Anda di halaman 1dari 30

TUGAS

KONSEP-KONSEP SELEKSI ALAM


DAN
CONTOH-CONTOHNYA

OLEH

NAMA : PASKALIS KIIK

NIM :1606050017

KELAS : B

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK
UNIVERSITAS NUSA CENDANA
KUPANG
2017
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Alat-alat laboratorium merupakan alat yang kita butuhkan dalam proses penelitian
atau pun proses praktikum. Dalam praktikum pengenalan alat-alat laboratorium sangat
diperlukan untuk menghindari terjadinya kecelakaan di laboratorium. Pada umumnya
kegiatan praktek laboratium adalah upaya agar mahasiswa dituntut untuk menguji,
memverifikasi atau membuktikan hukum atau prinsip ilmiah yang sudah dijelaskan oleh
dosen, asisten dosen atau buku teks. Ada juga percobaan yang dirancang oleh dosen atau
asisten dosen yaitu mahasiswa disuruh melakukan percobaan dengan prosedur yang sudah
terstruktur yang membawa mahasiswa kepada prinsip atau hukum yang tidak diketahui
sebelumnya dari data empiris yang mereka kumpulkan dari percobaan tersebut.

Kesalahan dalam penggunaan alat dapat menimbulkan hasil yang didapat tidak
akurat dalam penelitian atau praktikum. Oleh karena itu, pemahaman fungsi dan cara kerja
peralatan harus mutlak dikuasai oleh praktikan sebelum melakukan praktikum di
laboratorium. Bukan hal yang mustahil bila terjadi kecelakaan di dalam laboratorium karena
kesalahan dalam pemakaian dan penggunaan alat – alat dan bahan yang dilakukan dalam
suatu pratikum yang berhubungan dengan bahan kimia berbahaya. Disamping itu, pemilihan
jenis alat yang akan digunakan dalam penelitian disesuaikan dengan tujuan penelitian, agar
penelitian berjalan lancar.

Hal yang harus diperhatikan adalah kebersihan dari alat yang digunakan. Apabila
alat yang digunakan tersebut tidak bersih, maka akan terjadi hal- hal yang tidak diinginkan.
Contohnya jika pada alat – alat tersebut masih tersisa zat – zat kimia, maka zat tersebut
dapat saja bereaksi dengan zat yang kita gunakan sesudahnya dan dapat mengakibatkan
kegagalan dalam pratikum. Disamping itu alat – alat laboratorium harus pula dirawat dengan
baik dan disimpan sesuai dengan tempatnya sehingga alat – alat laboratorium tersebut tidak
mudah rusak dan mudah ditemukan bila diperlukan lagi.
Berdasarkan uraian di atas, makalah ini disusun untuk mengetahui pengertian
laboratorium, macam – macam peralatan laboratorium baik dari kaca, plastik maupun
porselen dan cara penggunaanya, serta cara perawatan peralatan laboratorium tersebut.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang diambil adalah :

1. Apa yang dimaksud dengan peralatan laboratorium?

2. Sebutkan macam – macam peralatan laboratorium beserta fungsinya!

3. Jelaskan cara perawatan peralatan laboratorium!

1.3 Tujuan

Tujuan dari penulisan makalah ini agar mahasiswa mengetahui dan menjelaskan

pengertian, macam-macam, fungsi dan cara perawatan dari peralatan di laboratorium.


BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Alat - alat Laboratorium

Alat adalah suatu benda yang dipakai untuk mengerjakan sesuatu, perkakas,
perabot, yang dipakai untuk mencapai maksud ( Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2005,
hal : 30 ). Alat – alat laboratorium merupakan benda yang digunakan dalam kegiatan di
laboratorium yang dapat dipergunakan berulang–ulang. Alat – alat laboratorium yang
digunakan secara tidak langsung di dalam praktikum merupakan alat bantu laboratorium,
seperti : tang, obeng, pemadam kebakaran dan kotak pertolongan pertama. Berdasarkan
bahan pembentuknya, alat – alat laboratorium dibedakan menjadi alat- alat dari kaca,
plastik, porselin, kayu dan logam.
Alat - alat laboratorium yang terbuat dari bahan kaca mempunyai karakteristik
khusus misalnya tahan panas dan juga mudah dibersikan. Alat – alat dari bahan kaca
seperti borosilikat dan soda lime merupakan bahan gelas yang mempunyai karakteristik
tertentu. Gelas borosilakat mempunyai sifat tahan terhadap kenaikan suhu yang
mendadak. Gelas soda lime dapat dipanasi pada api bunsen tanpa menjadi kusam. Kedua
macam bahan gelas tadi memiliki sifat tahan senyawa kimia. Borosilikat sedikit kurang
tahan terhadap senyawa alkali tetapi lebih tahan terhadap senyawa asam daripada bahan
soda lime.
Alat – alat laboratorium yang terbuat dari bahan plastik dapat dikelompokkan
menjadi beberapa kelompok tergantung dari bahan penyusunnya. Coba perhatikan alat
laboratorium, misalnya corong plastik, botol kimia, atau gelas kimia. Alat-alat tadi dapat
bersifat keras atau lentur, tembus sinar (translucent), tembus pandang (transparent) atau
tidak tembus sinar (opaque). Hal tersebut disebabkan karena bahannya berbeda. Bahan
penyusun plastik dapat berupa PTFE (Teflon), Polipropilena, TPX (polimetilpentana),
Polistirena, Politena (HD), Politena (LD), PVC (polivinilklorida), nilon dan polikarbonat.
Porselen sebagai bahan pembuat alat laboratorium mempunyai keunggulan tahan
(resistant) terhadap suhu tinggi. Pada permukaan alat terbuat dari porselen biasanya
diupam (glazir), sehingga bahan porselen tidak tembus sinar.
Alat - alat laboratorium logam terbuat dari bahan besi atau kuningan. Khusus bahan
besi yang digunakan biasanya terbuat dari besi cor. Agar tidak cepat berkarat alat
laboratorium dari bahan logam biasanya dilapisi dengan nikel atau krom. Alat – alat
laboratorium dari logam merupakan penghantar panas yang baik, tidak mudah rusak dan
juga mudah dibersikan. Berbeda dengan alat – alat dari logam, alat – alat laboratorium
dari kayu bukan merupakan penghantar panas yang baik, sehingga aman digunakan.
Namun penggunaan yang tidak sesuai dapat menyebabkan alat – alat laboratorium dari
kayu ini mudah rusak.

2.2 Peralatan laboratorium


Berikut ini alat – alat yang digunakan di dalam laboratorium :
2.2.1 Peralatan dari bahan dasar kaca
1. Tabung reaksi (test tube)

Tabung reaksi tersedia berbagai ukuran yang besarnya ditentukan berdasarkan


ukuran diameter. Berbagai macam ukuran tabung reaksi adalah (10 x 75; 12 x 100; 16 x
150; 24 x 150) mm. Tabung reaksi berfungsi sebagai tempat mereaksikan dua atau lebih
larutan / bahan kimia dan sebagai tempat pengembang- biakanan mikroba, misalnya pada
pengujian penentuan jumlah bakteri. Tabung reaksi dalam penggunaannya biasanya
dibantu dengan penjepit kayu untuk memudahkan pemanasan bahan yang direaksikan
dan untuk menghindari bahaya yang ditimbulkan dari reaksi tersebut. Cara
menggunakannya yaitu dibersihkan terlebih dahulu lalu dikalibrasi dengan aqua DM
setelah itu dilap dengan lap atau kertas isap. Kemudian sampel yang akan direaksikan
dimasukkan ke dalam tabung reaksi.

2. Gelas kimia /gelas beker (beaker)


Gelas kimia atau sering disebut gelas piala adalah sebuah alat dengan benruk silinder
dan alas yang datar. Gelas kimia tersedia dalam berbagai ukuran diantaranya: 50 ml,
100 ml, 250 ml, 500 ml, 1000 ml, dan 2000 ml. Sebagian besar pembuatan alat ini
biasanya menggunakan bahan borosilikat atau plastik.

Gelas piala atau gelas beker berfungsi sebagai wadah untuk melarutkan suatu zat
atau bahan kimia, untuk menampung zat kimia yang bersifat korosif, dan sebagai
wadah untuk mencampur dan memanaskan cairan. Untuk mencegah kontaminasi atau
hilangnya cairan dapat digunakan gelas arloji sebagai penutup. Cara menggunakan
gelas kimia yaitu dibersihkan, dikalibrasi, lalu dikeringkan dengan lap. Dituangkan
larutan di dalamnya.

3. Erlenmeyer

Erlenmeyer adalah salah satu alat laboratorium berupa gelas yang diameternya
semakin ke atas semakin kecil dengan skala sepanjang dindingnya. Erlenmeyer
berfungsi untuk menyimpan dan memanaskan larutan, menampung filtrate hasil
penyaringan, dan menampung titran ( larutan yang dititrasi) pada proses filtrasi. Alat ini
juga berguna dalam mikrobiologi, yaitu digunakan untuk proses pembiakan mikroba.
Erlenmeyer tersedia dalam berbagai ukuran diantaranya adalah : (25, 50, 100, 200, 250,
300, 500, 1000, 2000, 3000, 5000) ml. Cara menggunakannya dalam proses titrasi yaitu
dibersihkan, dikalibrasi, lalu dikeringkan dengan lap. Kemudian suatu larutan
dimasukkan lalu dititrasi, selanjutnya digoyangkan labu erlenmeyernya.

