Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM PERILAKU HEWAN

PERCOBAAN I
MENGAMATI TINGKAH LAKU HEWAN MENCIT (Mus musculus)

OLEH :

NAMA : NASRUDDIN
NIM : F1D1 15 054
KELOMPOK : III (TIGA)
ASISTEN PEMBIMBING : ELISKA INDASARI

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2017
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Semua organisme memiliki tingkah laku. Tingkah laku merupakan

bentuk respons terhadap kondisi internal dan eksternalnya. Suatu

respondikatakan tingkah laku bila respons tersebut telah berpola, yakni

memberikan respons tertentu yang sama terhadap stimulus tertentu. Tingkah

laku juga dapat diartikan sebagai aktivitas suatu organisme akibat adanya

suatu stimulus. Seringkali suatu tingkah laku hewan terjadi karena pengaruh

genetis (tingkah laku bawaan lahir atau innate behavior), dan karena akibat

proses belajar atau pengalaman yang dapat disebabkan oleh lingkungan.

Dua macam respon tingkah laku adalah innate (nature, alami,

serentak) dan learned (melalui proses belajar), innate respon muncul seketika

secara spontan dan konsisten terhadap suatu rangsangan. Sedangkan learned

respon adalah respon yang muncul dan mengalami perubahan seiring dengan

adanya pengalaman dan hasil belajar dari organisme tersebut, sehingga

respon yang muncul akan lebih tepat dan sesuai sesui dengan rangsangan

yang ada karena sebelumnya ia telah dipicu dengan rangsangan yang sama

dan diberikan berkali-kali.

Mencit (Mus musculus) merupakan hewan yang jinak, lemah, mudah

ditangani, takut cahaya dan aktif pada malam hari. Umumnya mencit sangat

senang berada pada belakang perabotan jika dipelahara atau berkeliaran di

rumah. Mencit yang dipelihara sendiri makannya lebih sedikit dan obotnya

lebih ringan dibanding yang dipelihara bersama-sama dalam satu kandang,


kadang-kadang mempunyai sifat kanibal. Terlebih jika makanan yang

dibutuhkannya telah habis sehingga mereka merasa sangat kelaparan.

Berdasarkan uraian tersebut maka perlu dilakukan praktikum Mengamati

Tingkah Laku Hewan Mencit (Mus musculus).

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah pada praktikum ini yaitu bagaimana tingkah laku

hewan mencit (Mus musculus)?

C. Tujuan Praktikum

Tujuan yang ingin dicapai pada praktikum ini yaitu untuk mengetahui

tingkah laku hewan mencit (Mus musculus).

D. Manfaat Praktikum

Manfaat yang diperoleh pada praktikum ini yaitu mengetahui tingkah

laku hewan mencit (Mus musculus).


II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Faktor yang Mempengaruhi Tingkah Laku Hewan

Tingkah laku manusia dan hewan diatur oleh beberapa faktor,

diantaranya sifat genetik, stimulus lingkungan dan reaksi kimiabiologis yang

terjadi pada tubuh organisme tersebut. Mekanisme penurunan sifat saja,

bagaimanapun juga tidak akan mampu untuk menjadikan hewan beradaptasi

dengan baik ketika terjadi perubahan lingkungan yang terus menerus. Oleh

karena itu, fungsi adaptif seperti belajar dan penggunaan memori, diperlukan

oleh manusia dan hewan untuk terus menyesuaikan diri dari pengaruh

perubahan lingkungan alam dan sosial (Ahmad 2013).

Selain manusia, hewan termasuk mencit (Mus musculus) merupakan

salah satu mahluk hidup yang mudah mengalami stres. Stimulus berupa

makanan akan mengaktivasi sirkuit neural yang mendeteksi kehadiran

stimulus tersebut. Sirkuit neural selanjutnya akan mengontrol perilaku

tertentu dari hewan sebagai respon dari stimulus yang ditangkap. Respon

tersebut dalam hal ini adalah perilaku memasuki maze. Ketika tikus

memasuki maze, mencit akan mendapatkan makanan. Makanan ini

selanjutnya akan berfungsi sebagai stimulus penguatan bagi sistem penguatan

memori tikus untuk semakin mengontol perilaku tikus, hal tersebut dapat

memperkecil kesalahan yang dilakukan mencit (Iriandini, dkk., 2013).


B. Mencit (Mus musculus)

Mencit (Mus musculus)merupakan salah satu hewan yang sering

dipakai untuk percobaan. Hewan yang paling kecil diantara jenisnya dan

diantara galur mencit putih. Mencittermasuk hewan pengerat (rodentia) yang

dapat dengan cepat berkembang biak.Pemeliharaan hewan ini pun relatif

mudah, walaupun dalam jumlah yang banyak.Pemeliharaannya ekonomis dan

efisien dalam hal tempat dan biaya. Mencit (Mus musculus)memiliki

variasigenetik cukup besar serta sifat anatomis dan fisiologisnya

terkarakterisasi dengan baik (Somala, 2006).

