengan


Gambar 1.8 Ribosom
demikian, permukaan retikulum endoplasma Sumber : biologimediacentre.com

ketika terikat dengan ribosom disebut retikulum endoplasma kasar (RER). Kedua

ribosom bebas dan ribosom terikat memiliki struktur yang sama dan bertanggung

jawab untuk produksi protein. Hal itu berarti ribosom bebas tersuspensi dalam

sitosol (18) sedangkan ribosom terikat melekat pada RE (19).

Sistem endomembran mencakup retikulum endoplasmik, aparatus golgi, lisosom,

dan vakuola (20). Sistem endomembran adalah himpunan membran yang membentuk

unit fungsional dan perkembangan tunggal, baik yang terhubung bersama-sama secara

langsung, atau bertukar materi melalui transportasi vesikel. Sistem endomembrane

terdiri dari membran yang berbeda yang tersuspensi dalam sitoplasma dalam sel

eukariotik.Berbagai membran dalam sel eukariota merupakan bagian dari sistem

endomembran.
RETIKULUM ENDOPLASMIK RE merupakan labirin membran

yang berjumlah sangat banyak dalam

sel eukariotik (21). Organel ini berupa

sistem membran yang berlipat-lipat,

menghubungkan antara membran sel

dengan membran inti, dan berperan

dalam proses transpor zat intra sel.


Gambar 1.9 Retikulum endoplasmic
Sumber : biologimediacentre.com

Anita Sugiansih Haske | Pengembangan Bahan Ajar Biologi (UPI 2013) 8


Biologi SMA MENJELAJAHI SEL

RE ini terdiri dari jaringan tubula dan gelembung membran yang disebut

sisterne (22) (cisternae) (bahasa Latin cisterna berarti “kotak” atau “peti”).

Membran RE memisahkan ruangan internal, yaitu ruang sisternal, dari sitosol. Dan

karena membran RE ini bersambungan dengan selubung nukleus, ruang di antara kedua

membran selubung itu bersambung dengan ruang internal RE ini.

RE dibagi menjadi dua yaitu RE halus dan RE kasar (23). RE halus diberi

nama demikian karena permukaan sitoplasmiknya tidak mempunyai ribosom, jadi

tampak licin. RE halus berfungsi dalam proses metabolisme, seperti sintesis lipid,

metabolism karbohidrat serta menawarkan obat dan racun (24). RE kasar disebut

kasar karena pada membrannya melekat banyak sekali ribosom, sehingga tampak

kasar dibawah mikroskop dan tidak licin. RE kasar berfungsi membuat protein

sekretoris (25). APARATUS GOLGI

Organel ini berbentuk seperti

kantong pipih, Aparatus golgi

merupakan organel yang berfungsi

sebagai sekresi sel (26). Sekret yang

dihasilkan antara lain lendir,

glikoprotein, karbohidrat, lemak, dan

enzim, Karena fungsinya dalam hal

sekresi, maka badan golgi banyak Gambar 1.10

ditemui pada sel-sel penyusun Sumber : biologimediacentre.com

kelenjar.

Lisosom berbentuk kantong-


LISOSOM
kantong kecil dan umumnya berisi enzim

pencernaan.Lisosom merupakan organel

yang berfungsi sebagai pencernaan sel

(27).Sehubungan dengan bahan yang

dikandungnya lisosom memiliki peran

dalam peristiwa:
Gambar 1.11 Lisosom
Sumber : biologimediacentre.com

Anita Sugiansih Haske | Pengembangan Bahan Ajar Biologi (UPI 2013) 9


Biologi SMA MENJELAJAHI SEL

 Pencernaan intrasel : mencerna materi yang diambil secara fagositosis

 Eksositosis : pembebasan sekrit keluar sel

 Autofagi : penghancuran organel sel yang sudah rusak

 Autolisis : penghancuran diri sel dengan cara melepaskan enzim pencerna dari

dalam lisosom ke dalam sel. Contoh peristiwa ini adalah proses kematian sel

secara sistematis saat pembentukan jari tangan, atau hilangnya ekor berudu yang

mulai beranjak dewasa.

Vakuola merupakan kantung yang terikat VAKUOLA

membran di dalam sel (28).

Vakuola adalah organela sitoplasmik yang

berisi cairan dan dibatasi selaput tipis yang

disebut tonoplas. Vakuola berbentuk cairan yang

di dalamnya terlarut berbagai zat seperti enzim,

lipid, alkaloid, garam mineral, asam, dan basa.

Pada sel tumbuhan, vakuola selalu ada. Semakin

tua suatu tumbuhan, maka vakuola yang


Gambar 1.12 Vakuola
terbentuk semakin besar.
Sumber : biologimediacentre.com
1. Vakuola makanan

Vakuola makanan dibentuk oleh berfungsi untuk mencerna makanan

(29).Selain itu, vakuola makanan jga berfungsi untuk mengedarkan hasil

pencernaan makanan ke seluruh tubuh.

2. Vakuola kontraktil

Vakuola kontraktil disebut juga vakuola berdenyut. Vakuola kontraktil

memiliki fungsi sebagai osmoregulator yaitu mengatur nilai osmotik dalam sel.

Jadi, Vakuola kontraktil berfungsi untuk memompa air yang berlebih keluar

dari sel (30).

