Anda di halaman 1dari 17

BAB III

TINJAUAN KASUS
STASE KEPERAWATAN DASAR PROFESI
I. IDENTITAS KLIEN
Nama : Ny. H Suku : Jawa
Tanggal lahir/Umur : 30-10-1989/29 thn Tgl masuk : 29 September 2018
Jenis kelamin : Perempuan Tgl dikaji : 01 Oktober 2018
Alamat : Binuang Ruang perawatan : Nuri
Pendidikan : SMA Diagnosa medis : Hipertemi + Hemoroid Interna
Agama : Islam No. Rekam Medis : 03xxxx

Identitas Penanggung jawab


Nama : Tn. M Alamat : Binuang
Umur : 32 tahun Pendidikan : SMA
Jenis kelamin : Laki-laki Pekerjaan : Swasta
Suku/bangsa : Jawa Hubungan : Suami

II. PENGKAJIAN
a. Keluhan Utama:
Pasien mengatakan nyeri pada saat mengejan BAB dan keluar daging pada anus.

b. Riwayat Penyakit Dahulu:


Pasien mengatakan sebelumnya pernah dirawat dirumah sakit dengan penyakit hernia dan
penyakit hemoroid sejak 5 tahun yang lalu pada saat kehamilan pertama.

c. Riwayat Penyakit Sekarang:


Pasien mengatakan sebelum masuk rumah sakit sebelumnya pasien mengeluh pusing dan
badan menggigil pada hari jum’at, 28 september 2018, pasien pun memeriksakan dirinya ke
tempat bidan praktek mandiri yang berada didekat rumahnya dikarenakan juga pasien
sedang kondisi hamil dengan usia kehamilan ± 5 bulan. Setelah beberapa hari dirumah
kondisi pasien tidak kunjung berubah ataupun membaik, sehingga keluarga pasien pun
berinsiatif membawa pasien ke IGD RSU Sari Mulia. Selain dengan keluhan pusing dan
menggigil pasien juga memiliki keluhan bengkak pada kemaluan dan nyeri pada saat
mengejan dan dokter yang jaga di IGD RSU Sari Mulia menyarankan pasien untuk dirawat
inap pada tanggal 29 September 2019 di Ruang Perawatan Nuri.
d. Riwayat Keluarga: Genogram:
Riwayat penyakit keluarga tidak ada
yang sama dengan penyakit pasien,
keluarga juga tidak mempunyai penyakit
keturunan dan penyakit menular lainnya.
e. Keadaan umum :
f. Tingkat kesadaran: Composmentis
g. Antropometrik : TB : 153 cm BMI: 23 (Normal)
BB : 55 cm
h. TTV : RR : 23 x/m SpO2 : 99 %
HR : 82 x/m Suhu : 36,8 0C
TD : 100/70 mmHg MAP 80 mmHg
i. Kebutuhan O2 : Tidak ada Via:

j. Pemeriksaan fisik :
1. Kulit, Kuku Pada saat pengkajian keadaan umum kulit pasien normal, warna kulit
sawo matang, kelembaban kulit pasien normal, turgor kulit normal

2. Rambut, Kepala, Pada saat pengkajian daerah kepala klien simetris, tidak ada benjolan
Mata, Telinga ataupun luka pada kepala, distribusi rambut normal, rambut klien tampak
bersih dan berwarna hitam, Fungsi penglihatan baik, bola mata simetris,
tidak ada kelainan pada bentuk mata, sclera tidak tampak ikteris,
konjungtiva tidak tampak anemis, pasien tidak menggunakan alat bantu
penglihatan, dan bisa membedakan warna. Struktur telinga kanan dan
kiri simetris, kebersihan telinga baik, fungsi pendengaran pasien baik,
tidak ada gangguan dalam sistem pendengaran, dan tidak
menggunakan alat bantu pendengaran

3. Hidung, Mulut/ Struktur hidung simetris antara kanan dan kiri, tidak terdapat
Tenggorokan polip/peradangan pada hidung, sistem penciuman keadaan secara
umum normal. Membran mukosa klien tampak kering, tidak terdapat
gangguan kelainan bentuk dari mulut dan gigi.

