Anda di halaman 1dari 27

PROFIL INDIKATOR MUTU

UNIT KAMAR BERSALIN


RUMAH SAKIT SAKINA IDAMAN

OLEH : UNIT KAMAR BERSALIN

RUMAH SAKIT SAKINA IDAMAN

TAHUN 2018
BAB I

PENDAHULUAN

Upaya peningkatan mutu Rumah Sakit Sakina Idaman merupakan kegiatan


berkesinambungan meliputi seluruh kegiatan peningkatan mutu di rumah sakit. Setiap unit kerja
mempunyai kegiatan peningkatan mutu yang di koordinasi oleh seksi mutu bidang terkait.
Dalam melakukan proses upaya peningkatan mutu Rumah Sakit Sakina Idaman melakukan
pemantauan terhadap seluruh proses peningkatan mutu yang ada, namun karena keterbatasan
sumber daya yang ada, sehingga Rumah Sakit Sakina Idaman memilih indikator mutu utama
yang dinilai paling penting untuk diangkat sebagai salah satu indikator pencapaian Rumah
Sakit.

Indikator mutu utama yang dipilih adalah indikator yang mendesak untuk dilakukan
perbaikan dan peningkatan, pengukuran difokuskan pada proses-proses yang berisiko tinggi
bagi pasien, sering terjadi kesalahan atau rawan masalah. Indikator mutu utama dibagi
berdasarkan pelayanan yang dilakukan kepada pasien, meliputi (1) Indikator mutu area prioritas
rumah sakit; (2) indikator mutu wajib Kemenkes; (3) indikator mutu unit.

Inikator mutu unit Kamar Bersalin sendiri bisa terdiri dari indicator mutu unit, indicator
wajib kemenkes jika ada dan indicator mutu area prioritas rumah sakit jika terlibat dalam
pengukuran mutu area prioritas.

Agar seluruh proses peningkatan mutu di Unit Kamar Bersalin Rumah Sakit Sakina
Idaman terjabarkan dengan baik, sehingga proses pengukuran, validasi dan analisa dapat
berjalan dengan lancar, maka perlu sebuah kamus ynag digunakan untuk menyamakan
persepsi bagi seluruh unit kerja pengumpul data, sehingga data yang didapat dapat reliabel dan
valid.
BAB II

PROFIL INDIKATOR MUTU

UNIT KAMAR BERSALIN

INDIKATOR AREA KLINIS SC EMERGENSY

Kelengkapan Assesmen Ulang Pre Operasi

Judul Indikator Kelengkapan Assesmen Ulang Pre Operasi 100%


Definisi Suatu proses pengkajian dan pengumpulan informasi tentang pasien
Operasional yang membutuhkan pelayanan di rumah sakit, guna mengidentifikasi
kebutuhan pelayanan pasien serta pengambilan keputusan pengobatan
yang akan dilakukan
Tujuan Tergambarnya evaluasi assessment ulang pada pelayanan pasien
Dimensi Mutu Keselamatan dan keamanan pelayanan
Dasar Pedoman PONEK
Pemikiran
Numerator Jumlah pasien sc emergensy yang dilakukan assessment ulang pada 1
bulan di kamar bersalin
Denumerator Jumlah seluruh pasien sc emergensy yang dilakukan perawatan di kamar
bersalin
Formula Jumlah pasien sc emergensy yang dilakukan assessment ulang pada 1 bulan di kamar bersalin
𝑥 100%
Jumlah seluruh pasien sc emergensy di kamar bersalin
Pengukuran
Metodologi Retrospective
Pengumpulan
Data
Cakupan Data Total sampling
Frekuensi Bulanan
Pengumpulan
Data
Frekuensi Triwulanan
Analisis Data
Metodologi Diagram garis
Analisis Data
Sumber Data Buku Register dan rekam medis
PIC Data Dian Ernawati
Publikasi Internal
INDIKATOR AREA MENEJEMEN SC EMERGENSY

Response Time SC Emergensy

Judul Indikator Response Time SC Emergensy


Definisi Operasional Proses Persalinan dengan melalui pembedahan dimana irisan
dilakukan di perut ibu dan rahim untuk mengeluarkan bayi pada
kasus emergency yang dilakukan kurang dari 30 menit sejak
diputuskan sc emergency
Tujuan Menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi
Dimensi Mutu Kelangsungan Pelayanan yang aman
Dasar Pemikiran Pedoman Ponek RS Sakina Idaman
Numerator Jumlah pasien yang dilakukan sc emergency kurang dari 30
menit
Denumerator Jumlah seluruh pasien yang dilakukan sc emergency
Formula Pengukuran Jumlah pasien yang dilakukan sc emergency kurang dari 30 menit
X 100%
Jumlah seluruh pasien yang dilakukan sc emergency
Metodologi Retrospective
Pengumpulan Data
Cakupan Data Total sampling
Frekuensi Pengumpulan Bulanan
Data
Frekuensi Analisis Data Triwulan
Metodologi Analisis Data Diagram garis
Sumber Data Buku register operasi emergency
PIC Data Ka unit
Publikasi Internal
INDIKATOR SASARAN KESELAMATAN PASIEN SC EMERGENSY