4. Erlenmeyer berlengan / Erlenmeyer Buchner

Alat ini berupa gelas yang diameternya semakin ke atas semakin mengecil, ada
lubang kecil yang dapat dihubungkan dengan selang ke pompa vakum. Terbuat dari
kaca tebal yang dapat menahan tekanan sampai 5 atm. Ukurannya mulai dari 100 mL
hingga 2 L. Dipakai untuk menampung cairan hasil filtrasi. Cara menggunakannya
diawali dengan memasang corong Buchner di leher labu, lalu pasang selang yang
tersambung ke pompa vakum pada bagian yang menonjol

5. Gelas ukur

Gelas ukur mempunyai bentuk seperti pipa yang mempunyai kaki atau dudukan
sehingga dapat ditegakkan. Pada bibir atas terdapat bibir tuang untuk memudahkan
dalam menuang larutan atau cairan. Gelas ukur terbuat dari gelas, tetapi tersedia juga
yang terbuat dari plastik tahan bahan kimia. Pada badannya terdapat skala dan di bagian
atas terdapat tulisan yang menyatakan kapasitas gelas ukur tersebut. Alat ini digunakan
untuk mengukur suatu larutan dengan volume tertentu yang tidak memerlukan
ketelitian tingkat tinggi. Cara menggunakannya yaitu dibersihkan terlebih dahulu gelas
ukur lalu dikalibrasi setelah itu lap dengan kain lap atau kertas isap. Kemudian sampel
yang akan direaksikan dimasukkan ke dalam tabung reaksi.

6. Labu ukur (volumetric flask)

Labu Takar berfungsi untuk menyiapkan larutan dalam kimia analitik yang
konsentrasi dan jumlahnya diketahui dengan pasti dengan keakuratan yang sangat
tinggi. Selain itu labu takar sering pula digunakan dalam pengenceran larutan. Alat ini
sangat cocok digunakan untuk mengukur sesuatu dengan keakuratan yang tinggi karena
di bagian leher terdapat lingkaran graduasi, volume, toleransi, suhu kalibrasi dan kelas
gelas. Pada lehernya juga terdapat tanda batas yang menunjukkan volume sebagaimana
tertera pada badan labu takar. Biasanya berwarna transparan, tetapi ada juga yang
berwarna gelap. Cara menggunakan labu takar untuk pengenceran yaitu dicuci,
dikalibrasi, lalu dibersihkan dengan kain lap. Kemudian dimasukkan larutan yang akan
diencerkan atau masukkan zat dengan bantuan kertas isap, agar zat tidak menempel
pada dinding diatas batas atas, selanjutnya dimasukkan aquadest untuk melarutkannya,
lalu ditutup dan dihomogenkan.

7. Pipet ukur

Pipet ukur adalah alat laboratorium yang biasa digunakan untuk memindahkan
suatu volume cairan terukur. Penggunaan pipet biasanya digunakan dalam penelitian uji
biologi, kimia analitik dan juga kedokteran. Pipet dibuat dalam berbagai jenis dengan
tujuan yang berbeda – beda dari setiap bentuk dan jenisnya dengan tingkat ketepatan
dan ketelitian yang tentu berbeda – beda pula.

8. Pipet tetes

Pipet tetes adalah jenis pipet dengan bentuk berupa pipa kecil yang terbuat dari
kaca atau plastik dengan ujung bawah yang meruncing serta bentuk ujung atasnya
ditutupi oleh karet yang berguna untuk mengambil cairan dalam jumlah tetesan kecil
atau setetes demi setetes.
9. Pipet volume (volumetric)

Pipet volume atau pipet gondok adalah salah satu alat ukur kuantitatif dengan tingkat
keteitian tinggi, ditandai dengan bentuknya yang ramping pada penunjuk volume dan
hanya ada satu ukuran volume. Pipet volume digunakan unyuk memindahkan cairan
dari satu wadah ke wadah yang lain, biasanya untuk memindahkan larutan baku primer
atau sampel pada proses titrasi. Pipet volume tersedia dalam berbagai ukuran : 1 ml, 2
ml, 5 ml, 10 ml, 25 ml dan 50 ml.

10. Batang pengaduk


Batang pengaduk merupakan sebuah peralatan laboratorium yang biasa digunakan
untuk mencampur bahan kimia dengan cairan untuk keperluan penelitan laboratorium.
Biasanya terbuat dari kaca pejal, ukurannya hampir sama dengan sedotan minum,
hanya saja sedikit lebih panjang dan ujungnya membulat. Seperti kebanyakan
peralatan gelas laboratorium lainnya, batang pengaduk terbuat dari bahan borosilikat
(umum dikenal sebagai pyrex).
11. Kondenser

Kondensor adalah sebuah peralatan laboratorium yang mempunyai fungsi untuk


mendinginkan cairam panas atau uap. Selain mendinginkan cairan, alat ini dapat
difungsikan untuk mengembunkan uap. Bentuknya terdiri dari tabung dengan bentuk
spiral dalam sebuah tabung. Bukan hanya satu jenis saja, kondensor memiliki banyak
bentuk atau jenis yang dan diantaranya adalah kondensor graham dan kondensor
dimroth.
12. Kaca arloji

