Anda di halaman 1dari 5

PENDAHULUAN

Selasa, 19 Januari 2010 menjadi hari yang bersejarah bagi para pelaku bisnis yang
bergelut dalam bidang permen dan makanan (konfeksioner). Pada hari itulah Cadbury akhirnya
menerima lamaran akuisisi dari Kraft Foods dengan harga penawaran akhir 18,9 miliar dollar
AS. Ini setara dengan nilai 840 pence per saham atau total nilai 11,9 miliar poundsterling.
Sukses diraih setelah lamaran ‘goliat’ makanan dan minuman asal AS ini ditolak Cadbury
berkali-kali. Sebelumnya, tawaran yang diajukan hanya 500 pence per lembar saham, ditambah
penerbitan 0,1874 saham baru. Setelah transaksi ini dipublikasikan, saham Cadbury pun
melesat sebesar 3,3%. Dengan akuisisi ini, Karfbury pun menjadi ‘raja’ produsen kue dan
makanan di dunia.

Dalam mengemban aktivitas bisnisnya, ada dua misi besar yang diemban perusahaan
yakni pengusaaan pangsa pasar bagi produk-produk yang dihasilkannya dan mengembangkan
aktivitas yang dapat memaksimalisasi perolehan profit.
LANDASAN TEORI

A. Pengertian Akuisisi
Menurut PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan), akuisisi (acqusition) adalah
suatu penggabungan usaha di mana salah satu perusahaan yaitu pengakuisisi (acquirer)
memperoleh kendali atas aktiva neto dan operasi perusahaan yang diakuisisi (acquiree),
dengan memberikan aktiva tertentu, mengakui suatu kewajiban, atau mengeluarkan saham.
Akuisisi dapat disimpulkan sebagai pengambilalihan kepemilikan suatu perusahaan oleh
perusahaan lain yang dilakukan dengan cara membeli sebagian atau seluruh saham
perusahaan, di mana perusahaan yang diambil alih tetap memiliki hukum sendiri dengan
maksud untuk pertumbuhan usaha.
B. Manfaat Akuisisi
Menurut Shapiro (1991 : 933) dalam Christina (2003 : 12), keuntungan atau manfaat
akuisisi adalah sebagai berikut :
1. Peningkatan tingkat pertumbuhan yang lebih cepat dalam bisnis sekarang daripada
melakukan pertumbuhan secara internal.
2. Mengurangi tingkat persaingan dengan membeli beberapa badan usaha guna
menggabungkan kekuatan pasar dan pembatasan persaingan.
3. Memasuki pasar baru penjualan dan pemasaran sekarang yang tidak dapat ditembus.
4. Menyediakan managerial skill, yaitu adanya bantuan manajerial mengelola aset-aset
badan usaha.
PEMBAHASAN

A. Latar Belakang Akuisisi Cadbury oleh Kraft


Cadbury merupakan sebuah perusahaan asal Inggris yang fokus memproduksi coklat dan
permen, bagi masyarakat Inggris, Cadbury dipandang sebagai salah satu perusahaan bersejarah
di Negara Inggris, Oleh karena itu Cadbury sangat di banggakan oleh masyarakat Inggris.
Selain itu Cadbury sangat menguasai pasar Inggris dan Eropa dalam persaingan produk sejenis,
berbeda dengan Kraft yang menguasai pasar Amerika. Sehingga hal ini dipandang sebagai satu
potensi untuk memperluas pangsa pasar milik Kraft jika mereka berhasil mengakuisisi Cadbury
dan menjadikannya ujung tombak untuk memasuki pasar-pasar Eropa. Ditambah Cadbury
dinilai sudah sangat memahami situasi dan kondisi pasar persaingan di Eropa dibanding dengan
Kraft.

