Anda di halaman 1dari 5

BAB II

PEMBAHASAN
Seiring dengan perkembangan waktu manajemen mengalami
perkembangan. Telah banyak sejarah yang telah dialami oleh manajemen.
Sebelum kita mempelajari lebih lanjut kita harus tahu dahulu apa itu pengertian
dari sejarah dan apa itu manajemen.

Sejarah merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang kejadian-


kejadian yang terjadi pada masa lampau. Dengan adanya sejarah kita dapat
mempelajari kesalahan-kesalahan yang terjadi pada masa lampau. Oleh karena itu,
adanya manajemen sangat berkaitan dengan sejarah.

A. PENGERTIAN MANAJEMEN

Kata manajemen berasal dari bahasa Italia (1561) yaitu “Menaggiare”


yang berarti “mengendalikan”,terutamanya “mengendalikan kuda” atau berasal
dari bahasa Perancis Kuno yaitu “ Menagement” yang mempunyai arti “seni
melaksanakan dan mengatur” atau atau juga dari bahasa Latin “Manus” yang
memeiliiki arti “tangan” kata ini mendapat pengaruh dari bahasa Perancis manege
yang berarti “kepemilikan kuda” ( yang berasal bahasa Inggris yang berarti seni
mengendalikan kuda ), dimana istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa Italia.
Kemudian bahasa Perancis mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi
menagement yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.

Seiring dengan perkembangannya banyak para ilmuwan dan professor


memberikan pendapat mereka mengenai apa itu manajemen. Seperti pada
beberapa tokoh terkenal berikut ini.

1. Ensiclopedia of The Social Sciences Dalam Ensiclopedia of The Social


Sciences, manajemen diartikan sebagai proses pelaksanaan suatu tujuan
tertentu yang diselenggarakan dan diawasi .

2. Ricky W. Griffin, Mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses


perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan
sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien.
Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan,
sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar,
terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.

3. Prof. Drs. Oei Liang Lie, Manajeman adalah ilmu dan seni perencanaan,
pengorganisasian , pengerahan, pengkoordinasian, dan pengawasan
sumber daya manusia dan alam , terutama sumberdaya manusia untuk
mencapai tujuan yang telah ditentukan.

4. Mary Parker Follet, Mendefinisikan manajemen sebagai seni


menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa
seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk
mencapai tujuan organisasi.

5. G.R. Terry Menurut pendapat beliau manajemen diartiakan sebagai suatu


proses yang khas yang teerdiri atas perencanaan, pengorganisasian,
pelaksanaan dan pengawasan yang dilakukan untuk menentukan dan usaha
mencapai sasaran-sasaran dengan memanfaatkan sumber daaya manusia
dan sumberdaya lainnya.

Sebagai mana yang telah kita baca dari definisi-definsi para ilmuwan kita
dapat menarik beberapa pokok pikiran penting, sebagai berikut.

 Menyelenggarakan
 Mengawasi
 Perencanaan
 Pengorganisasian
 Pengontrolan
 Pengkoordinasian
B. SEJARAH MANAJEMEN

Keberadaan manajemen telah ada dari ribuan tahun yang lalu hanya saja
sangat sulit untuk menemukan dan melacak sejarah manajemen tersebut apalagi di
negara indonesia yang masih belum terbentuk ketika awal mula manajemen.
Manajemen sendiri telah dipelajari dan diajarkan sejak awalabad 20.

Berikut beberapa contoh yang membuktikan bahwa ilmu manajemen sudah ada
sejak dahulu:

1. Bangunan Piramida di Mesir. Piramida tersebut dibangun oleh lebih dari


100.000 orang selama 20 tahun. Piramida tak akan berhasil dibangun jika
tidak ada seseorang yang memperdulikan apa sebutan untuk manajer atau
leader ketika itu. Dialah orang yang merencanakan apa saja yang harus
dilakukan, mengorganisir manusia serta bahan bakunya, memimpin dan
mengkoordinasikan para pekerja.