Mencit (Mus musculus) memiliki perilaku kognisi yang cukup baik.

Sifat kognisi merupakan salah satu fungsi dari otak yang fungsinya yaitu

memiliki kemampuan berpikir dan rasionalisasi, termasuk proses belajar,

mengingat, menilai, orientasi persepsi dan memperhatikan. Kognisi

merupakan sifat mengingat dari hewan, kognisi dari hewan biasanya berasal

dari pengalaman dan pengulangan ingatan. Fungsi kognitif adalah

kemampuan berpikir dan memberikan rasional, termasuk proses belajar,

mengingat, menilai, orientasi, persepsi dan memperhatikan (Sapitri, 2015).

C. Uji Maze

Maze adalah salah satu tekhnik untuk mempelajari belajar pada hewan

uji. Uji maze mencit(Mus musculus) lebih dapat menangkap stimulus visual

daripada stimulus yang lain walaupun tetap saja durasinya tidak sebentar.

Stimulus akan mengakibatkan terbentuknya sinaps-sinaps baru, mengenai

lokasi pada maze yang berisi makanan. Mencit dapat mengingat tempat
karena di bagian hippocampal-nya terdapat “place cells” yaitu suatu neuron-

neuron yang menjadi aktif ketika hewan berada lokasi tertentu. Sel neuron

tetap menjaga jaras hubungan antar stimulus dalam lingkungan yang

menetapkan lokasi hewan tersebut berada. Jaringan neuron tersebut juga

menerima info dari pergerakan hewan (mencit) (Makiyah, 2000).


DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, M., 2013., Petunjuk Praktikum Tingkah Laku Hewan, Penuntun


Praktikum, Universitas Islam Negeri, Malang.

Iriandini, J., Tendean, L., dan Wantouw, B., 2013, Pengaruh Aplikasi Cahaya
Terhadap Spermatozoa Mencit Jantan (Mus musculus L), Jurnal
ebiomedik, 1 (1) : 425-427

Makiyah, S.N., 2000, Pengaruh Pemberian Alkohol Secara Akut Terhadap


Memori pada Tikus (Rattus novergicus), Jurnal Idea, 1 (1) : 1-2

Sapitri, M., 2015, Uji Kognitif Mencit (Mus musculus L.) Jantan Berbeda Umur
yang Diberi Ekstrak Lada Hitam (Piper Nigrum L.), Artikel Ilmiah,
Universitas Andalas, Padang

Somala, L., 2006, Sifat Reproduksi Mencit (Mus musculus) Betina Yang
Mendapat Pakan Tambahan Kemangi (Ocimum Basilicum) Kering,
Skripsi, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
III. METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat

Praktikum ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 21 Oktober 2017, pukul

14.00-16.00 WITA dan bertempat di Laboratorium Unit

EkologidanTaksonomi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu

Pengetahuan Alam, Universitas Halu Oleo, Kendari.

B. Alat dan Bahan

1. Alat

Alat yang digunakan pada praktikum ini tercantum pada Tabel 1.

Tabel 1. Alat dan kegunaan


No. Nama Alat Kegunaan
1 Kotak kandang 50x50 Untuk pengujian efek interaktivitas
cm
2 Labirin lorong acak Untuk pengujian tingkah laku arah spasial
Untuk pengujian tingkah laku mencari
3 Labirin T
makanan
4 Stopwatch Untuk menghitung lama pergerakan
mencit
5 Alat tulis Untuk mencatat hasil pengamatan
6 Kamera Untuk mengambil gambar dokumentasi

2. Bahan

Bahan yang digunakan pada praktikum ini tercantum pada Tabel 2.

Tabel 2.Bahan dan kegunaan


No. Nama Bahan Kegunaan
1 Mencit Sebagai objek pengamatan
(Musmusculus)
2 Air Sebagai pakan mencit
3 Pakan mencit Sebagai makanan mencit
C. Prosedur Kerja

Prosedur kerja yang dilakukan pada praktikum ini adalahsebagai berikut:

a. Uji Tingkah Laku Mencit di Lapangan Terbuka

1. Menyiapkan kotak kandang ukuran 50x50 cm yang telah diberi tanda

pembatas.

2. Meletakkan mencit di dalam kotak kandang.

3. Mengamati aktivitas dan tingkah laku mencit tersebut selama waktu

interval 5 menit.

4. Mencatat elemen dasar tingkah laku mencit secara terurut serta

mendokumentasikan hasil pengamatan.

b. Uji Efek Interaktivitas (Hubungan Sosial)

1. Setelah mengamati tingkah laku mencit pada lapangan terbuka,

kemudian memasukkan mencit yang lain kedalam kotak kandang.

