Anda di halaman 1dari 2

CARA SEDERHANA AGAR SENANG DI SEKOLAH

Dengan menjamurnya SMK di Kab/Kota di Jawa Barat pada khususnya dan Indonesia pada
umumnya, ini berdampak pada semakin sibuknya guru-guru SMK untuk mengajar di beberapa
sekolah. Kebanyakan guru masih sukarelawan atau dan sebagian yang sudah diangkat menjadi
guru tetap yayasan. Menjadi Guru yayasan tidak serta merta menaikan penghasilan secara
signifikan kecuali yang sudah memperoleh tunjangan sertifikasi.
Memang seharusnya yayasan dimana guru mengabdikan diri memberikan kewajiban finansial upah
minimum regional sebagaimana ditetapkan pemerintah. Alih-alih memberikan kesejahteraan yang
diperoleh berlipat dengan adanya tunjangan sertifikasi yang ada malah tunjangan sertifikasi yang
telah diperoleh di potong untuk beberapa kebutuhan sekolah. Trend demikian meskipun tidak
banyak namun beberapa sekolah yang memberlakukan hal demikian ada di tiap kab/kota membuat
gerah kita mendengarnya. Seorang guru yayasan sejatinya memperoleh beberapa pengahsilan
yaitu: gaji pokok dari yayasan (UMR), tunjangan-tunjangan dari sekolah, tunjangan profesional dari
pemerintah dan kemaslahatan lainya sebagaimana dinyatakan dalam UU No 14 tentang Guru dan
Dosen. Karena Guru yayasan tersebut tidak mendapatkan semua penghasilan itu akhirnya bekerja
juga di yayasan lain untuk menutupi kebutuhanya. Ujungnya, yayasan dengan guru tetap
saling bersalama saja karena kelemahan dan ketidakmampuanya masing masing.
Permasalahan diatas tentu saja berdampak pada kualitas pembelajaran yang dilaksanakan di kelas,
parahnya guru menjadi kurang senang tinggal di kelas dan datang ke sekolah hanya sebatas jika
ada jam mengajar saja. Namun demikian seorang guru perlu tetap senang, bergembira dan bahagia
ketika berada di sekolah apalagi di kelas. Karena ketidaknyamanan guru sangat berdampak pada
kualitas pembelarajaran dan tentu berimplikasi pada hasil belajar siswa.
Berikut beberapa saran agar tetap senang berada di kelas atau sekolah
1. Doa, berdoa bersama siswa sebelum pembelajaran agar memperoleh ilmu dan berkah
membentuk bawah sadar yang luar biasa. Semakin fokus doa dipanjatkan semakin besar
energi potensial yang nantinya diubah menjadi antusiasme dalam mengajar. Penularan
semangat kepada siswa penting untuk menghidupkan suasana senang di kelas. Tidak ada
kesuksesan di dalam kelas tanpa penularan antusias. Bayangkan jika guru mengajar tanpa
persiapan, doa dan apa adanya, semua menjadi serba hambar.

2. Slow Down, Ketika kita melambat, kita bisa melihat lebih banyak, kita lebih menghargai,
kita mengambil kesempatan salinghubungan, belajar, dan merefleksi tujuan. Semua
orang bisa mendapatkan keuntungan dari melambat siswa, guru, dan kepala
sekolah. Ada korelasi langsung antara tingkat kepuasan dankecepatan dalam menjalani
hidup ini. Di dalam kelas, hal inimungkin terlihat seperti menghabiskan lebih banyak
waktu dalam pertemuan pagi dengan siswa atau berlama membaca dengan suara
keras, atau mengambil tambahan 10 menit untuk melibatkan anak-anak dalam
pertandingan di luar setelah istirahat. Namun manfaat memperlambat diatas bisa jadi akan
lebih mengefisienkan pembelajaran yang dilakukan. Ketergesaan karena mengejar KD yang
ada di kurikulum apalagi mengejar jumlah bab yang ada di LKS atau buku tentu saja menjadi
kekonyolan tersendiri.
3. Keluar Ruangan, sesekali bawa siswa belajar di luar ruangan apakah itu di selasar, di
bawah pohon atau di mesjid dan semua merasakan panasnya sengatan sinar matahari,
tiupan angin dan gemerisiknya dedaunan, ini akan membuat suasana hati menjadi segar.
Ketika suasan di luar ruangan terasa nyaman kenapa kita selalu rapat di dalam ruangan,
sesekali rapat guru baik dilaksanakan di gunung, dangau sawah atau dimana saja sambil
hiking, kita membaca, berbicara, belajar, dan menulis - semua kegiatan yang biasanya kita
lakukan di kantor.

4. Gerak Badan, coba ketika pagi hari sebelum bekerja kita berolahraga sampai berkeringat
setidaknya 20-30 menit, hampir pasti badan bugar dan fikiran segar. Hal ini sangat
berpengaruh kepada suasana hati dan semangat. Semakin guru antusias siswapun akan
kena imbas.

5. Musik, Musik dalam tempo cepat bisa membuat kita merasa bahagia dan memiliki dampak
positif yang terukur pada tubuh kita, bahkan dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh
kita,menurunkan tekanan darah, dan kecemasan yang lebih rendah. Permainan musik
menyambut siswa masuk kelas dapat menciptakan atmosfer yang positif. Bagi kita
yang memfasilitasi pembelajaran untuk orang dewasa juga dapat melakukan
ini.Bayangkan datang ke sebuah rapat staf pagi dengan suara salsa tau John
Nash bernyanyi, "I Can See Clearly Now" atau lagu "Hurt" Johnny Cash. Anda
mungkin akan lebih bahagia ketika mendengarnya.
6. Bernyanyi, anda kalau sedang senang bukankah suka bernyanyi begitu juga sebaliknya jika
kita bersenandung atau bernyanyi maka akan senang atau bahagia.
7. Senyum, sapa dan salam, semakin kita banyak memberi senyum kepada orang banyak
penelitian mengungkapkan semakin sehat jiwa begitu pula dengan sapa dan salam, semakin
banyak bersosialisasi dengan sejawat atau siswa sebagai mitra maka orang senang
demikian juga kita, karena kita semua makhluk sosial.