Anda di halaman 1dari 26

TEORI AKUNTANSI KEUANGAN

CHAPTER 5
BUKU ACCOUNTING THEORY
WOLK TEARNEY DODD

KELOMPOK

I Komang Khrisna Adhitya Pratama (1881611027 / 02)


Anak Agung Ngurah Gde Punia Artawan Putra (1881611045 / 20)
I Gusti Putu Suma Ardana (1881611047 / 22)
Made Agus Entara (1881611049 / 24)

MAGISTER AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
2018

1
1. POSTULAT DAN PRINSIP AKUNTANSI
Formasi ABP merupakan titik penentu dalam perkembangan teori akuntansi dan
peran suatu riset. Dalam pidatonya, Alvin R. Jennings, ia menyebutkan bahwa
pendekatan baru untuk mengembangkan prinsip akuntansi tidak membentuk kesatuan
formasi badan pembuat aturan baru.
1.1 Komite Khusus dalam Program Riset
Hasil dari pidato yang dikemukakan oleh Jennings adalah terbentuknya Komite
Khusus dalam Program Riset yang menekankan pada kebutuhan untuk melafalkan
kumpulan dasar suatu postulat yang mendasari akuntansi. Secara logika, prinsip
akuntansi bersumber dari kumpulan postulat yang dianjurkan oleh para komite dengan
menggunakan pendekatan deduktif. Secara umum, postulat merupakan suatu asumsi
dasar yang tidak dapat diverifikasi yang disajikan sebagai dasar suatu kesimpulan dan
pondasi untuk struktur teori yang terdiri dari proposisi yang disimpulkan darinya.
Dalam suatu sistem yang menggunakan teknik logika formal, suatu premis dasar disebut
sebagai aksioma dan terdiri dari simbul-simbul notasi, dan kesimpulan dari proposisi
yang ada diambil dengan menggunakan dasar matematika. Para komite secara virtual
mendefinisikan postulat dan membatasi jumlah postulat kepada para penyusun
Accounting Research Study (ARS) 1. Suatu prinsip erat kaitannya dengan hukum.
Keduanya mempertimbangkan pernyataan yang benar dan secara umum didasari oleh
referensi dari dunia nyata (fakta atau bukti) dengan menggunakan pernyataan analisis
yang mana yang benar atau salah melalui logika internal. Prinsip merupakan pernyataan
umum yang mempengaruhi cara pandang seseorang mengenai suatu fenomena dan cara
berpikir mengenai suatu masalah.

1.2 Accounting Research Study (ARS) No. 1

Berdasarkan perintah yang diberikan oleh Komite Khusus kepada Moonitz,


Moonitz mengadopsi kerangka referensi atau pandangan yang berorientasi pada
masalah yang berhubungan dengan akuntan.Moonitz menolak pendekatan deduktif yang
berakar dalam penalaran sendiri karena hal ini tidak cukup luas untuk mencakup
pengalaman dan aspek empiris dari akuntan.Deinzer menjelaskan dengan tepat, bahwa
Moonitz akhirnya kembali pada metode aksiomatik (deduktif). Moonitz sesungguhnya
menggunakan pendekatan jenis deduktif - dalam hal penalaran pada tingkat kedua dari

2
postulat dan beberapa prinsip. Postulat dapat dikelompokkan menjadi dua jenis yang
berbeda, yaitu kelompok A dan B yang dibentuk dari umum, postulat deskriptif yang
kelihatan serupa dengan tanggung jawab komite yang menyatakan postulat harus
diturunkan dari lingkungan ekonomi dan politik serta cara berfikir dan kebiasaan dari
semua bagian masyarakat.Dan kategori kedua yaitu Kelompok C yang merupakan
penilaian nilai yang bertentangan dengan konsep Moonitz sebagai deduktif-normatif.
Sesuai Appendix 5-A, postulat terdiri dari tiga kelompok, yaitu kelompok lingkungan
politik dan ekonomi (A), kelompok akuntansi (B), dan kelompok perintah (keharusan).
Kelompok kunci dalam seperangkat postulat Moonitz adalah kelompok perintah
(keharusan), karena memuat normative dan dikembangkan dengan konteks dari praktik
akuntansi yang menurut Mautz disebut sebagai konsep.
1.3 Accounting Research Study (ARS) No. 3
Terdapat delapan prinsip dalam Accounting Research Study (ARS) 3 (Appendix
5-B), dimana tiga dari delapan porinsip yang dimaksud (A, B, dan D) sesuai dengan
permasalahan perubahan harga, yang merupakan titik awal untuk penolakan profesi
suatu studi. Penting untuk dicatat, yaitu ringkasan dari delapan prinsip mencakup empat
dan satu setengah halaman, dua dan satu setengahnya dipindahkan ke prinsip D, yaitu
prinsip penilaian asset.Satu kritik yang paling tajam tentang ukuran penilaian aktiva
yang ditentukan dalam prinsip D adalah tidak aditif. Kritik akhir pada ARS 1 dan ARS
3 adalah suatu kumpulan postulat harus cukup lengkap untuk memberikan kesimpulan
yang tidak berkonflik yang diperoleh dari postulat tersebut. Postulat C-4 mengatakan
bahwa unit moneter harus stabil. Dari ini, prinsip D menurunkan anjuran berbagai nilai
sekarang untuk kategori yang berbeda dari aktiva. Aneka ragam pilihan yang menyertai
prinsip 4 tidak dapat dibenarkan pada pengecualian terhadap kemungkinan yang lain.
Oleh karena itu, sistem postulat tidak cukup ketat secara teoretis untuk membenarkan
hal tersebut, apakah prinsip yang dihasilkan disetujui atau tidak disetujui.

1.4 Perspektif ARS 1 dan ARS 3

ARS 1 dan ARS 3 gagal karena berbagai alasan, paling jelas ketidakmampuan
profesi untuk mengabaikan biaya historis. Postulat dan prinsip sendiri memiliki
beberapa kelemahan. Postulat tidak lengkap dan oleh karena itu tidak dapat
mengecualikan semua sistem nilai selain yang ditentukan dalam prinsip. Selain itu,
setidaknya satu prinsip, Prinsip A, tidak berasal dari dalil-dalil. Akhirnya, pertanyaan

3
apakah valuasi yang dihasilkan dari berbagai aset harus bersifat aditif (karena mereka
menganjurkan atribut yang berbeda) menjadi titik yang menarik dan mungkin
diperdebatkan.Kegagalan ARS 1 dan ARS 3 disebabkan oleh kurang ketegasan dalam
pembuatan alasan (reasoning), hanya memberikan sedikit perhatian pada kebijakan
pembuatan peraturan, dan juga ketidakberhasilan Moonitz-Sprouse dalam
menyelesaikan tugas mereka.

