Anda di halaman 1dari 10

INDIKASI INSEMINASI INTRAUTERINE AKIBAT FAKTOR PRIA

Edmont Hododjojo *
Edwin De Queljoe, Obrien S. Tendean +

Abstract
Intrauterine insemination/IUI is a procedure that is widely used in fertility clinics and are usually the first
treatment option in patients with impaired infertility, unexplained infertility causes, infertility male factors
issue. Before the advent of IVF and ICSI, donor insemination is the only therapeutic treatment option that
can work for couples with severe male factor infertility. Intrauterine insemination/IUI using husband's
sperm has been carried out extensively to deal with a variety of indications such as infertility factor
infertility in men. Hence the risk of a low incidence of health problems, the implementation of an easier, low
cost, and success rates are relatively high,the conclusions is generally offered first IUI before IVF procedures
are costly.

Keywords: Infertility in men, IVF, ICSI, Therapeutic, health disorders.

Abstrak

Inseminasi intrauterine/IUI merupakan salah satu prosedur yang banyak dipakai di klinik fertilitas dan
biasanya merupakan pilihan pengobatan pertama pada pasien-pasien dengan gangguan infertil,
Infertilitas yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya, infertilitas akibat faktor pria. Sebelum datangnya
IVF dan ICSI, inseminasi donor terapeutik adalah satu-satunya pilihan perawatan yang dapat berjalan
untuk pasangan dengaan infertilitas faktor pria yang berat. Inseminasi intrauterine/IUI menggunakan
sperma suami telah dilakukan secara luas untuk menangani infertilitas dengan berbagai indikasi seperti
faktor infertilitas pada pria. Oleh karena resiko terhadap timbulnya gangguan kesehatan yang rendah,

Jurnal Kedokteran Komunitas dan Tropik : Volume III Nomor 3 Juli 2015
pelaksanaan yang lebih mudah, biaya yang rendah, dan angka keberhasilan yang relatif tinggi,
kesimpulannya IUI umumnya ditawarkan lebih dulu sebelum prosedur IVF yang memakan banyak biaya.

Kata Kunci: Infertilitas pada pria,IVF,ICSI,Terapeutik,Gangguan kesehatan.

* Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unversitas Sam Ratulangi Manado, e-mail : Edmont_Ho@yahoo.com 118
+ Bagian Biologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi
PENDAHULUAN TINJAUAN PUSTAKA

Inseminasi intrauterine/IUI A. Inseminasi intrauterine pada faktor


merupakan salah satu prosedur yang pria
banyak dipakai di klinik fertilitas dan
biasanya merupakan pilihan 1. Latar belakang sejarah
pengobatan pertama pada pasien-
pasien dengan gangguan infertil, Teknik konsepsi yang dibantu
Infertilitas yang tidak dapat dijelaskan merupakan fasilitasi dan konsepsi
penyebabnya, infertilitas karena faktor alamiah yang melibatkan teknologi.
serviks dan faktor pria. Walaupun Teknik ini sebenarnya telah dilakukan
kemungkinan mempunyai anak dengan sejak beberapa ratus tahun yang lalu.
cara inseminasi intrauterine lebih Diperkirakan yang pertama sekali
rendah dibandingkan dengan fertilisasi melakukannya adalah seorang ahli
in-vitro, tetapi bagaimanapun cara ini bedah London yang terkenal, John
merupakan pengobatan yang Hunter pada tahun 1785. Beliau
sederhana, murah dan cukup efektif.1 melakukan pengobatan terhadap
Inseminasi artifisial pada sperma pasangan suami-istri infertil, dimana
suami (AIH) untuk infertilitas faktor suaminya menderita hipospadia. Beliau
pria telah ditetapkan dan dilakukan pun melakukan inseminasi buatan
secara luas sejak lama. Sampai sekitar dengan memasukan sperma penderita
10 tahun yang lalu, dokter secara virtual ke dalam vagina isterinya dan ternyata
selalu menggunakan tabung servikal isterinya hamil dan akhirnya
atau inseminasi intra servikal (ICI) melahirkan.1
dengan atau tanpa pembendung Pada tahun 1866,seorang ahli
mekanis.2 ginekologi di kota New York, Sims
Menurut data WHO, sekitar 50-80 melaporkan kasus pertama yang
juta pasangan suami istri dari seluruh berhasil, dimana sperma dimasukan
dunia mempunyai masalah infertilitas.2 langsung ke kavum uteri. Beliau
Jurnal Kedokteran Komunitas dan Tropik : Volume III Nomor 3 Juli 2015