4. Leher Daerah leher tidak terdapat adanya pelebaran vena jugularis dan tidak
terdapat pembesaran kelenjar tiroid, dan pembesaran kelenjar limfe dan
tidak ada keterbasan gerak pada leher.

5. Thorax Thorax/dada :
Inspeksi : Pernafasan 25 x/menit, dada klien tampak simetris, tidak
ada barel chest, funnel chest, dan pigeon chest, tidak ada
alat otot bantu pernapaan.
Palpasi : Ekspansi paru normal, tidak ada otot bantu pernafasan,
taktil fremitus simetris.
Perkusi : Suara terdengar sonor dada kiri dan kanan
Auskultasi : Bunyi nafas terdengar vesikuler

6. Abdomen Abdomen :
Inspeksi : Tidak ada kelainan pada abdomen, tidak terdapat lesi,
klien hamil dengan usia kehamilan 20 minggu
Auskultasi : bising usus 10 x/m
Palpasi : Tidak terdapat nyeri tekan
Perkusi : Tidak terdapat nyeri tekan
5. Ekstremitas,

4444 4444

4444 4444

Skala :
0 : Otot sama sekali tidak mampu bergerak.
1 : Mampu menahan gaya gravitasi
2 : Mampu menahan gaya gravitasi
3 : Mampu menahan tegak walaupun sedikit didorong tetapi tidak
mampu menahan tekana.
4. Kekuatan kurang dibandingkan sisi lain.
5. Kekuatan utuh.

6. Genitalia, anus, Pasien memngeluh nyeri pada lubang anus pada saat BAB, tampak
meringis
P: pada saat BAB, Q:Nyut-Nyutan, R: Anus, S:4 sedang (1-10), T:
Hilang Timbul

k. Kebutuhan Cairan :

l. Intake cairan : 1300 cc/8 jam Output Cairan : 600 cc/8 jam

m. Balance Cairan : 825 cc

n. Nutrisi : Sebelum di RS Sesudah di RS


Frekuensi : 3 x sehari 3 x sehari
Porsi makan/minum: satu setengah piring
piring penuh

o. Pola tidur : Sebelum di RS Sesudah di RS


Siang/ malam : 1 jam/ 7-8 Siang/ malam : 2 jam/ 4-5jam
jam Kebiasaan tidur: sering terbangun di
Kebiasaan tidur: nyenyak pada malam hari
saat di rumah

p. Kebersihan diri : Sebelum di RS Sesudah di RS


Mandi : 2 x/hari Mandi : 1 x/hari
Sikat gigi : 2 x/hari Sikat gigi : 2 x/hari
Potong kuku: 1 x/minggu Potong kuku: 1 x/hari
q. Eliminasi : Sebelum di RS Sesudah di RS
BAB: 1 x/hari BAB: 1 x/hari
BAK: 3 x/hari BAK: 2 x/hari

r. Spiritualitas : Apa aktivitas spiritualitas Anda sebelum masuk RS?


Sebelum masuk rumah sakit saya biasanya ke pengajian dan arisan di
tempat komplek saya dan juga selalu berdoa.

Selama di RS, apakah Anda masih bisa melakukan aktivitas


spiritualitas?
Saya masih bisa sholat walaupun tidak seperti di rumah

Jika, tidak. Apakah hal tersebut menjadi kekhawatiran Anda?


....................................................................................................................
..
....................................................................................................................
..
....................................................................................................................
..

s. ADL (Indeks Barthel)

Item penilaian Skor Hasil


Makan (Feeding) 0 = tidak mampu 2
1 = butuh bantuan
2 = mandiri
Mandi (Bathing) 0 = butuh bantuan 1
1 = mandiri
Perawatan diri (Grooming) 0 = butuh bantuan 1
1 = mandiri
Berpakaian (Dressing) 0 = butuh bantuan total 2
1 = sebagian dibantu
2 = mandiri
Buang air kecil (Bowel) 0 = inkontinensia/ pakai kateter 2
1 = kadang inkontinensia (1x/ minggu)
2 = kontinensia
Buang air besar (Bladder) 0 = inkontinensia/ perlu enema 2
1 = kadang inkontinensia (1x/ minggu)
2 = kontinensia
Penggunaan toilet 0 = butuh bantuan total 2
1 = sebagian dibantu
2 = mandiri
Transfer 0 = tidak mampu 3
1 = butuh bantuan (2 orang)
2 = butuh bantuan (1 orang)
3 = mandiri
Mobilitas 0 = immobile 3
1 = menggunakan kursi roda
2 = berjalan dengan bantuan 1 orang
3 = mandiri
Naik turun tangga 0 = tidak mampu 2
1 = butuh bantuan
2 = mandiri
Total Skor 20

