Anda di halaman 1dari 3

Pembahasan

Validasi bertujuan untuk memastikan bahwa bahan, proses, prosedur, sistem,


perelengkapan, atau mekanisme yang digunakan dalam proses produksi atau pengawasan
mutu sesuai dengan standar atau hasil yang diinginkan. Pada percobaan ini dilakukakn
validasi terhadap metode sterilisasi autoklaf, oven, dan timbangan. Tujuan dari sterilisasi
antara lain membunuh, memusnahkan atau menghentikan pertumbuhan dan perkembangan
mikroorganisme. Indikator berhasil atau gagalnya suatu proses sterilisasi akan terlihat pada
media agar yang digunakan. Jika proses sterilisasi berhasil atau valid, maka tidak ada
mikroba yang tumbuhb pada media agar.

Pada percobaan kali ini digunakan bahan berupa spatula, pinset, vial, ampul, infus,
kapas dan kasa yang digunakan dalam sterilisasi. Bahan-bahan tersebut disterilisasi dalam
oven, autoklaf, dan secara kimiawi. Bahan-bahan tersebut disterlisasi sesuai dengan
kemampuannya bahan terhadap panas yaitu spatula, vial, ampul, kapas, dan kasa disterilisasi
dalam oven suhu 180o c selama 45 menit. Sedangkan infus, vial, dan ampul yang telah diisi
aquadest disterilisasi menggunakan autklaf suhu 121o c selama 15 menit. Tutup vial
direndam dalam alkohol 96% dan proses sterilisasi ini disebut dengan sterilisasi kimiawi.
Sebelum media agar digunakan atau dituang ke dalam cup gelas, media agar terlebih dahulu
disterilisasi dalam autklaf pada suhu 121o c selama 15 menit. Autoklaf pada suhu tinggi dan
tekanan memiliki kemampuan untuk membunuh sel bakteri dibandingkan dengan udara panas
sehingga diharapkan tidak ada mikroba yang tumbuh setelah sterilisasi.

Pada percobaan kali ini bertujuan untuk melihat pertumbuhan mikroba pada media
agar kentang dan kaldu ayam. Media yang digunakan juga akan dibandingkan jumlah
mikroba yang tumbuh. Kemudian pada media tersebut diteteskan air bilasan WFI dari alat-
alat yang sudah disterilisasi dengan oven, autoklaf, dan bahan kimia. Setelah media agar
ditetesi dengan air bilasan WFI dan ai bilasan kimia, media agar diinkubasi, lalu akan
dihitung jumlah mikroba yang tumbuh. Inkubasi dilakukan selama 24 jam pada suhu 35-37o
c. Diharapkan tidak terdapat koloni bakteri pada media agar setelah diinkubasi selama 24
jam, sehingga autoklaf, oven, dan bahan kimia, dapat dikatakan valid di dalam proses
sterilisasi

Validasi dilakukan terhadap oven, autoklaf, bahan kimia, dan timbangan. Pada proses
sterilisasi menggunakan oven, prinsipnya menggunakan panas kering, sehingga mikroba akan
mengalami dehidrasi, kerusakan pada protein, lalu mikroba akan teroksidasi oleh oksigen di
udara dan mati. Bahan-bahan yang akan disterilisasi menggunakan oven harus tahan terhadap
panas. Sterilisasi autoklaf dilakukan pada suhu 121o c selama 15 menit. Uap air yang
dihasilkan dalam autoklaf akan membunuh mikroorganisme, termasuk sel-sel vegetatif dari
mikroorganisme. Akan tetapi hanya alat-alat yang tidak tahan panas yang disterilkan melalui
autklaf, misalnya alat-alat yang terbuat dari plastik. Sterilisasi juga dilakukan dengan
menggunakan alkohol 96%. Alkohol 96% digunakan pada tutup vial yang terbuat dari karet.
Karena karet tidak cocok jika diterilisasikan dengan oven dan autoklaf.

Selain dilakukan validasi terhadap oven, autoklaf , dan bahan kimia, validasi juga
dilakukan pada anak timbangan. Anak timbangan yang dikalibrasi memiliki bobot 1 gram, 2
gam, 5 gram, 10 gram, 20 gram, 50 gram, 100 gram, dan 200 gram. Kalibrasi dilakukan
terlebih dahulu untuk memastikan setiap data angka yang dihasilkan sesuai dengan angka-
angka tertera di anak timbangan. Penimbangan dilakukan sebanyak 5 kali reolikasi untuk
memastikan data yang diperoleh lebih akurat. Hasil yang diperoleh dicari nilai standar deviasi
dan nilai korelasi (c) nya. Jika nilai standar yang dihasilkan valid dan dapat digunakan untuk
penimbangan bahan-bahan lain. Semua anak timbangan yang digunakan menghasilkan nilai
STDEV. Yang lebih kecil dibandingkan nilai koneksi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa
data anak timbangan tervalidasi.
Kesimpulan

1. Proses sterilisasi menggunakan oven, autoklaf, bahan kimia tidak valid karena masih
ada pertumbuhan mikroba
2. Media agar kaldu daging dan kentang digunakan karena terdapat nutien yang cukup
untuk melihat pertumbuhan mikroba dalam proses steriilisasi untuk melihat alat
sterilisasi yang digunakan valid atau tidak
3. Dilakukan proses kalibrasi terhadap anak timbangan untuk melihat angka yang tertera
pada anak timbangan valid atau tidak

Saran

Sebaiknya digunakan proses sterilisasi menggunakan oven dan autoklaf dengan suhu dan
tekanan yang lebih stabil agar proses sterilisasi yang dihasilkan menjadi lebih valid