Anda di halaman 1dari 18

IPA SMP DAN MTS KELAS VIII

“ RANGKA, OTOT DAN PESAWAT SEDERHANA”

Oleh :

DESI ELNA SARI

JURUSAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2018
A. RANGKA MANUSIA

Sistem rangka adalah suatu sistem organ yang memberikan dukungan fisik pada
makhluk hidup. Sistem rangka umumnya dibagi menjadi tiga tipe: eksternal, internal,
dan basis cairan (rangka hidrostatik), walaupun sistem rangka hidrostatik dapat pula
dikelompokkan secara terpisah dari dua jenis lainnya karena tidak adanya struktur
penunjang. Rangka manusia dibentuk dari tulang tunggal atau gabungan (seperti
tengkorak) yang ditunjang oleh struktur lain seperti ligamen, tendon, otot, dan organ
lainnya. Rata-rata manusia dewasa memiliki 206 tulang,walaupun jumlah ini dapat
bervariasi antara individu. (belajarbiologi.rumahilmuindonesia.net).
Manusia bisa bergerak karena ada rangka dan otot. Rangka tersebut tidak dapat
bergerak sendiri, melainkan dibantu oleh otot. Dengan adanya kerja sama antara
rangka dan otot, manusia dapat melompat, berjalan, bergoyang, berlari, dan
sebagainya. Berikut dijelaskan mengenai rangka tubuh manusia. Rangka tubuh
manusia memiliki fungsi utama sebagai berikut:
 Memberi bentuk tubuh
Rangka menyediakan kerangka bagi tubuh sehingga menyokong dan menjaga bentuk
tubuh.
 Tempat melekatnya otot
Tulang-tulang yang menyusun rangka tubuh manusia menjadi tempat melekatnya
otot. Tulang dan otot ini bersama-sama memungkinkan terjadinya pergerakan pada
manusia.
 Pergerakan-pergerakan pada hewan bertulang belakang (vertebrae)
Bergantung kepada otot rangka, yang melekat pada rangka tulang.
 Sistem kekebalan tubuh
Sumsum tulang menghasilkan beberapa sel-sel imunitas. contohnya adalah
limfosit B yang membentuk antibodi.
o Perlindungan Rangka tubuh melindungi beberapa organ vital yakni:
Tulang tengkorak melindungi otak, mata, telinga bagian tengah dan dalam. Tulang
belakang melindungi sumsum tulang belakang. Tulang rusuk, tulang belakang, dan
tulang dada melindungi paru-paru dan jantung. Tulang belikat dan tulang selangka
melindungi bahu. Tulang usus dan tulang belakang melindungi sistem ekskresi,
sistem pencernaan, dan pinggul. Tulang tempurung lutut dan tulang hasta melindungi
lutut dan siku. Tulang pergelangan tangan dan pergelangan kaki melindungi
pergelangan tangan dan pergelangan kaki.
o Produksi sel darah
Rangka tubuh adalah tempat terjadinya haematopoiesis, yaitu tempat pembentukan
sel darah. Sumsum tulang merupakan tempat pembentukan sel darah.
o Penyimpanan
Matriks tulang dapat menyimpan kalsium dan terlibat dalam
metabolisme kalsium. Sumsum tulang mampu menyimpan zat besi
dalam bentuk ferritin dan terlibat dalam metabolisme zat besi.
Rangka manusia dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu bagian poros tubuh
(aksial) dan bagian alat gerak (apendikular). Bagian aksial terdiri atas 80 tulang pada
manusia dewasa umumnya. Sedangkan bagian apendikular terdiri atas 126 tulang
pada manusia dewasa umumnya.