Keterangan: Skor 20 : mandiri


Skor 12-19 : ketergantungan ringan
Skor 9-11 : ketergantungan sedang
Skor 5-8 : ketergantungan berat
Skor 0-4 : ketergantungan total

t. Nyeri :
Pengkajian nyeri pada anak (QUESTT) Pengkajian nyeri pada dewasa (PQRST)

Q  question the child (tanyakan pada anak) P Provokatif / Paliatif


U  Use a pain rating scale (tanyakan pada anak) Q Qualitas / Quantitas
E  Evaluate behavioral and physiologic changes R Region / Radiasi
(evaluasi perubahan sikap dan fisiologis) S Skala Nyeri
S  Secure parent’s involvement (pastikan T Timing
keterlibatan orangtua)
T  Take the cause of pain into account
(pertimbangkan penyebab nyeri)
T  Take action and evaluate results (lakukan
tindakan dan evaluasi hasilnya)

Pengkajian Skala Nyeri dengan Visual Analog Scale (VAS) (> usia 7 tahun/ dewasa)

u. Resiko Jatuh :
MORSE FALL SCALE (MFS)/ SKALA JATUH DARI MORSE

No. PENGKAJIAN SKALA NILAI KET.


Riwayat jatuh: Tidak 0 0
1. Apakah pasien pernah jatuh dalam 3
Ya 25
bulan terakhir?
Diagnosa sekunder: Tidak 0
2. Apakah pasien memiliki lebih dari satu 25
Ya 25
penyakit?
3. Alat bantu jalan: 0
0
 Bed rest/dibantu perawat?
 Kruk/tongkat/walker 15
 Berpegangan pada benda-benda
30
disekitar (kursi, lemari, meja)
Terapi Intravena: Tidak 0
4. Apakah pasien saat ini terpasang 20
Ya 20
infus?
Gaya berjalan/cara berpindah: 0
5.  Normal/bed rest/ immobile (tidak 0
dapat bergerak sendiri)
 Lemah (tidak bertenaga) 10
 Gangguan/ tidak normal
20
(pincang/diseret)
Status Mental: 0
6. 0
 Pasien menyadari kondisi dirinya
 Pasien mengalami keterbatasan
15
daya ingat
TOTAL 45
Nilai 0-24 : tidak beresiko
Nilai 25-50 : risiko rendah
Nilai > 51 : risiko tinggi

v. Skala Cemas (Hamilton Rating Scale for Anxiety/ HARS) :

Skor
No Pertanyaan
0 1 2 3 4
1 Perasaan Ansietas 
- Cemas
- Firasat Buruk
- Takut Akan Pikiran Sendiri
- Mudah Tersinggung
2 Ketegangan 
- Merasa Tegang
- Lesu
- Tak Bisa Istirahat Tenang
- Mudah Terkejut
- Mudah Menangis
- Gemetar
- Gelisah