menyimpulkan bahwa kondisi sperma


Caprl workshop 1996, menyatakan suami yang gagal berpenetrasi melalui
bahwa jumlah pasangan infertil di lendir serviks indikasi yang baik untuk
seluruh dunia diperkirakan sebanyak teknik ini. Sayangnya, kehamilan ini
60-80juta pasangan Di Negara- gagal pada bulan ke empat setelah
Negaraindustri prevalensinya 10-33%. gestasi.1
Sedangkan pada Negara-Negara
berkembang 3-7% dari populasi wanita Rendahnya angka keberhasilan
pada masa akhir reproduksi tidak inseminasi intrauteri (IUI) terjadi
memiliki.2 bersamaan dengan timbulnya beberapa
komplikasi, seperti kram pada rahim
Berdasarkan apa yang diuraikan di yang ringan sampai berat ataupun
atas, maka tujuan penelitian ini adalah resiko penyakit inflamasi pelvis,
untuk mengetahui tentang inseminasi sehingga hal ini mengarahkan kepada
intrauterine, tujuan inseminasi suatu kesimpulan bahwa IUI tidak boleh
intrauterine pada faktor pria, dilakukan kecuali jika tekniknya telah
mekanisme inseminasi intrauterine, lebih dikembangkan.2
teknik penerapan inseminasi
intrauterine serta keberhasilan dari minat terhadap IUI meningkat pada
inseminasi intrauterine pada faktor dekade terakhir seiring dengan
pria. penemuan teknologi fertilisasi in-

119
vitro,dimana banyak modifikasi memiliki keuntungan meningkatkan
teknologi yang ditawarkan pada akses ketempat fertilisasi.3
fertilisasi in-vitro juga dapat diterapkan 3. Definisi Inseminasi Intrauterine /IUI
IUI, seperti metodologi seleksi dan
persiapan sperma, stimulasi hormonal Inseminasi intra uterine merupakan
pada ovarium,penentuan waktu teknik bantuan reproduksi dengan cara
pelaksanaan inseminasi,dan metode memasukan secara langsung
transfer sperma.2 spermatosoa yang bergerak kedalam
kavum uteri pada waktu yang tepat
Pada akhir tahun 1980-an,terdapat pada siklus menstruasi pasien, dimana
penemuan baru dalam hal prosedur sebelumnya dilakukan preparasi
persiapan sperma. Sampai akhirnya terhadap sperma. Sekitar 2 minggu
metode yang paling banyak digunakan sesudah dilakukan inseminasi, maka
dalam hal persiapan sperma adalah akan dilakukan tes kehamilan untuk
mencuci sperma dengan maksud untuk mengetahuikeberhasilan inseminasi.3
menghilang plasma seminal yang
mengandung faktor penghambat
fertilisasi, prostaglandin dan mikroba B. Indikasi dan kontraindikasi
yang dapat menghambat fertilsasi, Inseminasi Intrauterine/IUI
mengakibatkan kram pada rahim dan
resiko infeksi.3 Menurut Sahakyan (1999), indikasi
IUI adalah sebagai berikut :
Saat ini, IUI telah menjadi teknik Tabel 1. Indikasi IUI dan siklus
yang dipergunakan secara luas untuk fekunditas menurut berbagai sebab.4
terapi infertilitas pada pasien dengan
faktor servikal dan atau fertilitas
idiopatik, endometriosis minimal hingga
INDIKASI JUMLAH SIKLUS
ringan, gangguan ovulasi, kondisi salah
PASIEN n FEKUNDITAS
satu tuba yang patologi, infertilitas pria
(%)
yang ringan. Oleh karena resiko
Faktor pria 32 (11,7) 7
terhadap timbulnya gangguan