Gambar 1.1 Sistem Rangka Manusia


Secara garis besar rangka manusia yang terdiri dari 206 tulang tersebut dibagi
menjadi dua, yaitu rangka aksial (sumbu tubuh) dan rangka apendikuler (anggota
tubuh), (belajarbiologi.rumahilmuindonesia.net).
a. Rangka Aksial
Rangka aksial yang kita sebut juga dengan rangka sumbu tubuh terdiri dari tulang-
tulang yang membentuk sumbu tubuh, diantaranya adalah:
1. Tulang tengkorak
Tulang tengkorak berfungsi melindungi otak, organ pendengaran dan organ
penglihatan. Hubungan antartulang yang terdapat pada tempurung kepala termasuk
jenis suture, yaitu tidak ada gerak. Bayangkan jika tempurung kepala kita termasuk
diartrosis, apa yang akan terjadi pada otak kita?!
Tulang tengkorak terdiri dari dari tulang tempurung dan tulang muka.
2. Tulang hioid
Tulang hioid merupakan tulang yang berbentuk seperti huruf U. Terletak di antara
laring dan mandibula. Hioid berfungsi sebagai tempat melekatnya beberapa otat
mulut dan lidah. Jumlah tulang hioid hanya 1 pada setiap manusia.
3. Tulang belakang (vertebrae)
Tulang belakang atau yang disebut dengan vertebrae (baca: vertebre) ber fungsi
menyangga berat tubuh. Tulang belakang memungkinkan manusia melakukan
berbagai macam posisi dan gerakan, misalnya berdiri, duduk atau berlari.
4. Tulang dada (sternum) dan Tulang rusuk (costa)
Tulang dada (sternum) dan tulang rusuk (costa) bersama-sama membentuk perisai
pelindung bagi organ-organ penting yang terdapat di dada, yaitu paru-paru dan
jantung. Tulang rusuk (costa) juga berhubungan dengan tulang belakang (vertebrae).
Perhatikan penyusun tulang dada (sternum) dan tulang rusuk (costa).
5. Tulang selangka (Klavikula)
Tulang selangka (Klavikula) merupakan tulang leher membentuk bagian depan bahu.
Perhatikan gambar tulang penyusun anggota gerak atas.
6. Tulang belikat (Skapula)
Tulang belikat (skapula) terdapat di atas sendi bahu dan merupakan bagian
pembentuk bahu. Perhatikan gambar tulang belikat (skapula) di bawah
ini.Gambar/animasi tulang belikat (skapula).
7. Tulang panggul (Koksa)
Setiap makhluk vertebrata memiliki jumlah tulang panggul (Koksa) 2. 1 bagian
terdapat pada bagian kiri dan 1 bagiannya lagi pada bagian kanan. Tulang panggul
membentuk tulang gelang panggul yang berfungsi untuk menahan berat tubuh.
Sewaktu lahir setiap tulang panggul (Koksa) sebetulnya terdiri dari 3 tulang yaitu
ileum, ischium, dan pubis. Namun, setelah dewasa ketiga tulang ini bersatu menjadi
tulang panggul (koksa).
8.Tulang pangkal lengan (Humerus), hasta (Ulna), Pengumpil (Radius)
Tulang pangkal lengan (Humerus) bersama dengan tulang pengumpil (Radius)
dan tulang hasta (Ulna) menyusun lengan atas dan lengan bawah.
9. Tangan dan kaki
Tulang tangan tersusun atas tulang-tulang pergelangan tangan, telapak tangan dan
jari-jari. Jari tangan terdiri dari tiga ruas kecuali ibu jari yang hanya mempunyai dua
ruas. Perhatikan gambar tulang penyusun alat gerak bawah Telapak kaki manusia
melengkung dan tidak kaku sehingga berfungsi sebagai pegas ketika berjalan
(belajarbiologi.rumahilmuindonesia.net).

B. Otot Manusia

Otot adalah sebuah jaringan konektif yang tugas utamanya adalah berkontraksi
yang berfungsi untuk menggerakan bagian-bagian tubuh baik yang di sadari maupun
yang tidak. Sekitar 40% berat dari tubuh kita adalah otot. Tubuh manusia memiliki
lebih dari 600 otot rangka. Otot memiliki sel-sel yang tipis dan panjang. Otot bekerja
dengan cara mengubah lemak dan glukosa menjadi gerakan dan energi panas. Otot
rangka melekat pada tulang secara langsung ataupun dengan bantuan tendon. Otot
bekerja berpasangan satu berkontraksi dan lawannya relaksasi sehingga otot bisa
menggerakan berbagai bagian dari tubuh manusia seperti lutut yang bisa dibengkokan
maupun di luruskan (http://berita-iptek.blogspot.com).