Terbuat dari kaca bening dan memiliki berbagai ukuran. Berfungsi sebagai penutup
gelas kimia saat memanaskan sampel, tempat saat menimbang bahan kimia, dan tempat
untuk mengeringkan padatan dalam desikator. Cara menggunakannya yaitu dibersihkan
terlebih dahulu dengan tissue atau lap, kemudian letakkan di atas gelas kimia jika akan
digunakan sebagai tutup gelas kimia, atau letakkan bahan kimia yang akan ditimbang di
atas kaca arloji tersebut.

13. Corong gelas

Corong dibagi menjadi dua jenis yakni corong yang menggunakan karet atau plastik
dan corong yang menggunakan gelas (kaca) tahan panas. Corong digunakan untuk
memasukan atau memindah larutan dari satu tempat ke tempat lain dan digunakan pula
untuk proses penyaringan setelah diberi kertas saring pada bagian atas. Cara penggunaan
corong untuk menyaring adalah letakkan corong di atas mulut erlenmeyer atau buret, lalu
masukkan zat kimia atau cairan perlahan lahan ke dalam mulut corong.

14. Buret

Buret berupa tabung kaca yang memiliki bentuk silinder memenjang dengan skala
pada sisi luarnya dan kran pada sisi bawahnya. Buret digunakan untuk titrasi tetapi
pada keadaan tertentu dapat pula digunakan untuk mengukur volume suatu larutan.
Cara menggunakannya yaitu dibersihkan, dikalibrasi, lalu dikeringkan dengan batang
pengaduk yang ditutupi dengan kertas isap. Periksa keadaan kerannya dan tetesannya
apakah bocor atau tidak, selanjutnya dikalibrasi dengan larutan yang akan dimasukkan
ke dalam buret, buka keran perlahan untuk mengeluarkan larutannya.

15. Corong pisah


Corong pemisah mempunyai bentuk kerucut yang dititupi setengah bola. Alat ini
mempunyai semacam penyumbat diatasnya dan keran dibawahnya. Corong pemisah
yang biasa digunakan dalam laboratorium terbuat dari kaca borosilikat dan kerannya
terbuat dari kaca atau teflon. Ukuran dari corong bermacam – macam antara 50 mL
samapai 3 L . fungsi corong pisah adalah untuk melakukan ekstraksi cair agar dapat
memisahkan komponen – komponen dalam sebuah campuran.

16. Termometer

Termometer terbuat dari kaca yang tahan panas. Termometer adalah alat untuk
mengukur suhu ataupun perubahan suhu. Termometer terdapat berbagai jenis dan
satuan derajat yang berbeda, misalnya termometer Celcius,Reamur, Fahrenheit dan
Kelvin.

17. penganduk
Merupakan akat berbahan dasar kaca. Penganduk berfungsi untuk mengocok atau
mengaduk suatu zat baik akan direaksikan mapun ketika reaksi sementara
berlangsung.

18. Pemanas spiritus

Terbuat dari kaca tahan panas. Pemanas spiritus berfungsi untuk membakar zat atau
memanaskan larutan. Cara penggunaanya yaitu meletakan pemanas spiritus di bawah
kaki tiga lalu dialas dengan kawat besi kemudian diletakan zat yang akan dipanaskan di
atas kawat besi tersebut.

19. Botol Pereaksi (Reagent Bottles)

Botol pereaksi terbuat dari boroksilikat, atau gelas soda, ada yang jernih-transparan
dan amber. Botol mempunyai mulut atau leher lebar dan normal dengan kapasitas 50 –
10.000 mL dilengkapi dengan tutup yang terbuat dari kaca asah. Fungsi : menyimpan
larutan, khusus untuk penyimpanan asam yang berasap botol dilengkapi dengan penutup
bahan atau kap asam. Khusus untuk larutan asam, botol pereaksi diletakkan pada lemari
asam dan tutup botol dipasang agar larutan tidak bercampur dengan udara.
20. Botol Penetes (Dropping Bottles)

Terbuat dari gelas boroksilikat , ada yang jernih-transparan dan amber. Kapasitas 30 –
250 mL dilengkapi dengan tutup yang mempunyai tempat mengalirkan cairan /
meneteskan cairan atau tutup yang dilengkapi dengan pipet.

Terbuat dari gelas boroksilikat , ada yang jernih-transparan dan amber. Kapasitas 30 –
250 mL dilengkapi dengan tutup yang mempunyai tempat mengalirkan cairan/
meneteskan cairan atau tutup yang dilengkapi dengan pipet. Prinsip Kerja : menyimpan
dan meneteskan cairan. Fungsi : digunakan untuk menyimpan cairan indikator, cairan
pewarnaan dan sebagainya. K3 : saat mengangkat pipet dalam botol, harus hati – hati
jika tidak maka cairan akan berceceran.

