Anda di halaman 1dari 34

MAKALAH

MANAJEMEN RISIKO & STRATEGI

Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas


Mata Kuliah Manajemen Risiko
Dosen Pembimbing : Amalia Ilmiani, SE, M.Si

Disusun Oleh:
Heru Irawan (2013315526)
Nabil Maris (20133155
Abdul Yusuf (20133155
M. Zaenudin (20133155

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM


INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PEKALONGAN
TAHUN 2018
KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmannirrahim.
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat ALLAH SWT yang telah memberikan Taufik dan
hidayah-NYA kepada penyusun, sehingga penyusun dapat menyelesaikan penyusunan
makalah ini. Shalawat serta salam semoga tercurah limpahan kepada Nabi Muhammad
SAW, keluarganya, para sahabatnya, dan mudah-mudahan sampai kepada kita selalu
umatnya. Aamiin

Makalah ini menyajikan tentang pengertian Manajemen Risiko Pasar seiring dengan
berakhirnya penyusunan makalah ini, Penyusun menyadari masih banyaknya kekurangan
dalam penyusanan makalah ini, oleh karena itu penyusun berharap adanya kritik dan saran
yang membangun. Penyusun berharap kiranya makalah ini dapat bermanfaat bagi penyusun
maupun pembaca dan mudah-mudahan makalah ini dijadikan ibadah disisi ALLAH SWT.
Aamiin.
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Benarkah kebanyakan orang ingin mengelakan risiko ? Karena selalu ingin aman dan
hidup tentram, maka memang kebanyakan orang takut menanggung resiko. Namun semua
tahap kehidupan kita mengandung resiko. Kemanapun kita mengelak atau lari dari resiko,
makaa disitupun kita akan menemukan risiko yang lainnya. Resiko merupakan bagian yang
tak terpisahkan dari kehidupan. Bahkan ada orang yang mengatakan , bahwa tak ada hidup
tanpa resiko sebagaimana tak ada hidup tanpa maut. Jadi dengan demikian setiap hari kita
menghadapi resiko, baik sebagai perorangan, maupun sebagai perusahaan. Orang berusaha
melindungi diri tehadap resiko, demikian pula badan usaha pun harus berusaha melindungi
diri terhadap resiko.
Agar resiko tidak menghalangi kegiatan perusahaan, maka seharusnyalah itu
dimanajemeni dengan sebaik-baiknya. Namun benarkah para pengusaha Indonesia kurang
memperhatikan manajemenn resiko?Program Manajemen Resiko pertama-tama bertugas
mengidentifikasikaan resiko-resiko yang dihadapi, sesudah itu mengukur atau menentukan
besarnya resiko itu dan kemudian barulah dapat dicarikan jalan untuk menghadapi ataau
menangani resiko itu. Ini berarti orang harus menyusun strategi untuk memperkecil ataupun
mengendalikannya.
Pendeknya dengan progran itu, dapatlah dilindungi keefektifan operasi perusahaan
yang bersangkutan. Jadi pernyataan yang harus dicari jawabannya oleh manajer resiko
antara lain adalah : Resiko apa saja yang dihadapi perusahaannya. Bagaimana dampak resiko
itu terhadap kehidupan bisnis perusahaannya. Resiko mana yang harus dihadapi sendiri,
mana yang harus dipindahkan kepada asuransi. Metode mana yang cocok dan efisien untuk
menghadapinya.
BAB II
PEMBAHASAN
MANAJEMEN RISIKO PASAR

A. Definisi Risiko Pasar


Risiko pasar muncul karena harga pasar bergerak dalam arah yang merugikan
organisasi.Misal, suatu perusahaan mempunyai portofolio sekuritas saham yang dibeli
dengan harga Rp 1 miliar. Misalkan harga saham jatuh,
sehingga nilai pasar saham tersebut turun menjadi Rp 800 juta. Perusahaan tersebut
mengalami kerugian karena nilai portofolio sahamnya turun sebesar Rp 200 juta. Kerugian
tersebut disebabkan karena harga saham bergerak kearah yang kurang menguntungkan
(dalam hal ini turun).
Risiko pasar merupakan kondisi yang dialami oleh suatu perusahaan yang
disebabkan oleh perubahan kondisi dan situasi pasar di luar dari kendali perusahaan. Risiko
pasar sering disebut juga sebagai risio yang menyeluruh, karena sifat umumnya adalah
bersifat menyeluruh dan di alami oleh seluruh perusahaan. Contohnya krisis ekonomi dunia
tahun 1930-an, krisis ekonomi Indonesia 1997 dan 1998, coupd’tat yang terjadi di Filipina
pada saat presiden Marcos di ambil alih oleh kekuatan People Power hingga Corazon
Aquino menjadi presiden, Amerika Serikat pada kasus Subrime Mortgage 2007, Thailand
pada saat Bank Sentral Thailand melakukan devaluasi Bath yang menyebabkan terjadinya
kegoncangan pada ekonomi Thailand secara keseluruhan, perang Teluk yang menyebabkan
beberapa Negara di kawasan Timur Tengah seperti Irak dan Kuwait mengalami
kegoncangan ekonomi, dan berbagai kasus yang menyeluruh lainnya.

1. BENTUK – BENTUK RISIKO PASAR

Risiko pasar secara umum ada 2 (dua) bentuk yaitu :


a. General market risk (risiko pasar secara umum)
General market risk ini di alami oleh seluruh perusahaan yang disebabkan oleh suatu
kebijakan yang dilakukan oleh lembaga terkait yang mana kebijakan tersebut mampu
memberi pengaruh bagi seluruh sektor bisnis.Contohnya pada saat bank sentral suatu Negara
melakukan kebijakan tight money policy (kebijakan uang ketat) dengan berbagai
instrumennya seperti menaikkan suku bunga BI rate. Dimana kebijakan menaikkan BI rate
ini akan membawa pengaruh secaramenyeluruh pada seluruh sektor bisnis yang
berhubungan dengan interest rate related instrument (berbagai instrument yang berhubungan
dengan suku bunga). Bahwa salah satu pihak yang saling urgen dianggap langsung
berhubungan dekat dengan interest rate related instrument adalah perbankan.
Dengan begitu mereka mengambil kredit dan mendepositokan sejumlah uangnya ke bank.
Contoh pada saat BI rate dinaikkan maka suku bunga kredit diperbankan akan mengikuti
kondisi tersebut yaitu turut menaikkan suku bunga kredit, terutama jika perbankan tersebut
menerapkan perhitungan bunga secara sliding rate. Perhitungan berupa kredit secara sliding
rate adalah hitungan pada pembebanan bunga terhadap nilai pokok pinjaman akan
mengalami penurunan dari setiap bulan ke bulan berikutnya, yang mana ini disesuaikan
dengan menurunnya besar nilai dari pokok pinjaman sebagai efek dari adanya pembayaran
cicilan pokok pinjaman yang dilakukan oleh seorang debitur.

b. Specific market risk ( risiko pasar secara spesifik)


Specific market risk adalah suatu bentuk risiko yang hanya dialami secara khusus pada satu
sektor atau sebagian bisnis saja tanpa bersifat menyeluruh.Contohnya :
· Pengumuman yang dikeluarkan oleh suatu lembaga penilai dimana lembaga penilai
tersebut memiliki reputasi yang baik dan diakui oleh publik. Bahwa mereka
mengumumkan PT.XYZ memiliki kinerja yang rendah dan memiliki utang yang besar
serta laporan yang dipublikasikan selama ini kepada publik tidak sesuai dengan
sebenarnya. Sehingga atas berita tersebut saham dan obligasi perusahaan tersebut langsung
jatuh. Dan jatuhnya saham serta obligasi perusahaan tersebut tidak diikuti oleh perusahaan
lain.
· Salah satu perusahaan dimana pihak manajemen atau komisaris perusahaan terlibat tindak
kriminal yang luar biasa dan diekspose oleh berbagai media. Sehingga opini publik telah
terbentuk bahwa perusahaan tersebut tidak baik dan jelek.
· Produk yang dijual oleh perusahaan tersebut dianggap mengandung bahan yang berbahaya
atau bersifat haram. Contoh suatu produk makanan yang mengandung lemak babi. Secara
islam makanan yang mengandung lemak babi haram hukumnya. Ketika hal itu diekspose
oleh media massa baik cetak maupun elektronik akan menyebabkan terjadinya penurunan
drastis pada penjualan produk perusahaan yang berpengaruh pada perusahaan laba
perusahaan.
2. Kategori yang Masuk Generak Market Risk
Ada beberapa sebab yang menimbulkan terjadinya general market risk (risiko pasar secara
umum) yaitu :
a. Foreign exchange risk
Secara umum dalam ilmu keuangan dikenal dua bentuk pasar yaitu pasar modal
(capital market) dan pasar uang (money market). Kedua bentuk pasar ini pada prinsipnya
saling memiliki keterkaitan satu sama lainnya. Di Negara Indonesia pasar modal berada
dalam pengawasan menteri keuangan dalam hal ini melalui BAPEPAM-LK (Badan
Pengawasan Pasar Modal dam Lembaga Keuangan), sedangkan pasar uang berada di bawah
pengawasan Gubernur Bank Indonesia (BI).
Kedua jenis pasar ini saling membahu bekerjasama dalam usahanya menciptakan
kondisi ekonomi yang kondusif dan dinamis sehingga dengan harapan nantinya akan mampu
untuk ikut mendorong pertumbuhan ekonomi Negara yang bersangkutan secara sistematis.
Independent Bank Indonesia dalam menetapkan berbagai kebijakannya adalah dijamin oleh
pemerintah walapun kita menyadari secara penuh kalau berbagai kebijakan tersebut belum
tentu baik dan tepat.Karena hasil pengalaman menyebutkan tidak seluruh kebijakan yang
dibuat oleh pemerintah merupakan bentuk manifestasi keinginan para pebisnis.Mungkin
saja keputusan tersebut lahir karena sebab–sebab tertentu seperti misalnya tarik ulur politik
anatar berbagai elit politik di dalam begeri atau bahkan tekanan dari dunia internasional yang
menginginkan agar dilakukannya pengkajian terhadap keputusan yang telah dijalankan
selama ini.
Adapun pengertian dari pasar keuangan (financial Market) adalah tempat dimana
disana dilaksanakan berbagai aktivitas keuangan baik dalam bentuk penjual suratberharga
yang dilakukan oleh pasar modal dan juga penjualan mata uang (currency) seperti yang
dilakukan di pasar uang.

Financial Maket
Capital Market
Money Market
Financial Maket
Untuk dimengerti bahwa kedua pasar ini saling mempengaruhi dan dipengaruhi
karena itu menjadi kewajiban bagi pemerintah untuk selalu menjaga pasar ini berada dalam
kondisi yang diharapkan.
Pada bagian ini kita akan lebih menfokuskan pada pembahasan tentang foreign
exchange risk yang merupakan bagian dari money market (pasar keuangan). Saat ini
aktivitas perdagangan di foreign exchange mengalami peningkatan yang signifikan di
berbagai Negara di dunia. Menurut survey yang diselenggarakan pada tahun 2004 antara
lain oleh Bank for international Settlements, volumeglobal foreign exchange trading telah
mencapai USD 1,9 triliun perhari. Keterlibatan dan ketertarikan banyak pihak untuk ikut
dalam bisnis foreign exchange ini telah menciptakan dinamika bisnis dengan tingkat
perputaran yang tinggi.
Sejarah awal terjadinya foreign exchange ini berangkat dan diterapkannya sistem
floating exchange rate system pada tahun 1970-an. Sehingga sejak saat itu kondisi mata uang
di dunia telah terintegrasi dalam satu bentuk pasar dimana secara khusus kita dapat melihat
bahwa penerapan sistem tersebut memungkinkan banyak pihak bias ikut terlibat bermain
dalam pasar valas (valuta asing). Jual beli valas ini memberikan keuntungan dengan konsep
pada perolehan angka selisih pada saat harga beli dan harga jual.
Pada pasar valas ini kita dapat menggabungkan mata uang dalam dua bentuk kategori
yaitu :
1) Hard currencies
Hard currencies (mata uang keras) mencakup mata uang yang berasal dari Negara-
negara yang memiliki tingkat kestabilan moneter tinggi atau biasanya berasal dari Negara
maju dan sering berbagai pihak menjadikan mata uang Negara tersebut sebagai ukuran
dalam mengkonversikan dengan mata uang negaranya.Contohnya USD/JPY atau dollar
Amerika dengan Yen Jepang, USD/EUR atau dollar Amerika dengan Euro, dan sebagainya.

