Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG


Caring merupakan sentral praktik keperawatan, tetapi hal ini lebih
penting dalam kekacauan lingkungan pelayanan kesehatan saat ini.
Kebutuhan, tekanan, dan batas waktu dalam lingkungan pelayanan
kesehatan berada dalam ruang kecil praktik caring, yang membuat perawat
dan profesi kesehatan lainnya menjadi dingin dan tidak peduli terhadap
kebutuhan klien (Watson, 2006a). Peningkatan penggunaan kemajuan
teknologi untuk diagnosis cepat dan pengobatan sering menyebabkan
perawat dan penyedia pelayan kesehatan lain melihat hubungan klien
sebagai sesuatu yang kurang penting. Kemajuan teknologi menjadi
berbahaya bila disertai dengan latar belakang keterampilan dan pelayanan
yang baik. Ini waktunya untuk menilai dan menerima praktik caring dan
pengetahuan ahli yang merupakan inti praktik pelayanan (Benner dan
Wrubel, 1989; Lesniak, 2005). Ketika anda mengikat klien dalam sebuah
pelayanan yang baik, anda mempelajari bahwa terapi dalam pelayanan
menyumbangkan kontribusi yang besar untuk kesehatan dan kesejahteraan
klien.

1.2. RUMUSAN MASALAH


1.2.1. Jelaskan pengertian caring!
1.2.2. Bagaimanakah persepsi klien tentang caring?
1.2.3. Sebutkan teori keperawatan tentang caring!
1.2.4. Bagaimanakah aplikasi caring dalam kehidupan sehari-hari dan
praktik keperawatan?
1.2.5. Apakah perbedaan caring dan curing?

1.3. TUJUAN
1.3.1. Tujuan Umum
Tujuan umum penyusunan makalah ini adalah agar
mahasiswa khususnya mahasiswa S1 Keperawatan mampu
memahami dan menerapkan konsep caring dalam kehidupan
sehari-hari maupun dalam praktik keperawatan.

1.3.2. Tujuan Khusus


Tujuan khusus penyusunan makalah ini adalah agar
mahasiswa lebih memahami :
1) Pengertian caring
2) Persepsi klien tentang caring
3) Teori keperawatan tentang caring
4) Aplikasi caring dalam kehidupan sehari-hari dan praktik
keperawatan
5) Perbedaan caring dan curing

1.4. MANFAAT
1) Menambah wawasan mahasiswa tentang konsep dasar keperawatan
2) Memperkaya wawasan mahasiswa tentang konsep caring dan
aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari maupun praktik keperawatan
BAB II

PEMBAHASAN

2.1. PENGERTIAN CARING


Secara bahasa, istilah caring diartikan sebagai tindakan kepedulian.
Caring secara umum dapat diartikan sebagai suatu kemampuan untuk
berdedikasi bagi orang lain, pengawasan dengan waspada, serta suatu
perasaaan empati pada orang lain dan perasaan cinta atau menyayangi.
Pengertian caring berbeda dengan care. Care adalah fenomena
yang berhubungan dengan orang berhubungan dengan bimbingan,
bantuan, dukungan perilaku kepada individu, keluarga, kelompok dengan
adanya kejadian untuk memenuhi kebutuhan aktual maupun potensial
untuk meningkatkan kondisi dan kualitas kehidupan manusia. Sedangkan
caring adalah tindakan nyata dari care yang menunjukkan suatu rasa
kepedulian.
Terdapat beberapa pengertian caring menurut beberapa ahli, antara
lain :
1) Florence nightingale (1860) : caring adalah tindakan yang
menunjukkan pemanfaatan lingkungan pasien dalam membantu
penyembuhan, memberikan lingkungan bersih, ventilasi yang baik dan
tenang kepada pasien.
2) Delores gaut (1984) : caring tidak mempunyai pengertian yang tegas,
tetapi ada tiga makna dimana ketiganya tidak dapat dipisahkan, yaitu
perhatian, bertanggung jawab, dan ikhlas.
3) Crips dan Taylor (2001) : caring merupakan fenomena universal yang
mempengaruhi bagaimana seseorang berpikir, merasakan, dan
berperilaku dalam hubungannya dengan orang lain.
4) Rubenfild (1999) : caring yaitu memberikan asuhan, tanggunggung
jawab, dan ikhlas.
5) Crips dan Taylor (2001) : caring merupakan fenomena universal yang
mempengaruhi bagaimana seseorang berpikir, merasakan, dan
berperilaku dalam hubungannya dengan orang lain.
6) Rubenfild (1999) : caring yaitu memberikan asuhan, dukungan
emosional pada klien, keluarga, dan kerabatnya secara verbal maupun
nonverbal.
7) Jean watson (1985) : caring merupakan komitmen moral untuk
melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan emosional pada
klien, keluarga, dan kerabatnya secara verbal maupun nonverbal.
8) Jean watson (1985) : caring merupakan komitmen moral untuk
melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan martabat manusia.