21. Botol Timbang (Wlighting Bottles)

Botol timbang terbuat dari jenis gelas boroksilikat, dilengkapi dengan tutup asah.
Botol timbang mempunyai tipe bentuk tinggi dan pendek. Kapasitas botol timbang mulai
15 – 80 mL. Fungsi : digunakan di dalam menentukan kadar air suatu bahan, selain itu
digunakan untuk menyimpan bahan yang akan ditimbang terutama untuk bahan cair.

22. Labu iodium (Iodium Determination Flask)


Labu iodium atau disebut juga sebagai labu iod merupakan salah satu alat gelas
laboratorium yang terbuat dari kuarsa/silikat oksida, boron oksida, aluminium oksida
dan natrium oksida. Labu iodium mirip labu Erlenmeyer bertutup asah dan pada mulut
labu dilengkapi oleh suatu piringan kaca yang digunakan untuk menempatkan
cairan/larutan atau air yang berguna untuk mengikat uap iodium hasil reaksi. Labu
iodium mempunyai kapasitas ukuran 100 sampai 500. Prinsip Kerja : memasukkan
sampel dalam labu iodium dan tutup dengan rapat, jangan sampai ada gelembung udara
di dalamnya. Fungsi : adapun kegunaan labu iodium adalah untuk mereaksikan zat
yang biasanya menghasilkan iodium. K3 : Pecahnya labu yang dapat diatasi dengan
mengganti yang baru, retaknya labu yang dapat diperbaiki dengan lem, Apabila tutup
labu kurang rapat ketika sedang digunakan dalam mereaksikan, maka aroma iodium
yang menyenngat akan terhirup dan akan mengganggu kerja sehingga tutp labu harus
ditutup rapat.

23. Labu Kjeldahl (Kjeldahl Flasks)

Terbuat dari gelas boroksilikat, dengan kapasitas 50 – 1000 mL. Prinsip Kerja : posisi
labu harus miring dengan mulut menyandar pada penampung uap asam. Fungsi :
digunakan untuk destruksi atau digesti protein dan dapat pula digunakan sebagai labu
destilasi pada hasil destruksi protein. K3 : saat memasangkan labu pada mulut
penampung uap harus rapat agar uap asam tidak menyebar saat melakukan proses
destruksi.

24. Desikator

Desikator berupa panci bersusun dua yang bagian bawahnya diisi bahan pengering,
bahan pengering yang biasa digunakan adalah silika gel dengan penutup yang sulit
dilepas dalam keadaan dingin karena dilapisi vaseline.

Desikator berupa panci bersusun dua yang bagian bawahnya diisi bahan pengering,
bahan pengering yang biasa digunakan adalah silika gel dengan penutup yang sulit
dilepas dalam keadaan dingin karena dilapisi vaseline. Ada 2 macam desikator :
desikator biasa dan vakum. Desikator vakum pada bagian tutupnya ada katup yang
bisa dibuka tutup, yang dihubungkan dengan selang ke pompa. Fungsi dari desikator
adalah untuk menyimpan bahan sebelum dilakukan penimbangan, sehingga bahan
tetap dalam kondisi kering.

2.2.2 Peralatan dari bahan dasar plastik dan kertas

1. Hot hands

Hot hands berfungsi untuk memegang peralatan gelas yang masih dalam kondisi
panas. Cara menggunakan yaitu dengan memasukan jari jempol ke dalam salah satu
bagian hot hands yang terbuka dan jari lainya di bagian hot hands yang lain.
2. Gelas ukur plastik

Gelas ukur mempunyai bentuk seperti pipa yang mempunyai kaki atau dudukan
sehingga dapat ditegakkan. Pada bibir atas terdapat bibir tuang untuk memudahkan
dalam menuang larutan atau cairan. Gelas ukur terbuat dari gelas, tetapi tersedia juga
yang terbuat dari plastik tahan bahan kimia. Pada badannya terdapat skala dan di bagian
atas terdapat tulisan yang menyatakan kapasitas gelas ukur tersebut. Alat ini digunakan
untuk mengukur suatu larutan dengan volume tertentu yang tidak memerlukan ketelitian
tingkat tinggi. Cara menggunakannya yaitu dibersihkan terlebih dahulu gelas ukur lalu
dikalibrasi setelah itu lap dengan kain lap atau kertas isap. Kemudian sampel yang akan
direaksikan dimasukkan ke dalam tabung reaksi.

