Anda di halaman 1dari 12

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

NUTRISI KURANG DARI KEBUTUHAN TUBUH

OLEH:
KELOMPOK 18

1. Diah Novalia Saputra 201803083


2. Putri Wahyuningsih 201803084
3. Nur Zannah 201803026
4. Eva Dwi Ardiyanti 201803027
5. Ruchus Adhi Pradana 201803106

STIKES BINA SEHAT PPNI MOJOKERTO


PRODI PROFESI NERS
2018
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok bahasan : Masalah Sistem Pencernaan


Sub. Pokok bahasan : Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
Tempat :
Sasaran :
Hari / Tanggal :, 2018
Waktu : .00 s/d .00
Metode : Ceramah, Diskusi, Tanya Jawab
Media : Leaflet
Materi : Terlampir

A. Tujuan Instruksional umum (TIU)


Setelah mengikuti penyuluhan selama 30 menit diharapkan para peserta
penyuluhan mampu memahami dan mengetahui tentang nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh..

B. Tujuan instruksional khusus (TIK)


Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan para peserta penyuluhan
mampu:
1. Menjelaskan tentang nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
2. Menjelaskan tentang tanda dan gejala nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
3. Menjelaskan tentang faktor yang berhubungan dengan nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh
4. Menjelaskan tentang penatalaksanaan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

C. Materi penyuluhan
1. Pengertian nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
2. Tanda dan Gejala nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
3. Faktor yang berhubungan dengan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
4. Penatalaksanaan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

1
D. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. Diskusi

E. Media
1. Leaflet
F. Pengorganisasian
Moderator :
Penyaji :
Fasilitator :
Observer :

G. Setting Tempat

1 Keterangan gambar:
1. Penyaji
3 5 2. Peserta
3. Moderator
2 4. Fasilitator
5. Observer
4 4

2
H. Proses kegiatan Penyuluhan
KEGIATAN
NO TAHAPAN WAKTU
MAHASISWA SISWA
1 Perkenalan dan 5  Memberi salam  Menjawab salam
pembukaan Menit  Memperkenalkan diri  Mendengarkan
 Menjelaskan tema yang  Menyimak
akan di sampaikan
2 Inti 15 Menjelaskan Materi  Mendengarkan
Menit Penyuluhan :  Menyimak
a. Pengertian  Memperhatikan
b. Tanda dan Gejala
c. Faktor yang
berhubungan
d. Penatalksanaan

3 Penutup 10  Tanya jawab  Bertanya


Menit  Menyimpulkan  Menyimak
 Evaluasi  Menjawab
 Memberi Salam

I. Evaluasi
1. Evaluasi Struktural
a. Persiapan Media:
Media yang digunakan dalam penyuluhan semua lengkap dan dapat
digunakan dalam penyuluhan yaitu : leaflet.
b. Persiapan Materi
Materi disiapkan dalam bentuk makalah dan dibuatkan leaflet dengan
ringkas, menarik, lengkap mudah di mengerti oleh peserta penyuluhan.

c. Persiapan Peserta
3
Penyuluhan mengenai nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh. Peserta
telah diinformasikan sebelum dilaksanakan penyuluhan.
2. Evaluasi Kegiatan Penyuluhan
Menilai langkah – langkah yang telah dijadwalkan dalam perencanaan
3. Evaluasi Hasil Kegiatan
Evaluasi perubahan pengetahuan yang dilakukan secara langsung setelah
pemberian penyuluhan, dengan memberikan pertanyaan sebagai berikut:
a. Cara : Lisan
b. Jenis : Pertanyaan terbuka
c. Waktu : Setelah penyuluhan
d. Soal :
 Coba jelaskan pengertian nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
menurut saudara – saudara?
 Menurut saudara – saudara apa saja tanda dan gejala dari penyakit
nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh yang adik adik ketahui?
 Menurut saudara – saudara akibat dari nutrisi kurang dari kebutuhan
tubuh?