Jurnal Kedokteran Komunitas dan Tropik : Volume III Nomor 3 Juli 2015
Anoovulasi 73 (26,6) 13
kesehatan yang rendah, pelaksanaan
Endometriosis 55 (20,1) 12
yang lebih mudah, biaya yang rendah,
dan angka keberhasilan yang relatif Unexplained 97 (35,4) 10
tinggi, IUI umumnya ditawarkan lebih Faktor Tuba 16 (6,2) 9
dulu sebelum prosedur IVF yang
memakan banyak biaya.3 Yang dimaksud dengan kontraindikasi
adalah keadaan yang tidak dianjurkan
2. Rasionalisasi Inseminasi Intrauterine untuk dilakukan IUI karena angka
/IUI keberhasilannya rendah. Berikut ini
IUI direk dari sperma adalah pilihan adalah kontraindikasi:
yang menarik untuk infertilitas pria. 1. Tuba nonpaten atau patologi tuba
Ketika sperma diketahui baik secara lainnya
kuantitatif atau fungsional suboptimal, 2. Infeksi traktus genitalia pada satu
pada satu sisi mengganggu untuk pasangan
mengantisipasi hilangnya sel yang baik 3. Parameter semen abnormal berat
dalam vagina dan, di sisi lain 4. Kelainan genetik pada suami
memastikan sampai menggambarkan 5. Perdarahan traktus genitalia
bahwa teknik tersebut yang paling tidak terjelaskan
mungkin untuk memulai konsepsi dan 6. Massa di pelvis
7. Wanita usia tua

120
8. Etiologi infertilitas multipel pengamatan yang didukung oleh studi
bersamaan besar lainya (Horvath dkk, 1986).4
9. Pembedahan panggul Namun demikian, keseragaman data
10. Kontraindukasi hamil kehidupan memperlihatkan kesimpulan
11. Kegagalan berulang inseminasi bahwa mayoritas keberhasilan terjadi
Beberapa penelitian menunjukan pada awal, dan bahwa IUI untuk indikasi
hasil terbaik IUI diperoleh pada kasus ini harus direkomendasikan melampaui
unexplained ovulasi abnormal, lima atau enam siklus.4
ketidakramahan lendir serviks yang
tidak berhubungan dengan antibodi
sperma. Sedangkan hasil terburuk D Proses Inseminasi Intrauterine.
diperoleh pada kasus-kasus faktor pria
sedang-berat dan endometriosis. Proses inseminasi intrauterine pada
Tummon I.S (1997) mendapatkan untuk faktor pria dapat dilakukan melalui:
endometriosis minimal-ringan maka IUI 1. Persiapan sperma
dengan pemicuan ovulasi masih lebih
efektif tanpa inseminasi.4 Ejakulasi manusia ialah campuran
motile dan non motile dan sperma mati
dan juga beberapa jenis komponen
C.Hasil Inseminasi Intrauterine/IUI seminal bebeda seperti derbis
(reruntuhan), prostaglandis, dan
Angka kehamilan kasar dilaporkan mikroorganisme. Awal dari usaha
oleh IUI untuk oligoasthenozoospermia penggunaan AIH-IUI air mani tidak
telah berkisar dari 0-60%, dengan rata- dicuci dimana sperma terkonsentrasi
rata 20 -35%. Angka kehamilan mentah oleh sentrifugasi.4
dihitung dari studi ini adalah 19,9% (88
dari 443 pasien),tingkat yang cukup Teknik pemisahan ada 2 yaitu:
dekat dengan nilai kontrol adalah 18%.  Teknik pemisahan migrasi sperma
4
Beberapa teknik pemisahan
Tingkat kesuburan rata-rata siklus menggunakan penghalang fisik atau
Jurnal Kedokteran Komunitas dan Tropik : Volume III Nomor 3 Juli 2015