2. Pada jaman Nabi Musa As telah ada pemikiran manajemen. Ini terlihat
pada waktu perjalanan Nabi Musa meninggalkan Mesir menuju Shiftim,
yang mana jaraknya kurang lebih 380 mil. Perjalanan sepanjang itu
dilakukan bersama dengan ribuan pengikutnya. Semula persoalan yang
timbul diputuskan oleh Nabi Musa sendiri, sehingga selama 39 tahun
perjalanan tersebut hanya mencapai 240 mil saja. Kemudian Jethro (
Mertua Nabi Musa) memberikan nasihat agar perjalanan lebih cepat dan
masalah Nabi Musa menjadi ringan, maka Nabi Musa disuruh
mendelegasikan tugas dan wewenang kepada orang-orang kepercayaanya
dengan kelompok-kelompok: 10, 50, 100, 500, dan 1.000 orang tiap
kelompok. Dengan tugas dan pendelegasian wewenang tersebut, sisa
perjalanan dengan jarak 140 mil dapat diselesaikan dengan waktu cuma 9
bulan saja.

3. Pada jaman Yunani Kuno. Yaitu cara mereka memerintah juga sudah
memakai pemikiran manajemen . pemakaian pemikiran manajemen yang
digunakan ialah membagi lembaga – lembaga pemerintah seperti councils
( Dewan-dewan), courts ( Pengadilan – pengadilan ), pejabat administrasi,
Board of General. Dengan demikian lembaga-lembaga ini menunjukkan
pentingnya manajemen pada waktu itu.

4. Tembok besar di Cina, Candi Borobudur di Indonesia.

Peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa tersebut mencetuskan


pemikiran-pemikiran baru tentang adanya manajemen. Beberapa kejadian-
kejadian penting yang terjadi, sebagai berikut.

1. Ketika Adam Smith menerbitkan sebuah doktrin ekonomi klasik, The


Wealth of Nation pada tahuun 1776 M. Dalam bukunya itu, ia
mengemukakan keunggulan ekonomis yang akan diperoleh organisasi dari
pembagian kerja (division of labor), yaitu perincian pekerjaan ke dalam
tugas-tugas yang spesifik dan berulang. Dengan menggunakan industri
pabrik peniti sebagai contoh. Smith mengatakan bahwa dengan sepuluh
orang masing-masing melakukan pekerjaan khusus dari perusahaan peniti
dapat menghasilkan kurang lebih 48.000 peniti dalam sehari. Akan tetapi,
jika setiap orang bekerja sendiri. menyelesaikan tiap-tiap bagian
pekerjaan, sudah sangat hebat bila mereka mampu menghasilkan sepuluh
peniti sehari. Smith menyimpulkan bahwa pembagian kerja dapat
meningkatkan produktivitas diantaranya yaitu :
1. Meningkatnya keterampilan dan kecekatan tiap-tiap pekerja,
2. Menghemat waktu yang terbuang dalam pergantian tugas, dan
3. Menciptakan mesin dan penemuan lain yang dapat menghemat tenaga
kerja.

2. Penggunaan mesin yang menggantikan tenaga dari manusia pada masa


revolusi industri menciptakan perpindahan dari produksi rumah tangga ke
dalam bentuk pabrik. Perpindahan itu menyebabkan makin menjamurnya
manajer-manajer yang mengarahkan pekerjaan didalam pabrik sehingga
pekerjaan tersebut menjadi lebih efektif dan efisien.
Setelah dua kejadian diatas, ilmu manajemen semakin berkembang dengan
pesat. Banyak ilmu-ilmu manajemen yang mulai digunakan dalam kehidupan
sehari-hari baik dalam keluarga, mansyarakat ,negara maupun didalam dunia.
Sehingga semakin bermunculan istilah mengenai Era modern yang ditandai
dengan adanya konsep manajemen total seperti W. Edwards Deming (1900-1993).