Kepatuhan Pelaksanaan Prosedur Komunikasi Efektif

Judul Indikator Kepatuhan Pelaksanaan Prosedur komunikasi Efektif


Definisi Proporsi komunikasi efektif menggunakan metode SBAR dan T-B-K secara
Operasional benar. Dengan elemen pemberi perintah pelayanan melakukan konfirmasi
langsung dengan memberikan tandatangan dalam waktu 1x24 jam
Tujuan Meningkatkan komunikasi efektif menggunakan metode SBAR dan TBK
pada saat dilakukan komunikasi verbal dimana komunikasi pelayanan
secara tertulis tidak dapat dilakukan
Dimensi Mutu Kelangsungan Pelayanan yang aman
Dasar Pedoman Sasaran Keselamatan Pasien RS Sakina Idaman
Pemikiran
Numerator Jumlah pasien yang disampling yang melakukan komunikasi verbal
dengan metode SBAR/ dan TBK secara benar
Denumerator Jumlah staf yang disampling yang melakukan komunikasi verbal dengan
metode SBAR dan TBK
Formula Jumlah pasien yang disampling yg melakukan komunikasi verbal dengan metode SBAR secara benar
X100%
Jumlah staf yang disampling yang melakukan komunikasi verbal dengan metode SBAR dan TBK
Pengukuran
Metodologi Retrospektif
Pengumpulan
Data
Cakupan Data Total sampling
Frekuensi 1 bulan
Pengumpulan
Data
Frekuensi 3 bulan
Analisis Data
Metodologi Diagram garis
Analisis Data
Sumber Data Rekam medis
PIC Data Kepala Sift Jaga
Publikasi Internal

INDIKATOR SASARAN KESELAMATAN PASIEN SC EMERGENSY


Tidak Terjadi Salah Identifikasi Pasien

Judul Identifikasi pasien secara benar menggunakan gelang identitas


Indikator
Definisi Jumlah pasien tanpa gelang identitas
Operasional
Tujuan Tergambarnya ketelitian pelayanan
Dimensi Mutu Keselamatan dan keamanan pasien
Dasar Pedoman Sasaran Keselamatan Pasien RS Sakina Idaman
Pemikiran
Numerator Jumlah pasien rawat inap yang tidak menggunakan gelang identitas dalam
1 bulan
Denumerator Jumlah seluruh pasien rawat inap dalam bulan tersebut
Jumlah pasien rawat inap yang tidak menggunakan gelang identitas dalam 1 bulan
Formula X100%
Jumlah seluruh pasien rawat inap dalam bulan tersebut
Pengukuran
Metodologi Prospective
Pengumpulan
Data
Cakupan Data Total sampling
Frekuensi Bulanan
Pengumpulan
Data
Frekuensi Triwulanan
Analisis Data
Metodologi Diagram garis
Analisis Data
Sumber Data Hasil pengamatan
PIC Data Kepala unit
Publikasi Internal

INDIKATOR AREA KLINIS PRE EKLAMSIA


Pemberian MGSO4 dosis maintenance

Judul Indikator Pemberian MGSO4 dosis maintenance


Definisi Suatu tindakan pemberian MGSO4 secara maintenance kepada ibu yang
Operasional terkena pre eklamsia
Tujuan Untuk mengurangi angka kematian pada ibu dan bayi dari serangan kejang
eklamsi
Dimensi Mutu Keselamatan dan keamanan pasien
Dasar Pedoman PONEK RS Sakina Idaman
Pemikiran
Numerator Jumlah pasien pre eklamsia yang mendapat MGSO4 dosis maintenance
Denumerator Jumlah semua pasien pre eklamsia dalam 1 bulan
Formula Jumlah pasien pre eklamsia yang mendapat MGSO4 dosis maintenance
Pengukuran 𝑋100%
Jumlah semua pasien pre eklamsia dalam 1 bulan
Metodologi Prospective
Pengumpulan
Data
Cakupan Data Total Sampling
Frekuensi Bulanan
Pengumpulan
Data
Frekuensi Triwulanan
Analisis Data
Metodologi Diagram garis
Analisis Data
Sumber Data Rekam medis
PIC Data Kepala unit
Publikasi Internal