berdasarkan gabungan dari studi ini gradient untuk mengisolasi sperma


adalah 5,5% (87 kehamilan pada 1593 berdasarkan motilnya.salah satunya
siklus) dibandingkan dengan 2,5%(13 adalah modifikasi dari teknik swim-
kehamilan di518 siklus) untuk berbagai up, dimana sampel air mani dilapisi
kelompok kontrol. Jumlah sperma yang dengan hyaluronate yang
dibutuhkan minimal untuk digambarkan olehWikland et al
menghasilkan kehamilan dengan IUI (1987).
tidak diketahui. Ada sejumlah studi yang  Teknik pemisahan membran sperma
telah melaporkan kehamilan dengan dari air mani
inseminasi kurang dari 1 juta sperma
motil. Sebuah penelitian menyimpulkan Sementara sistem pemisahan lainya
bahwa kehamilan tidak mungkin telah menggunakan gradient untuk
dengan inseminasi kurang dari 400.000 menghalangi migrasi sperma non
sperma yang motil (Kerin & Byrd, motil,teknik membran L4
1989). Para penulis lebih jauh dipercayakan untuk pemisahan
menyarankan bahwa yang optimal sperma secara fisik dari air mani
untuk terjadi kehamilan optimal dengan pada membran semipermeabel.
inseminasi, yaitu 15 juta sperma motil, 2. pengumpulan dan pemrosesan
terhadap ejakulasi

121
pria mengkonsumsi (secara oral) Mungkin resiko terbesar IUI adalah
300-500 mg sodium bikarbonat lama pengobatan yang tidak efektif.
empat kali per hari selama dua Masalah ini muncul ketika ada
hari,untuk memastikan alkalinisasi pemantauan yang tidak memadai dari
urin. pengobatan atau ketika tidak ada titik
akhir terapi prospektif. Seperti
3. Wash sperm
disebutkan, IUI untuk infertilitas laki-
Teknik yang paling sederhana dan laki jarang harus dilakukan selama lebih
salah satu yang paling sering dari periode 6 bulan. Jika kehamilan
digunakan untuk persiapan sperma tidak terjadi saat ini, pertimbangan yang
adalah pencairan air mani dengan kuat harus diberikan dalam bentuk lain
larutan garampenyanggah atau dari teknologi reproduksi seperti
media kultur dilanjutkan dengan inseminasi donor, atau pilihan sosial
setrifugasi pada 300-800g untuk seperti adopsi.4
memadatkan sperma.
4. Metode swim-up F. Teknik-teknik kerja Inseminasi
Metode paling awal dan tetap intrauterine
menjadi satu-satunya metode yang 1. Pasien berbaring dengan posisi
paling banyak digunakan, untuk dorso litotomi
memisahkan sperma motil dari non
2. Spekulum cocor bebek dibilas
motil dan reruntuhan sel-sel adalah
dengan NaCl hangat
teknik menaikan sperma dari
Drevius (1971) atau berenang 3. Masukan spekulum tersebut ukuran
keatas dari Lopata et al. (1976). standar ke dalam vagina sampai
serviks nampak jelas
5. Filtrasi wol-kaca
4. Serviks di usap dengan NaCl hangat
Pemisahan sperma motil dari
dilanjutkan dengan sedikit medium
komponen-komponen plasma
untuk iseminasi memakai kapas
seminal lainya pada kolom wol kaca

Jurnal Kedokteran Komunitas dan Tropik : Volume III Nomor 3 Juli 2015
yang sudah disiapkan
pertama kali digambarkan oleh
Paulson et al. (1979). Spesimen cair 5. Sementara pasien di siapkan, perma
ditempatkan pada kolom yang yang sudah preparasi di
terdiri dari pipet pasture kaca 5inci laboratorium dimasukan ke dalam
dengan serat wol kemasan kaca kateter tomcat atau edward walace
6. Kolom Albumin 6. Volume medium inseminasi yang
akan di masukan kedalam kavum
Ericsson et al. (1973)
uteri adalah 0,2-0,4ml (rata-rata
menggambarkan penggunaan kolom
0,3ml)
serum albumin manusia untuk
secara terus menerus memisahkan 7. Masukan kateter tomcat yang sudah
bentuk sperma motil dari non motil berisi medium dan sperma melalui
dan reruntuhan. ostium uteri eksternum, kanalis
servikalis, sampai kedalam kavum
E. Resiko Inseminasi Intrauterine/IUI
uteri sesuai dengan arah yang
IUI dikaitkan dengan sangat sedikit dicatat sewaktu trial sounding
resiko medis yang signifikan. Respon
8. Jika ditemukan kesulitan terkadang
alergi, termasuk anafilaksasis, telah
ditemukan pemasangan tenakulum
diamati jarang.4