Anita Sugiansih Haske | Pengembangan Bahan Ajar Biologi (UPI 2013) 10


Biologi SMA MENJELAJAHI SEL

MITOKONDRIA Organel-organel sel juga ada yang dapat

berfungsi untuk mengubah energy. Mitokondria

dan kloroplas merupakan organel pen-

transformasi energy (31). Akan tetapi, kedua

organel tersebut memiliki perbedaan dalam hal

pengubahan bentuk energinya. Mitokondria

dapat mengubah nutrisi makanan menjadi

energy dalam bentuk ATP sedangkan kloroplas


Gambar 1.13 Mitokondria dapat mengubah energy surya menjadi energy
Sumber : biologimediacentre.com
kimiawi.

Mitokondria dijumpai pada hampir semua sel eukariotik (32). Membran bagian

dalam berlipat-lipat dan disebut krista, berfungsi memperluas permukaan sehingga

proses pengikatan oksigen dalam respirasi sel berlangsung lebih efektif. Bagian yang

terletak diantara membran krista berisi cairan yang disebut matriks banyak

mengandung enzim pernafasan atau sitokrom.

Mitokondria merupakan organel yang berfungsi sebagai tempat respirasi

seluler (33). Dengan kata lain, organel ini sebagai tempat untuk pembentukan ATP

sebagai sumber energi sel. Mitokondrion dibungkus oleh selubung membran bilayer

fosfolipid (34).

KLOROPLAS
Kloroplas merupakan tempat

terjadinya fotosintesis (35). Di dalam

kloroplas berlangsung fase terang dan fase

gelap dari fotosintesistumbuhan. Kloroplas

terdapat pada hampir seluruh tumbuhan,

Kloroplas mengubah energi surya menjadi

energi kimia (36). Kloroplas mengandung

klorofil pigmen hijau yang berperan dalam


Gambar 1.14 Kloroplas
proses fotosintesis (37).
Sumber : biologimediacentre.com

Anita Sugiansih Haske | Pengembangan Bahan Ajar Biologi (UPI 2013) 11


Biologi SMA MENJELAJAHI SEL

Organel sel lainnya adalah peroksisom. Peroksisom mengkonsumsi oksigen dalam

berbagai fungsi metabolisme (38). peroksisom menggunakan oksigen untuk memecah

asam lemak menjadi molekul yang lebih kecil yang kemudian dapat diangkut ke

mitokondria, di mana mereka digunakan sebagai bahan bakar untuk respirasi seluler.

PEROKSISOM Peroksisom merupakan ruangan

metabolisme khusus yang dilingkupi oleh

membran tunggal (39). Peroksisom

mengandung enzim yang mentransfer

hidrogen dari berbagai substrat oksigen (O2),

selain itu, peroksisom mengandung enzim

yang menghasilkan hidrogen peroksida (40),

hidrogen peroksida (H2O2) dihasilkan sebagai


Gambar 1.15 Peroksisom
Sumber : id.wikipedia.org produk.

Peroksisom berbentuk agak bulat (41).

Peroksisom memiliki struktur yang kecil di dalam sel yang mengandung protein

reseptor. Peroksisom memiliki inti butiran atau kristal yang merupakan kumpulan

enzim (42). Perksisom mengandung sekitar 50 enzim, seperti katalase dan ureat

oksidase yang mengkristal di pusatnya. Oleh karena enzim - enzim ini berperan dalam

pembentukan dan pembongkaran hidrogen peroksida (H2O2), maka organel tersebut

dinamakan peroksisom.

Peroksisom dalam hati berfungsi untuk menawarkan racun (43). Dalam hati,

peroksisom menawarkan racun alkohol dan senyawa beracun lainnya, dengan

mentransfer hydrogen dari racun ke oksigen. H2O2 yang dihasilkan juga berbahaya

kemudian diubah menjadi air oleh enzim di peroksisom.

Peroksisom tumbuh dengan cara menggabungkan protein dan lipid yang

dibuat dalam sitosol (44).Protein untuk pembelahan disintesis di ribosom pada

sitosol lalu diimpor ke dalam peroksisom. Impor protein menyebabkan pertumbuhan

dan pembentukan peroksisom melalui pembelahan. Pembelahan mengikuti pembesaran

yang dialami oleh peroksisom, lalu muncul tonjolan/tunas di salah satu bagian yang

Anita Sugiansih Haske | Pengembangan Bahan Ajar Biologi (UPI 2013) 12


Biologi SMA MENJELAJAHI SEL

mengakumulasi lipid. Tonjolan ini lalu memisahkan diri. Ribosom bebas, yang tidak

melekat pada retikulum endoplasma, memasok protein untuk isi dan membran,

sementara dari sitosol dipasok beberapa gugus penting, seperti heme, bagi

pembentukan katalase dan peroksidase.

Sama seperti halnya dengan tubuh yang membutuhkan rangka untuk

mempertahankan bentuknya, sel juga harus mempertahankan bentuknya. Organel yang

berperan dalam hal ini adalah sitoskeleton.Sitoskeleton memiliki peran utama dalam

pengorganisasian struktur dan aktivitas sel (45).

Sitoskeleton atau kerangka sel


SITOSKELETON
adalah jaring berkas-berkas protein

yang menyusun sitoplasma dalam sel.

Setelah lama dianggap hanya terdapat di

sel eukariota, sitoskeleton ternyata juga

dapat ditemukan pada sel prokariota.

Dengan adanya sitoskeleton, sel dapat

memiliki bentuk yang kokoh, berubah Gambar 1.16 Sitoskeleton


Sumber : id.wikipedia.org
bentuk, mampu mengatur posisi organel,

berenang, serta merayap di permukaan.

Beberapa fungsi sitoskeleton diantaranya adalah :

- Sitoskeleton berfungsi untuk memberikan dukungan mekanis pada sel dan

mempertahankan bentuk sel (46).

- Sitoskeleton berperan dalam motilitas sel (gerak sel) (47).