Dari beberapa pengertian tersebut, dapat dipersingkat bahwa


pengertian caring secara umum adalah suatu tindakan moral atas dasar
kemanusiaan, sebagai suatu cerminan perhatian, perasaan empati dan kasih
sayang kepada orang lain, dilakukan dengan cara memberikan tindakan
nyata kepedulian, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas dan kondisi
kehidupan orang tersebut. Caring merupakan inti dari keperawatan.

2.2. PERSEPSI KLIEN TENTANG CARING


Penelitian tentang persepsi klien penting karena pelayanan
kesehatan merupakan fokus terbesar dari tingkat kepuasan klien. Jika klien
merasakan penyelenggaraan pelayanan kesaehatan bersikap sensitif,
simpatik, merasa kasihan, dan tertarik terhadap mereka sebagai individu,
mereka biasanya menjadi teman sekerja yang aktif dalam merencanakan
perawatan ( Attree, 2001 ). Klien dalam penelitian ini menunjukkan bahwa
mereka semakin puas saat perawat melakukan caring.
Biasanya klien dan perawat melakukan persepsi yang berbeda
tentang caring ( Mayer, 1987; Wolf, Miller, dan Devine, 2003 ). Untuk
alasan tersebut, fokuskan pada membangun suatu hubungan yang
membuat perawat mengetahui apa yang penting bagi klien. Contoh,
perawat mempunyai klien yang takut untuk dipasang kateter intravena,
perawat tersebut adalah perawat yang belum terampil dalam memasukkan
kateter intravena. Perawat tersebut memutuskan bahwa klien akan lebih
diuntungkan jika dibantu oleh perawat yang sudah terampil daripada
memberikan penjelasan prosedur untuk mengurangi kecemasan. Dengan
mengetahui siapa klien, dapat membantu perawat dalam memilih
pendekatan yang paling sesuai dengan kebutuhan klien.

Etika Pelayanan

Watson (1988) menyarankan agar caring sebagai suatu sikap moral


yang ideal, memberikan sikap pendirian terhadap pihak yang melakukan
intervensi seperti perawat. Sikap pendirian ini perlu untuk menjamin
bahwa perawat bekerja sesuai standar etika untuk tujuan dan motivasi
yang baik. Kata etika merujuk pada kebiasaan yang benar dan yang salah.
Dalam setiap pertemuan dengan klien, perawat harus mengetahui
kebiasaan apa yang sesuai secara etika.

Etika keperawatan bersikap unik, sehingga perawat tidak boleh


membuat keputusan hanya berdasarkan prinsip intelektual atau analisis.
Etika keperawatan berfokus pada hubungan antara individu dengan
karakter dan sikap perawat terhadap orang lain. Etika keperawatan
menempatkan perawat sebagai penolong klien, memecahkan dilema etis
dengan cara menghadirkan hubungan dan memberikan prioritas kepada
klien dengan kepribadian khusus.

