Anda di halaman 1dari 7

Ceftriaxone merupakan golongan sefalosporin generasi ketiga, ceftriaxone dapat

dilarutkan dengan NaCl 0,9% atau d5W. Konsentrasi dalam pelarut 1 gr


Ceftriaxone dalam 10 cc d5 atau NaCl 0,9% = 100mg/ml. Stabilitas Ceftriaxone
yang sudah dicampur dapat disimpan dalam suhu kamar 25OC selama 2 hari, dan
10 hari dalam lemari pendingin 5oC. Ceftriaxone dapat disimpan dalam suhu
kamar atau lemari pendingin.

Indikasi : untuk mengobati beberapa kondisi akibat infeksi bakteri,


seperti pneumonia, sepsis, meningitis, infeksi kulit, gonorrhea, dan infeksi pada
pasien dengan sel darah putih yang rendah, atau diberikan kepada pasien yang
akan menjalani pembedahan untuk mencegah terjadinya infeksi.

Kontraindikasi : hipersensitif terhadap cephalosporin, atau hipersensitif terhadap


penisilin.

SOP PEMBERIAN OBAT CEFTRIAXONE

1. Pengertian
Injeksi intravena adalah pemberian obat dengan cara memasukkan obat ke
dalam pembuluh darah vena dengan menggunakan spuit.
2. Tujuan
a. Untuk memperoleh reaksi obat yang cepat diabsorbsi daripada dengan
injeksi parenteral lain.
b. Untuk menghindari terjadinya kerusakan jaringan
c. Untuk memasukkan obat dalam jumlah yang lebih besar
3. Tempat injeksi
a. Pada lengan (vena basalika dan vena sefalika)
b. Pada tungkai (vena saphenous)
c. Pada leher (vena jugularis)
d. Pada kepala (vena frontalis atau vena temporalis)
4. Peralatan
a. Buku catatan pemberian obat atau kartu obat
b. Kapas alcohol
c. Sarung tangan
d. Obat ceftriaxone 1 gr
e. Spuit 10 cc 1 buah
f. Bak spuit/ bak instumen
g. Baki obat
h. Perlak pengalas
i. Bengkok
j. Plastik sampah

5. Prosedur kerja
a. Cuci tangan
b. Siapkan obat dengan prinsip 7 benar
c. Salam terapeutik
d. Identifikasi klien
e. Beritahu klien dan jelaskan prosedur yang akan diberikan
f. Atur klien pada posisi yang nyaman
g. Cek kondisi tusukan dan kelancaran infus pasien
h. Pasang perlak pengalas
i. Pakai sarung tangan
j. Matikan tetesan infus pasien
k. Bersihkan area penusukan dengan menggunakan kapas alkohol,
dengan gerakan sirkuler dari arah dalam keluar dengan diameter
sekitar 5 cm. Tunggu sampai kering. Metode ini dilakukan untuk
membuang sekresi dari kulit yang mengandung mikroorganisme.
l. Berikan obat Ceftriaxone secara bolus dengan perlahan- lahan
m. Amati reaksi pasien
n. Tutup kembali area venflon
o. Kembalikan posisi klien dan atur kembali tetesan infus pasien
p. Buang peralatan yang sudah tidak diperlukan ke dalam bengkok
q. Buka sarung tangan
r. Cuci tangan
s. Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan
t. Evaluasi kembali reaksi pasien setelah pemberian obat (tanda-tanda
alergi).
OBAT FUROSEMIDE

Obat furosemide tidak boleh dicampur dengan larutan asam. Furosemide


kompatibel dengan NaCl 0,9% dan lebih disukai dengan RL. Simpan furosemide
pada suhu ruangan 25oC, jauhkan dari cahaya matahari langsung dan tempat
lembab. Jangan dibekukan. Obat furosemide bisa berinteraksi dengan phenytoin.

Indikasi : terapi tambahan pada edema, digunakan jika ingin terjadi


diuresis lebih cepat dan tidak memungkinkan diberikan obat oral.

Kontraindikasi : tidak boleh diberikan pada pasien dengan alergi obat sulfa,
anemia, terdapat masalah BAK, dehidrasi, hipokalemi, hipokalsemi, hipotensi,
DM, asam urat, anuria, gangguan ginjal berat.

SOP PEMBERIAN OBAT FUROSEMIDE

1. Pengertian
Injeksi intravena adalah pemberian obat dengan cara memasukkan obat ke
dalam pembuluh darah vena dengan menggunakan spuit.
2. Tujuan
a. Untuk memperoleh reaksi obat yang cepat diabsorbsi daripada dengan
injeksi parenteral lain.
b. Untuk menghindari terjadinya kerusakan jaringan
c. Untuk memasukkan obat dalam jumlah yang lebih besar
3. Tempat injeksi
a. Pada lengan (vena basalika dan vena sefalika)
b. Pada tungkai (vena saphenous)
c. Pada leher (vena jugularis)
d. Pada kepala (vena frontalis atau vena temporalis)
4. Peralatan
a. Buku catatan pemberian obat atau kartu obat
b. Kapas alcohol
c. Sarung tangan
d. Obat furosemide 4 mg= 2 cc @1ampul
e. Spuit 3cc 1 buah
f. Bak spuit/ bak instumen
g. Baki obat
h. Perlak pengalas
i. Bengkok
j. Plastik sampah

5. Prosedur kerja
a. Cuci tangan
b. Siapkan obat dengan prinsip 7 benar
c. Salam terapeutik
d. Identifikasi klien
e. Beritahu klien dan jelaskan prosedur yang akan diberikan
f. Atur klien pada posisi yang nyaman
g. Cek kondisi tusukan dan kelancaran infus pasien
h. Pasang perlak pengalas
i. Pakai sarung tangan
j. Matikan tetesan infus pasien, bila infus pasien NaCl 0,9% atau RL
tidak perlu dilakukan pembilasan, bila infus selain NaCl 0,9% atau RL,
lakukan pembilasan dengan NaCl 0,9%.
k. Bersihkan area penusukan dengan menggunakan kapas alkohol,
dengan gerakan sirkuler dari arah dalam keluar dengan diameter
sekitar 5 cm. Tunggu sampai kering. Metode ini dilakukan untuk
membuang sekresi dari kulit yang mengandung mikroorganisme.
l. Berikan obat furosemide secara bolus dengan perlahan- lahan
m. Amati reaksi pasien
n. Tutup kembali area venflon
o. Kembalikan posisi klien dan atur kembali tetesan infus pasien
p. Buang peralatan yang sudah tidak diperlukan ke dalam bengkok
q. Buka sarung tangan
r. Cuci tangan
s. Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan
t. Evaluasi kembali reaksi pasien setelah pemberian obat (tanda-tanda
alergi).
DAFTAR PUSTAKA

www. Dexa-medica.com/our-product/searchs/tricefin diunduh pada 12 Desember


2016

Potter, Perry, 2006. Fundamental Keperawatan: Volume 2. Penerbit Buku


Kedokteran EGC: Jakarta

Smeltzer, Suzanne C. 2001, Buku Ajar Keperawatan Medikal – Bedah Brunner


dan Suddarth., Edisi 8, EGC : Jakarta