2. KONSEP DASAR YANG MENDASARI BIAYA HISTORIS

Konsep akuntansi telah banyak berkembang mulai dari kebutuhan praktis hingga
beberapa karya teoritis seperti An Introduction to Corporate Accounting Standards oleh
Paton dan Littleton, yang menggunakan pendekatan deduktif untuk memberikan
kerangka dasar menilai praktek akuntansi suatu perusahaan. Konsep merupakan hasil
dari suatu proses mengidentifikasi, klasifikasi, dan menginterpretasikan fenomena dan
persepsi. Konsep ini kemudian akan di jabarkan menjadi: upaya Canning
menghubungkan valuasi aset dengan arus kas masa depan, buku Sweeney dan MacNeal,
yang berkaitan dengan akuntansi, masing-masing, perubahan nilai unit moneter dan
kelemahan biaya historis, Sanders, Hatfield, dan monografi Moore tentang menurunkan
prinsip akuntansi dari praktik, buku Gilman tentang menyempurnakan konsep
pendapatan, usaha Littleton untuk menurunkan secara induktif prinsip-prinsip akuntansi
yang mendasari praktik yang relevan.

2.1 POSTULAT
2.1.1 Going Concern atau Continuity

Postulat going concern menyatakan bahwa kecuali jika ada bukti sebaliknya,
diasumsikan bahwa perusahaan terus berlanjut tanpa batas waktu. Akibatnya, dalam
keadaan biasa, perusahaan melaporkan nilai likuidasi untuk aset dan ekuitas melanggar
undang-undang. Kontinuitas terlalu luas untuk menghasilkan pilihan di antara sistem
penilaian, termasuk biaya historis. Sterling secara logis menghancurkannya karena
jangka waktu kontinuitas diperkirakan cukup lama untuk menyimpulkan pengaturan
kontrak perusahaan saat ini. Kontinuitas lebih pada sifat prediksi dari pada asumsi yang
mendasarinya.

4
2.1.2 Periode Waktu

Bagi perusahaan, jangka waktu adalah kalender atau tahun bisnis. Akibatnya,
laporan keuangan mengandung laporan kondisi keuangan, pendapatan, dan dana
mengalir lebih dari satu tahun. Postulat jangka waktu telah menyebabkan akuntansi
akrual dan prinsip pengakuan dan pencocokan di bawah biaya historis. Selain itu,
walaupun kebutuhan pengguna telah mewajibkan pelaporan keuangan kurang dari
interval setahun, laporan keuangan interim memiliki masalah dan rangkaian peraturan
tersendiri. Opini APB No. 28 menyatakan secara umum, metode akuntansi yang diikuti
dalam laporan keuangan tahunan juga harus diikuti dalam laporan sementara. Oleh
karena itu, laporan sementara harus mencakup taksiran jumlah tahunan.

2.1.3 Entitas Akuntansi

Ketika melihat entitas bisnis dalam konteks akuntansi dan juga legalitasnya,
entitas tersebut terpisah dari pemiliknya, namun ada dua masalah penting. Pertama
dalam masalah mendefinisikan entitas dan memperhitungkan hubungan antar
bagiannya. Timbul pertanyaan apakah entitas harus dianggap sebagai satu unit sebagai
akibat dari satu pengendalian yang lain. Isu kedua terkait dengan pertanyaan entitas
akuntansi menyangkut hubungan antara perusahaan dan pemiliknya. Sejumlah teori
deduktif dimaksudkan untuk menggambarkan hubungan tersebut dan peran akun ekuitas
pemilik.

2.1.4 Unit Moneter

Dalam transaksi nonbarter uang berfungsi sebagai media pertukaran.


Akibatnya, uang menjadi standar dan tunduk pada proses pengukuran. Dengan
demikian, laporan keuangan dinyatakan dalam satuan moneter. Untuk tujuan akuntansi,
unit moneter stabil menjadi andalan prinsip dan metode akuntansi. Oleh karena itu,
prinsip biaya historis menjadi diabadikan sebagai prinsip akuntansi yang hampir tidak
dapat ditandingi.

5
2.2 PRINSIP-PRINSIP

Kata prinsip belum didefinisikan dengan baik dalam ARS dari AICPA. Baik
ARS 1 maupun ARS 3 secara tepat mendefinisikan kata tersebut, meskipun yang
terakhir berisi ungkapan prinsip akuntansi yang luas dalam judulnya. Kata pengantar
ARS 7, oleh Paul Grady, menunjukkan bahwa ia menganggap prinsip akuntansi sama
artinya dengan praktik. Dengan deduktif, tampak bahwa prinsip-prinsip adalah dalil
yang berhasil dalam praktik, sebuah interpretasi yang mungkin cenderung ditolak
Grady.

2.2.1 Prinsip Berorientasi Input

Prinsip ini focus terhadap pendekatan secara umum atau pembuatan laporan
keuangan dan isi dari laporan tersebut, termasuk pengungkapan tambahan lainnya.

- Ketentuan Umum yang Mendasari Operasi


1. Prinsip Pengakuan

Dalam hal ini pendapatan didefinisikan sebagai keluaran dari perusahaan untuk
menghasilkan produk atau jasa. Pengakuan menyangkut masalah kapan
seharusnya pendapatan dan beban dimasukan kedalam pencatatan atau kedalam
akun. Prinsip ini menekankan pada kapan dan bagaimana mencatat akun
pendapatan dan beban. Pendapatan bisa diakui saat: (1) aset diterima sebagai
hasil dari kinerja tersebut sudah direalisasikan, yakni dalam bentuk cash, atau
(2) saat pekerjaan tersebut selesai dikerjakan.

2. Prinsip Pencocokan
Beban didefinisikan sebagai biaya yang yang dikeluarkan sebagai suatu akibat
untuk dapat menghasilkan pendapatan. Expense (biaya) diakui sejalan dengan
diakuinya pendapatan (revenue). Dalam proses pencocokan, terdapat proses
mengenali biaya kedaluwarsa (timbulnya beban) untuk kategori seperti
penyusutan, harga pokok penjualan, bunga, dan beban tangguhan sehingga
menjadi suatu hal yang sesuai dengan pengakuannya. Pencocokan menyiratkan
bahwa beban yang diakui secara adil dan merata relatif terhadap pengakuan,
dari keunggulan pengukuran pendapatan terhadap aset dan penilaian kewajiban
dalam sistem kita sekarang, yang berorientasi pada biaya perolehan.

6
Constraining Priciples ( Prisip Menghambat)

Prisip ini mengacu pada pernyataan APB no 4 yang tumpang tindih terhadap
laporan keuangan . Prinsip kehati-hatian (Conservatism) tidak diragukan lagi
merupakan prisip penting dalam laporan keuangan, akan tetapi pada pasar modal hal ini
berdampak negatif dan positif, negatifnya justru akan kehilangan pelanggan utama,
sebagai contoh laporan keuntungan yang relatif, merupakan dampak besar dari pada
laporan harga yang aman , positifnya adanya laporan statisik sebagai dasar pembuktian

Conservatism dalam hal ini bukanlah hal yang utama, oleh karnanya ada
pengembangan dalam hal pelaporan yang dapat diteima bedasarkan (1) Pengembalian
pendapatan yang rendah, (2) pengembalian biaya yang cepat, (3) penialain asset yang
rendah.