Nurse Caring Behavior


1) Persepsi Klien Wanita (Riemen, 1986)
(1) Berespon terhadap keunikan klien
(2) Memahami dan mendukung perhatian klien
(3) Hadir secara fisik
(4) Memiliki sikap dan menunjukkan prilaku yang membuat klien
merasa dihargai sebagai manusia
(5) Kembali ke klien dengan sukarela tanpa diminta
(6) Menunjukkan perhatian yang memberi kenyamanan dan
merelaksasi klien
(7) Bersuara halus dan lembut
(8) Memberi perasaan nyaman
2) Persepsi Klien Pria (Riemen, 1986)
(1) Hadir secara fisik sehingga klien merasa dihargai
(2) Kembali ke klien dengan sukarela tanpa diminta
(3) Membuat klien merasa nyaman, relaks, dan aman
(4) Hadir untuk memberi kenyamanan dan memenuhi kebutuhan klien
sebelum diminta
(5) Menggunakan suara dan sikap yang baik, halus, lembut dan
menyenangkan
3) Persepsi Klien Kanker dan Keluarga (Mayer, 1986)
(1) Mengetahui bagaimana memberikan injeksi dan mengelola
peralatan
(2) Bersikap ceria
(3) Mendorong klien untuk menghubungi perawat bila klien
mempunyai masalah
(4) Mengutamakan atau mendahulukan kepentingan klien
(5) Mengantisipasi pengalaman pertama adalah yang terberat.
4) Persepsi Klien Dewasa yang Dirawat (Brown, 1986)
(1) Kehadirannya menentramkan hati
(2) Memberikan informasi
(3) Mendemonstrasikan pengetahuan dan keterampilan professional
(4) Mampu menangani nyeri atau rasa sakit
(5) Memberi waktu yang lebih banyak dari yang dibutuhkan
(6) Mempromosikan otonomi
(7) Mengenali kualitas dan kebutuhan individual
(8) Selalu mengawasi klien.
5) Persepsi dari Keluarga
(1) Jujur
(2) Memberikan penjelasan dengan jelas
(3) Selalu menginformasikan keluarga
(4) Mencoba untuk membuat klien nyaman
(5) Menunjukkan minat dalam menjawab pertanyaan
(6) Memberikan perawatan emergensi bila perlu
(7) Menjawab pertanyaan anggota keluarga secara jujur, terbuka dan
ikhlas
(8) Mengijinkan klien melakukan sesuatu untuk dirinya sebisa
mungkin
(9) Mengajarkan keluarga cara memelihara kondisi fisik yang lebih
nyaman

2.3. TEORI KEPERAWATAN TENTANG CARING


Dr. Jean Watson pencetus The Human Caring dikembangkan pada
tahun 1975 – 1979.Menurut watson ada tujuh asumsi yang mendasari
konsep caring. Ketujuh asumsi tersebut adalah :
1) Caring akan efektif bila diperlihatkan dan dipraktikkan secara
interpersonal
2) Caring yang efektif dapat meningkatkan kesehatan individu dan
keluarga
3) Caring merupakan respon yang di terima klien tidak saat itu
saja,tapi dapat memengaruhi keadaan klien selanjutnya
4) Lingkungan yang penuh caring sangat potensial untuk mendukung
perkembangan klien
5) Caring terdiri dari faktor kuratif yang berasal darikepuasan dalam
membantu memnuhi kebutuhan klien
6) Caring lebih kompleks dari pada curing,karena praktek caring
memadukan antara pengetahuan biofisik dengan pengetahuan
mengenai perilaku manusia yang berguna dalam meningkatkan
derajat kesehatan klien
7) Caring merupakan inti dari keperawatan (Julia, 1995).
Watson menekankan sikap caring ini harus tercemin sepuluh faktor
kuratif yang berasal dari perpaduan nilai nilai humanistik dengan ilmu
pengetahuan dasar, antara lain :
1) Pembentukan sistem nilai humanistik dan altruistic
2) Memeberikan kepercayaan harapan dengan cara memfasilitasi dan
meningkatkan asuhan keperawatan yang holistic
3) Menumbuhkan kesensitifan terhadap klien
4) Membangun hubungan saling percaya
5) Peningkatan pembelajaran dan pengajaran interpersonal
6) Menciptakan lingkungan fisik,mental,sosialkultural dan spritual yang
mendukung
7) Menggunakan metode penyelesaian keputusan (proses keperawatan)
8) Memberi bimbingan yang memuasakan klien
9) Menerima perasaan positif dan negatif dari klien
10) Mengizinkan terjadinya tekanan yang bersifat fenolmenologis agar
pertumbuhan diri dan kematangan jiwa klien dapat dicapai