INDIKATOR AREA KLINIS PRE EKLAMSIA


Monitoring Tekanan Darah Pada Pasien Pre Eklamsia

Judul Indikator Monitoring Tekanan Darah Pada Pasien Pre Eklamsia setiap 2 jam
Definisi Suatu tindakan untuk mengukur tekanan darah pada saat arteri saat
Operasional dipompa ke seluruh tubuh oleh jantung pada pasien pre eklamsi
Tujuan Untuk mengurangi dampak lebih buruk pada ibu dan bayi dari
serangan kejang eklamsi
Dimensi Mutu Keselamatan dan keamanan pasien
Dasar Pemikiran Pedoman PONEK RS sakina Idaman
Numerator Jumlah pasien pre eklamsia yang dimonitoring tekanan darahnya
Denumerator Jumlah semua pasien pre eklamsia
Formula Jumlah pasien pre eklamsia yang dimonitoring tekanan darahnya
Pengukuran 𝑋100%
Jumlah semua pasien pre eklamsia
Metodologi Prospective
Pengumpulan Data
Cakupan Data Total Sampling
Frekuensi Bulanan
Pengumpulan Data
Frekuensi Analisis Triwulanan
Data
Metodologi Analisis Diagram garis
Data
Sumber Data Rekam medis
PIC Data Dian Ernawati
Publikasi Internal

INDIKATOR AREA KLINIS PRE EKLAMSIA


Monitoring Balance Cairan Pada Pasien Pre Eklamsia

Judul Indikator Kepatuhan Petugas dalam Monitoring Balance Cairan Pada Pasien
Pre Eklamsia 100%
Definisi Operasional Suatu tindakan untuk memonitoring gambaran keseimbangan
cairan yang masuk dengan yang keluar pada pasien pre eklamsia
Tujuan Untuk mengurangi dampak lebih buruk pada ibu dan bayi dari
oedema pada paru-paru
Dimensi Mutu Keselamatan dan keamanan pasien
Dasar Pemikiran Pedoman Ponek RS Sakina Idaman
Numerator Jumlah pasien pre eklamsia yang dimonitoring balance cairan
Denumerator Jumlah semua pasien pre eklamsia
Formula Pengukuran Jumlah pasien pre eklamsia yang dimonitoring balance cairan
𝑋100%
Jumlah semua pasien pre eklamsia
Metodologi Retrospektif
Pengumpulan Data
Cakupan Data Total Sampling
Frekuensi Bulanan
Pengumpulan Data
Frekuensi Analisis Triwulanan
Data
Metodologi Analisis Diagram garis
Data
Sumber Data Rekam medis
PIC Data Dian Ernawati
Publikasi Internal

INDIKATOR AREA MANAJEMEN PRE EKLAMSIA


Ketersediaan Obat dan Alkes Emergensy

Judul Indikator Persentase tidak terealisasinya pengadaan obat dan alkes


emergency di kamar bersalin
Definisi Operasional Jumlah jenis obat dan alkes emergency di kamar bersalin
yang tidak terealisasi
Tujuan Tergambarnya ketersediaan obat dan alkes emergency di
kamar bersalin
Dimensi Mutu Keselamatan dan keamanan pasien
Dasar Pemikiran Pedoman PONEK RS Sakina Idaman
Numerator Jumlah jenis obat dan alkes emergency di kamar bersalin
yang tidak terealisasi
Denumerator Jumlah jenis obat dan alkes emergensi di kamar bersalin
yang seharusnya ada
Formula Pengukuran Jumlah jenis obat dan alkes emergency di kamar bersalin yang tidak terealisasi
𝑋100%
Jumlah jenis obat dan alkes emergensi di kamar bersalin yang seharusnya ada
Metodologi Pengumpulan Retrospectiv
Data
Cakupan Data Total Sampling
Frekuensi Pengumpulan Bulanan
Data
Frekuensi Analisis Data Triwulanan
Metodologi Analisis Data Diagram garis
Sumber Data Hasil Pengamatan
PIC Data Kepala unit
Publikasi Internal