2) Soft curriencies
Soft curriencies ( mata uang yang lembut) adalah jenis mata uang yang diterbitkan
oleh suatu Negara namun jarang dipakai sebagai standar acuan dalam transaksi pasar bisnis
internasional, dengan alasan dianggap belum memiliki nilai kelayakan.
Pasar keuangan sangat bebas dari berbagai intervensi.Pengertian bebas dari intervensi ini
mencakup dimana berbagai regulator didunia baik otoritas moneter berbagai Negara
maupun lembaga keuangan internasonal tidak memiliki kekuatan maksimal untuk
melakukan interval secara mutlak.Kondisi ini terjadi karena berbagai sebab.Yaitu :
1) Berbaga pihak dapat dengan mudah mengakses seluruh data dan informasi tentnag keuangan
dan non keuangan. Ingin terjadi karena begitu berkembangnya perang teknolog yang
tersedia terutama dengan munculnya internet. Dipakainya internet sebagai salah satu sarana
penghubung menyebabkan dunia ini berada dalam kondisi borndholders atau tanpa batas.
2) Maksudnya berbagai investor dari berbagai Negara untuk ikut bermain valas. Para investor
dengan jumlah kepemilikan dan ayang besar dan berbagai saran dan prasarana yang dimiliki
seperti perangkat teknologi dan para karyawan yang memiliki kualitas dan kompetensi yang
tinggi.
3) Berbagai pihak baik analisis ekonomi dan non ekonomi serta para pelaku pasar dan juga
pemerintah sebagai regulator tidak pernah mengetahui dengan pasti dimana “equilibrium
point” itu berada. Titik equilibrium bias saja setiap saat berpindah-pindah sesuai dengan
berbagai situasi dang kondisi yang terjadi.
4) Setiap pihak memiliki berbagai bentuk data dan informasi. Namun seluruh data dan
informasi tersebut bersifat masa lalu, dan tidak ada satu pihakpun yang bias memperoleh
data masa depan. Karena itu sering sekali data masa itu hanya bias dijadikan sebagai alat
prediksi untuk mengetahui apa yang terjadi di masa depan.

b. Interest rate risk


Risiko suku bunga adalah risiko yang di alami akibat dari perubahan suku bunga
yang terjadi di pasaran yang mampu memberi pengauh bagi pendapatan perusahaan. Untuk
pembahasan yang lebih dalam tentang interest rate risk ini dapat dilihat pada bab khusus
membahas tentang risiko suku bunga.

c. Commodity position risk


Commodity position risk (risiko perubahan nilai komoditi) adalah suatu siuasi dan
kondisi dimana terjadinya kerugian akibat perubahan harga barang komoditi di pasar yang
disebabkan oleh faktor-faktor tertentu, dimana kondisi ini akan semakin parah pada saat
barang komoditi tersebut telah terikat kontrak dalam suatu kontrak perjanjian (commodity
contrack) serta informasi tersebut telah sampai ke pasar.
Adapun pengertian commodity position risk dalam perspektif perbankan Masyhud
Ali mengatakan Commodity position risk adalah risiko terjadinya potensial kerugian bagi
bank sebagai akibat dari perubahan yang memberi pengaruh buruk dari commodity price
terhadap posisi bank yang terkait dengan kontrak komoditas. Lebih jauh Masyud Ali
memberi contoh pada perbankan adalah “dimana kerugian yang diderita oleh investment
bank yang melakukan trading atau commodity derivative product sebagai akibat dari
terjadinya volatility atas harga dari suatu commodity tertentu.
Perbankan adalah lembaga mediasi yang bertugas menjembatani pihak-pihak yang
membutuhkan bantuan dengan tujuan mngefektifikan dan mengefisienkan berbagai urusan.
Dalam konteks ini perbankan bias saja terserat dalam ruang risiko pada saat pihak-pihak
tersbut tidak dapat melaksanakan tugasnya secara efektif.
Jual beli di bursa komoditi sebagai bersifat fluktuatif, naik dan turun terjadi dalam
waktu yang cepat. Kondisi ini sering dijadikan keuntungan oleh pihak spekulan yaitu dengan
cara membeli pada saat harga rendah dan menjual pada saat harga tinggi, dimana jarak ini
dilihat sebagai capital gain yaitu keuntungan yang diperoleh dari selisih harga beli dan harga
jual. Kasus di lapangan sering sekali para spekulan melakukan aksi ambil untung dengan
informasi yang tidak lengkap.Kondisi informasi yang tidak lengkap menciptakan pasar yang
tidak efisien.
Pasar tidak efisien adalah dimana suatu kondisi berbagai informasi tidak dapat
diperoleh dengan mudah dan cepat.Adapun pengertian dari pasar efisien adalah suatu
kondisi dimana informasi tentang semua harga dapat diperoleh secara terbuka dan cepat
tanpa ada hambatan yang khusus.
Memang harus diakui mendapatkan berbagai informasi bukan sesuatu yang mudah.
Dan lebih jauh salah satu masalah dalam informasi adalah menyangkut berbagai data dan
informasi yang ada seperti
1) Seluruh informasi yang diterima adalah informasi masa lalu termasuk informasi keuangan,
karena catatan-catatan akuntansi merupakan catatan masa lalu.
2) Data-data masa lalu tersebut bersifat time series
3) Data-data tersebut kemudian dipakai untuk diprediksi guna mengetahui kondisi yang akan
terjadi kedepannya, artinya data-data tersebut sebagai alat prediksi
4) Perusahaan tidak pernah memiliki data masa depan karena belum tercatat dan belum terjadi
Kondisi pasar tidak efisien ini memiliki ruang besar untuk melakukan spekulasi
(speculation).Dan spekulasi ini tidak selamanya kita memperoleh kondisi seperti seperti
yang kita perkirakan.Ada waktu dimana itu benar-benar di luar kendali dan rencana yang
dibuat.

d. Equity position risk


Equity position risk (risiko perubahan kekayaan) adalah suatu kondisi dimana
kekayaan perusahaan (stock and share) mengalami perubahan dari biasanyan sehingga
perubahan tersebut memberi dampak pada keuntungan dan kerugian karyawan.

e. Politic risk
Stabilitas politik adalah sesuatu sangat pening bagi suatu Negara.Stabilitas politik
menjanjikan terciptanya pembangunan yang berkelanjutan, namun jika pemimpin dan pihak
terkait di suatu Negara tidak mampu menciptakan iklim kondusif dalam bidang politik maka
artinya seluruh pemimpin dan aparatur di Negara tersebut tidak memiliki semangat
kemimpinan.Jika kondisin ini terus terjadi maka yang terjadi adalah krisis kepemimpinan.
Krisis kepemimpinan akan berakibat pada pencarian kepemimpinan di luar lembaga resmi,
yaitu memungkinkan orang-orang yang berasal dari masyarakat atau oposisi akan muncul
sebagai pemimpin dan berusaha mengambil alih kepemimpinan.
Pada prinsipnya pemimpin eksternal tersebut memiliki bangunan konsep dan
ideology dan kadang kala sering ditemui memiliki konsep serta ideologi yang berbeda
dengan pemerintah yang berkuasa. Jika kelompok tersebut lama semakin besar jumlah dan
dukungannya maka akibatnya pemerintah akan kewalahan dalam mengatasi perbedaan
ideology dan padangan tersebut.

3. Hubungan Foreign Exchange Risk dan Perbankan


Perbankan adalah lembaga mediasi yang menghubungkan mereka yang kelebihan dana
(surplus) dan mereka yang kekurangan dana (deficit). Penempatan posisi ini menyebabkan
banyak pihak menjadikan perbankan sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam
ruang lingkup kerja dan aktivitas bisnis mereka, artinya secara otomatis perbankan terseret
dengan sendirinya untuk masuk ke dalam risiko pasar (market risk).
Kondisi dan situasi terbentuknya market risk terjadi karena disebabkan oleh berbagai
faktor yang berada diluar kendali perusahaan atu perbankan. Faktor-faktor tersebut antara
lain seperti naik dan stabil, perubahan nilai tukar, dan lain sebagainya. Lebih jauh perubahan
tersebut telah mampu mendorong untuk ikut berubahnya beberapa produk perbankan seperti
deposito, tabungan , giro, keputusan kredit, keputusan investasi, dan lain sebagainya.

4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Gejolak Harga di Pasar


Menurut Masyhud Ali ada 6 (enam) faktor yang mempengaruhi terjadinya gejolak harga
di pasar yaitu :
a. Faktor fundamental ekonomi
b. Terjadinya peristiwa besar dalam ekonomi dan politik
c. Campur tangannya financial authorities
d. Perimbangan kekuatan permintaan dan penawaran
e. Likuiditas pasar
f. Suburnya kegiatan arbitrage

B. Teknik Pengukuran Risiko Pasar


1. Deviasi Standar
Jika kita membicarakan distribusi normal, kita hanya memerlukan dua parameter yaitu nilai
rata-rata (atau disebut juga sebagai nilai yang diharapkan) dan deviasi standarnya.Dengan
dua parameter tersebut, kita bisa melakukan banyak hal seperti menghitung probabilitas nilai
tertentu.

C. Definisi Risiko Spekulatif Lainnya (Risiko Perubahan Kurs)


Kurs adalah suatu mata uang relatif terhadap mata uang lainnya. Sebagai contoh, kurs Rp/$
barangkali dituliskan sebagai berikut ini : Rp 10.000/$. Kurs tersebut mempunyai arti bahwa
satu dolar Amerika Serikat nilainya sama dengan 10,000 rupiah. Nilai absolute dari kurs
tersebut barangkali tidak begitu penting. Dengan kata lain, dalam kurs di atas , tidak berate
bahwa Rupiah merupakan mata uang yang lebih jelek karena lebih murah dibandingkan
dengan dolar AS. Perubahan kurs barangkali yang lebih penting diperhatikan.Jika rupiah
mempunyai kecenderungan melemah terhadap dolar AS, maka kecenderungan tersebut bisa
mengindikasikan sesuatu.Mata uang suatu negara merupakan cerminan kondisi ekonomi
suatu Negara.Jika perekonomian suatu negara membaik, maka mata uang Negara tersebut
cenderung menguat tehadap mata uang negara lainnya. Karena itu, jika mata uang suatu
Negara melemah terhadap mata uang Negara lain, maka ada kemungkinan bahwa kondisi
Negara tersebut melemah dibandingkan dengan sebelumya.
Jika suatu Negara menetapkan kurs mata uangnya terhadap mata uang lain, maka perubahan
kurs tidak lagi terjadi mekanisme pasar. Perubahan kurs dilakukan oleh pemerintah secara
resmi. Istilah menguat atau melemahnya mata uang dengan sistem kurs yang tetap dan bebas
bisa dilihat pada tabel berikut :
Mata uang menguat Mata uang melemah
Sistem kurs bebas Apresiasi Depresiasi
Sistem kurs tetap Revaluasi Devaluasi

Indonesia pernah mengalamidau sistem kurs yang berbeda.Sebelum krisis pada tahun 1997,
Indonesia menggunakan sistem kurs tetap.Perubahan kurs dilakukan secara resmi oleh
pemerintah.Biasanya pemerintah mendevaluasikan rupiah tehadap dolar. Sebagi contoh,
kurs sebelumnya misalkan Rp 2.500/$. Kemudian pemerintah mendevaluasikan rupiah
terhadap dolar menjadi, misal, Rp 3.000/$. Perhatikan nilai rupiah menjadi turun (lebih
murah) terhadap dolar.Pemerintah mengumumkan secara resmi keputusan tersebut.
Pada periode sesudah pertengahan tahun 1997, pemerintah Indonesia memutuskan untuk
mengambangkan nilai kurs rupiah.Dalam situasi tersebut, nilai rupiah bergerak naik atau
turun tergantung mekanisme pasar. Sebagai contoh, jika perusahaan membutuhkan dolar
untuk melunasi hutang dalam dolar, permintaan terhadap dolar akan meningkat, yang
menyebabkan naiknya nilai dolar tehadap rupiah ( atau turunnya rupiah terhadap dolar).
Pada waktu terjadi bom, rupiah jatuh nilainya terhadap dolar.Dalam kedua contoh tersebut,
Rupiah mengalami depresiasi tehadap dolar AS. Dalam situasi sebaliknya, rupiah bisa
menguat tehadap dolar (apresiasi), misal dari Rp 10.000/dolar menjadi Rp 9.000/$.
Perubahan tesebut ditentukan oleh mekanisme pasar, bukannya oleh pemerintah.Bank
Sentral bisa saja melakukan intervensi jika mereka menginginkan kurs yang tertentu.Tetapi
intervensi tersebut biasanya dilakukan untuk melakukan mekanisme pasar.