Gambar 2.2 Otot Manusia

1.3.1 Jenis dan Macam Gangguan Pada Otot Manusia


Pada manusia terdapat beberapa masalah atau gangguan kesehatan pada otot yang
terdapat pada tubuh yaitu(http://juliuskurnia.wordpress.com):
1. Kelelahan Otot
Kelelahan otot adalah suatu keadaan di mana otot tidak mampu lagi melakukan
kontraksi sehingga mengakibatkan terjadinya kram otot atau kejang-kejang otot.
2. Astrofi Otot
Astrofi otot adalah penurunan fungsi otot akibat dari otot yang menjadi kecil dan
kehilangan fungsi kontraksi. Biasanya disebabkan oleh penyakit poliomielitis.
3. Distrofi Otot
Distrofi otot adalah suatu kelainan otot yang biasanya terjadi pada anak-anak karena
adanya penyakit kronis atau cacat bawaan sejak lahir.
4. Kaku Leher / Leher Kaku / Stiff
Kaku leher adalah suatu kelainan yang terjadi karena otot yang radang / peradangan
otot trapesius leher karena salah gerakan atau adanya hentakan pada leher serta
menyebabkan rasa nyeri dan kaku pada leher seseorang.
5. Hipotrofit Otot
Hipotrofit otot adalah suatu jenis kelainan pada otot yang menyebabkan otot menjadi
lebih besar dan tampak kuat disebabkan karena aktivitas otot yang berlebihan yang
umumnya karena kerja dan olahraga berlebih.
6. Hernis Abdominal
Hernis abdominal adalah kelainan pada dinding otot perut yang mengakibatkan
penyakit hernia atau turun berok, yaitu penurunan usus yang masuk ke dalam rongga
perut.
7. Keseleo / Terkilir / Sprained
Terkilir atau keseleo adalah gangguan sendi akibat gerakan pada sendi yang tidak
biasa, dipaksakan atau bergerak secara tiba-tiba. Umumnya kesleo bisa menyebabkan
rasa yang sangat sakit dan bengkak pada bagian yang keseleo.

C. PESAWAT SEDERHANA

Pesawat sederhana adalah alat sederhana yang dipergunakan untuk


mempermudah manusia melakukan usaha. Pesawat sederhana berdasarkan prinsip
kerjanya dibedakan menjadi: tuas/pengungkit, bidang miring, katrol dan roda
berporos/roda bergandar. Pesawat sederhana mempunyai keuntungan mekanik yang
didapatkan dari perbandingan antara gaya beban dengan gaya kuasa sehingga
memperingan kerja manusia. Untuk lebih jelasnya mari kita bahas satu per satu.
A. Tuas/Pengungkit
Pengungkit merupakan salah satu jenis pesawat sederhana yang paling
banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Tuas/pengungkit berfungsi untuk
mengungkit, mencabut atau mengangkat benda yang berat. Contoh alat-alat yang
merupakan pengungkit antara lain gunting, linggis, jungkatjungkit, pembuka
botol, pemecah biji kenari, sekop, koper, pinset, dan sebagainya. Gambar 1.
menjelaskan berbagai macam jenis pengungkit yang dikelompokkan berdasarkan
variasi letak titik tumpu, lengan kuasa, dan lengan beban.
Pengungkit dapat memudahkan usaha dengan cara menggandakan gaya
kuasa dan mengubah arah gaya. Agar kita dapat mengetahui besar gaya yang
dilipatgandakan oleh pengungkit maka kita harus menghitung keuntungan
mekaniknya. Cara menghitung keuntungan mekaniknya dengan membagi panjang
lengan kuasa dengan panjang lengan beban. Panjang lengan kuasa adalah jarak
dari tumpuan sampai titik bekerjanya gaya kuasa. Panjang lengan beban adalah
jarak dari tumpuan sampai dengan titik bekerjanya gaya beban.