B. Alasan Cadbury Menerima Akuisisi Kraft


Kraft merupakan perusahaan makanana terbesar kedua (setelah Nestle) di dunia, dengan
segala sumber daya dan pengalaman yang dimiliki oleh pihak Kraft, menjadi salah satu alasan
Cadbury menerima tawaran akuisisi oleh Kraft tersebut. Disisi lain, Karft menawarkan diri
menjadi Net Importer Cadbury juga sekaligus membukakan jalan untuk mulai memasuki pasar-
pasar di Negara berkembang, dan memungkinkan Cadbury untuk melakukan perluasan
pengembangan produk-produknya. Oleh karena itu akuisisi ini dinilai akan menjadi sebuah
awal dari pertumbuhan jangka panjang perusahaan Cadbury, karena didukung oleh sebuah
perusahaan besar seperti Kraft dimana memiliki pasokan sumber daya manusia dan permodalan
yang besar. Dengan akuisisi ini Cadbury dan Kraft akan saling bahu membahu untuk
menciptakan inovasi produk yang dapat memenangkan setiap persaingan, karena pada
dasarnya kedua perushaan ini memang sudah kuat pada bidangnya.
Apalagi jika dilihat lebih lanjut, akuisisi ini sebenarnya akan menguntungkan kedua belah
pihak, karena tidak akan ada yang tahu apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang bagi
kedua perusahaan ini. Bisa jadi dimasa depan kedua perushaan ini akan bersaing pada bidang
yang sama dan harus bersaing satu sama lain, dengan akuisisi ini akan membuat masing-masing
perusahaan lebih fokus pada bidang usaha masing-masing tanpa melahirkan pesaing berat
lainnya.
C. Masalah Intern Akuisisi Cadbury oleh Kraft

Pada awalnya Cadbury dipertahankan dengan gigih. Kepala perusahaan Cadbury Roger
Carr bahkan sampai mencemooh Kraft yang dianggapnya melakukan “penghinaan” pada
merek terkenal karena tawarannya untuk mengakuisisi perusahaan cokelat di Inggris ini.
Namun pada akhirnya Carr melunakkan bahasanya dengan menyatakan bahwa Untuk
pemegang saham Cadbury, pengambilalihan saham ini merupakan kesepakatan terbaik
mengingat mereka akan ditangani perusahaan yang besar, dalam hal ini Carr menyetujui Kraft
adalah pemenangnya.

Cadbury terus ‘menjual mahal’ perusahaannya sejak dipinang Kraft pada 7 September
2009. Nilai penawaran yang diajukan Kraft pertama kalinya adalah 16,7 miliar dollar AS.
Ketidakpuasan direksi Cadbury atas nilai yang sebenarnya sudah besar tersebut membuat
Kraft menaikkan harga penawarannya hingga mencapai 18,9 miliar dollar AS. Sebuah upaya
tarik ulur yang akhirnya membuahkan hasil. Sebaliknya, ketidakpuasan Kraft terhadap indikasi
penolakan Cadbury membuatnya makin gigih melakukan penawaran-penawaran baru di tengah
ketatnya persaingan dengan produsen cokelat dari Italia, Ferrero yang berkolaborasi bersama
produsen asal Amerika, Hershey Co. untuk memperebutkan Cadbury.

D. Masalah yang Timbul Akibat Akuisisi


Sejak awal rencana, pengakuisisian ini sudah menimbulkan banyak kontra baik dikalangan
intern perusahaan Cadbury maupun publik Inggris. Pasalnya terdapat beberapa kekhawatiran
dikalangan para pegawai Cadbury dimana adanya akuisisi ini akan menimbulkan beberapa
perubahan pada pihak Cadbury salah satunya adalah PHK, hal ini dikarenakan jika kraft ingin
mengekspansi pangsa pasar yang lebih luas maka dapat dipastikan penggunaan modal yang
akan semakin tinggi, itu berarti salah satu opsi yang bisa digunakan untuk menekan
pengeluaran modal adalah melakukan perampingan untuk karyawan yang ada. Apalagi dengan
tersedianya sumber daya manusia yang sudah mumpuni di pihak Kraft membuat karyawan
Cadbury terancam kehilangan pekerjaannya karena digantikan dengan tenaga kerja yang lebih
handal.

Selain itu terdapat beberapa penolakan adanya akuisisi dari publik Inggris, Cadbury sudah
berdiri dan meniti karir dalam waktu yang sangat lama untuk mencapai kesuksesan seperti
sekarang ini. Hal ini membuat Cadbury seperti sudah menjadi salah satu bagian dari mereka,
ketika muncul isu adanya akuisisi tersebut membuat beberapa dari mereka menyerukan
ketidaksetujuan. Mereka menganggap akuisisi ini sebagai sebuah kemunduran Cadbury karena
sebenarnya mereka menginginkan Cadbury untuk menjadi perushaan global dengan
kemampuan mereka sendiri, apalagi mereka menilai adanya perbedaan budaya bisnis antara
perusahaan Amerika dengan perushaan Inggris, sehingga ditakutkan akan adanya perubahan
budaya yang tidak sesuai dan malah akan merugikan system yang sudah terbentuk selama ini.