4
MATERI PENYULUHAN
NUTRISI KURANG DARI KEBUTUHAN TUBUH

A. Pengertian Nutrisi Kurang Dari Kebutuhan Tubuh


Suatu keadaan dimana individu yang tidak mengalami puasa atau yang
berisiko mengalami penurunan berat badan yang berhubungan dengan masukan
yang tidak adekuat atau metabolisme nutrien yang tidak adekuat untuk
kebutuhan metabolik (Carpenito, Lynda Juall & Moyet., 2013).

C. Tanda & Gejala Nutrisi Kurang Dari Kebutuhan Tubuh


1. Mayor
a. Melaporkan ketidakadekuatan masukan makanan kurang dari masukan
makanan yang dianjurkan dengan atau tanpa penurunan berat badan
b. Kebutuhan-kebutuhan metabolik aktual atau risiko dalam masukan
nutrisi yang berlebihan. (Carpenito, Moyet & Lynda, Juall., 2013).
2. Minor
a. Berat badan 10%-20% atau lebih dibawah berat badan ideal untuk
tinggi badan
b. Lipatan kulit trisep, lingkar lengan tengah kurang dari 60% standar
pengukuran
c. Kelemahan otot dan nyeri tekan
d. Peka rangsang mental dan kekacauan mental
e. Penurunan albumun serum (Carpenito, Moyet & Lynda, Juall., 2013).

D. Faktor Yang Berhubungan


Patofisiologi:
1. Berhubungan dengan peningkatan kebutuhan kalori dan kesulitan dalam
mencerna kalori yang mencukupi
a. Luka bakar
b. Infeksi
c. Ketergantungan
bahan-bahan kimia

5
d. Kanker
e. Trauma
2. Berhubungan dengan disfagia
a. Cedera
serebrovaskular
b. Sklerosis amiotrofik
lateral
c. Serebral palsi
d. Parkinson’s
e. Kelainan
neurovaskuler
f. Distrofi otot
3. Berhubungan dengan penurunan penyerapan nutrien
a. Penyakit Crohn’s
b. Fibrosis kistik
c. Intoleransi laktosa
4. Berhubungan dengan penurunan keinginan untuk makan
a. Pernurunan tingkat
kesadaran
5. Berhubungan dengan muntah yang dirangsang sendiri, menolak untuk
makan
a. Anoreksia nervosa
6. Berhubungan dengan keengganan untuk makan karena takut akan
keracunan
a. Perilaku paranoid
7. Berhubungan dengan anoreksia, agitasi fisik berlebihan
a. Kelainan bipolar
8. Berhubungan dengan anoreksia dan diare
a. Infeksi protozoa
9. Berhubungan dengan muntah, anoreksia, kerusakan pencernaan
a. Pankreatitis

6
10. Berhubungan dengan
anoreksia, kerusakan metabolisme lemak dan protein, dan kerusakan
penyimpanan vitamin
a. Sirosis
b. Tindakan

Treatment Related:
1. Berhubungan dengan peningkatan kebutuhan protein dan vitamin untuk
penyembuhan luka
a. Pembedahan
b. Medikasi
c. Rekonstruksi bedah
mulut
d. Kawat rahang
e. Terapi radiasi
2. Berhubungan dengan ketidakadekuatan absorpsi sebagai efek dari
a. Kolkisin
b. Piremetamin
c. Antasida
d. Neomisin
e. Asam para-
Aminosalisilat
3. Berhubungan dengan penurunan masukan oral, ketidaknyamanan mulut,
mual, muntah
a. Terapi radiasi
b. Kemoterapi
c. Tonsilektomi
Situasional (Personal, lingkungan)
1. Berhubungan dengan
penurunan keinginan untuk makan:
a. Anoreksia

7
b. Depresi
c. Stres
d. Isolasi sosial
e. Mual dan muntah
f. alergi
2. Berhubungan dengan kurang
pengetahuan tentang nutrisi yang adekuat
3. Berhubungan dengan
ketidakmampuan untuk mengunyah
a. Kerusakan gigi atau
tidak punya gigi
b. Pemasangan gigi
palsu tidak kuat

Maturisional
1. Berhubungan dengan
ketidakadekuatan masukan
a. Kurang stimulasi
emosional/sensori
b. Kurang pengetahuan
tentang pemberi asuhan
2. Berhubungan dengan
malabsorpsi, batasan diet, dan anoreksi
a. Penyakit seliaka
b. Intoleransi laktosa
c. Fibrosis kistik
3. Berhubungan dengan
kesulitan menghisap (bayi) dan disfagia
a. Serebral palsi
b. Bibir sumbing atau
palatum

8
4. Berhubungan dengan
ketidakadekuatan menelan, keletihan, dan dispnea
a. Penyakit jantung
kongenital
b. Prematuritas
(Carpenito, Moyet & Lynda, Juall., 2013).