Apabila 𝑭𝑩 × 𝑳𝑩 = 𝑭𝒌 × 𝑳𝒌 maka :

FB LK
KM  
FK LB
Jenis Pengungkit yang Dikelompokkan Berdasarkan Letak Titik Tumpu, Lengan
Kuasa, dan Lengan Beban :

1. Tuas Jenis pertama


Yaitu tuas dengan titik tumpu berada diantara titik beban dan titik kuasa.
Contoh : pemotong kuku, gunting, penjepit jemuran, tang.

2. Tuas Jenis kedua


Yaitu tuas dengan titik beban berada diantara titik tumpu dan titik kuasa.

Contoh : gerobak beroda satu, alat pemotong kertas, dan alat pemecah kemiri,
pembuka tutup botol.
3. Tuas Jenis Ketiga
Yaitu tuas dengan titik kuasa berada diantara titik tumpu dan titik beban.

Contoh : sekop yang biasa digunakan untuk memindahkan pasir.


Keuntungan Mekanik Tuas
Keuntungan mekanik pada tuas adalah perbandingan antara gaya beban (w)
dengan gaya kuasa (F), dapat dituliskan sebagai :
W LK
KM  
F LB
Keuntungan mekanik pada tuas bergantung pada masing-masing lengan. Semakin
panjang lengan kuasanya, maka keuntungan mekaniknya akan semakin besar.
Contoh soal :
Seorang anak sedang mengungkit sebuah batu.

Tentukan gaya yang diperlukan anak!


Pembahasan
Rumus untuk pengungkit atau tuas:
F x Lk = W x Lb
Dimana:
Lk = panjang lengan kuasa atau lengan gaya, dihitung dari titik kerja gaya ke
tumpu
Lb = panjang lengan beban, dihitung dari titik beban hingga tumpu
sehingga:
𝐹 × 𝐿𝐾 = 𝑊 × 𝐿𝐵
𝐹 × 180 = 360 × 20
𝐹 × 180 = 7200
𝐹 = 40 Newton

Hubungan Prinsip Sistem Gerak dengan Prinsip Kerja Pengungkit


Hubungan prinsip sistem gerak dengan prinsip kerja pengungkit yaitu Pada saat
manusia melakukan suatu aktivitas, maka otot, tulang dan sendi akan bekerja
bersama-sama. Prinsip kerja ketiganya seperti sebuah pengungkit, dimana tulang
sebagai lengan, sendi sebagai titik tumpu dan kontraksi dan relaksasi otot
memberikan gaya untuk menggerakkan bagian tubuh.
Ketika tangan ditekuk (bisep berkontraksi dan trisep berelaksasi) dan membawa
beban di telapak tangan maka akan seperti prinsip kerja tuas jenis ke-1. Letak titik
beban berada d ujung, titik tumpu di tengah dan titik kuasa di ujung satunya.
Pada peraga ini, telapak tangan berfungsi sebagai titik beban, siku berfungsi
sebagai titik tumpu dan pangkal lengan atau otot bisep dan trisep berfungsi sebangai
titik kuasa. Ketika kita membawa beban di telapak tangan sementara tangan kita
diluruskan (bisep relaksasi dan trisep berkontraksi), maka kerja tangan beserta
ototnya seperti tuas jenis ke-3. Yaitu letak titik beban di ujung, titik kuasa ditengah
dan titik tumpu di ujung satunya. Pada peraga ini, maka telapak tangan berfungsi
sebagai titik beban, siku berfungsi sebagai titik kuasa dan pangkal lengan atau otot
bisep dan trisep sebagai titik tumpu.

ketika trisep berkontraksi, bisep relaksasi


B. Bidang Miring
Bidang miring merupakan salah satu jenis pesawat sederhana yang digunakan
untuk memindahkan benda dengan lintasan yang miring. Contoh dari bidang
miring selain tangga adalah sekrup dan pisau.
Bagian-bagian bidang miring:

Prinsip Kerja Bidang Miring

Keuntungan mekanik bidang miring


Keuntungan mekanik bidang miring bergantung pada panjang landasan
bidang miring dan tingginya. Semakin kecil sudut kemiringan bidang, semakin
besar keuntungan mekanisnya atau semakin kecil gaya kuasa yang harus
dilakukan.
Keuntungan mekanik bidang miring dirumuskan dengan perbandingan antara
panjang (l) dan tinggi bidang miring (h).
𝑭𝑩 𝒍
𝑲𝑴 = =
𝑭𝑲 𝒉

Pemanfaatan bidang miring dalam kehidupan sehari-hari terdapat pada tangga dan
jalan di daerah pegunungan.