3. Spatula plastik

Spatula berfungsi untuk mengambil bahan-bahan kimia dalam bentuk padatan,


misalnya dalam bentuk kristal. Untuk zat-zat yang bereaksi dengan logam digunakan
spatula plastik sedangkan zat-zat yang tidak bereaksi dengan dengan logam
4. Pipet tetes plastik

Pipet tetes plastik adalah jenis pipet dengan bentuk berupa pipa kecil yang terbuat
dari plastik dengan ujung bawah yang semakin kecil serta bentuk ujung atas yang
kembung yang berguna untuk mengambil cairan dalam jumlah tetesan kecil atau setetes
demi setetes. Pipet tetes plastik tidak dianjurkan digunakan untuk mengambil bahan
kimia yang bersifat asam kuat atau bahan kimia yang berbahaya.

5. Erlenmeyer plastik

Erlenmeyer adalah salah satu alat laboratorium seoerti gelas yang diameternya
semakin ke atas semakin kecil dengan skala sepanjang dindingnya. Erlenmeyer plastik
berfungsi untuk menyimpan dan menampung filtrate hasil penyaringan, dan
menampung titran ( larutan yang dititrasi) pada proses filtrasi. Alat ini juga berguna
dalam mikrobiologi, yaitu digunakan untuk proses pembiakan mikroba. Erlenmeyer
tersedia dalam berbagai ukuran diantaranya adalah : (25, 50, 100, 200, 250, 300, 500,
1000, 2000, 3000, 5000) ml. Cara menggunakannya dalam proses titrasi yaitu
dibersihkan, dikalibrasi, lalu dikeringkan dengan lap. Kemudian suatu larutan
dimasukkan lalu dititrasi, selanjutnya digoyangkan labu erlenmeyernya. Erlenmeyer
plastik sangat tidak dianjurkan untuk memanaskan larutan.

6. Botol semprot

Botol semprot atau juga sering disebut botol pencuci adalah berupa botol tinggi
bertutup yang terbuat dari plastik. Jadi anda tidak perlu takut menggunakannya karena
tidak terbuat dari gelas dan akan terhindar dari pecah atau retak. Prinsip Kerja : menekan
badan botol sampai airnya keluar. Botol semprot berfungsi sebagai tempat menyimpan
aquades juga digunakan untuk membersikan dinding bejana dan sisa-sisa endapan,
mengeluarkan air atau cairan dalam jumlah terbatas, untuk membilas peralatan kimia lain
atau proses pengenceran dalam suatu wadah misal labu ukur, erlenmeyer,dsb.

7. Kacamata pengaman
Kacamata pengaman berbahan dasar plastik dengan karet sebagai penyangga agar
kacamata tidak jatuh saat digunakan. Kacamata ini digunakan untuk melindungi mata
dari bahan yang menyebabkan iritasi. Dan melindungi dari percikan api, uap logam,
serbuk debu, kabut dan zat-zat kimia yang meletup ketika dilakukan pemanasan,
misalnya H2SO4.

8. Torsa

Alat ini biasa ditemukan di laboratorium biologi digunakan sebagai media pada
waktu melakukan kegiatan belajar mengajar, dengan demikian siswa akan memahami
anatomi menjadi lebih baik dan bukan gambaran yang abstrak.

9. Mikropipet

Mikropipet digunkan untuk memipet cairan berukuran kurang lebih atau sama
dengan ukuran 1000 ul (1 ml)

11. Penjepit buret

Penjepit buret ini terbuat dari bahan plastik yang berfungsi untuk menjepit buret pada
statif saat hendak dilakukan proses titrasi.
12. Gelas kimia /gelas beker (beaker)

Gelas kimia atau sering disebut gelas piala adalah sebuah alat dengan benruk silinder
dan alas yang datar. Gelas kimia tersedia dalam berbagai ukuran diantaranya: 50 ml, 100
ml, 250 ml, 500 ml, 1000 ml, dan 2000 ml. Sebagian besar pembuatan alat ini biasanya
menggunakan bahan borosilikat atau plastik. Gelas piala atau gelas beker berfungsi
sebagai wadah untuk melarutkan suatu zat atau bahan kimia, tidak dianjurkan untuk
menaruh bahan kimia yang bersifat korosif. Untuk mencegah kontaminasi atau hilangnya
cairan dapat digunakan gelas arloji sebagai penutup. Cara menggunakan gelas kimia
yaitu dibersihkan, dikalibrasi, lalu dikeringkan dengan lap. Dituangkan larutan di
dalamnya.

13. Lampu senter

Alat lampu senter ini adalah alat yang terbuat dari bahan plastik. Untuk menyalakan
lampu senter maka dibutuhkan energi yang berasal dari baterai atau daya listrik dan
fungsinya untuk menyelidiki beberapa campuran yang bersifat suspensi.
14. Corong plastik

Terbuat dari jenis plastik. Corong mempunyai garis tengah 35 – 300 mm dan ada yang
mempunyai tangkai corong panjang, sedang dan pendek. Berfungsi untuk memasukkan
cairan dalam suatu wadah dengan ukuran mulut kecil dan digunakan untuk menyaring zat
cair atau sampel padat. Saat menuangkan larutan, corong sebaiknya tidak bersentuhan
dengan mulut wadah usahakan menjauh sedikit.