Dari hal tersebut tidak menutup kemungkinan, prisip ini akan mengakibatkan fungsi
pentingnya menurun

Materiality dalam hal ini merupakan prisip penting dalam laporan keuangan antara
pengusaha, auditor dan pemerintah , pernyataan ini harus tetap berlaku pada laporan
keuangan, menggunakan komputer simulator telah ditmukan immaterial erros dan dapat
dikombinasikan dengan analisa sebelum rasio keuangan ditetapkan

Objectivity merupakan dasar pembuktian dari suatu laporan keuangan , prinsip ini telah
menjadi umum dalam suatu fungsi pengukuran , dan telah dimasukan dalam postulate
prisip, APB Stetement 4 mengadopsi hal tersebut yang mendiskusikan tentang
“Kualitatitif Objective of Accounting” yang melekat pada statistik konsep pernyataan
laporan keuangan,

Output-Oriented Priciples ( Hasil yang berorientasi pada prisip)

Hal ini merupakan point yang mendasar bagi para penyusun dan pengguna
laporan keuangan yang saling melengkapi, pengguna akan melakukan perbadingan
dimana konsistensi dalam memberikan inforamsi keuangan

7
Comparability ( Perbandingan)

Perbandingan telah dijelaaskan dalam prilaku yang sederhana dalam mengevaluasi


kondisi keuangan, yang merupakan poin dasar dalam melakukan prediksi pendapatan
dan cash flow serta memberikan informasi saat biaya akan melebihi dari pendapatan

Consistency (Konasistensi)

Konsistensi dibutuhkan dalam memprediksi dan mengevaluasi keuangan perusahaan


lebih dari satu periode berturut-turut, dan merupakan aspek sesungguhnya dari standar
dan dipercaya sebagai analisa perbedaan keadaan diantara suatu perusahaan

Uniformity ( Keseragaman )

Interpretasi dari keseragaman sebagai berikut :

1. Keseragaman prinsip dari semua perusahaan, dengan interpretasi dan aplikasi


yang diserahkan ke entitas individu.
2. Perlakuan akuntasi yang serupa diperlukan dalam situasi yang
sama,mengabaikan situasi yang berbeda.
3. Perlakuan akuntasi yang serupa, mempertimbangkan keadaan ekonomi yang
berbeda.

Equity Theories ( Teori Keseimbangan )

Teori ini mencoba menggambarkan hungan yang tidak sah pemillik atas beberapa
komponen pendapatan .Permasalahan dari teori ini adalah hungan antara perusahaan
dan pemiliknya

Propritarry Theory (Teori kepemilikan)

Teori kepemiliakan mengklaim bawahwa pencapaina profit adalah milik dari owner dan
itu adalah sah, perusahaan berkewajiban untuk mengirimkan labanya kepada sang
pemilik, dengan perhitungan

Jumlah Asset – Jumlah Hutang = Pemilik Ekuitas

8
Entity Theory

Ketidak puasan dengan teori kepemilikan menyebabkan perkembangan dari teori


entitas, yang dirancang oleh William A. Paton seorang Profesor dari University of
Michigan, teori ini menjelaskan antara perusahaan dan pemilik itu adalah terpisah, aset
adalah perusahaan, hutang dan pemegang saham adalah investor, dalam neraca di
gambarkan

∑Assets = ∑Equities (Including Liabilities)

Residualy Equity Theory ( Teori Ekuitas Residual)

Teori ekuitas residual adalah varian dari teori proporsioanal yang haknya dapat
digantikan oleh pemegang saham lainnya, meskipun angota dapat berubah jika terjadi
suatu peristiwa reorganisasi , asumsi yang mendasari teori ini adalah informasi yang
sesuai untuk tujuan pengambilan keputusan yang digambarkan dalam neraca sebagai
berikut

∑Assets - ∑Spesific Equities ( Including Liabilities and preferred stock) = Residual


Equity

Fund Theory (Teori Pendanaan)

Fund Teori dikembangkan oleh William J. Vatter . Pendanaan hanya merupakan


kelompok aset dan kewajiban untuk tujuan tertentu yang mungkin menghasilkan
pendapatan , persamman dalam neraca adalah sebagai berikut :

∑Assets = ∑Restriction of Assets

Commender Theory ( Teori Manajemen)

Teori ini didasarkan pada fakta manajemen membutuhkan informasi sehingga dapat
menjalankan kotrol pada fungsi perencanaan atas nama pemilik

9
REFERENSI

Wolk, Harry I., Michael G. Tearney, James L. Dodd. 2001. Accounting Theory “A
Conceptual and Institutional Approach” Fifth Edition. USA: South-Western
College Publishing.

10
TEORI AKUNTANSI KEUANGAN
RINGKASAN MATERI PERKULIAHAN
CHAPTER 5
THE VALUE RELEVANCE OF ACCOUNTING INFORMATION
WILLIAM R. SCOTT

KELOMPOK

I Komang Khrisna Adhitya Pratama (1881611027 / 02)


Anak Agung Ngurah Gde Punia Artawan Putra (1881611045 / 20)
I Gusti Putu Suma Ardana (1881611047 / 22)
Made Agus Entara (1881611049 / 24)

MAGISTER AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
2018

11
CHAPTER V
THE VALUE RELEVANCE OF ACCOUNTING INFORMATION

5.1 OVERVIEW
Nilai pasar sekuritas merespons dengan cara yang dapat diprediksi dengan
informasi yang baru. Ini mengarah pada pemeriksaan penelitian empiris dalam
akuntansi. Informasi akuntansi berguna bagi investor dalam membantu mereka
memperkirakan nilai yang diharapkan dan risiko pengembalian sekuritas.
Pendekatan relevansi nilai memiliki pandangan bahwa investor ingin membuat
prediksi mereka sendiri tentang return sekuritas masa depan (daripada memiliki
laporan keuangan yang melakukannya untuk mereka, seperti dalam kondisi ideal)
dan mampu "melahap" semua informasi yang berguna. Nilai relevansi juga
menyiratkan bahwa penelitian empiris dapat membantu akuntan untuk lebih
meningkatkan kegunaan dengan membiarkan respon pasar memandu mereka
mengenai informasi mana dan yang tidak dihargai oleh investor.
5.2 OUTLINE OF THE RESEARCH PROBLEM
5.2.1 Reason for Market Response
Mengapa kita memprediksi bahwa harga pasar saham suatu perusahaan akan
merespon informasi laporan keuangan perusahaan tersebut. Alasannya
karena :
1) Investor telah memiliki keyakinan awal mengenai performance suatu
perusahaan, terkait dengan deviden, arus kas dan atau laba, yang
mempengaruhi ekspektasi return dan resiko saham perusahaan.
2) Pada saat perusahaan mengeluarkan informasi tentang laba bersih
tahunan, investor tertentu akan memutuskan untuk menggali informasi
lebih dalam dengan menghitung angka-angka laba tersebut. Contoh :
bila laba bersih tinggi, atau lebih tinggi dari harapan investor maka hal
ini adalah informasi bagus. Demikian sebaliknya.
3) Investor yang merubah keyakinan awalnya mengenai predisi
performance suatu saham akan meningkatkan pembelian saham
perusahaan pada harga pasar sekarang.