122
untuk menarik serviks pada saat siklus) pada perempuan berusia di
memasukan kateter tomcat bawah 35 tahun yang diinseminasi
dengan sperma donor (0,20, 88%) sama
9. Jarang diperlukan anastesi
dengan yang terlihat pada pasangan
(parasevikal blok) pada waktu
fertil normal tapi lebih rendah untuk
10. Prosedur inseminasi ini harus perempuan berusia antara 35 - 40 tahun
dilakukan secara perlahan dan hati- (0,12, 65%) dan yang berusia lebih dari
hati untuk mengurangi cedera pada 40 tahun (0,06, 42%). Keberhasilan
endometrium yang dapat hamil juga menurun pada mereka yang
mengakibatkan perdarahan memiliki riwayat keluarga menopause
sehingga mengurangi viabilitas dari dini, bedah ovarium sebelumnya,
sperma kemoterapi, atau radiasi, dan ketika dia
11. Setelah ujung kateter mencapai adalah perokok atau sebelumnya
fundus, tarik keluar sekitar 1cm, kurang respon terhadap stimulas
sehingga ujung kateter berada pada gonadotropin eksogenus.10
kavum uteri yang terluas, Total Jumlah Sperma Motil.
selanjutnya medium dari sperma Probabilitas IUI yang berhasil
disemprotkan kedalam kavum uteri meningkat seiring jumlah total sperma
12. Tarik kembali kateter perlahan- motil yang diinseminasi. Hasil terbaik
lahan sambil memutarnya dicapai ketika jumlah total sperma motil
melampaui ambang batas sekitar 10
13. Pasien diminta tetap berbaring juta. Jumlah yang lebih tinggi tidak lebih
terlentang selama 20-30 menit jauh meningkatkan kemungkinan
pasca inseminasi, selanjutnya sukses, dan IUI sangat jarang berhasil
diperbolehkan pulang dan ketika jumlahnya kurang dari 1 juta
melakukan aktifitas seperti total sperma motil diinseminasi. Dengan
biasa.5,6,7 menggabungkan hasil dari 2 ejakulasi
yang diperoleh sekitar 4 jam terpisah
mungkin meningkatkan angka sperma
G. Keberhasilan Dari Inseminasi
Jurnal Kedokteran Komunitas dan Tropik : Volume III Nomor 3 Juli 2015

yang tersedia dari pria oligospermik.10


Intrauterine Pada Faktor Pria.
Seperti hasil yang terlihat dalam
Beberapa faktor prognostik
siklus Fertilisasi in-vitro (IVF),
keberhasilan IUI diantaranya, usia
probabilitas sukses dengan IUI naik
wanita, ketebalan endometrium dan
sesuai persentase sperma normal secara
jumlah folikel saat ovulasi, etiologi dan
morfologis. Angka kesuksesan dengan
lama infertil, persentasi morfologi
IUI paling tinggi ketika 14% atau lebih
sperma normal, jenis dan persentasi
sperma memiliki morfologi normal,
motilitas sperma dan jumlah total
menengah ketika nilainya antara 4%
sperma motil yang diinseminasi Usia
dan 14%, dan secara umum sangat
Ibu.8
buruk ketika kurang dari 4% sperma
Usia ibu adalah variabel kunci normal. Karena itu, secara umum
dalam seluruh pasangan infertil. Bahkan pasangan dengan infertilitas faktor pria
ketika sperma donor digunakan, yang melibatkan teratospermia parah
probabilitas kesuksesan menurun (kurang dari 4% sperna normal)
secara progresif sesuai dengan mungkin paling baik disarankan
peningkatan usia ibu. 9 menerapkan sumber daya yang tersedia
Fecundabilitas siklus dan angka untuk IVF ketika hal itu memungkinkan.
10
kehamilan kumulatif (setelah hingga 7

