Anda di halaman 1dari 2

2

Seorang laki-laki berusia 44 tahun, petani, tamat SD, datang dengan kondisi badannya lemas,
keluarga mengatakan sejak 2 hari sebelum dibawa ke rumahsakit berbicara pasien pelo,
responnya lambat dan kebutuhan ADL pasien dipenuhi oleh istrinya. Pada pemeriksaan
didapatkan GCS E4VXM6, TD 90/60 mmHg, Suhu 37.10C, N 87 x/menit, dan RR 28 x/menit.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan oedem pada ekstermitas atas (tangan) dekstra dan
ekstermitas bawah (kaki) dekstra dan sinistra. Pada pemeriksaan system persyarafan 12 nervus
didapatkan bahwa pada nervus VII (facialis pasien kesulitan memoncongkan bibir dan
menggembungkan pipi, pada nervus XI (aksesorius) pasien hanya bisa mengangkat bahu
sebelah kanan, dan pada nervus XII (hypoglosal) pasien mengalami penurunan kemampuan
menjulurkan lidah. Pemeriksaan reflek fisiologis didapatkan reflek bisep sinistra (-) reflek
trisep sinistra (-), reflek aciles sinistra (-). Pada system musculoskeletal didapatkan pasien
mengalami hemiplegia sinistra dengan pemeriksaan kekuatan otot ekstermitas atas sinistra (0),
dekstra (2), ekstermitas bawah sinistra (0), dekstra (1). pemeriksaan laboratorium didapatkan
nilai Hb dibawah normal yaitu 5.9 gr/dl dan GDS 567 mg/dl. Pada pemeriksaan CT scan
didapatkan kesimpulan bahwa pasien mengalami infark serebri pada frontal sinistra, infark
hemoragik pada oksipital dekstra dan brain atropi. Pada pemeriksaan EKG didapatkan hasil
bahwa pasien mengalami left axis deviation, Right bundle branch block, dan adanya abnormal
EKG. Pasien didiagnosis CVA bleeding yang sudah mendapatkan terapi (1) Infus Nacl 1500
cc/hari, (2) Transfusi PRC 1 kolf/hari, (3) Vit. Kalnek 3 x 250 mg/hari, (4) Citicolin 2 x 500
mg/hari, (5) Norages 3 x 1 gr/hari, (6) ceftazidim 3 x 1 gr/hari, (7) omeprazole 1 x 20 mg/hari,
(8) Lavemir 0-0-10, (9) Novorapid 3 x 6 unit/hari, (10) dopamine 50 mikrogram, (11)
allopurinol oral 2 x 300 mg/hari, (12) sulcrafat sirup 3 x 200 ml/hari, (13) mannitol 3 x 100
cc/hari. Perawatan hari kedua dengan diagnosis penurunan curah jantung berhubungan dengan
perubahan irama jantung direncanakan untuk dilakukan tindakan keperawatan seperti mengkaji
tekanan darah, mengkaji balance cairan, mengkaji derajat edema, mengkaji status neurologis,
memastikan pasien bedrest total, mengatur posisi yang nyaman untuk pasien, memberikan
penjelasan kepada keluarga tentang kondisi pasien saat ini, dan kolaborasi dengan tim medis
lain. Intervensi tersebut didapatkan hasil TD 132/74 mmHg, Input 2200 cc/hari, output 1550
cc/hari, derajat edema I, GCS 4 X 6 dan Hb 6.7 gr/dl, edema estermitas atas dekstra, ekstremitas
bawah dekstra, sinistra. Evaluasi penurunan curah jantung tersebut teratasi sebagian dimana
tekanan darah sudah mencapai indicator yang diharapkan. Namun, rencana keperawatan tetap
dilanjutkan seperti hari pertama. Pada hari ketiga TD 90/56 mmHg, GCS 2X4, Hb 8.1 gr/dl,
perdarahan lambung. Dari hasil evaluasi tersebut rencana keperawatan dilanjutkan seperti hari
sebelumnya. Pada perawatan hari ketiga kondisi pasien semakin memburuk dimana TD 93/47,
N 108 x/menit, S 360, RR 20 x/menit. Sekitar pada jam 10.00 pasien dilakukan RJP dan pada
jam 10.30 pupil pasien midriasis, apnea, dan nadi carotis tidak teraba.