3 Ketakutan 
- Pada Gelap
- Pada Orang Asing
- Ditinggal Sendiri
- Pada Binatang Besar
- Pada Keramaian Lalu Lintas
- Pada Kerumunan Orang Banyak
4 Gangguan Tidur 
- Sukar Masuk Tidur
- Terbangun Malam Hari
- Tidak Nyenyak
- Bangun dengan Lesu
- Banyak Mimpi-Mimpi
- Mimpi Buruk
- Mimpi Menakutkan
5 Gangguan Kecerdasan 
- Sukar Konsentrasi
- Daya Ingat Buruk
6 Perasaan Depresi 
- Hilangnya Minat
- Berkurangnya Kesenangan Pada Hobi
- Sedih
- Bangun Dini Hari
- Perasaan Berubah-Ubah Sepanjang Hari
7 Gejala Somatik (Otot) 
- Sakit dan Nyeri di Otot-Otot
- Kaku
- Kedutan Otot
- Gigi Gemerutuk
- Suara Tidak Stabil
8 Gejala Somatik (Sensorik) 
- Tinitus
- Penglihatan Kabur
- Muka Merah atau Pucat
- Merasa Lemah
- Perasaan ditusuk-Tusuk
9 Gejala Kardiovaskuler 
- Takhikardia
- Berdebar
- Nyeri di Dada
- Denyut Nadi Mengeras
- Perasaan Lesu/Lemas Seperti Mau Pingsan
- Detak Jantung Menghilang (Berhenti
Sekejap)
10 Gejala Respiratori 
- Rasa Tertekan atau Sempit Di Dada
- Perasaan Tercekik
- Sering Menarik Napas
- Napas Pendek/Sesak
11 Gejala Gastrointestinal 
- Sulit Menelan
- Perut Melilit
- Gangguan Pencernaan
- Nyeri Sebelum dan Sesudah Makan
- Perasaan Terbakar di Perut
- Rasa Penuh atau Kembung
- Mual
- Muntah
- Buang Air Besar Lembek
- Kehilangan Berat Badan
- Sukar Buang Air Besar (Konstipasi)
12 Gejala Urogenital 
- Sering Buang Air Kecil
- Tidak Dapat Menahan Air Seni
- Amenorrhoe
- Menorrhagia
- Menjadi Dingin (Frigid)
- Ejakulasi Praecocks
- Ereksi Hilang
- Impotensi
13 Gejala Otonom 
- Mulut Kering
- Muka Merah
- Mudah Berkeringat
- Pusing, Sakit Kepala
- Bulu-Bulu Berdiri
14 Tingkah Laku Pada Wawancara 
- Gelisah
- Tidak Tenang
- Jari Gemetar
- Kerut Kening
- Muka Tegang
- Tonus Otot Meningkat
- Napas Pendek dan Cepat
- Muka Merah
Total Skor 14

Dari hasil pengkajian didapatkan skor


skala cemas 14

Keterangan: Total Skor:


Skor: 0 = tidak ada 14 – 20 = kecemasan ringan
1 = ringan 21 – 27 = kecemasan sedang
2 = sedang 28 – 41 = kecemasan berat
3 = berat 42 – 56 = kecemasan berat sekali
4 = berat sekali

w. Hasil laboratorium
Tanggal 01 Oktober 2018

Pemeriksaan Hasil Satuan Rujukan Keterangan


Hormon Tiroid
TSH3 3,566 Uiu/ml 0,270-4,700 Hipertiroid <0,270
Hipotiroid >4,700

x. Foto thoraks, dll (Hasil pembacaan)


Tidak dilakukan pemerikaan foto thoraks

y. Terapi Farmakologi
1. IV line RL 500 CC dengan 20 TPM
2. Neurosanbe 1 ampul
III. Data Fokus
DS:
1. Klien mengatakan mengeluh nyeri pada saat BAB.
P: pada saat BAB, Q:Nyut-Nyutan, R: Anus, S:4 sedang (1-10), T: Hilang Timbul
2. Klien mengatakan susah tidur pada saat di rumah sakit
3. Klien mengatakan khawatir akan kondisi kesehatannya

DO:
1. Klien tampak berjalan mondar mandir
2. Klien tampak meringis
3. Klien tampak gelisah
4. Klien tampak bertanya kepada perawat apakah penyakitnya bisa di sembuhkan
5. TD 100/70

IV. Analisis Data


DATA KLIEN MASALAH
No ETIOLOGI
(Data Subjektif & Data Objektif) KEPERAWATAN
1 S: Nyeri akut Agen Injuri Biologis
- Klien mengatakan mengeluh (Hemoroid)
nyeri pada saat BAB
P: pada saat BAB
Q:Nyut-Nyutan
R: Anus,
S:4 sedang (1-10)
T: Hilang Timbul
- Klien mengatakan susah tidur
pada saat di rumah sakit

O:
- Klien tampak berjalan
mondar mandir
- Klien tampak meringis
- Klien tampak gelisah