E. PENATALAKSANAAN
- Tentukan kebutuhan kalori harian yang realistis dan adekuat. Konsulkan
pada ahli gizi.
- Timbang berat badan setiap hari, pantau hasil pemeriksaan laboratorium
- Jelaskan pentingnya nutrisi yang adekuat.
- Ajarkan individu untuk menggunakan penyedap rasa untuk membantu
meningkatkan rasa dan aroma makanan (lemon, mint, cengkeh, kayu manis,
rosemary)
- Beri dorongan individu untuk makan dengan orang lain (makanan disajikan
di ruang keluarga atau kelompok)
- Rencanakan perawatan sehingga prosedur yang tidak menyenangkan atau
menyakitkan tidak dilakukan sebelum makan.
- Berikan kesenangan, suasana yang rileks (tidak terlihat pispot, jangan
ramai)
- Atur rencana perawatan untuk mengurangi atau menghilangkan bau yang
menyebabkan ingin muntah atau prosedur yang dilakukan mendekati waktu
makan.
- Ajarkan atau bantu individu untuk istirahat sebelum makan.
- Ajarkan individu untuk menghindari bau masakan-makan yang digoreng,
kopi yang dimasak-jika mungkin.
- Pertahankan kebersihan mulut sebelum dan sesudah mengunyah.
- Tawarkan makan porsi kecil tapi sering untuk mengurangi perasaan tegang
pada lambung (enam kali perhari dengan makanan kecil)

9
- Atur agar mendapatkan nutrien yang berprotein/kalori sangat tinggi yang
disajikan pada individu saat ingin makan. (mis; jika kemoterapi dilakukan
pagi hari, sajikan makan pada sore hari menjelang makan).
- Instruksikan individu yang mengalami penurunan napsu makan untuk :
 Makan makanan kering saat bangun tidur.
 Makan makanan asin jika tidak ada pantangan.
 Hindari makanan yang terlalu manis, menggemukkan, berminyak.
 Cobalah minuman bening, yang hangat.
 Minum sedikit-sedikit melalui sedotan.
 Makan kapan saja bila dapat ditoleransi.
 Makan dalam porsi kecil rendah lemak dan makan lebih sering.
- Coba suplemen komersial yang tersedia dalam banyak bentuk (bubuk,
pudding, cair)
- Jika individu mengalami kelainan makan (Townsend, 1994)
 Tetapkan tujuan-tujuan masukan bersama klien, dokter, dan ahli gizi.
 Bicarakan tentang keuntungan-keuntungan dari kepatuhan dan
konsekuensi dari ketidakpatuhan.
 Jika masukan makanan yang harus ditolak, ingatkan dokter.
 Duduk temani individu selama makan, batasi waktu makan sampai 30
menit.
 Amati sedikitnya 1 jam sebelum. Temani klien ketika ke kamar mandi.
 Timbang badan klien saat ia bangun dan setelah berkemih pertama.
 Berikan dorongan untuk perbaikan, tetapi jangan fokuskan pembicaraan
pada makanan atau cara makan.
 Sejalan makin membaiknya individu, gali isu-isu tentang citra diri,
timbang kembali, dan awasi.
- Untuk individu yang hiperaktif
 Berikan makanan dan minuman yang tinggi protein, tinggi kalori.
 Tawarkan lebih sering makanan kecil. Hindari makanan yang tidak
mengandung kalori (mis; soda)
 Berjalan-jalan bersama individu saat diberikan makanan kecil.

10
DAFTAR PUSTAKA

Carpenito, Lynda Juall & Moyet. (2013). Nursing Diagnosis Application to


Clinical Practice Ed. 14. Philadelphia: Wolters Kluwers Health

11