INDIKATOR AREA MANAJEMEN PRE EKLAMSIA


Ketersediaan MGSO4

Judul Indikator Persentase tidak terealisasinya pengadaan MGSO4 di


kamar bersalin
Definisi Operasional MGSO 4 di kamar bersalin yang tidak terealisasi
Tujuan Tergambarnya ketersediaan MGSO4 di kamar bersalin
Dimensi Mutu Keselamatan dan keamanan pasien
Dasar Pemikiran Keputusan Menteri Kesehatan No.137 tahun 2016 tentang
formularium nasional
Numerator Jumlah MGSO4 di kamar bersalin yang tidak terealisasi
Denumerator Jumlah MGSO4 di kamar bersalin yang seharusnya ada
Formula Pengukuran Jumlah MGSO4 di kamar bersalin yang tidak terealisasi
𝑋100%
Jumlah MGSO4 di kamar bersalin yang seharusnya ada
Metodologi Pengumpulan Retrospectiv
Data
Cakupan Data Total Sampling
Frekuensi Pengumpulan Bulanan
Data
Frekuensi Analisis Data Triwulanan
Metodologi Analisis Data Diagram garis
Sumber Data Hasil Pengamatan
PIC Data Kepala unit
Publikasi Internal
INDIKATOR SASARAN KESELAMATAN PASIEN PRE EKLAMSIA

Kepatuhan Pelaksanaan Prosedur Komunikasi Efektif

Judul Indikator Kepatuhan Pelaksanaan Prosedur komunikasi Efektif


Definisi Proporsi komunikasi efektif menggunakan metode SBAR dan T-B-K
Operasional secara benar. Dengan elemen pemberi perintah pelayanan melakukan
konfirmasi langsung dengan memberikan tandatangan dalam waktu 1x24
jam
Tujuan Meningkatkan komunikasi efektif menggunakan metode SBAR dan TBK
pada saat dilakukan komunikasi verbal dimana komunikasi pelayanan
secara tertulis tidak dapat dilakukan
Dimensi Mutu Kelangsungan Pelayanan yang aman
Dasar Pedoman Sasaran Keselamatan Pasien RS Sakina Idaman
Pemikiran
Numerator Jumlah pasien yang disampling yang melakukan komunikasi verbal
dengan metode SBAR/ dan TBK secara benar
Denumerator Jumlah staf yang disampling yang melakukan komunikasi verbal dengan
metode SBAR dan TBK
Formula Σpasien disampling yg melakukan komunikasi verbal dengan metode SBAR/ dan TBK secara benar
𝑋100%
Σstaf yang disampling yang melakukan komunikasi verbal dengan metode SBAR dan TBK
Pengukuran
Metodologi Retrospektif
Pengumpulan
Data
Cakupan Data Total sampling
Frekuensi 1 bulan
Pengumpulan
Data
Frekuensi 3 bulan
Analisis Data
Metodologi Diagram garis
Analisis Data
Sumber Data Rekam medis
PIC Data Kepala Sift Jaga
Publikasi Internal
INDIKATOR SASARAN KESELAMATAN PASIEN PRE EKLAMSIA

Tidak Terjadi Salah Identifikasi Pasien

Judul Indikator Identifikasi pasien secara benar menggunakan gelang


identitas
Definisi Operasional Jumlah pasien tanpa gelang identitas
Tujuan Tergambarnya ketelitian pelayanan
Dimensi Mutu Keselamatan dan keamanan pasien
Dasar Pemikiran Pedoman PONEK RS Sakina Idaman
Numerator Jumlah pasien rawat inap yang tidak menggunakan gelang
identitas dalam 1 bulan
Denumerator Jumlah seluruh pasien rawat inap dalam bulan tersebut
Formula Pengukuran Jumlah pasien rawat inap yang tidak menggunakan gelang identitas dalam 1 bulan
𝑋100%
Jumlah seluruh pasien rawat inap dalam bulan tersebut
Metodologi Pengumpulan Prospective
Data
Cakupan Data Total sampling
Frekuensi Pengumpulan Bulanan
Data
Frekuensi Analisis Data Triwulanan
Metodologi Analisis Data Diagram garis
Sumber Data Hasil pengamatan
PIC Data Kepala unit
Publikasi Internal
INDIKATOR AREA KLINIS PERDARAHAN POST PARTUM

Kelengkapan Assesmen Ulang Perdarahan Post Partum

Judul Indikator Kelengkapan Assesmen ulang secara lengkap pada kasus


perdarahan 100%
Definisi Operasional Suatu proses pengkajian dan pengumpulan informasi tentang pasien
pada kasus perdarahan Post Partum yang membutuhkan pelayanan
di rumah sakit, guna mengidentifikasi kebutuhan pelayanan pasien
serta pengambilan keputusan pengobatan yang akan dilakukan
Tujuan Tergambarnya evaluasi assessment ulang pada pelayanan pasien
dengan perdarahan post partum
Dimensi Mutu Keselamatan dan keamanan pelayanan
Dasar Pemikiran Pedoman Ponek RS Sakina Idaman
Numerator Jumlah pasien perdarahan yang dilakukan assessment ulang pada 1
bulan di kamar bersalin
Denumerator Jumlah seluruh pasien perdarahan yang dilakukan perawatan di
kamar bersalin
Formula Jumlah pasien perdarahan yang dilakukan assessment ulang pada 1 bulan di kamar bersalin
𝑋100%
Jumlah seluruh pasien perdarahan yang dilakukan perawatan di kamar bersalin
Pengukuran
Metodologi Retrospective
Pengumpulan Data
Cakupan Data Total sampling
Frekuensi Bulanan
Pengumpulan Data
Frekuensi Analisis Triwulanan
Data
Metodologi Analisis Diagram garis
Data
Sumber Data Rekam medis
PIC Data Checilia
Publikasi Internal
INDIKATOR AREA KLINIS PERDARAHAN POST PARTUM