12
4) Kita akan berharap untuk mengamati peningkatan volume saham yang
diperdagangkan saat perusahaan melaporkan laba bersihnya. Karena
semakin besar volume nya maka perbedaan keyakinan sebelumnya
investor tentang kinerja perusahan dimasa depan dalam interprestasi
mereka tentang informasi keuangaan saat ini.
Beaver (1968) melalui suatu penelitian klasik menguji Reaksi
volume transaksi perdagangan saham. Beaver menemukan suatu
peningkatan yang dramatis dalam volume perdagangan pada minggu
rilisnya informasi pengumuman laba. Reaksi harga pasar dapat
menyediakan suatu pengujian yang kuat atas kebermanfaatan pengambilan
keputusan dibandingkan reaksi volume saham.

5.2.2 Finding the Market Response


1) Teori efisiensi pasar menegaskan bahwa pasar akan bereaksi cepat
terhadap informasi yang baru dikeluarkan. Sehingga penting untuk
mengetahui kapan suatu laporan laba bersih akan diketahui oleh publik.
2) Berita bagus atau berita buruk dalam laporan laba bersih biasanya
dievaluasi secara relatif terhadap apa yang menjadi harapan investor.
Berita bagus akan memicu perubahan / revisi keyakinan investor
terhadap performance perusahaan.
3) Selalu saja terdapat event yang mempengaruhi harga dan volume
saham. Artinya suatu respon pasar terhadap pengumuman laba sangat
sulit ditemukan. Contohnya pada saat rilis Laporan Laba Rugi
perusahaan, pemerintah juga mengumumkan kenaikan CAD yang
cukup besar, tentunya pengumuman tersebut akan mempengaruhi
semua harga sekuritas.
5.2.3 Separating Market-Wide adn Firm-Specific Factors
Model pasar banyak digunakan untuk mengeposkan faktor pasar dan faktor
spesifik perusahaan yang berbeda yang mempengaruhi tingkat Return
Sekuritas. Gambar 5.2 memberikan ilustrasi grafis model pasar untuk
bentuk j untuk periode t.

13
Persamaan model pasar:
Rjt = αj + βjRMt + єjt

Keterangan :
Rjt = Return pada sekuritas untuk periode t
RMt = Return pada portofolio pasar untuk periode t
jt = Selisih aktual dengan ekspektasi
j = Intercept
j = Slope

Para peneliti akan memperoleh data yang lalu pada Rjt dan RMt dan
menggunakan analisis regresi untuk menentukan koefisien model. Misalnya
ini menghasilkan αj = 0,0001 dan βj 0,080.
Sekarang, dengan perkiraan model pasar untuk perusahaan ini,
peneliti dapat berkonsultasi dengan media keuangan untuk mengetahui hari
pengumuman pendapatan perusahaan saat ini. Misalkan untuk hari ke 0
Return on Dow Jones Industrial Index adalah 0,001. Maka perkiraan model
pasar perusahaan j digunakan untuk memprediksi return saham j's untuk hari
ini. Seperti yang ditunjukkan pada gambar 5.2 ini diharapkan return adalah
0,0009. Sekarang berasumsi bahwa actual return saham perusahaan j untuk
hari ke 0 adalah 0.0015. Maka selisih antara actual dan expected return
adalah 0,0006 (yaitu €jt = 0,0006 untuk hari ini) 0,0006 ini adalah perkiraan
abnormal, atau firm-specific return pada saham perusahaan j untuk hari itu.
Return abnormal ini juga diinterpretasikan sebagai tingkat pengembalian

14
saham perusahaan j untuk hari 0 setelah menghilangkan pengaruh faktor
pasar secara keseluruhan.
5.2.4 Comparing Returns and Income
Peneliti saat ini dapat membandingkan abnormal return saham pada
tanggal publikasi dengan komponen yang tidak diharapkan atas laba bersih
yang dilaporkan perusahaan. Misalnya :
1) Jika laba bersih yang diharapkan merupakan good news, yaitu
pendapatan bersih positif yang tidak terduga dalam pasar model efisien,
abnormal return positif memberikan bukti bahwa investor secara rata-
rata bereaksi secara menguntungkan terhadap good news yang
sebelumnya tidak diharapkan dalam earnings.
2) Begitupula sebaliknya jika laba bersih yang diharapkan merupakan bad
news.

Absnormal return positif maupun negatif dapat berlanjut selama satu atau
dua hari setelah tanggal publikasi saat pasar mencerna informasi.
Konsekuensinya, menjumlahkan abnormal return selama 3-5hari dalam
narrow window di sekitar tanggal publikasi terlihat lebih rasional jika
dibandingkan hanya mengevaluasi tanggal publikasi ( hari 0 ) saja.
Jika abnormal return positif atau negatif di sekitaran good news atau
badnews ditemukan dalam sampel perusahaan, peneliti dapat menyimpulkan
bahwa berdasarkan teori keputusan dan teori model efisiensi didukung. Ini
pada akhirnya mendukung decisions usefullness approach karena jika
investor tidak menemukan bagaimana kegunaan dari informasi laba bersih,
respon pasar akan sulit diobservasi.
5.3 THE BALL AND BROWN STUDY
5.3.1 Methodology and Findings

Pada tahun 1968, Ball dan Brawn (BB) mulai melakukan penelitian
pasar modal secara empiris dalam bidang akuntansi. Mereka merupakan
peneliti pertama yang memberikan bukti ilmiah yang meyakinkan dimana
pendapatan saham perusahaan merespon terhadap isi laporan keuangan. Ball
dan Brawn menguji sampel yang terdiri dari 261 perusahaan yang terdaftar

15
di NYSE selama sembilan tahun dari tahun 1957 sampai tahun 1965.
Mereka memfokuskan diri kepada isi informasi tentang pendapatan, dan
mengeluarkan komponen-komponen laporan keuangan lainnya seperti
likuiditas dan struktur modal. Beberapa tahapan yang dilakukannya adalah:
1. Hal pertama yang dilakukan Ball dan Brawn adalah mengukur isi
informasi pendapatan, dimana apakah pendapatan yang dilaporkan
lebih besar daripada pasar yang diduga (GN), atau lebih kecil daripada
yang diduga (BN). Salah satu indikator yang digunakan adalah
pendapatan aktual tahunan. Oleh karena itu, perusahaan dengan
pendapatan lebih tinggi daripada tahun sebelumnya diklasifikasikan
dengan GN, sedangkan perusahaan dengan pendapatan lebih rendah
dari tahun sebelumnya diklasifikasikan sebagai BN.
2. Mengevaluasi hasil pasar dalam saham dari perusahaan sampel
mendekati waktu tiap-tiap pengumuman pendpatan.
Pola tersebut ternyata konsisten . Pengumuman laba GN
menunjukkan keuntungan abnormal positif dalam bulan pengumuman laba
yang sama. Demikian juga dengan pengumuman BN , menunjukkan
kerugian abnormal negatif dalam bulan pengumuman yang sama

Aspek menarik dan penting dalam penelitian Ball dan Brawn adalah
bahwa mereka mengulangi kalkulasi pendapatan pasar saham tidak normal
untuk wide windows yang masing-masing terdiri dari 11 bulan sebelumnya
dan 6 bulan sesudahnya bulan penerbitan saham (bulan 0).