15. Indikator universal

Indikator universal befungsi untuk identifikasi keasamaan larutan atau zat.


Caranya: setelah kertas indikator universal dicelupkan kedalam larutan yang akan
diidentifikasi keasamanya, lalu di cocokan warna yang ada pada kotak kertas universal

16. Kertas saring


Kertas saring biasa digunakan untuk menyaring zat atau sampel. Tujuan utama
penyaringan sampel lingkungan, khususnya media cair adalah untuk memisahkan zat
padat terlarut dan zat padat tersuspensi. Zat padat terlarut merupakan zat padat yang
dapat melewati kertas saring berpori dengan ukuran tertentu, sedangkan zat padat
tersuspensi merupakan zat padat yang tertahan pada kertas saring tersebut. Kertas saring
mempunyai ukuruan pori yang berbeda-beda, tetapi pada umumnya ukuran standar pori
yang sering digunakan adalah 0.45 μm. Karena kertas saring terdapat dalam berbagai
ukuran pori, maka pemilihan kertas saring harus disesuaikan dengan jenis parameter
yang akan diuji.

2.2.3 Peralatan dari bahan dasar porselen

1. Krus (Crucible)

Krus dapat dipanaskan hingga suhu tinggi dalam tanur (Muffle Furnance) 1900o. Krus
mempunyai kapasitas 2 – 250 mL. Mempunyai bentuk tinggi atau pendek , krus
dilengkapi denan tutup. Krus jenis ini terbuat bahan Porselin. Prinsip Kerja : praktikum
analisis laboratorium sehari – hari untuk pengabuan zat pada analisis gravimetri. Fungsi :
umumnya digunakan untuk membakar / mengarangkan / mengabungkan zat pada analisis
gravimetri. K3 : Sebelum digunakan, krus di cuci dan di rendam dengan asam pencuci,
Untuk mengambil, memasukkan, memindahkan krus dari tanur menggunakan tang krus
tangkai panjang dan pendek.

2. Cawan Porselin (Dishes Porcelin)

Cawan porselin mempunyai kapasitas 4 – 2900 mL. Sebagian cawan petri tidak tahan
pada suhu di atas 300o.

Fungsi cawan porselen : untuk menguapkan cairan pada suhu yang tidak terlalu tinggi
(oven, di atas tangas air, uap, pasir dan sebagainya). K3 : memperhatikan suhu saat
menguapkan cairan.

3. Lumpung dan Alu

Terbuat dari porselen, lumpung berfungsi sebagai wadah untuk meletakan padatan
yang akan dihancurkan atau dicampurkan sedangkan alu berfungsi untuk
menghancurkan dan mencampurkan padatan.

4. Plat Tetes

5. Segitiga porselen
6. Cawan Krus

2.2.3 Peralatan dari bahan dasar logam

1. Spatula besi

Berupa sendok panjang dengan ujung atasnya datar, terbuat dari stainless steel
atau alumunium berfungsi untuk mengambil bahan kimia yang berbentuk padatan dan
dipakai untuk mengaduk larutan. Ambil bahan atau zat yang berupa padatan dengan
spatula, kemudian letakkan di tempat menyimpan bahan seperti kaca arloji.

2. Kaki Tiga

Kaki tiga adalah alat berupa besi penyangga ring berfungsi untuk menahan kawat
kasa dalam pemanasan. Cara menggunakannya yaitu diletakkan di antara Bunsen dan
kawat kasa.

3. Kawat kasa

Kawat kasa merupakn alat berbahan dasar logam. Alat ini berfungsi sebagai alas
atau untuk menahan labu atau beaker pada waktu pemanasan menggunakan pemanas
spiritus atau pemanas bunsen. Cara penggunaan kawat kasa adalah meletakkan kawat
kasa di atas pembakar bunsen dengan disangga kaki tiga. Lalu diletakkan alat gelas
yang berisi larutan yang akan dipanaskan.

4. Klem dan statif

Merupakan alat berbahan dasar besi, berfungsi sebagai penjepit misalnya: Untuk
menjepit soklet pada proses ekstraksi, Menjepit buret dalam proses titrasi,untuk menjepit
kondensor pada proses destilasi.
5. Pinset
6. Penjepit tabung reaksi
7. Pembakar bunsen
8. Ring
9. Tang gelas kimia

10. Mikroskop
Mikroskop adalah alat yang bisa kita pakai untuk melihat, atau mengenali benda-
benda renik yang terlihat sangat kecil menjadi lebih besar dari aslinya, sehingga kita
bisa meng-identifikasi benda tersebut dengan lebih tepat. Banyak sekali jenis
mikroskop yang ada sekarang ini, mulai dari yang paling sederhana sampai pada
mikroskop elektron yaiut sebuah mikroskop yang mampu untuk melakukan
pembesaran objek sampai 2 juta kali, yang menggunakan elektro statis dan elektro
magnetis untuk mengontrol pencahayaan dan tampilan gambar serta memiliki
kemampuan pembesaran objek serta resolusi yang jauh lebih bagus daripada
mikroskop cahaya.