2 S: Gangguan rasa Gejala terkait penyakit


- klien mengatakan tidak nyaman
nyaman saat BAB
- klien mengatakan saat
berada di rumah sakit
O:
- klien tampak cemas
3 S: Ansietas Perubahan dalam status
- Klien mengatakan khawatir kesehatan
akan kondisi kesehatannya

O:
- Klien tampak gelisah
- Klien tampak bertanya
kepada perawat apakah
penyakitnya bisa di
sembuhkan
- TD 100/70

V. Diagnosa Keperawatan
1. Nyeri b/d Agen Injuri Biologis (Hemoroid)
2. Gangguan Rasa Nyaman b/d Gejala Terkait penyakit
3. Asietas b/d Perubahan dalam status kesehatan

VI. Rencana Keperawatan


Diagnosa Perencanaan
No
Keperawatan Tujuan Keperawatan & NOC Intervensi Keperawatan (NIC)
1 Nyeri b/d Agen  Pain Level,  Pain management
Injuri Biologis
 pain control, 1. Lakukan pengkajian nyeri
(Hemoroid)
 comfort level secara komprehensif termasuk
Setelah dilakukan tinfakan lokasi, karakteristik, durasi,
keperawatan selama 1x 24 frekuensi, kualitas dan faktor
jam klien tidak mengalami nyeri, presipitasi
dengan 2. Observasi reaksi nonverbal
Kriteria hasil: dari ketidak nyamanan
- Mampu mengontrol nyeri 3. Gunakan komunikasi
(tahu penyebab nyeri, terapeutik untuk mengetahui
mampu menggunakan tehnik pengalaman nyeri
nonfarmakologi untuk 4. Kaji tipe dan sumber nyeri
mengurangi nyeri, mencari untuk menentukan intervensi
bantuan) 5. Ajarkan tentang teknik non
- Melaporkan bahwa nyeri farmakologi: napas dala,
berkurang dengan relaksasi, distraksi, kompres
menggunakan manajemen hangat/ dingin
nyeri
- Mampu mengenali nyeri
(skala, intensitas, frekuensi
dan tanda nyeri)
- Menyatakan rasa nyaman
setelah nyeri berkurang
- Tanda vital dalam rentang
normal
2 Gangguan rasa
nyaman b/d  Ansiety Anxiety Reduction (penurunan
 Fear level kecemasan)
 Sleep Deprivation 1. Gunakan pendekatan yang
 Comfort, Readines for menenangkan
Enchanced 2. Jelaskan semua prosedur
dan apa yang dirasakan
Setelah dilakukan tindakan selama prosedur
keperawatan selama 1x8 jam 3. Temani pasien untuk
diharapkan klien merasa memberikan keamanan dan
nyaman mengurangi takut
4. Identifikasi tingkat
Kriteria Hasil : kecemasan
5. Dorong pasien untuk
- Mampu mengontrol mengungkapkan perasaan,
kecemasan ketakutan, persepsi
- Status lingkungan yang
nyaman
- Mengontrol nyeri
- Kualitas tidur dan istirahat
yang adekuat
- Status kenyamanan
meningkat
- Dapat mengontrol ketakutan

3 Asietas b/d  Anxiety self-control


Perubahan  Anxiety level Anxiety Reduction (penurunan
dalam status  Coping kecemasan)
kesehatan 1. Gunakan pendekatan yang
Setelah dilakukan tindakan menenangkan
keperawatan selama 1x8 jam 2. Jelaskan semua prosedur dan
diharapkan asietas teratasi apa yang dirasakan selama
prosedur
3. Temani pasien untuk
Kriteria Hasil : memberikan keamanan dan
mengurangi takut
- Klien mampu 4. Identifikasi tingkat kecemasan
mengidentifikasi dan 5. Bantu pasien mengenal situasi
mengungkapkan gejala yang menimbulkan kecemasan
cemas. 6. Dorong pasien untuk
- Mengidentifikasi, mengungkapkan perasaan,
mengungkapkan dan ketakutan, persepsi
menunjukkan tehnik untuk 7. Instruksikan pasien
mengontol cemas. menggunakan teknik relaksasi
- Vital sign dalam batas
normal.
- Postur tubuh, ekspresi
wajah, bahasa tubuh dan
tingkat aktivfitas
menunjukkan berkurangnya
kecemasan.
VII. Implementasi dan Evaluasi