Resusitasi Cairan Pada Pasien Perdarahan Kurang dari 15 menit

Judul Indikator Terlaksananya Resusitasi Cairan Pada Pasien Perdarahan +/_ 500 cc
kurang dari 15 menit
Definisi Suatu poses pemberian therapy pemberian cairan pada kasus perdarahan
Operasional +/- 500 cc kurang dari 15 menit
Tujuan Tergambarnya evaluasi response time pemberian resusitasi cairan pada
pelayanan pasien dengan perdarahan Post Partum <15 menit
Dimensi Mutu Keselamatan dan keamanan pelayanan
Dasar Pemikiran Pedoman PONEK RS Sakina Idaman
Numerator Jumlah pasien yang dilakukan tindakan resusitasi cairan pada kasus
perdarahan post partum kurang dari 15 menit pada 1 bulan di kamar
bersalin
Denumerator Jumlah seluruh pasien perdarahanyang dilakukan resusitasi cairan di kamar
bersalin dalam 1 bulan
Formula Σ pasien yg mendapat resusitasi cairan kasus perdarahan < 15 menit pada 1 bulan di kamar bersalin
𝑋100%
Jumlah seluruh pasien perdarahanyang dilakukan resusitasi cairan di kamar bersalin dalam 1 bulan
Pengukuran
Metodologi Retrospective
Pengumpulan
Data
Cakupan Data Total sampling
Frekuensi Bulanan
Pengumpulan
Data
Frekuensi Triwulanan
Analisis Data
Metodologi Diagram garis
Analisis Data
Sumber Data Rekam medis
PIC Data Checilia
Publikasi Internal
INDIKATOR AREA KLINIS PERDARAHAN POST PARTUM

Pemberian Tranfusi Darah Kurang Dari 1 Jam

Judul Indikator Terlaksananya Pemberian darah pada pasien perdarahan kurang dari
1 jam
Definisi Suatu poses pemberian darah pada kasus perdarahan kurang dari 1
Operasional Jam dari permintaan darah dibuat
Tujuan Tergambarnya evaluasi pemberian darah pada pelayanan pasien
dengan perdarahan Post Partum
Dimensi Mutu Keselamatan dan keamanan pelayanan
Dasar Pemikiran Pedoman PONEK RS Sakina Idaman
Numerator Jumlah pasien yang dilakukan tindakan tranfusi darah pada kasus
perdarahan post partum kurang dari 1 jam pada 1 bulan di kamar
bersalin
Denumerator Jumlah seluruh pasien perdarahan yang dilakukan pemberian darah di
kamar bersalin dalam 1 bulan
Formula Σ pasien g diberikan tranfusi darah pada kasus perdarahan post partum < 1 jam pada 1 bulan
𝑋100%
Σ seluruh pasien perdarahan yang dilakukan pemberian darah di kamar bersalin dalam 1 bulan
Pengukuran
Metodologi Retrospective
Pengumpulan
Data
Cakupan Data Total sampling
Frekuensi Bulanan
Pengumpulan
Data
Frekuensi Triwulanan
Analisis Data
Metodologi Diagram garis
Analisis Data
Sumber Data Rekam medis
PIC Data Marta
Publikasi Internal
INDIKATOR AREA MANAJEMEN PERDARAHAN POST PARTUM