2.4. APLIKASI CARING DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI DAN


PRAKTIK KEPERAWATAN
Caring bukanlah sesuatu yang dapat diajarkan, tetapi merupakan
hasil dari kebudayaan, nilai-nilai, pengalaman, dan dari hubungan dengan
orang lain. Sikap keperawatan yang berhubungan dengan caring adalah
kehadiran, sentuhan kasih sayang, mendengarkan, memahami klien, caring
dalam spiritual, dan perawatan keluarga.
1) Kehadiran
Kehadiran adalah suatu pertemuan antara seseorang dengan
seseorang lainnya yang merupakan sarana untuk mendekatkan diri
dan menyampaikan manfaat caring. Menurut Fredriksson (1999),
kehadiran berarti “ada di” dan “ada dengan”. “Ada di” berarti
kehadiran tidak hanya dalam bentuk fisik, melainkan juga
komunikasi dan pengertian. Sedangkan “ada dengan” berarti
perawata selalu bersedia dan ada untuk klien (Pederson, 1993).
Kehadiran seorang perawat membantu menenangkan rasa cemas
dan takut klien karena situasi tertekan.
2) Sentuhan
Sentuhan merupakan salah satu pendekatan yang
menenangkan dimana perawat dapat mendekatkan diri dengan
klien untuk memberikan perhatian dan dukungan. Ada dua jenis
sentuhan, yaitu sentuhan kontak dan sentuhan non-kontak.
Sentuhan kontak merupakan sentuhan langsung kullit dengan kulit.
Sedangkan sentuhan non-kontak merupakan kontak mata. Kedua
jenis sentuhan ini digambarkn dalam tiga kategori :
(1) Sentuhan Berorientasi-tugas
Saat melaksanakan tugas dan prosedur, perawat menggunakan
sentuhan ini. Perlakuan yang ramah dan cekatan ketika
melaksanakan prosedur akan memberikan rasa aman kepada
klien. Prosedur dilakukan secara hati-hati dan atas
pertimbangan kebutuhan klien.
(2) Sentuhan Pelayanan (Caring)
Yang termasuk dalam sentuhan caring adalah memegang
tangan klien, memijat punggung klien, menempatkan klien
dengan hati-hati, atau terlibat dalam pembicaraan (komunikasi
non-verbal). Sentuhan ini dapat mempengaruhi keamanan dan
kenyamanan klien, meningkatkan harga diri, dan memperbaiki
orientasi tentang kanyataan (Boyek dan Watson, 1994).
(3) Sentuhan Perlindungan
Sentuhan ini merupakan suatu bentuk sentuhan yang digunakan
untuk melindungi perawat dan/atau klien (fredriksson, 1999).
Contoh dari sentuhan perlindungan adalah mencegah terjadinya
kecelakaan dengan cara menjaga dan mengingatkan klien agar
tidak terjatuh.
Sentuhan dapat menimbulkan berbagai pesan, oleh karena
itu harus digunakan secara bijaksana.
3) Mendengarkan
Untuk lebih mengerti dan memahami kebutuhan klien,
mendengarkan merupakan kunci, sebab hal ini menunjukkan
perhatian penuh dan ketertarikan perawat. Mendengarkan
membantu perawat dalam memahami dan mengerti maksud klien
dan membantu menolong klien mencari cara untuk mendapatkan
kedamaian.
4) Memahami Klien
Salah satu proses caring menurut Swanson (1991) adalah
memahami klien. Memahami klien sebagai inti suatu proses
digunakan perawat dalam membuat keputusan klinis. Memahami
klien merupakan pemahaman perawat terhadap klien sebagai acuan
melakukan intervensi berikutnya (Radwin,1995). Pemahaman klien
merupakan gerbang penentu pelayanan sehingga, antara klien dan
perawat terjalin suatu hubungan yang baik dan saling memahami.
5) Caring dalam Spiritual
Kepercayaan dan harapan individu mempunyai pengaruh
terhadap kesehatan fisik seseorang. Spiritual menawarkan rasa
keterikatan yang baik, baik melalui hubungan intrapersonal atau
hubungan dengan dirinya sendiri, interpersonal atau hubungan
dengan orang lain dan lingkungan, serta transpersonal atau
hubungan dengan Tuhan atau kekuatan tertinggi.
Hubungan caring terjalin dengan baik apabila antara
perawat dan klien dapatmemahami satu sama lain sehingga
keduanya bisa menjalin hubungan yang baik dengan melakukan hal
seperti, mengerahkan harapan bagi klien dan perawat;mendapatkan
pengertian tentang gejala, penyakit, atau perasaan yang diterima
klien; membantu klien dalam menggunakan sumber daya sosial,
emosional, atau spiritual; memahami bahwa hubungan caring
menghubungkan manusia dengan manusia, roh dengan roh.
6) Perawatan Keluarga
Keluarga merupakan sumber daya penting. Keberhasilan
intervensi keperawatan sering bergantung pada keinginan keluarga
untuk berbagi informasi dengan perawat untuk menyampaikan
terapi yang dianjurkan. Menjamin kesehatan klien dan membantu
keluarga untuk aktif dalam proses penyembuhan klien merupakan
tugas penting anggota keluarga. Menunjukkan perawatan keluarga
dan perhatian pada klien membuat suatu keterbukaan yang
kemudian dapat membentuk hubungan yang baik dengan anggota
keluarga klien.

