Anda di halaman 1dari 2

Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro memastikan akan menjamin

kerahasiaan data peserta pengampunan pajak (tax amnesty). Bahkan, seluruh data yang terkait
dengan orang tersebut tidak bisa dijadikan bahan penyidikan untuk kasus pidana orang yang
bersangkutan.
Dia mengatakan, salah satu elemen penting keberhasilan tax amnesty adalah kepastian
hukum bagi calon peserta pengampunan pajak. Karena itu, kerahasiaan data akan menjadi tonggak
nomor satu yang akan dipegang pemerintah untuk fasilitas tersebut.
"Artinya, kerahasiaan data adalah nomor satu. Kemudian data yang disampaikan nanti
tidak bisa dijadikan bukti permulaan maupun dalam tahap penyelidikan dan penyidikan," katanya
di Kompleks Istana Kepresidenan,
Kendati demikian, larangan untuk menggunakan data peserta tax amnesty untuk bahan
penyidikan kasus pidana bukan berarti akan menggugurkan kasus hukum yang tengah menjerat
orang tersebut. Kasus pidana akan tetap berjalan, namun tanpa menggunakan data dari tax
amnesty.
"Kalau dia kebetulan ditangkap karena pidana lainnya, ya tentunya tax amnesty ini tidak
bisa mengampuni pidana yang dilakukan. Tapi tidak boleh sumber penyelidikannya itu berasal
dari apa yang dilaporkan," imbuh dia.
Bambang menegaskan, siapapun yang membocorkan data tersebut justru yang akan
dikenai tindak pidana. Mantan Wakil Menteri Keuangan ini bahkan tak segan untuk
mempidanakan petugas pajak yang ketahuan membocorkan data peserta pengampunan pajak.
"Yang pasti saya katakan tadi data ini rahasia, yang membocorkan data ini itulah yang kena
pidana, petugas pajak misalnya nakal coba bocorin data itu yang kena," tegasnya.
Nantinya, sambung Menkeu, kepastian hukum ini akan tercantum dalam Undang-Undang
(UU) Tax Amnesty yang kini tengah digodok parlemen. Pihaknya juga akan membuat aturan
turunannya agar meyakinkan calon peserta tax amnesty bahwa kepastian hukum akan diberikan
bagi mereka jika mengikuti tax amnesty.
"Kepastian hukum pastinya harus ada UU dulu. Karena UU sudah mengakomodir itu. Dan
nanti akan dibuat sejelas mungkin, kalau perlu ada aturan turunannya supaya tidak menimbulkan
keraguan," tandas Bambang.
Sudah dijelaskan bahwa asas kerahasiaan dalam Tax Amnesti merupakan sebuah
pencapaian yang baik, didalam prespektif hukum ini justru mendukung dalam penegakan hukum
di Indonesia, karena didalam asas kerahasiaan ini apabila sampai bocor, maka siapa yang
membocorkan akan di pidana, sekalipun itu adalah petugas pajak.
Bisa dilihat, dalam praktiknya asas kerahasiaan in mengajarkan kita dalam pentingnya
penegakan hukum di Indonesia. Tapi, Tax Amnesti sendiri tidak dapat dijadikan upaya pertama
dalam penyelidikan kasus pidana pada seseorang, poin ini bukan berarti tidak mendukung adanya
penegakan hukum di Indonesia, tetapi mengingat kembali bahwa ini adalah sebuah rahasia,
sekalipun akan dilakukan suatu penyelidikan bukan Tax amnesti yang menjdi penyelidikan
pertama.