5.3.2 Causation Versus Association


Penujian kemudian dikembangkan dengan rentang waktu yang lebih
besar ( wider window , yaitu 18 bulan ( 11 bulan sebelum bulan
pengumuman, dan 6 bulan setelah bulan pengumuman ). Tingkat
keuntungan dan kerugian abnormal cenderung berkurang dengan
bertambahnya dimensi waktu. Pada kasus ini, saham dengan pegumuman
Good News yang diperoleh 11 bulan sebelum pengumuman dan dijual akhir
bulan ke 6 setelah pengumuman memperoleh keuntungan 6% di atas
keuntungan rata-rata pasar. Sedangkan saham dengan pengumuman Bad

16
News yang dibeli 11 bulan sebelum pengumuman dan dijual akhir bulan ke
6 setelah pengumuman memperoleh kerugian 9% dibawah pasar.
Reaksi pasar terhadap informasi akuntansi dalam narrow window
lebih tinggi karena dalam waktu singkat tidak terjadi kejadian tertentu yang
mempengaruhi pasar kecuali informasi laba. Sedangkan reaksi pasar
terhadap informasi akuntansi dalam wider window berkurang karena dalam
waktu yang relatif panjang dapat terjadi hal-hal lain selain pengumuman
laba yang terkait dengan saham. Reaksi investor terhadap pengumuman
berkurang dengan bertambahnya dimensi waktu.
5.3.3 Outcomes of the BB Study
Salah satu hasil terpenting BB adalah membuka sejumlah besar
masalah kegunaan tambahan. Langkah selanjutnya yang logis adalah
bertanya apakah besarnya unexpected earnings terkait dengan besarnya
respon pasar sekuritas mengingat analisis BB hanya didasarkan pada tanda
unexpected earnings. Artinya, informasi pendapatan dari penelitian BB
hanya dikelompokkan ke dalam GN atau BN, ukurannya cukup kasar.

Setelah membandingkan perubahan unexpected earning dengan


abnormal return, ditemukan bahwa semakin besar perubahan unexpected
earning, semakin besar respons pasar keamanan. Hasil ini konsisten dengan
CAPM dan kegunaan keputusan, karena yang lebih besar adalah unexpected
earning, semakin banyak rata-rata investor memperkirakan perkiraan kinerja
perusahaan masa depan dan hasil investasi mereka.

5.4 EARNING RESPONSE COEFICIENTS


Umumnya dalam mengetahui kualitas laba yang baik dapat diukur dengan
menggunakan Earning Response Coeficients, yang merupakan bentuk pengukuran
kandungan informasi laba. ERC adalah koefisien yang mengukur besarnya
keuntungan abnormal sebuah sekuritas sebagai respon terhadap komponen tidak
diharapkan informasi keuangan.
Seperti dijelaskan sebelumnya, BB menemukan keuntngan abnormal return
positif terhadap berita baik dan negatif terhadap berita buruk secara rata-rata.
Mengapa pasar merespon lebih kuat terhadap berita baik atau berita buruk pada

17
suatu perusahaan dibanding perusahaan lain ? penyebab hal ini adalah ERC yang
berbeda.
5.4.1 Reasons for Differential Market Response
Faktor yang menentukan perbedaan ERC adalah :
1) Beta. Semakin tingi beta (semakin tinggi risiko keuntungan diharapkan
masa depan), semakin rendah reaksi investor terhadap jumlah earnings
tidak diharapkan. Beta menggambarkan besarnya perubahan harga
suatu saham tertentu dibandingkan dengan perubahan harga pasar. Beta
merupakan konsep yang penting dalam akuntansi keuangan karena beta
menunjukkan risiko suatu perusahaan. Memahami beta perusahaan
sama dengan memahami risiko perusahaan tersebut yang merupakan
basis pengetahuan penting bagi akuntan. Selain itu, beta telah banyak
digunakan dalam studi empiris tentang manfaat informasi akuntansi
keuangan. Tuntutan terhadap pelaporan risiko perusahaan juga
menunjukkan bahwa beta sangat berperan dalam akuntansi keuangan.
2) Capital structure. Apabila tingkat leverage perusahaan tinggi,
pengumuman informasi laba lebih merupakan berita baik bagi kreditor
daripada bagi pemegang saham. Karena itu, reaksi pasar lebih rendah
terhadap berita baik perusahaan dengan tingkat leverage yang tinggi
dibandingkan tingkat leverage lebih rendah.
3) Earnings quality. Semakin tinggi kualitas earnings diharapkan semakin
tinggi ERC. Kualitas earnings adalah besarnya probabilitas main
diagonal dalam kaitannya dengan informasi.
4) Persistence. Reaksi pasar lebih tinggi terhadap informasi laba yang
diharapkan berlaku konsisten dalam jangka panjang dibandingkan
informasi laba yang bersifat sementara. Reaksi pasar lebih tinggi
terhadap pengumuman laba karena pengenalan produk baru daripada
pengumuman laba karena penjualan aktiva tetap.
5) Growth opportunity. Berita baik dan berita buruk mengimplikasikan
prospek akan pertumbuhan laba. Semakin tinggi pertumbuhan laba akan
semakin besar reaksi pasar (semakin tinggi ERC).

18
6) The Similarity of Investor Expectations. Investor yang berbeda akan
memiliki ekspektasi yang berbeda dari penghasilan periode berikutnya
perusahaan, tergantung pada informasi sebelumnya dan sejauh mana
kemampuan mereka untuk mengevaluasi informasi laporan keuangan.
Namun, perbedaan ini akan dikurangi sejauh mana mereka
menggunakan sumber informasi umum, seperti perkiraan konsensus
analis (misalnya, rata-rata semua perkiraan), ketika membentuk harapan
mereka.
7) The informativeness of price (firm size). Semakin informatif harga
(proksinya adalah firm size), semakin sedikit kandungan informasi
tentang pengumuman laba. Reaksi pasar tidak terlalu besar atas
pengumuman laba perusahaan besar yang sering muncul dalam
perberitaan dan media massa.
5.4.2 Implications of ERC Research
Pemahaman yang lebih baik mengenai respons pasar menunjukkan
cara-cara agar mereka dapat memperbaiki kegunaan keputusan laporan
keuangan lebih lanjut. Sebagai contoh, bukti empiris hubungan positif
antara ERC dan kualitas laba menunjukkan bahwa kualitas pendapatan yang
lebih tinggi adalah nilai dari investor ekuitas.
Pentingnya persistensi pendapatan ke ERC berarti pengungkapan
komponen laba bersih bermanfaat bagi investor. Banyak detail dalam
laporan laba rugi, di neraca, dan dalam informasi tambahan membantu
investor menafsirkan ketekunan jumlah pendapatan saat ini.