Ø Faktor-faktor yang Menyebabkan Perubahan Kurs


1. Perbedaan Inflasi
Inflasi suatu Negara yang lebih tinggi dibandingkan dengan Negara lainnya menyebabkan
kurs mata uang Negara tersebut melemah.
2. Perbedaan Tingkat Bunga
Tingkat bunga bisa dibedakan menjadi tingkat bunga nominal dan tingkat bunga riil.Tingkat
bunga nominal adalah tingkat bunga yang bisa diobservasi.Tingkat bunga nominal bisa
diketahui setelah kita memperoleh informasi dari pemerintah.Tetapi tingkat bunga riil tidak
bisa diobservasi secara langsung.Tingkat bunga riil berpengaruh positif terhadap nilai mata
uang. Dengan kata lain, Negara mempunyai tingkat bunga riil, maka mata uang Negara
tersebut cenderung menguat. Alasannya adalah, uang akan mengalir ke Negara dengan
tingkat keuntungan yang lebih tinggi.
3. Indepedensi Bank Sentral
Yang dimaksud indepedensi disini adalah kemampuan bertahan dari tekanan (biasanya)
pemerintah sedang berkuasa. Negara yang bank sentral kurang independen akan gampang
ditekan untuk mencetak uang lebih banyak, yang mendorong tingkat inflasi dan menurunkan
nilai mata uang Negara tersebut.
4. Pertumbuhan Ekonomi
Negara yang mempunyai pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan menarik banyak investor.
Banayak investor yang ingin masuk, yang menyebabkan naiknya permintaan terhadap mata
uang Negara tersebut.
5. Espektasi
Mata uang bisa dilihat dari sekuritas, sehingga bisa digunakan sebagi alat investasi. Jika
investor memperkirakan perusahaan tertentu akan mempunyai prospek yang baik, maka
saham perusahaan tersebut akan meningkat, meskipun saat ini perusahaan tersebut tidak atau
belum mengalami perubahan yang signifikan. Tetapi karena investor cenderung
mengantisipasi, maka investor akan membeli tanpa menunggu kenyataan yang terjadi di
lapangan. Investor harus bertindak cepat atas informasi yang diperolehnya, jika tidak, maka
ia akan kehilangan kesempatan untuk memperoleh keuntungan.

Ø Eksposur Terhadap Perubahan Kurs


a. Eksposur Transaksi
Eksposur transaksi adalah eksposur yang terjadi karena perusahaan memasuki kontrak
tertentu, yang kemudian memunculkan sejumlah nilai uang yang rentan terhadap perubahan
kurs.
b. Eksposur Akuntansi
Eksposur akuntansi terjadi karena laporan keuangan dengan mata uang tertentu, kemudian
dikonversikanke laporan keuangan dengan mata uang lain, rentan (terekspos) terhadap
perubahan kurs.
c. Eksposur Operasi
Eksposur operasi adalah operasi perusahaan yang rentan (terekspos) terhadap perubahn kurs.
d. Eksposur Ekonomi
Eksposur operasi digabung dengan eksposur transaksi menjadi eksposur ekonomi.Eksposur
operasi adalah nilai perusahaan yang rentan terhadap perubahan kurs.

CONTOH KASUS

RISIKO PASAR PADA CITIBANK

Dampak terbongkarnya kejahatan MD, selain menggoyahkan reputasi Citibank, juga


membawa efek berantai pada industri perbankan nasional yang tengah berupaya ekstra
memulihkan kredibilitasnya akibat skandal Bank Century. Tetapi, kasus MD dan Citibank
seperti meruntuhkan seluruh kerja keras tersebut. Alhasil kredibilitas perbankan Tanah Air
pun kembali goyah.
Bahkan kasus yang bagai air kini mengalir deras hingga menyentuh persoalan
pencucian uang. Malinda Dee lewat pengacaranya mengaku bahwa Citibank telah
menampung dana pencucian uang nasabahnya selama 10 tahun. Jadi pihak Citibank telah
lama mengetahui praktik Malinda yang kini telah merugikan nasabah sebesar Rp16,03
miliar. Dampaknya, jika terjadi masalah pada Citibank maka akan mempengaruhi reputasi
bank lain dalam pasar tersebut.
Sebuah data menyebutkan, dalam tiga tahun terakhir, yaitu periode 2007-2010,
terjadi sekitar 15.097 kasus pembobolan perbankan. Selain Citibank dan Bank Mega, ada
sederetan kasus yang menjadi perhatian publik dalam setahun terakhir. Kasus-kasus
tersebut, antara lain pembobolan kantor kas BRI Tamini Square sebesar Rp 29 miliar,
pemberian kredit dengan dokumen dan jaminan fiktif pada Bank BII dengan total kerugian
Rp 3,6 miliar, dan pencairan deposito dan nasabah tanpa sepengetahuan pemiliknya di Bank
Mandiri dengan nilai kerugian Rp 18 miliar.
Jadi, kejahatan yang menimpa dunia perbankan ini tidak hanya dialami
bank-bank kecil tapi juga perbankan besar dengan reputasinya yang sudah teruji. Para
pelaku pembobolan pun bukanlah siapa-siapa tapi, dari kalangan karyawan bank sendiri.
Sungguh ironis, sebagai sebuah institusi bisnis yang sangat bertumpu pada kepercayaan,
reputasinya justru dirusak oleh orang dalamnya.
Betapapun kecilnya kerugian yang diderita, kasus pembobolan dana nasabah jelas
merusak, setidaknya, mengganggu reputasi perbankan sebagai institusi bisnis yang aman
bagi masyarakat dalam menyimpan dananya.
Dengan gampang kita pasti akan menyebutkan bahwa kasus-kasus pembobolan
terjadi karena perbankan tidak lagi memperhatikan prosedur standar dalam pengelolaan
risiko. Padahal, setiap bank pasti memiliki Satuan Kerja Manajemen Risiko yang berfungsi
memantau dan menilai secara sistematik profil risiko bank. Tim pengelola risiko inilah yang
bertugas mengembangkan dan mengimplementasikan kebijakan, prosedur, serta
pengawasan internal perbankan.
Fungsi pengendalian atau pengawasan internal berperan penting dalam mengelola
risiko operasional perbankan. Adalah tugas bidang pengendalian internal inilah yang tetap
harus membelalakkan mata untuk meneropong dan mengidentifikasi setiap risiko yang
berpotensi menimbulkan kegagalan atau kerugian dalam sistem perbankan.
Krisis perbankan yang telah menimpa perekonomian dalam satu decade terakhir ini
menjadi pelajaran berharga bagi otoritas moneter untuk semakin memperkuat regulasi dan
kelembagaan perbankan dalam mengelola risiko. Sejak 2004, Bank Indonesia telah
mengeluarkan sejumlah ketentuan dalam mengelola risiko perbankan, seperti pembentukan
Komite Manajemen Risiko dan Satuan Kerja Manajemen Risiko.
Satuan Kerja Manajemen Risiko berfungsi untuk memastikan pelaksanaan proses
berjalan lancar dan memberikan gambaran profil risiko kepada manajemen. Selain itu, bank
– dengan jumlah asset besar — diwajibkan untuk mengidentifikasi dan membuat profil
risiko terhadap delapan (8 ) risiko utama, yaitu risiko kredit, risiko operasional, risiko pasar,
risiko likuiditas, risiko hukum, risiko strategik, risiko reputasi, dan risiko kepatuhan.
Untuk meminimalisasi risiko-risiko yang dihadapi oleh suatu bank, manajemen bank
tersebut harus memiliki keahlian dan kompetensi yang memadai, sehingga segala macam
risiko yang berpotensi untuk muncul dapat diantisipasi dari sejak awal dan dicarikan cara
penanggulangannya.
Kasus Citibank, Bank Mega, dan kasus-kasus pembobolan serupa lainnya
menunjukkan kepada kita bahwa pengelolaan risiko perbankan belum dilakukan dengan
baik. Bank gagal dalam mengelola risiko operasional yang di dalamnya meliputi risiko
reputasi dan risiko kepatuhan.
ANALISIS:
Risiko operasional memang merupakan ancaman terbesar dari sejumlah risiko yang
dihadapi bank. Risiko operasional didefinisikan sebagai risiko kerugian yang diakibatkan
kegagalan proses internal, orang, dan sistem atau dari peristiwa eksternal. Artinya, risiko ini
timbul dari berbagai jenis kesalahan manusia dan kesalahan teknis.
Kegagalan dalam mengelola risiko operasional bisa membawa dampak yang sangat
luas, mulai dari tergerusnya modal bank, kerugian derivative yang besar, bahkan berpotensi
sebagai penyebab utama kebangkrutan dalam industri perbankan. Risiko ini dapat terjadi di
seluruh organisasi, pada front office dan back office, termasuk terjadi pada aktivitas-
aktivitas sebelum, selama, dan setelah transaksi bisnis.
Dalam mengelola risiko operasional, manajemen wajib memastikan setiap unit kerja
menjalani fungsi dan tugasnya sesuai prosedur. Sekecil apapun kesalahan tidak bisa
ditoleransi. Hal ini diterapkan mulai level direktur hingga staf.