- Sitoskeleton berfungsi dalam aktivitas biokimiawi dalam sel (48).

Terdapat 3 jenis sitoskeleton yaitu mikrotubula, mikrofilamen dan filament

intermediet.

1. Mikrotubula

Mikrotubula dan mikrofilamen sitoskeleton berfungsi dalam motilitas

karena berinteraksi dengan protein yang disebut molekul motor

(49).Mikrotubula berfungsi untuk memberi bentuk sel (50). Mikrotubulus atau

Anita Sugiansih Haske | Pengembangan Bahan Ajar Biologi (UPI 2013) 13


Biologi SMA MENJELAJAHI SEL

mikrotubula adalah tabung yang disusun dari mikrotubulin. bersifat lebih kokoh

dari aktin, mikrotubulus mengatur posisi organel di dalam sel.

Gambar 1.17 Struktur Mikrotubula


Sumber : Biologi, 2011
2. Mikrofilamen

Mikrofilamen sebagai penyusun Sitoskeleton, mikrofilamen merupakan rantai

protein ganda yang saling bertautan dan sangat tipis, filamen aktin (mikrofilamen)

memiliki sifat fleksibel, dimana filamen aktin pada umumnya berbentuk gel atau

jaringan dan terdiri dari protein yang disebut dengan aktin (berfungsi untuk

membentuk permukaan sel).

Mikrofilamen tersusun atas molekul aktin (51) danmerupakan rantai ganda

subunit aktin yang terlilit(52).Mikrofilamen berfungsi mempertahankan bentuk

sel (53).

Gambar 1.18Susunan mikrofilamen pada kontraksi dan relaksasi otot.


Sumber : Biologi, 2011
3. Filamen intermediet

Filamen intermediet adalah rantai molekul protein yang berbentuk untaian

yang saling melilit. Filamen ini berdiameter 8-10 nm.Struktur filamen intermediet

Anita Sugiansih Haske | Pengembangan Bahan Ajar Biologi (UPI 2013) 14


Biologi SMA MENJELAJAHI SEL

yaitu berupa protein serabut menggulung menjadi kabel yang lebih tebal (54).

Beberapa fungsi filament intermediet diantaranya adalah :

- Filamen intermediet berfungsi untuk mempertahankan bentuk sel (55).

- Filamen intermediet berfungsi sebagai tempat bertautnya nukleus dan

organel tertentu lainnya (56).

- Filamen intermediet berfungsi sebagai tempat pembentukan lamina nukleus

(57).

Gambar 1.19 Struktur Mikrotubula


Sumber : Biologi, 2011

LEMBAR KEGIATAN SISWA


Bersama kelompok Anda, buatlah sebuah model sel tumbuhan atau
sel hewan dari barang barang bekas. Model dapat berupa model
tiga dimensi atau model dua dimensi (gambar). Lengkapi model
tersebut dengan organel-organel serta keterangan lengkap.
Gunakan buku literatur sebagai acuan. Kerjakan tugas tersebut
dalam waktu empat minggu bersama kelompok Anda.

C. PERBEDAAN SEL HEWAN DENGAN SEL TUMBUHAN


Walaupun membran sel dianggap sebagai batas hidup sel, namun sebagian sel

mensintesis dan mensekresi suatu jenis lapisan yang berada di luar membran

plasma(58).Salah satu yang menarik dari sel tumbuhan adalah memiliki organel sel

Anita Sugiansih Haske | Pengembangan Bahan Ajar Biologi (UPI 2013) 15


Biologi SMA MENJELAJAHI SEL

yang memiliki fungsi yang sangat penting, organel tersebut adalah dinding sel, Sel

tumbuhan diselubungi oleh dinding sel (59). Sel hewan tidak memiliki dinding sel

(60), hal itulah yang menjadi perbedaan antara sel hewan dengan sel tumbuhan.

Pembahasan sebelumnya kita telah mempelajari berbagai macam organel-organel

sel. Berikut ini adalah table perbedaan antara sel hewan dengan sel tumbuhan.