5.4.3 Measuring Investors’ Earnings Expectation

Memperoleh perkiraan yang wajar dari ekspektasi laba adalah komponen


penting dari penelitian relevansi nilai. Ketika kondisi tidak ideal, ekspektasi laba
akan lebih kompleks. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah
memproyeksikan time series yang dibentuk oleh laporan pendapatan bersih masa
lalu perusahaan, sebagai dasar harapan masa depan pada kinerja masa lalu. Namun
demikian, proyeksi wajar tergantung pada persistensi laba. Dalam melihat ini,

19
pertimbangkan kondisi ekstrem di mana laba persisten 100% dan laba persisten
0%.
 Jika penghasilan 100% persisten, pendapatan yang diharapkan untuk tahun
berjalan adalah laba aktual tahun lalu, dan pendapatan tak terduga untuk tahun
berjalan dianggap sebagai perubahan dari tahun lalu. Pendekatan ini
digunakan oleh Ball dan Brown, seperti yang dijelaskan dalam bagian
sebelumnya.
 Jika penghasilan 0% persisten, maka tidak ada informasi laba tahun lalu
tentang laba masa depan, dan semua penghasilan saat ini tak terduga. Artinya,
pendapatan tak terduga akan sama dengan tingkat pendapatan tahun berjalan.
Pada pembahasan sebelumnya, kita hanya berfokus pada pendekatan time
series. Sumber lain ekspektasi laba adalah perkiraan analis. Sumber ini sekarang
tersedia secara luas untuk hampir seluruh perusahaan besar. Jika perkiraan analis
lebih akurat daripada perkiraan time series, maka dapat memberikan perkiraan
yang lebih baik dari ekspektasi laba, karena investor yang rasional akan
menggunakan perkiraan yang paling akurat. Bukti oleh Brown, Hagerman, Griffin,
dan Zmijewski (1987), yang mempelajari kinerja perkiraan triwulanan satu
organisasi forecasting (Value Line), menunjukkan bahwa analisis mengungguli
model time series dalam hal keakurasian. O'Brien (1988) juga menemukan bahwa
perkiraan laba triwulanan analis lebih akurat dibandingkan perkiraan time series.
Hasil ini adalah seperti yang kita harapkan, karena analis dianggap dapat
membawa informasi luar yang terkandung dalam laba masa lalu ketika membuat
proyeksi pendapatan di masa depan.
Ketika lebih dari satu analisis menelaah perusahaan yang sama, akan tampak
masuk akal untuk mengambil konsensus, atau rata-rata, perkiraan sebagai proxy
untuk ekspektasi laba pasar, mengikuti penalaran yang mendasari dalam contoh
perkiraan dalam sepak bola dari bagian sebelumnya. O'Brien menunjukkan,
bagaimanapun, bahwa usia perkiraan memiliki efek penting pada akurasi. Dia
menemukan bahwa suatu perkiraan laba terbaru memberikan prediksi laba yang
lebih akurat dalam sampelnya dibandingkan rata-rata perkiraan seluruh analis yang
menelaah suatu perusahaan, di mana perkiraan rata-rata tersebut mengabaikan
berapa lama perkiraan individu. Hal ini menunjukkan bahwa ketepatan waktu
perkiraan mendominasi efek pengurang kesalahan dari perkiraan rata-rata.
Meskipun bukti bahwa analis prakiraan cenderung lebih akurat daripada
perkiraan berdasarkan time series, bukti lain (Easton dan Sommers, 2007)

20
menunjukkan bahwa perkiraan analis memiliki kecenderungan bias untuk optimis,
terutama untuk perusahaan-perusahaan kecil. Meskipun demikian, penelitian
terbaru mengenai nilai isi informasi dari laba cenderung mendasarkan ekspektasi
laba pada perkiraan analis.

5.4.4 Summary

Relevansi nilai dari laba bersih yang dilaporkan dapat diukur dengan tingkat
perubahan harga saham atau, lebih khusus, dengan besarnya abnormal return pasar,
pada sekitar waktu di mana pasar mengetahui informasi laba bersih saat ini. Hal ini
karena investor yang rasional akan merevisi harapan mereka mengenai kinerja
perusahaan masa depan dan return saham atas dasar informasi laba saat ini.
Keyakinan yang direvisi dapat memicu keputusan membeli/menjual, karena
investor bergerak dengan membandingkan antara risiko-return dalam portofolio
mereka ke tingkat yang diinginkan. Jika tidak ada konten informasi pada laba
bersih, maka tidak akan ada revisi keyakinan, dan tidak ada keputusan jual/beli
yang dihasilkan, sehingga dianggap tidak ada keterkaitan dengan perubahan harga.
Dalam jumlah tertentu laba bersih tak terduga, teori memprediksi bahwa
tingkat perubahan harga saham atau abnormal return tergantung pada faktor-faktor
seperti ukuran perusahaan, struktur modal, risiko, prospek pertumbuhan,
persistensi, kesamaan harapan investor, dan kualitas laba.
Setelah penelitian rintisan yang dilakukan Ball dan Brown, penelitian empiris
telah menunjukkan respon pasar diferensial tergantung pada sebagian besar faktor-
faktor ini. Hasil empiris benar-benar sangat luar biasa. Pertama, mereka dapat
mengatasi masalah substansial desain statistik dan eksperimental. Kedua, mereka
menunjukkan bahwa pasar, rata-rata, sangat canggih dalam kemampuannya untuk
mengevaluasi informasi akuntansi. Hal ini mendukung teori efisiensi pasar dan
teori keputusan yang mendasarinya. Akhirnya, mereka juga mendukung
pendekatan kebermanfaatan keputusan (decision usefulness approach) dalam
pelaporan keuangan. Seiring akuntan mendapatkan pemahaman yang lebih baik
dari respon investor terhadap informasi laporan keuangan, kemampuan mereka
untuk menyediakan informasi yang berguna untuk investor juga akan lebih
meningkat.