Ketersediaan Obat dan Alkes Emergensy Perdarahan

Judul Indikator Persentase tidak terealisasinya pengadaan obat dan alkes


emergency perdarahan di kamar bersalin
Definisi Operasional Jumlah jenis obat dan alkes emergency Perdarahan di kamar
bersalin yang tidak terealisasi
Tujuan Tergambarnya ketersediaan obat dan alkes emergency perdarahan
di kamar bersalin
Dimensi Mutu Keselamatan dan keamanan pasien
Dasar Pemikiran Keputusan Menteri Kesehatan No.137 tahun 2016 tentang
formularium nasional
Numerator Jumlah jenis obat dan alkes emergency Perdarahan di kamar
bersalin yang tidak terealisasi
Denumerator Jumlah jenis obat dan alkes emergensi Perdarahan di kamar
bersalin yang seharusnya ada
Formula Jumlah jenis obat dan alkes emergency Perdarahan di kamar bersalin yang tidak terealisasi
𝑋100%
Jumlah jenis obat dan alkes emergensi Perdarahan di kamar bersalin yang seharusnya ada
Pengukuran
Metodologi Retrospectiv
Pengumpulan Data
Cakupan Data Total Sampling
Frekuensi Bulanan
Pengumpulan Data
Frekuensi Analisis Triwulanan
Data
Metodologi Analisis Diagram garis
Data
Sumber Data Hasil Pengamatan
PIC Data Kepala unit
Publikasi Internal
INDIKATOR SASARAN KESELAMATAN PASIEN PERDARAHAN POST PARTUM

Tidak Terjadi Salah Identifikasi Pasien Perdarahan Post Partum

Judul Indikator Identifikasi pasien Perdarahan Post Partum secara benar menggunakan
gelang identitas
Definisi Jumlah pasien Perdarahan Post Partum tanpa gelang identitas
Operasional
Tujuan Tergambarnya ketelitian pelayanan
Dimensi Mutu Keselamatan dan keamanan pasien
Dasar Pemikiran Pedoman Sasaran Keselamatan Pasien RS Sakina Idaman
Numerator Jumlah pasien perdarahan post partum yang tidak menggunakan gelang
identitas dalam 1 bulan
Denumerator Jumlah seluruh pasien perdarahan post partum dalam bulan tersebut
Formula Jumlah pasien perdarahan yang tidak menggunakan gelang identitas dalam 1 bulan
Jumlah seluruh pasien perdarahan dalam bulan tersebut
X100%
Pengukuran
Metodologi Prospective
Pengumpulan
Data
Cakupan Data Total sampling
Frekuensi Bulanan
Pengumpulan
Data
Frekuensi Triwulanan
Analisis Data
Metodologi Diagram garis
Analisis Data
Sumber Data Hasil pengamatan
PIC Data Kepala unit
Publikasi Internal
INDIKATOR AREA KLINIS ASFIKSIA

Angka Ketidaklengkapan Assesment Awal Medis Dalam 24 Jam

Judul Indikator Angka ketidaklengkapan Assesment awal medis dalam 24


jam
Definisi Operasional Assessment awal medis terhadap pasien baru adalah
penilaian yang dilakukan oleh DPJP atau dokter jaga untuk
memastikan bahwa perencanaan medis yang dilakukan,
tepat bagi pasien. Criteria assessment awal medis lengkap:
1. Identitas pasien
2. Anamnesis
3. Diagnosis
4. Pemeriksaan fisik
5. Penatalaksanaan/perencanaan
6. Pelayanan
7. Tanggal/jam
8. Tanda tangan dokter dan nama jelas
Tujuan Tergambarnya tanggung jawab dokter dalam melakukan
assessment medis dalam 24 jam
Dimensi Mutu Kesinambungan dan ketepatan waktu
Dasar Pemikiran Pedoman PONEK RS Sakina Idaman
Numerator Jumlah lembar assessment awal medis yang tidak terisi
lengkap dalam 1 bulan
Denumerator Jumlah lembar assessment awal medis seluruhnya dalam 1
bulan
Formula Pengukuran Jumlah lembar assessment awal medis yang tidak terisi lengkap dalam 1 bulan
𝑋100%
Jumlah lembar assessment awal medis seluruhnya dalam 1 bulan
Metodologi Pengumpulan Retrospective
Data
Cakupan Data Total sampling
Frekuensi Pengumpulan Bulanan
Data
Frekuensi Analisis Data Triwulanan
Metodologi Analisis Data Diagram garis
Sumber Data Rekam medis
PIC Data Marta
Publikasi Internal
INDIKATOR AREA MANAJEMEN ASFIKSIA