123
Penggunaan dan jenis stimulasi dalam/in vitro, persiapan sperma
ovulasi, waktu dan jumlah inseminasi. terbentuk dari sperma sehat, sperma
FaktorFaktor tersebut telah motil yang bebas dari plasma seminal
dibicarakan secara terinci di atas. 11 dan debris (reruntuhan). Beragam
metode telah dikembangkan untuk
memisahkan sperma motil dari air
Tabel 2 Angka keberhasilan inseminasi
mani, masing-masing metode ini
memiliki keuntungan dan kerugian.
Teknik isolasi sperma yang umum
digunakan meliputi, pencucian dan
sentrifugasi, yang akan secara langsung
atau tidak langsung menghasilkan
beberapa kerusakan pada sperma
(Aitken & Clarkson, 1987; Kerin & Byrd
1989; Tarlatzia, et al;1991). 4
Beragam media berbeda telah
berhasil digunakan untuk persiapan IUI.
Media yang digunakan untuk persiapan
sperma secara umum adalah larutan
saline isotonic yang diberi penyanggah
http://antondarsonowongso.blogsp hingga ph nya sesuai dengan sperma
ot.com/2009/03/inseminasi-intra- dan seringkali diberikan suplemen
uterine-iui.html. diakses pada serum atau albumin (zat putih sel-sel
march,11 200
th
telur). Secara ideal teknik isolasi sperma
yang menggunakan media sperti ini
H. Pemrosesan Sperma Untuk berlangsung secara cepat, tidak mahal,
Inseminasi dan akan mengkonsentrasikan sperma
1. Persiapan sperma motil tanpa merusaknya.4
3. Metode Swim-up

Jurnal Kedokteran Komunitas dan Tropik : Volume III Nomor 3 Juli 2015
Ejakulasi manusia ialah campuran
motile dan non motile dan sperma mati Metode paling awal dan tetap
dan juga beberapa jenis komponen menjadi satu-satunya metode yang
seminal bebeda seperti derbis paling banyak digunakan, untuk
(reruntuhan), prostaglandis, dan memisahkan sperma motil dari non
mikroorganisme. Awal dari usaha motil dan reruntuhan sel-sel adalah
penggunaan AIH-IUI air mani tidak teknik menaikan sperma dari Drevius
dicuci dimana sperma terkonsentrasi (1971) atau berenang keatas dari
oleh sentrifugasi.4 Lopata et al. (1976). Swim-up
Walaupun laporan ini tidak melibatkan lapisan medium secara
meragukan inseminasi untuk faktor langsung terhadap sampel air mani, dan
kemandulan pria, namun ada migrasi berikutnya dari sperma motil
ketertarikan baru dalam persiapan kedalam medium budidaya
sperma dan pencucian sperma dengan tumpangtindih yang dilanjutkan dengan
keberadaan ART (Assited Reprodustic inkubasi selama 30-90menit. Yang
Technologic).4 menjadi masalah dengan teknik swim-
up yaitu sperma harus bermigrasi
2. Teknik-Teknik pemisahan menentang/berlawanan gaya grafitasi
Ketika penghalang cervical dilewati yang mengakibatkan rendahnya
dengan IUI,atau inseminasi dilakukan presentase penyembuhan.4