Gambar 1.20 Sel Tumbuhan Gambar 1.21 Sel Hewan

Sumber : internet.web.id

Tabel 1.2 Perbedaan Sel Hewan dengan Sel Tumbuhan

No. Sel Hewan Sel Tumbuhan

1 Tidak memiliki dinding sel Memiliki dinding sel dan membran sel

2 Tidak memiliki plastida Umumnya memiliki plastid

3 Memiliki lisosom Tidak memiliki lisosom

4 Memiliki sentrosom Tidak memiliki sentrosom

Timbunan zat berupa lemak dan


5 Timbunan zat berupa pati
glikogen

6 Bentuk tidak tetap Bentuk tetap

Pada hewan tertentu memiliki Memiliki vakuola ukuran besar,


7
vakuola, ukuran kecil, sedikit banyak

Anita Sugiansih Haske | Pengembangan Bahan Ajar Biologi (UPI 2013) 16


Biologi SMA MENJELAJAHI SEL

LEMBAR KEGIATAN SISWA


Membandingkan Sel Hewan dengan Sel Tumbuhan

Sel hewan berbeda dengan sel tumbuhan pada beberapa organel. Lakukanlah
pengamatanuntuk mengetahui perbedaan antara sel tumbuhan dan sel hewan. Sediakan umbi
bawang merah untuk mengamati sel tumbuhan dan sel epitel pipi untuk mengamati sel hewan.
Apakah terdapat perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan?
Cobalah tuliskan hipotesis Anda terhadap permasalahan ini!
A. Alat dan Bahan:
 kaca objek
 larutan yodium
 kaca penutup
 mikroskop
 tusuk gigi
 umbi bawang merah
 silet
B. Cara Kerja
a) Sel Hewan
1. Gunakan tusuk gigi yang bersih untuk mengorek bagian dalam pipi.
2. Tempatkan hasil korekan tersebut pada kacaobjek yang telah ditetesi larutan
yodium!
3. Tutuplah dengan kaca penutup perlahanlahanagar tidak terdapat gelembung udara!
4. Amatilah di bawah mikroskop, mulailahpengamatan dari pembesaran rendah keyang
lebih tinggi!
5. Gambarkan sel yang teramati oleh Anda!Berilah nama pada setiap bagiannya!
b) Sel Tumbuhan
1. Pilihlah selapis umbi bawang merah yang masih segar!
2. Bagi dua umbi bawang tersebut sampai terlihat pecah!
3. Sayatlah permukaan bagian umbi bawang tersebut perlahan-lahan
denganmenggunakan silet!
4. Potonglah sayatan tersebut menjadi bagian-bagian kecil, simpan pada kaca objek!
5. Teteskan larutan yodium, kemudian tutup dengan kaca penutup!
6. Amati di bawah mikroskop sediaan yang Anda buat!
7. Gambarkan sel epidermis yang teramati oleh Anda dan berikan nama pada setiap
bagiannya!
B. Hasil dan Pembahasan
1. Gambarkan hasil pengamatan sel hewan dan sel tumbuhan !

Anita Sugiansih Haske | Pengembangan Bahan Ajar Biologi (UPI 2013) 17


Biologi SMA MENJELAJAHI SEL

2. Bagian-bagian apa saja yang terdapat pada sel hewan dan sel tumbuhan?
Adakahbagian-bagian yang tidak tampak melalui mikroskop cahaya?
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………….

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………….

3. Organel apa saja yang dimiliki oleh sel hewan, tetapi tidak dimiliki oleh sel tumbuhan?

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………….

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………….

4. Apa akibat perbedaan organel-organel sel hewan dan sel tumbuhan?

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………….

Anita Sugiansih Haske | Pengembangan Bahan Ajar Biologi (UPI 2013) 18


Biologi SMA MENJELAJAHI SEL

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………….

D. Kesimpulan
Apa yang dapat Anda simpulkan dari kedua percobaan tersebut?

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………….

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………….

E. TRANSPOR MELALUI MEMBRAN

Gambar 1.22 Membran plasma


Sumber : http://khaditoya.blog.unsoed.ac.id

Bermacam-macam organel atau benda-benda hidup sel yang terdapat di dalam

sitoplasma memiliki membran yang strukturnya sama dengan struktur membran

plasma. Membran-membran tersebut selalu dilalui oleh bermacam-macam bahan

molekul hasil suatu proses metabolisme sel maupun sisanya. Ada berbagai cara

perpindahan molekul antara lain dengan cara difusi, osmosis, atau transport aktif.

Cara difusi dan cara osmosis tidak membutuhkan energi, sedangkan cara transpor

Anita Sugiansih Haske | Pengembangan Bahan Ajar Biologi (UPI 2013) 19


Biologi SMA MENJELAJAHI SEL

aktif membutuhkan energi.Membran merupakan mosaik fuida yang terdiri atas lipid,

protein dan karbohidrat (61).

Membran bukanlah lembaran molekul statis yang terikat kuat di tempatnya

(62). Membran ditahan bersama terutama oleh interaksi hidrofobik, yang jauh lebih

lemah dari ikatan kovalen. Sebagian besar lipid dan sebagian protein dapat berpindah

secara acak dalam bidang membrannya. Akan tetapi, jarang terjadi suatu molekul

bertukar tempat secara melintang melintasi membran, yang beralih dari satu lapisan

fosfolipid ke lapisan lainnya, untuk melakukan hal seperti itu, bagian hidrofilik

molekul tersebut harus melintasi inti hidrofobik membrannya.

Membran plasma dan membran berbagai macam organel masing-masing memiliki

koleksi protein yang unik. Sampai saat ini telah ditemukan lebih dari 50 jenis protein

dalam membran plasma sel darah merah.Terdapat dua populasi utama protein

membran yaitu protein integral dan protein periferal (63).

Protein integral merupakan protein transmembran (64).Protein integral

umumnya merupakan protein transmembran, dengan daerah hidrofobik yang

seluruhnya membentang sepanjang interior hidrofobik membran tersebut. Daerah

hidrofobik protein integral terdiri atas satu atau lebih rentangan asam amino non

polar yang biasanya bergulung menjadi heliks α. Ujung hidrofilik molekul ini

dipaparkan ke larutan aqueous pada kedua sisi membran. Protein periferal

merupakan protein yang terikat secara longgar pada permukaan membran dan

tidak tertanam dalam bilayer lipid (65).Protein poriferal sama sekali tidak

tertanam dalam bilayer lipid; protein ini merupakan anggota yang terikat secara

longgar pada permukaan membran, sering juga pada bagian protein integral yang

dibiarkan terpapar.

Membran plasma memiliki karbohidrat yang dibatasi pada permukaan luar

saja (66).Karbohidrat membran biasanya berupa oligosakarida bercabang dengan

kurang dari 15 satuan gula. Beberapa oligosakarida ini secara kovalen terikat dengan

lipid, dan membentuk molekul yang disebut glikolipid. Akan tetapi, sebagian besar

oligosakarida terikat secara kovalen dengan protein, sehingga disebut glikoprotein.