Ketersediaan Set Resusitasi Neonatus

Judul Indikator Persentase tidak terealisasinya pengadaan Set Resusitasi


neonatus di kamar bersalin
Definisi Operasional Jumlah jenis obat dan alkes Emergensy pada neonatus di kamar
bersalin yang tidak terealisasi
Tujuan Tergambarnya ketersediaan obat dan alkes emergency pada
neonatus di kamar bersalin
Dimensi Mutu Keselamatan dan keamanan pasien
Dasar Pemikiran Keputusan Menteri Kesehatan No.137 tahun 2016 tentang
formularium nasional
Numerator Jumlah jenis obat dan alkes emergency pada neonatus di kamar
bersalin yang tidak terealisasi
Denumerator Jumlah jenis obat dan alkes emergensi pada neonatusdi kamar
bersalin yang seharusnya ada
Formula Pengukuran Jumlah jenis obat dan alkes emergency pada nedi kamar bersalin yang tidak terealisasi
𝑋100%
Jumlah jenis obat dan alkes emergensi di kamar bersalin yang seharusnya ada
Metodologi Retrospectiv
Pengumpulan Data
Cakupan Data Total Sampling
Frekuensi Bulanan
Pengumpulan Data
Frekuensi Analisis Data Triwulanan
Metodologi Analisis Diagram garis
Data
Sumber Data Hasil Pengamatan
PIC Data Kepala unit
Publikasi Internal
INDIKATOR AREA MENEJEMEN BAYI ASFIKSIA

Response Time Kurang Dari 5 menit

Judul Indikator Response Time asuhan pada bayi baru lahir dengan kasus asfiksia
kurang dari 5 menit oleh tenaga terlatih
Definisi Bayi baru lahir dengan kasus asfiksia mendapatkan pertolongan dari
Operasional tenaga terlatih kurang dari 5 menit
Tujuan Menurunkan Angka Kematian Bayi
Dimensi Mutu Kelangsungan Pelayanan yang aman
Dasar Pemikiran Pedoman PONEK RS Sakina Idaman
Numerator Jumlah bayi asfiksia yang mendapatkan pertolongan dari tenaga
terlatih kurang dari 5 menit
Denumerator Jumlah seluruh bayi asfiksia yang mendapatkan pertolongan dari
tenaga terlatih
Formula Jumlah bayi asfiksia yang mendapatkan pertolongan dari tenaga terlatih kurang dari 5 menit
X 100%
Jumlah seluruh bayi asfiksia yang mendapatkan pertolongan dari tenaga terlatih
Pengukuran
Metodologi Retrospective
Pengumpulan
Data
Cakupan Data Total sampling
Frekuensi Bulanan
Pengumpulan
Data
Frekuensi Analisis Triwulan
Data
Metodologi Diagram garis
Analisis Data
Sumber Data Buku register
PIC Data Ka unit
Publikasi Internal
INDIKATOR SASARAN KESELAMATAN BAYI ASFIKSIA

Tidak Terjadi Salah Identifikasi Bayi Asfiksia

Judul Indikator Identifikasi pada bayi dengan asfiksia secara benar menggunakan
gelang identitas
Definisi Jumlah bayi dengan asfiksia tanpa gelang identitas
Operasional
Tujuan Tergambarnya ketelitian pelayanan
Dimensi Mutu Keselamatan dan keamanan pasien
Dasar Pemikiran Pedoman Sasaran Keselamatan Pasien RS Sakina Idaman
Numerator Jumlah bayi asfiksia yang tidak menggunakan gelang identitas dalam 1
bulan
Denumerator Jumlah seluruh bayi asfiksia dalam bulan tersebut
Formula Jumlah pasien perdarahan yang tidak menggunakan gelang identitas dalam 1 bulan
Jumlah seluruh pasien perdarahan dalam bulan tersebut
X100%
Pengukuran
Metodologi Prospective
Pengumpulan
Data
Cakupan Data Total sampling
Frekuensi Bulanan
Pengumpulan
Data
Frekuensi Triwulanan
Analisis Data
Metodologi Diagram garis
Analisis Data
Sumber Data Hasil pengamatan
PIC Data Kepala unit
Publikasi Internal
INDIKATOR AREA KLINIS BBLR

Angka Ketidaklengkapan Assesment Awal Medis Dalam 24 Jam

Judul Indikator Angka ketidaklengkapan Assesment awal medis dalam 24


jam
Definisi Operasional Assessment awal medis terhadap pasien baru adalah
penilaian yang dilakukan oleh DPJP atau dokter jaga untuk
memastikan bahwa perencanaan medis yang dilakukan,
tepat bagi pasien. Criteria assessment awal medis lengkap:
1. Identitas pasien
2. Anamnesis
3. Diagnosis
4. Pemeriksaan fisik
5. Penatalaksanaan/perencanaan
6. Pelayanan
7. Tanggal/jam
8. Tanda tangan dokter dan nama jelas
Tujuan Tergambarnya tanggung jawab dokter dalam melakukan
assessment medis dalam 24 jam
Dimensi Mutu Kesinambungan dan ketepatan waktu
Dasar Pemikiran Pedoman PONEK RS Sakina Idaman
Numerator Jumlah lembar assessment awal medis yang tidak terisi
lengkap dalam 1 bulan
Denumerator Jumlah lembar assessment awal medis seluruhnya dalam 1
bulan
Formula Pengukuran Jumlah lembar assessment awal medis yang tidak terisi lengkap dalam 1 bulan
𝑋100%
Jumlah lembar assessment awal medis seluruhnya dalam 1 bulan
Metodologi Pengumpulan Prosrospective
Data
Cakupan Data Surveillance harian
Frekuensi Pengumpulan Harian
Data
Frekuensi Analisis Data Bulanan
Metodologi Analisis Data Diagram garis
Sumber Data Rekam medis
PIC Data Marta
Publikasi Internal
INDIKATOR AREA MENEJEMEN BAYI BBLR