2.5. PERBEDAAN CARING DAN CURING


Keperawatan sebagai suatu profesi dan berdasarkan pengakuan
masyarakat adalah ilmu kesehatan tentang asuhan atau pelayanan
keperawatan atau The Health Science of Caring (Lindberg,1990:40).
Secara bahasa, caring dapat diartikan sebagai tindakan kepedulian dan
curing dapat diartikan sebagai tindakan pengobatan. Namun, secara istilah
caring dapat diartikan memberikan bantuan kepada individu atau sebagai
advokasi pada individu yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya.
Sedangkan curing adalah upaya kesehatan dari kegiatan dokter dalam
prakteknya untuk mengobati klien. Dalam penerapannya, konsep caring
dan curing mempunyai beberapa perbedaan, diantaranya:
1) Caring merupakan tugas primer perawat dan curing adalah tugas
sekunder. Maksudnya seorang perawat lebih melakukan tindakan
kepedulian terhadap klien daripada memberikan tindakan medis. Oleh
karena itu, caring lebih identik dengan perawat.
2) Curing merupakan tugas primer seorang dokter dan caring adalah tugas
sekunder. Maksudnya seorang dokter lebih melibatkan tindakan medis
tanpa melakukan tindakan caring yang berarti. Oleh karena itu, curing
lebih identik dengan dokter.
3) Dalam pelayanan kesehatan klien yang dilakukan perawat, ¾ nya
adalah caring dan¼ nya adalah curing.
4) Caring bersifat lebih “Healthogenic” daripada curing. Maksudnya
caring lebih menekankan pada peningkatan kesehatan daripada
pengobatan. Di dalam praktiknya, caring mengintegrasikan
pengetahuan biofisik dan pengetahuan perilaku manusia untuk
meningkatkan derajat kesehatan dan untuk menyediakan pelayanan
bagi mereka yang sakit.
5) Tujuan caring adalah membantu pelaksanaan rencana
pengobatan/terapi dan membantu klien beradaptasi dengan masalah
kesehatan, mandiri memenuhi kebutuhan dasarnya, mencegah
penyakit, meningkatkan kesehatan dan meningkatkan fungsi tubuh
sedangkan tujuan curing adalah menentukan dan menyingkirkan
penyebab penyakit atau mengubah problem penyakit dan
penanganannya.
6) Diagnosa dalam konsep curing dilakukan dengan mengungkapkan
penyakit yang diderita sedangkan diagnosa dalam konsep caring
dilakukan dengan identifikasi masalah dan penyebab berdasarkan
kebutuhan dan respon klien.
BAB III

PENUTUP

3.1. KESIMPULAN
Caring merupakanfenomena universal yang berkaitan dengan cara
seseorang berpikir, berperasaan dan bersikap ketika berhubungan dengan
orang lain. Caring merupakan inti dari keperawatan. Perawat dituntut
untuk bersikap care dan juga harung caring dengan sekitarnya. Tujuan
caring adalah untuk mendukung proses penyembuhan secara total
(Hoover, 2002). Perilaku caring dan curing sangatlah berbeda karena
caring identik dengan tindakan asuhan keperawatan, sedangkan curing
adalah pengobatan terhadap penyakit klien. Antar caring dan curing saling
berhubungan satu sama lain.

3.2. SARAN
Sikap caring harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari – hari, agar
perilaku caring tumbuh secara alami dalam jiwa perawat. Ketika
menghadapi klien, perawat dengan mudah memberikan asuhan
keperawatan. Klien yang sakitkadang hanya butuh perhatian dan empati
dari seseorang yang merawatnya agar ia lebih semangat dalam
menghadapi penyakitnya. Oleh karena itu sebagai perawat disarankan agar
benar – benar faham tentang perilaku caring ini.
DAFTAR PUSTAKA

Potter, Patricia A, Anne G. Perry. 2009. Fundamental Of Nursing edisi 7. Jakarta:


Penerbit Salemba Medika.
Morrison, Paul, Phillip Burnard. 2009. Caring and Communicating edisi 2.
Jakarta: EGC.