21
5.5 A CAVEAT ABOUT “THE BEST” ACCOUNTING POLICY

Hingga saat ini, kita telah berargumen bahwa akuntan dapat dipandu oleh reaksi
pasar dalam menentukan kegunaan informasi akuntansi keuangan. Dari sini, mudah untuk
menyimpulkan bahwa kebijakan akuntansi terbaik adalah kebijakan yang menghasilkan
respon harga pasar terbesar. Sebagai contoh, jika laba bersih yang dilaporkan di bawah
prosedur akuntansi nilai sekarang menghasilkan reaksi pasar lebih besar dari laba bersih
yang dilaporkan di bawah akuntansi konservatif, haruskah kebijakan nilai sekarang tidak
digunakan? Untuk beberapa hal, jawabannya adalah ya, karena, seperti yang telah kita lihat
dalam bab ini, respon pasar keamanan adalah ukuran kegunaan untuk investor.
Namun demikian, kita harus sangat berhati-hati dalam mengambil kesimpulan ini.
Akuntan mungkin akan lebih baik mengetahui sampai sejauh mana mereka dapat
memberikan informasi yang bermanfaat kepada investor, tetapi belum tentu masyarakat
akan menjadi lebih baik dengan informasi tersebut.
Alasannya adalah bahwa informasi memiliki karakteristik barang publik. Sebuah
barang publik adalah barang yang ketika dikonsumsi oleh satu orang tidak menghilangkan
atau mengurangi kebermanfaatannya ketika digunakan oleh yang lain. Konsumsi barang
privat – misalnya apel – menghilangkan kegunaannya bagi konsumen lainnya. Investor
dapat menggunakan informasi dalam laporan tahunan tanpa menghilangkan kegunaannya
untuk investor lain. Konsekuensinya, pemasok barang publik mungkin mengalami
kesulitan dalam membebani biaya untuk produk ini, sehingga kita sering menyaksikan
barang publik disediakan oleh lembaga pemerintah. Jika suatu perusahaan mencoba untuk
membebankan biaya kepada investor untuk laporan tahunannya, mungkin tidak akan ada
banyak pelanggan yang tertarik, karena sebuah laporan tahunan, setelah dibuat, dapat
diunduh oleh banyak pengguna. Nyatanya, kita amati pemerintah melalui undang-undang
sekuritas dan perusahaan, mengharuskan perusahaan untuk menerbitkan laporan tahunan.
Tentu saja, laporan tahunan perusahaan tidaklah "gratis". Produksi laporan tahunan
memakan biaya yang tidak sedikit. Kemungkinan biaya yang paling besar termasuk
kemungkinan pengungkapan informasi berharga kepada para pesaing dan kemungkinan
bahwa keputusan operasi manajer akan dipengaruhi oleh jumlah informasi tentang
keputusan-keputusan tersebut yang harus diumumkan ke publik. Sebagai contoh, manajer
bisa saja mengurangi rencana ekspansi perusahaan jika terlalu banyak informasi
perusahaan yang harus diungkapkan. Investor akhirnya akan membayar biaya tersebut
melalui harga produk yang lebih tinggi dan/atau harga saham yang lebih rendah. Namun
demikian, investor menganggap laporan tahunan sebagai gratis, karena penggunaan mereka
atas informasi dalam laporan keuangan tidak akan mempengaruhi harga produk yang

22
mereka bayar. Selain itu, investor juga mungkin akan mengeluarkan biaya sendiri untuk
menginformasikan diri mereka, baik secara langsung dengan membayar untuk menerima
informasi secepat mungkin, atau tidak langsung dengan membayar analis atau layanan
informasi lainnya. Pada dasarnya, "bahan baku" dianggap gratis, dan investor akan
melakukan apa yang setiap konsumen rasional lainnya lakukan ketika harga rendah –
mengkonsumsi lebih banyak barang tersebut. Akibatnya, investor dapat menganggap
informasi akuntansi berguna meskipun dari sudut pandang masyarakat biaya informasi ini
lebih besar daripada manfaatnya kepada investor.
Juga, sebagaimana disebutkan dalam Bab 1, informasi mempengaruhi orang yang
berbeda dengan cara berbeda. Sehingga, suatu informasi mungkin berguna untuk calon
investor dan pesaing, tapi bagi manajer dan pemegang saham mungkin merugikan.
Akibatnya, nilai sosial informasi tersebut bergantung baik pada manfaat untuk calon
investor dan pesaing dan bergantung pada biaya yang harus ditanggung manajer dan
pemegang saham. Pengorbanan biaya-manfaat tersebut sangat sulit untuk dibuat.
Pikirkan informasi sebagai komoditas, yang dituntut oleh investor dan dipasok oleh
perusahaan melalui akuntan. Karena aspek barang publik dari informasi, kita tidak bisa
mengandalkan kekuatan permintaan dan penawaran untuk menghasilkan angka yang
"benar" atau terbaik, sebagaimana yang kita dapat lakukan untuk barang privat yang
diproduksi dalam pasar yang kompetitif. Alasan utamanya adalah bahwa sistem harga
tidak, dan mungkin tidak akan bisa, beroperasi untuk membebankan biaya kepada investor
atas informasi yang mereka gunakan. Akibatnya, dari perspektif sosial, kita tidak bisa
bergantung pada sejauh mana respon pasar untuk memberitahu kita kebijakan akuntansi
yang mana yang harus digunakan (atau, begitu juga, "berapa banyak" informasi yang perlu
dihasilkan). Argumen formal untuk mendukung kesimpulan ini diberikan oleh Gonedes
dan Dopuch (1974).
Kegagalan pasar yang terjadi pada 2007-2008 memberikan ilustrasi dramatis atas
efek sosial yang lebih luas dari informasi akuntansi. Setelah kegagalan pasar terjadi,
muncul argumen bahwa akuntansi nilai wajar adalah pro-cyclical; yaitu, meningkatkan
besarnya booms dan busts. Argumennya adalah bahwa, di masa yang baik, akuntansi nilai
wajar mengembangkan laba. Kemudian, perusahaan didorong untuk melakukan ekspansi,
dan bank (yang penghasilannya juga meningkat) didorong untuk memberikan pinjaman
untuk mendukung ekspansi tersebut. Ledakan ekonomi pun terjadi. Namun, ketika
booming runtuh, seperti yang terjadi pada tahun 2007-2008, harga likuiditas dapat
mengakibatkan (Bagian 1.3), bahwa nilai wajar aset ternyata jauh di bawah nilai value-in-
use. Aset legal bank terancam, bank menghentikan pinjaman, dan ekonomi pun jatuh ke

23
dalam resesi. Dengan berkonsentrasi pada penyediaan informasi nilai wajar yang berguna
untuk investor, pembuat standar rentan terhadap tuduhan bahwa mereka mengabaikan
dampak sosial yang lebih luas ini. Kita akan kembali ke pertanyaan mengenai pengaturan
informasi dalam Bab 12 dan 13. Untuk saat ini, yang menjadi poin penting adalah benar
bahwa akuntan dapat dipandu oleh respon pasar untuk mempertahankan dan meningkatkan
posisi kompetitif mereka sebagai pemasok ke pasar untuk informasi. Juga benar bahwa
pasar sekuritas akan bekerja lebih baik sepanjang harga saham memberikan indikasi yang
baik dari peluang investasi riil yang mendasarinya. Namun, pertimbangan sosial juga
menunjukkan bahwa, sebagai aturan umum, badan penetapan standar akuntansi harus
waspada dalam menggunakan respon pasar sekuritas sebagai satu-satunya panduan untuk
keputusan mereka.