Anita Sugiansih Haske | Pengembangan Bahan Ajar Biologi (UPI 2013) 20


Biologi SMA MENJELAJAHI SEL

Adakalanya suatu partikel tidak dapat berdifusi karena terhalang oleh membran

yang impermeabel (tidak dapat ditembus). Namun, jika pada membran itu terdapat

faktor pembantu, misalnya enzim yang menyebabkan terbukanya saluran pada protein

integral, partikel tersebut dapat berdifusi tanpa melibatkan energi, peristiwa ini

disebut difusi terbantu atau berfasilitas.

Sebagian partikel diangkut melintasi membran dengan cara transpor aktif, yaitu

dengan melibatkan sejumlah energi untuk pemindahan partikel dari larutan yang

konsentrasinya lebih rendah (hipotonis). Transpor aktif juga dilakukan jika membrane

memiliki tingkat permeabilitas yang sangat rendah terhadap partikel tertentu.

Organisasi molekuer membran mengakibatkan permeabilitas selektif

(67).Molekul dan ion kecil bergerak melintasi membran plasma dalam dua arah

(68). Perhatikan pertukaran kimiawi antara sel otot dengan fluida ekstraseluler yang

membasahinya. Gula, asam amino, dan nutrien lain memasuki sel, dan produk limbah

metabolisme meninggalkan sel. Sel menyerap oksigen untuk respirasi seluler dan

mengeluarkan karbondioksida.Membran sel bersifat selektif permeable (69), hal itu

berarti tidak semua zat dapat memasuki membran sel (70). Kecepatan suatu

substansi untuk melewati membran berbeda-beda (71).

Berikut ini adalah prmeabilitas bilayer lipid :

- Molekul hidrofobik, seperti hidro karbon, karbon dioksida dan oksigen dapat

larut dalam membran dan melintasinya dengan mudah (72).

- Molekul kecil yang polar tetapi tidak bermuatan dapat melewati membran

dengan cepat (73).

- Bilayer lipid tidak permeable terhadap molekul polar, seperti glukosa dan

gula lainnya (74).

- Bilayer lipid tidak permeable terhadap semua ion, sekalipun ion kecil seperti

H+ dan Na+(75).

- Membran sel bersifat permeable terhadap ion dan molekul polar spesifik

(76).

Anita Sugiansih Haske | Pengembangan Bahan Ajar Biologi (UPI 2013) 21


Biologi SMA MENJELAJAHI SEL

1. DIFUSI

Gambar 1.23 Contoh Proses Difusi

Sumber : diniasri25.blogspot.com

Transpor pasif merupakan difusi melintasi suatu membran (77).Di dalam sel,

zat-zat yangmemiliki berat molekul rendah dapatberdifusi melalui membran.

Selamaproses difusi ini zat yang terlarutdapat berpindah dari

larutanberkonsentrasi tinggi ke larutanberkonsentrasi rendah. Perpindahanzat ini

terus terjadi sehingga tercapaikeadaan setimbang, pada saatkeadaan setimbang

konsentrasikedua larutan sama besar.

Perhatikan gambar di atas!. Difusi merupakan kecenderungan molekul

setiap zat untuk menyebar ke seluruh ruangan (78).Jka zat pewarna

dicampurkan ke dalam air maka zat tersebut akan menyebar dalam air

(79).Penyebaran zat warna melintasi membran akan berlanjut hingga kedua

larutan memiliki konsentrasi pewarna yang sama (80). Suatu substansi akan

berdifusi dari tempat yang konsentrasinya tinggi ke tempat yang

konsentrasinya rendah (81).

2. OSMOSIS

Membran sel membatasi isi sel dengan lingkungan sekitarnya, namun

demikianberbagai zat terlarut harus dapat keluar masuk sel untuk melangsungkan

metabolism sel. Osmosis merupakan transport pasif air (82).Proses osmosis

Anita Sugiansih Haske | Pengembangan Bahan Ajar Biologi (UPI 2013) 22


Biologi SMA MENJELAJAHI SEL

adalah perpindahan pelarut suatu zat melalui membran selektifpermeabel.

Selektif permeabel artinya tidak semua molekul dapat melalui membrane

tersebut. Hanya molekul-molekul tertentu yang leluasa keluar masuk membran

tersebut.

Larutan dengan konsentrasi zat terlarut lebih tinggi disebut sebagai

hipertonik (83), sedangkan larutan dengan konsentrasi zat terlarut yang lebih

rendah disebut sebagai hipotonik (84). Misalnya,Air PAM bersifat hipertonik

terhadap air destilasi tetapi hipotonik terhadap air laut (85).

Osmosis merupakan difusi air melintasi membran permeable selektif

(86).Arah osmosis ditentukan hanya oleh perbedaan konsentrasi zat terlarut

total (87). Air berpindah dari larutan hipotonik ke hipertonik sekalipun

larutan hipotoniknya memiliki lebih banyak jenis zat terlarut (88).

Berikut ini adalah keseimbangan air pada sel tanpa dinding :

- Sel tanpa dinding kaku tidak dapat menerima penyerapan atau pelepasan

air yang berlebihan (89).

- Jika sel hewan dicelupkan pada larutan isotonik maka volume selnya stabil

(90).

- Jika sel hewan dimasukkan dalam larutan hipertonik, maka sel akan

kehilangan air dan berpindah ke lingkungannya, mengkerut dan mungkin

saja mati (91).

- Jika sel hewan dimasukkan dalam larutan hipotonik, air akan masuk lebih

cepat, membengkan dan lisis (pecah) (92).

- Air laut bersifat isotonik terhadap banyak invertebrate laut (93).

Berikut ini adalah keseimbangan air pada sel berdinding :

- Sel tumbuhan, prokariota, fungi dan sejumlah Protista memiliki dinding sel

(94).