124
4. Filtrasi Wol-Kaca sperma motil yang lebih progressif
tersebar dalam bagian percoll dengan
Pemisahan sperma motil dari
kepadatan tinggi pada bagian dasar
komponen-komponen plasma seminal
tube. Satu kelemahan dari aplikasi ini
lainya pada kolom wol kaca pertama
yaitu membutuhkan pencucian akhir
kali digambarkan oleh Paulson et al.
dalam medium yang secara phsikologi
(1979). Spesimen cair ditempatkan
bebas percoll untuk menghilangkan
pada kolom yang terdiri dari pipet
partikel silika collodial dari sampel.4
pasture kaca 5inci dengan serat wol
kemasan kaca. Prosedur ini relatif cepat, 7. Teknik Pemisahan Migrasi Sperma
hanya membutuhkan waktu sekitar 10 Beberapa teknik pemisahan
menit untuk filtrasi.4 menggunakan penghalang fisik atau
5. Kolom Albumin gradient untuik mengisolasi sperma
berdasarkan motilitinya. Salah satunya
Ericsson et al. (1973)
adalah modifikasi dari teknik swim-up,
menggambarkan penggunaan kolom
dimana sampel air mani dilapisi dengan
serum albumin manusia untuk secara
hyaluronate yang digambarkan oleh
terus menerus memisahkan bentuk
Wikland et al. (1987).
sperma motil dari non motil dan
reruntuhan. Air mani dalam volume Hyaluronate adalah polisakarida
kecil (0,5ml) dilarutkan dengan 10% linear (berat molekul kira-kira 4x106)
serum manusia dan diletakan pada yang dapat ditemukan baik pada
kolom kecil yang mengandung medium jaringan penghubung lunak atau keras.
yang diberi suplemen 7,5-15% albumin Teknik ini menghasilkan tampilan antar
pada gradient yang tidak berkelanjutan. muka (interface) bahwa hanya sperma
Campuran ini kemudian diinkubasi motil aktif yang mampu berenang.
selama 60-120menit hingga sperma Keunggulan pemilihan sperma yaitu
motil dapat diperbaiki dari bagian dasar komposisi mimic sevical mucus
kolom.4 (glikoprotein hidrophobik linear).
Sperma terpilih dengan cara ini akan
6. Sistem Gradient Tidak Berlanjut Atau
Jurnal Kedokteran Komunitas dan Tropik : Volume III Nomor 3 Juli 2015

menurunkan kerusakan oksidatif.4


Berlanjut
8. Kolom-Kolom Sephadex
Medium tanah kerikil collodial yang
telah dimodifikasi untuk pemisahan Kolom-kolom sephadex telah
gradient kepadatan sel-sel digunakan untuk memisahkan sel-sel
dikembangkan pada tahun 1977 oleh motil dari air mani. Hasil ejakulasi
Pertoft et al. Gorus & Pipeelers (1981) mentah digunakan pada bagian atas
dengan memisahkan sperma manusia kolom hidrat dari butiran sephadex dan
berdasarkan motilitas progressifnya medium. Campuran ini dapat bergerak
oleh mensetrifugasi sampel air mani melalui kolom oleh tekanan hidrastik,
segar pada gradient percoll berlajut.4 memisahkan sperma motil yang
melewati kolom dari sel-sel bukan motil
Percoll dicairkan dengan medium
dan reruntuhan yang terperangkap.
kultur untuk membuat larutan dengan
Keuntungan dari pemisahan dengan
kisaran percoll 40-90%. Larutan ini
kolom sephadex adalah cepatnya
kemudian dilapiskan pada bagian atas
pemisahan sperma motil serta cepatnya
satu sama lainnya untuk membentuk
penyembuhan sel-sel motil.4
gradient berlanjut dan tidak berlanjut,
kemudian sampel air mani di lapiskan
pada bagian atas percoll dan
disentrifugasi. Setelah sentrifugasi,