5.6 THE VALUE RELEVANCE OF OTHER FINANCIAL

Pada bagian ini, kita berpindah dari fokus pada isi informasi dari laba bersih untuk
mempertimbangkan keinformatifan komponen laporan keuangan lainnya, seperti neraca
dan informasi tambahan.
Secara keseluruhan, sulit untuk menemukan bukti langsung dari kegunaan
informasi laporan keuangan lainnya, seperti halnya bukti yang meyakinkan mengenai
reaksi pasar terhadap pendapatan yang telah dijelaskan sebelumnya. Meskipun relevansi
informasi RRA (bagian 2.4), studi oleh Magliolo (1986) dan Doraran, collins, dan
Dhaliwal (1988) hanya dapat menemukan reaksi pasar yang lemah untuk RRA. Boone
(2002) melaporkan reaksi pasar yang lebih kuat terhadap informasi RRA dibandingkan
informasi yang berbasis biaya historis, dan berpendapat bahwa reaksi lemah yang
dilaporkan oleh peneliti sebelumnya adalah karena masalah statistik dalam metodologi
mereka.
Keandalan yang rendah adalah salah satu penjelasan yang mungkin untuk hasil
yang beragam ini. Kemungkinan lainnya adalah bahwa RRA didahului oleh sumber
informasi cadangan lain yang lebih tepat waktu, seperti pengumuman penemuan baru, dan
perkiraan analis. Selain itu, titik waktu di mana pasar pertama kali mengetahui informasi
RRA sering tidak jelas. Untuk laba bersih, publikasi media mengenai pengumuman laba
memberikan tanggal yang wajar. Namun demikian, mengingat sifat cadangan minyak dan
gas informasi dan kepentingannya terhadap nilai perusahaan, analis dan pihak lain
mungkin akan bekerja lebih keras untuk menggali informasi tersebut sebelum laporan
tahunan. Jika tanggal yang wajar atas rilis informasi laporan keuangan lainnya tidak

24
ditemukan, penelitian kembali harus dilakukan dengan menggunakan lingkup yang lebih
luas, yang terbuka untuk sejumlah besar pengaruh pada harga selain informasi akuntansi.
Namun demikian, terdapat sebuah pendekatan tidak langsung untuk menemukan
bukti kegunaan yang menghubungkan informasi lain dengan kualitas laba. Untuk
menggambarkannya, misalkan sebuah perusahaan minyak melaporkan laba yang tinggi
tahun ini, tetapi informasi tambahan mengenai cadangan minyak dan gas menunjukkan
bahwa cadangan telah menurun secara substansial selama setahun. Interpretasi dari
informasi ini adalah bahwa perusahaan telah menggunakan cadangan untuk meningkatkan
penjualan dalam jangka pendek. Jika demikian, kualitas laba saat ini akan berkurang,
karena mengandung komponen non-persistent yang akan menghilang jika cadangan baru
tidak ditemukan. Selain itu, reaksi pasar atas berita buruk dalam informasi cadangan
minyak dan gas tersebut dapat dengan mudah ditemukan di ERC rendah dibandingkan
dalam reaksi langsung terhadap cadangan informasi itu sendiri. Sebaliknya, ERC yang
lebih tinggi akan diharapkan jika cadangan meningkat.
Pendekatan ini digunakan secara umum oleh Lev dan Thiagarajan (1993) (LT).
Mereka mengidentifikasi 12 "fundamental" yang digunakan oleh analis keuangan dalam
mengevaluasi kualitas laba. Misalnya, salah satu fundamental tersebut adalah perubahan
investor, relatif terhadap penjualan. Jika persediaan meningkat, ini mungkin menunjukkan
adanya penurunan kualitas laba - perusahaan dapat memasuki masa penjualan rendah, atau
hanya mengelola persediaan dengan kurang efektif. Fundamental lainnya termasuk
perubahan dalam belanja modal, backlog order, dan, dalam kasus perusahaan minyak dan
gas, perubahan cadangan.
Informasi tambahan juga bisa diperoleh dari MD& A (dibahas di Chapter 3).
MD&A ini adalah sebuah bagian dari Laporan Tahunan Perusahaan yang berisi berbagai
aspek penjelasan dari sudut pandang manajer mengenai perusahaan itu sendiri, berisi
tentang kinerja, laporan keuangan, tahun sebelumnya maupun tahun sekarang, dan rencana
kedepan serta pendekatan terhadap proyek-proyek baru disertai analisis resiko yang ada.
Apakah MD&A berguna dalam pengambilan keputusan? Karena masih MD&A itu hanya
berisi pembahasan dan kajian, dapat dikatakan cukup sulit untuk digunakan dalam
pengambilan keputusan. Juga dikatakan bahwa MD&A ini memiliki ketepatan waktu yang
rendah, semenjak Laporan Tahunan dipublikasikan, banyak informasi keuangan juga telah
dipublikasikan.

25
5.7 CONCLUSIONS ON VALUE RELEVANCE

Literatur empiris dalam akuntansi keuangan sangatlah luas, dan kita hanya baru
melihat pada bagian-bagian tertentu saja. Meskipun demikian, kita telah melihat bahwa,
hampir secara keseluruhan, respon pasar terhadap laporan laba bersih sangat mengesankan
dalam hal kecanggihannya. Hasil penelitian empiris di area ini mendukung teori pasar
efisien dan teori keputusan yang mendasarinya.
Namun demikian, akuntan harus memastikan bahwa item-item yang tidak biasa
dan non-recuring sepenuhnya diungkapkan. Jika tidak, investor mungkin melebih-lebihkan
persistensi laba yang dilaporkan saat ini.
Pasar tampaknya tidak merespons terhadap informasi laporan keuangan lainnya
seperti halnya mereka merespons informasi laba. Sejauh mana kurangnya respon yang kuat
untuk informasi lainnya ini adalah karena kesulitan metodologi, rendahnya reliabilitas,
ketersediaan sumber informasi alternatif, atau kegagalan teori pasar efisien yang tidak
sepenuhnya dipahami, meskipun mungkin juga bahwa investor mengantisipasi neraca dan
informasi tambahan untuk menyempurnakan ERC, dan bukannya menggunakan informasi
tersebut secara langsung.
Terlepas dari berbagai pertimbangan tersebut, akuntan harus berhati-hati dalam
menyimpulkan bahwa kebijakan akuntansi dan pengungkapan yang menghasilkan respon
pasar terbesar adalah yang terbaik bagi masyarakat. Ini tidak selalu benar, karena sifat
barang publik dari informasi akuntansi. Investor tidak akan selalu menuntut jumlah
informasi yang “benar”, karena mereka tidak menanggung biaya penuh. Pertimbangan ini
membatasi kemampuan penelitian mengenai kebermanfaatan keputusan (decision
usefulness) untuk memandu pembuat standar akuntansi.
Meskipun demikian, hingga saat ini, pendekatan informasi mendominasi teori
akuntansi keuangan dan penelitian, dimulai dengan penelitian Ball and Brown pada tahun
1968. Penelitian tersebut telah mengarahkan ke banyak penelitian empiris lainnya yang
memperkaya pemahaman kita tentang kebermanfaatan keputusan (decision usefulness)
informasi akuntansi bagi investor.

26

Anda mungkin juga menyukai