2.2.4 Peralatan dari bahan dasar kayu

1. Rak tabung reaksi

Rak tabung reaksi merupakan alat dengan bahan dasar kayu dengan lubang –
lubang yang mempunyai ukuran yang sama dengan tabung reaksi, biasanya digunakan
pada saat melakukan percobaan yang membutuhkan banyak tabung reaksi. Rak tabung
reaksi berfungsi untuk menyimpan tabung reaksi yang sedang digunakan agar zat yang
sedang direaksikan tidak jatuh atau tumpah.

2. Penjepit tabung reaksi

1.3 Perawatan Alat – alat Laboratorium

1.3.1 Pengertian perawatan

Perawatan adalah kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan,


mempertahankan, dan mengembalikan peralatan dalam kondisi yang baik dan siap
pakai. Dalam kaitannya dengan perawatan peralatan laboratorium, perawatan
dimaksudkan sebagai usaha preventif atau pencegahan agar peralatan tidak rusak atau
tetap terjaga dalam kondisi baik dan siap beroperasi. Disamping itu perawatan juga
dimaksudkan sebagai upaya untuk menyetel atau memperbaiki kembali peralatan
laboratorium yang sudah terlanjur rusak atau kurang layak sehingga siap digunakan
untuk kegiatan praktikum di laboratorium.
1.3.2 Jenis Perawatan
Perawatan dapat dibedakan antara perawatan terencana dan perawatan tidak
terencana.
a. Perawatan Terencana
Perawatan terencana adalah jenis perawatan yang diprogramkan, diorganisir,
dijadwal, dianggarkan, dan dilaksanakan sesuai dengan rencana, serta dilakukan
monitoring dan evaluasi. Perawatan terencana dibedakan menjadi dua, yakni:
perawatan terencana yang bersifat pencegahan atau perawatan preventif, dan perawatan
terencana yang bersifat korektif.
 Perawatan Preventif
Perawatan preventif merupakan perawatan yang bersifat pencegahan, adalah sistem
perawatan peralatan laboratorium yang secara sadar dilakukan melalui tahapan
perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta monitoring dengan tujuan untuk
mencegah terjadinya gangguan kemacetan atau kerusakan peralatan laboratorium.
 Perawatan Korektif
Perawatan korektif merupakan perawatan yang bersifat koreksi, yakni sistem
perawatan peralatan laboratorium yang secara sadar dilakukan melalui tahapan
perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta monitoring dengan tujuan untuk
mengembalikan peralatan laboratorium pada kondisi standar, sehingga dapat
berfungsi normal.

b. Perawatan tidak terencana


Perawatan tidak terencana adalah jenis perawatan yang bersifat perbaikan
terhadap kerusakan yang tidak diperkirakan sebelumnya. Pekerjaan perawatan ini
tidak direncanakan, dan tidak dijadwalkan. Umumnya tingkat kerusakan yang terjadi
adalah pada tingkat kerusakan berat. Karena tidak direncanakan sebelumnya, maka
juga disebut perawatan darurat.

1.3.3 Cara perawatan peralatan di Laboratorium


BAB III

PENUTUP
1. Kesimpulan
Alat – alat laboratorium merupakan benda yang digunakan dalam kegiatan di
laboratorium yang dapat dipergunakan berulang–ulang. Alat – alat laboratorium yang
digunakan secara tidak langsung di dalam praktikum merupakan alat bantu laboratorium.
Berikut ini alat – alat yang digunakan di dalam laboratorium : tabung reaksi, gelas
kima, erlenmeyer, erlenmeyer berlengan, gelas ukur, labu ukur, pipet ukur, pipet tetes, pipet
volume, batang penganduk, spatula, kondeensor, kaca arlolji, corong gelas, buret, corong
pisah, kaki tiga, kawat kasa, tabung sentifuse, desikator, kertas saring, kacamata pengaman,
klem dan statif, pengaduk, indikator universal, mortar.
Perawatan alat – alat laboratorium adalah kegiatan yang dilakukan untuk
meningkatkan, mempertahankan, dan mengembalikan peralatan dalam kondisi yang baik dan
siap pakai.
DAFTAR PUSTAKA

http://guruiler.wordpress.com/2009/06/10/alat-alat-lab-ipa/ di askes pada tanggal 06


maret 2017.
http://labkd.blog.ugm.ac.id/2008/11/25/pengenalan-alat-gelas/ di askes pada tanggal
06 maret 2017.