- Apabila sel yang memiliki dinding dimasukkan ke dalam larutan hipotonik,

maka dindingnya akan membantu mempertahankan keseimbangan air sel

tersebut (95).

Anita Sugiansih Haske | Pengembangan Bahan Ajar Biologi (UPI 2013) 23


Biologi SMA MENJELAJAHI SEL

- Jika sel tumbuhan dimasukkan ke dalam larutan isotonik, tidak ada

kecenderungan air untuk masuk dan selnya menjadi lembek, yang

menyebabkan tumbuhan menjadi layu (96).

- Jika sel tumbuhan dimasukkan ke dalam larutan hipertonik, sel tumbuhan

akan kehilangan air yang berpindah ke sekelilingnya dan akan mengerut

(97).

- Jika sel tumbuhan mengerut, membran plasmanya menjauhi dindingnya

disebut dengan plasmolysis.(98)Plasmolysis menyebabkan sel tumbuhan mati

(99).

- Sel dinding bakteri dan fungi akan mengalami plasmolisis dalam lingkungan

hipertonik (100).

Perhatikan gambar berikut!

3. DIFUSI DIPERMUDAH

Banyak molekul dan ion polar yang ditahan oleh bilayer lipid membran

berdifusi dengan bantuan protein transport yang membentangi membran

Anita Sugiansih Haske | Pengembangan Bahan Ajar Biologi (UPI 2013) 24


Biologi SMA MENJELAJAHI SEL

tersebut,disebut sebagai difusi dipermudah (101). Protein transporter

tergolong protein transmembran yang memliki tempat perlekatan terhadap ion

atau molekul yang akan ditransfer ke dalam sel. Setiap molekul atau ion memiliki

protein transforter yang khusus, misalnya untuk pelaluan suatu molekul glukosa

diperlukan protein transporter yang khusus untuk mentransfer glukosa ke dalam

sel.

Protein trasnpor memiliki banyak sifat enzim (102). Fungsi protein

transport adalah untuk mengkatalis proses fisik transport suatu molekul

melintasi membran akan semakin cepat karena jika tidak semakin cepat akan

relatif tidak permeable terhadap substansi tersebut (103).

4. TRANSPOR AKTIF

Transport aktif merupakan pemompaan zat terlarut melawan gradiennya

(104). Kemampuan sel untuk mempertahankan zat kecil terlarut dalam sitoplasma

pada konsentrasi lebih tinggi dari cairan sekitarnya merupakan faktor penting

dalam kelangsungan hidup sel. Banyak sel-sel hewan, misalnya, menjaga

konsentrasi natrium dan kalium yang sangat berbeda dibandingkan dengan

lingkungan mereka. Transpor aktif memungkinkan sel-sel tidak hanya untuk

mempertahankan tingkat zat terlarut yang layak, tetapi juga untuk memompa ion

melintasi gradien elektrokimia. Proses ini menciptakan tegangan melintasi

membran yang dapat dimanfaatkan untuk kekuatan. Transport aktif merupakan

faktor utama yang menentukan kemampuan suatu sel untuk mempertahankan

konsentrasi internal molekul kecil yan berbeda dari konsentrasi lingkungannya

(105).

Sel-sel dalam tubuh mensekresikan bahan kimia, melepaskan energi,

mengusir limbah dan melaksanakan banyak fungsi lainnya. Dalam rangka

melaksanakan fungsi-fungsi ini, sel-sel melaksanakan eksositosis dan endositosis.

Eksotisosis dan endositosis dapat mentranspor molekul besar (106).

Anita Sugiansih Haske | Pengembangan Bahan Ajar Biologi (UPI 2013) 25


Biologi SMA MENJELAJAHI SEL

1. Eksositosis

Sel mensekresi makromolekul dengan cara menggabungkan vesikula

dengan membran plasma disebut dengan eksositosis (107).mekanisme

transpor molekul besar seperti protein dan polisakarida, melintasi membran

plasma dari dalam ke luar sel (sekresi) dengan cara menggabungkan vesikula

berisi molekul tersebut dengan membrane plasma.

Vesikula transpor yang lepas dari aparatus Golgi dipindahkan oleh

sitoskeleton ke membran plasma. Ketika membran vesikula dan membrane

plasma bertemu, molekul lipid membran menyusun ulang dirinya sendirisehingga

kedua membran bergabung. Kandungan vesikulanya kemudian tumpahke luar

sel.

Sel sekretoris menggunakan eksositosis untuk mengeluarkan

produknya (108).Banyak sel sekretoris menggunakan eksositosis untuk

mengirimkeluar produk-produknya.

Sel tertentu dalam pancreas menghasilkan hormon insulin dan

mensekresikannya ke dalam darah melalui eksositosis (109). Ketika sel

tumbuhan membuat dinding, eksositosis mengeluarkan karbohidrat dari

vesikula golgi ke bagian luar selnya (110).

2. Endositosis

Pada endositosis, sel memasukkan makromolekul dan materi yang

sangat kecil dengan cara membentuk vesikula baru dari membran plasma

(111).Sebagian kecil luas membran plasma terbenam ke dalammembentuk

kantong. Begitu kantong ini semakin dalam, kantong ini terjepitmembentuk

vesikula yang berisi materi yang didapat dari luar selnya.Endositosis

dibutuhkan untuk berbagai macam fungsi yang penting bagi sel,karena

endositosis dapat meregulasi berbagai macam proses sepertipengambilan

nutrisi, adhesi dan migrasi sel, reseptor sinyal, masuknya

patogen,neurotransmisi, presentasi antigen, polaritas sel, mitosis,

pertumbuhan dandiferensiasi, dan masuknya obat.