Nomor
Hari/ Dx Evaluasi
Jam Implementasi Keperawatan TTD
Tgl Kepera Keperawatan
watan
Senin 1430 1. Lakukan pengkajian nyeri
1-10-
2018
1 secara komprehensif termasuk
lokasi, karakteristik, durasi,
frekuensi, kualitas dan faktor
S:
- Klien mengatkan
nyeri yang
dirasakan timbul
presipitasi kadang- kadang
saat BAB saja
2. Observasi reaksi nonverbal dari - Klien mengatakan
ketidak nyamanan nyeri akan hilang
3. Gunakan komunikasi terapeutik dengan sendirinya
setelah beberapa
untuk mengetahui pengalaman
menit kemudian
nyeri sekitar 15 menit
4. Kaji tipe dan sumber nyeri untuk setelah BAB
menentukan intervensi
O:
5. Ajarkan tentang teknik non - Klien tampak
farmakologi: napas dala, cemas dengan
relaksasi, distraksi, kompres penyakitnya
hangat/ dingin - Klien tampak
menarik nafas
dalam

A: Nyeri Akut

P:
Masalah belum
teratasi
- Lakukan
pengkajian nyeri
secara
komprehensif
termasuk lokasi,
karakteristik,
durasi, frekuensi,
kualitas dan faktor
presipitasi
- Observasi reaksi
nonverbal dari
ketidak nyamanan
- Gunakan
komunikasi
terapeutik untuk
mengetahui
pengalaman nyeri
- Kaji tipe dan
sumber nyeri
untuk
menentukan
intervensi
- Ajarkan tentang
teknik non
farmakologi:
napas dala,
relaksasi,
distraksi, kompres
hangat/ dingin

Senin
1-10- 14.3 1. Gunakan pendekatan yang
S:
2018
2 0 menenangkan
2. Jelaskan semua prosedur dan
apa yang dirasakan selama
prosedur
- Klien mengatakan
tidak nyaman saat
BAB
- Klien merasa
3. Temani pasien untuk
takut dengan
memberikan keamanan dan
penyakitnya
mengurangi takut
karena klien
4. Identifikasi tingkat kecemasan
sedang hamil
5. Dorong pasien untuk
O:
mengungkapkan perasaan,
- Klien tampak
ketakutan, persepsi
cemas
A:
- Gangguan rasa
nyaman
P:
Masalah belum
teratasi
- Gunakan
pendekatan yang
menenangkan
- Jelaskan semua
prosedur dan apa
yang dirasakan
selama prosedur
- Temani pasien
untuk
memberikan
keamanan dan
mengurangi takut
- Identifikasi tingkat
kecemasan
- Dorong pasien
untuk
mengungkapkan
perasaan,
ketakutan,
persepsi

Senin 14.3 1. Gunakan pendekatan yang S ;


1-10- 0 menenangkan - Klien
2018
3 2. Jelaskan semua prosedur dan
apa yang dirasakan selama
prosedur
3. Temani pasien
mengatakan
cemas
penyakitnya
untuk - Klien
dengan

memberikan keamanan dan mengatakan


mengurangi takut takut dengan
4. Identifikasi tingkat kecemasan penyakitnya
5. Bantu pasien mengenal situasi O :
yang menimbulkan kecemasan - Klien tampak
6. Dorong pasien untuk cemas
mengungkapkan perasaan, - Klien tampak
ketakutan, persepsi menceritakan
7. Instruksikan pasien penyakit yang
menggunakan teknik relaksasi dialami
A :Asietas
P:
Masalah belum
teratasi
1. Gunakan
pendekatan yang
menenangkan
2. Jelaskan semua
prosedur dan apa
yang dirasakan
selama prosedur
3. Temani pasien
untuk memberikan
keamanan dan
mengurangi takut
4. Identifikasi tingkat
kecemasan
5. Bantu pasien
mengenal situasi
yang menimbulkan
kecemasan
6. Dorong pasien
untuk
mengungkapkan
perasaan,
ketakutan,
persepsi
7. Instruksikan
pasien
menggunakan
teknik relaksasi
VIII. Catatan Perkembangan