Contoh soal :
Seorang pekerja hendak menaikkan sebuah almari besi ke bak belakang truk dengan
menggunakan bidang miring seperti gambar.

Jika massa almari 120 kg, dan percepatan gravitasi 10 m/s2, tentukan:
a) gaya minimal yang diperlukan pekerja untuk menaikkan almari
b) keuntungan mekanik bidang miring
Pembahasan :

a) gaya minimal yang diperlukan pekerja untuk menaikkan almari


𝐹= ×𝑊
𝑠
dimana
h = tinggi bidang miring
S = panjang sisi miring
W = berat beban (Newton)
Temukan berat almari lebih dulu W = m x g = 120 x 10 = 1200 N
Sehingga :


𝐹= ×𝑊
𝑠

1
𝐹= × 1200
2

𝐹 = 600 Newton

b) keuntungan mekanik bidang miring


𝑊 1200
𝐾𝑀 = = =2
𝐹 600

atau bisa juga


𝑆 2
𝐾𝑀 = = =2
ℎ 1

C. Katrol
Katrol merupakan roda yang berputar pada porosnya. Biasanya pada katrol
juga terdapat tali atau rantai sebagai penghubungnya. Berdasarkan cara kerjanya,
katrol merupakan jenis pengungkit karena memiliki titik tumpu, kuasa, dan
beban. Katrol digolongkan menjadi tiga, yaitu katrol tetap, katrol bebas, dan
katrol majemuk.
1. Katrol tetap
Katrol tetap merupakan katrol yang posisinya tidak berpindah pada saat
digunakan. Katrol jenis ini biasanya dipasang pada tempat tertentu.
Contoh : katrol yang digunakan pada tiang bendera dan sumur timba.

Keuntungan mekanik

Pada katrol tetap, panjang lengan kuasa sama dengan lengan beban sehingga
keuntungan mekanik pada katrol tetap adalah 1, artinya besar gaya kuasa
sama dengan gaya beban.

W LK
KM   1
F LB

2. Katrol bebas

katrol tunggal bebas


Berbeda dengan katrol tetap, pada katrol bebas kedudukan atau posisi
katrol berubah dan tidak dipasang pada tempat tertentu. Katrol jenis ini
biasanya ditempatkan di atas tali yang kedudukannya dapat berubah. Salah
satu ujung tali diikat pada tempat tertentu. Jika ujung yang lainnya ditarik
maka katrol akan bergerak. Katrol jenis ini bisa kita temukan pada alat-alat
pengangkat peti kemas di pelabuhan.

Keuntungan Mekanik

Keuntungan mekanik dari katrol bebas lebih besar dari 1.


Pada kenyataannya nilai keuntungan mekanik dari katrol bebas tunggal adalah
2.
Hal ini berarti bahwa gaya kuasa 1 N akan mengangkat beban 2 N.

W LK
KM   2
F LB

3. Katrol majemuk /takal


Katrol majemuk merupakan perpaduan dari katrol tetap dan katrol
bebas. Kedua katrol ini dihubungkan dengan tali. Pada katrol majemuk, beban
dikaitkan pada katrol bebas. Salah satu ujung tali dikaitkan pada penampang
katrol tetap. Jika ujung tali yang lainnya ditarik maka beban akan terangkat
beserta bergeraknya katrol bebas ke atas. Katrol majemuk biasa digunakan
dalam bidang industri untuk mengangkat benda-benda yang berat

Keuntungan mekanik
Keuntungan mekanik pada katrol majemuk adalah sejumlah tali yang
digunakan untuk mengangkat beban.
W LK
KM   n
F LB

n = Jumlah katrol