Anita Sugiansih Haske | Pengembangan Bahan Ajar Biologi (UPI 2013) 26


Biologi SMA MENJELAJAHI SEL

Terdapat tiga jenis endositosis, yaitu fagositosis, pinositosis dan

endositosis yang diperantarai reseptor (112).

1. Fagositosis

Fagositosis adalah bentuk spesifik dari endositosis yang melibatkan

internalisasi vesikular terhadap partikel padat, seperti bakteri. Jadi,Pada

fagositosis, sel menelan partikel (113).

2. Pinositosis

Pada pinositosis, sel meneguk tetesan fluida ekstraseluler

(114).Jadi, pada proses pinositosis merupakan bentuk spesifik dari

endositosis yang melibatkan internalisasi vesikular terhadap berbagai

cairan.

3. Endositosis yang diperantarai oleh reseptor

Endositosis yang diperantarai oleh reseptor memungkinkan sel

dapat memperoleh substansi spesifik dalam jumlah yang melimpah

(115).Jadi, dalam proses ini membutuhkan reseptor yang disebut ligan.

Anita Sugiansih Haske | Pengembangan Bahan Ajar Biologi (UPI 2013) 27


Biologi SMA MENJELAJAHI SEL

LEMBAR KEGIATAN SISWA

Judul : Pengamatan pengangkutan bahan pada tumbuhan melalui osmosis

Mata Pelajaran : Biologi

Kelas/Semester : XI/ Ganjil

Waktu : 40 x 2 menit

Petujuk Belajar :

1. Baca literature yang berhubungan dengan transport pada membrane ( difusi,

osmosis, transport aktif, endositosis, eksositosis)

2. Baca cermat sebelum anda melakukan percobaan

3. Lakukan percobaan menurut langkah-langkah yang telah disajikan

A. Tujuan :

Memahami proses osmosis dalam pengangkutan bahan pada tumbuhan.

B. Landasan Teori

Transportasi tumbuhan merupakan proses penganbilan dan pengeluaran zat-zat

ke seluruh bagian tumbuhan. Proses transportasi itu berlangsung karena adanya

proses imbibisi, difusi, osmosis, dan transport aktif.

Osmosis merupakan proses perpindahan atau pergerakan molekul zat pelarut,

dari larutan yang kosentrasi zat pelarutnya tinggi menuju larutan yang

kosentrasinya rendah melalui selaput atau membrane selektif permiabel atau semi

permiabel.

Proses osmosis juga terjadi pada sel hidup secara alami di alam. Prinsip kerja

osmosis itu sama seperti prinsip kerja filter reverse osmosi yaitu perpindahan

molekul dari kosentrasi tinggi ke kosentrasi yang rendah.

C. Alat dan Bahan :

1. 3 Gelas kimia 100 ml

2. Timbangan

3. Penggaris

4. Pisau

Anita Sugiansih Haske | Pengembangan Bahan Ajar Biologi (UPI 2013) 28


Biologi SMA MENJELAJAHI SEL

5. Kertas saring

6. Aquades/aqua biasa

7. Larutan gula 15%

8. Kentang

9. stopwatch

D. Prosedur Kerja

1. Siapkan 3 gelas kimia berukuran 100 ml dan beri lebel masing-masing.

2. Isi gelas kimia tersebut dengan larutan gula 15%, aquades/aqua biasa, dan yang

satunya lagi di biarkan kosong.

3. Potong kentang berbentuk kubus dengan ukuran yang sama.

4. Timbang potongan kentang tersebut dan catat pada tabel.

5. Masukan potongan kentang tersebut pada ketiga gelas kimia tersebut selama 20

menit.

6. Angkat potongan kentang tersebut dan keringkan dengan menggunakan kertas

saring.

7. Timbang kembali potongan kentang tersebut dan catat pada tabel.

E. Hasil Pengamatan

Tabel Pengamatan Pengangkutan Bahan Pada Tumbuhan Melalui Osmosis

Gelas kimia no- Larutan Berat Awal (gr) Berat Akhir Keterangan

(gr)

Anita Sugiansih Haske | Pengembangan Bahan Ajar Biologi (UPI 2013) 29


Biologi SMA MENJELAJAHI SEL

Pertanyaan :

1. Jelaskan proses osmosis yang terjadi pada kentang tersebut ?


………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

2. Apa yang terjadi pada ketiga kentang tersebut ! Berikan alasannya?


………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

3. Kesimpulan apa yag dapat diambil dari kegiatan tersebut?


………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Anita Sugiansih Haske | Pengembangan Bahan Ajar Biologi (UPI 2013) 30


Biologi SMA MENJELAJAHI SEL

RANGKUMAN
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

Anita Sugiansih Haske | Pengembangan Bahan Ajar Biologi (UPI 2013) 31


Biologi SMA MENJELAJAHI SEL

EVALUASI MATERI SEL

A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat!