125
digunakan untuk persiapan sperma
KESIMPULAN adalah pencairan air mani dengan
larutan garampenyanggah atau
Proses inseminasi intrauterine pada
media kultur dilanjutkan dengan
faktor pria dapat dilakukan melalui:
setrifugasi pada 300-800g untuk
1. Persiapan sperma memadatkan sperma.
Ejakulasi manusia ialah campuran 5. Metode swim-up
motile dan non motile dan sperma
Metode paling awal dan tetap
mati dan juga beberapa jenis
menjadi satu-satunya metode yang
komponen seminal bebeda seperti
paling banyak digunakan, untuk
derbis (reruntuhan), prostaglandis,
memisahkan sperma motil dari non
dan mikroorganisme. Awal dari usaha
motil dan reruntuhan sel-sel adalah
penggunaan AIH-IUI air mani tidak
teknik menaikan sperma dari
dicuci dimana sperma terkonsentrasi
Drevius (1971) atau berenang
oleh sentrifugasi (Mastroianni et al.,
keatas dari Lopata et al. (1976).
1957).
6. Filtrasi wol-kaca
2. Teknik pemisahan ada 2 yaitu:
Pemisahan sperma motil dari
 Teknik pemisahan migrasi sperma
komponen-komponen plasma
Beberapa teknik pemisahan seminal lainya pada kolom wol
menggunakan penghalang fisik atau kaca pertama kali digambarkan
gradient untuk mengisolasi sperma oleh Paulson et al. (1979).
berdasarkan motilnya.salah satunya Spesimen cair ditempatkan pada
adalah modifikasi dari teknik swim- kolom yang terdiri dari pipet
up, dimana sampel air mani dilapisi pasture kaca 5inci dengan serat
dengan hyaluronate yang wol kemasan kaca
digambarkan olehWikland et al
7. Kolom Albumin
(1987).
Ericsson et al. (1973)

Jurnal Kedokteran Komunitas dan Tropik : Volume III Nomor 3 Juli 2015
 Teknik pemisahan membran sperma
menggambarkan penggunaan
dari air mani
kolom serum albumin manusia
Sementara sistem pemisahan lainya untuk secara terus menerus
telah menggunakan gradient untuk memisahkan bentuk sperma motil
menghalangi migrasi sperma non dari non motil dan reruntuhan.
motil,teknik membran L4
dipercayakan untuk pemisahan
SARAN
sperma secara fisik dari air mani
pada membran semipermeabel.
Inseminasi intrauterine pada faktor pria
3. Pengumpulan dan pemrosesan dapat dilakukan dari
terhadap ejakulasi pria  Indikasi
mengkonsumsi (secara oral) 300-  Waktu dan Teknik yang tepat
500 mg sodium bikarbonat empat  Kemampuan
kali per hari selama dua hari,untuk  Kesediaan penderita
memastikan alkalinisasi urin.
4. Wash sperm
Teknik yang paling sederhana dan
salah satu yang paling sering

126
DAFTAR PUSTAKA Gynecology And Obstetrics
lippincott williams and willkins
1. Tindall V.R. Jeffcoate’s principles of
2007. 31:383-392
gynecology,5th edition. Butterworth
heinemann. 1994.39,578-597 7. Anwar. INC, Jamaan T. Manual
Inseminasi Intra Uterus. Puspa
2. Tendean.O.S.2011 Diagnosis Dan
swara. Jakarta,2002,3-4,31-35
Terapi Infertilitas faktor pria.FK
UNSRAT. Manado.62-72 8. Edmonds, DK. Dewhurst’s. Textbook
of obstectrics and gynecolgy,
3. John David Gordon,MD , Michael
seventh, edition. Blackwell
DiMattina,MD.100 Tanya jawab
publishing. 2007.45-46, 440-478
mengenai ifnertilitas edisi kedua
9. Ahinko, K. Succesfull Intrauterine
4. Tendean.O.S.2011 Diagnosis Dan
Insemination Treatment Academic
Terapi Infertilitas faktor pria.FK
Disertation University Of
UNSRAT. Manado.75-81
Tampere.2009
5. Nuojua, HS. Intrauterine
10. Samsulhadi, Hendarto H, Induksi
Insemination Treatment In
Ovulasi Dan Stimulasi Ovarium. CV
Subfertility. Academic Disertation.
Sagung Seto, 2009: 95-109
Departement obstetrics and
gynecology, Oulu Univercity. Oulu 11. http://antondarsonowongso.blogsp
Univercity library.2000 ot.com/2009/03/inseminasi-intra-
uterine-iui.html. diakses pada
6. Fortner, KB, Szymanski, LM, Fox, et
march,11th 2009
al the johns hopkins Manual Of
Jurnal Kedokteran Komunitas dan Tropik : Volume III Nomor 3 Juli 2015

127