Nomor
Hari/ Dx Ja Implementasi Evaluasi
TTD
Tgl Keperaw m Keperawatan Keperawatan
atan
Selasa 10. 1. Lakukan pengkajian
2 -10 -
2018
1 00
nyeri secara
S:
- klien mengatakan
komprehensif termasuk tidak nyeri lagi saat
lokasi, karakteristik, BAB
durasi, frekuensi, - Klien mengatakan
apabila nyeri klien
kualitas dan faktor hanya beristirahat
presipitasi
2. Observasi reaksi
O:
nonverbal dari ketidak
- Klien tampak
nyamanan tenang
3. Gunakan komunikasi - klien tampak tidak
terapeutik untuk nyeri
- TTV
mengetahui N:88 x/menit
pengalaman nyeri RR:22 x/ menit
4. Kaji tipe dan sumber T: 36,3oC
nyeri untuk
menentukan intervensi A:
5. Ajarkan tentang teknik Masalah teratasi
non farmakologi: napas sebagian
dala, relaksasi,
distraksi, kompres P:
hangat/ dingin Intervensi dilanjutkan
- Lakukan pengkajian
nyeri secara
komprehensif
termasuk lokasi,
karakteristik, durasi,
frekuensi, kualitas
dan faktor presipitasi
- Observasi reaksi
nonverbal dari
ketidak nyamanan
- Gunakan komunikasi
terapeutik untuk
mengetahui
pengalaman nyeri
- Kaji tipe dan sumber
nyeri untuk
menentukan
intervensi
- Ajarkan tentang
teknik non
farmakologi: napas
dala, relaksasi,
distraksi, kompres
hangat/ dingin

Selasa 1. Gunakan pendekatan S:


2 – 10 - 11. yang menenangkan
2018 2 10 2. Jelaskan semua
prosedur dan apa yang
- Klien mengatakan
tidak nyaman berada
di rumah sakit klien
dirasakan selama mengatakan mau
prosedur pulang
3. Temani pasien untuk
memberikan keamanan O:
dan mengurangi takut Klien tampak masih
4. Identifikasi tingkat cemas
kecemasan
5. Dorong pasien untuk A:
mengungkapkan Masalah belum teratasi
perasaan, ketakutan,
persepsi P:
Intervensi dilanjutkan
- Gunakan pendekatan
yang menenangkan
- Jelaskan semua
prosedur dan apa
yang dirasakan
selama prosedur
- Temani pasien untuk
memberikan
keamanan dan
mengurangi takut
- Identifikasi tingkat
kecemasan
- Dorong pasien untuk
mengungkapkan
perasaan, ketakutan,
persepsi
Selasa 13. 1. Gunakan pendekatan S:
2 – 10 -
2018
3 09 yang menenangkan
2. Jelaskan semua
Klien mengatakan
masih merasa takut
prosedur dan apa yang dengan penyakit yang
dirasakan selama dialami sekarang
prosedur apalagi sekarang
3. Temani pasien untuk sedang hamil
memberikan
keamanan dan O:
mengurangi takut - Klien tampak tenang
4. Identifikasi tingkat - TTV
kecemasan TD :110/80 mmHg
5. Bantu pasien N: 86x/menit
mengenal situasi RR:22x/menit
yang menimbulkan T:360C
kecemasan
6. Dorong pasien untuk A:
mengungkapkan Masalah teratasi
perasaan, ketakutan, sebagian
persepsi
7. Instruksikan pasien P:
menggunakan teknik Intervensi dilanjutkan
relaksasi - Gunakan
pendekatan yang
menenangkan
- Jelaskan semua
prosedur dan apa
yang dirasakan
selama prosedur
- Temani pasien
untuk memberikan
keamanan dan
mengurangi takut
- Identifikasi tingkat
kecemasan
- Bantu pasien
mengenal situasi
yang menimbulkan
kecemasan
- Dorong pasien
untuk
mengungkapkan
perasaan,
ketakutan,
persepsi
- Instruksikan
pasien
menggunakan
teknik relaksasi