BAB III
PEMBAHASAN MAKALAH
MANAJEMEN STRATEGI

1. Pengertian Manajemen Strategi


Manajemen strategis merupakan proses atau rangkaian kegiatan pengambilan
keputusan yang bersifat mendasar dan menyeluruh, disertai penetapan cara
melaksanakannya, yang dibuat oleh pimpinan dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran
di dalam suatu organisasi, untuk mencapai tujuan.
Menurut Pearch dan Robinson (1997) dikatakan bahwa manajemen strategik adalah
kumpulan dan tindakan yang menghasilkan perumusan (formulasi) dan pelaksanaan
(implementasi) rencana-rencana yang dirancang untuk mencapai sasaran-sasaran organisasi.
Sedangkan pengertian manajemen strategis menurut Nawawi (2007) adalah perencanaan
berskala besar (disebut perencanaan strategi) yang berorientasi pada jangkauan masa depan
yang jauh (disebut visi), dan ditetapkan sebagai keputusan pimpinan tertinggi (keputusan
yang bersifat mendasar dan prinsipil), agar memungkinkan organisasi berinteraksi secara
efektif (disebut misi), dalam usaha menghasilkan sesuatu (perencanaan operaional untuk
menghasilkan barang dan/atau jasa serta pelayanan) yang berkualitas, dengan diarahkan
pada optimalisasi pencapaian tujuan (disebut tujuan strategis) dan berbagai sasaran (tujuan
operasional) organisasi. Manajemen strategis menurut Nawawi adalah perencanaan berskala
besar (disebut perencanaan strategi) yang berorientasi pada jangkauan masa depan yang jauh
(disebut visi), dan ditetapkan sebagai keputusan pimpinan tertinggi (keputusan yang bersifat
mendasar dan prinsipil), agar memungkinkan organisasi berinteraksi secara efektif (disebut
misi), dalam usaha menghasilkan sesuatu (perencanaan operaional untuk menghasilkan
barang dan/atau jasa serta pelayanan) yang berkualitas, dengan diarahkan pada optimalisasi
pencapaian tujuan (disebut tujuan strategis) dan berbagai sasaran (tujuan operasional)
organsasi.
Manajemen strategis menurut David (2002:5) adalah Seni dan pengetahuan untuk
merumsukan, mengimplementasikan and mengevaluasi keputusan lintas fungsional yang
membuat organisasi mampu mencapai obyektifnya.
Manajemen strategis menurut Hunger dan Wheelen (2003:4) adalah Serangkaian
keputusan dan tindakan manajerial yang menentukan kinerja perusahaan dalam jangka
panjang.
Dengan demikian dari definisi di atas dapat diketahui fokus manajemen strategis
terletak dalam memadukan manajemen, pemasaran, keuangan/akunting, produksi/operasi,
penelitian dan pengembangan, serta system informasi komputer untuk mencapai
keberhasilan organisasi. Manajemen strategis di katakan efektif apabila memberi tahu
seluruh karyawan mengenai sasaran bisnis, arah bisnis, kemajuan kearah pencapaian sasaran
dan pelanggan, pesaing dan rencana produk kami. Komunikasi merupakan kunci
keberhasilan manajemen strategis.
Dari pengertian-pengertian yang cukup luas tersebut menunjukkan bahwa
manajemen stratejik merupakan suatu sistem yang sebagai satu kesatuan memiliki berbagai
komponen yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi, dan bergerak secara serentak
(bersama-sama) kearah yang sama pula. Komponen pertama adalah perencanaan strategi
dengan unsur-unsurnya yang terdiri dari visi, misi, tujuan dan strategi utama organisasi.
Sedangkan komponen kedua adalah perencanaan operasional dengan unsure-unsurnya
sasaran dan tujuan operasional, pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen berupa fungsi
pengorganisasian, fungsi pelaksanaan dan fungsi penganggaran, kebijaksanaan situsional,
jaringan kerja internal dan eksternal, fungsi kontrol dan evaluasi serta umpan balik.
Keputusan strategis berhubungan dengan masa yang akan datang dalam jangka
panjang untuk organisasi secara keseluruhan dan mempunyai tiga karakteristik Hunger dan
Wheelen (2003 :3) yaitu :
Rare adalah keputusan-keputusan strategis yang tidak biasa dan khusus, yang tidak
dapat ditiiru.
Consequential adalah keputusan-keputusan strategis yang memasukkan sumber
daya penting dan menuntut banak komitmen.
Directive adalah keputusan-keputusan strategis yang menetapkan keputusan yang
dapat ditiru untuk keputusan-keputusan lain dan tindakan-tindakan di masa ang akan datang
untuk organisasi secara keseluruhan.
Dari pengertian-pengertian yang cukup luas tersebut menunjukkan bahwa
manajemen strategis merupakan suatu sistem yang sebagai satu kesatuan memiliki berbagai
komponen yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi, dan bergerak secara serentak
(bersama-sama) kearah yang sama pula.
Disamping itu pengertian manajemen strategik yang telah sebutkan terakhir dapat
diambil beberapa kesimpulan yaitu :
Manajemen strategi diwujudkan dalam bentuk perencanaan berskala besar dalam arti
mencakup seluruh komponen dilingkungan sebuah organisasi yang dituangkan dalam
bentuk rencana strategis (Renstra) yang dijabarkan menjadi perencanaan operasional, yang
kemudian dijabarkan pula dalam bentuk program kerja dan proyek tahunan.
Renstra berorientasi pada jangkauan masa depan.
Visi, misi, pemilihan strategi yang menghasilkan strategi induk, dan tujuan strategi
organisasi untuk jangka panjang merupakan acuan dalam merumuskan rencana strategi,
namun dalam teknik penempatannya sebagai keputusan manajemen puncak secara tertulis
semua acuan tersebut terdapat didalamnya.
Renstra dijabarkan menjadi rencana operasional yang antara lain berisi program-
program operasional termasuk proyek-proyek, dengan sasaran jangka sedang masing-
masing juga sebagai keputusan manajemen puncak.
Penetapan renstra dan rencana operasi harus melibatkan manajemen puncak karena
sifatnya sangat mendasar/prinsipil dalam pelaksanaan seluruh misi organisasi, untuk
mewujudkan, mempertahankan dan mengembangkan eksistensi jangka sedang termasuk
panjangnya.
Pengimplementasian strategi dalam program-program termasuk proyek-proyek
untuk mencapai sasarannya masing-masing dilakukan melalui fungsi-fungsi manajemen
lainnya yang mencakup pengorganisasian, pelaksanaan, penganggaran dan kontrol.
Pengertian yang cukup luas manajemen strategi menunjukkan bahwa manajemen
merupakan suatu sistem yang sebagai satu kesatuan memiliki berbagai komponen yang
saling berhubungan dan saling mempengaruhi, dan bergerak secara serentak kearah yang
sama pula. Komponen pertama adalah Perencanaan Strategi dengan unsur-unsurnya yang
terdiri dari Visi, Misi, Tujuan strategi organisasi. Sedang komponen kedua adalah
Pelaksanaan Operasional dengan unsur- unsurnya adalah sasaran atau Tujuan Operasional,
Pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen berupa situasional, jaringan kerja internal dan
eksternal, fungsi kontrol dan evaluasi serta umpan balik.
Model proses manajemen strategi meliputi tiga tahap:
1. Tahap formulasi strategi, yaitu pembuatan pernyataan visi, misi, dan tujuan
2. Tahap implementasi strategi, yaitu proses penterjemahan strategi ke dalam
tindakan-tindakan
3. Tahap evaluasi strategi , yaitu proses evaluasi apakah implementasi strategi
dapat mencapai tujuan
II.1. Visi, Misi,dan Tujuan
Setiap organisasi mempunyai tujuan dan alasan yang unik untuk keberadaannya.
Keunikan ini harus dicerminkan dalam visi dan misi. Pernyataan visi yang baik
mengungkapkan pelanggan, produk atau jassa, teknologi, pasar, pemikiran untuk bertahan
hidup (pertumbuhan dan keuntungan), pemikiran untuk karyawan, pemikiran untuk citra
publik/masyarakat, dan perusahaan. Terdapat delapan karakteristik dasar yang berfungsi
sebagai kerangka kerja praktis untuk mengevaluasi dan menuliskan pernyataan misi.
Ada 4 Proses perumusan Visi yaitu :
1. Tentukan rentang waktu dan lingkup analisis secara tepat
2. Identifikasi trend sosial, ekonomi, politik, dan teknologi yang akan
mempengaruhi masa depan
3. Identifikasi kondisi persaingan
4. Evaluasi sumber daya dan kapabilitas internal.
Adapun MISI yang ingin dicapai oleh suatu Perusahaan / Organisasi yakni ;
1. Publikatau pengguna jasa yang hendak dilayani
2. Jasa utama yang ditawarkan
3. Wilayah geografis yang dilayani
4. Komitmen organisasi terhadap pilihan teknologi
5. Komitmen organisasi terhadap alternative tujuan
6. Elemen kunci dalam filosofi organisasi
7. Konsep kedirian dan citra organisasi
II.2. Analisis Lingkungan Makro
Analisis lingkungan eksternal merupakan aktivitas memonitor dan mengevaluasi
lingkungan eksternal dan internal organisasi kepada orang-orang penting yang ada dalam
perusahaan. Lingkungan eksternal dibedakan atas lingkungan makro dan lingkungan
industri. Untuk lingkungan tersebut menggunakan metode SWOT (Strength and weaknesses
lingkungan internal, Opportunities and Threats untuk analisa lingkungan eksternal).
Lingkungan makro merupakan lingkungan yang secara tidak langsung
mempengaruhi keputusan-keputusan strategi perusahaan dalam jangka panjang. Secara
umum lingkungan makro dikategorikan menjadi empat, yaitu :
1. Ekonomi
2. Politik dan budaya
3. Teknologi
4. Sosial Budaya
II.3. Analisis Lingkungan Internal
Dalam proses perumusan strategi sebuah perusahaan perlu melakukan identifikasi
dan evaluasi atas lingkungan bisnis perusahaan. Hasil dari identifikasi dan evaluasi tersebut
diharapkan perusahaan dapat mengetahui profil keunggulan strategi perusahaan yang
dimiliki. Sehingga dengan demikian perusahaan dapat mengantisipasi peluang bisnis dan
menyikapi ancaman bisnis yang ada dengan cepat.
II.4. Analisis SWOT
Analisis SWOT merupakan alat yang membantu manajer menentukan dan
mengembangkan strategi yang tepat dalam menghadapi persaingan. Namun yang perlu
diperhatikan bahwa tujuan dalam menentukan strategi yang digunakan dari hasil SWOT
adalah pada dasarnya menghasilkan strategi alternative yang layak, bukan untuk
menetapkan strategi yang terbaik. Sehingga seorang manajer dapat menilai bahwa tidak
semua strategi dalam SWOT dipilih untuk dikembangkan antara lain :
1. Strategi Integrasi Vertikal
Strategi integrasi vertical merupakan strategi yang menghendaki perusahaan
melakukan penguasaan yang lebih atas distributor, pemasok dan atau para pesaing baik
melalui merjer, aukuisisi, atau membuat perusahaan sendiri. Strategi intergrasi dibedakan
menjadi tiga, yiatu :
1. Integrasi ke depan merupakan strategi untuk memperoleh kepemilikan atau
meningkatkan kendali atas distributor atau pengecer.
2. Integrasi kebelakang merupakan strategi untuk mencari kepemilikan atau
meningkatkan kendali atas perusahaan pemasok
3. Integrasi horizontal merupakan strategi untuk mengendalikan para pesaing
Perusahaan tertarik melakukan integrasi vertical didasarkan atas alasan :
a. Dapat menciptakan kenyamanan bagi pendatang baru.
b. Memberikan fasilitas investasi
c. Menjaga kualitas produk
d. Memperbaiki penjadualan
Meskipun mempunyai manfaat, strategi integrasi vertical juga memiliki kelemahan,
yaitu ;
a. Kelemahan dalam hal biaya
b. Teknologi
c. Adanya permintaan berfuluktuasi
2. Strategi Diversifikasi
Strategi diversifikasi merupakan pendekatan utama strategi pada level koroporasi.
Tingkat (level) strategi diversifikasi dibedakan menjadi tiga kategori, yaitu :
Tingkat diversifikasi rendah
Tingkat diversifikasi menengah
Tingkat diversifikasi tinggi.
Selain itu juga dikenal dengan istilah diversifikasi related (diversfikasi konsentris)
dan diversifikasi unrelated (diversifikasi konglomerat dan diversifikasi horizontal).
Perusahaan mengimplementasikan strategi diversifikasi, dilandasi alasan dan motif untuk
mempertahankan keunggulan strategis, insentif dan sumber daya, serta motif manajerial.
Disamping itu juga didorong oleh lingkungan internal (kinerja yang rendah, ketidakpastian
aliran kas mendatang, dan semua pengurangan resiko) dan lingkungan eksternal (peraturan
pemerintah,ketentuan pajak, atau aturan-aturan yang baru).
3. Strategi level bisnis
Untuk dapat mencapai keunggulan bersaing, perusahaan harus melakukan evaluasi
lingkungan ekternal, guna mengidentifikasikan peluang, ancaman, dan kemampuan sumber
daya internal untuk menentukan kompetensi inti dan strategi yang akan
diimplementasikannya, yang disebut dengan strategi level bisnis. Tipe strategi pada level
bisnis ini disebut dengan strategi generik, yang terdiri dari:
Cost Leadership (keunggulan biaya)
Differentiation (diferensiasi/perbedaan)
Focussed Low Cost (fokus pada biaya rendah)
Focused Differentiation (focus pada diferensiasi) strategi level fungsional.
Penjabaran strategi pada level fungsional memegang peranan yang sangat
menentukan atas berhasil tidaknya sasaran strategi bisnis yang telah ditetapkan, oleh
karenanya diperlukan suatu penjabaran aktivitas yang sedetail mungkin atas strategi bisnis
yang telah dicanangkan. Penjabaran tersebut selaian memudahkan kontrol dari manajer juga
memudahkan bagian pelaksana untuk mengimplementasikan. Pada tingkat strategi
fungsional yang cukup strategis adalah Fungsi produksi dan operasi yang meliputi,
Fasiltas dan peralatan
Sumber bahan baku
Perencanaan dan pengendalian produksi
Fungsi pemasaran yang meliputi,
Produk
Harga
Distribusi
Promosi
fungsi keuangan yang meliputi
Kebutuhan modal
Alokasi modal
Manajemen dividen dan modal
Fungsi sumber daya manusia yang meliputi
Proses rekrutrmen dan orientasi
Pengembangan karir dan pelatihan
Kompensasi evaluasi, disiplin dan pengendalian
Manajemen strategi mempunyai beberapa dimensi atau bersifat multidimensional.
Dimensi dimaksud adalah :
1. Dimensi waktu dan orientasi masa depan
Manajemen strategi dalam mempertahankan dan mengembangkan eksistensi suatu
organisasi berpandangan jauh ke masa depan, dan berperilaku proaktif dan antisipatif
terhadap kondisi masa depan yang diprediksi akan dihadapi. Antisipasi masa depan tersebut
dirumuskan dan ditetapkan sebagai visi organisasi yang akan diwujudkan 10 tahun atau lebih
massa depan.
Visi dapat diartikan sebagai ‘kondisi ideal yang ingin dicapai dalam eksistensi
organisasi dimasa depan”. Sehubungan dengan hal diatas Lonnie Helgerson yang dikutip
Salusu menyatakan bahwa “ Visi adalah gambaran kondisi masa depan dari suatu organisasi
yang belum tampak sekarang tetapi merupakan konsepsi yang dibuat dibaca oleh setiap
orang (anggota organisasi). Visi memiliki kekuatan yang mampu mengundang, memanggil,
dan menyerukan pada setiap orang. untuk memasuki masa depan. Visi organisasi harus
dirumuskan oleh manajemen puncak (pucuk pimpinan) organisasi”.
2. Dimensi Internal dan Eksternal
Dimensi internal adalah kondisi organisasi non profit pada saat sekarang, berupa
kekuatan, kelemahan, peluang dan hambatan yang harus diketahui secara tepat untuk
merumuskan renstra yang berjangka panjang. Analisis terhadap lingkungan eksternal terdiri
dari lingkungan operasional, lingkungan nasional dan lingkungan global (internal), yang
mencakup berbagai aspek atau kondisi, seperti kondisi sosial politik,sosial ekonomi, social