Response Time Kurang Dari 5 menit

Judul Indikator Response Time asuhan pada bayi baru lahir dengan kasus BBLR
kurang dari 5 menit
Definisi Operasional Bayi baru lahir dengan kasus BBLR mendapatkan pertolongan
dari tenaga terlatih kurang dari 5 menit
Tujuan Menurunkan Angka Kematian Bayi
Dimensi Mutu Kelangsungan Pelayanan yang aman
Dasar Pemikiran Pedoman PONEK RS Sakina Idaman
Numerator Jumlah BBLR yang mendapatkan pertolongan dari tenaga terlatih
kurang dari 5 menit
Denumerator Jumlah seluruh BBLR yang mendapatkan pertolongan dari
tenaga terlatih
Formula Pengukuran Jumlah BBLR yang mendapatkan pertolongan dari tenaga terlatih kurang dari 5 menit
X 100%
Jumlah seluruh BBLR yang mendapatkan pertolongan dari tenaga terlatih
Metodologi Retrospective
Pengumpulan Data
Cakupan Data Total sampling
Frekuensi Bulanan
Pengumpulan Data
Frekuensi Analisis Data Triwulan
Metodologi Analisis Diagram garis
Data
Sumber Data Buku register
PIC Data Ka unit
Publikasi Internal
INDIKATOR AREA MANAJEMEN BBLR

Ketersediaan Inkubator

Judul Indikator Persentase terealisasinya inkubator di kamar bersalin


Definisi Operasional Jumlah inkubator di kamar bersalin
Tujuan Tergambarnya ketersediaan incubator di kamar bersalin
Dimensi Mutu Keselamatan dan keamanan pasien
Dasar Pemikiran Pedoman PONEK RS Sakina Idaman
Numerator Jumlah bayi BBLR yang mendapat perawatan di incubator
Denumerator Jumlah semua bayi BBLR
Formula Pengukuran Jumlah bayi BBLR yang mendapat perawatan di inkubator
𝑋100%
Jumlah semua bayi BBLR
Metodologi Pengumpulan Retrospectiv
Data
Cakupan Data Total Sampling
Frekuensi Pengumpulan Bulanan
Data
Frekuensi Analisis Data Triwulanan
Metodologi Analisis Data Diagram garis
Sumber Data Hasil Pengamatan
PIC Data Kepala unit
Publikasi Internal
INDIKATOR SASARAN KESELAMATAN BBLR

Tidak Terjadi Salah Identifikasi BBLR

Judul Indikator Identifikasi pada bayi dengan BBLR secara benar


menggunakan gelang identitas
Definisi Operasional Jumlah bayi dengan BBLR tanpa gelang identitas
Tujuan Tergambarnya ketelitian pelayanan
Dimensi Mutu Keselamatan dan keamanan pasien
Dasar Pemikiran Pedoman Sasaran Keselamatan Pasien RS Sakina Idaman
Numerator Jumlah BBLR yang tidak menggunakan gelang identitas
dalam 1 bulan
Denumerator Jumlah seluruh BBLR dalam bulan tersebut
Formula Pengukuran Jumlah BBLR yang tidak menggunakan gelang identitas dalam 1 bulan
Jumlah seluruh BBLR dalam bulan tersebut
X100%
Metodologi Pengumpulan Prospective
Data
Cakupan Data Total sampling
Frekuensi Pengumpulan Bulanan
Data
Frekuensi Analisis Data Triwulanan
Metodologi Analisis Data Diagram garis
Sumber Data Hasil pengamatan
PIC Data Kepala unit
Publikasi Internal
BAB III

PENUTUP

Adanya Profil Indikator Mutu Unit Kamar Bersalin Rumah Sakit Sakina Idaman
Yogyakarta diharapkan kegiatan pemantauan mutu di unit farmasi dapat berjalan dengan baik.
Hal-hal yang belum tertuang dalam Profil Indikator Mutu Unit Rumah Sakit Sakina
Idaman Yogyakarta akan diatur lebih lanjut dan disempurnakan sesuai dengan kepentingan dan
kebutuhan Rumah Sakit Sakina Idaman Yogyakarta.