2. Mengamati aktivitas dan tingkah laku mencit selama waktu interval 5

menit.

3. Mencatat elemen dasar tingkah laku mencit secara terurut serta

mendokumentasikan hasil pengamatan.

c. Uji Tingkah Laku Belajar Arah Spasial

1. Menyiapkan 1 ekor mencit yang telah lapar selama 24 jam, kemudian

meletakkan pada pintu labrin lorong acak.

2. Merekan dan mengamati cara mencit melalui lorong labirin.

3. Mencatat waktu yang dibutuhkan untuk berjalan menuju sasaran.


4. Mengulangi perlakuan tersebut sampai waktu yang diperlukan mencit

menuju sasaran konstan atau tidak menurun.

5. Mencatat dan mendokumentasikan hasil pengamatan.

d. Uji Labirin T

1. Menempatkan 1 tetes air ditepi satu lengan labirin, kemudian

meletakkan mencit pada titik tengah labirin T.

2. Mengamati pergerakan mencit dan menutup jalan belakang mencit

dengan tongkat plastik. Jika mencit lari ke lengan yang berisi air,

biarkan konsumsi. Jika tidak (arahnya salah) usaplah tetesan air tersebut

dan tempatkan setetes air baru ke dalam lengan dimana mencit tersebut

mengarah kepadanya.

3. Setelah siap, mengangkat tongkat plastik dan membiarkan mencit

memasuki lengan lain. Ketika mencit memasuki arah lengan ke kanan,

biarkan dia mengkonsumsi air. Jika mencit memilih lengan kiri atau

kembali ke lengan aslinya, tutup jalan di belakangnya. Menyeka air dan

mulai lagi dengan menempatkan setetes air ke lengan yang terletak di

sebelah kanan dari hewan.

4. Mengulangi seluruh prosedur sampai mencit belajar bahwa ia harus

pergi ke arah tertentu untuk mendapatkan air.

5. Mencatat waktu yang diperlukan untuk mengajari mencit arah yang

benar untuk mendapatkan air dan mendokumentasikan hasil pengamatan


IV. HASIL PENGAMATAN

A. Hasil Pengamatan

Hasil pengamatan pada praktikum tercantum pada Tabel 3, 4, 5 dan 6.

Tabel 3. Uji Tingkah Laku di Lapangan Terbuka


Nama Waktu
No. Kegiatan/Aktivitas
spesies Pengamatan
1 Mencit 5 Menit J5, E4, J3,2,1, E6, J12, B11, J6,1,
(Mus (Perlakuan 1) E1,2,3,4,510,15,20,25, J24,18,13,7,6,1, D2,
musculus) E3,2,1,6,11,16, D21, E22,23,24,25,20,
D19,J14,8,7,D1,G6,E11,16,21,22,23,24,25,20,
15,10,5,4,3,2, B1, D6, L11, E12,13,14, J8,2,
D1,2, E3, J4,5,10, L5,4, J3,2, D1, J7,12,16,21,
E16,21,22,23,24,25

5 Menit J5,4,3,2, E7,13,19,24,23,22,21,16,


(Perlakuan 2) J11,6,1,6,11,21,22,23,24,23,22,21,16,11,6,1,
E2,3,4,5

Tabel 4. Pengujian Efek Interaktivitas/Hubungan Sosial


Nama Waktu
No. Kegiatan/Aktivitas
spesies Pengamatan
1. Mencit 5 Menit J5,4,3,2, E2,1, J6,11, B16, D24, E17,23,24, D25,
(Mus J19,18,12,11,16,21,16,11,6, B1, E2,1,6,11,21
musculus) 1

Mencit 5 Menit J5,10,15,20,25,24,23,22,21, E22,23, B24,25,


2. (Mus E24,23,22,21,16,11,17,23,24,25,24,23,22,21,16,
musculus) 2 11,6,1,2,3,4,5,10, D15, J10,15,20,25, B25,
J24,23, B22, J21,16,11,6, B7,13, J14,15, E15,
B20, J25,24,23,22,21,22,23,24,19,14,9,4,3,2,1,
E2,3,4,5, L9,13,17,21, J22,23,24, B25, L24,
J23,22

Keterangan:
J: berjalan/walking
E: mengendus/sniffing
B: berjingkrak (berdiri dengan kaki belakang)
D: Diam/immobile
G: Grooming/perawatan diri (menggaruk, menjilat kulit dll)
L: lainnya