budaya, kependudukan, kemajuan dan perkembangan ilmu dan teknologi, adat istiadat,
agama dan lain-lain.
3. Dimensi Pendayagunaan Sumber-Sumber
Sumber daya terdiri dari sumber daya material khususnya berupa sarana dan
prasarana, sumber daya finansial dalam bentuk alokasi dana untuk setiap program dan
proyek, sumber daya manusia, sumber daya teknologi dan sumber daya informasi.
4. Dimensi Keikutsertaan Manajemen Puncak
Manajemen strategi yang dimulai dengan menyusun rencana strategi merupakan
pengendalian masa depan organisasi, agar eksistensi sesuai dengan visinya dapat
diwujudkan, baik pada organisasi yang bersifat privat maupun publik. Rencana strategi
harus mampu mengakomodasi seluruh aspek kehidupan organisasi yang berpengaruh pada
eksistensinya dimasa depan merupakan wewenang dan tanggungjawab manajemen puncak,
karena seluruh kegiatan merealisasikannya merupakan tanggungjawabnya sebagai pimpinan
tertinggi, meskipun kegiatannya dilimpahkan pada organisasi atau satuan unit kerja yang
relevan.
5. Dimensi Multi Bidang
Setiap organisasi / perusahaan untuk mengeksploitasi peluang bisnis yang muncul
guna mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan sesuai dengan misi yang telah
ditentukan. Ini berarti organisasi (bisnis maupun publik) berusaha untuk mengurangi
kelemahannya, dan berusaha melakukan adaptasi dengan lingkungannya. Kemudian
pengertian ini menunjuk pula untuk mengurangi efek negative yang ditimbulkan oleh
ancaman-ancaman. Kemudian komponen pokok manajemen strategi adalah :
Analisis lingkungan
Analisis profil
Strategi untuk mencapai tujuan organisasi (bisnis maupun publik) dengan
memperhatikan
Misi
Dengan demikian analisis lingkungan sangat penting dalam proses manajemen
strategi, karena manajemen startegi bukan untuk melihat peluang-peluang (reaktif terhadap
perubahan) tetapi penyusun manajemen strategi haruslah dilihat sebagai usaha untuk
mengetahui sedini mungkin kekuatan dan kelemahan organisasi (bisnis/publik) agar
organisasi mampu bertahan (survive) menghadapi perubahan lingkungan secara terus
menerus.
Dengan demikian, analisis lingkungan bisnis hanya berusaha mengumpulkan dan
menganalisis sejumlah variabel secara terbata (finite). Analisis lingkungan bisnis hendaknya
tidak sampai terjerumus untuk berusaha menganalisis sebanyak mungkin variabel (infinite)
lingkungan perlu dianalisis karena:
1) Agar pembuat strategi dapat mengantisipasi setiap kesempatan dan membantu
mengembangkan sistem pemecahan tujuan perusahaan/organisasi.
2) Untuk dapat mengefektifkan proses manajemen strategi, karena dengan
melakukan analisis lingkungan hasil yang akan diperoleh lebih efektif.
3) Untuk membantu manajer dalam meramalkan dampak lingkungan terhadap
perkembangan perusahaan. Terkumpulnya berbagai organisasi dari lingkungan
memudahkan untuk membuat perencanaan jangka panjang Analisis lingkungan dilakukan
dengan 3 (tiga) cara, yaitu :
a. Menganalis hubungan antara strategi perusahaan dan tanggapan terhadap
lingkungan yang dipakai sebagai landasan untuk membandingkan strategi yang sedang
berjalan dengan strategi yang potensial yang akan datang.
b. Menganalisis kecenderungan faktor dan masalah utama yang potensial yang
akan datang.
Pada dasarnya struktur lingkungan dapat dibagi atau dibedakan menjadi dua elemen
utama, yaitu :
Lingkungan eksternal (Makro)
. Lingkungan internal (Mikro)
II.5. Perencanaan Strategis
Kegiatan pokok perencanaan strategis terdiri dari 4 (empat) elemen pokok:
1. Environmental scanning (Adaptasi terhadap lingkungan )
2. Strategi formulation (Formulasi Strategi)
3. Strategi implementation (pelaksanaan Strategi)
4. Evaluation dan control (Telaah dan Pengawasan)
Pilar strategi dalam organisasi Pemda (Moore, 1995:71)
- Secara mendasar bernilai (substantively valuable); Pemda harus menghasilkan
sesuatu yang bernilai bagi lembaga pengawas, pengguna jasa (klien), dan masyarakat
dengan biaya murah
- Absah dan secara politis dapat diterima (legitimate and politically sustainable);
Pemda harus bisa mendapatkan mandat maupun dana serta bertanggungjawab terhadap
institusi politik yang ada
- Secara operasional dan administrative dapat dilaksanakan (operationally and
administratively feasibel); kewenangan dan kegiatan yang direncanakan dapat dilaksanakan
dalam organisasi yang ada atau dengan bantuan pihak-pihak lain yang membantu organisasi
Pemda.
II.6.Implementasi Strategi
Program; aktivitas atau langkah-langkah yang disusun secara sistematis sebagai
penjabaran dari strategi. Anggaran; gambaran rinci tentang sumber dana yang dibutuhkan
dan bagaimana penggunaannya.
Prosedur; sering disebut SOP, sistem dari langkah atau teknik yang berurutan tentang
bagaimana suatu pekerjaan atau tugas dikerjakan
Standar Kinerja; ukuran target bersifat kuantitatif maupun kualitatif dari program
yang dilaksanakan untuk mengetahui keberhasilan atau pencapaiannya. Hubungan antar
tingkat akhir (tujuan & sasaran) dengan alat pencapaiannya (strategi dan taktik) tidaklah
mudah. Keberadaan manajemen strategi tidak untuk mendikte tujuan, sebaliknya tujuan dan
sasaran harus dipengaruhi oleh peluang yang tersedia, ada beberapa yang perlu diperhatikan
dalam usaha pencapaian tujuan dalam perencanaan manajemen strategi antara lain :
1. Efektif dan efesiensi
Manajemen strategi disebut efektif jika hasil yang dicapai seperti yang di inginkan.
Karena kebanyakan situasi yang memerlukan analisa strategi tidak statis melainkan
interaktif dan dinamis, maka hubungan antara penyebab dan hasilnya tidak tetap atau pasti.
Sebaliknya taktik adalah tindakan nyata yang diambil oleh pelaku dan sepenuhnya berada
dibawah pengawasan pelaku. Kebalikan dari strategi, taktik adalah internal dan kriteria yang
digunakan bukanlah keefektifan melainkan efesiensi.
2. Keputusan dan Emplementasi
Keputusan manajemen strategi tidak berarti apa-apa tanpa implementasi. Strategi
tergantung pada kemungkinan dan taktik yang potensial. Keputusan strategi harus dapat
mencapai tujuannya. Aturan dalam manajemen strategi persaingan :
Proses berfikir yang mendahului tindakan
Pengetahuan mengenai jumlah merupkan kunci penting
Menejemen strategi tindakan yang dilakukan dengan cepat akan mendominasi
yang lambat.
Kemenangan harus menunjukkan nilai dari tujuan
Menyerang hanya terhadap yang dapat diserang
Bertahan adalah bentuk terkuat dari persaingan
Superioritas dalam faktor persaingan yang mendasar adalah segalanya
Tidak terkalahkan adalah merupakan pertahanan yang sebenarnya
Menajemen strategi membutuhkan pengembangan kekuatan yang unik
3. Pertumbuhan dan Struktur Organisasi
Tahap implementasi strategi memerlukan pertimbangan dalam penyusunan struktur
organisasi, karena keselarasan struktur dengan strategi merupakan satu hal yang penting
untuk tercapainya implementasi strategi. Pertumbuhan organisasi terjadi kala skala
organisasi berkembang. Pertumbuhan yang terjadi bisa vertical dan bisa juga horizontal.
Pertumbuhan organisasi menghasilkan berbagai bentuk struktur organisasi seperti stuktur
fungsional, divisional geografis, organisasi unit bisnis, organisasi matrik dan struktur
organisasi horizontal. Masing-masing struktur tersebut mempunyai kelebihan dan
kelemahan masing-masing.
4. Kepemimpinan dan Budaya Organisasi
Budaya organisasi sesungguhnya tumbuh karena diciptakan dan dikembangkan oleh
individu-individu yang bekerja dalam suatu organisasi, yang diterima sebagai nilai-nilai
yang harus dipertahankan dan diturunkan kepada setiap anggota baru. Nilai-nilai tersebut
digunakan sebagai pedoman bagi setiap anggota selama mereka berada dalam lingkungan
organisasi tersebut, dan dapat dianggap sebagai ciri khas yang membedakan sebuah
organisasi lainnya.
2. Strategi Pembuatan Sebuah Produk
A. Rancangan Produk: Produk, Merk, Kemasan dan Pelayanan
Produk adalah elemen pertama dan penting dalam bauran pemasaran. Strategi
produk memerlukan pengambilan keputusan yang terkoordinasi sehubungan dengan jenis
produk, lini produk dan bauran produk.
Setiap produk yang ditawarkan kepada konsumen bisa dilihat dalam tiga tingkat.
Produk inti adalah layanan penting yang benar – benar dibeli para pembeli. Produk nyata
mencakup ciri, gaya, tingkat kualitas, nama merk dan kemasan produk yang akan dijual.
Produk tambahan adalah produk nyata ditambah berbagai jasa yang menyertainya, misalnya
garansi, instalasi, jasa perawatan, dan pengiriman gratis.
Beberapa skema talah diusulkan untuk mengklasifikasi produk. Misalnya, semua
produk bisa dikualifikasikan menurut keawetan / durability (barang tak-tahan lama, bahan
tahan lama, dan jasa). Barang-barang konsunen (barang kemudahan, barang toko, barang
khusus, dan barang tak-menarik). Barang-barang industri (bahan-baku dan komponen,
barang modal, serta alat-alat dan jasa).
Perudahaan harus menyusun kebijakan merk untuk jenis produk sesuai lininya.
Mereka harus memutuskan apakah memberi merk pada semua produk, apakah
menggunakan nama merk kelompok atau nama merk masing-masing produk, apakah
memperluas nama merk untuk produk-produk baru, dan apakah menghapus beberapa merk
yang sedang bersaing.
Produk fisik memerlukan keputusan mengenai kemasan yang harus
mempertimbangkan pula proteksi, ekonomi, kemudahan, dan promosi. Produk fisik juga
membutuh kan label untuk isentifikasi dan kemungkinan pemahaman penjelasan dan
promosi produk. Hukum amerika serikat membuat para penjual memberikan informasi
minimum tertentu tentang label untuk menjelaskan dan melindungi para konsumen.
Perusahaan harus menyediakan layanan konsumen yang diinginkan oleh para
konsumen dan secara efektif melawan para pesaing. Perusahaan harus menentukan layanan
penting yang akan dtawarkan, tingkat di mana setiap layanan harus diberikan, dan bentuk
dari setiap layanan. Bauran servis bisa dikoordinasi oleh sebuah bagian layanan konsumen
yang menangani pengaduan dan penesuaian, kredit, perawatan, jasa teknik, dan informasi.
Banyak perusahaan memproduksi tidak hanya satu macam produk tetapi sebuah lini
produk. Lini produk adalah sekelompok produk yang bersama-sama mempunyai fungsi,
konsumen atau saluran distribusi. Setiap lini produk memerlukan strategi pemasaran.
Perentangan lini menimbulkan pertanyaan tentang lini tertentu apa saja yang harus
direntangkan ke atas, ke bawah atau kedua-duanya. Pengisian lini menimbulkan pertanyaan
apakah tambahan barang harus ditambahkan pada jangkauan lini produk yang ada saat ini.
Penetapan cirri-cii lini menimbulkan pertanyaan tentang ciri apa saja yang harus ditonjolkan
didalam mempromosikan lini.
Bauran produk menggandakan serangkaian lini produk dan barang-barang yang
ditawarkan kepada konsumen oleh penjual tertentu. Bauran produk bisa digambarkan
sebagai suatu yang mempunyai lebar, panjang, keadaan dan konsistensi tertentu. Keempat
dimensi bauran produk ini merupakan alat untuk menyususn strategi produk perusahaan.
B. Merancang Produk: Pengembangan Produk Baru dan Strategi Daur Hidup Produk
Perusahaan makinmnyadari keuntungan serta prlunya pengembangkan produk dan
jasa baru. Produknya yang ada sekarang menghadapi jangka hidup pendek dan harus
digantikan produk baru.
Namun, produk barupun bisa gagal. Resiko inovasi sama besarnya dengan
manfaatnya. Kunci untuk mencapai inovasai yangt berhasil terletak pada cara membuat
perusahaan mampu mengelola gagasan produk baru serta membuat prosedur keputusan dan
riset pada setiap tingkat proses pengemvbangan produk baru.
Proses pengembangan produk baru terdiri dari 8 tahap : pengumpulan gagasan,
penyaringan, pengembangan dan pengujian konsep, pengujian konsep, pengembangan
strategi pemasaran, analisis usaha, pengembangan produk, pengujian pasar, dan
komersialisasi. Tujuan setiap tahap ialah untuk menentukan apakah gagasan itu harus lebih
dikembangkan atau dihentikan. Perusahaan ingin membatasi kemungkinan terpakainya
gagasan yang jelek dan tersisihnya gagasan yang baik.
Setiap produk komersial mempunyai daur hidup yang ditandai dengan perubahan
serangkaian maasalah dan kesempatan. Riwayat penjualan produk khusus melewati kurva
yang melewati empat tahap. Tahap perkenalan ditandai dengan pertumbuhan lambat dan
laba minimal pada saat produk dilempar ke dalam distribusi. Bila berhasil, produk memasuki
tahap pertumbuhan yang ditandai dengan perkembangan pesat penjualan dan meningkatnya
laba. Pada tahap ini, perusahaan mencoba meningkatkan produk, memasuki segmen pasar
baru dan saluran distribusi, serta mengurangi harga sedikit demi sedikit. Kemudian diikuti
dengan tahap kematangan, saat perkembangan penjualan menurun dan laba stabil.
Perusahaan mencari strategi baru untuk memperbaharui perkembangan penjualan, termasuk
pasar, produk dan modifikasi bauran pemasaran. Akhirnya, produk memasuki tahap
keusangan, pada saat ini penjualan dan laba merosot. Tugas perusahaan ditingkat ini ialah
mengidentifikasi produk yang sedang merosot dan dalam setiap kasus perusahaan harus
menentukan apakah akan bertahan, mengadakan pengurangan atau menghentikannya. Jalan
keluar terakhir, produk bisa dijual ke perusahaan lain atau diohentikan produksinya.
3. Strategi Produk
A. Penetapan Harga Produk: Tujuan dan Kebijakan Penetapan Harga
Meskipun peranan faktor-faktor non-harga semakin meningkat dalam proses
pemasaran modern, harga tetap merupakan elemen penting an tahap penting dalam
pemasaran yang diwarnai dengan persaingan monopoli atau olgopoli.
Dalam menetapkan harga pada sebuah produk, perusahaan mengikuti prosedur enam
langkah, Yaitu:
Perusahaan dengan hati-hati menyususn tujuan-tujuan pemasarannya, misalnya
mempertahankan hidup, meningkatkan laba saat itu, ingin memenangkan bagian pasar, atau
kualitas produk.
Perusahaan menentukan kurva permintaan yang memperlihatkan kemungkinan
jumlah produk yang akan terjual per periode, padaa tingkat-tingkat harga alternatif.
Permintaan yang semakin tidak-elastis, semakin tinggi pula harga yang bisa dipasang oleh
perusahaan.
Perusahaan memperkirakan bagai mana biaya akan bervariasi pada tingkat produksi
yang berbeda-beda.
Perusahaan mengamati harga-harga para pesaing sebagai dasar untuk meneapkan
harga mereka sendiri.
perusahaan memilih salahsatu dari metoda penetapan harga berikut ini: penetapan
harga biaya-plus, analis pulang-pokok dan penetapan laba sasaran, penetapan harga nilai
yang diperoleh, penetapan harga yang sesuai dengan laju perkembangan dan penetapan
harga dalam sampul tertutup.
Perusahaan memiliki harga final, menyatakannya dalam cara psikologis yang paling
efektif dan mengeceknya untuk menyakinkan bahwa harga tersebut sesuai dengan kebijakan
penetapan harga perudahaan serta sesuai pula dengan para penyalur, grosir, wiraniaga
perusahaan, pesaing, pemasok dan pemerintah.