1. Perbedaan sel prokariotik dan sel eukariotik terutama terletak pada ....
a. membran inti sel
b. DNA
c. besar sel
d. tempat hidup sel
e. membran sel

2. Berikut yang merupakan contoh sel prokariotik adalah ....


a. Cyanobacteria dan bakteri
b. Cyanobacteria dan jamur
c. jamur dan bakteri
d. bakteri dan lumut
e. protozoa dan lumut

3. Materi genetik sebuah sel eukariotik tersimpan di ....


a. badan Golgi
b. nukleus
c. kloroplas
d. ribosom
e. mitokondria

4. Sebagian besar ATP dihasilkan di organ ....


a. badan Golgi
b. nukleus
c. kloroplas
d. ribosom
e. mitokondria

5. Organel yang memilih, memodifikasi, dan membungkus protein yang baru disintesis adalah ....
a. badan Golgi
b. nukleus
c. kloroplas
d. ribosom
e. mitokondria

6. Organel yang dibatasi membran dan berisi enzim percernaan disebut ....
a. Lisosom
b. RE halus
c. Silia
d. badan Golgi
e. mitokondria

Anita Sugiansih Haske | Pengembangan Bahan Ajar Biologi (UPI 2013) 32


Biologi SMA MENJELAJAHI SEL

7. Saluran yang berlipat-lipat dan tertutup membrane dengan ribosom pada permukaan membrannya
disebut ....
a. Lisosom
b. RE halus
c. RE kasar
d. badan Golgi
e. mitokondria

8. Organel berikut merupakan organel yang berperan dalam hal fotosintesis, adalah ....
a. Mitokondria
b. Kloroplas
c. vakuola kontraktil
d. badan Golgi
e. anak inti (nukleolus)

9. Organel-organel yang berperan dalam sintesis enzim yang dibutuhkan untuk mencerna makanan di
dalam usus halus adalah ....
a. retikulum endoplasma
b. badan Golgi
c. mitokondria
d. ribosom
e. membran inti sel

10. Pada tahap pembentukan organ, sel-sel yang berada di antara jari tangan mengalami kematian
sehingga embrio memiliki jari-jari. Organel yang berperan dalam proses kematian sel tersebut
adalah ....
a. Mitokondria
b. inti sel
c. lisosom
d. mikrofilamen
e. sentriol

11. Perhatikan gambar berikut!

B
B

Misalkan, sebuah sel (A) ditempatkan di dalam wadah (B) yang berisi cairan gula pekat. Hal yang
akan
terjadi adalah ....
a. air akan mengalir dari B ke A dan sel akan mengalami lisis
b. gula akan masuk ke dalam sel dan sel akan mengalami lisis
c. gula akan tetap berada di B dan air mengalir keluar dari dalam sel A
d. tidak terjadi aliran pergerakan molekul gula dan air
e. terjadi pergerakan air yang konstan antara A dan B

Anita Sugiansih Haske | Pengembangan Bahan Ajar Biologi (UPI 2013) 33


Biologi SMA MENJELAJAHI SEL

12. Amoeba mendapatkan mangsa dengan cara ...


a. Pinositosis
b. Difusi
c. Fagositosis
d. Osmosis
e. transpor aktif

13. Peristiwa difusi terjadi pada hal-hal berikut, kecuali ....


a. potongan umbi kentang dalam air
b. parfum yang disemprotkan dalam ruangan
c. tinta yang diteteskan dalam air
d. teh celup dalam air panas
e. asap rokok dalam ruangan

14. Eksositosis dilakukan sel untuk ....


a. mencari makan
b. mencerna makanan
c. sintesis protein
d. menyimpan makanan cadangan
e. mengeluarkan zat sisa

15. Tekanan osmosis sel tumbuhan ditentukan oleh konsentrasi air dan zat-zat terlarut. Persyaratan
sifat kimia agar air atau zat lain dalam tanah dapat masuk ke dalam sel akar adalah ....
a. konsentrasi zat terlarut dalam sel lebih tinggi dari konsentrasi zat terlarut di luar sel
b. konsentrasi zat terlarut dalam sel lebih rendah dari konsentrasi zat terlarut di luar sel
c. konsentrasi zat terlarut dalam sel sama dengan konsentrasi zat terlarut di luar sel
d. konsentrasi air dalam sel lebih tinggi dari konsentrasi air di luar sel
e. konsentrasi air dalam sel sama dengan konsentrasi air di luar sel

B. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

1. Perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan dapat dilihat pada :


- Ada tidaknya inti sel
- Ada tidaknya ribosom
- Ada tidaknya retikulum endoplasmic
- Ada tidaknya aparatus golgi
- Ada tidaknya lisosom
- Ada tidaknya vakuola
- Ada tidaknya mitokondria
- Ada tidaknya kloroplas
- Ada tidaknya peroksisom
- Ada tidaknya sitoskeleton
- Ada tidaknya dinding sel
Berdasarkan hal tersebut, organel-organel manakah yang terdapat pada sel hewan dan sel
tumbuhan ?
Jawaban :
Sel Hewan Sel Tumbuhan

Anita Sugiansih Haske | Pengembangan Bahan Ajar Biologi (UPI 2013) 34


Biologi SMA MENJELAJAHI SEL

2. Seorang ilmuwan melakukan percobaan dengan membandingkan jumlah mitokondria dari dua
buah sel. Sel yang pertama diambil dari otot betis seorang pelari marathon, sedangkan sel
yang kedua diambil dari otot seorang programer komputer yang jarang berolahraga. Dapatkah
Anda menarik hipotesis, sel mana yang paling banyak memiliki mitokondria? Jelaskan!
Jawaban :

3. Jika sel tumbuhan diletakkan pada larutan hipertonik, sel tumbuhan akan kehilangan
tekanan turgor. Menurutmu, apakah yang akan terjadi jika tumbuhan diberi pupuk dalam
jumlah yang banyak? Jelaskan!

4. Sistem transport pada membran dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya
adalah difusi, osmosis dan transport aktif. Sebutkan perbedaan diantara ketiga peristiwa
tersebut!

5. Sel tumbuhan memiliki organel yang tidak terdapat pada sel hewan. Sebutkan nama
organel tersebut beserta dengan fungsinya!

Anita Sugiansih Haske | Pengembangan Bahan Ajar Biologi (UPI 2013) 35

Anda mungkin juga menyukai