Tabel 5. Pengujian tingkah laku belajar arah sparsal


No Nama Gambar Waktu Aktivitas
Spesies Pengamatan Pengamatan

1. Mencit 20 menit 53 1 3 8 3 12 4 5 4 8 12 9
(Mus detik 11 10 14 11 10 11 9 12
musculus) 13 17 18 19 16 18 19

9 menit 50 detik 1 2 1 2 4 5 5 4 8 12 13
17 18 16 19

Tabel 6. Pengujian belajar arah labirin bentuk T


No Nama Spesies Waktu Menemukan Waktu Belajar
Air Menemukan Air
1. Mencit
(Mus musculus) 49 detik 2 menit 47 detik

B. Pembahasan

Mencit (Mus musculus) adalah hewan yang masih satu kerabat dengan

mencit liar ataupun mencit rumah. Mencit ini tersebar diseluruh dunia. Mencit

ini sering ditemukan didekat bangunan gedung ataupun ditempat lain, jika

terdapat makanan dan tempat berlindung. Mencit memiliki perilaku kognisi

yang cukup baik dan rasionalisasi termasuk proses belajar, mengingat,

menilai, orientasi, persepsi dan memperhatikan. Kognisi merupakan sifat

mengingat dari hewan, kognisi dari hewan biasanya berasal dari pengalaman

dan pengulangan ingatan. Fungsi kognitif adalah kemampuan berpikir dan

memberikan rasional, termasuk proses belajar, mengingat, menilai, orientasi,

persepsi dan memperhatikan. Gangguan kognisi yaitu suatu gangguan fungsi


otak berupa gangguan orientasi, perhatian konsentrasi, daya ingat dan bahasa

serta fungsi intelektual.

Proses belajar pada mencit (Mus musculus) merupakan proses yang

didasarkan pada pengalaman sehingga mengubah sistem syaraf dan perilaku.

Perubahan yang terjadi pada sistem syaraf dan perilaku tersebut dinamakan

memori (ingatan). Suatu hewan mampu menemukan makanan ketika lapar,

menghangatkan diri saat dingin dan mencari kelompok ketika sendiri dengan

perilaku belajar. Seperti pada manusia yang memiliki kemampuan mengingat

tempat, hewan juga memiliki kemampuan yang sama.

Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan pada pengamatan

tingkah laku pada lapangan terbuka dengan perlakuan 5 menit perlakuan

pertama yaitu aktivitas yang dilakukan J5, E4, J3,2,1, E6, J12, B11, J6,1,

E1,2,3,4,510,15,20,25, J24,18,13,7,6,1, D2, E3,2,1,6,11,16, D21,

E22,23,24,25,20,D19,J14,8,7,D1,6,E11,16,21,22,23,24,25,20,15,10,5,4,3,2,B1,

D6, L11, E12,13,14, J8,2, D1,2, E3, J4,5,10, L5,4, J3,2, D1, J7,12,16,21,

E16,21,22,23,24,25. Parameter yang diamati pada uji tingkah laku hewan

mencit dilapangan terbuka yaitu J: berjalan, E: mengendus, B: berjingkrak, D :

diam, G: Grooming dan lainnya.

Hasil pengamatan belajar arah spasial dalam sebuah labirin acak yaitu

waktu pengamatan perlakuan pertama 20 menit 53 detik dengan jalur

pengamatan 1,3,83,12,4,5,4,8,12,9,11,10,14,11,9,12,13,17,18,19,16,18,19.

Perlakuan kedua diperoleh waktu pengamatan yaitu 9 menit 50 detik dengan

jalur pengamatan 1,2,1,2,4,5,5,4,8,12,13,17,18,16,19. Perlakuan kedua


diperoleh waktu yang lebih cepat dibandingkan dengan perlakuan pertama. Hal

ini dikarenakan hewan uji berupa mencit (Mus musculus) telah menyimpan

memori (ingatan) mengenai jalur labirin pada perlakuan yang pertama.

Pengamatan pada labirin bentuk T dengan hewan uji berupa mencit (Mus

musculus), waktu yang yang digunakan untuk menemukan air yaitu 2 menit 47

detik.

V. PENUTUP

A. Kesimpulan
Kesimpulan pada praktikum ini yaitu pada pengamatan tingkah laku

hewan mencit (Mus musculus) dilakukan dengan 3 pengujian yaitu pada

lapangan terbuka,uji interaktivitas dan perilaku sosial. Pengujian belajar arah

spasial yaitu waktu pengamatan perlakuan pertama 20 menit 53 detik.

Perlakuan kedua diperoleh waktu pengamatan yaitu 9 menit 50 detik.

Pengamatan pengujian belajar pada arah labirin bentuk T, untuk menemukan

air, mencit memerlukan waktu 49 detik dan waktu belajar menemukan air

selama 2 menit 47 detik.

B. Saran

Saran yang dapat diajukan pada praktikum ini yaitu sebaiknya kerja

sama antar kelompok dapat lebih ditingkatkan lagi.

Anda mungkin juga menyukai