B. Penetapan Harga Produk: Strategi Penetapan Harga


Perusahaan menerapkan bermacam-macam strategi penetapan harga atas harga
dasar:
penetapan harga geografis, dimana perusahaan tersebut memutuskan bagai mana
memasang harga bagi pembeli yang jauh, dengan memilih salah satu dari berbagai alternatif
seperti penetapan harga FOB, penetapan harga pengiriman seragam, penetapan harga
wilayah, penetapan harga titik-pangkalan, dan penetapan harga absorsi angkutan
Penetapan harga potongan dan hadiah, dimana perusahaan tersebut memberi
potongan tunai, potongan jumlah, potongan fungsional, potongan musiman, dan hadiah.
Penetapan harga promosi, dimana perusahaan tersebut memutuskan untuk
memasang hrga barang yang dirugikan, penetapan harga kesempatan-khusus dan potongan
tunai.
Penetapan harga diskriminasi dimana perusahaan memasang harga yang berlainan
berdasarkan pertimbangan pembeli, bentuk produk, tempat, dan waktu yang berbeda-beda.
Penetapan harga produk baru, dimana perusahaan tersebut memutuskan antara
memperkenalkan sebuah inovasi produk yang dilindungi hak paten dengan harga lintas pasar
dan harga tembus pasar. Perusahaan itu menentukan salahsatu dari sembilan strategi
harga/kualitas untuk memperkenalkan sebuah produk tiruan.
Penetapan harga bauran produk, di mana perusahaan itu menentukan tingkat harga
untuk beberapa produk dalam satu lini produk, dan penetapkan harga produk-produk pilihan,
produk penawan, dan produk sampingan.
Bila sebuah perusahaan mempertimbangkan untuk memulai perubahan harga,
perusahaan itu harus secara hati-hati mempertimbangkan reaksi-reaksi pembeli dan pesaing.
Reaksi pembeli dipengaruhi oleh mekna yang diliha pembeli sehubungan dengan perubahan
harga. Reaksi-reaksi pesaing berasal baik dari seperangkat kebijakan reaksi atau dari tafsiran
baru teerhadap setiap situasi. Perusahaan yang memprakasai perubahan harga juga harus
meramalkan reaksi yang mungkin timbul dari para grosir, penyalur, dan pemerintah.
Perusahaan yang menghadapi perubahan harga yang diprakasai oleh seorang pesaing
harus mencoba memahami maksud pesaing tersebut dan jangka waktu perubahan. Jika
dibutuhkan kecepatan reaksi, perusahaan itu harus merencanakan lebih dahulu reaksi-
reaksinya atas berbagai kemungkinan tindakan harga.
Tip 1 # Cring ! Cring!Keindahan Musik Para Marketer
Cring merupakan sebuah sinonim untuk mendapatkan pendapatan. Ia adalah suara
yang didengar penghasil keuntungan manakala transaksi dilakukan. Cring merupakan apa
yang diharapkan penjual ketika hendak memasang iklan. Cring merupakan apa yang
didengar oleh pengecer, pembuat film, promoter konser di atas keriuhan desakan orang.
Supermarketer mengetahui kata-kata, menyanyikan dan menari mengikuti irama lagu favorit
para marketer….“Saya tidak pernah menganggapnya serius apapun bila tidak menghasilkan
bunyi cring, cring, cring….”
Tip2 # Pahami Betul Definisi Pemasaran
Pengertian yang cukup panjang tentang pemasaran adalah identifikasi, daya tarik,
mendapatkan dan memelihara hubungan yang baik dengan para konsumen secara
salingmenguntungkan.
Identifikasi, daya tarik dan mendapatkan sesuatu merupakan fungsi pra penjualan.
Sebagai contoh, penelitian pemasaran merupakan kegiatan yang bersifat identifikasi.
Pengiklanan, pengemasan dan tata ruang yang rapid an bersih merupakan kegiatan yang
bersifat memikat dan memberikan daya tarik. Penjualan, pendistribusian, penentuan harga,
kualitas produk, senyuman pramu niaga merupakan kegiatan untuk mendapatkan. Fungsi –
fungsi pasca penjualan, seperti pengiriman, pengajuan rekening, penagihan, layanan
konsumen, jaminan perbaikan dan sapaan terima kasih merupakan fungsi untuk memelihara
dan mempertahankan hubungan. Pengertian tentang pemasaran cukup sederhana.
Melakukan pemasaran itu sendiri yang sulit.
Tip 3 # Perusahaan Pemasaran No. 1
Perusahaan pemasaran mengetahui semua nilai uang konsumen. Mereka
menempatkan nilai waktu dalam hubungan dengan konsumen. Sebagai contoh, jika seorang
wanita atau pria menghabiskan $45 setiap tiga minggu di salon kecantikan dan jika
konsumen ditangani dengan baik dan puas tentu bisa diharapkan konsumen bertahan selama
tiga tahun, maka nilai keuntungan pemilik salon yang diperoleh dari wanita tersebut sebesar
$ 2,340 setiap kali ia melayani konsumen. Itulah mengapa toko grosir yang mungil, dealer
mobil, perusahaan penerbangan, pabrik perlengkapan mesin, pialang saham dan penghasil
baja dengan gembira dan penuh semangat menaruh perhatian terhadap para konsumen
mereka. Dealer mobil yang nekad dan pembuat lemari dapur yang ceroboh melihat
penjualan sebagai tujuan akhir hubungan dengan konsumen.
Perusahaan – perusahaan pemasaran ternama yang mengejar saham pasar yang
diperolehnya dengan gigih dan ulet serta berkesinambungan. Namun mereka mengetahui
bahwa saham pasar merupakan fungsi pemasaran yang dapat ditembus dan meyakinkan.
Saham pasar merupakan titik masuk ke dalam papan angka.
Tip 4 # Gunakan Tujuh Pemacu Pertumbuhan
Terdapat tujuh pemacu yang mengembangkan jalur utama yang mengembangkan
pendapatan, yang membuat berderingnya mesin register kas. Antara lain:
1. Kenalilah produk-produk baru dan lakukan inofasi
2. Tambahkan konsumen pemakai akhir yang baru dalam pasar yang berlangsung
pada saat ini, dalam pasar-pasar baru dan dalam wilayah geografis yang baru.
3. Lakukan penjualan aplikasi-aplikasi baru dari produk-produk yang ada kepada
para konsumen saat ini
4. Batasi pengurangan konsumen
5. Tingkatkan harga
6. Antisipasi bagi meningkatnya permintaan pasar
7. Lakukan akuisisi perusahaan
Tip 5 # Anda Harus Mencintai Merek Anda
Supermarketer adalah pengawal merek dagang. Anda mengawal dan memelihara
image merek danga, modal, harapan dan masa depan. Anda harus percaya dengan
bagaimana merek dagang anda berarti bagi para konsumen. Anda harus memahami dan
menghargai warisan merek dagang anda.
Tip 6 # Jangan Obral Nomor Telepon Anda
Adalah lebih efektif untuk menandai nama perusahaan anda, kota dan Negara anda
dan jalur iklan yang baik Terdapat pengecualian terhadap ketentuan ini. Jika kendaraan anda
memberikan layanan konsumen setiap hari atau secara teratur dan layanan yang diberikan
secara local, seperti layanan taksi, adalah benar.
Tip 7 # Jangan Terseret Permainan Trio Yang Buruk
Slogan iklan menggunakan 3 kata yang buruk :
1. “Kita. “Siapa “Kita”? di dunia bisa menjadi pengiklan. Tidak ada suatu
perusahaan ada nama merek dagang yang dicantumkan. Tidak ada pengakuan merek dagang
2. “Kita semua.” Apakah “Kita semua” digunakan sebagai pengganti dari “
sebagian dari kita”? atau apakah perusahaan yang tidak dikenal(“kita”) menerima sebagian
dari kita (“kita semua’) membuka diri bagi kontribusi mereka ( “perbedaan”) dengan umat
manusia?
3. “Buatlah perubahan.” Dan apakah, oh Tuhan, berikan kami kekuatan,
menghasilkan perbedaan “ yang kami semua lakukan?” dan apa yang harus dilakukan
terhadap produk perusahaan?
Tip 8 # Jangan Kirimkan Catatan Tebusan
Tempelkan setiap sample atau foto atau pengulangan kata yang sangat berdekatan
terhadap satu sama lain pada papan-papan poster yang besar. Seperti apa susunan tersebut
yang bisa dilihat secara visual? Apakah terdapat warna – warni, ilustrasi, gambar-gambar,
tipe, tata -letak, pesan-pesan , corak salinan dan logo-logo sesuai dan harmonis, yang
menggambarkan pandangan yang terpadu? Atau apakah papan poster anda tampak seperti
catatan tebusan yang masih amatiran; pesan bisa dipahami, namun orang berkomunikasi
campur aduk antara huruf dan grafik?
Tip 9 # Jangan Pernah Menggunakan Kata – Kata Jelek Dalam Periklanan atau
Penjualan
Setiap orang mengetahui kata-kata yang baik untuk digunakan dalam iklan: “ Baru,
bebas, cobalah, anda, temukan, memperkenalkan, kini.” Namun tidak setiap orang
mengetahui kata –kata yang buruk dalam iklan maupun penjualan atau mereka tidak akan
menggunakannya. Sembilan puluh sembilan persen dari waktu di saat kata-kata yang buruk
digunakan, tidak memiliki arti sama sekali.
Tip 10 # Jangan Pernah Menggunakan Iklan – Tiga – Halaman Lebar atau
Bagaimana Menghabiskan Uang Pemegang Saham
Disaat anda baca surat kabar atau majalah ternama dan berhadapan dengan tiga
halaman iklan lebar yang disponsori oleh perusahaan pemasaran usaha skala besar, aroma
yang anda rasakan bukanlah kertas koran yang segar; melainkan aroma uang dihamburkan.
Para pengiklan ini menghamburkan dana pemegang saham. Tak seorang pun yang membaca
iklan demikian. Dana yang diinvestasikan dalam membuat iklan dan membeli media masuk
ke tempat sampah…bersama surat kabar lama. Ada satu pengecualian. Sebagian konsumen
akan membaca iklan tiga halaman bagi pendirian toko ritel, dimana iklan mencantumkan
sejumlah produk yang dijual.
Keahlian seorang Marketer.
Tip 11 # Milikilah Selalu Saluran Utama
Inovasi yang tiada hentinya, dalam setiap sudut dan celah – celah usaha, sangat
penting bagi perusahaan untuk mengubah, menyesuaikan diri dan bergerak maju. Saluran
utama informasi diisi dengan kegiatan – kegiatan inovatif; ide – ide tentang produk baruf,
paket-paket baru, nama –nama merek baru, cara – cara baru untuk menjual, pasar baru untuk
dimasuki dan sebagainya. Saluran utama informasi bukan diisi dengan ide-ide penting
melainkan diisi dengan ide – ide organisasi.
4. KRISIS MULTIDIMENSI DI INDONESIA
Krisis multidemensi di Indonesia ini diakibat adanya kris keteladanan. Demikian ujar
pengamat ekonomiSyariah, Dr. Syafii Antonio
Umat Islam masih banyak yang mengkerangkeng Islam di masjid. Menjadikannya
sebagai ritual keagamaan semata. Maulid Nabi, barzanji, tahililan, serta ritual lainnya
diadakan secara besar-besaran dan masif. Sedangkan nilai universalitas Islam tidak pernah
dibawa ke ranah luar, seperti perbankan, asuransi, ekonomi, politik, manajenem, dan
lainnya. Padahal, jika mencinta nabi dan ingin menjalankan Islam tidak sebatas ritual
semata. Jika ini tidak dilakukan, berarti kita mendhalimi Nabi. Karena tidak menjadikannya
sebagai suri tauladan dalam setiap peran dan perbuatan. Hal itu disampaikan Dr. H. M. Syafii
Antonio dalam Kajian Aktual al-Falah (Kaafah) di WTC Lt 3 pada (29/3) kemarin. Kajian
yang bertema Meneladani Setiap Peran Dalam Perjuangan Dakwah itu dihadiri lebih seribu
donatur dan simpatisan Yayasan Dana Sosial al-Falah (YDSF). Pria yang juga salah satu
penulis terbaik Islamic Book Fair 2009 lewat bukunya, Rosulullah SAW, Super Leader
Super Manager, ini mengatakan bahwa krisis multidemensi yang terjadi di Indonesia
diakibatkan tidak adanya keteladanan (public figure) yang bisa diteladani umat. Syafii
Antonio mengatakan, tidak adanya pemimpin yang memiliki integritas dan sifat amanah
membuat bangsa ini chaos.
Dilanda korupsi, krisis ekonomi dan krisis moral, ujar Antonio. Hal itu juga, menurut
pakar ekonomi syariah ini, demoralisasi pemimpin tersebut telah muncul sejak awal
kampaye. Besarnya ongkos Pemilu yang dikeluarkan para caleg membuat mereka berfikir
bagaimana cara mengembalikan modal tersebut.
Jadi, setelah mereka terpilih menjadi wakil rakyat, bukan berfikir tentang
kesehateraan rakyat, malah bagaimana mendapatkan uang, terangnya.
Antonio mengungkapkan, jika bangsa ini ingin keluar dari kriris, maka pemimpinya
harus meneladani sifat-sifat Rosul dalam segala bidang, baik kepemimpinan (leadership),
ekonomi, manegemen dan lainnya. Menurutnya, Rosulullah adalah teladan sempurna yang
bisa meng-integrasikan kepemimpinan dunia dan akhirat. Beda dengan yang lainnya. Seperti
Mahatma Gandi, dia tokoh sukses dalam masalah sosial, namun tidak dalam bisnis. Begitu
juga Napoleon Bonaparte, seorang militer, namun dia bukan pemimpin. Beda dengan
Rosulullah. Dan itulah yang menjadi alasan Micahel H. Hart menempatkan Rosulullah
sebagai nomer satu dari 100 orang berpengaruh dunia.
Lebih lanjut, Syafii mengatakan, sejak kecil, self development (pengembangan diri)
Rosulullah telah dibentuk oleh Allah. Umur enam tahun menjadi yatim piatu membuatnya
harus hidup mandiri dan berdikari. Tidak menggantungkan pada pamanya Abu Thalib yang
miskin dan banyak anak. Selain berdikari, Rosul juga memiliki jiwa interpreunership, di usia
belia dia sudah melakukan perjalanan ke beberapa daerah untuk berdagang. Tidak hanya,
sukses di situ, menurut Antonio Rosul juga pandai dalam hal sosial politik, strategi militer,
dan interaksi dengan sesama. Apalagi dengan keluarga dan para istrinya.
Keteladanan itulah, jika ditiru dan diteladani oleh para pemimpin Indonesia, niscaya
krisis multidimensi yang melanda akan teratasiungkapnya. [ans/hidayatullah]
Dimensi Manajemen Strategi
Manajemen strategi mempunyai beberapa dimensi atau bersifat multidimensional.
Dimensi dimaksud adalah :
Dimensi waktu dan orientasi masa depan
Manajemen strategi dalam mempertahankan dan mengembangkan eksistensi suatu
organisasi berpandangan jauh ke masa depan, dan berperilaku proaktif dan antisipatif
terhadap kondisi masa depan yang diprediksi akan dihadapi. Antisipasi masa depan tersebut
dirumuskan dan ditetapkan sebagai visi organisasi yang akan diwujudkan 10 tahun atau lebih
masa depan. Visi dapat diartikan sebagai “ kondisi ideal yang ingin dicapai dalam eksistensi
organisasi dimasa depan”.
Sehubungan dengan hal di atas Lonnie Helgerson yang dikutip Salusu menyatakan
bahwa “ Visi adalah gambaran kondisi masa depan dari suatu organisasi yang belum tampak
sekarang tetapi merupakan konsepsi yang dapat dibaca oleh setiap orang (anggota
organisasi). Visi memiliki kekuatan yang mampu mengundang, memanggil, dan
menyerukan pada setiap orang untuk memasuki masa depan. Visi organisasi harus
dirumuskan oleh manajemen puncak (pucuk pimpinan) organisasi”.
2. Dimensi Internal dan Eksternal
Dimensi internal adalah kondisi organisasi non profit pada saat sekarang, berupa
kekuatan, kelemahan, peluang dan hambatan yang harus diketahui secara tepat untuk
merumuskan renstra yang berjangka panjang.
Analisis terhadap lingkungan eksternal terdiri dari lingkungan operasional,
lingkungan nasional dan lingkungan global (internasional), yang mencakup berbagai aspek
atau kondisi, seperti kondisi sosial politik, sosial ekonomi, sosial budaya, kependudukan,
kemajuan dan perkembangan ilmu dan teknologi, adat istiadat, agama dan lain-lain.
3. Dimensi Pendayagunaan Sumber-Sumber
Manajemen strategik sebagai kegiatan manajemen tidak dapat melepaskan diri dari
kemampuan mendayagunakan berbagai sumber daya yang dimiliki, agar secara terintegrasi
terimplementasikan dalam fungsi-fungsi manajemen ke arah tercapainya sasaran yang
ditetapkan di dalam setiap rencana operasional, dalam rangka mencapai tujuan strategik
melalui pelaksanaan misi untuk mewujudkan visi organisasi publik. Sumber daya terdiri dari
sumber daya material khusunya berupa sarana dan prasarana, sumber daya finansial dalam
bentuk alokasi dana untuk setiap program dan proyek, sumber daya manusia, sumber daya
teknologi dan sumber daya informasi.
4. Dimensi Keikutsertaan Manajemen Puncak
Manajemen strategik yang dimulai dengan menyusun rencana strategik merupakan
pengendalian masa depan organisasi, agar eksistensi sesuai dengan visinya dapat
diwujudkan, baik pada organisasi yang bersifat privat maupun publik.
Rencana strategik harus mampu mengakomodasi seluruh aspek kehidupan
organisasi yang berpengaruh pada eksistensinya dimasa depan merupakan wewenang dan
tanggungjawab manajemen puncak. Oleh karena itu rencana strategik sebagai keputusan
utama yang yang prinsipil itu tidak saja ditetapkan dengan mengikutsertakan, tetapi harus
dilakukan secara proaktif oleh manajemen puncak, karena seluruh kegiatan untuk
merealisasikannya merupakan tanggungjawabnya sebagai pimpinan tertinggi, meskipun
kegiatannya dilimpahkan pada organisasi atau satuan unit kerja yang relevan.
5. Dimensi Multi Bidang
Manajemen strategik sebagai sistem pengimplementasiannya harus didasari dengan
menempatkan organisasi satu sistem. Dengan demikian berarti sebuah organisasi akan dapat
menyusun rencana strategis dan rencana renovasi jika tidak memiliki keterikatan atau
ketergantungan sebagai bawahan pada organisasi lain sebagai atasan.
Rencana strategis dan rencana operasi bersifat multidimensi, terutama jika
perumusan rencana strategis hanya dilakukan pada organisasi publik yang tertinggi. Dengan
dimensi yang sangat banyak itu, mudah terjadi tidak seluruh dimensi dapat diakomodasi.
Amstrong (1990) memberikan pengertian yang lebih singkat dan tegas bahwa
pengembangan sumber daya manusia adalah mengenai latihan dan pengembangan. Sumber
daya manusia menurut Mangun (dalam Suroto,1992) ialah semua kegiatan manusia yang
produktif dan semua potensinya untuk memberikan sumbangan yang produktif kepada
masyarakat. Kualitas sumber daya manusia menyangkut dua aspek yaitu aspek fisik(kualitas
fisik), dan aspek non fisik (kualitas non fisik) yang menyangkut kemampuan bekerja,
berpikir, dan ketrampilan–ketrampilan lain. Oleh sebab itu upaya meningkatkan kualitas
atau kemampuan-kemampuan non fisik tersebut maka upaya pendidikan dan pelatihan
adalah yang paling diperlukan. Upaya inilah yang dimaksudkan dengan pengembangan
sumber daya manusia (Notoatmojo,1992).
Komunikasi Efektif
Seperti darah, bagi suatu organisasi komunikasi yang efektif sangat penting, dan
miskomunikasi akan memberi kontribusi yang dapat disamakan dengan rusaknya sistim
peredaran darah dalam lebih dari satu sistim organisasi. Sesuatu yang nampaknya sederhana,
seperti lokasi fisik tempat bekerja ternyata mampu memberikan pengaruh yang sangat besar
terhadap proses keberhasilan komunikasi. Tanpa komunikasi yang efektif diantara berbagai
pihak yang terlibat didalamnya, pola hubungan dalam suatu organisasi tidak akan mampu
melayani kebutuhan berbagai pihak dengan baik.
Komunikasi yang efektif penting bagi para manajer karena tiga alasan utama.
Pertama, komunikasi menyediakan saluran umum untuk proses manajemen, yaitu
merencanakan, mengorganisasikan, memimpin, dan mengendalikan. Manajer
mengembangkan rencana lewat komunikasi dengan orang lain dalam organisasi dan
mengorganisasikan untuk melaksanakan rencana tadi dengan berdialog dengan para
karyawannya mengenai cara terbaik untuk mendistribusikan wewenang dan desain
pekerjaan. Manajer mengetahui bahwa kebijakan yang menimbulkan motivasi,
kepemimpinan, dan mengelompokan serta membentuk tim diaktifkan lewat pertukaran
informasi secara teratur.
Kedua, ketrampilan komunikasi yang efektif dapat membuat manajer menggunakan
berbagai bakat yang tersedia dalam dunia multibudaya dari organisasi. Globalisasi bisnis
pasti menempatkan tantangan bagi kemampuan berkomunikasi manajer. Ketika manajer
mempunyai kebiasaaan dan ekspresi serta arti yang mungkin tampak amat asing, mereka
mungkin tergoda untuk mengelak dan menghindar untuk mencoba berkomunikasi. Itu
kemungkinan merupakan peluang yang hilang. Komunikasi, seperti aktifitas intelektual lain,
dapat diasah dengan menghadapi keadaan yang baru dan menantang. Organisasi dapat
merupakan wahana yang tepat untuk mempelajari hal itu.
Ketiga, ternyata manajer menghabiskan banyak waktunya untuk berkomunikasi.
Jarang sekali kita menjumpai manajer sendirian dimejanya berpikir, membuat rencana, atau
mempertimbangkan berbagai alternatif. Kenyataannya, waktu manajerial banyak dihabiskan
dalam komunikasi bertatap muka, elektronik, atau lewat telepon dengan karyawan,
supervisor, pemasok, atau pelanggan.
Komunikasi Antar Pribadi
Komunikasi didefinisikan sebagai proses yang dipergunakan oleh manusia untuk
mencari kesamaan arti lewat transmisi pesan simbolik. Pesan sendiri merupakan suatu
informasi yang sudah disandikan dan dikirimkan oleh pengirim kepada penerima.
Di sini terdapat tiga butir penting yaitu (1) komunikasi melibatkan orang, dan bahwa
memahami komunikasi termasuk mencoba memahami cara manusia saling berhubungan,
(2) komunikasi meliputi “kesamaan makna”, yang berarti bahwa agar manusia dapat
berkomunikasi, mereka harus menyetujui definisi istilah yang dipergunakan, dan (3)
komunikasi termasuk simbol (gerakan badan, suara, huruf dan angka) dan kata hanya dapat
mewakili atau mendekati ide yang mereka maksudkan untuk dikomunikasikan.
Proses Komunikasi
Komunikasi terjadi dalam hubungan antara pengirim dengan penerima. Komunikasi
dapat mengalir dalam satu arah dan berakhir di sana. Atau sebuah pesan dapat menimbulkan
respon (yang secara formal dikenal dengan sebutan “umpan balik”) dari penerima.
Pengirim (sumber pesan) merupakan pihak yang mengawali komunikasi. Dalam
sebuah organisasi, pengirim dapat berupa seseorang dengan informasi, kebutuhan, atau
keinginan dan dengan tujuan mengkomunikasikannya kepada satu atau beberapa orang lain.
Penerima adalah orang yang inderanya menerima pesan dari pengirim. Mungkin
terjadi jumlah penerima banyak, seperti kalau sebuah memo dikirimkan kepada seluruh
anggota organisasi, atau hanya satu orang, seperti kalau seseorang mendiskusikan sesuatu
secara rahasia kepada seorang rekan. Pesan harus disesuaikan dengan latar belakang
penerima. Manajer produksi seyogyanya menghindari penggunaaan istilah yang sangat
teknis dalam berkomunikasi dengan seseorang di departemen pemasaran.
Dari rangkaian pengertian tersebut, “bila pesan tidak sampai kepada penerima, maka
komunikasi belum terjadi”. Di sisi lain, kerap terjadi situasi dimana pesan sudah sampai
kepada penerima, tetapi penerima tidak mampu memahaminya. Tiga faktor yang
mempengaruhi efektifitas komunikasi meliputi penyandian, pengartian dan gangguan.
a) Penyandian
Penyandian terjadi ketika pengirim menterjemahkan informasi untuk dikirimkan
menjadi serangkaian simbol. Penyandian itu diperlukan karena informasi hanya dapat
dikirimkan dari seseorang kepada orang lain lewat perwakilan atau simbol.
Karena komunikasi merupakan obyek dari penyandian, pengirim berusaha
menetapkan arti “yang dapat dipahami bersama” dengan penerima dengan cara memilih
simbol, biasanya dalam bentuk kata atau gerakan tubuh, yang dipercaya oleh pengirim
mempunyai arti yang sama dengan penerimanya. Kerap dijumpai, kurangnya kerjasama
adalah merupakan salah satu penyebab umum dari salah pengertian atau kegagalan dalam
berkomunikasi.
b) Pengartian
Merupakan proses yang dilakukan oleh penerima untuk menginterprestasikan pesan
dan menterjemahkannya ke dalam informasi yang mempunyai arti. Ini merupakan proses
dua langkah, yaitu (1) menerima pesan, dan kemudian (2) mengartikannya. Pengartian
dipengaruhi oleh pengalaman penerima, penilaian pribadi mengenai simbol dan gerakan
tubuh yang dipakai, harapan (orang cenderung mendengar apa yang ingin mereka dengar),
dan kesamaan arti dengan pengirimnya. Secara umum, semakin banyak pengartian penerima
yang sama dengan pesan yang dimaksud oleh pengirim, semakin efektif komunikasi.
c) Gangguan
Meliputi segenap faktor yang mengganggu, membingungkan, atau mencampuri
komunikasi. Gangguan dapat timbul dalam saluran komunikasi, atau metode pengiriman.
Gangguan dapat terjadi karena faktor internal (misalnya penerima kurang mengindahkan)
ataupun faktor eksternal (misalnya pesan terganggu oleh suara lain dari lingkungan.
Gangguan dapat terjadi pada tahap manapun dari proses komunikasi, terutama pada tahap
penyandian dan pengartian.
Memperbaiki Proses Komunikasi
Efektifitas komunikasi dapat dideteksi melalui “sampai seberapa jauh pihak-pihak
yang terlibat menangani empat aspek komunikasi” yang meliputi : perbedaan persepsi,
emosi, ketidakkonsistenan antara komunikasi verbal dan non-verbal, dan kepercayaan
(maupun ketidakpercayaan) awal antara pihak yang terlibat.
a. Perbedaan Persepsi
Merupakan salah satu hambatan komunikasi yang lazim dijumpai. Orang yang
mempunyai latar belakang pengetahuan dan pengalaman berbeda kerap menerima fenomena
sama dari prespektif yang berbeda.
Perbedaan bahasa sering berkaitan dengan perbedaan dalam persepsi individu. Agar
suatu pesan dapat dikomunikasikan secara tepat, kata-kata yang dipergunakan harus
mempunyai arti yang sama bagi pengirim maupun penerima.
Untuk mengatasi hal tersebut, pesan harus dijelaskan sehingga dapat dipahami oleh
penerima yang mempunyai pandangan dan pengalaman berbeda.
b. Emosi
Reaksi emosional (seperti marah, cinta, mempertahankan opini, cemburu, takut,
malu, dan lain-lain) akan berpengaruh terhadap cara orang memahami pesan dari orang lain
dan cara orang lain memahami pesan orang tersebut. Pendekatan terbaik untuk berhubungan
dengan emosi adalah menerimanya sebagai bagian dari proses komunikasi dan mencoba
memahaminya ketika emosi menimbulkan masalah.
c. Ketidakkonsistenan
Banyak kalangan yang berpendapat bahwa bahasa lisan dan tertulis merupakan
medium utama komunikasi. Pada kenyataannya, pesan yang dikirimkan maupun diterima
kerap dipengaruhi oleh faktor non-verbal seperti gerakan tubuh, pakaian, jarak fisik pelaku
komunikasi, postur tubuh, gerakan anggota badan, ekspresi wajah, gerakan mata, sentuhan
badan, dan lain-lain.
Kunci untuk mengatasinya adalah dengan mewaspadainya dan berjaga-jaga agar
tidak mengirimkan pesan palsu. Untuk itu pesan verbal haruslah selalu selaras dengan aspek
non-verbalnya.
d. Ke(tidak)percayaan awal
Tingkat kepercayaan penerima pesan pada umumnya merupakan fungsi kredibilitas
dari pengirim dalam benak penerima pesan tersebut. Kredibilitas pengirim pesan sangat
dipengaruhi oleh lingkungan dalam konteks yang bersangkutan mengirimkan pesan.
Disinilah sejarah hubungan kerja mempunyai hubungan komunikasi.
Kredibilitas merupakan hasil dari proses jangka panjang yang mana kejujuran
seseorang, niat baik dan keadilan dikenal dan dipahami oleh orang lain. Hubungan yang baik
dalam bekomunikasi hanya dapat dikembangkan melalui tindakan yang konsisten.
Komunikasi dalam Organisasi
Keseluruhan faktor yang telah dibahas dalam hubungan dengan komunikasi antar
pribadi juga berlaku untuk komunikasi dalam organisasi, yang juga mencakup penyampaian
pesan secara akurat dari satu orang kepada satu atau lebih orang lain. Selain faktor-faktor
tersebut, struktur, wewenang, desain pekerjaan organisasi, dan lain-lain merupakan faktor-
faktor unik yang turt berpengaruh terhadap efektifitas komunikasi, sebagai mana dinyatakan
oleh Simon (1977) bahwa “organisasi perlu untuk membantu manusia berkomunikasi”.
Komunikasi yang terbuka dan efektif akan merupakan aset berharga bagi organisasi.
a. Berbagai faktor yang mempengaruhi komunikasi organisasi.
Lesikar menguraikan adanya empat faktor yang mempengaruhi keefektifan
komunikasi organisasi yaitu meliputi :
Saluran komunikasi formal. Merupakan cara komunikasi yang didukung, dan
mungkin dikendalikan oleh manajer. Contohnya adalah newsletter, memo reguler, laporan,
rapat staf, dan lain-lain.
Struktur wewenang. Perbedaan status dan kekuasaan dalam organisasi membantu
menentukan siapa yang akan berkomunikasi dengan enak kepada siapa. Selain itu, isi dan
akurasi komunikasi juga dipengaruhi oleh perbedaan wewenang.
Spesialisasi pekerjaan. Biasanya akan mempermudah komunikasi dalam kelompok
yang berbeda-beda. Anggota suatu kelompok kerja biasanya memiliki jagron, pandangan
mengenai waktu, sasaran, tugas dan gaya pribadi yang sama.
Kepemilikan informasi, Setiap individu mempunyai informasi yang unik dan
pengetahuan mengenai pekerjaan mereka, yang merupakan semacam kekuasaan bagi
individu-individu yang memilikinya.
b. Komunikasi vertical
Terdiri dari komunikasi ke atas dan ke bawah melalui rantai organisasi. Dalam
beberapa perusahaan, tersedia saluran khusus sebagai sarana tambahan. Saluran ini banyak
dipergunakan untuk memberi tahu manajer mengenai situasi yang melibatkan karyawan,
seperti pernyataan tanpa bukti mengenai pelecehan seksual.
Komunikasi ke bawah biasanya disaring, dimodifikasi, atau dihentikan di setiap
tingkat ketika manajer memutuskan apa yang seharusnya diteruskan kepada karyawan
mereka. Sedangakn komunikasi ke atas biasanya sisaring, dipadatkan, atau diubah oleh
manajer menengah yang melihatnya sebagai bagian dari pekerjaan mereka untuk melindungi
manajer tingkat atas dari data yang tidak penting/relevan.
c. Komunikasi lateral dan informal
Komunikasi ini pada umumnya mengikuti pola arus pekerjaan dalam sebuah
organisasi, terjadi antar anggota kelompok kerja, antara kelompok kerja, antar anggota
departemen yang berbeda, dan antara karyawan lini dan staf. Tujuan utamanya adalah
menyediakan saluran langsung untuk koordinasi dan memecahkan masalah. Dengan cara
ini, dapat dihindari prosedur yang jauh lebih lambat yaitu mengarahkan komunikasi lewat
rantai komando. Keuntungan tambahan lainnya adalah anggota organisasi menjadi mampu
untuk membentuk hubungan dengan rekan sekerja.
Komunikasi oleh Organisasi
Organisasi juga memperhatikan pesan yang dikirimkannya kepada pihak yang
berkepentingan di luar, seperti pelanggan, pemasok, distributor, pesaing, perbankan, dan
lain-lain, terutama dengan pihak di luar negeri. Terlalu banyak komunikasi dalam hal ini
dapat sama merugikannya dengan terlalu sedikit. Tim komunikasi (pada umumnya
representasikan oleh departemen kehumasan) harus bekerja keras untuk mengatasi
perbedaan dalam peradaban maupun budaya tiap-tiap negara asal pihak-pihak yang
berkepentingan berasal.
Negosiasi dan Konflik
Konflik melibatkan ketidaksepakatan mengenai alokasi sumberdaya yang jarang
atau pertentangan mengenai sasaran, nilai, persepsi, atau kepribadian. Banyak konflik yang
muncul dari komunikasi mengenai keinginan, kebutukan dan penilaian terhadap pihak
lainnya. Manajer dapat menggunakan dominasinya dan menekan dalam menangani konflik
dengan karyawan. Tetapi negosiasi akan membantu menangani konflik dari type apapun
lebih efektif dan memberi hasil yang memuaskan kedua belah pihak. Negosiasi adalah
merupakan proses interaksi kedia pihak lewat berbagai saluran komunikasi untuk
menyelesaikan konflik.
Negosiasi adalah proses komunikasi yang amat penting. Ini merupakan bagian dari
pekerjaan setiap manajer, seperti peran antar pribadi menurut kategori Mintzberg.
Menurut Lewicki dan Litterer, seluruh “situasi negosiasi” ditentukan oleh tiga
karakteristik yaitu:
Ada “konflik kepentingan” antara dua pihak atau lebih, yang berarti apa yang
diinginkan oleh suatu pihak tidak selalu merupakan apa yang dikehendaki oleh pihak lain.
Mungkin “tidak ada peraturan yang pasti” atau prosedur untuk menyelesaikan
konflik, atau pihak-pihak tersebut memilih bertindak di luar peraturan dan prosedur untuk
menemukan penyelesaiannya sendiri terhadap konflik.
Semua pihak, sekurang-kurangnya pada suatu saat, lebih senang “mencari
persetujuan” daripada bertentangan secara terbuka, menyerah kepada satu pihak,
memutuskan hubungan secara permanen, atau membawa perselisihan mereka kepada
pemegang wewenang yang lebih tinggi untuk mendapatkan pemecahan.
Negosiasi adalah proses komunikasi yang kompleks, semuanya semakin jelas kalau
satu babak negosiasi hanya merupakan episode hubungan dalam jangka yang lebih panjang.
Keadaan seperti itu seringkali merupakan kasus dalam hubungan karyawan dengan pihak
manajemen.
Persiapan merupakan perhatian kunci bagi negosiator. Persiapan tersebut harus
menyertakan tinjauan proses negosiasi yang terjadi sebelumnya dan hasil dari negosiasi
tersebut. Negosiator mengambil resiko cukup besar bila dia beranggapan bahwa sejarah
tidak penting bagi pihak lain.
Kaitan antara hubungan dengan waktu dalam proses negosiasi sangatlah masif.
Strategi organisasi dan rencana fungsional akan berfungsi sebagai pedoman dan nilai
ambang yang menentukan batas mengenai apa yang harus dan tidak boleh dilakukan oleh
negosiator.
BAB V
KESIMPULAN

A. Kesimpulan
Risiko merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan. Lebih-lebih
dalam bisnis properti. Beberapa risiko yang sering muncul dalam dunia
usaha jasa konstruksi pada perusahaan developer properti, yang secara
langsung dapat menimbulkan kerugian.